Part XIV

Aku sudah tidak sabar dengan comeback stage SG sebentar lagi. MV kami sudah rilis beberapa hari lalu dan mendapat sambutan yang luar biasa. Ditonton lebih dari 1,000,000 kali sejak diluncurkan 2 hari lalu dan bolak balik diputar di stasiun-stasiun tivi. Penjualan album kami pun meningkat berkali-kali lipat. Bahkan kami pun sempat menjadi TT di twitter selama beberapa jam setelah MV dirilis. Sunbae-sunbae yang dulu melihat kami hanya dengan sebelah mata, kini benar-benar memperhatikan kami.

Aku dan para member hanya bisa tercengang melihat perbedaan yang sangat terasa dibandingkan single pertama kami.

“Aku tidak akan menyangka single kedua kita akan sebooming ini, onni,” kata Hamun padaku dengan kagum sambil melihat lautan balon ungu di kursi penonton.

Ya, SG sudah punya fanclub resmi bernama Goddess dan warna ungu untuk menandakan mereka adalah pendukung kami.

“Aku juga tidak menyangka, Hamun,” sahutku jujur. Aku hampir menangis melihat ini semua. Akhirnya, kerja keras kami tidak sia-sia.

SG sudah siap menggebrak panggung. Maka begitu musik dinyalakan, kami langsung beraksi tapi rupanya aksi para fans dengan chants mereka jauh lebih menggebrak kami. Aku berusaha berkonsentrasi menyelesaikan comeback stage ini sesempurna mungkin. Baru setelah selesai, aku tidak bisa lagi menahan rasa terima kasihku untuk mereka. Aku membungkuk dalam-dalam kepada mereka diikuti member yang lain. “Kamsahamnida. Kamsahamnida. Jeongmal kamshamnida,” kataku terharu.

Semua ketakjuban tidak berhenti sampai di sini. Saat kami kembali ke belakang panggung, banyak rangkaian bunga dan ucapan selamat yang ditujukan untuk kami dari para sunbae. Bahkan ada beberapa yang sengaja datang untuk bertemu kami.

“Chukkae! Kalian sangat hebat!” puji BoA onni.

“Kamsahamnida, onni. Jeongmal kamsahamnida,” sahutku.

Tidak hanya BoA onni, beberapa member SNSD yang dulu tampaknya mau memakan kami, datang memberikan ucapan selamat dan pelukan hangat. SG tidak bisa berkata apa-apa lagi selain berterima kasih sedalam-dalamnya.

Kami juga semakin takjub begitu masuk ke ruang tunggu, member SJ dan yang nyaris membuatku pingsan, semua member DBSK ada di sini sekarang. Mereka bela-belain pulang ke Korea hanya untuk SG, hoobae-nya.

Aku langsung berlari memeluk Jejung oppa. “Jungpaaa! Akhirnya…” ucapku sambil menangis tersedu-sedu. Tangisan haru yang dari tadi aku tahan kini tidak terbendung lagi. Aku terus menangis di pelukannya dengan belaiannya di kepalaku. “Chukkae. Chukkae, Hyejin. Seperti yang aku bilang dari dulu, kalian pasti akan bersinar asal kalian mau kerja keras,” kata Jejung oppa.

“Gomawo, Jungpa,” ucapku lalu berpindah pada Kyuhyun.

Aku memandangnya karena tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya aku ingin menyeretnya ke suatu tempat dan memeluknya seerat mungkin untuk menunjukkan aku sangat berterima kasih padanya atas segala yang telah dia berikan padaku tapi hal itu tidak mungkin. Jadi aku hanya menatapnya penuh arti dan mengucapkan, “Gomawo, oppa. Gomawo.”

Tanpa aku sangka-sangka, dia malah memelukku dan mengecup keningku lalu berkata, “Jagiya ku memang yang paling hebat! Chukkae!”

Aku benar-benar bahagia dibuatnya. Dalam pelukannya, aku menatap ke seluruh ruangan. Aku ingat hal seperti ini terjadi juga saat kami debut tapi kini jauh berbeda. Kini semua member sedang berada di puncak kebahagiaannya. Aura bintang memancar kuat dari diri kami masing-masing. Selain itu, kami juga sudah memiliki pasangan masing-masing kecuali Hamun.

Ah, sang magnae. Aku memperhatikannya sedang ngobrol sambil tertawa-tawa dengan namja pujaannya. Tidak ada guratan selain kebahagiaan di wajahnya tapi kalau dia bisa mendapatkan Siwon oppa pasti kebahagiaannya akan lebih lengkap.

“Baiklah, Kang Hamun. Aku pasti akan membantumu,” batinku dengan semangat penuh dan keyakinan tinggi.

Setelah acara selesai, SM mengadakan acara selamatan kecil-kecilan untuk kami di sebuah restoran langganan mereka. Kami diperbolehkan mengundang siapa saja yang kami inginkan. Kesempatan ini tentu tidak akan kami sia-siakan.

Aku mengundang semua artis SM, tak peduli mereka bisa datang atau tidak. Min Ah mengundang artis-artis lain yang menurutnya punya hubungan dekat dengan SG. Hyun Ah mengundang para orang tua dan anggota keluarga juga teman-teman member yang dikenalnya. Sedangkan Jihyo dan Hamun tidak mengundang satu orang pun!

“Kalian berdua kenapa diam saja? Kenapa tidak mengundang siapa-siapa?” tanya Min Ah.

“Siapa lagi yang mau kami undang? Semuanya udah para onni undang. Kalaupun kami mengundang beberapa lagi, tempatnya tidak akan cukup,” jawab Jihyo.

Aku pikir Jihyo benar. Semua pihak penting sudah diundang, tidak ada lagi yang bisa mereka undang. Maafkan kami ya, magnae karena kami sering melupakan kalian.

Karena acara ini mendadak, aku mengerti jika banyak yang tidak bisa datang tapi setidaknya mereka tahu kami mau berbagi kebahagiaan dengan mereka. Selain itu yang paling penting adalah orang-orang terdekat kami tahu bahwa kami menginginkan mereka juga di saat kami bahagia.

Kami benar-benar bersenang-senang di acara ini apalagi SM membuatnya secara privat sehingga membuat kami sedikit bebas berekspresi.

Min Ah yang sedang dimabuk asmara tidak malu-malu lagi bercumbu dengan Yunho oppa. Semua orang dapat melihat dengan jelas mereka saling memeluk dan mengecup dalam jumlah yang sudah tidak bisa dihitung lagi.

Jika HoMin couple saling bercumbu, Sunghyo couple saling berdebat karena Jihyo terus-terusan mengomel. “Hei, Jihyo. Kau mau ngomel sampai kapan? Kyuhyun kan sudah minta maaf,” kata Sungmin oppa.

“Iya tapi sebentar lagi dia pasti usil lagi,” sahut Jihyo sambil memelototi Kyuhyun. Kyuhyun tertawa lalu menjitak Jihyo. “Tuh kan, aku bilang juga apa. Iih!”

Jihyo sudah mau balas menjitak Kyuhyun tapi Sungmin oppa berhasil mencegahnya, “Udah, udah. Jangan kayak anak kecil terus. Mending sekarang kita cari wine. Aku sangat ingin minum wine.”

“Bawakan juga untukku, hyung,” seru Kyuhyun pada Sungmin oppa di tengah keramaian.

“Gak usah, oppa. Biar aja Hyung oppa cari sendiri,” ujar Jihyo lalu memeletkan lidahnya pada Kyuhyun.

“Haish, ayo ah,” ucap Sungmin oppa sambil menarik Jihyo pergi ke bar.

Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka. Aku juga hanya tersenyum melihat Hyun Ah dan Yuchun oppa yang tidak bosan-bosannya berdansa padahal lagu yang sedang dimainkan jelas-jelas lagu rock! Itu mungkin yang namanya cinta. Kata orang, kalau orang jatuh cinta, pup kucing pun rasanya seperti coklat. Jadi lagu rock jadi lagu dansa pun sah-sah saja.

Aku lebih menaruh perhatian pada Siwon oppa dan Hamun yang daritadi ngobrol-penuh-tawa tanpa henti. “Siwon oppa dan Hamun ngobrolin apa sih? Kayaknya seru banget,” tanyaku pada Kyuhyun yang duduk lebih dekat dengan mereka.

“Gak tahu. Gak kedengeran. Ramai sekali,” jawab Kyuhyun.

Aku menatapnya kecewa. “Payah ah, deket gitu masa gak kedengeran?” tanyaku.

“Hei, hei. Kau sendiri kan tahu punya sedikit masalah dengan telingaku. Jangan gitu lah, sayang,” kata Kyuhyun.

Aku merasa bersalah karena melupakan masalah telinganya. Telinganya memang agak bermasalah karena kecelakaan beberapa tahun lalu dan baru-baru ini juga telinganya dioperasi. “Maaf,” kataku menyesal.

“Tak apa, santai,” sahutnya lalu kembali menikmati wine yang baru saja dibawa Sungmin oppa.

Berhubung Kyuhyun tipe orang yang kuat minum, tidak heran sebotol wine itu dia sendiri yang menghabiskan setengahnya.

Leeteuk oppa tiba-tiba berdiri sambil mengangkat gelas winenya. “Untuk kejayaan dan kelancaran karir SG, mari kita bersulang. Cheeeers!” ucapnya.

Hampir semua tamu mengangkat gelasnya dan berseru, “Cheers!”

Aku dan para member meski berada berjauhan, saling tersenyum bahagia. “Kamsahamnida, kamsahamnida,” ujar kami.

Tidak terasa, hari sudah larut malam. Tamu-tamu sudah pada pulang (bahkan termasuk Min Ah ikut pulang bersama Yunho oppa) kecuali Siwon oppa yang masih setia menemani Hamun.

Aku menghampiri mereka. “Loh Siwon oppa belum pulang? Betah ya sama Hamun?” godaku dengan mata super jahil yang entah aku dapatkan darimana.

Siwon oppa tersenyum, katanya, “Iya nih. Keasikan ngobrol sama Hamun sampai lupa waktu.” Siwon oppa lalu mengelus-elus kepala Hamun. Seketika itu juga Hamun langsung merona dari atas ke bawah apalagi kupingnya. Aku tertawa dalam hati melihatnya.

Aku senang-senang saja melihat mereka bersama tapi insting leaderku ini sedang kuat-kuatnya jadi aku memutuskan kami harus pulang sekarang untuk istirahat. “Tapi Hamun sudah harus pulang loh. Siwon oppa mau ikut kami atau gimana?” ujarku.

Siwon oppa lagi-lagi tersenyum. Senyuman maut yang dapat meluluhkan semua hati wanita. “Iya, kalian pulang saja. Kalian kan harus istirahat apalagi besok jadwal kalian juga padat. Iya kan?”

“Betul sekali. Kalau gitu kami pulang dulu ya, oppa. Ayo Hamun.”

Hamun berpamitan pada Siwon oppa, “Oppa, aku pulang ya. Sampai ketemu lagi. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya.”

“Iya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi. Hati-hati ya. Jangan lupa berdoa sebelum tidur,” sahut Siwon oppa. Tatapannya pada Hamun benar-benar dalam.

Aku yang melihatnya hanya terkikik geli dalam hati. Magnae kami yang masih polos berhasil meluluhkan hati namja paling tampan se-Korea!

Kami menyusul Hyun Ah dan Jihyo yang sudah lebih dulu masuk ke dalam van. Setelah semua lengkap, kecuali Min Ah tentunya, van segera mengantarkan kami ke dorm tercinta. Ah, kasurkuuu…

Esok paginya aku bangun paling pagi dan melihat Min Ah baru pulang sambil senyum-senyum. “Wow, tampaknya malammu menyenangkan sekali ya,” tegurku.

Min Ah hanya tersenyum penuh makna padaku lalu masuk ke dalam kamarnya. “Dasar Min Ah. Awas saja kalau nanti dia ngantuk-ngantuk pas syuting,” gumamku sedikit kesal.

Jam 9 pagi, van sudah datang menjemput kami tapi Min Ah masih tergeletak di tempat tidur. Hyun Ah sudah berusaha membangunkannya tapi tidak berhasil. Aku terpaksa turun tangan. “Park Min Ah! Bangun kau sekarang juga!” teriakku dengan lantang. Seketika Min Ah terbangun sambil mengucek-ngucek matanya.

“Bangun! Van sudah menjemput!” ujarku galak.

Min Ah gelagapan. “Ta..tapi aku belum mandi,” ujarnya.

“Salahmu sendiri kenapa baru pulang jam 6 pagi. Aku tidak mau tahu. Segera siap-siap lalu kita berangkat syuting. 3 menit!”

Dengan tergopoh-gopoh, Min Ah bersiap-siap sedangkan aku dan member yang lain duluan ke van. 3 menit kurang, Min Ah sudah bergabung dengan kami dengan nafas tersenggal-senggal. Van pun langsung mengantar kami ke lokasi syuting.

… to be continued…