Aku membuka pintu kamar adikku untuk membangunkannya karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya tapi alih-alih melihat wajah manis nona Choi yang sedang terlelap, aku mendapatkan dirinya sedang berteriak membangunkan pacarnya, “Kiyuuu, wake up! The sun is going up!” Cho Kyuhyun yang juga magnae ku di SJ menggeliatkan badannya, merentangkan tangan lalu menarik adikku ke dalam pelukannya kemudian menciumnya. What the hell are they doing? “Yaaaa! Kyuhyun-ah!” seruku. Kyuhyun tampak terkejut dan segera melepaskan Hyejin, adikku, dari tangannya. “Hyung,” ujarnya pelan dan salah tingkah. “Mianhe, hyung,” katanya kemudian. Aku hanya bisa memberikan tatapan tajam kepadanya, sedikit mengancam agar ia tidak berbuat macam-macam. “Kembali ke dorm sana. Kau ada jadwal kan hari ini?!” kataku dengan galak.

“Ne, hyung,” sahutnya. Kyuhyun lalu bangkit dari tempat tidur Hyejin dan memeluknya dengan erat. “See you soon, honey. Saranghae,” ucap Kyuhyun yang dibalas dengan sebuah kecupan oleh adikku. Yaaaa! Apa-apaan kalian ini?!?!

 

 

Hyejin duduk di sebelahku yang sudah mulai cemberut. “Oppa, kenapa cemberut? Nanti jadi jelek loh. Kalau oppa jelek nanti gak punya pacar loh,” ujar Hyejin dengan gaya imutnya yang khas. Dia berusaha menghiburku yang sedang cemburu, cemburu pada adikku sendiri. “Yaa Choi Hyejin-ssi, kenapa kau tidak pernah menciumku? Apa karena aku tidak setampan Kyu?” protesku. Aku tahu, aku tahu. Aku kekanak-kanakan jika sudah ngambek seperti ini. Tapi itu diriku, aku harap kalian tidak banyak protes. Okay?

Hyejin mengamit lenganku dan merebahkan kepalanya di dadaku. “Oppa, aku rasa kau harus segera punya pacar. Penyakit sister complex-mu belum hilang rupanya,” katanya dengan tenang. Yaaah, aku akui aku memang tergila-gila pada adikku sendiri. Aku tergila-gila untuk selalu melindunginya agar tetap aman BERSAMAKU karena kalau ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada dirinya, AKU BISA GILA BENERAN!!

Omong-omong soal cari pacar, aku jadi teringat tujuanku tadi pagi ke kamar Hyejin. “Choi Hyejin,” panggilku sampai adikku yang paling cantik ini menengadahkan kepalanya kepadaku. “Ne, Choi Siwon-nim,” sahutnya.

“Aku jatuh cinta,” kataku terus terang pada akhirnya. Semburat kebahagiaan terpancar jelas di wajah Hyejin. Dia bahkan sudah berdiri dari tempatnya dan mengajakku loncat-loncat. “Kyaaa, oppa! Nuguya? Kenalkan padaku. Ayooo,” teriaknya memekakkan telingaku.

Aku menghela nafas panjang. “Masalahnya aku tidak kenal siapa dia. Yang aku tahu dia anak SMA Cheonsa. Aku melihatnya kemarin saat dia dan teman-temannya mengunjungi lokasi syutingku,” kataku kemudian. Hyejin hanya melongok melihatku.

“Lalu bagaimana bisa aku mengenalnya?” tanya Hyejin kecewa.

Aku mengeluarkan hapeku dan menunjukkan foto yang aku ambil bersama gadis-gadis SMA Cheonsa. “Ini orangnya,” kataku sambil menunjuk gadis yang berdiri tepat di sampingku. Aku bahkan merangkul bahunya saat berfoto kemarin.

Hyejin memperhatikan foto itu dengan seksama. “Namanya Han Hamun,” kata Hyejin tiba-tiba. Aku menatapnya kaget. “Darimana kau tahu?” tanyaku.

Hyejin menunjuk foto itu yang telah dia perbesar beberapa kali. Hyejin menunjuk tepat di nametag yang terjahit rapi di seragam gadis itu. “Oppa, hape ini super canggih tapi percuma kalau penggunanya gaptek sepertimu,” ejek Hyejin. Aku hanya nyengir menyadari kebodohanku. “Gomawo, sayangkuuuu Hyejin! Saranghaeyo!!!” seruku girang tidak karuan. Aku menggendong Hyejin dan mengajaknya berputar-putar.

“Oppa, turunkan aku. Aku bisa pusing. Kalau aku pusing, nanti tidak bisa membantumu,” ujar Hyejin. Aku pun segera menurunkannya. “Apa rencanamu?” tanyaku. Aku bersyukur punya adik yang super cerdas seperti ini.

“Kau lupa dulu aku sekolah di SMA mana?” tanyanya meremehkanku. Aku menepuk jidatku sekencang-kencangnya. Hyejin adalah alumni terbaik SMA Cheonsa, 4 tahun lalu. “Aku bisa kembali ke sana dan mengusahakannya untuk Oppa,” lanjutnya.

Aku memeluk adikku dengan erat. “Aku serahkan semuanya padamu, sayang. I’m on you,” ujarku. Aku terlalu dimabuk asmara sampai aku berani menyusahkan adikku, yang aku tahu dia tidak suka dengan SMA-nya. Aku yakin aku sudah tergila-gila pada gadis bernama Han Hamun itu. By the way, my name is Siwon Choi. I called myself Captain Choi.

 

 

And this the day Hyejin will run all of her plans. I just can sit here, waiting for her information. But seriously, I just can’t stay! I wanna know what happen with her, Han Hamun I meant, in her school. But, nothing I can do. If you wanna know, just ask the author to tell you from her side or Hamun’s side or Hyejin’s side or SOMEONE ELSE! Just tell me what happen with my sister and my girl! Akh, I’m getting upset!

 

 

HAMUN’s SIDE

 

Hari ini aku kedatangan guru Ekonomi baru bernama Choi Hyejin. Dari cerita-cerita yang beredar, dia adalah alumni terbaik SMA Cheonsa dan, yang terbaik dari cerita-cerita itu, dia adalah adik kandung Choi Siwon, member SJ favoritku! Kyaaa, aku nyaris tidak bisa bernafas hanya karena melihat seorang gadis. Choi Hyejin sangat mirip dengan Choi Siwon! Bagai pinang dibelah dua! Bedanya hanya anatomi tubuh mereka yang berbeda, Choi Hyejin adalah gadis sempurna sedangkan Choi Siwon adalah pria paling sempurna! Aku menatapnya lekat-lekat, tidak ada cacat sedikitpun. Persis seperti oppa-nya. Aku mulai membayangkan hal yang tidak-tidak, andai Choi Hyejin ini adalah Choi Siwon… Aku menggelengkan kepalaku. Membayangkan Choi Hyejin yang berubah menjadi Choi Siwon mendatangiku lalu menciumku. Tuhan, semoga ini bukan tanda aku akan masuk RSJ.

“Actually, even it’s my first day I’m so lazy to teach you, guys. Anything you wanna do?” tanya guru ekonomi-ku yang baru itu tanpa basa-basi. Teman-temanku, termasuk aku, langsung ribut mengemukakan kemauan kami masing-masing, “Kita jalan-jalan saja, miss! Cerita-cerita!”

“Aigoo, kalian berisik sekali. Kita ambil suara saja. Ayo Han Hamun, pimpin teman-temanmu menentukan tujuan kita hari ini,” perintahnya tanpa sungkan. Aku dengan bingung maju ke depan dan memungut suara teman-temanku. “Hasilnya paling banyak jalan-jalan, Miss,” kataku kepada Miss Hyejin memberitahukan hasil pemungutan suara.

“Okay, kita akan ke Hyundai Dept Store hari ini.” Baru satu kalimat yang diucapkan Miss Hyejin, kelas kami sudah ribut. “Apa kami bisa ketemu Siwon oppa? Apa kami boleh foto-foto?”

Miss Hyejin terlihat tidak senang. Dia tidak menjawab satu pun pertanyaan kami malah memerintah kami, “Bagi kelas ini dalam 5 kelompok. Satu kelompok akan meneliti satu lantai di Hyundai. Tuliskan apa yang terjadi di sana beserta kekurangan dan kelebihannya. Laporan paling lama aku terima besok pagi.”

Sudah bisa aku pastikan, tidak ada satupun yang menyukai guru baru ini. Dari luar saja cantik tapi ternyata SANGAT MENYEBALKAN! Rasanya baru sehari saja diajar dia, kami bisa GILA. Oh, tidak!! Bagaimana kami bisa semangat kalau gurunya saja seperti ini.

“Yaaa! Kenapa kalian semua langsung lemas? Baru juga aku minta sebuah laporan belum minta tugas akhir. Kita jadi berangkat gak nih?” tegur Miss Hyejin pada kami semua yang masih muram. Kami tidak menjawab. “Ya sudah kalau gak jadi berarti grup terbaik nanti gak jadi ketemu Super Junior,” lanjut Miss Hyejin yang langsung mengubah suasana kelas yang semula suram menjadi gaduh bergairah.

“Dengan semua member, Miss?” tanyaku.

Miss Hyejin tersenyum padaku. “Kalau grup-mu yang menang, aku janji akan mempertemukanmu dengan seluruh member. Kau bisa pegang omonganku,” ucapnya penuh kepercayaan diri.

Aku membalas senyumannya. Ternyata, dia tidak seburuk yang aku kira. Hanya memang mulutnya saja yang kurang diatur.

 

 

Aku sekelompok dengan Sonrye, Hyungrim dan Jihyo. Kami meneliti lantai 4 yang menjual barang-barang elektronik yang sangat menggoda iman ini. Hyundai Dept Store ini sangat luas dan berisi barang-barang yang super duper mahal. Uang jajanku setahun saja rasanya tidak cukup untuk membeli meski hanya satu barang dari toko ini. “Huaaa, barangnya keren-keren sekali!” seru kami serempak. Kami memperhatikan dengan seksama anjing hologram yang nyaris seperti asli. “Apa kalian mau memeliharanya?” tanya Miss Hyejin yang tiba-tiba sudah berada di belakang kami. Tentu saja kami terlonjak kaget dibuatnya.

“Aniya, Miss. Kami hanya ingin melihat-lihat,” kataku tidak enak hati karena ketahuan melihat-lihat bukan meneliti. Miss Hyejin menatap kami dengan ramah. “Syukurlah, aku tidak bisa memberikan benda itu secara gratis untuk kalian. Gajiku tidak akan cukup untuk membayarnya,” ucapnya.

“Memang Miss mau memberikan kami sesuatu?” tanya Hyungrim dengan tingkat kepedean luar biasa.

Miss Hyejin mengelus kepalaku dan dengan baik hatinya dia berkata, “Ayo kita cari apa yang kalian inginkan tapi jangan cerita pada yang lainnya. Ini rahasia kita berlima. Deal?”

“Deaaaal!” seru kami dengan riang. Mana ada gadis yang tidak setuju jika akan diberikan barang-barang branded dari Hyundai.

Akhirnya, field study kami berubah menjadi acara shopping-shopping dan berbincang antar gadis. Miss Hyejin adalah yang terbaik. Aku menarik embel-embel menyebalkan yang tadi kububuhkan di belakang namanya. CHOI HYEJIN DAEBAK! JJANG!

 

 

SIWON’s SIDE

 

Akhirnya tuan muda Siwon Choi ini mendapat kabar dari adik tercintanya! “Hari ini aku sudah berjalan-jalan dengan Hamun dan teman-temannya. Aku sudah mengetahui banyak hal tentang dia,” ujar Hyejin begitu dia pulang dari tempat mengajarnya.

“Apa yang sudah kau ketahui tentang dia?” tanyaku tidak sabaran.

“Banyak tapi ada satu hal penting yang harus Oppa ketahui lebih dulu,” jawabnya.

“Apa?” Aku semakin mendesak. Aku memang tidak punya tingkat kesabaran yang tinggi.

“Kau yang harus membayar tagihan kartu kreditku atas barang-barang yang aku beli tadi untuk mereka. Aku bukukan menjadi piutang-Siwon Choi.”

Pletak! Satu jitakan mendarat di kepala adikku. “Yaaa, Choi Hyejin. Aku sedang tidak ingin bercanda. Kau tahu tidak aku hampir kehabisan nafas menunggu cerita darimu?” gerutuku kesal tapi yang aku jitak hanya cengengesan.

“Gadis itu fans beratmu, Oppa. Semua yang ada di hapenya, tasnya, dompetnya, bahkan parfumnya pun adalah yang memunculkan tampangmu!” jawab Hyejin.

“Lalu?” Aku semakin ingin tahu seberapa dalam rasa suka Hamun terhadapku.

“Lalu aku berencana mengajak mereka, Hamun dan teman-temannya, bertemu SJ sehabis sekolah. Kalian besok akan recording Strong Heart kan?”

Aku mengangguk dengan cepat lalu melanjutkan topik Han Hamun. “Apa Hamun sudah punya pacar? Atau yang sedang dekat dengannya? Atau apapun yang sejenisnya?”

“Kalau itu aku belum tahu. Besok akan aku tanyakan padanya. Sekarang, aku mau pacaran dulu. Bye, Oppa!” Hyejin meninggalkan diriku yang belum puas dengan informasinya. Dengan terpaksa aku meneriakinya, “Yaaa! Choi Hyejin! Jangan pulang malam-malam! Ingat besok kau juga harus recording Strong Heart! Kau sudah tanda tangan kontraknya!”

“Ne, oppa,” balas Hyejin dengan teriakan yang tidak kalah keras.

Sepeninggal Hyejin, aku hanya bisa kebingungan sendiri. Masih lebih dari 24 jam lagi aku bertemu Hamun tapi aku sudah sibuk dengan apa yang akan aku tunjukkan kepadanya. Aku benar-benar tergila-gila pada Han Hamun!

 

 

HAMUN’s SIDE

 

Esok harinya…

Saat jam istirahat, Miss Hyejin sudah memanggilku ke ruangannya. Aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Laporan sudah aku kumpulkan semua tadi pagi sesuai instruksinya, teman-teman juga sudah aku beritahu bahwa Ia mengubah aturan yang berhak bertemu SJ. Sekarang apalagi? “Ada yang bisa aku bantu, Miss?” tanyaku.

“Ikut aku ke mobil. Ada yang harus kita bawa ke dalam kelas. Aku tidak sanggup membawanya sendiri,” jawab Miss Hyejin yang langsung berjalan ke mobilnya. Aku mengikuti dari belakang.

Miss Hyejin membuka bagasi mobilnya dan muncullah di hadapanku setumpuk album Mr. Simple Repackaged beserta poster-posternya. “Kau bawa albumnya, aku posternya,” perintah Miss Hyejin. Aku yang terlalu takjub, hanya bisa menuruti perintahnya. Andai aku boleh memiliki semuanya.

“Hamun-ah, apa tadi kau lihat kardus dan poster-poster yang aku taruh di pojok bagasi?” tanya Miss Hyejin sambil berjalan. Aku mengangguk. “Itu semua untukmu,” lanjut Miss Hyejin. Dia nyaris membuatku menjatuhkan album-album ini. “Apa aku tidak salah dengar, Miss? Kau serius?” tanyaku tidak percaya.

“Apa aku terlihat bohong? Aku memberikannya karena aku menyukaimu. Kau gadis yang baik, pintar, sederhana dan tidak sombong. Aku benar-benar menyukaimu,” ucapnya tanpa ragu. Aku semakin melongo dibuatnya. Apa guruku ini masih waras?

“Miss, are you lesbian?” tanyaku takut-takut. Miss Hyejin tertawa terbahak-bahak. “I am 100% straight. I even have a boyfriend yang aku yakin kau akan kaget kalau tahu siapa pacarku. Aku hanya menyukaimu, begitu saja, tanpa alasan, Han Hamun,” ujarnya. Aku meneliti wajahnya dengan seksama, tidak ada kepalsuan di sana.

“Kamsahamnida, Miss,” ucapku tersipu malu.

“Kau juga cantik. Apa kau sudah punya pacar?” sahut Miss Hyejin.

Aku menggeleng. “Tidak ada yang mau denganku karena aku begitu tergila-gila dengan Siwon oppa, Miss,” ujarku. “Lalu apa kau menyukai oppa-ku?” tanyanya lagi. “Aku mencintainya Miss meski hanya bisa sebatas ELF,” jawabku. Pertanyaan Miss Hyejin selanjutnya semakin memusingkan kepala, “Kalau oppaku juga mencintaimu lebih dari ELF? Misal, kekasih. Bagaimana?” Aku menggeleng pelan. “Aku tidak tahu, Miss. Aku tidak mau berandai-andai terlalu jauh seperti itu.”

“Realistis sekali. Aku jadi semakin menyukaimu,” ucap Miss Hyejin sambil tersenyum padaku lalu menumpuk poster-poster yang dibawanya di atas album-album yang aku bawa. “Bagi kepada teman-temanku lalu kembali ke ruanganku ambil nilai laporan field study kemarin. Yang dapat nilai A+ boleh ikut aku ketemu SJ nanti. Sampai jumpa,” lanjutnya seenak udel. Kekagumanku akan dia jadi berkurang karenanya. Tidak tahukah dia aku kesusahan dalam membawa barang-barang ini?! Haish!

 

 

SIWON’s SIDE

 

Aku berjalan mondar-mandir di lobby gedung SBS, menanti kedatangan Hyejin, baiklah, Han Hamun. Aku tidak sabar lagi melihatnya. Hyejin janji akan mempertemukannya denganku hari ini. “Haish, mana ini Hyejin? Recording akan dimulai 5 menit lagi,” batinku dalam hati sambil tetap berjalan bolak-balik dan melihat jam di tanganku. “Siwon-ssi, ayo bersiap!” panggil sutradara. Aku hanya bisa tersenyum dan memohon perpanjangan waktu, “Ne hyung, tunggu sebentar. Adikku akan datang sebentar lagi.”

“Baiklah, kalau dia sudah datang, kalian harus langsung masuk.”

“Ne, hyung.”

Aku melihat ke arah parkiran dan itu dia Hyejin dan 5 ekor muridnya, salah satunya Hamun. Aku terpaku pada gadis itu. Tidak sedetik pun mataku berkedip memandangnya, jantungku pun semakin kencang berdetak. Belum pernah aku seperti ini sebelumnya. Aku memegang dahiku, tidak ada apa-apa tapi aku bergumam sendiri, “AKU GILA!”

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk Hyejin bisa menyeretku ke dalam studio hanya saja pikiranku tidak tertuju ke sana. Aku benar-benar terpesona pada gadis itu. Gadis yang sedang duduk di sebelah sutradara bersama teman-temannya, menontonku sambil tertawa-tawa. Membuatku tidak konsen saja. Huaaaaa!

Saat aku dapat giliran bercerita, yang tadinya aku mau bercerita tentang masa kecilku bersama Hyejin justru bercerita yang lain. “Aku pernah menangkap adikku berciuman dengan pacarnya. Sebagai oppa yang sangat menyayangi adiknya, aku marah. Aku menegur Hyejin dan pacarnya,” terangku oppa sambil tertawa-tawa. “Yaa oppa! Kenapa kau cerita soal itu?!” protes Hyejin. Aku hanya memeletkan lidahku ke arahnya lalu melanjutkan ceritaku sambil terus mencuri tatapan Han Hamun. “Aku juga!” sela Kyu kemudian. “Kau juga pernah melihat adikmu berciuman, Kyu?” sahut MC. “Aniya. Aku pernah tertangkap kakak pacarku sedang berciuman dengan pacarku,” jawab Kyu. “Lalu apa reaksimu?” tanya MC. “Biarkan saja. Aku kan pacaran bukan dengan kakaknya,” jawab Kyu dengan polos, membuat satu studio tertawa. Lalu tiba-tiba bintang tamu lain menyeletuk, “Jangan-jangan yang ketahuan oleh Siwon itu kau, Kyu.” Kyu tersenyum malu-malu. “Aniya. Kalau aku yang ketahuan, hari ini aku tidak akan di sini. Aku pasti sudah dihajar Siwon hyung,” sahut Kyu. Aku membelalakan mataku sangat lebar ke arah Kyu. “Yaa Cho Kyuhyun, kau dongsaeng kesayanganku. Mana bisa aku menghajarmu,” protesku yang langsung di balas Kyu, “Jadi aku boleh mencium Hyejin-ssi?” diiringi senyum evilnya yang membuatku frustasi. Semoga para manusia di tempat ini tidak mencium pembicaraan kami yang seperti bercanda ini sebenarnya serius karena kalau sampai publik tahu Kyuhyun punya pacar, bisa repot urusannya. “Hei kalian berdua jangan jadikan aku objek dari topik ini. Kau sebaiknya segera punya pacar, oppa. Aku akan mengusahakannya untukmu,” celetuk Hyejin dengan wajah datarnya dan langsung membuat wajahku memerah. MC pun terpancing dengan perkataan Hyejin. “Kau ingin oppamu punya pacar?” tanya MC. Hyejin mengangguk mantap. “Aku ingin melihatnya berpacaran biar tidak menggangguku terus. Setahuku dia punya gadis idaman,” ujar Hyejin. MC lalu beralih kepadaku, “Siwon-ssi, apa kau punya gadis yang sedang kau sukai?”

“Heh?” tanyaku terkejut. Aku bingung mau menjawab apa. Bodohnya aku malah menatap Hamun lalu mengangguk-anggukkan kepalaku. “Ne, ne,” jawabku. Seluruh studio terkejut dengan pengakuan itu, termasuk Hamun. Aku tidak tahu apa yang membuat gadis itu kaget, pengakuanku atau tatapan ‘kau orangnya’ yang aku berikan padanya saat menjawab pertanyaan MC. Yang aku yakin, mata kami tadi bertemu untuk waktu yang cukup lama dan rasanya aku bisa kehabisan denyut jantung jika lebih lama lagi. Matanya tepat menatap mataku, tanpa kedip. Aku benar-benar terhipnotis olehnya.

 

 

Aku langsung bergegas masuk ke ruang make-up begitu syuting selesai. Jantungku berdebar kencang sekali, otakku tidak sinkron, lidahku kelu, aku bahkan hampir menggali lubangku sendiri. Aku mau matiii! Akh, bagaimana bisa tadi aku mengaku punya gadis idaman? Aaaaakh! Belum lagi mataku hanya menatap Hamun bukan ke kamera. Kalau tadi Leeteuk hyung tidak membantuku mengeles, aku pasti akan habis diomeli manajerku. Astaga, aku tidak pernah sebodoh ini! What happen to me?!

Member SJ yang lain masuk tidak lama kemudian disusul Hyejin. “Annyeonghaseyo, oppadeul. Boleh aku ganggu sebentar?” tanya Hyejin. Rasanya aku ingin kabur karena aku tahu orang yang sebentar lagi aku temui adalah orang yang sanggup memberhentikan duniaku yang sedang berputar tidak sesuai porosnya. “Ne hyejin, ada apa?” tanya manajer kami.

“Ada beberapa temanku yang mau bertemu SJ. Boleh tidak, Oppa? Boleh ya? Ya?” pinta Hyejin yang tentu saja tidak sanggup ditolak manajer kami. “Tidak lama-lama ya.” Hyejin pun kegirangan. Dia langsung menyuruh murid-murid yang dia akui teman masuk menemui kami. Saat itu, aku sudah tidak merasakan detik bergulir. Semua terasa berhenti saat Hamun masuk dan menatapku sambil tersenyum kaku karena sungkan. Aku hanya bisa balas tersenyum dan menatapnya. Tubuhku berdiri kaku. Captain Choi yang aku banggakan rasanya sedang melarikan diri. Bagaimana tidak? Han Hamun langsung menghampiriku dan berkata dengan sopan, “Oppa, boleh aku berfoto denganmu?” Kenapa juga aku harus lari? Karena kalau tidak, aku pasti akan membawa lari juga dirinya, menyimpannya di rumah dan meletakkan papan nama besar-besar di dekat Han Hamun : DON’T TOUCH! Capt. SIWON CHOI’s PROPERTY!

 

 

15 menit pertemuan kami yang singkat hanya dihabiskan dengan saling tersenyum, berfoto, bersalaman, dan membungkukkan badan. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kami selain, “Kamsahamnida.” Terakhir yang kami lakukan adalah foto beramai-ramai, seluruh member SJ dan kelima gadis SMA itu. Sumpah mati, aku menyesal! “Hyejin-ah aku mohon lakukan sesuatu, jangan biarkan Hamun pulang. Aku mohon,” pintaku putus asa. Aku tidak peduli dengan senyuman Hyejin yang tampak mencemoohku, walau aku tahu itu karena dia gemas padaku. “Hyejin-ah, lakukan sesuatu,” pintaku. Hyejin lalu menyusul Hamun dan teman-temannya yang sudah keluar dari ruangan. “Hamun tinggal dulu sebentar. Aku ada perlu denganmu.” Aku dengar suara Hyejin yang penuh wibawa yang aku yakin tidak mungkin ditolak Hamun. Betul saja, tidak lama kemudian kedua gadis itu muncul di hadapanku. Dengan tenangnya Hyejin menyodorkan Hamun ke arahku. “Selanjutnya urusan Oppa, aku mau pacaran. Kyuhyun sudah menungguku. Annyeong, Hamun-ah! Bersenang-senanglah dengan oppaku,” ujar Hyejin lalu meninggalkan kami begitu saja. Hamun menatapku dengan bingung. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa kecuali mengajaknya makan jjangmyeon. Haish, aku menyesali tingkat romantismeku yang semakin menurun karena sudah lama tidak punya kekasih!

 

 

Kami duduk saling berhadapan, jjangmyeon duduk dengan tenang di depan kami masing-masing, menggoda kami dengan aromanya tapi tidak ada satupun dari kami yang menyentuhnya. Kami hanya saling menatap dan tersenyum. Dasar Siwon Choi BODOH!

Aku mulai membuka mulutku untuk mengajaknya bicara tapi rupanya gadis itu punya pikiran yang sama. Dia ingin bicara denganku. Yes, kami SEHATI! Bukan, ini hanya KEBETULAN! Si baik dan si jahat sedang bertengkar. Peduli setan dengan kalian pemilik lingkaran dan tanduk. Jangan ganggu moment-moment terindahku!

“Aku tidak pernah mimpi bisa bertemu Oppa sampai seperti ini, maksudku sampai makan bisa makan bersama seperti sekarang,” ujar Hamun memulai omongannya dan aku berharap ia terus melanjutkan kalimatnya. Aku sangat senang mendengar suaranya yang menurutku jauh lebih merdu daripada Kyu, Ryeowook dan Yesung hyung! “Aku senang sekali. Aku juga senang bisa mendapatkan banyak sekali foto dengan oppa dan oppadeul SJ yang lain. Aku harus berterima kasih pada oppadeul dan Miss Hyejin.”

Aku tersenyum. Aku yakin aku harus segera dilarikan ke RSJ terbaik di negeri ini. Aku tiba-tiba bangkit dari kursiku, mendekati wajah Hamun lalu mencium bibir gadis itu. “Jadilah pacarku,” ucapku serius. Hamun hanya menatapku kosong. Aku tahu dia pasti terkejut. “Aku serius. Aku jatuh cinta padamu sejak kita foto di lokasi syuting Poseidon,” lanjutku dengan sungguh-sungguh. Hamun masih menatapku. “Aku pasti mimpi, jangan bangunkan aku Oppa,” ucapnya dengan pelan. Aku mengelus kepalanya dengan lembut. “Kau tidak mimpi, sayang. Ini kenyataan. Aku mencintaimu. Apa Hyejin pernah bilang dia menyukaimu?” sahutku.

Hamun mengangguk, cantik sekali. Aku meraih kepalanya ke arah dadaku dan menaruh kepalaku di bahunya. “Itu perasaanku. Hyejin hanya menyampaikannya,” kataku.

“Kenapa aku?” tanyanya.

“Tidak ada alasan. Hatiku begitu saja memilihmu,” jawabku. Aku memeluknya lebih erat. Tubuh Hamun terasa sedikit bergetar dalam pelukanku. Ia juga mulai terisak. Tangannya yang kecil balas memelukku, aku bisa merasakannya di punggungku. “Oppa, aku mohon jangan bangunkan aku. Aku tidak ingin ini berakhir,” ucap Hamun yang rupanya masih menyangka ini mimpinya. Aku tertawa pelan, memeluknya semakin erat lalu mencium telinganya. “Baiklah, kalau begitu malam ini aku akan menemanimu bermimpi tapi besok pagi percayalah bawa ini kenyataan. Kau bahkan boleh meng-update status twitter,facebook,cyworld,me2day dengan tulisan : in a relationship with @siwon407. I don’t mind. Arrachi, jagiya?”

Aku menikmati setiap naik turun bahu Hamun yang sedang menangis bahagia, aku juga menikmati setiap senti bajuku yang basah karena air mata bahagianya. Itu sudah menjelaskan semuanya bahwa perasaan kami telah bersatu. Han Hamun kini milikku, tak akan ada yang bisa mengambilnya meski aku tak menyimpannya di ruangan khusus atau memasang papan SIWON’s PROPERTY di dekatnya.

 

-THE END-

@gyumontic