Okay, ini dia FF pesenan Kak Mond, hihihi. Ini part 1nya (udah nyoba bikin one shot tapi ga bisa *ah payah*)

Nah, sorry juga kalau di part 1 (malah hampir semuanya) dari sudut pandang Jihyo, yaa karena dialah tokoh kuncinya, hahahaha, ntar tungguin aja kapan dua tokoh utama yang dikerjain doi muncul, hihihi

Selamat menikmati! Ayo mau kayak gimana endingnya? hihihi…

 

“Jihyo, cepat bangun!” seorang namja mambanting tubuhnya ke tempat tidur menimpa Jihyo yang sedang tertidur.

“Huaaaaaaaaaa, Kyuhyung oppa!!! Kau berat!!!” teriak Jihyo menendang Kyuhyun hingga ia terjatuh ke lantai.

“Aish, bocah ini!” Kyuhyun mengerang kesakitan. “Kau ini dapat tenaga dari mana sih bisa menendang oppamu ini?”

“Keturunan, heeemmmm,” Jihyo menarik lagi selimutnya menutupi wajahnya.

Kyuhyun menghela napas panjang, ia sebal, ‘Masa seorang Cho Kyuhyun si raja game tidak bisa membangunkan bocah tengik ini?’ Kyuhyun terdiam sejenak, matanya tertuju ke tumpukan majalah di lantai, ia menyeringai.

“Choi Jihyo, kuhitung sampai tiga, jika tidak, kau tau akibatnya melawan oppa kesayanganmu ini!” teriak Kyuhyun sambil menggulung majalah.

“Satu…”

Jihyo tidak bergerak.

“Dua…”

“Siwon oppa, tarik evil magnae ini keluar dari kamarku, SEKARAAAAAAANG!!!!” teriak Jihyo dari balik selimutnya.

“Aish, kau ini anak gadis paling malas yang pernah aku kenal, Choi Jihyo! TIGA!” Kyuhyun memukul kepala Jihyo dengan majalah berulang-ulang.

“Arggghhh, aku bangun oppa, iya aku bangun!”Jihyo memandang Kyuhyun dengan kesal, Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan sambil membuka-buka halaman majalah dengan posisi duduknya yang angkuh, ia tau Jihyo sangat kesal jika ia sudah berpose seperti ini, dan ia semakin senang.

“Hyung oppa, aish, hentikan tingkah bodohmu itu oppa. Hyung oppa, dengar aku gak sih?” Jihyo mengguncang bahu Kyuhyun yang tiba-tiba saja menjadi serius membaca majalah. Jihyo menggembungkan pipinya.

“Apa sih yang evil magnae baca hingga ia kehilangan selera jahilnya?” Jihyo mengintip dari belakang bahu Kyuhyun, dan ia menyeringai.

<span> </span>****

Jihyo melangkahkan kakinya memasuki SM, perusahaan manajemen yang menaungi boyband saudaranya, Choi Siwon, Super Junior dan berbagai boyband serta girlband terkemuka di Korea, termasuk rookie girlband tempat ia bernaung, Super Girl.  Jihyo menghela napas, jika saja ia tidak dipaksa Siwon, ia tidak mungkin mau masuk jadi bagian di sini. Ia sangat ingin melanjutkan kuliahnya di luar negeri, tapi…

Plak!

Jihyo mengerang kesakitan memegang kepalanya, “Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun menyeringai, aish, Jihyo paling sebal jika Kyuhyun sudah mengeluarkan evil smirknya. Cho Kyuhyun, magnae di boyband oppanya, Super Junior. Magnae yang tidak pernah mau mengakui jika dia yang termuda di grupnya, magnae yang paling suka mengerjai semua orang, magnae yang memproklamirkan Jihyo adalah adiknya yang tidak boleh di sentuh siapapun termasuk oleh Siwon, aish, magnae ini!!!!

“Apa?” teriak Jihyo membuat satu lobi gedung SM menengok ke arah mereka.

“Hemmm, minggu depan penampilan perdana SG, hemmm?” Kyuhyun menuntunnya ke arah lift.

“Begitulah. Eh, mana yang lain, hyung oppa?”

“Jadi kau mulai hari ini kau harus berlatih keras ya?”

“Ne. Eh, oppa, kau belum menjawab pertanyaanku!” ujar Jihyo menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift.

“Pertanyaan yang mana?”

Ting tong

Pintu lift terbuka, seorang yeoja seumuran dengan Jihyo keluar dari lift, membungkukkan badannya memberi salam ke mereka berdua. Jihyo tersenyum “Hyejin unnie!”

“Ah, Jihyo-ssi! Kau ini menghilang seminggu membuat semua member sibuk mencarimu. Kemana saja, dongsaeng?”

“Vacation, hihihi sebelum debut pertama! Unnie juga seharusnya liburan, malah sibuk dengan segala syuting. Ah, sama saja dengan Siwon oppa!” ujar Jihyo riang, tapi Jihyo tau namja di sebelahnya tidak riang sama sekali.

“Oh, annyeong Kyuhyun sunbae,” Hyejin membungkukkan badannya, begitu juga Kyuhyun. Jihyo hanya bisa tertawa melihat tingkah oppanya yang begitu kaku.

“Jihyo, aku harus kembali ke tempat syuting. Sampai jumpa, sampai jumpa juga, Kyuhyun sunbae,” Kyuhyun hanya terdiam hingga Hyejin itu menghilang dari pandangan mereka berdua.

“Hemm, aku mencium wangi-wangi orang jatuh cinta, huwwoooo,” ujar Jihyo menarik Kyuhyun masuk ke dalam lift.

“Hyung oppa?” Jihyo melirik magnae ini dengan tatapan menyelidik. ‘Kenapa si hiperaktif ini daritadi diam saja sih?’

“Hyung oppa!” teriak Jihyo di telinga Kyuhyun.

“Aish, aku bisa dengar Hyonnie! Kau mau membuatku operasi telinga lagi?”

Jihyo menahan tawanya, ‘Aish evil magnae, hobinya mengerjai orang, tapi kalau sudah bertemu dengan Hyejin unnie, bisa diam juga ternyata, pengaruh cinta itu memang hebat, cckcck.’

“Mengapa kau tertawa, heh?”

<span> </span>*****

“Annyeong semuanya!!!!” teriak Jihyo memasuki ruang latihan SG. “Lho, kok sepi?”

“Karena manager member kita waktu libur hari ini. Kau sih pake acara menghilang seminggu,” ujar MinAh.

“Aish, yang benar unnie? Ah, tau begitu tadi pagi aku tidak usah bergelut dengan Kyuhyung oppa yang rese itu!”

“Hah, bergelut? Hyejin bisa murka jika dengar!” teriak MinAh heboh.

“Unnie sendiri sedang apa di sini? Tidak libur—eh, tadi apa unnie bilang tentang Hyejin unnie?” selidik Jihyo.

MinAh tersenyum kecut, kenapa ia bisa keceplosan sih? “Eh, aku tadi mengambil Ipodku yang ketinggalan, hehe. Eh dongsaeng, sudah sarapan belum? Temani aku sarapan yuk!”

Jihyo memicingkan matanya, “Unnie, jangan berbohong kepada dongsaengmu ini. Ayo cerita, ada apa dengan Haejin unnie! Atau mau laporkan ke Siwon oppa kalau unnie memasang wallpaper foto candid oppa saat latihan?”

“HUAAAA!!!!” MinAh membekap mulut Jihyo, dia memang tidak bisa macam-macam dengan adiknya yang satu ini. “Oke oke, tapi jangan bilang soal wallpaper itu ya?”

“Pinky promise!”

MinAh menghela napas, “Hyejin, hem, bisa dibilang, fansnya Kyuhyun sunbae?”

“Cuma fans?”

“Eh, iya cuma fans!”

Jihyo tidak percaya, kalau cuma fans, mengapa Hyejin unnie tidak pernah mengimbar nama Kyuhyung oppa saat semua member sedang berkumpul? Biasanya kan ia sering sekali berkoar-koar, “Jangan rebut Jaejoong oppa dariku!” “Onew hanya milikku!” “Suamiku Junsu paling tampan!” tapi kalau dengan Kyuhyung oppa?

“Hyonnie?” suara MinAh menyadarkan Jihyo.

“Ah, ne unnie. Oiya, maaf gak bisa nemenin sarapan ya unnie. Aku ada perlu, bye!

 

…to be continued…

@carlasiregar