Maincast :siwon as himself

you as hamun

 

Supporting cast :

yesung as himself

 

enjoy..

start >>

Hamun berjalan ke ruang makan sambil menelepon mamanya. “Iya, ma. Ini guru lesku juga datang sebentar lagi. Tentu saja aku akan belajar sungguh-sungguh,” ucap Hamun dengan serius. “Iya, aku tahu. Mama tenang saja ya disana.”

Bunyi bel pintu apartemen menghentikan pembicaraan Hamun dengan mamanya, “Udah dulu ya, ma. Guruku udah datang. Ini Hyejin onni mau bicara sama mama.” Hamun memberikan teleponnya kepada Hyejin lalu setengah berlari ke pintu dan membukanya.

Seorang pria tinggi dan tampan sekarang berdiri dihadapannya. “Annyeonghaseyo, Hamun ah,” ucap pria itu ramah.

“Annyeonghaseyo, Siwon oppa,” balas Hamun ceria. “Ayo, silahkan masuk.”

Siwon pun masuk ke dalam rumah dan mengikuti kemana Hamun menggiringnya. “Oppa, duduk saja dulu di sini. Aku ambil buku-bukuku dulu,” kata Hamun lalu meninggalkan Siwon di ruang makan.

Siwon duduk di hadapan Hyejin dan mengajak ngobrol gadis itu. “Hai, apa kabar? Lama tidak bertemu,” kata Siwon.

“Astaga, Siwon. Jangan berlebihan. Kita baru saja bertemu dua hari yang lalu,” sahut Hyejin disambut tawa Siwon.

“Hahaha. Maaf, maaf. Apa kau dan Kyu sudah baikan?” tanya Siwon.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Hyejin balik tanya.

“Astaga, Hyejin. Jangan berlebihan. Hehe,” Siwon membalikkan kata-kata Hyejin. “Kyu seharian di rumahku kemarin. Kami bercerita macam-macam sambil minum anggur. Tidak banyak sih tapi ya cukup membuatnya mabuk.”

“Pantas saja. Karena itu aku harus ke apartemennya sekarang untuk mengecek keadaannya. Sampai jumpa,” kata Hyejin lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari apartemennya.

Sekarang, Siwon duduk sendirian di ruang makan sambil menyiapkan bahan-bahan ajarnya. Hamun baru muncul beberapa menit kemudian dengan dandanan yang berbeda dari waktu Siwon datang.

Hamun mengganti bajunya dan mendandani wajahnya agar terlihat lebih segar.

“Maaf membuat Oppa menunggu lama,” kata Hamun.

Siwon menatap Hamun dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu tersenyum manis. “Tidak apa-apa kok. Ayo kita mulai lesnya. Semakin cepat mulai akan semakin cepat selesai,” kata Siwon.

Hamun pun segera duduk di hadapan Siwon dan membuka buku pelajarannya. Les di malam minggu ini terasa seperti kencan buat Hamun.

3 jam les matematika tidak terasa sudah lewat dan kini tidak ada lagi yang bisa menahan Siwon lebih lama lagi. Hamun memutar otaknya. “Oppa, bagaimana kalau kita makan malam bersama?” tanya Hamun.

“Kau mengajakku kencan?” balas Siwon spontan dan membuat Hamun salah tingkah.

“Em, tidak juga sih tapi…”

Siwon lalu mengacak-acak rambut pendek Hamun. “Aku bercanda. Kau mau makan malam dimana?” kata Siwon.

“Em, tidak tahu. Tadinya mau di sini saja tapi aku baru sadar onni tidak masak apapun. Haish,” sahut Hamun.

“Haha. Aku tahu tempat makan yang enak. Kita makan disitu saja. Bagaimana?”

Hamun mengangguk setuju. “Oke.”

“Tapi, kau yang mentraktirku kan?” tanya Siwon dengan serius.

Hamun mengingat-ingat jumlah uang di dompetnya dan mengangguk setuju. Lagi-lagi Siwon mengacak-acak rambut Hamun sambil tertawa. “Aku bercanda. Jangan dianggap serius begitu ah.”

Hamun meninggalkan pesan untuk Hyejin di meja makan lalu keluar dari apartemen bersama Siwon. Mereka berdua naik motor menuju restoran yang tidak jauh dari apartemen Hamun.

“Ini tempat aku dan teman-temanku biasa makan. Ayo masuk,” kata Siwon sambil menggandeng Hamun masuk ke dalam restoran. Mereka mengambil tempat duduk yang tersisa di dekat pintu masuk.

“Ramai sekali tempat ini,” kata Hamun.

“Yup! Soalnya makanan di sini enak-enak. Aku cukup sering ketemu onnimu dan Kyu makan di sini,” sahut Siwon.

Siwon lalu memesan makanan terbaik yang ada di situ. Saat Siwon sedang memesan makanan, beberapa temannya memanggil, “Siwon ah!”

Siwon berpaling ke arah suara dan melambai, “Ah, yesung hyung!”

Pria yang bernama yesung menghampiri Siwon dan Hamun. Dia duduk di tempat Siwon duduk sebelumnya sedangkan Siwon pindah ke sebelah Hamun.

“Oh ya hyung, kenalin ini  Hamun,” kata Siwon sambil menunjuk Hamun.

“Ah, arraseo. Senang berkenalan, Hamun,” kata Yesung.

“Senang juga berkenalan, oppa,” sahut Hamun.

“Sejak kapan kalian bersama?” tanya Yesung.

“Hah? Apa?” Hamun balik tanya karena ia tidak mengerti apa yang dikatakan Yesung.

“Loh? Kok malah balik tanya? Sejak kapan kalian pacaran?”

“Pacaran??”

Hamun masih tidak mengerti maksud perkataan Yesung. Untung saja, Siwon segera menjawab, “Hyung, jangan berkata macam-macam dulu ah. Dia ini adiknya Hyejin.”

“Loh? Memangnya kalo adik Hyejin gak boleh kamu pacarin?” tanya Yesung.

Hamun semakin bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. “Oppa, ada apa sih? Aku gak ngerti,” tanya Hamun.

“Akan aku jelaskan nanti ya. Sekarang makan dulu makananmu mumpung masih hangat,” kata Siwon sambil menyodorkan makanan yang baru datang ke hadapan Hamun.

Hamun menyantap makanannya sambil mendengarkan obrolan Siwon dan Yesung. Sesekali dia juga ikut ngobrol tapi sebagian besar waktunya habis memikirkan omongan Yesung. “Apa maksud Yesung oppa tadi ya?” tanya Hamun dalam hati.

Tanpa terasa waktu sudah berlalu cepat. Semua makanan sudah habis, obrolan pun sudah tidak ada. Yesung pun pamit pulang.

“Aku pulang duluan ya. Kalian hati-hati,” kata Yesung. Khusus kepada Hamun ia berbisik, “Ini pertama kalinya dia mengajak gadis jalan bersama. Kau pasti spesial baginya.”

Hati Hamun berdebar sangat kencang begitu mendengarnya. Dia mengerti maksud Yesung sekarang. “Apa Siwon oppa mempunyai perasaan yang sama denganku?” gumam Hamun sambil memandang Siwon yang sedang membayar makanan. Setelah itu, Siwon mengajak Hamun pulang yang ditanggapi dengan setengah sadar.

Pikirannya penuh dengan Siwon. Dia bahkan tidak sadar bahwa Siwon sudah mengantarnya pulang dengan selamat. “Hai, kau sudah sampai. Kau mau ikut pulang ke rumahku? Hehehe,” tanya Siwon.

“Hehe. Maaf, oppa. Aku hanya kepikiran Yesung oppa,”  jawab Hamun.

Siwon kaget mendengar jawaban Hamun. “Kepikiran Yesung hyung?” tanya Siwon penuh selidik.

“Iya, aku kepikiran sama apa yang dia katakan tadi,” jawab Hamun.

“Memang hyung bilang apa tadi padamu?”

Hamun ragu-ragu untuk menjawabnya. Dia tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya jadi ia hanya menggelengkan kepala.

“Loh? Kok malah geleng-geleng? Aku tidak boleh tahu maksudnya?” tanya Siwon.

“Bukan begitu,” jawab Hamun.

“Lalu?”

Hamun diam sebentar. “Yesung oppa bilang ini pertama kalinya kau jalan bersama gadis. Menurutnya, aku cukup spesial untuk oppa. Apa itu benar?” Hamun akhirnya mengatakan yang sebenarnya.

Daaan, untuk yang kesekian kalinya di hari ini Siwon mengacak-acak rambut Hamun. “Dasar yesung hyung,” kata Siwon sambil tersenyum manis sekali. Hamun nyaris pingsan saking terpesonanya tapi logika kembali menguasainya.

“Berhenti mengacak-acak rambutku. Aku merasa seperti anak anjing,” kata Hamun sambil menyingkirkan kepalanya dari tangan Siwon. “Katakan padaku, apa Yesung oppa benar?”

Siwon menatap Hamun lama dengan tatapan paling lembut yang pernah ada. “Berapa umurmu sekarang?” tanya Siwon.

“15.”

“Kalau gitu, aku beri waktu kau 2 tahun untuk mempertimbangkan aku masak-masak. Tidak boleh molor! Begitu kau lulus, aku akan menagih jawaban darimu.”

“Jawaban apa?”

“Kau punya waktu 2 tahun untuk memikirkan jawaban apa yang aku maksud.”

Siwon lalu mengecup kening Hamun. “Sekarang masuk apartemenmu sana kalau kau masih mau melihatku besok,” kata Siwon sambil tersenyum.

Hamun membalas senyuman Siwon dengan senyumannya yang paling manis yang dia punya lalu masuk ke dalam apartemen. “Aku mengerti. 2 tahun lagi oppa harus datang kepadaku dan aku harus bersiap dari sekarang,” gumam Hamun sambil tersenyum sendiri karena hatinya yang sangat berbunga-bunga saat ini.

 

-THE END-

@gyumontic