Part XVI

Siwon oppa menyuruhku duduk di kasur Kyuhyun sedangkan dia duduk di depanku. Tanpa basa-basi dia langsung bicara, “Aku butuh bantuanmu. Aku mohon tolong aku.”

“Soal apa?” tanyaku.

“Hamun. Aku sungguh-sungguh mohon padamu tolong aku. Aku sudah berhari-hari ini terus memikirkan dia. Aku tidak bisa tidur. Aku juga jadi susah konsentrasi karenanya,” jawab Siwon oppa.

“Loh kenapa? Memang Hamun mengganggu oppa? Dia berbuat apa pada Oppa?”

“Bukan. Bukan itu. Aku yang aneh. Aku tidak bisa melepaskan dia dari pikiranku. Aku selalu mencemaskannya jika dia tidak menghubungiku. Aku sudah berusaha menjauh tapi tidak bisa. Bagaimana ini?”

Tampak jelas di wajah Siwon oppa kalau dia kebingungan tapi aku paham apa yang ia bingungkan. Dengan senyum penuh makna aku bilang padanya, “Aku rasa Oppa sudah benar-benar jatuh cinta pada Hamun.”

“Mwo?” ucapnya terkejut. Dia terdiam sebentar. “Mungkin iya. Lalu aku harus bagaimana, Hyejin? Aku mohon, tolong aku.”

Siwon oppa hampir frustasi. Aku jadi tidak tega. “Baiklah, aku akan membantu Oppa. Sekarang, apa yang oppa butuhkan dari aku? Menjadikan Hamun pacar Oppa atau bagaimana?” tanyaku.

Siwon oppa berpikir sejenak. “Kalau kami pacaran apa tidak masalah?” tanya Siwon Oppa pelan.

“Semua hal di dunia ini pasti punya masalah, Oppa. Tergantung kita yang menghadapinya aja gimana,” jawabku.

“Aku tahu. Maksudku, soal kontrakku. Aku kan gak boleh punya pacar.”

“Ah, masalah itu. Bukankah dulu waktu sama Min Ah, Oppa rela melepaskan karir oppa asal Min Ah bisa bersama Oppa? Kenapa sama Hamun tidak begitu juga?”

“Ah, waktu itu aku hanya cinta buta. Setelah aku pikir-pikir, kalau aku merelakan karirku, nanti keluarga masa depanku bagaimana?”

“Oppa kan bisa meneruskan bisnis keluarga Choi. Lagipula, paman Choi kan bos SM sekarang. Mana mungkin Oppa akan susah. Tenang saja.”

Siwon oppa mencubit hidungku. “Aku bukan orang seperti itu, Hyejin. Aku mau menghidupi keluargaku dengan usahaku sendiri,” ujarnya.

Aku merasa kagum dengan diri Siwon oppa sekarang. Tidak heran banyak wanita yang mengejar-ngejar dirinya. Sayang sekali kalau Hamun harus kehilangan dia hanya karena alasan konyol : KONTRAK!

“Baiklah, aku akan bicara dengan Hamun nanti. Apa dia mau jadi pacar Oppa atau tidak. Begitu aku sudah dapat jawabannya, kita akan bicara lagi,” ujarku.

Siwon oppa lalu memelukku. “Gomawo, Hyejin sayang! Gomawo!” katanya penuh dengan kelegaan.

Kyuhyun oppa langsung mengantarkan aku ke studio pagi ini untuk berlatih dengan SG karena aku sudah tidak sempat lagi balik ke dorm. Semalam, dia benar-benar menahanku di dorm SJ, aku tidak boleh pulang. Apalagi setelah Siwon oppa menyita waktuku, Kyuhyun oppa semakin menjadi-jadi. Dia memaksaku menemaninya ngobrol dan bermain game. Alhasil, pagi ini aku bangun kesiangan dan hampir telat.

“Selamat latihan, jagi,” ucap Kyuhyun oppa setelah mengantarkan aku ke studio.

Aku langsung bergabung latihan dengan para member. Baru setelah latihan aku minta maaf pada mereka, “Mianhe membuat kalian susah.”

“Halah, kau apaan sih, Hyejin? Gini aja masa minta maaf? Gak apa-apa kali. Toh kamu gak telat. Kami paham kok,” kata Min Ah.

“Aah, gomawo,” ujarku sambil memeluk mereka penuh rasa terima kasih.

Hamun lalu bertanya padaku, “Kemarin malam Siwon oppa datang mencari onni ke dorm. Ada apa?”

Aku jadi teringat permintaan Siwon oppa semalam. “Eh Hamun, kalau kau diajak pacaran sama Siwon oppa mau tidak?” tanyaku tanpa basa-basi.

Hamun malu-malu. “Onni ngomong apaan sih? Aku emang suka sama Siwon oppa tapi aku gak tau dianya,” jawab Hamun.

“Kalau gitu, kamu mau gak kalo jadi pacar Siwon oppa? Tentu dengan segala konsekuensinya,” tanyaku lagi.

“Mau sih tapi dia…”

“Aku cuman tanya mau atau tidak, gak pake tapi.”

“Jujur, aku mau. Hanya saja Siwon oppa…”

Aku mulai kesal dengan Hamun yang berbelit-belit. “Sudah, sudah. Tidak usah diteruskan. Yang penting aku tahu maumu,” potongku.

Hamun tidak diam saja. Dia bicara padaku, “Onni, tolong dengarkan aku dengan lengkap! Aku mau pacaran dengan Siwon oppa tapi pasti itu akan membawa masalah untuknya dan mungkin juga untuk kita. Aku tidak ingin terburu-buru. Lagipula, Siwon oppa juga belum menyatakan perasaannya.”

Aku merangkul bahu Hamun dan berkata, “Dengarkan aku juga ya, Hamun. Masalah itu benar-benar akan jadi masalah kalau kita menganggapnya begitu. Jadikan saja tantangan untukmu. Arraseo?”

Hamun mengangguk-anggukan kepalanya.

Sekarang, SG harus segera pergi ke acara Song Joong Ki’s real talk. Acara talk show baru di MBC yang dibawakan Joong Ki oppa. Acara ini live tanpa script.

“Hai. Annyeonghaseyo, SG,” sapa JoongKi oppa.

“Ne, annyeonghaseyo, oppa,” balas kami.

“Ne. Ne. Apa kabar semua? Apa kabar, Hyejin?”

Jihyo yang suka adlibs langsung menceplos, “Kenapa yang ditanya khusus hanya Hyejin onni?”

“Ah…eh… Jujur, yang aku tahu hanya Hyejin karena kami kan pernah main drama bersama,” jawab JoongKi oppa dengan polos.

Otomatis, satu studio tertawa mendengarnya.

JoongKi oppa lalu mulai bertanya-tanya dari pertanyaan ringan sampai berat, “Apa kalian akrab dengan sunbae-sunbae kalian? Karena tampaknya kalian tidak dekat dengan SNSD.”

“Kami akrab dengan semua sunbae kami termasuk SNSD. Kami terlihat tidak dekat karena memang kami jarang bertemu. Onnideul punya jadwal yang super padat,” jawabku.

“Ooh. Kalau begitu kalian paling dekat dengan siapa?” tanya Joong Ki lagi.

“Keluarga kami,” jawab Hyun Ah dengan polos yang membuat satu studio tertawa lagi.

“Maksudku sunbae kalian, Hyun Ah. Benar kan namamu Hyun Ah?”

Hyun Ah menundukkan wajahnya karena malu. “Mianhe,” ucapnya.

Min Ah lalu menjawab, “Kami paling dekat dengan SJ dan DBSK. Mereka sudah seperti oppa sendiri buat kami apalagi memang beberapa dari mereka adalah benar-benar Oppa kami.”

“Ah, arasseo arasseo. Pertanyaan terakhir, apa kalian benar-benar punya hubungan khusus dengan member SJ dan DBSK? Hyejin-ssi…”

Aku tahu aku akan mendapatkan pertanyaan seperti ini yang harus aku jawab hati-hati, “Seperti yang Min Ah bilang tadi, mereka sudah seperti oppa kami jadi hubungan kami bukan hanya sekedar sunbae-hoobae atau rekan kerja. Kami sudah seperti saudara.”

Joong Ki oppa menangkap jawaban kami dengan baik lalu menutup acara dengan sempurna, “Ne. See you next week. Byebye.”

SG member pun langsung berterima kasih pada semua kru termasuk JoongKi oppa lalu pulang ke dorm. Tetapi aku harus pergi ke tempat syuting lain. Tempat syuting Siwon oppa.

Aku langsung menyelinap ke mobil Siwon oppa begitu sampai di lokasi syutingnya. Siwon oppa yang sedang istirahat, tentu saja terkejut dengan kedatanganku. “Woo. Ada apa, Hyejin?” tanyanya.

“Aku punya kabar terbaru soal Hamun,” jawabku.

“Ke..kenapa dia?” tanya Siwon oppa gugup, wajahnya pucat pasi.

Aku menghela nafas panjang. Cinta rupanya juga bisa buat orang kehilangan akal. “Dia gak kenapa-kenapa. Ini soal kemaren,” jawabku.

“Ooh. Apa katanya?” Siwon oppa mulai paham maksud kedatanganku. Dia tidak lagi pucat tapi berganti tegang.

“Dia mau pacaran denganmu tapi dia takut malah akan menyusahkanmu. Lagipula katanya, Oppa belum menyatakan perasaan padanya.”

“Lalu aku harus bagaimana, Hyejin?”

Aku rasanya mau menjitak Siwon oppa yang kebingungan tapi jatuhnya jadi membuatnya bodoh. “Oppa utarakan dulu perasaan oppa. Ajak dia bicara. Bilang oppa suka padanya, mau pacaran dengannya. Kalau dia mau, tidak ada masalah tetapi kalau dia tidak mau, tunjukkan kalau kau benar-benar mau bersamanya. Meskipun kalian tidak pacaran, kalian akan tetap bersama. Oppa ini kan sudah tua. Masa gini aja harus aku ajarin?” kataku panjang lebar.

“Maaf Hyejin, aku benar-benar sudah tidak bisa berpikir,” sahutnya lesu.

Aku merangkul Siwon oppa dan memberikan semangat untuknya, “Gwencana, oppa. Semangat! Temui dia nanti dan bicara dengannya ya?”

Siwon oppa mengangguk. “Gomawo, Hyejin sayang. Jeongmal gomawo. Saranghae.”

“Aah oppa berlebihan sekali. Nado saranghae, oppa. Makanya, semangat! Hwaiting!”

“Hwaiting!”

Aku pamit pulang setelah membeberkan semua rencana yang harus Siwon oppa dengan rinci dan memastikan dia akan mengabariku begitu Hamun memberi jawaban. Rencana akan dilaksanakan nanti di dorm SG setelah Siwon oppa menyelesaikan jadwalnya.

Sejak aku kembali ke dorm, aku sengaja menahan Hamun agar tetap berada di dorm sampai Siwon oppa datang meski aku tidak tahu jam berapa namja itu akan datang. Aku mengerahkan segala cara mulai dari mengajak Hamun nonton film bersama, main game, masak dan sebagainya. Aku sudah hampir kehilangan akal ketika Hamun memaksa mau tidur karena dia amat lelah. Untung Jihyo datang menyelamatkanku. Dia datang dengan membawa selembar kertas koreografi untuk penampilan kami di Golden Disk Award minggu depan. Alhasil kami membahas koreografi itu sampai tidak ingat waktu. Apalagi ketika Hyun Ah dan Min Ah datang, kami mengulangnya lagi dari awal.

Hampir jam 2 pagi, Siwon oppa baru datang. Aku menyuruh Hamun membukakan pintu dan member lain masuk ke kamar termasuk aku. Dari dalam kamar aku bisa mendengar pembicaraan Hamun dan Siwon oppa.

“Loh? Mana yang lainnya? Kok pada gak ada?” cetus Hamun karena melihat ruang tivi kami sudah kosong, tidak ada siapa-siapa.

“Gak apa kok, Hamun. Aku kesini juga perlunya sama kamu. Malah kalau berduaan gini lebih bagus,” sahut Siwon oppa.

Aku bisa membayangkan wajah Hamun yang memerah sekarang. Aku, Jihyo, Hyun Ah dan Min Ah mengikik geli dari dalam kamar.

“Ah, ternyata menguping orang yang sedang jatuh cinta enak ya… Jadi kangen sama Yunho oppa,” celetuk Min Ah.

“Ssst,” desis Hyun Ah tanda agar Min Ah diam. Min Ah pun terdiam dan kami kembali konsentrasi menguping.

“Ada yang mau aku bicarakan padamu, Hamun,” kata Siwon oppa.

“A…apa?” tanya Hamun.

“Hum, langsung saja. Aku suka padamu dan aku mau…aku mau kita…punya hubungan yang lebih serius.” Siwon oppa langsung mengutarakan isi hatinya.

Aku tidak tahu bagaimana reaksi Hamun sekarang tapi aku yakin hatinya melonjak girang.

Hamun pun membalas, “A…aku juga suka pada Oppa. A…aku mau jadi pacar Oppa tapi apa ti…”

Aku penasaran kenapa semuanya tiba-tiba terdiam. Aku membuka pintu kamar sedikit. Dari dalam aku mengintip. Aku bisa melihat Siwon oppa sedang mencium magnae SG.

“Hei, hei. Apa yang terjadi? Hei,” ujar Jihyo, Hyun Ah dan Min Ah sambil mendorongku. Kami sekarang berebutan melihat apa yang terjadi pada magnae kami. Alhasil, kami semua terjatuh dengan suara yang sangat berisik. Pintu kamar pun membuka lebar.

Siwon oppa dan Hamun melonjak kaget. Mereka langsung melihat kami. Kegiatan romantis mereka terganggu karena kami. “O..onnideul,” kata Hamun salah tingkah.

“Mianhe. Mianhe,” ujar kami berempat bergantian minta maaf sambil menahan tawa geli lalu kembali masuk ke kamar.

“Silahkan dilanjutkan. Kami tidak akan mengganggu,” tambahku lalu menyusul member yang telah duluan masuk ke kamar.

Di dalam kamar, kami berempat hanya saling melempar senyum bahagia sekaligus geli. Magnae kami rupanya sudah besar sekarang.

…to be continued…