SYUPEO GEOLSEU

G – Romance / Friendship

 

Part I

Hari ini aku dan member SG yang lain berhasil memberikan penampilan terbaik untuk debut kami. “Chukkae, SG!” ucap para kru dan beberapa artis lain kepada kami.

“Kamsahamnida, kamsahamnida,” balas kami bolak-balik kepada setiap orang yang memberikan selamat. Beberapa member SJ dan DBSK, sunbae kami di SME, bahkan mengunjungi kami ke waiting room.

“Chukkae, Hyejin,” ucap Jejung oppa sambil memelukku dengan erat.

“Jungpa~!! Gomawo, oppa. Jeongmal gomawoyo,” balasku senang mendekati histeris lega.

Aku memang memeluk Jejung oppa tapi mataku menatap ke arah Kyuhyun yang sedang memeluk dongsaeng kesayangannya yang juga member SG, Jihyo. Aku cemburu.

Sejak beberapa minggu lalu, aku dan Kyuhyun resmi menjadi sepasang kekasih berkat bantuan Jihyo. Aku senaaaang sekali tapi ternyata hubungan ini tidak semudah yang aku kira. Yah, karena status kami sebagai member grup idol di negeri ini tidak bisa membuat kami kencan sesuka kami apalagi memproklamirkannya ke seluruh pelosok negeri. Selain itu, aku juga tidak tahan melihat Kyuhyun terlalu dekat dengan wanita lain termasuk Jihyo meskipun hubungan mereka hanya sebatas oppa-dongsaeng.

“Ah, sudahlah,” ucapku pelan tanpa sadar bahwa mulutku tepat berada di sebelah telinga Jejung oppa.

“Kau tidak mau lagi ya kupeluk-peluk begini?” tanyanya karena merasa tidak enak lalu melepaskan pelukannya.

“Bukan, jungpa. Aku hanya bicara sendiri kok,” jawabku.

“Pasti soal Kyuhyun kan?”

Aku hanya mengangguk.

“Tenang saja. Selama ada Jungpa, kau juga bisa buat Kyu cemburu. Selain itu…” Jejung oppa lalu merangkul bahuku dan melanjutkan bicaranya dengan berbisik, “…kau punya teman. Perhatikan Sungmin setiap Jihyo berdekatan dengan Kyu, pasti cemburu berat. Dia naksir Jihyo.”

Tanpa ragu-ragu, aku langsung memperhatikan Sungmin oppa. Dia sedang menatap tajam Kyuhyun dan Jihyo yang sedang seru ngobrol.

“Gomawo, oppa. Jungpa emang the best!”

Senyum kemenangan terukir jelas di wajahku. “Lihat sebentar lagi, Kyuhyun, kau tidak akan bisa dekat-dekat Jihyo lagi walau sesenti!” batinku.

Para sunbae sudah pergi, kami juga sudah berganti pakaian. “Ah, ayo kita makaaaan! Aku lapar,” seru Hamun, magnae kami.

“Iya, sekalian merayakan keberhasilan debut kita,” tambah Min Ah, member lainnya.

“Ide bagus!” sambung Jihyo dan Hyun Ah hampir bersamaan.

Mereka kini sudah menatapku. Aku tahu apa yang ada di pikiran mereka. Aku lalu bicara dengan manajer kami agar kami boleh makan malam bersama di luar.

“Tentu saja boleh asal aku ikut bersama kalian,” kata manajer kami.

Aku dan member SG yang lain langsung berkumpul memeluk manajer kami. “Gomawo, onni~!!” seru kami bersamaan dengan senang.

Hyun Ah memilih salah satu restoran di dekat dorm kami yang katanya enak. Aku sih percaya saja padanya karena aku tahu selera Hyun Ah soal makanan adalah yang paling baik. Aku dan manajer memesan satu ruangan kecil yang khusus untuk kami ber-6 agar kami bisa bebas cekikikan.

Kami memesan makanan sesuai keinginan kami. “Jangan yang mahal-mahal. Perusahaan yang bayar soalnya,” pesan manajer onni kepada kami. Tanpa berdebat, kami menyesuaikan keinginan dengan budget yang diberikan.

“Sambil menunggu makanan datang, bagaimana kalau kita main truth or dare?” usul Jihyo yang emang selalu evil, ketularan Kyuhyun.

“Tapi setiap kena, hanya boleh satu member yang mengajukan tantangan atau pertanyaan. Biar gak kelamaan,” kata Hyun Ah.

“Sep!” sahut Jihyo sambil menidurkan sebotol air mineral di meja lalu memutarnya. “Yaa, hamun! Kau kena! Truth or dare?!” seru Jihyo dengan tatapan usilnya.

“Dare,” jawab Hamun.

“Kalau kena lagi, kau harus pilih truth,” ujar Min Ah lebih dulu dari member yang lain.

Aku, manajer dan member lain tertawa terpingkal-pingkal mendengar tantangan Min Ah. “Huahahahaha. Ne, onni. Ne,” sahut Hamun sambil memegang perutnya karena kebanyakan tertawa.

Jihyo memutar botol dan berhenti di depan Hyun Ah. “Truth or dare, onni?” tanya Jihyo.

“Truth deh,” jawab Hyun Ah.

Ruangan rasanya seperti pasar karena suara kami yang bercampur baur. Manajer lalu mengetuk meja. “Aku duluan. Kamu pacaran dengan Yesung?” tanyanya.

Kami semua terdiam menatap Hyun Ah. Sedetik dia diam. Dua detik tetap tak bereaksi. Detik ketiga, ia menganggukkan kepalanya.

Ruangan langsung ramai lagi. “Sejak kapan? Kami kok gak tau?” tanya Min Ah. “Gimana ceritanya?” tambah Hamun. “Onni, ayo cerita! Hal sepenting itu kok ditutupi dari kami?” tuntut Jihyo.

Aku diam saja. Aku senang kalau itu memang membuat Hyun Ah senang tapi bagaimana mungkin aku bisa tidak tahu keadaan memberku sendiri. Leader macam apa aku ini?

Saat Hyun Ah sedang diberondong pertanyaan, makanan kami datang dan membuat kami lupa dengan permainan kami. Tapi kami malah curhat colongan.

“Aku sebenarnya tertarik pada Siwon dan Yunho oppa tapi aku belum memutuskan memilih siapa,” kata Min Ah memulai sesi curcol kami.

“Kau suka pada oppa, onni?” tanya Jihyo dan Hyun Ah (lagi-lagi) hampir bersamaan.

“Astaga, Jihyo, Hyun Ah. Kenapa kalian kalo ngomong selalu bersamaan sih?” sela manajer onni tanpa ada reaksi dari keduanya.

“Iya. Keduanya sangat baik padaku. Mereka juga sudah memberikan sinyal padaku tapi aku masih bingung,” jawab Min Ah.

“Pilih oppaku, Choi Siwon, onni! Sudah tampan, gentle, macho, keren, bertanggung jawab lagi. Gak nyesal deh nanti,” kata Jihyo.

“Oppaku, Jung Yunho juga tampan, keren, bertanggung jawab, bisa nari, rap,” ujar Hyun Ah.

Aku menghela nafas dahulu sebelum turun tangan menangani hal ini, “Oke, cukup. Aku jamin, Siwon oppa dan Yunho oppa sama-sama tampan, keren, macho, bertanggung jawab dan sebagainya. Tanya hatimu, Min Ah siapa yang sesungguhnya pas! Jihyo, Hyun Ah, jangan mempromosikan oppadeul seperti caleg begitu. Jelek dengarnya. Dan kalian jangan sampai renggang karena masalah ini. Kita tidak mau kan baru debut sudah pecah?”

“Ne,” sahut Hyun Ah.

“Ne, onni,” sahut Jihyo. “Kalau begitu, sekarang giliran Hamun. Apa kau mau cerita kepada kami siapa pria yang sudah mencuri hatimu, magnae?”

“Onni belum tahu ya? Dalam kontrak, aku kan gak boleh punya pacar,” sahut Hamun.

“Iya, tapi masak gak ada yang kamu taksir sih dari jutaan laki-laki di dunia ini?” desak Jihyo.

“Ada sih tapi dia udah jarang keliatan sejak 3 tahun lalu.”

“Siapa? Siapa?” tanya Min Ah penasaran.

“Yah yang jarang kelihatan dari 3 tahun lalu di SME siapa?”

“Yah banyak, Hamun. Trainee, artis, karyawan. Banyak yang keluar masuk. Aku juga tidak tahu semua nama mereka,” sahut Min Ah.

“Nanti onni juga tahu ah. Hahahaha.”

Ini kesempatanku. Mumpung tinggal tersisa Jihyo, aku bisa memojokkannya. “Kalau kau bagaimana, Jihyo? Apa ada pria yang kamu suka?” tanyaku.

“Ya adalah, onni. Tapi maaf aku tidak bisa mengatakannya padamu,” jawabnya.

Aku tahu Jihyo tidak bisa berbohong kalau rahasianya sudah ketahuan. Karena itu, aku langsung menembaknya dengan satu nama yang sangat penting dalam proyekku, “Sungmin oppa?”

Jihyo menjawab bukan tetapi tubuhnya justru berkata sebaliknya. Kaku mendadak adalah cirinya. Dia juga tidak berani menatapku. Aku sudah hafal gerak gerik ini. Persis seperti Kyuhyun jika ketahuan dia berbohong atau menyembunyikan sesuatu.

“Gotcha, Jihyo,” batinku dengan riang.

 

…to be continued…

@gyumontic