Catatan : part 3 nya cheesy banget nih, tapi cuma ini yg kepikiran saking gak ada ide, hihi. Tadinya mau diselesaiin di part 3 tapi ternyata ga bisa, jadi final partnya di part 4 sepertinya, hihi. Trus gak tau apa judulnya. Terus frustasi kenapa Esther gak bisa di tag ke notes ini, argggghhhh >.<

 

 

pukul 17.00 KST. Hyejin melihat jam di tangannya dengan resah. Ia harus ke rumah Jihyo sejam lagi. Apa yang harus dia lakukan? Pura-pura sakit? Atau ada jadwal syuting? Tidak, dia tidak bisa melakukan itu. Ia tau betul sifat Jihyo yang akan merecheck setiap info yang ia dengar. Pasti dengan mudah Jihyo tau jika ia berbohong. Tapi apa yang harus Hyejin lakukan? Ia tidak mau melihat namja itu, jelas ia tidak pernah mau. Kalau ia mau, mengapa selama 2 tahun ini ia terus mengindar dari seorang Cho Kyuhyun?

“Aish! Lama-lama aku bisa gila!” teriak Hyejin menghentakkan kakinya hingga bisa terdengar oleh satu dorm.

“Hyejin, kau kenapa sih?” ujar MinAh memasuki kamar Hyejin. Betapa terkejutnya ia melihat semua isi lemari pakaian Hyejin tumpah ke seluruh isi kamar.

“Song Hyejin! Apa kau gila berantakin kamarmu sendiri!!!!”

“Park MinAh, sekarang cepat ganti baju dan kita ke rumah Jihyo-ssi, sekarang!” teriak Hyejin frustasi.

****

“Choi Jihyo, kembalikan sepatuku sekarang! Ayo Hyonnie, aku sudah terlambat menuju studio!!!!” teriak Siwon mengejar Jihyo yang dengan kecepatan tinggi berlari sambil membawa sepatunya keliling rumah.

“Hihihihi, gamau gamau! Ayolah oppa, sudah lama kita tidak bermain seperti ini, ini menyenangkan!” teriak Jihyo.

“Hyonnie, nanti kau bisa jatuh! Aish, kau itu sedang memakai gaun!!! Hyonnie!!!”

Terlambat, Hyonnie sudah menabrak seseorang yang baru saja datang. Ia hampir saja terjerembab jika namja itu memegang tangannya.

“Gomawo. eh, Sungmin oppa!” teriak Jihyo seperti habis melihat setan, mukanya merah padam.

“Jihyo, kau tidak apa-apa?” ujar Hyejin dan MinAh yang ternyata datang bersama Sungmin. Jihyo hanya bisa mengangguk dan berlari ke Siwon.

“Aish anak ini, sudah kubilang kan jangan lari-lari!” Siwon memukul pelan kepala dongsaengnya dan segera memakai sepatunya. JIhyo mengangguk pelan, hatinya masih berdebar-debar gara-gara tadi.

“Hey Sungmin hyung. Annyeong Hyejin-ssi, MinAh-ssi. Tumben kalian jam segini datang ke sini,” ujar Siwon dengan senyum khasnya.

“Oh, tadi aku bertemu dengan mereka di lantai 1, kebetulan aku mau keluar, jadi sekalian aku antar mereka ke sini,” ujar Sungmin.

Jihyo mengalihkan pandangannya ke arah Hyejin dan MinAh, ia tersenyum saat melihat mereka berdua sudah siap untuk ke Gayo Daejun. Ia dengan jelas bisa melihat kegelisahan di wajah Haejin, tapi kalau MinAh unnie? Kenapa tampangnya seperti itu? Ah, gara-gara Choi Siwon ternyata, hihihi.

“Oppa, aku berangkat duluan kalau begitu. Sampai ketemu di Gayo Daejun. bye!” seru Jihyo mengecup pipi kakaknya, ia dengan jelas bisa melihat pipi MinAh yang merona merah.

Jihyo berlari menuju kedua unnienya dan segera menarik mereka berdua keluar rumah.

*****

Hyejin terus memandang keluar jendela, di otaknya berputar berbagai rencana melarikan diri, apa dia harus loncat dari mobil saja? No no, itu ide gila, bisa bisa ia dikeluarkan secara hormat dari SG. Jadi harus bagaimana ini? Cho Kyuhyun, kau membuat diriku gila!!!

“Aish, Kyutoria? Apa-apaan hyung oppa bersama Vic unnie!!! Berita macam apa ini!!!”

Hyejin menengok ke arah Jihyo yang duduk di kursi depan. ‘Apa? Kyuhyun-ssi dan Vic unnie?’

“Ada apa dongsaeng?” tanya MinAh.

“Eh, gak kenapa-kenapa kok, hehe,” Jihyo mematikan Ipadnya dengan tampang sekasual mungkin.

“Ada apa dengan Kyuhyun sunbae dan Victoria unnie?” Hyejin penasaran dengan topik ini. Topik yang selalu membuatnya takut untuk berbicara dengan Kyuhyun. Dua tahun lalu, saat ia baru bergabung dengan SM, saat pertama kali ia mulai tertarik dengan seorang Cho Kyuhyun, ia malah mundur seribu langkah karena sunbae favoritnya itu bersama Seohyun. Dan kini seperti déjà vu.

“Ah, hanya berita tidak penting,” Jihyo menutup mulutnya, kenapa dia bisa keceplosan sampai dua kali sih?

“Oh,” Hyejin memasang earphone ke telinganya, memutar musik kesukaannya. Jarinya dengan lincah membrowsing di Iphonenya, Ia tau ada yang Jihyo sembunyikan, dan kali ini apa yang ia takutkan seperti berulang kembali.

*****

Jihyo membanting pintu mobil dan langsung memasuki studio, meninggalkan Hyejin dan MinAh. Ia harus mencari Kyuhyun sekarang, atau semua rencananya bisa berantakan begitu saja gara-gara berita di internet hari ini.

“Hyung oppa!” teriak Jihyo begitu melihat Kyuhyun sedang asyik mengobrol dengan Victoria. Tanpa basa-basi ia menarik Kyuhyun menjauhi Victoria, Kyuhyun mencoba melepaskan tarikan Jihyo, namun percuma saja, tenaga Jihyo berkali-kali lebih kuat di saat dia sedang marah.

“Okay, explain to me, please!”

“About what?” Kyuhyun memandang dongsaengnya dengan bingung. Kenapa tiba-tiba Jihyo marah-marah sih?

“Berita di internet hari ini, Victoria unnie, dating, with you. Everything, explain now!” Jihyo menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain selain Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napas, ia mengacak rambut Jihyo. Ia tau, dongsaeng kesayangannya ini memang selalu akan merecheck semua informasi yang ia dapat, apalagi tentang rumor. Tapi Kyuhyun pikir ini bukan waktu yang tepat untuk mengklarifikasi semuanya, apalagi Victoria masih berdiri di sana dengan bingung.

“Hyonnie, Vic menungguku, okay?” Kyuhyun berjalan meninggalkan Jihyo yang masih kesal.

“Cho Kyuhyun! Ingat janjimu yang kemarin! Lihat saja kalau tidak, aku akan menghajarmu dengan jurus taekwondoku!” teriak Jihyo.

*****

“Cho Kyuhyun! Ingat janjimu yang kemarin! Lihat saja kalau tidak, aku akan menghajarmu dengan jurus taekwondoku!” teriak Jihyo. Hyejin dan MinAh yang sejak tadi berusaha mengejar dongsaeng mereka hanya bisa terpaku melihat pemandangan di depan mereka.

Choi Jihyo yang murka karena Cho Kyuhyun meninggalkannya dan pergi bersama Victoria, bergandengan tangan.

‘Jadi berita di internet itu benar? Kyuhyun dengan Victoria?’ Hyejin berusaha menahan tangisnya. Duh, kenapa dia malah ingin menangis di saat seperti ini? Memangnya apa yang salah? Apa ia ingin menangis karena melihat Kyuhyun dengan Victoria?

Jihyo menoleh ke belakang, aish, Hyejin dan MinAh unnie! Jangan-jangan tadi mereka melihat semuanya? Jihyo melihat Hyejin pergi dengan cepat menuju keluar studio. Aish, mengapa jadinya seperti ini sih?

*****

Jihyo menatap panggung dengan bosan, baru kali ini ia melihat penampilan Super Junior dengan tidak bersemangat seperti ini. Hyejin tidak tau kemana setelah kejadian tadi. Jihyo merasa bersalah sekali, ia tidak tau jika rencananya akan berakhir seperti ini.

“Gwenchana, Jihyonnie. Hyejin tidak akan pergi jauh kok. Mungkin ia cuma berjalan-jalan di sekitar studio saja,” ujar MInAh menenangkan dongsaengnya ini.

“Tapi unnie, tidak biasanya Hyejin unnie melewatkan penampilan Super Junior.”

Jihyo tau sebelum semuanya benar-benar berantakan, ia harus memperbaiki semua rencananya, tapi bagaimana? Ia memandang ke arah panggung, menatap kesepuluh oppanya dengan seksama. Kenapa hari ini Sungmin oppa terlihat tampan sekali ya? Aish, Choi Jihyo, fokus fokus, ayo pikirkan rencana B! Eh, masih ada rencana itu!

****

Begitu penampilan Super Junior berakhir, Jihyo langsung menyelinap ke backstage.

“Uri dongsaeng!!!!” teriak Eunhyuk dan Donghae bersamaan memeluk Jihyo. Jihyo segera melepaskan kedua oppa kembarnya ini, sekarang bukan waktunya mengautis bersama mereka.

“Oppa, Kyuhyung oppa mana?”

“Kok datang-datang langsung nyari Kyu? Gak kangen sama kami?” Donghae memasang tampang aegyo.

“Weee, gak mempan oppa! Sekarang mana Kyuhyung oppa?” Jihyo mencari ke segala arah, ia melihat Kyuhyun sedang mengobrol dengan Sungmin.

“Oppa~, boleh aku pinjam Kyuhyung oppa sebentar?” Jihyo menarik Kyuhyun secara membabi buta tanpa mendengar persetujuan Sungmin lagi. Namun kali ini Kyuhyun menghentikan langkah Jihyo, ia tidak mau lagi hyung kesayangannya ini semakin marah kepadanya.

“Kenapa, Jihyo?”

“Kau masih ada janji kepadaku kan hari ini! Cepat laksanakan!”

Sungmin yang bingung hanya melihat kedua dongsaengnya ini berpandangan dengan sengit. “Ne, ayo cepat jalan! Hyung, aku tinggal sebentar,” ujar Kyuhyun yang kali ini menyeret Jihyo.

Kyuhyun tau, cepat atau lambat bocah tengik keras kepala ini akan menagih janjinya, dan Kyuhyun tidak bisa terus-menerus mengulur waktu. Kyuhyun harus mengakui jika kini The Great Cho Kyuhyun harus ia tanggalkan sementara waktu, ia terlalu takut untuk berbicara dengan Song Hyejin, entah mengapa. Jika saja 2 tahun yang lalu ia berusaha menyapa Hyejin terlebih dahulu, tidak kebanyakan berpikir apakah Hyejin mau berkenalan dengannya, mau berteman dengannya, atau bahkan menyukainya, tentu tidak akan seperti ini jadinya.

“Sekarang Hyejin di mana?” tanya Kyuhyun menyeret Jihyo ke arah luar studio.

“Mana aku tau! Tadi tiba-tiba saja dia pergi saat melihat Hyung oppa bergandengan dengan Vic unnie,” gumam Jihyo.

‘Lho, mengapa ia tiba-tiba pergi saat melihatku dengan Victoria-ssi? Atau jangan-jangan dia cemburu?’

Jihyo bisa melihat dengan jelas evil smirk di wajah Kyuhyun, ia tau rencananya kali ini akan berhasil, setidaknya jika tidak ada kejadian yang mereka lihat sekarang.

****

“Lho, Hyejin-ssi, apa yang kau lakukan di luar sini?” Lamunan Hyejin tiba-tiba buyar saat mendengar suara yang amat ia kenal.

“Joong Ki oppa?”

Joong Ki duduk di sebelah Hyejin, “Kau ini aneh. Udara sangat dingin sekali tapi kau malah dengan santainya duduk di sini. Mengapa tidak masuk ke dalam studio?”

Hyejin tersenyum, tidak mungkin kan ia mengatakan kepada lawn mainnya di drama ini jika ia tidak mau masuk karena cemburu melihat Kyuhyun dengan Victoria?

“Errr, sedang mencari udara segar saja kok, hehe. Oppa sendiri kenapa ada di luar?”

“Aku baru saja mengambil handphoneku yang ketinggalan di mobil,” ujar Joong Ki sambil menggosokkan kedua telapak tangannya  agar hangat.

“Kau masih ingin di sini?”

Hyejin mengangguk.

“Kalau begitu,” Joong Ki melepas jasnya dan memberikan ke Hyejin “Pakai ini, Besok kita masih harus syuting lagi. Jangan sampai syuting ditunda gara-gara kau sakit, hehehe”

*****

Kyuhyun dan Jihyo hanya bisa menonton apa yang terjadi di lobi luar gedung studio. Hyejin sedang bersama dengan Joong Ki, dan kini dengan jelas mereka berdua bisa melihat Joong Ki memberikan jaketnya ke Hyejin. Jihyo tiba-tiba berteriak kesakitan, pegangan tangan Kyuhyun semakin mengencang, ia tau Kyuhyun marah dan mungkin saja bisa meledak kapan saja.

“Ayo, sepertinya Hyejin-ssi sudah tidak membutuhkan nasihatku lagi,” Kyuhyun menarik Jihyo masuk ke dalam studio. Duh, mengapa semuanya bisa kacau seperti ini sih?