Part VII

Aku pikir setelah Sungmin oppa dan Jihyo pacaran tidak akan ada lagi api-api asmara yang dapat mengganggu SG tetapi ternyata aku salah besar!

Pagi-pagi, Min Ah sudah teriak-teriak dari ruang tivi, “Omo! Omo! Otokke? Nae otokke?”

“Kau kenapa panik begini, Min Ah?” tanya Hyun Ah.

“Otokke? Otokke? Yunho oppa mau datang kemari. Dia bilang ada yang mau dia bicarakan denganku,” jawab Min Ah masih dengan panik.

“Tenang. Tenang, Min Ah. Jangan panik. Kalau panik, nanti bisa salah-salah ngomong sama Yunho oppa,” kataku.

“Betul, betul. Lebih baik sekarang kamu mandi dan dandan yang cantik. Nanti kalau Yunho oppa sudah datang, aku akan menyuruh dia menunggumu disini,” sahut Hyun Ah.

“Oke. Oke. Aku lebih baik mandi sekarang,” ujar Min Ah. Dia jadi seperti orang ling lung. Masuk kamar mandi lalu keluar lagi karena lupa bawa handuk. Begitu mau kembali ke kamar mandi, dia malah masuk ke dapur. Aku dan Hyun Ah hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.

Tidak lama kemudian, Yunho oppa datang. Dia menyapa kami dengan ramah, “Ah, annyeonghaseyo, Hyun Ah-ssi, Hyejin-ssi.”

“Annyeonghaseyo, oppa,” balas kami bersamaan.

“Min Ah ada?” tanyanya dengan sopan, benar-benar laki-laki yang macho.

“Ada. Oppa tunggu sebentar ya di sini. Aku panggilkan Min Ah dulu,” jawab Hyun Ah sambil mempersilakan leader boyband terbesar di Asia ini duduk.

Yunho oppa duduk di ruang tivi kami. Aku lalu pergi ke dapur untuk mengambil kue dan minuman buatnya. “Silahkan dinikmati ya, oppa,” kataku setelah menyuguhkannya kepada Yunho oppa.

“Ye. Kamsahamnida, Hyejin-ssi,” sahutnya.

Aku lalu mengajaknya ngobrol sampai Min Ah muncul.

“Nah, oppa. Ini Min Ah-nya,” kata Hyun Ah yang juga sudah secantik dan serapi Min Ah. “Aku pergi dulu ya. Sampai jumpa.”

Aku meninggalkan Min Ah dan Yunho oppa berduaan  lalu mengejar Hyun Ah ke pintu dorm. “Hei, kamu mau kemana?” tanyaku.

Sambil tersenyum dia menjawab, “Kencan, dengan Yuchun oppa. Hihihi. Sampai jumpa di studio, Hyejin.” Setelah itu dia masuk lift dan tidak terlihat lagi.

Aku mau kembali ke dorm tapi rasanya aku jadi seperti obat nyamuk nanti. Tapi aku masih mau tidur mumpung jadwalku kosong hari ini. Ah, jadi serba salah.

Aku kembali ke dorm hanya untuk mengambil dompet dan hapeku lalu keluar lagi. Aku berjalan santai ke kampus Kyuhyun oppa. Aku masuk ke coffee shopnya dan memesan secangkir latte.

Sembari menunggu pesananku datang, aku menelepon Kyuhyun oppa, “Oppa, aku di coffee shop kampusmu loh. Kesini ya.”

Tidak lama kemudian, bahkan lebih cepat dari kedatangan latteku, Kyuhyun oppa sudah muncul di hadapanku. “Ngapain kamu pagi-pagi di sini?” tanya Kyuhyun oppa heran.

“Di dorm sedang ada Yunho oppa dan Min Ah. Aku gak mau kayak obat nyamuk makanya aku keluar eh gak taunya nyasar ke sini,” jawabku.

“Ya ampun, kamu tuh ada-ada aja deh. Hahaha,” ujarnya sambil mengusap-usap kepalaku. Kyuhyun oppa lalu duduk menemaniku.

“Oppa, besok SG akan syuting Running Man. Aku deg-degan sekali,” kataku.

“Kenapa deg-degan? Itu kan sama aja syuting kayak acara lain kok. Santai aja.”

“Gak bisa. Ini variety show pertama kami. Aku tidak mau SG terlihat buruk.”

“Tenang aja, jagi. Menurutku SG adalah artis baru yang paling bagus saat ini. Kalian pasti bisa tampil bagus besok di Running Man.”

Meskipun Kyuhyun oppa sangat jahil tapi setiap selesai bercerita padanya, aku merasa lega. “Hhh, doakan besok syutingnya lancar ya, oppa,” pintaku.

“Tentu dong, jagi.”

Aku merangkul lengannya dan menyenderkan kepalaku di bahunya, “Gomawo, oppa. Aku sayang padamu.”

Saat aku sedang bermanja-manja padanya, ada seorang cowok yang mirip sekali dengan Choikang Changmin lewat di samping kami. Hal ini membuatku teringat pada Yunho oppa dan Min Ah di dorm.

“Oppa, apa Yunho oppa dibolehkan pacaran sama SM?” tanyaku.

“Setahuku sih boleh. Yang gak boleh itu Siwon hyung, Choi Minho dan ada beberapa artis lain. Memang kenapa?”

“Gak apa, cuman tanya saja untuk jaga-jaga.”

Aku belum puas bicara dengan Kyuhyun oppa tapi dia harus segera masuk kelas. “Sampai jumpa di studio,” katanya lalu pergi. Aku pun sendirian lagi sekarang.

Aku ternyata kalah cepat ke studio dibandingkan Jihyo dan Hamun. Mereka bahkan sudah mulai berlatih gerakan-gerakan baru dari dvd yang dikirimkan koreografer Shinee. Seingatku Jihyo dan Hamun akan ikut di comeback Shinee bulan depan.

“Ah, lagunya enak. Gerakannya juga asik. Shinee sunbae daebak!” kataku pada Jihyo dan Hamun.

“Iya onni, tapi sulitnya itu setengah mati. Untung kita gak full satu lagu munculnya,” sahut Hamun.

“Kalau satu lagu emang kenapa?” tanyaku.

“Bisa pingsan kita. Gerakannya nguras tenaga banget apalagi sambil nyanyi. Widih, berat banget! Aku kagum sama Shinee bisa perform lagu ini dengan sempurna!” jawab Jihyo.

Jihyo dan Hamun kembali latihan sedangkan aku duduk-duduk di pinggir ruangan sambil menunggu Min Ah dan Hyun Ah.

Hyun Ah datang beberapa menit kemudian bersama Yuchun oppa. Keduanya terlihat sangat gembira. Disusul oleh Min Ah dan Yunho oppa.

“Ya Tuhan, kenapa mereka malah bawa pasangan begini?” batinku.

Aku berusaha tidak terpengaruh. Aku tetap mengajak memberku berlatih meskipun sebenarnya malu karena dilihat oleh dua sunbae kami yang sudah top se-Asia. Tapi ada bagusnya juga sih. Kami jadi punya advisor mendadak. Hehehe.

Setelah kami selesai latihan, studio dipakai oleh SJ. Mereka mulai berdatangan satu per satu tapi yang aku perhatikan hanya Siwon oppa dan Yesung oppa. Siwon oppa terlihat kaget melihat Min Ah bersama Yunho oppa sedangkan Yesung oppa hanya sedikit terkejut lalu bersikap biasa pada Hyun Ah dan Hyun Ah pun sudah biasa saja jika bertemu Yesung oppa.

“Syukurlah,” batinku.

Aku lalu melihat Sunghyo couple yang semakin mesra. Hatiku bersorak gembira karena itu artinya Jihyo tidak akan lagi bergelayut pada Kyuhyun dan Kyuhyun akan fokus hanya padaku. Ah, indahnya dunia.

Aku dan Hamun pamit pulang, Jihyo diminta pacar barunya alias Sungmin oppa untuk tinggal menemaninya latihan, sedangkan Min Ah dan Hyun Ah hanya berpindah ke ruangan sebelah, tempat member DBSK latihan.

Aku melihat dengan jelas wajah Siwon oppa yang tidak enak saat melihat Min Ah bersama Yunho oppa. Min Ah pun menunjukkan raut yang serupa tapi dia belum bisa berkata apa-apa. Yunho oppa tidak melepaskan Min Ah walau sedetik.

Aku mulai pusing memikirkan mereka. “Sudahlah, onni. Kita pikir nanti saja di dorm. Sekarang kita pulang yuk,” kata Hamun saat melihatku mulai sibuk berpikir. Aku menurutinya saja.

“Hamun, menurutmu Min Ah onni akan memilih Yunho oppa atau Siwon oppa?” tanyaku begitu kami sampai di dorm.

Hamun menghela nafas. “Baru sampai sudah bahas masalah ini. Aku gak tahu, onni. Yang punya perasaan kan Min Ah onni,” jawabnya.

“Iya tapi menurutmu gimana?”

“Ya aku gak tahu, onni. Keduanya suka pada Min Ah onni. Min Ah onni juga suka pada keduanya. Tapi jujur saja, aku lebih suka Min Ah onni dengan Yunho oppa saja.”

“Kenapa?”

“Siwon oppa kan super sibuk. Geraknya juga tidak bebas, selalu dikontrol manajemen. Kasian kalo Min Ah onni sama dia. Bisa-bisa jablai, mati kesepian.”

Aku mencerna perkataan Hamun ke dalam otakku. “Betul, betul. Kalau dia stres karena kesepian bisa berakibat buruk juga buat SG. Betul, betul,” gumamku.

“Berarti sekarang tugasku adalah meyakinkan Min Ah memilih Yunho oppa demi kebaikan bersama,” batinku.

Aku tahu mungkin Siwon oppa akan sakit hati tapi kalau Min Ah bersamanya, banyak orang yang akan direpotkan termasuk semua 15 member SJ dan 5 member SG. “Mianhe, oppa,” gumamku sambil menatap fotonya yang terpajang di meja Jihyo.

 

…. to be continued….