SHIRT part 4

Dengan wajah tanpa make up, mata lesu dan baju seadanya, Hyejin, Jihyo dan Hamun duduk di ruang tunggu Super Girls Ah, menunggu HyunAh dan MinAh selesai dimake up untuk debut stage duo mereka.

“Ya kalian bertiga kenapa tidak bersemangat seperti itu?” Tegur MinAh.

“Kalian tidak suka dengan debut stage kami ya?” Tanya HyunAh dengan sedih.

Jihyo menguap, Hyejin mengucek-ucek mata dan Hamun menepuk-nepuk pipinya agar tidak mengantuk lagi.

“Bukan begitu. Kami senang sekali kalian debut sebagai duo,” kata Hyejin yang disetujui oleh kedua dongsaengnya. “Tapi semalam aku wrap-up party musicalku sampai jam 6 pagi. Mian, MinAh-ya, HyunAh-ya.”

“Gwencana. Aku mengerti,” kata HyunAh.

“Lalu kau Hamun-ah? Kau tidak tidur semalaman sampai matamu membengkak sebesar itu,” kata MinAh menunjuk mata Hamun yang berukuran lebih besar dari biasanya.

“Aku mengerjakan tugas kuliah semalaman. Kau tahu eonni rasanya kembali ke kelas, mendapat tugas-tugas, terjaga sampai pagi demi beberapa lembar essay? Rasanya kepalaku ingin meledak,” keluh Hamun disambut tawa MinAh.

“Karena itu aku tidak mau kuliah lagi. Cukup sekali,” kata MinAh.

MinAh dan HyunAh kemudian memandang Jihyo. “Kau kemana? Kau jelas sekali pengangguran, tidak ada skedul dan bukan mahasiswi. Kau ngapain saja semalaman sampai bolak-balik menguap seperti itu? Bertemu Woobin? Atau Sungmin Oppa?” Tuduh MinAh dengan galak.

Jihyo menggelengkan kepalanya. “Aku maraton drama It’s Okay It’s Love. D.O menggemaskan sekali di situ,” jawab Jihyo.

MinAh menyelidiki lebih lanjut namun HyunAh mencegahnya. “Jihyo berkata apa adanya. Aku bisa melihatnya,” kata HyunAh pelan.

Smartphone Jihyo kemudian berdering keras. Buru-buru Jihyo menjawabnya, “Yaaa Key! Darimana saja dirimu? Bolak-balik aku telepon. Iya… Tolong kirimkan uang ke e-cash ku. Aku lupa bawa dompet. Aku hanya membawa handphone… Berhenti mengatai aku bodoh, bodoh. Ugh! Aku sedang di gedung Mnet menunggu debut stage SGAh. Jangan lupa kirim uangnya. Sekarang! Annyeong…”

Keempat member Super Girls hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala setiap evil magnae mereka menyiksa pria-pria di dekatnya. Mereka sebenarnya tidak tega tapi pria-pria itu mau saja jadi ya biarkan saja. Begitu pikir Hyejin.

“Kapan kalian muncul?” Tanya Hyejin kepada MinAh dan HyunAh.

“Aku rasa pertengahan. Segmen keempat,” jawab HyunAh.

“Aku yakin kalian akan tampil sempurna. Hwaiting!” Dukung Hyejin dengan sepenuh hati.

“Aku sependapat dengan Hyejin eonni. Eonnideul pasti akan membabat habis sub unit girlband lain dengan keseksian kalian,” ujar Hamun.

“Gomawo, yeojadeul!!! Doakan kami ya… Berpelukaaan…” MinAh dan HyunAh memeluk Hyejin, Jihyo dan Hamun sehingga mereka menjadi sebuah lingkaran kecil dengan saling berpelukan.

“Apa Eric Oppa akan datang untuk mendukungmu, eonni?” Tanya Hamun setelah pelukan mereka terlepas.

MinAh menggelengkan kepalanya dengan penuh senyuman bahagia. “Tapi dia sudah mengirimkan rangkaian bunga besar untukku. Kalian tidak melihatnya tadi di lobby?”

Hamun, Hyejin dan Jihyo serempak menggeleng.

“Ah, kalian payah,” ujar MinAh.

HyunAh tertawa. “Mereka kesini itu dengan mata setengah tertutup. Jalan saja susah dilihat apalagi rangkaian bunga dengan huruf-huruf penuh love begitu. Bisa pingsan di tengah-tengah lobby mereka,” kata HyunAh.

Hamun, Hyejin dan Jihyo serempak menganggukkan kepala mereka.

“Aku tidak mau tahu nanti kalian harus melihatnya. Kalau perlu foto bersama dengan bunga itu. Tidak ada tawar menawar!” Ujar MinAh.

“Baiklah. Nanti kami akan foto bahkan menguploadnya ke twitter,” kata Hyejin.

“Dan instagram. Deal?” Tambah Jihyo.

Wajah MinAh kembali berseri. “Deaaaal!!! Aaah, kalian memang teman-teman terbaikku. Peluk lagi…” MinAh memeluk Jihyo dan Hyejin dengan erat bahkan memberikan kecupan hangat di kedua pipi mereka.

Pintu ruang tunggu SGAh tiba-tiba terbuka dan muncul Kyuhyun dan Sungmin yang sudah rapi dengan kostum dan make up kalian. “Yaa! Bagaimana kalian bisa diam di sini padahal ada sunbae kalian yang masih comeback stage? Heoh?” Protes Kyuhyun.

MinAh menepuk keningnya. “Aku pikir comeback stage kalian sudah selesai,” kata MinAh dengan sinis.

HyunAh membungkukkan tubuhnya dalam-dalam. “Maaf, kami pikir Super Junior sudah selesai. Kami akan segera ke sana sebelum tampil. Kami baru selesai make up,” kata HyunAh.

Kyuhyun tertawa keras-keras. Tentu saja ia hanya bercanda. Ia tidak peduli apa yang dilakukan hoobae-nya yang akan debut, dia hanya peduli pada gadis yang sedang menghilangkan bekas lipstik MinAh di pipinya.

“Annyeong,” bisik Kyuhyun mengagetkan Hyejin. Hyejin nyaris terjatuh saking kagetnya.

“Kau mengagetkanku tahu. Menyebalkan!” Ujar Hyejin dengan kesal. Ia kembali membetulkan posisi berdirinya. Dengan santai, Kyuhyun memeluk Hyejin dan memberikan sebuah kecupan di kening gadis itu.

“Nanti malam aku akan pulang. Tunggu aku di rumah,” kata Kyuhyun.

“Asal kau tidak tiba-tiba muncul dan mengagetkanku seperti tadi. Aku bisa mati mendadak kalau kau terus seperti itu,” protes Hyejin.

Kyuhyun tertawa tanpa rasa bersalah sedikitpun. “Kau tahu, salah satu hobiku itu mengganggumu.”

“Terserah apa katamu,” balas Hyejin sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.

Pintu tiba-tiba terbuka. Refleks, Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Hyejin. Woobin serta beberapa kamera masuk ke ruang tunggu SGAh.

“Super Girls Ah!! Artis debut kita hari ini…” Woobin tidak langsung melanjutkan kalimatnya saat ia melihat keberadaan Jihyo dan Sungmin di ruangan itu.

Woobin menatap Jihyo tajam. Sungmin menatap Woobin tidak kalah tajam. Jihyo menatap Sungmin dan Woobin dengan bingung. “Ottoke?” Tanya Jihyo kepada dirinya sendiri.

Hamun berdiri menarik Jihyo dan Sungmin keluar dari ruang tunggu. “Aku lapar belum makan siang. Ayo temani aku,” kata Hamun. Semua tahu itu hanya alasan karena Hamun baru saja memakan 2 box nasi pemberian Goddess.

Mata Woobin mengikuti kemana Jihyo pergi tapi kakinya tidak bisa beranjak kemana-mana karena ia harus menjalankan pekerjaannya sebagai MC sekarang.

“Sial!” Rutuk Woobin dalam hati.

—–

Debut stage MinAh dan HyunAh berlangsung sukses. Mereka berada di peringkat pertama dalam pencarian di situs Naver. Sebagai ucapan terima kasih, MinAh mengupload fotonya bersama member SG lain dengan latar belakang hadiah-hadiah serta makanan dari para Goddess.

Terima kasih atas dukungan kalian. Kami menyukai makanan dan hadiah-hadiah kalian. Sekali lagi terima kasih. Sebagai balasan, kami mengupload foto kami tanpa make up. Goddess, SARANGHAE!!

MinAh menuliskan caption untuk foto yang ia upload ke twitter dan instagram miliknya. Dalam sedetik, notification MinAh diserbu oleh puluhan bahkan ratusan komentar yang masuk. MinAh memutuskan untuk membacanya besok setelah agak sepi dari notifikasi.

Keempat member Super Girls kembali makan sampai kenyang sambil tentu saja bergosip, hal yang tidak bisa dihindari jika para gadis sudah berkumpul.

“Aku tidak pernah menyangka Donghae Oppa dan Johee pernah melakukannya. Dengan tampang se-innocent itu? Aaaah…” Ujar HyunAh memulai gosip.

“Aku juga tidak menyangka,” sahut MinAh. “Tadinya aku yakin Hyejin pernah melakukannya tapi ternyata tidak.”

“Haissssh… Kami tidak pernah melakukannya tahu! Kenapa semua berpikir aku pernah melakukannya sih? Aku terlalu lama berhubungan dengan Kyuhyun tampaknya. Haisssh!!!” Seru Hyejin gusar.

Hyejin menyuapkan sepotong sushi ke dalam mulutnya. Sambil mengunyah ia bertanya pada Hamun, “Jihyo kemana?”

Hamun menggeleng tidak tahu. “Bertemu dengan Woobin Oppa mungkin? Aku melihatnya terakhir tadi di gedung Mnet. Dia sedang ngobrol dengan Woobin Oppa,” jawab Hamun.

“Ooh…”

“Hyejin-ah, kemarin aku dengar kau akan main drama dengan Choi Jin Hyuk. Aku mencuri dengar. Sepertinya akan banyak adegan kiss,” kata HyunAh.

“Jinjja? Jinjja?” Tanya Hyejin dengan antusias. Choi Jin Hyuk adalah salah satu aktor favoritnya. Dengan dada bidangnya, suara rendahnya, bibir tipisnya. “Rasanya pasti akan sangat menyenangkan,” ujar Hyejin tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Apa yang menyenangkan?” Kyuhyun tiba-tiba muncul dengan sekantong kecil kemeja.

Kyuhyun menyerahkan kantong yang ia bawa kepada Hamun. “Kemeja Siwon hyung yang aku janjikan. Semoga bisa bertahan selama ia pergi ke Taiwan,” kata Kyuhyun kepada Hamun.

“Gomawo, Oppa,” ucap Hamun senang. Ia segera membongkar isi kantong itu dan mendapatkan dua buah kemeja Siwon untuk dia bawa tidur nanti malam. “Gomawooo Oppa… Ini sangat menyenangkan!!!”

Kyuhyun tersenyum kepada Hamun dan berubah 180 derajat ketika berhadapan dengan Hyejin. “Apa yang tadi menyenangkan untukmu?” Kyuhyun bertanya dengan penuh curiga.

Seketika keempat member Super Girls terdiam. “Apa yang menyenangkan?” Ulang Kyuhyun tapi tidak ada yang menjawabnya.

Kyuhyun menatap Hyejin dengan tajam. “Kau lupa kalau malam ini aku tidur di rumah. Aku pulang dan tidak menemukanmu. Kau malah berada di sini, tertawa-tawa atas suatu hal yang tidak aku ketahui apa itu,” kata Kyuhyun dingin.

Hyejin tersenyum penuh rasa bersalah. “Mianhe. Aku lupa. Lalu bagaimana kau bisa mengetahui aku disini?” Tanya Hyejin.

“Dengan melacak keberadaan handphone-mu,” jawab Kyuhyun. “Jadi, apa yang menyenangkan bagimu tadi?”

Hyejin menghela nafas panjang. Hamun, MinAh dan HyunAh bersiap jika Kyuhyun meledak. “Ini belum dikonfirmasi tapi sepertinya manajemen mengajukan aku untuk bermain drama dengan Jin Hyuk Oppa dan banyak adegan mesranya,” ujar Hyejin takut-takut. Ia menatap Kyuhyun yang sudah mulai melipat kedua tangannya di depan dada.

“Syuting setiap hari. Kau akan meninggalkanku dan bersama laki-laki lain. Bercumbu dengannya dan membiarkan aku mendapatkan kehangatan dari selimut. Sial! Aku benar-benar tidak menyukainya. Tidak bisakah kau minta main drama lain? Drama anak-anak atau apapun yang tidak perlu melibatkan tubuhmu untuk disentuh pria lain?” umpat Kyuhyun.

Hyejin tersenyum lemah. “Mian,” ucap Hyejin.

“Sial,” umpat Kyuhyun lagi.

“Tapi itu belum pasti kok,” ujar MinAh sambil tersenyum berusaha mencairkan suasana.

Kyuhyun tidak percaya. Kalau nama Hyejin sudah muncul untuk jadi pemeran dalam suatu drama maka hal itu bisa dipastikan 100 persen terjadi. Dengan kesal, Kyuhyun melangkahkan kaki pergi diikuti oleh Hyejin. “Kau mau kemana? Aku ikut… Malam ini kita pulang ke rumah kan? Kyuhyun-ah, tunggu aku!!” Hyejin mengejar Kyuhyun yang tidak menoleh sedikitpun kepada Hyejin. Ia bahkan tidak bicara sepatah kata pun dalam perjalanan meskipun Hyejin sudah melakukan berbagai cara untuk merayunya.

—–

Diam-diam, Henry dan HyunAh bertemu di kafe milik Kyuhyun. Satu ruangan khusus tertutup disediakan untuk mereka berdua. “Baby Hyuuuuuuun….” Seru Henry yang langsung duduk di sebelah HyunAh, mengamit lengan gadis itu dan mengulaikan kepalanya di bahu HyunAh.

HyunAh tertawa kecil, menepuk-nepuk kepala Henry. “Bagaimana lagu barumu? Apa sudah jadi?” Tanya HyunAh.

“Belum. Aku masih sibuk dengan Fantastic jadi aku belum sempat mengolah lagu baruku. Masih benar-benar mentah,” jawab Henry.

Henry menyisipkan jemarinya di antara jemari HyunAh. “Kau sendiri? Kau pasti lelah dengan kegiatan promosi SGAh ya? Besok kau akan ke Jepang kan? Aaaaah, aku akan merindukanmu baby Hyun…”

HyunAh mengelus tangan Henry yang sedang mengamit tangannya. “Aku hanya pergi seminggu. Tidak akan terasa. Kita kan telepon-teleponan tiap hari,” ujar HyunAh.

“Tentu saja. Tanganku pasti gatal-gatal kalau tidak memencet nomormu sejam sekali,” kata Henry sambil tertawa.

Henry melepaskan tautan jari-jarinya dari jari-jari HyunAh. “Aku punya sesuatu yang harus kau bawa selama tidak bersamaku,” kata Henry sambil menyerahkan sebuah CD.

“Apa ini?” Tanya HyunAh.

“Dengarkan saja nanti. Aku yakin rindumu padaku akan terobati,” kata Henry percaya diri.

HyunAh tertawa. “Memangnya aku akan merindukanmu? Kalau kau pergi ke China atau Taiwan selama 2 minggu, siapa yang lebih sering menelepon? Kau atau aku?”

“Aku,” sahut Henry.

“Kalau begitu, siapa yang lebih merindukan?”

“Aku,” kata Henry lagi.

HyunAh tertawa semakin keras. “Kau lucu sekaliiiii sih, baby Hen… Aku semakin mencintaimu,” kata HyunAh.

“Aku lebih mencintaimu. Baby HyunAh-ku tercinta…” Balas Henry. “Pulang dari Jepang, kita liburan ke Bali ya. Aku sudah lama tidak ketemu pantai. Aku juga ingin surfing.”

“Aku boleh pakai bikini?”

“Yaa!!! Tidak boleh!!! Kau tidak boleh pakai bikini!” Larang Henry dengan galak. “Awas kalau kau pakai bikini. Pakai kaus baju renang one piece saja. Arra?”

“Arra. Arra,” keluh HyunAh kesal. Ia selalu ingin memakai bikini jika pergi ke pantai apalagi Bali tapi Henry tidak pernah mengizinkannya. Sekalinya ia pakai bikini, sewaktu pergi dengan member SG yang lain, Henry memarahinya habis-habisan.

“Good baby,” ucap Henry lalu mencium HyunAh. “Sudah malam. Aku akan mengantarkanmu pulang. Aku turun duluan ya. Aku parkir di basement Lotte Young. Susul aku 10 menit setelah aku SMS dirimu ya…”

“Ne.”

Henry mencium HyunAh sekali lagi sebelum ia keluar dan mengakhiri kencannya dengan HyunAh. Henry keluar lebih dulu agar jika ada orang yang melihatnya, mereka tidak akan curiga.

—-

MinAh duduk dengan gelisah di jok belakang mobilnya, menunggu kedatangan Eric yang janji muncul jam 11 malam tapi sampai tengah malam belum muncul juga.

“Hey, apa yang kau lakukan di dalam mobil?” Tanya HyunAh yang baru pulang dan tidak sengaja melihat MinAh di dalam mobilnya.

“Aku menunggu Eric Oppa,” jawab MinAh. “Kau baru pulang berkencan dengan Henry?”

HyunAh menganggukkan kepala. “Ada siapa di dorm?” Tanya HyunAh yang sudah bergabung dengan MinAh di jok belakang mobil.

“Tidak ada siapa-siapa. Hamun sedang belajar kelompok di rumah temannya. Mereka besok ujian semester. Jihyo tidak tidur di dorm selama tidak ada kegiatan Super Girls jadi dia memiliki banyak kemungkinan tapi kurasa ia sedang dimonopoli oleh ibunya sendiri,” kata MinAh kemudian tertawa diikuti oleh HyunAh.

Kedua gadis itu membayangkan Jihyo dan ibunya dalam ruangan yang sama, berdekatan. Pasti sedikit gesekan saja akan menimbulkan ledakan yang luar biasa di antara mereka.

“Lalu Hyejin?” Tanya HyunAh.

“Dia tidur di rumahnya dengan Kyuhyun. Aku tidak tahu mengapa mereka belum menikah juga. Padahal Kyuhyun sudah menyiapkan semuanya,” ujar MinAh.

HyunAh tertawa keras, menertawakan kebodohan MinAh. “Menikah itu tidak ada dalam kamus Hyejin sampai paling tidak 3 tahun ke depan. Ia masih ingin fokus dengan karirnya. Masa kau tidak tahu?”

Pintu mobil MinAh terbuka dan laki-laki berkepala yang lebih besar daripada lehernya dengan topi dan kacamata yang bertengger pas di kepalanya. “Annyeong, ladies,” sapa Eric yang langsung mendapat pelukan erat dari MinAh.

“Oppaaa… Aku merindukanmu!” Seru MinAh. Eric masuk ke dalam mobil menggantikan HyunAh yang memutuskan kembali ke dorm meskipun ia sendirian.

“Annyeong, Oppa… Titip temanku ya… MinAh-ya, have a good night!” Ujar HyunAh lalu meninggalkan MinAh dan Eric berduaan di dalam mobil.

MinAh duduk di pangkuan Eric dengan lengannya yang memeluk leher Eric dengan erat sedangkan Eric melingkarkan tangannya ke pinggang MinAh. “Oppa, lama sekali. Aku pikir kau tidak akan datang,” ujar MinAh sambil memanyunkan bibirnya.

Eric mencium bibir MinAh dengan lembut, dalam waktu yang lama, meluapkan seluruh kerinduannya. “Mana mungkin aku tidak datang. Aku merindukanmu tahu. Tadi syutingku agak terlambat selesainya. Maafkan aku ya…”

“Gwencana. Aku juga tidak terlalu lama menunggu. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menemuiku. Gomawo, Oppa.” MinAh mengecup bibir Eric dan tidak bisa melepaskannya karena Eric menahannya.

“Oppa, aku tidak bisa bernafas,” kata MinAh setelah berhasil mendorong Eric hingga terlepas darinya. “Kau bersemangat sekali…”

Eric memeluk MinAh lebih erat. “Kau akan pergi ke Jepang. Aku pasti akan merindukanmu, jagi…”

“Aku hanya pergi seminggu. Nanti aku bawakan banyak oleh-oleh untuk Oppa,” ujar MinAh.

“Aku tidak mau oleh-oleh. Aku mau bersamamu saja.”

“Aigoo… Manja sekali sih. Aku gemas,” kata MinAh sambil mencubit kedua pipi Eric. “Kalau Oppa ada waktu, Oppa boleh datang ke Jepang. Kurasa kita bisa jalan-jalan sebentar.”

“Jeongmal?”

MinAh menganggukkan kepalanya dengan yakin. “Baiklah. Semoga saja aku tidak ada syuting,” kata Eric lalu mencium MinAh lagi.

Dua sejoli itu hampir menghabiskan 3 jam kebersamaan mereka dengan bertukar cerita, berpelukan dan mengakhiri kencan sembunyi-sembunyi mereka dengan ciuman mesra yang nyaris membuat MinAh pingsan kepanasan.

“Omo! Omo! Bagaimana bisa Tuhan menciptakan laki-laki sekeren itu?” Gumam MinAh sambil mengipas-ngipas wajahnya yang keringatan meskipun berada di dalam mobil ber-AC saat melihat punggung Eric yang semakin lama semakin menjauhinya.

—-

Hamun berpuluh-puluh kali memencet bel apartemen tempat tinggal Kyuhyun dan Hyejin tapi tidak ada yang kunjung muncul membukakan pintu.

Eonni!! Aku di depan. Bukakan pintu untukku.

Eonni!!!

HYEJIN EONNI!!!

Hamun berusaha menghubungi Hyejin melalui telepon dan pesan singkat tapi tidak ada satu pun yang dibalas oleh Hyejin.

Hamun kembali memencet bel. Kali ini lebih lama dan lebih kasar.

“Nuguseyo?” Akhirnya intercom apartemen itu berbunyi. Suara parau Kyuhyun terdengar dari speaker intercom itu.

“Oppa….” Hamun memanggil Kyuhyun dengan nada antara lega, putus asa sekaligus kesal.

Tidak lama kemudian, pintu apartemen itu terbuka dan Kyuhyun mempersilahkan Hamun masuk. “Eonni-mu masih tidur. Tunggu saja sebentar,” kata Kyuhyun lalu masuk ke dalam kamar.

Hamun duduk di ruang santai yang super berantakan. Piring-piring, gelas-gelas, berbotol-botol soju, botol wine tergeletak begitu saja di atas meja. Keadaan di dapur jauh lebih parah. Peralatan masak tergeletak di sana-sini, bumbu-bumbu yang berceceran dan tumpukan benda lain yang seharusnya segera dicuci namun belum dicuci.

Pintu kamar Hyejin terbuka dan ia muncul dengan rambut berantakan, pakaian Kyuhyun yang kebesaran dan wajah yang kelelahan.

“EONNI!” Teriak Hamun melihat keadaan Hyejin yang cukup tidak layak untuk dilihat.

—-

To be continued

Two Sides of Devils Part 8

Key memandang aneh ruang tamu kediaman Choi. Ia melihat Siwon hyung dan para member Super Girls bergelimpangan tertidur di sofa. Wajah mereka tampak lelah. Namun masih sempat-sempatnya Siwon hyung tidur memeluk Hamun.

“Aku foto ah,” bisik Key. Ia terkikik saat membayangkan reaksi Jihyo nanti. Eh, ngomong-ngomong soal Jihyo, kok dia tidak ada di sini yah?

Key mengarahkan pandangannya ke lantai 2, kamar Jihyo. Ia melihat pintu kamar Jihyo terbuka.

‘Masa dia sudah bangun jam segini?’ Key melihat jam tangannya, baru pukul 7 pagi. Nona evil itu kan paling susah untuk bangun pagi.

Key berjingkat menaiki tangga menuju kamar Jihyo, takut membangunkan yang lain. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang namja terlelap dalam posisi duduk di samping tempat tidur Jihyo.

“Jihyo-ah!” Teriak Key sambil melompat ke tempat tidur Jihyo. “Kau apa-apaan tidur dengan namja!”

Jihyo mengerang, matanya masih susah di buka. “Kibum-ah,” Jihyo malah memeluk Key. “Aku masih ngantuk. 5 menit lagi.”

Woobin yang ikut terbangun karena teriakan Key. Ia langsung menatap ngeri adegan di depan matanya. “Jihyo, tidur yang benar!” Bentak Woobin sambil menarik Jihyo.

“Kau Woobin-ssi kan?” Tanya Key. “Kenalkan, aku Shinee Key, sahabat terbaik yang Jihyo punya sekaligus cinta pertamanya.”

Jihyo kini sudah benar-benar bangun, “kau mulai meracau tidak jelas.” Serunya mencubit Key.

Key nyengir, ia bisa melihat wajah Woobin merah padam hanya karena tau dirinya mantan kekasih Jihyo. Akhirnya Key tau mengapa Jihyo suka menjahili orang, ternyata menyenangkan!

“Kau kenapa masih ada di kamarku!” Jihyo membentak Woobin, kekesalannya tadi malam kembali menjalar di tubuh dan pikirannya.

“Kau sendiri yang sejak malam terus menggenggam tanganku, kau bahkan menggenggam sangat erat seperti mau meremukkan tanganku!” Ujar Woobin tak kalah kesal.

“Baiklah, aku seperti menyaksikan pertengkaran suami istri. Jadi kalian sudah resmi jadi sepasang kekasih?” Tanya Key.

“Tidak!” Seru Jihyo dan Woobin bersamaan.

‘Sudahlah, Key. Aku lapar, ayo ke bawah!” Jihyo berusaha bangkit dari tempat tidurnya, namun Key menahannya.

“Jelaskan dulu kepadaku apa yang terjadi sehingga Woobin-ssi ada di kamarmu!” Perintah Key.

“Ya begitulah, aku mengurung diri di kamar seharian gara-gara namja menyebalkan ini. Dia mabuk berat lalu mendorongku hingga hampir jatuh, hampir memukul Sungmin oppa, dan dia ditemani oleh MinAh!” Teriak Jihyo frustasi.

“Kau salah paham, Jihyo,” Woobin hampir putus asa menjelaskan bahwa dirinya dan MinAh tak ada hubungan apa-apa.

“Tunggu? MinAh siapa?” Selidik Key. “Bang MinAh?”

“Aaaaak, jangan sebut nama itu di depanku!” Jihyo melemparkan bantal ke arah Key.

Key tertawa keras sekali hingga matanya berair. “Chukkae, Kim Woobin-ssi. Kau berhasil melepaskan monster dari tubuh Jihyo. Kurasa aku mulai berpihak padamu!” Seru Key sambil menyodorkan tangannya mengajak Woobin ber-high five.

Woobin hanya bisa kebingungan sambil melayani ajakan Key untuk high five. “Ada apa sih sebenarnya dengan MinAh?”

Dan Jihyo dengan sigap meninju lengan Woobin.

“Jihyo-ah!” Woobin mengerang kesakitan, akhir-akhir ini dirinya seperti samsak untuk Jihyo.

“Kau sebut namanya sekali lagi saja, aku bisa meninjumu lebih keras daripada itu!”

Key memasang tampang diva nya, “Kalian berdua itu sebenarnya saling suka~”

“Tidak! Aku tidak akan suka dengan pria seperti dia!” Jihyo bergegas keluar dari kamarnya dan meninggalkan Key serta Woobin.

Key tertawa, sudah lama ia tidak melihat Jihyo gelagapan begitu. “Saranku, jangan sebut-sebut nama Bang MinAh lagi di depannya jika didepan Jihyo.”

“Ada apa memangnya?”

“Yah, jangan saja. Juga lebih baik jangan sebut nama itu di depan para member SG yang lain. Eh, tunggu!” Tiba-tiba Key ingat alasannya datang sepagi ini ke kediaman Choi.

“Jihyo bilang, dia baru ingat pernah mengenalmu sebelum syuting MV Super Girls,” ujar Key.

Kemarin siang Jihyo heboh mengirimkan pesan ke Key bahwa ia pernah mengenal Woobin sebelum Woobin menjadi pemeran utama di MV Super Girls. Jihyo bilang ia akan menelpon Key untuk bercerita, namun hingga malem tak ada telpon dari Jihyo dan membuat Key hampir mati penasaran.

“Ne, kami bertemu 5 tahun lalu di tempat arcade games, namun ia tidak mengingat pernah bertemu denganku di tempat itu hingga kemarin,” jawab Woobin.

Key kembali tertawa hingga perutnya sakit. Pagi ini dia seolah-olah sedang olahraga mulut saking seringnya ia berolahraga. “Kenapa kau kasihan sekali sih, Woobin-ssi? Jihyo paling tidak bisa berkonsentrasi saat bermain game!”

“Maksudmu?”

“Aku dan Kyuhyun hyung suka bilang konsentrasinya saat bermain game adalah 90 persen. Sisanya 10 persen lagi untuk hal-hal terjadi di sekitarnya,” Key berhenti tertawa karena tidak kuat.

“Dulu, saat kami masih di California, Jihyo pernah berkenalan dan akrab dengan seorang namja blasteran Amerika-Korea di tempat arcade games. Pokoknya Jihyo dan namja itu selalu bermain games yang sama, bahkan hingga berminggu-minggu. Lalu, suatu hari saat kami di sekolah, namja itu menghampiri dan mengutarakan rasa sukanya ke Jihyo. Namun kau tau apa yang Jihyo katakan?”

“Apa?” Tanya Woobin penasaran.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Jawab Jihyo kesal karena Key menceritakan aibnya ke Woobin. “Kau puas Key menceritakan hal konyol itu?”

Key memeluk Jihyo, “PUAS!”

Woobin pun tak bisa menahan tawanya saat mendengar cerita tersebut. Padahal, ia sedang mengalami nasib serupa dengan si namja blasteran Amerika-Korea.

“Aku hanya mengingatmu sebagai oppa tinggi menjulang yang selalu menemaniku main game! Makanya aku tidak sadar saat bertemu denganmu di cafe waktu itu. Kau puas, Kim Woobin? Berhenti tertawa!” Jihyo kesal dipermalukan seperti ini.

“Key, turun! Aku sudah siapkan sarapan untukmu! Para member Super Girls dan Siwon oppa juga sudah bangun. Mereka ada di ruang makan,” perintah Jihyo.

“Aku?” Tanya Woobin. Ia baru sadar sejak terbangun dari hang-overnya kemarin sore, ia belum makan apapun.

“Kau, pulang sekarang juga!”

Key menyelinap pergi, “Baiklah Woobin-ssi, kurasa ini waktunya kau untuk bertindak. Berhubung kau sama naasnya dengan namja itu, kau kurestui dengan Jihyo. Selamat berjuang!”

“Iiih, Key! Kebiasaan berbicara aneh-aneh!” Jihyo terlempar ke tempat tidurnya kembali saat Woobin memeluknya sambil menjatuhkan dirinya ke kasur.

“Kau ini, apa-apaan?”

“Aku masih mengantuk. Setidaknya biarkan aku tidur sebentar di kasur. Semalaman aku tidur terduduk di lantai!” Woobin semakin mengeratkan pelukannya sambil tersenyum jahil.

“Iiih! Wonnie oppa! Tolong aku, Woobin oppa berbuat macam-macam denganku! Oppa! Heeem! Heeem!” Teriakan Jihyo langsung dibekap oleh tangan Woobin.

“Kau tau tidak sih oppamu ini mengerikan sekali? Dia kemarin hampir mau menonjokku juga! Aish, kalian kakak-adik sepertinya ada kecendrungan untuk menjadikanku samsak! Baiklah baiklah, aku akan melepaskanmu!”

Woobin melepaskan pelukannya dan mencium Jihyo dengan cepat.

“Ya! Kim Woobin!”

“Sudah berapa persen jadi?” Woobin mengelus rambut Jihyo yang acak-acakan. “Ngomong-ngomong, aku lebih suka penampilanmu saat bangun tidur.”

“Iiih, mesum!” Jihyo segera bangkit dan melemparkan guling ke Woobin. “Cepat sana turun dan makan! Kalau tidak, tidak akan kuberikan 40 persenku untukmu!”

Woobin memasang tampang aegyonya yang membuat Jihyo hampir saja menaikkan rasa sukanya ke namja itu menjadi 50 persen, “Gomapta, uri Jihyo-ah~” ujar Woobin sambil berjalan dengan riang.

+++

Woobin dan Jihyo bergabung ke ruang makan bersama Siwon, Key, dan para member Super Girls. Siwon tetap memberikan tatapan ‘aku tidak suka kau menempel dengan dongsaengku’ kepada Woobin. Namun Woobin sengaja mengambil tempat duduk di tempat Jihyo.

“Aku meminta maaf karena sudah membuat Jihyo seperti ini,” ujar Woobin berbicara ditujukan untuk semua orang di meja makan.

“Kemarin malam kau menyebut nama MinAh?” Suara Hyejin tiba-tiba berubah jadi horor di telinga Woobin. Dirinya teringat dengan perkataan Key barusan, jangan sebut nama itu di depan member SG.

“Ne,” suara Woobin menciut.

“Aku akan cabut izin kau bisa mendekati Jihyo kalau begitu,” ujar Hyejin dingin.

“Andwae, Hyejin-ah!” Teriak Woobin frustasi. Biasanya Hyejin yang paling mendukungnya untuk mendekati Jihyo, sekarang tiba-tiba saja Hyejin berubah pikiran.

“Kau akan kami jauhkan dari Jihyo,” MinAh menusukkan garpunya dengan keras ke daging di piringnya. “Jangan macam-macam!”

“Kau tau kan apa yang akan kukatakan? Jadi segera habiskan makananmu dan pulang,” HyunAh berusaha setenang mungkin menatap Woobin, tapi Woobin tau HyunAh benar-benar ingin mengusir Woobin.

Woobin melirik meminta pertolongan ke arah Hamun, namun percuma, Hamun juga sudah di-death glare-kan oleh unniedeulnya. Hamun menghela napas, “aku sebenarnya juga tidak suka sih kalau kau berbuat ke Jihyo unnie sampai segitunya. Kali ini aku tidak akan mendukungmu.”

“Yes!” Jihyo berteriak kegirangan, ia menjulurkan lidahnya mengejek Woobin sambil mengacak-acak rambut Woobin. “Kau kalah, hihihi!”

Siwon memandangi adegan di depannya dengan serius. Ia sekarang benar-benar sadar kalau adik satu-satunya benar-benar sedang jatuh cinta. Jihyo tidak pernah bertindak sekekanakan seperti itu kalau dia sedang marah. Apalagi dengan dukungan para member SG yang juga ikut memarahi Woobin. Dalam keadaan normal, Jihyo pasti sudah menghajar Woobin habis-habisan.

“Aku izinkan kau mendekati dongsaengku,” ujar Siwon membuka suara. Key terkikik sementara kelima yeoja Super Girls protes.

“Oppa, apa yang kau lakukan! Dia menyebut-nyebut nama yeoja itu!”

“Oppa, itu tidak adil!”

“Ya! Kau menyebalkan oppa!”

“Oppa, kumohon bela Jihyo unnie.”

“Siwon oppa, kau akan kulaporkan ke Teuki oppa!”

“Kau kuizinkan mendekati Jihyo, namun jika Jihyo menolakmu, kau harus berhenti mendekatinya,” ujar Siwon.

Woobin mengangguk senang, “Kamsa hamnida, Siwon sunbae.”

“Aku menolak, aku menolak!” Protes Jihyo.

“Kau yakin kau menolak? Yah, bisa saja 2 bulan kemudian kau akan melihat Woobin-ssi bersama yeoja itu,” ledek Key.

“Andwae!” Jihyo menggebrak meja makan, membuat suasana tiba-tiba hening.

“Kuhitung itu jadi 50 persen,” ujar Woobin sambil menyantap sarapannya.

+++

Woobin terus mengulum senyumnya sepanjang hari, ia bergegas bersiap-siap menuju tempat syutingnya. Hari ini seperti mimpi di dalam hidupnya. Pagi ini baru saja ia didukung oleh calon kakak iparnya.

Ia memencet layar handphonenya, mengirimkan pesan untuk Jihyo.

Jagi, aku mau berangkat ke tempat syuting <3

Woobin terkikik geli saat mengirimkan pesannya, tak sampai semenit sudah balasan dari Jihyo.

Kau akan kulaporkan ke Siwon oppa karena menggangguku! Jangan kirimkan pesan aneh kepadaku!

“Jihyo cantikku, jaga dirimu baik-baik. Aku akan pergi syuting selama seminggu. Jangan terlalu dekat dengan Key, walaupun sepertinya dia baik sih. Namun paling penting, jaga jarak dengan Sungmin sunbae!” Woobin mengetikkan pesannya dengan sebal. Ia selalu sebal apabila mengingat nama Sungmin.

Kalau kau nanti jadi namjachinguku (walaupun sepertinya tidak mungkin) baru kau bisa melarangku.

Nb : jaga kesehatanmu. Jangan lupa minum vitamin.

“Siap nona Choi!” Seru Woobin semakin kesenangan.

+++

Jihyo sesekali memperhatikan layar handphonenya. Kemana sih dia, bahkan sudah hampir seminggu tidak menghubungi.

“Kau menunggu Woobin-ssi menghubungimu?” Tanya Sungmin yang duduk di sebelah Jihyo. Mereka berdua juga HyunAh, Kyuhyun, dan Eunhyuk sedang menunggu untuk syuting Runningman.

“Tidak oppa,” Jihyo tersenyum ke Sungmin. Ia tidak bisa berbicara jujur ke Sungmin, kalau sekarang dia juga sudah mulai menunggu Woobin, walaupun di sisi lain Jihyo yakin ia masih mencintai Sungmin.

“Tidak apa, Hyonnie,” Sungmin mengelus kepala Jihyo. “Aku rasa aku kalah ya?” Sungmin tertawa.

Jihyo memandangi namja di depannya dengan iba. Ia sangat tau Sungmin tipe pengalah, itu pula yang membuat Jihyo amat sangat mudah putus dengan Sungmin, karena Sungmin mengalah dengan membiarkan Jihyo memutuskannya.

“Jangan seperti itu,” keluh Jihyo.

“Aku terus berusaha supaya kau bisa mencintaiku seperti dulu. Namun aku tidak mau kau sekarang terpaksa tidak memilih siapapun hanya karena kau tidak mau aku terluka. Aku berjanji, aku akan merebutmu kembali saat kau bersama Woobin,” ujar Sungmin.

Jihyo tau itu hanya basa-basi dari Sungmin. Sungmin bukan tipe perusak hubungan orang. Sungmin akan menunggu yeoja yang ia sukai benar-benar bebas dan siap memilihnya. Jihyo merasa jadi amat sangat jahat.

“Kurasa, kau memang harus memilih,” Kyuhyun mendatangi Jihyo dan Sungmin. “Aku tau kau menyukai Woobin walaupun kau terus berkata tidak. Aku juga tau di hatimu masih ada cinta untuk Sungmin hyung. Namun kali ini aku berbicara sebagai oppamu. Tolong pilihlah, jangan biarkan kau sakit karena kau memutuskan untuk tidak memilih siapa-siapa.”

Jihyo rasanya ingin memeluk kedua namja kesayangannya ini jika tidak sedang di ruang umum. Jihyo baru sadar, bahwa tindakannya untuk tidak memilih Sungmin maupun Woobin malah semakin menyakiti mereka bertiga, termasuk Jihyo.

“Nah, sekarang izinkan aku sekali saja melindungimu di Runningman. Jangan bersikap jagoan hari ini. Ne, Hyonnie?” Tanya Sungmin.

Jihyo mengangguk.

+++

Jihyo melingkarkan tangannya ke pundak Sungmin. “Oppa, pelan-pelan kakiku sakit!”

“Kau tau Hyejin akan membunuhku karena aku tidak menjagamu baik-baik,” keluh Kyuhyun.

Jihyo dan HyunAh cepat membalas, “Tidak oppa! Kami akan membelamu!” Kedua member Super Girls itu sudah tau jika Hyejin dan Kyuhyun bertengkar, dan pasti ujung-ujungnya mereka akan bermesraan sepanjang hari di depan para member Super Girls.

“Lagi kau kan sudah kubilang jangan pecicilan, Jihyonnie. Kau malah ikut-ikutan Eunhyuk,” ujar Sungmin.

“Loh, kenapa jadi aku yang disalahkan sih?” Eunhyuk membela diri. “Kan yang penting tim kita menang! Ayo kita pergi makan makanan mahal!”

Sungmin berhenti dan merundukkan tubuhnya. “Sudah sini naik ke punggungku, biar kugendong.”

Jihyo nyengir dengan penuh ketengilan, “Tuh kan benar kalau aku terus mengeluh cepat atau lambat kau akan menggendongku, hihi.”

“Hyung, lebih baik suruh dia jalan saja sih. Nanti pasti kalau kau capek, aku ujung-ujungnya yang harus menggendong dia,” Kyuhyun tidak terima.

Jihyo memberikan tatapan ‘Kau akan menyesal’ ke Kyuhyun. Ia naik ke pundak Sungmin dan mengalungkan lengannya di leher Sungmin. “Kau memang yang terbaik oppa, tidak seperti magnaemu,” ujar Jihyo mengecup pipi Sungmin.

Sungmin sudah menggendong Jihyo di belakangnya, namun ia tidak berjalan.

“Kenapa oppa? Ayo jalan aku lapar,” rengek Jihyo.

Kyuhyun akhirnya bersuara “Itu Kim Woobin-ssi kan?”

Jihyo memandang ke depan, Woobin berdiri terdiam memandangi mereka berlima. “Kau tau darimana kami di sini?” Jihyo berusaha berteriak agar Woobin mendengar.

Woobin mendekati mereka perlahan, “Hamun tadi memberitahuku,” Woobin membungkuk menyapa mereka. “Annyeonghaseyo, Kyuhyun sunbae, Eunhyuk sunbae, Sungmin sunbae, HyunAh, MinAh.”

“Oh, ini yang namanya Woobin,” Kyuhyun menyodorkan tangannya, Woobin menyambut jabat tangan Kyuhyun.

“Ne, sunbae. Kim Woobin imnida.”

Kyuhyun menyuruh Jihyo turun dari punggung Sungmin, “Sini dongsaeng, aku gendong. Sungmin hyung, bukankah harusnya kau berbicara dengan Woobin-ssi? Kami duluan saja ke restoran,” ujar Kyuhyun menyuruh yang lainnya lekas masuk ke mobil.

“Kalian berdua, jaga sikap kalian. Kami menunggu kalian berdua di restoran nanti,” ancam Kyuhyun.

+++

“Aku kira kau kalau kita berdua sama-sama menyayangi Jihyo,” Sungmin membuka pembicaraan. Ia harus segera menyelesaikan pembicaraan ini sebelum banyak orang yang melihat.

“Ne, sunbae. Namun aku tidak ingin melepaskan Jihyo. Aku kira aku tidak hanya sekedar menyukainya, aku mencintainya,” ujar Woobin tanpa basa-basi.

Sungmin tersenyum, “Aku akan mencarimu jika kau menyakiti Jihyo.” Sungmin terdiam beberapa saat, “Aku juga akan terus berusaha agar Jihyo mencintaiku seperti dulu, saat dia belum mengenalmu.”

Woobin mengepalkan tangannya, “Aku juga akan berusaha agar dia bisa mencintaiku 100 persen, seperti aku mencintainya.”

Sungmin menepuk pundak Woobin, “Aku percayakan Hyonnie-ku kepadamu,” Sungmin berjalan menjauhi Woobin.

Woobin tak bisa berkata apa-apa, ‘Maksudnya dia merelakan Jihyo untukku? Semudah itu’ pikir Woobin.

“Ayo cepat. Kyuhyun bilang kita berdua harus pergi menyusul mereka. Aku tidak mau Kyuhyun bertanya macam-macam apa yang terjadi jika aku tidak membawamu. Cepat, aku lapar!” Teriak Sungmin.

Woobin hanya bisa mengikuti perintah Sungmin. Ia masih tidak berpikir jelas. Ia kira pembicaraan ini akan panjang dan penuh darah, ia sudah siap untuk itu. Namun yang terjadi mengapa sebaliknya?

+++

 

Ini kependekan gak sih part 8 nya? *author bingung ngetik di handphone* Btw, udah pada bisa nebak gak selanjutnya apa yang akan terjadi dengan Sungmin dan Woobin? :p

SHIRT Part 3

Siwon segera memeluk erat Hamun yang baru saja menginjakkan kaki di kamar hotelnya. “Aku merindukanmu, jagiyaaaaaa,” ujar Siwon dengan nada manja.

Hamun tersenyum geli melihat kelakuan childish kekasihnya padahal laki-laki itu nyaris berumur 30 tahun dan percaya atau tidak sudah tumbuh uban-uban kecil di antara rambut-rambut hitam klimisnya itu.

“Aku juga merindukanmu tapi gara-gara Oppa menyuruhku ke sini, aku jadi tidak bisa ikut acara peresmian kafe dan guesthouse baru Kyuhyun Oppa. Uuuh…” Hamun memanyukan bibirnya yang membuat Siwon gemas.

Siwon mencium bibir Hamun lalu tersenyum. “Mian,” ucap Siwon. “Ini semua gara-gara peralatan menyebalkan yang tiba-tiba rusak dan butuh waktu untuk memperbaikinya. Terpaksa, aku baru bisa pulang besok atau lusa.”

“Daan begitu sampai kau harus langsung rekaman comeback stage. Yaa Oppa, kau bisa sakit kalau terus-terusan begitu. Aku tidak bisa membayangkan betapa banyak vitamin yang disuntikkan ke tubuhmu itu!” Omel Hamun menunjukkan kecemasannya.

Siwon tersenyum senang. “Gwencana. Aku akan sehat-sehat saja. Ngomong-ngomong kau sudah lihat fotoku waktu press conference MAMACITA?” Tanya Siwon.
Continue reading

Two Sides of Devils Part 7

Jihyo masih berusaha mengatur napasnya begitu sampai ke dorm Super Junior. Ia membuka pintu dorm yang tidak dikunci dan mendapati Sungmin berdiri tak berdaya di depan kamarnya.

“Oppa, mana mereka?” Tanya Jihyo.

Sungmin mengunjuk ke dalam kamar yang ia tempati bersama Kyuhyun. Jihyo hanya bisa menganga saat melihat kamar itu dalam keadaan berantakan seperti kapal pecah. Kyuhyun terduduk di kasurnya, sementara Hyejin memandang keluar jendela sambil duduk di ujung kasur Sungmin.

“Omo! Oppa! Unnie! Kalian apa-apaan sih?”

“Jihyo-ah! Kau tau Changmin dan HyunAh putus?” Teriak Kyuhyun.

Jihyo mengangguk. Sungmin menutup wajahnya karena Jihyo salah menjawab.

“Kenapa kau tidak bilang kepada kami, Jihyooooo!” Hyejin berteriak tak kalah keras.

Jihyo memandang Sungmin meminta penjelasan. “HyunAh dan Changmin akan segera datang. Aku lebih baik menunggu diluar, aku sudah tidak tahan dengan tingkah mereka berdua. Kau hati-hati,” ujar Sungmin berjalan keluar dorm.
Continue reading

SHIRT Part 2

Hyejin membuka lemari tempat ia biasa menyimpan bajunya di rumah Kyuhyun dan ia tidak menemukan satu helaipun baju miliknya. “Bajuku tidak ada. Kenapa kau tidak memberitahunya? Cho Kyuhyun-ssi!!!” Protes Hyejin.

Kyuhyun menoleh kepada Hyejin yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar, menyembunyikan tubuhnya yang hanya terbalut handuk. “Aku tidak sempat memeriksanya. Pakai saja bajuku sana,” balas Kyuhyun lalu kembali fokus pada televisi.

“Tapi bajumu kebesaran. Bisa-bisa melorot kalau aku pakai. Kau tega sekali sih,” ujar Hyejin.

Kyuhyun melambaikan tangannya tidak peduli. “Pakai bajuku saja sana. Haissssh….”

Hyejin mencibir Kyuhyun. Dengan terpaksa, Hyejin membongkar lemari Kyuhyun dan mencari pakaian paling kecil milik Kyuhyun yang bisa dia pakai. Hyejin hanya mampu menemukan sebuah kaus merah garis-garis biru dan boxer biru dongker yang tetap kebesaran untuknya.

“Kau tega sekali. Lihat besarnya bajumu untukku,” kata Hyejin sambil merentangkan tangannya. Baju yang dipakai Hyejin masih cukup untuk dipakai satu orang lagi dengan ukuran badan lebih kecil dari Hyejin, celana yang dipakainya pun selalu melorot sampai ke pinggulnya.

“Aku minta ganti baju,” rengek Hyejin.

Kyuhyun menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya, menyuruh Hyejin untuk segera duduk. Hyejin duduk di sebelah Kyuhyun tanpa menghentikan omelannya. Kyuhyun mengulaikan kepalanya di paha Hyejin lalu memeluk perut gadis itu. “Aku akan meminjam baju nuna nanti begitu dia pulang. Aku mau tidur dulu. Hari ini melelahkan sekali,” kata Kyuhyun.

Hari ini Kyuhyun syuting di 5 tempat untuk recording 5 acara yang akan ditayangkan minggu depan dalam rangka promosi MAMACITA. Sebagai sesama artis, Hyejin mengerti betapa lelahnya memiliki skedul sepadat itu. Hyejin mengelus kepala Kyuhyun dan membiarkan pria itu tertidur nyenyak di pangkuannya.

“Jalja,” bisik Hyejin lalu mencium pipi Kyuhyun. Kyuhyun mengeratkan pelukannya meskipun dia sudah setengah sadar dan setengah memasuki alam mimpinya.

—- Continue reading

M.O.M

annyeoooooooong!

Long time no see.. oremaneyo chingudeul!

Aku ada FF lagiiii… seperti biasa ff ku santai dan dengan pasangan favoritku.

Semoga pada suka daaaan jangan lupa pada comment yaaaah….

Enjoy!

—–

“Green Tea Latte, Americano Espresso, Mint Choco, Tiramisu Shake, dan…”

“Aku sarankan Choco Triplets.”

“Iya itu juga boleh.”

“35 ribu won. Silahkan tunggu sebentar. Kamsahamnida.”

“Gomawo, Oppa.”

Serombongan gadis itu bergeser ke tempat pengambilan pesanan. Sambil tersenyum, si kasir tampan melayani pengunjung berikutnya.

“Full Cream Espresso. 8 ribu won. Ini gratis donat untukmu. Silahkan tunggu. Kamsahamnida.”

“Gomawo, Oppa.”

Gadis itu bergeser ke tempat pengambilan pesanan. Matanya tidak beralih dari kasir tampan yang sudah menerima pesanan dari pengunjung selanjutnya.

“Kyaa! Kyaa! Kyuhyun Oppa tampan sekali…. Kyaaa!!!”

“Dia juga baik. Di tengah kesibukan comeback, dia masih mau datang membantu orang tuanya.”

“Aku benar-benar menyukainya.”

“Dia biasku nomor 1.”

Kyuhyun bisa mendengar jelas ucapan-ucapan itu tapi banyaknya pengunjung yang datang ke kafe keluarganya ini tidak mampu membuatnya melakukan hal lebih dari tersenyum. Dia harus fokus melayani agar tidak salah menulis pesanan.

“Kyu, bisa tolong eomma sebentar?” Nyonya Cho memanggilnya dari balik pintu dapur.

Kyuhyun tersenyum manis sekali kepada pelanggan-pelanggannya. “Aku tinggal sebentar ya. Permisi…”

Wajah para gadis yang datang memang hanya untuk melihatnya, seketika merasa kecewa. “Apa akan lama?” Tanya pelanggan yang berada di deretan paling depan.

“Tidak akan lama. Aku hanya mau membantu eomma sebentar. Permisi ya… Nuna, tolong gantikan aku.” Ahra pun menggantikan Kyuhyun menerima pesanan para gadis yang sedang dilanda kekecewaan karena tidak dilayani oleh Kyuhyun namun tetap memuja Kyuhyun.

Seketika segala bentuk pujian keluar dari mulut para pelanggan sekaligus penggemar pria itu.

“Kyuhyun Oppa…. Benar-benar pria idaman… Tampan, ramah, baik pada keluarga. Aaah….”

“Aku sangat sangat mencintainya.” Continue reading

SHIRT part 1

Annyeong yeorobuuuun!

Author @gyumontic is back…

Hhhahhha… Aku punya ff baru…

Semoga pada suka. Enjoy!

—–

“Karena ini edisi spesial Super Junior. Aku harus bertanya satu hal kepada kalian. Hal yang sangat sangat dan sangat ingin diketahui oleh para ELF. Sebagai MC aku akan merasa gagal jika tidak bisa mendapatkan jawabannya,” ujar Yoo Jae Suk sebagai pemandu acara Happy Together 3.

Leeteuk, Heechul, Shindong dan Kangin tertawa keras-keras. Donghae, Siwon, Eunhyuk tersenyum. Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook terdiam bingung.

“Magnae.” Yoo Jae Suk memanggil Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin bingung.

“N…Ne?” Sahut Kyuhyun.
Continue reading