Part V

Aku melihat jam di hapeku masih menunjukkan jam 5 pagi tapi hape Hamun sudah bernyanyi dengan sangat nyaring. Single debut SG terdengar keras. Aku mengambil hapenya dan melihat nama Kibum oppa terpampang di layar.

“Hamun, bangun. Kibum oppa-mu telepon,” kataku sambil mengguncang-guncang tubuh Hamun.

Setengah sadar, Hamun mengangkat hapenya. “Ne, oppa. Ne,” katanya mengantuk tapi sedetik kemudian dia sudah segar lagi. “Mwo? Oppa ada di sini? Di hotel kami menginap? Ne, ne. Aku akan menemuimu segera,” katanya dengan penuh semangat.

Tanpa pamit, Hamun keluar dari kamar untuk menemui pujaan hatinya. “Kekuatan cinta memang dahsyat. Kibum oppa bisa-bisanya menyusul Hamun ke sini,” gumamku lalu memandang Kyuhyun yang tertidur lelap di sofa. Aku bangkit dari kasur lalu mendekatinya. Aku menatapnya sejenak lalu menciumnya. “Gomawo, oppa. Saranghae,” bisikku.

“Cinta memang bisa bikin orang jadi tidak waras,” batinku pada diri sendiri. Aku kembali ke tempat tidur dan menatap Kyuhyun oppa dengan seksama sampai akhirnya aku kembali tertidur.

Aku bangun entah berapa jam kemudian. Itupun setelah Kyuhyun oppa menggelitiki aku. “Ei, jagi. Ayo bangun. Kita sarapan dulu lalu ke stadion. Jagiya~!” panggilnya.

Aku menggerak-gerakkan badanku seperti ulat, melungkar, melurus sampai aku merasa enak. “Ah, oppa. Selamat pagi,” sapaku sambil memeluknya seolah-olah dia boneka beruang besar yang empuk. “Gomawo. Tidurku nyenyak sekali tadi malam.”

“Aku juga tapi semalam aku sempat mimpi ada yang menciumku dan bilang cinta padaku.”

Aku terkejut tapi aku berusaha tetap biasa. “Sama siapa? Oppa genit ih. Udah punya pacar tapi masih mimpi cewek lain,” godaku.

“Hush. Enak aja. Aku tidak tahu siapa. Wajahnya pun tidak terbayang di mimpiku. Hanya ciuman dan kata cintanya yang terasa.”

“Ihiy, oppa. Pengen dicium tuh. Ihiy. Ya kan? Ya kan? Ihiy,” godaku lagi.

Kyuhyun oppa mencubit hidungku. “Kalau kau menggodaku lagi, aku cium beneran nih,” katanya.

“Gak mauuuu,” seruku sambil tertawa lalu lari keluar dari kamarnya dan kembali ke kamarku untuk bersiap-siap.

Meskipun konser baru dimulai jam 4 sore, sekitar jam 10 SG sudah diantar ke stadion karena kami harus fitting baju dan make-up dulu. Sembari make-up, kami saling bercerita.

“Eh, kemarin pas aku ke dorm DBSK nganterin makanan, Yuchun oppa mencium keningku loh! Aw aw aw aw!” cerita Hyun Ah dengan malu-malu sekaligus senang.

“Serius kamu, Hyun Ah? Aaaaw! Hahahaha. Kamu pasti senang banget dong? Hihihi,” kata Min Ah.

“Ya iyalah. Siapa yang gak bakal seneng dicium Yuchun oppa,” ujar Hyun Ah sambil tertawa-tawa.

Aku, Jihyo dan Hamun yang mendengarnya hanya tertawa-tawa.

Tampaknya Hyun Ah sudah mulai melupakan kesedihannya.

“Oh ya, kamu kemarin dicariin Jejung oppa loh Hyejin. Katanya dia sms kamu tapi gak dibalas,” kata Hyun Ah.

“Oh iya, aku lupa balas. Sibuk banget waktu itu,” sahutku lalu mengambil hape dan mengirim sms untuk Jejung oppa.

Tiba-tiba dari belakang muncullah beberapa member SJ, Leeteuk oppa, Siwon oppa, Sungmin oppa dan tentunya Kyuhyun.

“Oppa!” seru Min Ah dan Jihyo dengan girang sambil melompat ke pelukan oppa-nya masing-masing. Min Ah ke Leeteuk oppa dan Jihyo ke Siwon oppa lalu Kyuhyun oppa. Setelah itu mereka mematung dengan wajah dan kuping merah padam serta salah tingkah.

“Hey, kalian kenapa?” tanya Leeteuk oppa dengan heran. “Kami kesini cuman mau berterima kasih dan memberi semangat kok. Kenapa kalian malah membatu?”

“Itu salah satu dahsyatnya cinta, oppa,” celetuk Hamun sambil cekikikan dilanjutkan cekikikan Min Ah.

“Dahsyatnya cinta gimana maksud kamu, Hamun?” tanya Leeteuk oppa.

Hamun tidak mau menjawab, dia malah tambah cekikikan. Kyuhyun pun jadi ikutan tertawa. “Makanya Leeteuk hyung, di otakmu jangan hanya kerjaaa saja. Kecil-kecil gini daya tariknya mantap! Iya kan, Sungmin hyung?” kata Kyuhyun oppa sambil mengelus kepala Jihyo lalu mendatangiku. Sungmin oppa ikut-ikutan salah tingkah karena Kyuhyun.

“N..ne,” sahutnya.

“Kenapa sih kalian? Aku tidak mengerti. Jelaskan dong,” desak Leeteuk oppa.

Aku tidak tahan dengan kepolosan Leeteuk oppa. Aku tertawa terbahak-bahak. “Sudahlah, oppa. Kau memang agak tumpul urusan asmara. Lebih baik segera cari istri sana biar terasah. Jangan mengganggu orang yang dimabuk asmara,” ujarku menggodanya sambil mendelikkan mataku kepada Siwon oppa-Min Ah dan Sungmin oppa-Jihyo.

“Aaah, arraseo arraseo,” kata Leeteuk oppa yang tampaknya sudah mengerti persoalannya. “Susah memang anak muda zaman sekarang kalau sudah jatuh cinta. Haish…”

“Makanya hyung jangan cepat tua,” celetuk Kyuhyun lalu tertawa terbahak-bahak.

Leeteuk oppa dan Kyuhyun oppa keluar lebih dulu. Sedangkan Siwon oppa dan Sungmin oppa masih sibuk dengan member SG masing-masing.

Aku, Jihyo dan Hamun yang menganggap mereka sangat lucu hanya bisa mengikik pelan dari tempat kami duduk. Hihihi.

Tepat jam 4 sore, SS4 dimulai. SJ memulainya benar-benar dengan menawan. Semuanya tampil penuh karisma. Wajar kalo ELF yang nonton pada teriak-teriak. Bahkan SG yang menontonnya dari ruang make-up pun ikutan histeris.

“Ah, Siwon oppaku mempesona sekaliii. Aw!” seru Min Ah.

“Sungmin oppa! Hyung oppa! Waaaaw!” seru Jihyo.

Sambil tertawa, Hyun Ah menjitak mereka bergantian. “Kalau gak ada orangnya teriak-teriak namanya. Kalau udah ada langsung diam seribu bahasa. Huuu,” kata Hyun Ah.

Hamun ikut-ikutan tertawa.

Tidak terasa, jadwal kami tampil sudah mulai. Hamun tampil duluan bersama Eunhyuk oppa dan Donghae oppa. Setelah itu Min Ah. Dilanjutkan oleh Jihyo dan Sungmin oppa.

Kami berempat menonton penampilan Jihyo dengan deg-degan. “Jihyo, hwaiting!” seru kami dari ruang belakang panggung.

Duet Sungmin oppa dan Jihyo terlihat bagus sekali. Chemistry antara lagu dan mereka berdua dapet banget. Apalagi ketika di akhir lagu, Sungmin oppa memeluk Jihyo dimana adegan ini tidak ada sewaktu latihan.

Kami berempat langsung lompat-lompat berteriak histeris, “Aaaah! Wow, Sungmin oppa!! Aaaw!”

Jihyo tiba-tiba muncul dengan nafas tersengal-sengal tapi wajah yang sumringah. “Aaaaah!” teriaknya senang sambil memeluk kami. Entah karena dia berhasil menyelesaikan tugasnya atau karena Sungmin oppa. Aku rasa karena keduanya.

Sekarang giliranku tampil. Aku dan Kyuhyun sudah siap di panggung. Ketika lampu dan musik menyala, kami mulai bernyanyi. Kami memang bernyanyi dengan sangat baik tapi gerakan kami sangat monoton. Maklumlah lagu metal alias melow total. Kami hanya bisa bergandengan tangan sepanjang lagu. Hanya saja ternyata Kyuhyun oppa mempunyai kejutan untukku.

Saat kami menyanyikan baris terakhir, “Saranghae nuhl saranghae.” Kyuhyun oppa mencium keningku deeply. Sontak aku kaget tapi aku berusaha biasa. Para ELF sudah berteriak histeris.

Kami turun panggung sebiasa mungkin tapi Jihyo tiba-tiba datang dengan histeris. “Ah, oppa! Apa yang kau lakukan? Aah! Lihat, baru selang berapa detik sudah muncul foto kalian pas nyanyi berdua tadi,” kata Jihyo sambil memamerkan gambar dari ipad-nya.

Kyuhyun hanya terkekeh sambil tersenyum evil. “Jadi seru kan? Mereka paling menganggap itu cuman aksi panggung,” ujarnya santai.

“Iya tapi nanti pasti jadi ramai deh!”

“Gak apa lah, Jihyo. Sekali-kali artis harus bikin sensasi.”

Kyuhyun oppa lalu pergi meninggalkan kami karena dia masih harus tampil buat encore nanti.

Sekarang yang tampil adalah Hyun Ah dan Yesung. Duet mereka sangat bagus sampai membuat bulu kudukku merinding. Meskipun mereka memiliki masalah pribadi tapi untuk urusan panggung, mereka tetap profesional.

“Ah Hyun Ah-ya! Saranghae. Kau benar-benar sempurna! Kau hebat!” ujarku terharu sambil memeluknya.

Hyun Ah balas memelukku. “Gomawo, Hyejin. Ini juga karena kamu kok. Jeongmal gomawo,” balasnya.

Aku senang bercampur lega karena SG benar-benar bisa menyelesaikan tugas kami dengan baik. Tidak ada yang membuat kesalahan.

Selesai konser, kami semua baik SJ dan SG mengikuti after party yang digelar EO-nya. Setelah itu kami kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang kami lalu ke bandara karena kami harus kembali ke Korea dengan flight jam 11.30pm.

 

…. to be continued…..