PART 3

“Bagaimana ekspresinya tadi?” tanya Siwon.

“Menarik,” ujar suara di seberang telp sana.

“Hei, Zhoumi-ssi, aku tau dongsaengku menarik. Maksudku bagaimana ekspresinya tadi setelah mendengar kabar itu?”

“Pucat, bingung, seperti ingin marah, tapi dia tetap menarik.”

“Kau ini! Sudahlah, selanjutnya kuserahkan padamu. Jaga dongsaengku baik-baik,” Siwon menutup telpnya. Ia tersenyum puas, semoga rencanan untuk ulang tahun Jihyo kali ini berjalan dengan baik.

****

Sudah beberapa hari ini Jihyo bersikap tidak sep[erti biasanya. Keempat member yang lain dibuat bingung dengan tingkah evil sister mereka.

“Jihyo, ada apa?” tanya MinAh.

“Tidak ada apa-apa, unnie,” ujar Jihyo lemah.

“Choi Jihyo, benar tidak ada apa-apa?”

“Tidak ada apa-apa unnie. Aku cuma capek latihan lagu terbaruku dengan Zhoumi oppa.”

“Hyonnie, jangan bohong kepada kami. Sifat kau ini persis sekali dengan Heechul sunbae dan Kyuhyun sunbae, tidak mungkin kau capek hanya karena hal seperti itu!” ujar HyunAh.

Jihyo menghela napas, “Aku bisa gila unnie! Zhoumi oppa! Arrrggghhhh!”

“Jihyo unnie, tenang tenang. Sebenarnya ada apa?” tanya Hamun.

“Wonnie oppa berniat menjodohkanku dengan Zhoumi oppa. Aku tidak mau! Semakin hari semakin parah. Kini kemana-mana aku harus bersama Zhoumi oppa.”

“Tapi Zhoumi sunbae kan tampan, Hyonnie. Apa kau tidak ada perasaan sedikit pun dengannya?” tanya Hyejin.

“Anniyo! Aku hanya suka dengan-“

Brak! Pintu ruangan terbuka, Kyuhyun dan Sungmin tiba-tiba muncul.

“Choi Jihyo!” teriak Kyuhyun berlari memeluk Jihyo. “Kau kemana saja? Tidak kangen dengan Hyung oppa mu ini?”

JIhyo meronta sekuat tenaga, ia ngeri melihat tatapan Hyejin dan juga tatapan tajam Sungmin.

“Aih, dongsaengku ini sudah tidak mau ku peluk lagi. Menyebalkan!” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan merangkul Hyejin.

“Kau mau apa kemari, Kyu?” tanya Hyejin.

“Aku mau mengintrogasi dongsaengku ini.”

“Wae oppa?” selidik Jihyo.

“Kau tau, member Suju gempar begitu tau kau dan Zhoumi hyung berpacaran!”

“Hah?” teriak kelima member SG.

“Kata siapa, oppa?” tanya Jihyo. Matanya tak lepas mengobservasi Sungmin yang hanya menatapnya dingin.

“Ya! Kau ini! Setiap hari bersama Zhoumi kau bilang tidak bertpacaran?”

Aku tiap hari bersamamu, kita tidak di bilang pacaran, kan?”

“Itu beda, Hyonnie! Ah, kau ini masih malu-malu mengakuinya!” goda Kyuhyun.

“Tidak, oppa!”

“Gwenchana dongsaeng. Tapi hati-hati ya dengan media. Kau tau kan kau bisa menjadi santapan media dan netizen. Sudah ya, aku dan Sungmin hyung harus pergi,” Kyuhyun mengecup pipi Hyejin dan menarik Sungmin pergi.

JIhyo menangis sekencang-kencangnya. Hyejin yang di dkeatnya langsung panik memeluknya, “Kenapa sayang? Jangan menangis.”

“Ke-kenapa Hyung oppa harus ke sini dengan Sungmin oppa?”

*****

Zhoumi menatap Jihyo dengan tatapan tidak seperti biasanya, ia menggerakkan tangannya ke kepala Jihyo, “Kau habis menangis?”

Gantian Jihyo menatap Zhoumi. Ia bisa melihat ekspresi cemas di wajah namja itu, namun ia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Zhoumi tau apa yang dipikirkan Jihyo, Zhoumi juga tau kejadian tadi siang di ruang latihan SG. Zhoumi pun melantunkan lagu mandarin yang sangat ia sukai, ia akan selalu menyanyikan lagu itu setiap ia sedang bersedih. Jihyo terpaku mendengar nyanyian Zhoumi, begitu menenangkan dan harmonisasi yang indah.

Mengapa ia baru sadar sekarang jika Zhoumi mempunyai suara yang tidakkalah merdu dengan Hyung oppa? Jika saja bukan karena siaran Youngstreet dan rencana Siwon oppa, mungkin ia dan Zhoumi oppa bisa dekat tanpa harus merasa risih.

“Lebih baik sekarang?”

Jihyo tersenyum, kali ini ia berjanji akan bernyanyi dengan sangat baik untuk membalas kebaikan Zhoumi.

“Ayo kita lanjutkan rekaman lagu kita.”

Kali ini harmonisasi Zhoumi dan Jihyo begitu menyatu, produser dan para kru di studio pun terkagum-kagum melihat chemistry diantara keduanya. Hanya sekali take suara, produser puas dengan hasil rekaman mereka.

“Zhoumi-ssi, Jihyo-ssi, ini bagus sekali! Kerja bagus! Aku harap kita bisa segera membuat MV lagu ini,” ujar produser.

Jihyo membungkukkan bedannya, berterima kasih ke produser. Ia tersenyum ke Zhoumi, Zhoumi merangkulnya.

“Aku tau kau menyukai Sungmin hyung,” bisik Zhoumi.

“Heh?” Jihyo refleks menarik tubuhnya, ia bisa melihat Zhoumi tersenyum, bukan, itu smirk yang biasa ia lihat di wajah Hyung oppa.

Zhoumi berbisik, “Aku bisa membantumu mendapatkannya, tapi jika sampai hari ultahmu Sungmin hyung tidak menyatakan cinta kepadamu, kau jadi milikku.”

Jihyo melihat ke sekelilingnya, semua orang di studio rekaman sibuk dan larut dalam keberhasilan rekaman tadi, tidak ada yang mendengar percakapan mereka.

Zhoumi membisikkan sesuatu ke telinga Jihyo.

“Kita mulai rencana ini dari sekarang, Choi Jihyo.”