Part VI

Begitu sampai bandara aku langsung menuju lokasi syuting dramaku, tidak ada istirahat sedikit pun. Rasanya badanku ini mau roboh tapi semua harus kujalani karena ini memang pilihanku.

“Hai, Hyejin. Senang melihatmu lagi. Sudah siap syuting lagi?” sapa JoongKi oppa, lawan mainku.

Dengan semangat aku menjawab, “Iya dong… Oppa merindukanku ya?”

“Hahaha, lumayanlah. Sepi kalau syuting cuman sendiri. Gimana konser SJ kemarin?”

“Puji Tuhan, lancar oppa. Maaf ya karena itu kita tidak bisa syuting deh.”

“Gak apa kok. Tenang saja. Hari ini kita kebut sampai habis.”

“Siap, oppa!”

JoongKi oppa keluar dari ruang make-up lebih dulu karena dia harus take scene duluan. Aku menyusul beberapa menit kemudian setelah make-up ku selesai. Selama 4 jam nonstop aku berhasil menyelesaikan 50scene. Setelah itu, aku istirahat selama 1 jam dan lanjut lagi sampai malam. Total scene yang aku selesaikan hampir 150scene. Benar-benar kerja rodi. Bikin kepala cenat cenut.

Setelah aku beres-beres,aku pamit kepada JoongKi oppa dan para kru, “Annyeong. Aku pulang duluan ya. Kamsahmnida. Kamsahamnida.”

“Annyeong, Hyejin. Sampai jumpa,” balas JoongKi oppa dan beberapa kru lain.

Tanpa aku sangka-sangka Sungmin oppa datang menjemputku. “Ayo pulang, Hyejin. Biar aku yang antar,” ajaknya sambil mendorongku masuk ke mobilnya.

Aku sudah tidak punya tenaga melawannya. Aku pun menuruti saja maunya. “Oppa ada perlu apa menjemputku? Pasti ada maunya,” tanyaku tanpa basa-basi.

Sungmin oppa hanya nyengir padaku, “Ketahuan ya? Hehehe. Iya nih. Aku ada perlu denganmu. Soal Jihyo. Hehe.”

“Kenapa?”

“Aku mau mengutarakan perasaanku kepada Jihyo.”

“Kapan?” Aku sudah tidak ada tenaga bicara panjang lebar. Aku hanya ingin segera sampai dorm lalu tidur.

“Besok. Bantu aku ya, Hyejin. Aku mohon.”

Sungmin oppa memohon dengan melas. Aku jadi tidak tega.

“Iya. Iya, oppa. Aku pasti akan membantumu kok. Tenang saja.”

Sungmin oppa berseru girang, “Wuah! Jeongmal gomawoyo, Hyejin. Kau memang dongsaeng paling baik sedunia. Saranghae! Saranghae!” Dia juga memeluk dan mencium pipiku.

Aku melepasnya sambil tertawa. “Hei, oppa. Tenang. Santai. Gak usah sampai meluk2 pacar orang segala. Kalau Kyuhyun sampai tahu nanti dia ngamuk,” ujarku.

“Iya maaf. Hihihi. Aku tunggu kabarmu besok ya,” sahut Sungmin oppa.

Aku menganggukkan kepala lalu keluar dari mobilnya. “Sampai jumpa besok, oppa. Tunggu kabar dariku ya.”

Setelah mobil pergi, aku baru masuk ke dorm-ku. Semua member SG lengkap di dalam dorm. Jihyo dan Min Ah sedang menonton drama yang dibintangi Siwon oppa dengan serius, Hyun Ah sedang menelepon entah siapa tapi dia cekikan senang sambil sesekali tersipu malu, dan Hamun sedang makan di ruang makan bersama Kibum oppa. Semua aman terkendali. Aku bisa tidur nyenyak malam ini.

Hari ini kami dijadwalkan tampil di Music Bank special edition Valentine’s day. Karena kami artis baru jatah tampil kami masih sedikit. Kami hanya diberi kesempatan untuk menampilkan single kami sebagai artis pembuka. Berbeda dengan sunbae-sunbae kami macam DBSK, SJ, SNSD, dll yang mendapatkan kesempatan tampil di special stage.

Habis membuka acara, kami hanya diam di ruang make-up sambil menonton penampilan artis lain.

“Kita harus di sini sampai acara selesai ya, onni?” tanya Hamun.

Aku hanya mengangguk. Dalam hati sebenarnya aku ingin sekali pulang tapi apa kata dunia nanti kalau artis baru seperti kami sudah minta macam-macam.

“Ah, lebih baik aku menyusun rencana untuk Sungmin oppa dan Jihyo nanti,” batinku.

Sepanjang acara berlangsung aku serius memikirkan bagaimana agar Sungmin oppa bisa berduaan saja dengan Jihyo nanti, bahkan aku sampai melewatkan penampilan Kyuhyun dan Jungpa ku.

Baru aku pikirkan, orangnya sudah muncul. “Hyejin-ah~!!” seru Jejung oppa begitu masuk ke ruangan SG dan langsung memelukku. “Ah, aku sangat merindukanmu. Bagaimana penampilanku tadi? Keren kan?”

Aku tidak tahu mau menjawab apa. Aku hanya bisa menggaruk-garuk kepala. “Mianhe, oppa. Aku tadi tidak sempat melihat penampilanmu,” kataku pelan karena merasa bersalah.

“Ah, kamu gak asik ah. Tapi pasti kamu melihat penampilan Kyuhyun. Iya kan? Ah, kau curang! Pilih kasih!” cerocos Jejung oppa.

“Astaga, cerewet sekali sih pria ini. Untung dia Jungpa, kalau bukan udah aku sumpel kali mulutnya pake sepatu,” batinku.

Aku menggelengkan kepalaku. “Aku juga tidak menonton penampilan Kyuhyun, oppa. Aku bahkan hampir melewatkan penampilan semuanya. Aku lagi berpikir,” kataku.

“Mikir apa? Emang kamu bisa mikir? Hahahaha,” tanyanya sambil tertawa.

“Bisa dong! Enak aja. Oppa gak perlu tau aku mikir apa. RA HA SI A!” jawabku.

“Oh, mulai rahasia-rahasiaan sama aku ya? Oke. Oke. Lihat nanti kamu ya.”

Aku menjulurkan lidahku ke depan wajah Jejung oppa, “Merong!” dan tertawa terbahak-bahak. Jejung oppa malah balik menjulurkan lidahnya kepadaku. Aku pun semakin terpingkal-pingkal.

Tiba-tiba Sungmin oppa masuk. Dia tidak berani mengangguku karena ada Jejung oppa. Makanya dari jauh dia melemparkan wajah ‘bagaimana?’ dan aku membalasnya dengan uluran jempol.

“Oke,” ucapnya lalu pergi dari ruangan kami.

Rupanya, acara telah selesai. Manajer mengajak kami pulang tapi aku minta izin tidak ikut sekaligus pulang telat dengan alasan aku mau mencari sesuatu untuk syutingku besok dan aku minta Jihyo untuk menemaniku, “Onni, ijinkan aku dan Jihyo ya?”

“Oke. Paling lambat jam 11 sudah kembali ke dorm ya,” kata manajer onni.

“Gomawo, onni. Saranghae,” ucapku dengan girang sambil memeluknya lalu menarik Jihyo ikut bersamaku.

Kami menaiki sebuah taksi. “Han river, ahjussi,” kataku kepada sang supir. Aku lalu mengirimkan sms kepada Sungmin oppa : Han river. Sekarang. Bawa bunga dan PSP!

Aku melihat Jihyo sejenak lalu senyum-senyum. Dia balik menatapku heran tapi aku tidak peduli. Aku tetap senyum-senyum. Sebentar lagi, pasangan baru akan lahir. Hihihi.

Aku menyuruh Jihyo duduk di pinggir sungai sedangkan aku pergi menemui Sungmin oppa tanpa sepengetahuannya. “Jihyo, tunggu sebentar di sini ya. Jangan kemana-mana,” kataku.

“Ne, onni,” sahutnya patuh.

Aku lalu menemui Sungmin oppa yang berada tidak jauh dari tempat Jihyo menunggu. “Ayo, hampiri Jihyo sekarang, oppa. Ayo!” desakku sambil mendorong-dorong Sungmin oppa.

Sungmin oppa berjalan ke arah Jihyo dan aku memperhatikan mereka dari tempat tersembunyi.

Sungmin oppa memberikan bunga dan PSP kepada Jihyo lalu duduk di sebelah Jihyo. Jihyo terlihat malu-malu tapi senyum bahagia selalu terkembang di wajahnya.

Aku melihat Sungmin oppa menatap Jihyo dan mengatakan sesuatu. Jihyo balas menatap Sungmin oppa kemudian mengangguk-angguk sambil tersipu-sipu. Lalu mereka berpelukan. Terlihat mereka bahagia sekaligus lega.

“Aaaah, akhirnya… Semoga langgeng Sunghyo couple. Sekarang waktunya aku pulang. Nikmati waktu kalian sampai jam 11 kurang,” gumamku lalu pergi dari tempat persembunyianku dengan perasaan bahagia.

 

…to be continued….