2036 by Cho Jinhyuk

Hahahahhaha…
2 fanfictions in 1 day.

Simple. But still hope you will like it..

Happy reading!

—-

2036 by Cho Jinhyuk

Annyeooooong yeorobuuuunn!!! Cho Jinhyuk imnida. 10 years old dan sekarang aku mendapat tugas untuk bercerita tentang FAMILY. Aaaaaaaargh!! Apa yang harus kuceritakan tentang keluargaku? Aku menatap kertas kosong di hadapanku yang tampaknya sudah kesal karena tak kunjung kucoret-coret. Eommaaaa, ottokeee?!?!

“Jinhyuuk-a! Ayo sarapan! Nanti kau terlambat ke sekolah!!” Teriak eomma membuatku langsung lari menyongsong suaranya. Aku melihat appa, eomma, hyung dan nuna sudah duduk di kursi mereka masing-masing.

Continue reading

Simple

Simple

Annyeong yeorobun!!!!
Gilaaa udh lama bgt yaa aku gak post ff.. Abis lg sibuk bgt dan gak ada ide. Tapi ini aku ada selipan ff pendeeeeek. Semoga suka ya…

Selamat menikmati.

Love you all, chingudeul!

 

*****

 

Dia baik. Dia tampan. Dia pintar. Dia kaya namun sederhana. Dia bisa melakukan segalanya yang jadi spesialisasinya. Menurutku, dia SEMPURNA! Aku yakin para suster dan intern juga setuju dengan pendapatku. Aku dan mereka memperhatikan dia dengan seksama, dia terlihat super keren dengan pisau bedahnya.
Aku tertawa. “Jangan tertawa. Seharusnya aku membiusmu total,” tegurnya. Aku seketika diam tapi tidak berhenti tertawa dalam hati. Aku tertawa kepada diriku sendiri. Aku pasti sudah gila. Dia sedang sibuk mengobok-obok perutku dan aku bukannya cemas dengan keselamatanku tapi malah sibuk memperhatikan kesempurnaannya. Aku jelas sudah gila.
“Operasimu sudah selesai. Aku akan membiusmu agar kau bisa istirahat,” katanya sambil menyuntikkan cairan ke dalam tubuhku. Tidak lama, aku sudah terlelap.

+++++

Continue reading

This Mutual Weirdness Called Love

Annyeong chingudeul :) Thank you so much for always reading our fanfiction.

Ini ff terakhir untuk tiga bulan ke depan dari esterong. hope you like it ya. Maaf banget belum bisa bikin sequel ff Kyujin yang kemarin hehe. Karena lagi suka banget sama Donghae, akhirnya castnya Donghae lagi.

Hope you enjoy it. Your comments are love for me :) feel free to give suggestions and critize me, i’m still lack in many things. Thank you so much chinguuu! ^^

Main Cast:

Lee Donghae – Shim Johee

******

“Lee Donghae! Kau sangat tampan!” seru para gadis saat melihat seorang pria tampan turun dari motornya yang tampak tangguh.

“Lihat motornya dan brand benda-benda yang ia pakai! Ia kaya dan selalu peringkat teratas di sekolah ini! Genius sejati!” seru yang lainnya sambil tetap mengikuti langkah pria itu di belakangnya.

“Ia juga sangat cool! Sangat berkarisma! Ia casanova sejati!” kata gadis yang lain yang tidak direspon oleh pria itu.

“Bagaimana mungkin ada pria sesempurna dirinya? He’s perfect! Tuhan tidak adil!” ujar yang lain.

Pujian-pujian dari para gadis itu terus mengalir bahkan semakin banyak gadis yang mengikutinya. Setelah ia sampai di kelas pun suara teriakan histeris dari para gadis itu tak hilang. “Pagi-pagi kau sudah membuat keributan, Lee Donghae,” sindir sahabatnya yang sudah lebih dulu ada di kelas itu.

Pria pujaan yang ternyata bernama Lee Donghae tidak menggubris sindiran temannya. Ia terduduk lemas di bangkunya. “Tuhan sangat adil. Saat aku mendapat semua yang orang lain inginkan, aku malah kehilangan kebebasanku,” ujarnya sambil menghela nafas panjang. “Wanita-wanita itu sangat mengerikan. Aku ingin mereka menjauh dariku,” lanjutnya.

“Yaa, Lee Donghae, ada apa dengan kau? Kau tampak tidak baik,” ujar kawannya itu saat melihat raut wajah Donghae yang berbeda dari biasanya.

“Aku tentu tidak baik-baik saja saat aku diputuskan oleh gadis yang ‘menembak’ aku terlebih dahulu. Ia berkata, aku tidak sesuai harapannya dan menghancurkan semua bayangannya tentang Lee Donghae yang sangat perfect. Apa yang ia harapkan dariku? Ia pikir aku dewa? Tuhan? Aku tak pernah bilang diriku sempurna,” keluh Donghae panjang lebar.

Teman Donghae tertawa kecil, “Kau sendiri yang salah. Kau selama ini selalu berusaha tampil seperti yang mereka harapkan dan sampai saat ini, kau juga tidak pernah serius menjalani hubungan dengan siapapun karena itulah mereka menganggap kau seorang playboy dan mereka juga tidak akan pernah serius menjalani hubungan denganmu,” jelas Eunhyuk, sahabatnya itu.

“Aku melakukan itu karena kupikir setelah aku seperti apa yang mereka mau, mereka hanya akan mengagumiku dari jauh. Aku tak menyangka mereka seliar ini. Kau benar, aku tak pernah serius karena aku tahu mereka juga tak serius padaku. Mereka hanya ingin diriku karena mereka menganggapku sempurna,” jelas Donghae. “Kau ada ide untuk mengatasi masalah ini?” tanyanya.

“Bagaimana kalau kau mencari seorang pacar?” ujar Eunhyuk.

Continue reading

A little Too Not Over You

Annyeong semuanya, makasih banyak tetep baca ff-ff di blog ini. this is my newest fanfiction. i’m sorry if its not good enough but hope you all can enjoy it ya ^^ feel free to read, give suggestion, or critic me. your comments are love for me ^^ thank you so much for always support this blog. saranghae <3

Main cast: Song Hyejin, Cho Kyuhyun

*****

Gadis ini tersenyum bangga pada dirinya saat ia berhasil mendarat dengan selamat ―ia lompat dari pohon― di salah satu kelas kosong yang ada di lantai dua. Ia menepuk-nepuk seragam barunya agar debu hilang dari tubuhnya. Ia juga merapikan kemeja, jas, dan roknya. Senyumnya belum hilang karena ia pikir, ia sudah menemukan tempat yang pas untuk bersembunyi. “Kurasa aku bisa menunggu disini sampai upacara penyambutan murid baru selesai,” katanya pada dirinya sendiri.

“Aku mencintaimu, Victoria. Aku tak bisa terus-menerus menjadi sahabatmu sejak kecil,” kata sebuah suara. Gadis itu mencari sumber suara yang ternyata berasal dari luar kelas itu. Ia mendapati seorang wanita dan pria ―yang kemungkinan besar adalah sunbaenya― berbicara di koridor kelas. Rasa penasaran membuatnya tanpa sadar mengintip kedua orang tersebut.

Wanita yang dipanggil Victoria, kini menatap pria itu dengan lembut. Ia mengelus wajah pria itu lalu menciumnya. “Aku juga mencintaimu,” katanya. Pria itu tampak sangat bahagia. “Tapi aku tak akan pernah bisa menjadi kekasihmu,” lanjutnya. Pernyataan itu membuat hati sang pria hancur, terlihat jelas di wajahnya. “Kau sahabatku, aku mau kau selalu ada disampingku sebagai temanku, Kyuhyun. Mianhe, aku tak bisa membalas perasaanmu. Kau boleh melampiaskan kekesalanmu padaku. Kau boleh membenciku jika kau mau,” kata Victoria.

Pria itu, Kyuhyun, memaksakan senyumnya untuk wanita itu. “Kau sangat tahu aku tak bisa membencimu. Kalau aku mau melampiaskan kekesalanku, aku akan cari cara lain, yang tidak akan menyakitimu karena aku tak mampu melakukannya,” katanya.

Wanita itu membalas senyuman Kyuhyun. “Terima kasih, Kyuhyun ah. Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Aku harus ada saat upacara penyambutan murid baru nanti,” kata Victoria. Gadis itu pergi begitu saja namun pria itu tetap menatap punggung Victoria.

Gadis yang sejak tadi mengintip dari dalam kelas tak habis pikir dengan pria itu. Menurutnya, pria yang bernama Kyuhyun itu terlalu baik.
Continue reading

The Butler is In Love

Annyeonghaseyo chingudeul! it’s been a long long long time since the last ff. maap bgt buat ketidak-produktifan saya hehehe. thank you so much buat yang tetep setia baca ff di blog ini padahal ffnya itu-itu aja ga nambah-nambah hehehe. Maaf banget belum bisa bales semua commentnya satu-satu kayak dulu, tapi aku baca semua kok and i was happy when i read it :)

Oia, ini ff yang aku coba buat setelah lama hiatus. Agak khawatir sebenernya sama hasilnya tapi coba dibaca dan kasih saran ya chingudeul buat aku hehehe your comments are love for me :)

enjoy reading!

Main cast: Lee Donghae, Shim Johee

*****

“Nona Johee, tolong nona, jangan masuk ke dalam. Tuan Shim tadi berpesan pada kami untuk melarang nona masuk. Tolong nona, nanti kami bisa dimarahi,” ujar lima orang wanita yang berdiri di depan pintu megah itu.

Wanita yang dipanggil dengan nama Johee tadi merasa iba dengan kelima pelayannya namun amarahnya lebih besar untuk metolerir rasa kasihan itu. “Tenang saja, biar aku yang menanggung hukuman kalian nanti. Sekarang, menyingkirlah!” serunya. Ia membuka pintu itu dengan kasar dan akhirnya ia melihat pria paruh baya yang duduk di meja kerjanya itu.

“Ayah, aku tahu kalau sudah dari ratusan tahun yang lalu keluarga Park mengabdi pada keluarga ini sebagai butler. Tapi ayah, sudah berapa kali kubilang kalau aku tidak memerlukan seorang butler?!” seru Johee pada ayahnya sembari berjalan mendekati teritorial ayahnya. “Ayah, lihat aku dan jawab pertanyaanku. Jangan melarikan diri, ayah,” lanjutnya.

Pria itu akhirnya mengangkat kepalanya. Ia dapat melihat raut wajah kesal di wajah anak kesayangannya itu. “Oh, kau disini rupanya, Johee sayang. Ada apa?” tanya ayahnya dengan lembut sambil memberikan senyuman terbaiknya pada anaknya itu. Melihat itu semua membuat Johee makin kesal. Ia sangat mengenal ayahnya. Ini adalah cara yang selalu dilakukan ayahnya untuk menghilangkan rasa kesal Johee, namun kali ini cara itu tidak akan berhasil. Johee menjamin itu.

“Percuma ayah. Aku benar-benar marah padamu saat ini. Sekarang, beri penjelasan padaku kenapa engkau memberiku seorang butler!” tuntut Johee kesal.

“Johee, maafkan ayah. Ayah hanya berusaha membantumu. Ayah tahu kau sangat bertanggung jawab dalam masalah pekerjaan atau pun pendidikan. Kau mengerjakan segala sesuatunya dengan sangat baik. Ayah sangat bangga padamu. Tapi, ayah tak mau kau kehilangan masa mudamu, nak. Kau harusnya pergi jalan-jalan atau shopping dengan temanmu. Ayah mau lihat anakku bahagia,” jelas ayahnya. Sesaat, Johee merasakan hatinya tersentuh mendengar jawaban ayahnya namun itu tak akan mengubah tekad Johee.

“Terima kasih, ayah, kau sangat memikirkanku. Tetapi, aku sudah bahagia dengan apa yang kulakukan saat ini. Aku bahagia karena aku bisa membantu pekerjaan ayah sehingga ayah bisa istirahat lebih banyak. Jadi,  berhentilah mengkhawatirkanku dan pikirkan diri ayah sendiri,” jawab Johee tegas.

“Nona Johee,” panggil pria yang sedari tadi berdiri di samping ayahnya, Park Hyansuk, butler ayah Johee. “Apa kau tidak mau melihat terlebih dahulu butler yang kupilihkan untukmu?” tanyanya. Johee menghela nafas panjang. “Baiklah. Panggil dia,” ujar Johee.

Tak lebih dari semenit, seorang pria berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Mata Johee sudah membesar karena ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. “Lee… Donghae?” gumam Johee.

Pria itu tersenyum lembut pada Johee. “Saya Lee Donghae, siap melayani nona Johee seumur hidup saya,” katanya.

Continue reading

Hey You (part 9 of …..)

Cast :
Super Junior-M Henry
CN Blue Yonghwa
MBLAQ Lee Joon
DBSK Yunho
Jung HyunAh Super Girls
Super Junior
f(x) Amber

“Incheon Airport!” kata Henry begitu ia masuk ke dalam sebuah taxi yang bertengger di depan pintu masuk gedung SM.

Dengan penuh kecemasan dan ketidaksabaran Henry berusaha menyusul HyunAh ke airport. Di dalam taxi, sepanjang perjalanan Henry tak henti-henti nya mencoba menghubungi HyunAh. Namun sayang tak ada satupun panggilan Henry yang mendapat jawaban dari HyunAh.

“Come on, Hyun! Pick up the phone!”

“Oh God! Hyun, Please!” Omel Henry tak henti-henti karena HyunAh tak juga mengangkat telepon nya. “Faster, please” supir taxi pun tak luput dari omelan Henry Untunglah jalanan menuju Incheon airport tidak terlalu padat, sehingga Henry bisa sampai 30 menit kemudian. Begitu sampai di Incheon Airport, Henry segera melompat keluar dari taxi dan hampir saja berlari membabi buta jika tidak dihentikan oleh supir taxi.

” Tuan muda tunggu.. Tuan muda tunggu.. Anda belum membayar ongkos taxi…” Mendengar ahjussi supir taxi berteriak, Henry segera berbalik sambil menepuk dahi nya dan kemudian segera berjalan kembali menghampiri ahjussi supir taxi.

“Juisonghamnida, Ahjussi. Kamsahamnida!” kata Henry sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dengan terburu-buru kemudian segera kembali berlari membabi buta masuk kedalam airport untuk mencari HyunAh. Henry memandang ke segala penjuru airport untuk mencari rombongan SG yang akan berangkat ke Jepang.

” Where are you Hyun?” gumam Henry sambil berputar-putar mencari HyunAh “Pick up the phone, Hyun! Please!” omel Henry pada telepon genggamnya sendiri .

Tik tok tik tok 1 jam sudah Henry mencari HyunAh Namun sayang rombongan SG telah bertolak ke Jepang . Dengan langkah gontai Henry berjalan keluar dari airport. Continue reading

You’re The Answer

Anyeong onni dongsaeng chingu hehehe
this is esterong and i come back with Donghae’s fanfiction
hope you like it and enjoy it ^^
leave your comments if you don’t mind hehe your comments are love for me
thank you so much for keep reading our fanfiction ^^
really love you!
happy reading ^^

Main cast: Lee Donghae – Shim Johee

******

“Lee Donghae, aku menyukaimu. Aku mau kau menjadi pacarku,” kata gadis pesolek yang ada dihadapanku. Gadis itu cantik juga sexy. Ia begitu berani dan percaya diri. Eunhyuk sahabatku, menyikutku. Ia seperti memberi isyarat padaku untuk menerimanya.

“Aku tak mau,” balasku. Eunhyuk menarik seragamku sebagai tanda ia tak sependapat denganku. Gadis itu menatapku dengki seakan ini penghinaan untuknya. Aku tak perduli. Aku berjalan meninggalkannya.

“Kau gila?” tanya Eunhyuk yang sudah ada disampingku. Aku menggeleng sebagai jawaban.

“Kau baru saja menolak Joori! Model terkenal itu! Kau tak lihat tubuhnya yang sexy itu?! Kalau kau tidak gila, kau pasti seorang gay setelah Hera nuuna memutuskanmu!” ujarnya. Nama yang ia sebutkan membuat rasa sakit itu kembali mencuat. Aku menghela nafas panjang untuk mengusir rasa itu.

“Jangan mengungkit nama itu,” balasku sebagai peringatan. Aku tak bisa menjamin keselamatannya jika ia mengucapkan nama itu lagi.

Eunhyuk menghela nafasnya. “Donghae ah, aku mengatakan ini untuk kebaikanmu. Ini sudah 2 bulan kau putus dengannya. Kau harus segera mencari pacar baru agar kau bisa melupakan Hera nuuna,” katanya. Lagi-lagi nama itu membuat jantungku berdetak kencang.

“Aku sudah memperingatkanmu, Lee Hyukjae,” kataku sebagai peringatan terakhir.

Eunhyuk menepuk pundakku. “Kau pria yang baik, kau juga berhak mendapatkan gadis yang baik. Bukan seperti Hera Nuuna yang memacarimu karena ia ingin mendekati kakakmu,” tandasnya.

Aku menepis tangannya lalu meninggalkannya begitu saja karena aku tahu Eunhyuk tak akan berhenti menasehatiku.

Aku berjalan menuju lokerku. Saat aku membukanya, ada sebuah note kecil yang bertuliskan: ‘Aku mohon, datanglah ke taman belakang sekolah jam 12 nanti’

Aku menyeringai. Note kecil ini membuatku seakan deja vu. Dulu aku juga melakukan hal konyol seperti ini saat hendak menyatakan perasaanku pada Hera nuuna.

Aku melihat jam tanganku. Ternyata sudah pukul 3 sore. Sudah lewat tiga jam. Aku yakin, siapapun yang menulis surat ini, pasti sudah tidak ada disana. Siapa yang mau berdiri selama 3 jam di musim dingin seperti ini? Namun ada rasa penasaran dihatiku. Entahlah, ada keinginan untuk membuktikan kesungguhan gadis yang berani menuliskan surat ini untukku.

Aku melangkahkan kakiku ke tempat yang tertulis di surat tadi. Aku menyeringai saat tak mendapati siapapun ada disana. Aku kembali menatap note itu lalu meremasnya dan membuangnya. Ternyata semua perempuan itu sama saja.

Aku meninggalkan tempat itu. Namun sebelum aku jauh melangkah, seseorang memanggil namaku. “Donghae shi?” suara itu terdengar begitu lemah. Aku menoleh dan mendapati seorang gadis dengan wajah kemerahan berjalan mendekatiku.

Aku tak mengenalnya tapi aku tahu siapa dia. Gadis itu Shim Johee.

Begitu ia tiba didepanku. Ia langsung membungkukkan tubuhnya. “Terima kasih banyak, kau mau datang. Aku kira kau tak akan datang,” ujarnya. Ia kembali menegapkan tubuhnya tapi kepalanya tetap menunduk kebawah.

“Ada ap..”

“Tolong jangan berbicara,” serunya yang membuatku bungkam. “Aku takut keberanianku luntur. Jadi aku mohon, ijinkan aku mengatakannya sekali ini saja. Aku harap kau bersedia mendengarkan,” katanya.

Aku bisa melihat pipinya yang merona dan tubuhnya yang bergetar hebat. Tangannya menyentuh dadanya seakan untuk menjaga jantungnya agar tidak keluar dari tempatnya. Lagi-lagi ia membawaku kembali kepada kenangan yang telah lalu. Ia terlihat sepertiku.

“Aku menyukaimu,” Continue reading