haloo semua hehe

 

mianhe ya kalo ffnya jelek

sebenarnya ff ini uda aku buat dari sebelum jaman “Way For Love”

cuma sekarang pengen ku post aja hehe soalnya eventnya pas ekekekek

nikmati yaa

mianhe kalau jelek yaa

 

cast:

 

-park sonrye

-kim kibum

-choi siwon

-han hamun

 

start >>

 

Sejak kecil, aku punya masalah dalam bersosialisasi. Auraku suram dan menyeramkan, aku juga cuek dan pendiam tapi kalau sekali ngomong bisa sangat tajam, maka dari itu sejak kecil aku tak memiliki teman. dan hari ini adalah hari pertamaku di SMA. Aku tak ingin masa SMAku selesai tanpa suatu kisah seperti sebelumnya..

 

Tak ada angin, tak ada hujan, seorang gadis yang berjalan di 5m depanku tiba-tiba jatuh. Lalu dengan segera ada seorang namja menghampirinya, mengusap air matanya lalu mengelus-ngelus kepala yooja itu dan menatapnya dengan tatapan penuh kasih. Aku iri dengan dia, bisa dicintai seperti itu oleh pacarnya.

“siwon oppa! Bantu aku! Sahabatmu ini hanya bisa meledekku!” kata perempuan itu pada namja yang baru saja menghampirinya. Namja itu membantunya berdiri lalu gadis itu bergelanyut manja di tangan namja itu. Ternyata orang yang bernama siwon itu pacarnya, berarti namja tadi bertepuk sebelah tangan. Ironi sekali. Padahal dari tatapannya sudah amat sangat jelas kalau dia menyukai gadis itu. Bahkan aku sampai mengira kalau dia pacar gadis itu.

“pasti dia pura-pura jatuh di depan ketua osis, biar ia segera ditolong oleh ketua” kata salah seorang gadis yang melihat kejadian itu pada temannya. Cih, di hari pertama masuk sudah ketemu tipe kakak kelas seperti ini. Sungguh menyebalkan.

Kebiasaanku kambuh. Aku berjalan kearah mereka, dan memandang tajam kedua yooja resek itu “kalian tau kenapa gadis ini bisa ditolong oleh kedua namja itu? Karena gadis itu tak sepicik kalian” aku ganti menatap gadis itu, “Dan kau, hati-hatilah kalau berjalan.” ucapku lalu berjalan meninggalkan mereka. ah, di hari pertama masuk, aku sudah menambah musuh. Bodoh.

 

Namja tadi.. aku terkesan. Dia bisa terus mencintai gadis itu walaupun sudah sangat jelas kalau dia bertepuk sebelah tangan. Apa dia tak merasa sakit jika melihat gadis itu bersama dengan pacarnya yang bernama siwon itu? Apa suatu saat aku bisa dicintai seperti itu? Mimpi.

 

“ah kau!! Ternyata aku sekelas denganmu! Boleh aku duduk di sebelahmu?” tanya seorang anak perempuan yang berparas cantik padaku. Aku menatapnya. Ternyata dia adalah gadis yang terjatuh tadi. aku terheran. Dia satu-satunya anak yang menyapaku daritadi.

“bolehkan?” tanyanya menyadarkanku dari lamunan. “silahkan” ucapku disambut senyumannya yang manis. gadis ini sangat bertolak belakang denganku. Dia tipe perempuan cantik yang lembut, baik hati, ceria, tapi kikuk dan lemah. Ya, tipe yang membuat cowok jatuh hati dan membuat cewek benci setengah mati

ia duduk dikursi sebelahku dan tiba-tiba mengulurkan tangannya. “aku park sonrye dari smp haegang. Kamu?” tanyanya. Aku menjabat tangannya. “aku han hamun dari smp cheonsa” ucapku

 

KIBUM POV

 

“siwon oppa! Kibum oppa!” teriak seorang anak perempuan yang sangat kukenal

“hei kibum, itu sonrye!” ucap siwon, sahabatku, ketua osis, makhluk paling perfect di sekolah ini, sekaligus pacar sonrye

ia berlari seperti anak kecil menuju tempatku dan siwon berdiri sekarang. “jangan lari. Kau nanti ja..” belum aku selesai ngomong, gadis itu sudah jatuh duluan. Dasar kikuk. Tapi itulah yang membuatku suka padanya. Aku berlari kearahnya untuk segera menolongnya.

“kau bodoh park sonrye” kataku begitu aku tiba didepannya. Sonrye memanyunkan bibirnya sambil menggembungkan pipinya, “kau kejam kibum oppa! Kau tak menolong malah meledekku. Siwon oppa.. tolong aku! Sahabatmu ini hanya bisa meledekku” ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada siwon. Siwon menolongnya lalu mengelus kepalanya. Aku sempat lupa pada posisiku. Yang pacarnya sonrye adalah siwon bukan aku. Aku hanya tetangganya dan sahabatnya

 

SIWON POV

 

“lain kali kau harus hati-hati” ucapku pada sonrye. Sonrye menganggukan kepala, “nde. Mianhe oppa. Aku terlalu senang melihat kalian berdua tadi” ucapnya

“oia, ada yang mau kuperkenalkan” ucap sonrye sambil menarik teman yang dari tadi bediri di belakangnya. Ah, dia murid baru yang melawan kakak kelasnya tadi pagi itu kan? Ah.. aku sempat terpesona padanya. Baru dia anak baru yang berani melawan kakak kelas

“dia han hamun oppa. Teman pertamaku di sekolah ini. Hamun, dia ini kim kibum, tetanggaku, sekaligus sahabatku dari kecil. Dan yang ini adalah ketua osis, sekaligus pacarku, choi siwon. Tampan kan?” ucap sonrye sambil bergelanyut manja di tanganku

“oh hai, aku han hamun. Senang berkenalan dengan kalian” ucapnya datar dan terkesan dingin

“oppa, kau harus mentraktirku dan hamun sekarang. Kajja!” ucap sonrye sambil menarikku

“aku tak ikut, kalian berdua saja” ucap hamun. “kibum oppa, kau mau mengganggu kesenangan mereka? lebih baik temani aku mengelilingi sekolah ini” lanjutnya. Perkataannya seperti magnet. Kibum bahkan tak bisa menolak. Tapi kenapa harus kibum?! Aduh, apa yang kupikirkan. Harusnya aku senang kalau misalnya hamun suka pada kibum. kenapa aku ini?

“hm.. baiklah. Nanti kita ketemu di kelas ya hamun. Oppa kajja!”

 

HAMUN POV

 

“kau suka pada sonrye?” Aku tahu. Kibum oppa menyukai sonrye. Aku bisa melihatnya saat kibum oppa menatap sonrye tadi. Apa sonrye tak menyadari?

“kau tahu ya?” ucapnya sambil tertawa sinis. “ternyata sonrye benar-benar bodoh. Kau yang baru mengenalku semenit yang lalu saja bisa tahu. Dasar gadis itu”

“lalu kenapa kau tak pernah mengatakannya pada sonrye?” tanyaku

dia menghela nafas, “kau dingin sekali. Tak pernah jatuh cinta? Saat aku bilang cinta pada sonrye, saat itulah hubungan kami berakhir. Bahkan untuk menjadi sahabatnya pun, aku tak akan bisa” jawabnya lalu pergi meninggalkanku

aku bodoh. Kenapa jantungku berdetak kencang untuk orang yang jelas-jelas mencintai orang lain? Kurasa aku jatuh cinta pada sosoknya yang tulus dan tersakiti itu.

 

SONRYE POV

 

Sejak hari itu, aku jadi lebih akrab dengan hamun dan sepertinya ia juga lebih akrab dengan kibum dan siwon oppa. Dan hari ini sepulang sekolah, aku ingin mengajak mereka semua ke restaurant lalu ke taman bermain. Aku ingin mencomblangkan hamun dan kibum. Kurasa mereka cocok. Nanti aku minta tolong siwon oppa ah~

Rencanaku berhasil. Kami sudah di restaurant sekarang. Hamun dan kibum oppa duduk didepanku. Mereka benar-benar mirip! Cara mereka makan mirip! Mulai dari cara memegang gelas, memegang sendok, dan sikap lainnya. Aku sampai tertawa sendiri melihat tingkah mereka yang bisa sama persis itu

 

“kau kenapa sonrye?” tanya hamun, siwon, dan kibum oppa bersamaan melihat aku cekikikan sendiri

“ani. Hanya saja.. kalian berdua cocok! Sangat mirip! Apa kalian tak mau berpacaran? Aku membayangkan kalau kalian berdua berpacaran.. pasti akan sangat menyenangkan kalau kita bisa double date” kataku begitu bisa menghentikan tawaku

 

HAMUN POV

 

“kalian berdua cocok! Sangat mirip! Apa kalian tak mau berpacaran? Aku membayangkan kalau kalian berdua berpacaran.. pasti akan sangat menyenangkan kalau kita bisa double date. Kau setuju denganku kan siwon oppa?” ucap sonrye. Dia mengatakan itu sambil tersenyum gembira.

“ah, ee? Ah iya. Bagus sekali” kata siwon oppa mendukung pikiran sonrye

Aku melihat kearah kibum. Aku penasaran dengan ekspresinya sekarang. Ternyata dia tersenyum. Senyum yang dipaksakan

Sonrye.. gadis ini.. dia ini memang tak tahu perasaan kibum apa pura-pura tak tahu? Aku tak tahan lagi melihat kibum disakiti seperti itu

“sonrye.. sebenarnya kibum oppa..” ucapku tapi mulutku terhenti saat kibum tiba-tiba memegang tanganku, menatapku dan tersenyum. Aku tak mengerti apa maksudnya itu semua

“benar kau gembira? Kalau begitu hamun, mulai saat ini kita pacaran.. ya?” ucapnya

aku tak bisa berpikir ini nyata atau tidak. Yang kutahu dengan pasti, jantungku berdetak kencang

“baguslah! Kalau begitu, habis ini kita double date ya! Ayo ke taman bermain! Kajja!” ajak sonrye sambil menarik tangan siwon oppa dan berjalan dahulu di depan aku dan kibum

 

:::::

 

“oppa, ayo temani aku naik roller coster!” ajak sonrye sambil bergelanyut manja pada siwon dan dengan cepat siwon menurutinya

“kalau begitu, kibum oppa, hamun, aku tinggal dulu ya. Kibum oppa, jangan macam-macam padanya! Kalau tidak kau akan berlawanan denganku!” ucap sonrye sambil menggembungkan pipinya. Kibum mencubit pipinya dan berkata, “tenanglah, hamun akan aman ditanganku. Kaa..” ucap kibum lalu sonrye dan siwon pun pergi

kibum terus menatap punggung sonrye dengan tatapan ‘jangan pergi’. aku tahu sekarang kenapa kibum mengajakku berpacaran. Bukan karena dia sudah melupakan sonrye tapi karena dia sangat cinta padanya. Dia ingin sonrye bahagia.. dia jahat. Apa dia tak sadar perasaanku?

Dia beralih menatapku sekarang, “hamun.. maafkan aku. Aku melibatkanmu dalam perasaanku. Aku sungguh jahat. Aku..”

Aku tak ingin mendengarkan kelanjutannya, “kibum oppa..” panggilku lalu aku mengecup bibirnya. “saranghae.. bagaimana kalau sekarang kau belajar untuk melupakannya?”

 

SIWON POV

 

Apa yang mereka lakukan berdua ya? Apa hamun benar-benar suka pada kibum? kenapa aku jadi memikirkan hamun? Kurasa otakku mulai tak beres

“oppa kau kenapa? Kau seperti sedang berpikir gitu? Apa yang kau pikirkan?” tanya sonrye

“ah itu.. sonrye tunggu, dompetku ada di kibum” ucapku sambil meraba-raba semua kantong celana dan baju seragamku. bodoh! Alasan macam apa itu? Tak mungkin sonrye percaya!

“bagaimana bisa oppa?” tanya sonrye heran.

“ehm, ceritanya panjang, aku ambil di kibum dulu ya sonrye.. kau tunggu disini saja ya” ucapku padanya

“andwe. Aku ikut!”

aku berjalan dan tiba-tiba terhenti melihat pemandangan yang ada di depanku. Hamun mengecup bibir kibum. Entah kenapa, hatiku terasa sakit..

 

SONRYE POV

 

Oppa tiba-tiba berhenti. Ada apa? aku melihatnya tertegun. Aku mencoba mencari apa yang di tatapnya itu.

Aku melihat hamun mengecup bibir kibum. Harusnya tak ada masalah karena mereka berdua memang berpacaran tapi kenapa aku merasa sakit? Apa ini? Aku tak mengerti

“ah sonrye, lebih baik kita jangan ganggu mereka” ucap siwon oppa lalu berjalan duluan di depanku. Dia berjalan cepat sekali tanpa menggandeng tanganku. Ada apa dengannya? Tak biasanya dia seperti ini

 

KIBUM POV

 

“kibum oppa..” panggil hamun lalu dia mengecup bibirku. “saranghae.. bagaimana kalau sekarang kau belajar untuk melupakannya?” katanya.

Aku terpaku. Aku masih kaget karena dia mengecupku tiba-tiba, “jangan terlalu dipikirkan, kajja. Ayo kita main. Sudah lama aku tak kesini” katanya sambil berjalan duluan di depanku.

tiba-tiba dia berbalik melihatku, “perasaanku itu sungguh-sungguh.. aku akan terus menjadi ‘pacar’mu sampai kau melupakannya ” ucapnya lalu berjalan lagi meninggalkanku. Aku tak bisa berpikir

 

SIWON POV

 

“sonrye, kau pulang dengan kibum oppa saja ya kalian kan bertetangga, biar aku dengan siwon oppa” kata hamun

“eh.. tapi..”

“kau tak kasihan pada siwon oppa kalau harus mengantarmu lagi? Ini sudah malam. Tenang saja, aku tak akan macam-macam padanya”

sonrye mengangguk, “kau benar.. kasihan siwon oppa kalau harus mengantar aku dulu. rumah kami berlawanan. Baiklah, oppa, antarkan hamun sampai rumah ya” ucap sonrye sambil naik ke motor kibum

“nde, tenang saja sonrye ah, kibum ah, aku akan menjaganya” ucapku lalu motor kibum itu melaju

 

“hamun, ayo naik” ajakku padanya suapaya ia segera masuk ke dalam mobilku

“aku naik bus. Bye” katanya lalu berjalan meninggalkanku.

Apa yang harus kulakukan? Masa aku harus meninggalkannya sendirian naik bus? Tak apalah, dia kan bisa jaga diri.

 

Aku sendiri tak percaya pada apa yang kulakukan sekarang. Aku berlari sekuat tenaga sebelum bus yang dinaiki hamun itu jalan. Berhasil! Aku tiba tepat sebelum bus itu melaju dengan nafas tersenggal-senggal

“kau kenapa disini? Kenapa ngos-ngosan?” tanya seseorang. Aku mengalihkan pandanganku pada sumber suara. Dan ternyata hamun. Dia duduk di pojok kiri bangku bus  paling belakang

“aku… tak tega meninggalkanmu sendirian” ucapku jujur sambil berjalan menuju pojok kanan bangku bus paling belakang itu. Dia hanya membulatkan bibirnya lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela. badanku lelah sekali, aku tak bisa ngapa-ngapain lagi.

Tiba-tiba, hamun menghampiriku lalu menepuk-nepuk pundaknya. “aku pinjamkan pundakku buat kau tidur” katanya

“jangan berpikir macam-macam. Aku tak ada maksud lain” lanjutnya lagi begitu mendapati aku yang menatapnya dengan tampang heran “kau capek kan? Tidurlah. Tenang saja, ini bukan perselingkuhan” ucapnya

1 hal lagi yang kutahu tentangnya. dia cuek, tapi juga sangat perhatian. Maksudnya apa ya? Entahlah, aku sendiri tak tahu maksud perkataanku. Yang kutahu dengan pasti, jantungku berdetak kencang. apa aku menyukainya? Aissh, apa yang kupikirkan

 

SONRYE POV

 

“oppa, jangan ngerem mendadak gitu dong! Aku bisa jatuh!” omelku karena dia tiba-tiba mengerem mendadak

“kau sih cuma memegang jaketku, lingkarkan tanganmu di perutku. Biasanya kan juga begitu..” ucap kibum sambil meraih tanganku dan melingkarkannya di perutnya

jantungku berdetak kencang sekali. mukaku memanas. masa aku menyukai kibum? ah.. tak mungkin.. kalau memang iya, kenapa baru sekarang? Aish molla molla

 

HAMUN POV

 

Sudah 3 bulan sejak kami pura-pura jadian. Tak ada perubahan. Aku masih menyukai kibum tapi ia tetap mencintai sonrye

“hamun ah, kurasa aku akan belajar melupakan sonrye” katanya yang tentu saja mengejutkanku

“jeongmal?” tanyaku tak percaya dan ia mengangguk

“kalu begitu, karena besok malam natal, besok aku tunggu oppa di taman sukwang jam 6 pm, di bawah pohon natal terbesar di seoul itu. Datang ya oppa” ucapku lalu meninggalkannya duluan karena harus ikut pelajaran tambahan

“bye oppa” ucapku sambil melambaikan tangan begitu juga kibum

 

SONRYE POV

 

Dari jauh aku melihat hamun dan kibum sedang berbicara berdua. Entah kenapa, sejak kibum oppa mengantarku pulang, aku selalu berdebar saat menatapnya dan sakit kalau lihat mereka bersama. Ada apa denganku?

 

 

December, 24 20xx

 

HAMUN POV

 

“kibum oppa, akhirnya kau datang” ucapku begitu ia tiba dihadapanku

“kau mau kemana sekarang?” tanyanya padaku

“kita disini dulu. ada yang kutunggu” jawabku. Ya, aku menunggu sonrye tapi kibum tak tahu akan rencana ini. Ada sesuatu yang harus kupastikan

Sekitar 10 menit kami menunggu, akhirnya ia datang

 

SONRYE POV

 

Aahhh, itu hamun.. aku berjalan mendekatinya. dari jarak 5 meter aku melihat hamun memeluk kibum dan berkata pada kibum, “saranghae. Aku mohon, lupakan sonrye.. dia tak pernah menyadari perasaanmu” ucap hamun dan kepalanya semakin lama semakin dekat dengan kibum

“Hamun! Hentikan!” teriakku sambil mendorong hamun menjauh dari kibum. Aku sendiri tak percaya dengan sikapku ini. harusnya aku tak ada masalah melihat hamun mencium kibum, mereka kan berpacaran tapi kenapa tiba-tiba aku seperti ini. Bahkan aku sampai menitikkan air mata

“bagaimana? Kau sudah sadar akan perasaanmu?” tanyanya padaku. “bukankah tanganmu yang mendorongku itu jawabannya?” lanjutnya

“nah, aku sudah membantu sampai sini, selanjutnya kalian selesaikan sendiri ya. byee” ucap hamun sambil berlalu meninggalkan kami

 

 

SONRYE KIBUM POV

 

“kibum ah, apa yang dikatakan hamun tadi benar?” tanya sonrye pada kibum yang merunduk malu

“ehm itu.. ya. Sejak kecil aku menyukaimu dan entah sejak kapan berubah jadi cinta. Saranghae. Lalu bagaimana perasaanmu padaku?” Tanya kibum

Sonrye mendekatkan kepalanya dan mengecup bibir kibum, “nado saranghae kibum ah. Aku bodoh sekali baru menyadari perasaanmu dan perasaanku sendiri. Mianhe membuatmu menunggu lama” ucap sonrye dengan senyumannya yang manis

“merry christmas sonrye ah. Kau hadiah natal yang paling indah” ucap kibum sambil mengecup pipi sonrye

“merry christmas kibum ah. Ih.. ternyata kau pintar gombal ya sekarang” ucap sonrye diikuti tawa mereka berdua

“besok kita harus berterima kasih pada hamun” ucap sonrye

“dan harus bilang pada siwon” lanjut kibum yang disetujui sonrye

“ya, kita hadapi mereka bersama ya”

 

SIWON POV

 

Ya, aku sudah melihat kejadian tadi dari kejauhan. Aku memang ada janji untk bertemu dengan sonrye jam 7 tapi aku datang terlalu cepat, sehingga aku tahu apa yang terjadi

saat hamun pergi, aku berjalan mengikutinya dari belakang. Ia berjalan ke sebuah taman lalu duduk di ayunan yang ada di taman itu. Aku menghampirinya dan mendorong ayunannya itu

“yaa siwon oppa kau mengagetkanku” ucapnya begitu menyadari kehadiranku

“mianhe” balasku.

Hening…

“hamun sshi.. kau menyakiti dirimu sendiri” lanjutku

“ya, kau benar. Sebenarnya… aku ini ngapain ya? Aku tak mengerti”

“apa perlu kupinjamkan dadaku untuk kau menangis?” tanyaku padanya sambil terus mendorong ayunannya

dia tersenyum.. senyum yang dipaksakan “hei, aku tak selemah itu” katanya tegar atau lebih tepatnya sok tegar. Aku tak tahan melihat senyumnya itu. Aku menghentikn ayunan itu dan memeluknya dari belakang, “menangislah.. menangislah meski sedikit” ucapku padanya

 

HAMUN POV

 

Tangan siwon yang hangat, membuat emosiku meluap. Aku tak tahan. Air mataku tertumpa begitu saja

 

“gamsahamnida siwon” ucapku padanya bagitu aku mulai teang

“nde. Chomane. Ehm hamun..” panggilnya dan aku menoleh ke arahnya. Hal ini terjadi sangat cepat sampai aku tidak sadar yang terjadi sebenarnya. Siwon oppa menciumku. “saranghae.. lupakan kibum. Aku sangat mencintaimu” katanya

“yaa, jangan bercanda. Ini kelewatan!” ucapnya padaku dengan nada tinggi

“ini perasaanku yang sesungguhnya. Dari awal sebelum aku jadian dengan sonrye, aku sudah menyadari perasaan kibum, hanya saja keegoisanku membutakan hatiku saat itu. aku selalu berusaha menghapus pikiran kibum menyukai sonrye dan Saat tahu sonrye juga menyukaiku, tanpa memperdulikan perasaan kibum, aku menembaknya lalu berpacaran dengan sonrye” ceritanya

“aku suka pada sosokmu yang mencintai kibum dengan tulus dan akhirnya perasaan ini berubah jadi cinta”

“apa kau tahu alasanku sangat menyukai kibum?” tanyaku

“mungkin sama seperti alasanku menyukaimu.. I love someone whose heart has been broken, so that he knows exactly how it feels and won’t break mine. Kurasa kau berpikir seperti itu karena aku memikirkan hala yang sama setia kali menatap matamu dan sekarang aku berharap kau akan seperti itu” katanya..

Dia benar. Bagaimana dia tahu isi otakku? Tapi bukankah itu egois kalu dia berharap seperti itu?

“bukankah itu egois? Mungkin saja kau yang meninggalkanku?” tanyaku padanya

“itu tak mungkin. Aku sudah tergila-gila padamu han hamun” ucapnya dan sekali lagi ia mengecupku

 

 

***********************************************************

 

Hari ini aku mau merayakan malam natal bersamanya di tempat bersejarah setahun lalu hahaha tapi karena ketiduran di bus, aku jadi telat!

“Ya ampun. Sudah jam segini! Aku telat! Gara-gara ketiduran tadi sih. Arrgh, jadi kelewatan kan!” omelku dalam hati sambil terus berlari. Berlari.. dan terus berlari.. sampai akhirnya aku melihat batang hidungnya sedang duduk diayunan itu.

“hamun ah telat!” ucapnya padaku begitu aku tiba didepannya

“m.. mia.. mianhe oppa.. aku ketiduran di bus tadi” ucapku sambil mengatur nafasku

“aku tak mau memaafkanmu. Kau sudah membuatku menunggu selama 1 jam. Disini dingin hamun!” ucapnya. Aku memang salah sih jadi aku tak bias menyanggah omelannya itu. Tapi hari ini dia kenapa? Tak biasanya dia marah seperti ini.. kurasa aku benar-benar keterlaluan

“mianhe.. ya ya? Ehm.. kau mau apa? Akan kukabulkan!” tanyaku padanya

“aku mau kado natal.. kau bawa?” tanyanya padaku..

Ha ha ha kado natal? Bagaimana ini?? Aku tak menyiapkan apa-apa untuknya!! Pabo..

“kau pasti tak bawa? Iya kan?” tanyanya. “baiklah, hari ini aku marah padamu karena kau datang telat dan tak membawa hadiah untukku. Kalau gitu, hamun ah, aku pulang dulu. Bye..” ucapnya lalu berjalan meninggalkanku

“Ya ampun.. bagaimana ini? Masa aku tak merayakan malam natal bersamanya? Hadiah.. apa ya??” aku berpikir dan sebuah ide yang kuanggap gila tapi harus kulakukan muncul..

 

SIWON POV

 

“siwoon oppa!” teriak hamun memanggilku. Gotcha!! Kena kau hamun!! ia mengejarku, menarik lenganku, menjinjit, dan mengecup bibirnya. “saranghae” ucapnya sambil memandangku harap-harap cemas

aku tersenyum melihatnya, “gomawo” ucapku dan dia menatapku dengan tatapan bingung

“sebenarnya tadi hanya bohongan.. aku lakukan itu untuk memancing kamu bilang suka padaku tapi ternyata ada bonus disini” ucapku sambil menunjuk bibirku

“yaa siwon ah!!! Kau jahaaat! Kupikir kau marah beneran!! Dan mianhe.. aku lupa menyiapkan hadiah untukmu” ucapnya.

“hamun ah, aku ini tak mungkin marah padamu. Butuh setengah tahun untuk mendapatkanmu jadi aku tak mungkin menyia-nyiakanmu. Hadiah natal? You’re the most beautiful Christmas gift I’ve ever had”

Aku memandangnya dan dia menatapku lekat. Hua.. suasananya romantic sekali. Tapi… Aiish!

“yaaaa pasangan yang sedang berpelukan disana! Jangan lama-lama, kami sudah menunggu kalian daritadi!”

 

…hancur seketika gara-gara pasangan itu..

 

“ayo jangan terlalu lama berduaan disana. Filmnya sebentar lagi mulai” teriak namja itu

“hamuun!! Ayo kita nonton..” teriak sang yooja pada hamun

“iya iya kibum, sonrye, aku lakukan penutupan dulu” kataku dan dengan cepat aku mengecup hamun

“hamun ah, saranghae”

 

-THE END-

@esterong

 

 

GIMANA? hehe

baca, lalu comment ya biar aku tambah semangat bikin yang lain :))

makasi

salam damai hehe

merry christmas😀