Part XIII

Aku, Jihyo, dan Hamun tidak sabar menunggu kepulangan Hyun Ah dan Min Ah. Kami terlalu antusias untuk segera berlatih dan berlatih untuk menampilkan yang terbaik buat karir SG. Kami bahkan ingin segera liburan ini berakhir atau paling tidak SM mencabut izin liburan kami secepatnya. Kami ingin segera tampil di depan para fans dan membuktikan bahwa kami juga tidak kalah dari sunbae-sunbae kami.

Selama liburan, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama Hamun karena begitu pagi datang, tugasku adalah mengantarnya ke sekolah lalu menjemputnya siang harinya. Setelah itu, kami ke studio untuk melatih suara dan koreografi kami. Sedangkan Jihyo lebih sering bolak-balik studio untuk rekaman soundtrack drama kekasihnya bersama Zhou Mi oppa. Setiap kami datang ke studio, banyak sunbae yang mengunjungi kami hanya untuk memberikan semangat. Contohnya yang paling sering adalah Siwon oppa.

“Waa Hyejinssi, Hamunssi, kalian semangat sekali berlatih padahal semuanya sudah sempurna menurutku!” ujarnya memuji kami.

“Ah, oppa bisa saja. Kamsahamnida,” sahut Hamun.

“Loh, aku serius loh Hamun. Gerakan kalian sudah kompak, vokal kalian juga sudah semakin kuat,” tambah Siwon oppa.

“Gomawo, oppa. Tapi yang oppa lihat kan baru kami berdua. Kami belum sempat berlatih berlima karena Min Ah dan Hyun Ah masih di Jepang,” kata Hamun.

“Ah, kalian pasti akan cepat belajar. Aku yakin. Kalian pintar-pintar sih. Baru 2 tahun training sudah debut. Kalau tidak ada yang istimewa dari kalian, mana mungkin kan?”

Hamun hanya tersipu malu dipuji oleh Siwon oppa. Siwon oppa lalu bicara padaku, “Hyejinssi, apa kalian masih mau latihan?”

“Wae, oppa?” tanyaku.

“Kalau sudah tidak ada, aku mau pinjam Hamun sebentar,” jawab Siwon oppa sambil tersenyum penuh arti kepadaku.

Aku memahami maksudnya dengan sangat jelas. “Aaaah, aku tahu apa maksud oppa. Hahahahaha,” ujarku dengan tampang evil yang sepertinya sudah mulai menular dari Kyuhyun.

Siwon oppa nyengir lebar. “Boleh ya? Ya?”

“Boleh boleh. Asal oppa harus mengantarkannya pulang dengan selamat dan…… bawakan roti blueberry selusin untukku!” jawabku usil lalu nyengir lebar. “Selamat bersenang-senang, oppa!! Jagan Hamun baik-baik ya…”

Tanpa perasaan bersalah, aku meninggalkan mereka berdua. Aku lihat jelas wajah Hamun bersemu merah saat itu sedangkan Siwon oppa hanya menggaruk-garuk kepalanya dengan salah tingkah. Entah sejak kapan aku jadi jahil begini. Mungkin karena keseringan bergaul dengan duo Kyuhyun dan Jihyo, kakak-beradik “jadi-jadian” yang super duper jahil!!!

Aku tidak tahu harus ngapain sekarang. Mau pulang ke dorm tapi rasanya malas sekali. Aku pun meng-sms Kyuhyun oppa : Oppa, kau dimana sekarang? Aku mau ketemu. Tidak lama Kyuhyun oppa membalas sms ku : Latihan musical di theater. Kau kesini saja sekarang. Jangan lupa bawa makanan yang banyak ya, terutama jjangmyeon. See you, jagi. Muuuuach!

Aku mengikik geli saat membaca sms Kyuhyun oppa. “Norak ih,” ucapku tapi toh aku tetap senang. Aku segera mengemudikan mobilku ke restoran ramen terdekat untuk membeli beberapa box jjangmyeon lalu baru melaju ke theater tempat Kyuhyun oppa berlatih. Sesampai aku di sana, Kyuhyun oppa masih berlatih jadi aku harus menunggunya beberapa saat.

Setelah dia selesai latihan, Kyuhyun oppa langsung menhampiriku dan memelukku. “Aaaaah Hyejin, aku merindukanmu,” ucapnya yang membuatku senang sekaligus salah tingkah karena malu dilihat orang.

Aku melepas pelukan Kyuhyun oppa dan memukul lengannya. “Babo! Ini tempat umum tahu,” ujarku. Aku lalu memberikan jjangmyeon yang baru aku beli tadi padanya.  “Ini jjangmyeon pesananmu, Oppa sayang.”

Kyuhyun menerima jjangmyeon tersebut dengan wajah suram. “ Tapi, aku sudah mendapat banyak makanan dari fans. Kalau aku tidak makan, nanti mereka marah,” ujarnya pelan sambil menunjukkan kepadaku tumpukan makanan yang diberikan fansnya.

Aku merasa kecewa. Aku ambil saja lagi jjangmyeon dari tangannya lalu mengomelinya, “Ya sudah, jjangmyeonnya gak usah dimakan. Aku bawa pulang ke dorm saja. Dasar menyebalkan!!”

Kyuhyun oppa menarik lagi jjangmyeon dari tanganku lalu tertawa. “Enak saja. Ini kan makanan kesukaanku,” katanya dengan sangat puas telah berhasil mengerjaiku untuk kesekian kalinya. Tanpa mempedulikanku yang masih kesal, dia mencari tempat duduk lalu memakan jjangmyeonnya dengan lahap. Melihatnya begitu menikmati jjangmyeon pemberianku, aku jadi tidak kesal lagi. Aku malah duduk di sampingnya, menemaninya makan jjangmyeon.

“Oh ya Hyejin, kapan Min Ah dan Hyun Ah akan kembali?” tanya Kyuhyun oppa meski mulutnya masih penuh dengan makanan.

“Besok. Memang kenapa? Oppa mau menemaniku menjemput mereka ke bandara?” jawabku.

“Tidak, aku hanya bertanya saja. Aku hanya tidak sabar melihat kalian tampil di panggung lagi dengan single kedua kalian,” ujarnya.

“Ah, aku tahu Oppa selalu merindukan penampilanku.”

Kyuhyun lalu menjitak kepalaku sambil tertawa. “Pedemu terlalu tinggi. Dasar.”

“Tapi toh Oppa tetap suka. Iya kan? Hohohoho,” balasku.

Kyuhyun oppa tidak membalas lagi. Dia konsentrasi menghabiskan makanannya bahkan menambah sampai 2 porsi. “Gomawoyo, Hyejin. Aku kenyang sekali,” ucapnya sambil mengelus-elus perutnya.

“Hah, kapan Oppa mau makan sampai tidak kenyang?”

Lagi-lagi Kyuhyun opaa menjitak kepalaku. “Kau sudah mulai berani ya sekarang. Hahahaha. Itu pasti karena kau terlalu mencintaiku sampai-sampai aku terlalu merasukimu. Hahaha,” katanya dengan bangga.

Aku pura-pura tidak mendengar. Aku membereskan box-box sisa makanan kami lalu membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu aku menontonnya latihan musikal sampai selesai. Baru kembali ke dorm.

Meskipun tampaknya aku akan sendirian nanti, aku tetap kembali ke dorm dengan perasaan senang karena sudah bertemu dengan kekasih hatiku walaupun hanya untuk melihatnya latihan dan makan bersama. Saking senangnya, aku bahkan sampai senyum-senyum sendiri saat membuka pintu dorm-ku. Hihihihi.

Aku masuk ke dalam dorm dan melihat ternyata aku bukanlah orang pertama yang sampai di dorm. “Kejutan!!!!” seru Min Ah dan Hyun Ah yang ternyata sudah kembali dari Jepang.

Aku benar-benar terkejut dengan kejutan mereka. “Kapan kalian sampai? Kok gak bilang-bilang?” tanyaku.

“Hahahaha, kau pasti kaget kan Hyejin? Hohohoho. Ini semua ide Hyun Ah. Dia tidak sabar bertemu denganmu untuk menceritakan semua yang kami alami di Jepang,” kata Min Ah sambil memelukku.

“Bukan dengan Hyejin saja tapi juga pada kedua dongsaeng kita,” koreksi Hyun Ah. “Mereka belum pulang ya?”

“Ya belumlah, Hyun Ah. Kalau sudah pasti kita sudah melihat batang hidung mereka sekarang,” cetus Min Ah.

“Kalau begitu kita tunggu saja mereka pulang baru aku cerita,” ujar Hyun Ah.

Aku jadi penasaran ada apa sebenarnya. Aku mendesak Hyun Ah untuk bercerita. “Ouuh, rasanya liburan kalian seru sekali. Memang apa yang terjadi? Ayo, ayo ceritakan padaku, Hyun Ah,” desakku tidak sabaran tapi Hyun Ah berkeras untuk menunggu Jihyo dan Hamun pulang terlebih dahulu. Puji Tuhan, mereka pulang tidak lama kemudian.

“Onniiiiiiiiii!!!” seru Jihyo dengan gembira begitu melihat Hyun Ah dan Min Ah. “Senang sekali melihat kalian lagi. Bagaimana liburan kalian? Pasti menyenangkan kan? Ayo cerita, cerita.”

“Iya, ayo ceritakan pada kami, kalian ngapain aja selama di Jepang,” tuntut Hamun.

Aku segera menarik Hyun Ah yang dari tadi hanya senyum-senyum ke ruang tivi kami dan memaksanya untuk segera bicara, “Ayo segera ceritakan pada kami apa yang terjadi di sana.” Aku, Jihyo, Hamun dan Min Ah sudah duduk mengelilingi Hyun Ah dan memasang telinga lebar-lebar tapi Hyun Ah tidak segera bicara, dia malah hanya memamerkan cincin yang terpasang di jari manisnya.

Aku terbelalak memandang cincin itu. “Jangan – bilang – Yuchun – oppa – melamarmu,” ujarku perlahan-lahan untuk menekankan bahwa aku sangat terkejut melihatnya.

Hyun Ah tersenyum penuh sukacita kepadaku. “Aku sih pengennya begitu tapi dia mau menegaskan hubungan kami saja aku sudah senang,” kata Hyun Ah dengan gembira. Raut wajahnya 100% bahagia.

Begitu Hyun Ah menyelesaikan ucapannya, reaksi yang terlalu ekspresif dariku, Jihyo dan Hamun datang tidak sampai seditik kemudian. “Aaaah, onni-ya!!! Aaaah! Chukkae! Chukkae!” seru Jihyo girang sambil memeluk Hyun Ah dengan serabutan.

“Onnni!!! Kejadian sepenting ini kenapa baru cerita sekarang? Kapan resminya hubungan kalian?” tanya Hamun juga dengan kegirangan yang tak terperi.

Aku bahkan nyaris histeris. “Jadi, kau sudah jadian dengan Yuchun oppa?” tanyaku.

Hyun Ah mengangguk malu-malu.

“AAAAAAH!! HYUN AH-YA!!!!! CHUKKAE CHUKKAE!!!” pekikku kesenangan sampai aku loncat-loncat di sofa. “Kapan? Bagaimana ceritanya? Apa kau tahu bagaimana ceritanya, Min Ah?”

Min Ah menggeleng. “Hyun Ah tidak mau bercerita padaku di Jepang. Katanya dia mau cerita waktu kita lengkap berkumpul,” jawab Min Ah.

“Kalau begitu, ayo cerita sekarang, Hyun Ah. Ayo. Jangan buat aku penasaran,” ujarku memaksa. Jihyo dan Hamun pun ikut-ikutan memaksa.

Hyun Ah pun mulai bercerita, “Jadi awalnya, aku cerita padanya bahwa SG mau dibuatkan konser dan hal ini pasti membuat SG makin sibuk. Aku bilang padanya, aku tidak tahu harus bagaimana nanti dengan hubungan ini. Aku takut yang ada nanti aku dan Oppa semakin jauh.”

“Lalu? Lalu?” tanya Jihyo penuh dengan antusias sedangkan Min Ah mendengarkan dengan seksama.

“Lalu, tanpa aku sangka-sangka Yuchun oppa melepaskan salah satu cincinnya dan memakaikannya di jariku. Dia bilang sejauh apapun kita terpisah, hatiku tetap padamu, Hyun Ah. Dia juga menciumku,” jawab Hyun Ah berusaha menceritakan kisah cintanya sedetil mungkin yang membuatku semakin histeris.

“Aaah, Hyun Ah-ya!!!! Yuchun oppamu memang romantis!! AAAAAAH!!!!” seruku.

“Kapan dia bilang gitu, Hyun Ah? Aku kok gak dengar?” tanya Min Ah.

“Ya jelas kamu gak dengar. Waktu itu aku cuman berduaan sama Yuchun oppa di dorm DBSK. Kau dan para member sedang pergi entah kemana. Aku sengaja membuatkan makan malam yang romantis untukknya waktu itu supaya pembicaraan kami mengarah ke hal yang positif sesuai keinginanku,” jawab Hyun Ah.

“Aaah, Hyun Ah…. Akhirnya kau berhasil mendapatkan pengganti Yesung oppa,” kata Min Ah dengan terharu, bahkan nyaris meneteskan air mata.

“Min Ah, jangan berlebihan seperti itu ah. Aku juga tidak pernah berniat terpuruk setelah Yesung Oppa meninggalkanku,” sahut Hyun Ah.

“Pokoknya aku senang sekali akhirnya kalian jadian. Aaah, chukkae Hyun Ah,” ucap Min Ah sambil memeluk Hyun Ah.

“Gomawo, Min Ah. Aku harap kita bisa sama-sama menjadi wanita yang berperan di balik DBSK. Ingat, di balik pria hebat pasti ada wanita yang hebat,” sahut Hyun Ah lalu tertawa.

“Lalu kalau Min Ah onni bagaimana? Apa saja yang onni lakukan sama Yunho oppa?” tanya Hamun.

Min Ah langsung mengembangkan senyumnya. “Di Jepang, DBSK sangat populer. Jadwalnya jauh lebih padat dibandingkan jika mereka di Korea jadi tidak banyak yang bisa aku lakukan bersama Yunho oppa, paling hanya menemaninya syuting, latihan, promosi album dan sejenisnya. Kami jarang jalan berdua apalagi kencan tapi aku sudah sangat bahagia asal bisa tetap bersama Yunho oppa,” kata Min Ah gantian menceritakan pengalamannya.

“Iya, tapi masa Yunho oppa tidak melakukan apa-apa gitu buat onni padahal onni udah jauh-jauh mengunjunginya?”

“Ada sih, satu hal.”

“Apa? Apa?” desak Hamun.

“Waktu hari ketiga aku di sana, Yunho oppa ditugaskan untuk fan meeting di Fukuoka. Aku pikir aku tidak akan bertemu dengannya selama beberapa hari tapi ternyata malamnya dia pulang loh hanya demi aku. Romantis banget kan? Aku benar-benar terharu waktu itu,” jawab Min Ah dengan mata yang berkaca-kaca saking bahagianya.

“So sweet banget, onni…” sahut Hamun. “Aku juga mau punya pacar kayak gituuuuuuuu. Aaaaaah…”

Min Ah tersenyum pada Hamun lalu mengelus kepala magnae kami itu. “Tenang saja, kau pasti akan mendapatkan pacar yang terbaik untukmu dan…. mungkin saja pria itu Siwon oppa,” kata Min Ah.

“Ke..kenapa Siwon oppa?” tanya Hamun terbata-bata karena salah tingkah. Ia merasa tidak enak pada Min Ah.

“Ah Hamun, sudahlah, gak usah merasa tidak enak begitu. Onni udah tau semuanya kok. Langsung dari Siwon oppa. Hihihihi,” kata Min Ah sambil menoel pipi Hamun.

“Onni, apaan sih? Aku sama Siwon oppa gak ada apa-apa kok. Kami hanya sering cerita-cerita aja,” sahut Hamun dengan wajah bersemu merah.

“Ah, Hamun-ah. Hamun, apaan sih? Ihiy….” goda Min Ah.

“Sudah, sudah. Jangan menggoda magnae kita,” ujar Hyun Ah menghentikan Min Ah. “Mending kita tagih cerita mereka sepanjang liburan terutama pengalaman ‘seru’ mereka di Cina.”

Mendengar pengalaman ‘seru’ di Cina, Min Ah langsung tertawa terbahak-bahak. “Betul, betul. Hahahahaha. Bagaimana kalian di sana? Kena terkam gak? Hahahahaha.”

Aku tahu apa yang dimaksud dengan pengalaman ‘seru’ di Cina oleh Hyun Ah dan Min Ah dan aku tidak mau menceritakan untuk yang kedua kalinya apalagi dengan lebih mendetil. Aku lebih baik kabur ke kamarku. Jihyo dan Hamun rupanya berpikiran sama denganku. Kami sudah mendekam di kamar kami dengan tawa terbahak-bahak Min Ah dan Hyun Ah dari luar.

Aku senang sekali melihat Hyun Ah sudah mendapat kebahagiaannya. Begitu juga dengan Min Ah. Perjalanan mereka ke Jepang tampaknya sama sekali tidak sia-sia. Begitu juga dengan Jihyo dan Hamun yang sepertinya juga bahagia. Semoga kebahagiaan ini dapat terus berlanjut dan membuat kami lebih semangat menggapai cita-cita kami sebagai artis terbaik di negeri ini.

 

…to be continued….