PART 2

Siwon melihat jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Hari ini syuting Athena dipersingkat sehingga ia bisa pulang ke rumah lebih cepat. Dengan perlahan ia menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti saat ia melihat pintu kamar Jihyo terbuka. Dongsaengnya itu sedang asyik bermain dengan Beckham, anjing peliharaan mereka.

“Ah, oppa. Baru pulang?” seru Jihyo begitu menyadari Siwon berada di depan kamarnya.

“Ne,” Siwon melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya di samping Jihyo.

“Oppa, mandi dulu,”

“Malas,” Siwon memejamkan matanya.

“Yasudah,” Jihyo melanjutkan bermain dengan Beckham.

“Choi Jihyo?”

“Hemm?”

“Mengapa kalau dengan Kyuhyun kau akan memaksanya sekuat tenaga untuk mandi, sedangkan aku tidak?”

“Hahahaha, oppaku ini jealous!” Jihyo memukul pelang lengan Siwon.

“Hei, aku serius!” seru Siwon. Ia baru menyadari perbedaan perlakuan Jihyo pada dirinya dan Kyuhyun.

“Aku tau oppa. Cuma aku tidak mau menyusahkanmu. Dengan segala kesibukanmu itu aku tidak bisa mengganggumu, iya kan?Aku mengenalmu selama hidupku, Choi Siwon. Tidak mungkin aku mengambil waktu istirahatmu hanya untuk menemaniku bermain, iya kan?”

Siwon tersenyum, “Adik kecilku ini sudah dewasa rupanya.”

Jihyo menggembungkan pipinya, “Oppa, aku kan sebulan lagi ultah! Jelas aku sudah dewasa!”

“Ah, sebulan lagi?”

“Jangan bilang oppa lupa!”

“Aih, mian Hyonnie.” Siwon segara mengambil Beckham dari dekapan Jihyo. Ia tau sifat brutal Jihyo saat ia marah. “Aku hampir lupa! Ah, kau mau hadiah apa?”

“Aku mau punya unnie!” seru Jihyo.

“Heh? Kau sudah punya Hyejin, HyunAh, dan MinAh kan?”

“Aku gamau! Aku mau punya unnie yang mendampingi oppa!”

“Heh?”

“Maksudnya pacar untuk oppa! Aish, oppa ini lemot sekali!”

“Heh, lebih baik kau yang mencari pacar untuk mengurusi tingkah liarmu!” debat Siwon.

“Anni, kan ada oppa dan Hyung oppa!” balas Jihyo.

“Kau kan bilang mau melihat aku punya pacar. Bagaimana caranya kalau aku harus terus mengurusimu?”

“Ah, benar juga! Tapi kan-“

Siwon memotong ocehan Jihyo dengan cepat, “Kau dengar Youngstreet yang waktu itu?”

“Ne, wae oppa?”

“Awalnya aku berpikir Zhoumi main-main, tapi setelah siaran selesai, ia terus menanyakanmu.”

“JInja?” tanya Jihyo tak peduli.

“Bagaimana jika kau dengannya?”

“Heh?” Jihyo membelalak kaget.

“Dia namja yang baik kok, yah hanya saja jika ia tidak ketularan jail Hyung oppa mu itu. Bagaimana kalau dia jadi hadiah ultahmu? Serahkan saja pada oppamu ini.”

“Anni oppa, aku tidak mau hadiah seperti itu,” jawab Jihyo gelagapan.

“Wae? Apakah kau sudah menyukai namja lain?” selidik Siwon.

“Anni oppa!” Mana mungkin Jihyo bilang jika ia menyukai Sungmin?

“Zhoumi oppa baik kok, tapi –“

“Tidak ada tapi-tapi! Hadiah ultahmu yang ke-20 adalah Zhoumi. Anggap saja ini hadiah karena aku tidak pernah memperhatikan adik kecilku ini,” Siwon bangkit dan kembali ke kamarnya meninggalkan Jihyo yang terdiam.

***

“Ya! Hyung oppa! Hyejin unnie! Jangan macam-macam di sini! Kau tidak tau ada anak di bawah umur!” teriak Jihyo begitu melihat Kyuhyun dan Hyejin sedang mojok di ruang latihan.

“Siapa yang macam-macam? Aku cuma mengobrol dengan jagiyaku saja kok. Iya kan, jagi?” seru Kyuhyun . Hyejin mengangguk dan Kyuhyun dengan tiba-tiba menciumnya.

“Huaaaa!!!!” teriak empat member lainnya. HyunAh refleks meututp mata si magnae, Hamun.

“Cho Kyuhyun!” Jihyo menarik Kyuhyun keluar ruangan. “Kau ini cepat keluar!!!! Menggangu latihan SG saja!”

“Gamau, gamau!” Kyuhyun sekuat tenaga menarik Jihyo kembali ke dalam ruangan.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Jihyo mematung melihatnya. “Sungmin oppa”

“Choi Jihyo, bisa ikut aku sebentar?” ujar Sungmin dingin. Matanya memandang tajam Jihyo dan Kyuhyun.

“Mau kemana, hyung?” tanya Kyuhyun.

Namun Sungmin tidak merespon pertanyaan Kyuhyun, ia bergegas  meninggalkan ruangan, Jihyo berlari mengejar Sungmin.

“Oppa, tunggu,” Jihyo refleks memegang tangan Sungmin. Seketikam Jihyo merasa tangannya seperti tersengat listrik. Wae?

“Ayo, kita sudah ditunggu Direktur Choi,” Sungmin menggenggam tangan Jihyo dengan erat dan kini Jihyo merasa ruangan ayahnya sangat jauh.

*****

Direktur Choi sudah menunggu di ruangannya, tapi ia tidak sendiriran. Sungmin dan Jihyo memasuki ruangan Direktur Choi. Jihyo bisa merasakan aura yang aneh di sini, ia semakin menguatkan genggaman tangan Sungmin.

“Choi Jihyo, Lee Sungmin, silahkan duduk.” ujar Direktur Choi.

Jihyo duduk masih dengan keadaan bingung, mengapa ada Zhoumi oppa dan Sunny unnie juga? Jihyo bisa merasakan dua orang itu memandang Jihyo dan Sungmin dengan tatapan aneh.

“Langsung saja ke topik, kalian berempat di panggil ke sini karena suatu hal,” ungkap Direktur Choi. “Setelah SM The Ballad, SM ingin membuat grup duo, yang terinspirasi dari pairing yang dibuat para fans kalian. Awalnya aku tidak terpikir ide seperti itu sehingga aku ingin memasangkan Sungmin dan Jihyo,” Jihyo merasakan jantungnya berdegup kencang saat mendengar perkataan ayahnya. Ia menoleh ke Sungmin yang sejak tadi diam saja, namun Jihyo bisa merasakan degup jantung Sungmin dari genggamannya.

“Tapi, atas beberapa saran, saran pairing tadi cukup masuk akal. Apalagi kini para fans sedang heboh membicarakan Zhouhyo.”

“Zhouyo?” tanya Jihyo. “Apa maksud ayah adalah Zhoumi oppa dan aku?”

“Ne. Berkat siaran Youngstreet, pairing kalian berdua sangat disukai. Maka aku mengubah rencana, lagu yang awalnya untuk Sungmin dan Jihyo, kini untuk Zhoumi dan Jihyo.”

Jihyo merasa dunia mau runtuh. Ini seperti Siwon dan Kyuhyun marah kepadanya, ini seperti saat ia kehilangan Brady, anjing kesayangannya, bahkan lebih parah daripada itu. Dan saat ini, ia bisa yakin bahwa ia benar-benar menyukai dan mencintai Lee Sungmin.

“Gwenchana, Direktur Choi,” ujar Sungmin datar.

Jihyo menghela napas panjang, ia sadar Sungmin tidak menganggapnya sama sekali.

“Baiklah kalau begitu. Ini lagu yang akan kalian nyanyikan, Zhoumi-ssi, Jihyo-ssi. Lalu aku ingin Sungmin dan Sunny menjadi model  MV kalian. Kalian berdua sangat serasi dan cocok untuk lagu ini,”

Sunny tersenyum ke arah Sungmin, dan Jihyo tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya saat Sungmin melepaskan genggamannya.

****

“Jihyo?”

“Ne, oppa?” jawab Jihyo dari lamunannya.

“Jadi?” Zhoumi menyenderkan tubuhnya ke dinding.

“Jadi apa, oppa?”

“Aku menyukaimu.”

“Hah?” Jihyo membelalak kaget. Mereka baru saja keluar dari ruangan Direktur Choi dan kini Jihyo mendengar pernyataan mengejutkan dari Zhoumi?

“Aku menyukaimu, Choi Jihyo,” Zhoumi menekankan kata-katanya saat Sungmin dan Sunny lewat di hadapan mereka.

Wajah Jihyo bersemu merah, entah karena pernyataan Zhoumi atau karena Sungmin tidak peduli dan malah menggandeng Sunny dengan cepat melewati JIhyo dan Zhoumi.

“Lihat saja Jagiya, sebulan lagi saat ultahmu, akan kubuat Zhouhyo menjadi kenyataan,” Zhoumi mengecup pipi Jihyo dan berlalu meninggalkannya.

“Zhouyo? Sebulan? Ultah?” otak Jihyo berputar dengan cepat, mencoba merangkai semua keanehan hari ini. Pasti dia, pasti dia penyebab dan otak dari semuanya!

“Arghhh, sialan kau Choi Siwon!”