Part XII

Jihyo membangunkanku tepat ketika aku sedang berada di mimpi terindahku. “Aah Jihyo kenapa membangunkanku sekarang? Mimpiku lagi indah-indahnya tahu,” protesku.

“Sori, onni. Aku cuman mau kasih tau tempat konser SNSD itu jauh dari hotel kita. Kalau naik bis bisa 2 jam sedangkan kalau taksi 1 jam lebih tapi biayanya sangat mahal. Uang saku kita bisa habis hanya untuk taksi bolak-balik,” kata Jihyo.

“Serius kamu? Semahal itu?” tanyaku terkejut.

“Gak lah. Aku hanya melebih-lebihkan. Tadi dari itung-itungan di internet, kalau naik bis paling 10 yuan bertiga tapi kalau naik taksi bisa 60an tergantung kondisi jalanan,” jawab Jihyo.

Aku mengecek uang saku di tas kami. Hanya ada 300 yuan. Jelas akan sangat menguras kantong kalau naik taksi. Aku mengecek jadwal konser dan jam waktu cina sekarang, menghitung-hitung perkiraan waktu. “Oke, kita naik bis saja. Bangunkan Hamun ya, Jihyo lalu kita siap-siap,” ujarku.

Jihyo membangunkan Hamun sedangkan aku mempersiapkan barang-barang yang kira-kira diperlukan, paspor, tiket, uang, payung, topi, jaket, syal, kacamata. Semua sudah masuk di setiap tas kami bertiga.

Aku segera mandi setelah Jihyo dan Hamun selesai mandi. Setelah siap, kami pun berangkat. Kami berjalan dan menaiki bis sesuai dengan petunjuk Jihyo yang dia dapatkan dari internet.

Perjalanan ini sangat mengasyikkan, membuatku jadi mengenal Cina lebih dekat lagi. Meskipun demi mengemban tugas tapi rasanya juga bisa dibilang jalan-jalan gratis. Hahahahaha.

Tidak terasa dua jam perjalanan sudah kami lalui dan sekarang kami sudah sampai di tempat konser SNSD yang sudah penuh oleh para fans. Aku mengambil tiket dari tasku dan menyerahkan kepada petugas yang bertugas memeriksa tiket kami. Setelah diperbolehkan masuk, kami segera mencari tempat duduk kami. VIP sih tapi duduk di antara fans yang kebanyakan pria yang berteriak-teriak rasanya risih juga.

“Semoga 3 jam ini cepat berlalu. Aku tidak tahan,” gumam Hamun.

“Kenapa kita tidak menonton dari backstage saja sih, onni?” tanya Jihyo.

“Ini kita nonton di luar Korea, jelas tidak boleh ke backstage. Dibatasi sama organizernya. Kalau di Korea mah jelas boleh,” jawabku.

Tepat jam 4 sore waktu Cina, konser dimulai. Stadion pun bergemuruh. Aku mencoba menghayati konser tapi yang bisa aku tangkap SNSD tidak beda jauh dengan SG. Mereka hanya lebih dulu debut sehingga lebih dulu terkenal. Aku yakin tahun depan SG juga bisa punya konser seperti ini, bahkan didukung sunbae yang lebih banyak. Pasti seru sekali.

Konser baru berjalan 15 menit, Hamun sudah sibuk bbm-an entah dengan siapa. Sedangkan Jihyo malah kenalan dengan gadis di sebelahnya yang mengaku nonton konser ini karena dipaksa pacarnya. Mereka mengobrol seru sekali. Yang masih betah adalah aku. Aku memfokuskan diriku pada yang ditampilkan SNSD dan mencatat semua yang terjadi di konser ini, kekurangan dan kelebihan mereka di notesku. Jaga-jaga kalau bos besar menanyakanku begitu aku kembali ke Korea.

3 jam akhirnya berlalu meskipun rasanya hampir sama seperti terbang dari Korea ke Singapore. Hamun cepat-cepat mengajak kami pulang sebelum pintu keluar ramai. Aku dan Jihyo menurut saja toh kami juga tidak mau lama-lama lagi di dalam.

“Kita makan dulu ya sebelum kembali ke hotel. Ya, onni?” pinta Hamun yang tentu saja langsung kusetujui.

Kami berjalan menuju sebuah restoran yang tampak ramai dan kebetulan tidak jauh dari stadion. Kami masuk dan langsung disuguhi berbagai macam makanan yang rasanya asing buat kami. Aku melihat nama restoran ini, “Masakan Padang khas Indonesia”.

“Oh, ternyata ini makanan orang Indonesia toh. Lumayan juga,” ujarku setelah mencicipi cumi entah diapain, pokoknya ada santan-santannya. Setelah selesai makan, kami segera kembali ke hotel menggunakan bis yang sama.

Sesampai di hotel, Jihyo langsung sibuk dengan ipadnya. “Kyaaa, Hyejin onni. Sini, sini,” pekik Jihyo mengejutkanku.

“Apa sih?” tanyaku kesal tapi tetap menghampirinya. Aku melihat situs yang sedang dibukanya. “AntiSG?”

“Iya, onni. Kita punya antis. Situs ini bahkan punya forum khusus untuk tiap member kita,” kata Jihyo. “Lihat, lihat. Baru kita pulang dari konser SNSD, sudah ada beritanya. 3 member SG terlihat menonton konser SNSD di China tapi tampaknya mereka tidak menikmati konser sunbae mereka. Mereka pasti iri. Dasar gadis-gadis picik!”

Aku mengambil ipad Hyejin dan membuka forum antis tiap member. Kami dihina abis-abisan.

“Hah Park Min Ah, kau bisa masuk SM karena Leeteuk oppa padahal kau tidak bisa apa-apa.”

“Jung Hyun Ah lebih baik kembali ke dapur ibunya daripada dapur rekaman.”

“Song Hyejin seorang leader? Memimpin dirinya sendiri saja tidak bisa. SG pasti hancur. Syukurlah.”

“Aku tidak pernah lihat magnae sebodoh Jihyo dan Hamun. Kata adikku, mereka jarang masuk sekolah tapi selalu naik kelas. Mereka pasti main suap.”

Masih banyak komentar lain yang membuatku panas dan ingin membanting ipad Jihyo. “Aaargh, dasar kurang kerjaan! Katanya antis tapi tahu setiap gerak gerik kita. Freak!” Aku marah-marah sendiri.

“Sabar, onni. Sabar,” ujar Hamun.

“Hah! Kurang sabar apa kita? Semoga mereka kualat udah ngatain kita,” sahutku.

Aku lalu menelepon Hyun Ah dan Min Ah. “Hei, bagaimana liburan kalian di sana?” tanyaku.

Min Ah menjawab dengan ceria, “Menyenangkan sekali. Aku bisa ketemu terus sama Yunho oppa. Hyun Ah juga jalan-jalan terus sama Yuchun oppa. Kadang kami keluar bersama. Sayang kalian tidak ikut.”

“Ya dan kami menyesal. Kami jadi harus melihat sunbae-sunbae mu tersayang itu.”

“Hahahahaha. Kasihan deh kamu.”

“Mana Hyun Ah? Aku mau bicara dengannya,” kataku.

“Dia sedang pergi ke supermarket dengan Changmin beli keperluan dapur kami,” ujar Min Ah. “Mana Jihyo dan Hamun? Aku mau bicara, mendapatkan berita terbaru lebih tepatnya.”

Aku memberikan hapeku kepada Jihyo yang langsung bicara panjang lebar pada Min Ah, “ah iya, onni betul. Kami tadi langsung pulang males ke backstage. Hahahaha. Ini lagi baca forum antisg. Parah deh, onni. Hyejin onni aja sampai ngamuk-ngamuk. Nanti pas onni pulang, aku kasih tunjuk deh. Ada berita tentang kita dan oppadeul juga yang dibash paling parah.”

Telepon lalu berpindah ke Hamun. “Hahaha, onni bertanya atau mengejek? Hahaha. Ya gitulah, biasa aja. Untung aja gratis, lumayan bisa sekaligus jalan-jalan. Haha. Yeee, onni sampaikan aja sendiri ke mereka. Onni kan ‘fans’ berat mereka. Hahaha.”

Aku tahu mereka sedang membahas apa tapi aku terlalu lelah untuk ikut campur. Aku lebih baik tidur biar besok bisa bangun pagi dan kembali ke Korea tepat waktu.

Kami kembali ke Korea dengan penerbangan paling pagi dan langsung menuju kantor begitu menginjakkan kaki di negeri ginseng ini. “Bos besar mau mendengar laporan kalian,” kata manajer onni begitu kami masuk ke dalam van yang menjemput kami.

“Lama-lama aku gila kalau begini terus. Katanya libur tapi tetap dipanggil-panggil gini,” celetuk Hamun.

Aku mendelikkan mata ke arahnya. “Ini catatanku tentang konser kemarin, dibaca kalau-kalau nanti bos tanya macam-macam,” bisikku pada Jihyo dan Hamun.

Kami langsung disuruh ke ruang bos besar begitu sampai di kantor. Aku belum pernah ke ruangannya sekalipun apalagi bertemu dengannya. Yang aku tahu dulu bos besar SME adalah Lee Soo Man lalu diganti Kim entahlah tapi sekarang tampaknya sudah ganti lagi.

Kami bertiga masuk ke dalam ruangannya dengan hati deg-degan. “Annyeonghaseyo, direktur-nim,” ucap kami dengan sopan.

Bos besar menyahut dengan ramah, “Annyeonghaseyo.”

Jihyo membelalak kaget. “Appa?! Sejak kapan appa jadi bos SM?!” seru Jihyo kaget.

“Sejak lama. Makanya DBSK oppadeul mu itu bisa kembali berlima lagi,” jawab bos kami yang ternyata ayah Jihyo dan juga Siwon oppa. “Bagaimana liburan kalian di Cina? Menyenangkan kan?”

Aku dan Hamun hanya diam karena Jihyo sudah mengatakan segalanya, “Membosankan sekali, appa. Kami ke Cina hanya untuk melihat 9 onnideul yang kayak barbie gitu. Apa-apaan?”

Tuan Choi hanya tertawa melihat anaknya. “Saya suruh kalian ke sana supaya kalian bisa merasakan aura konser grup idol wanita itu bagaimana,” kata Tuan Choi.

“Iya, tapi buat apa? Emang appa mau buatin konser buat SG?” tanya Jihyo.

“Betul sekali,” jawab Tuan Choi sambil tersenyum. Aku nyaris pingsan dibuatnya. SG tergolong masih baru di industri musik ini tapi kami sudah mau dibuatkan konser. Aku benar-benar kaget sekaligus senang. “Tapi tentu saja kalau album kalian laris terjual dan banyak orang yang mau menonton kalian. Karena itu kalian harus lebih kerja keras. Tunjukkan yang terbaik dari diri kalian,” tambah Tuan Choi.

Jihyo juga merasa senang dengan berita dari appanya. Jihyo langsung berlari memeluk appanya. “Aaappa!! Saranghae. Jeongmal gomawoyo,” seru Jihyo senang. “Kami akan berusaha sebaik mungkin. Iya kan, onni, Hamun?”

Aku dan Hamun menjawab dengan semangat, “Tentu. Tentu kami akan berusaha sebaik mungkin.”

“Bagus kalau begitu. SM akan memantau terus penjualan album kalian. Kalau single kedua kalian sukses, SM akan membuat mini album untuk kalian dan mempromosikan kalian besar-besaran. Tapi semua ada konsekuensinya,” kata Tuan Choi.

“Apa konsekuensinya, appa?” tanya Jihyo.

“Kalian akan semakin sibuk dan mungkin waktu untuk diri kalian semakin sedikit. Kalian jadi jarang jalan-jalan dan bertemu dengan pacar-pacar kalian.”

“Kami akan berusaha sebaik mungkin, direktur-nim,” kataku meyakinkan Tuan Choi untuk mengorbitkan kami.

“Tapi nanti nasib Sungmin oppaku gimana, appa? Kalau dia sibuk, aku sibuk, kapan ketemunya? Bisa-bisa nanti putus dong,” kata Jihyo dengan sedih.

“Ya itu sih tergantung kalian berduanya saja bisa bertahan atau tidak.”

Aku jadi memikirkan Kyuhyun oppa, “Apa kami bisa bertahan? Aaah, bisa, bisa. Selama pacaran ini juga jarang ketemu. Sebelum pacaran bahkan kami jarang bicara. Kalau ketemu paling hanya bertegur sapa. Ah, pasti bisa.”

Setelah Tuan Choi selesai bicara, kami keluar dari ruangannya. Hamun segera memberitakan hal gembira ini kepada Hyun Ah dan Min Ah, “Onni, tebak apa yang baru dikatakan bos besar pada kami? SG akan dibuatkan konser!”

“Aaah! Serius! Aaah! Senang sekali,” seru Hyun Ah dan Min Ah. Suaranya terdengar dari hape Hamun yang di handsfree. Mereka berdua menyambut kabar ini dengan gembira. Bahkan saat diberitahukan konsekuensinya oleh Hamun, “Tapi nanti kita jadi makin sibuk, onni. Kita mungkin juga jadi gak punya waktu buat diri sendiri apalagi oppadeul.” Hyun Ah dan Min Ah tetap bersemangat penuh.

“Tentu kita akan bekerja keras. Ini kan impian kita dari dulu. Kita punya konser sendiri, dapat Daesang, album laris. Mana mungkin kita akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Iya kan?” kata Hyun Ah dengan semangat.

“Oppadeul juga pasti mengerti. Selama ini mereka juga sibuk dan kita bisa mengerti kan? Kalau kita bisa, mereka juga bisa kan? Hohoho,” tambah Min Ah yang sangat excited dengan kabar ini. Kini, semangatku jadi berlipat-lipat. Aku senang sekali ternyata member-member SG masih memiliki visi yang sama. Hal ini yang membuat kami kompak dan pasti akan lebih mudah menghadapi segala tantangan ke depan.

 

…to be continued….