Anneyeong, mianhe, beberapa hari ini saya terus-terusan mengepost ff oneshoot.

Mood saya kacau dan jadinya pengen nulis terus akhirnya jadilah ff-ff ini.

dan kali ini, mianhe saya rada narsis krn main castnya adalah Siwon.

hehehe habis saya pingin sekali bikin ttg Siwon.

 

Tolong kritik, saran, dan commentnya..

commentnya sangat berarti buat saya hihihi

enjoy reading😀

 

 

G – Romance

 

ANNOUNCEMENT :  THIS IS JUST FAN FICTION!!! NOTHING IS REAL. NOTHING IS EVER HAPPEN. IF YOU WANNA TAKE THIS, TAKE WITH FULL CREDIT. ENJOY READING… :))

 

START!

 

SIWON POV

 

Aku Choi Siwon. Karena wajahku, postur tubuhku, nama besarku, dan kekayaan orangtuaku, hidupku sejak kecil tak pernah tenang. Bukannya sombong, hanya saja, semua orang mengatakan kalau aku ini pria perfect dan hal itulah yang membuatku dikelilingi para gadis. Namun hal itu tidak membuatku senang sepenuhnya karena para gadis disekitarku selalu saja berisik.

Seperti saat ini. Di awal kehidupan SMA, aku berharap kehidupan SMAku jauh lebih tenang namun sampai saat ini, semuanya hanya mimpi. Selama 2 tahun ini, pagi-pagi sebelum pelajaran dimulai, para yooja dari kelas-kelas lain berkumpul di kelasku. Yang mereka lakukan adalah berteriak dan bertengkar satu sama lain hanya untuk berebut bangku kosong yang ada disebelahku.

Dan dihari pertama tahun ketiga ini, hal itupun masih terjadi. “Hari ini aku yang duduk dengan Siwon!” ujar salah seorang gadis pada gadis yang lain

“Tidak mau! Kau tak pantas duduk dengannya!”  balas gadis itu

Oke, oke, aku tak suka ini. siapa dia? Apa haknya menentukan siapa yang pantas dan tidak pantas? Dan yang paling aku tak suka, sehabis ini biasanya..

“Kau!!! Berani sekali!!” ujar gadis tadi dan mulai menjambak rambut gadis yang lain dan akhirnya terjadilah perang jambak-jambakan. Aku tak suka ini.

Aku duduk di tempatku tanpa memusingkan keberadaan mereka dan perhatianku tiba-tiba tertuju pada seorang gadis yang baru saja masuk ke kelas kami. Ia manis, namun terlihat rebel dengan pakaiannya yang melanggar aturan. Ia mengenakan hoodie putih dan celana di dalam roknya. Kau pernah melihat drama Goong? Kau ingat celana yang Shin Chae Kyeong saat bersekolah? Ya seperti itulah dia. Namun yang membuatku lebih kaget adalah saat ia berjalan ke papan dan menggaruknya dengan kuku tangannya. Seketika itu juga, kelas menjadi sunyi seketika.

“Kalian berisik.” ucap gadis itu dengan datar namun tegas dan tentu saja para gadis yang ada di sekitarku menatapnya dengan hawa pembunuh.

“Dalam hitungan ketiga, semua yang bukan dari kelas ini silahkan keluar. kalau kalian tak keluar dari tempat ini.. kalian akan tau akibatnya,” ucapnya dengan senyum seringai. Dan menakjubkan! Para gadis mengerikan ini berjalan keluar dari kelasku!

“Akan kubalas kau, Lee Hamun!” ancam seorang gadis dan gadis yang bernama Lee Hamun itu menyeringai penuh percaya diri, katanya, “Coba saja, kau akan menyesal,” ujarnya.

Setelah semua gadis dari kelas lain keluar, ia berjalan menuju bangku kosong dan bangku kosong yang tersisa di kelas saat itu adalah bangku di sebelahku.

“Silahkan,” ujarku menawarkan saat ia sudah berdiri disamping mejaku. Tapi aku tak menyangka dengan perbuatannya saat ini.. ia malah menolaknya!

“Maaf, tapi aku tak mau duduk denganmu, tuan muda,” jawabnya

“Kenapa?” tanyaku bingung. Ini pertama kalinya ada seorang gadis menolak kesempatan untuk bisa dekat denganku!

“Jangan samakan aku dengan gadis-gadis tadi,” ujarnya lalu ia mendengus dan melanjutkan perkataannya, “Kau bersikap cool saat mereka berebutan kursi ini, tapi dalam hati kau pasti menertawakan mereka. Kau pasti merasa dirimu hebat sekali karena banyak gadis yang merebutkanmu. Tapi maaf, aku tak mau kau menertawakanku dalam hati,”  ujarnya dan tanpa kusadar ujung bibirku sudah tertarik membentuk sebuah senyuman yang mampu menaklukan para gadis. Ani, aku tersenyum bukan karena ingin merayunya, namun karena aku sadar, dia telah merebut hatiku!

“Yaa, ngapain kau tersenyum? senyumanmu tak mempan padaku,” ujarnya lalu ia menyuruh pria yang ada dibangku yang sejajar denganku pindah ke bangku kosong di sebelahku ini. dan tanpa banyak bicara, pria itu menurutinya

“Kau tahu siapa dia?” tanyaku penasaran pada teman sebelahku

“Kau tak mengenalnya?” tanyanya dengan memasang tampang tak percaya dan aku menjawabnya dengan gelengan kepala. Aku tak pernah sekelas dengannya dan aku tak pernah melihatnya di sekolah.

“Dia Lee Hamun. lebih baik kau jangan mendekatinya, ia dan keluarganya mengerikan!” ujarnya. “Dia adalah anak seorang yakuza, kakaknya pun seorang gangster terkenal, Lee Donghae. dan ia sendiri adalah seorang ahli taekwondo. Makanya dia tak punya teman seorang pun,” lanjut pria itu

pantas saja, meski ia terlihat kuat, aku melihat sorot kesepian di matanya tadi. Bagaimana ini? aku sudah terlanjur suka padanya dan aku tak akan menyerah begitu saja.

 

>>>>>

 

“Hamun, tunggu!” panggilku sabelum ia keluar dari kelas ini

“Waeyo?” tanyanya ketus tapi bukannya aku takut atau gimana, aku malah tersenyum padanya. “Sudah kubilang, senyummu tidak mempan padaku. ada apa? Paliwa! Kau mau membuatku diserbu para fansmu?”

“Arra, arra. Begini..” aku terdiam sebentar untuk memikirkan kata yang tepat. “Kurasa kau salah paham denganku,” lanjutku

“Salah paham? Dibagian mananya?” tanyanya bingung

“dibagian ‘Kau bersikap cool saat mereka berebutan kursi ini, tapi dalam hati kau pasti menertawakan mereka. Kau pasti merasa dirimu hebat sekali karena banyak gadis yang merebutkanmu’ dan aku tahu cara untuk mengubah padanganmu tentang aku,” kataku

ia menaikan alis sebelah kirinya dan menatapku dengan tatapan penasaran. “Bagaimana?” tanyanya

“Kudengar kau atlet taekwondo.. bagaimana kalau kita bertanding taekwondo sepulang sekolah ini. Yang kalah harus menuruti semua perintah yang menang,” ujarku dan jelas sekali sebuah senyum penuh keyakinan tersungging di bibirku

“Bagaimana bisa pertandingan itu mengubah pandanganku tentang dirimu?!” protesnya

“Kenapa? Kau takut kalah nona?” pancingku dan gotcha!

“Aku terima tantanganmu! Jangan menangis kalau kau kalah!” ujarnya dan berlalu meninggalkanku

 

>>>>>

 

Ternyata berita pertandingan ini menyebar dengan sangat cepat. Hampir seluruh siswa sekolah ini berkumpul di dojo sekolah untuk menyaksikan pertandingan ini.

“Kau siap?” tanya Hamun dengan penuh percaya diri. Salah satu hal, yang membuatku suka padanya.

“Serang aku kapan saja,” jawabku tak kalah yakin

Lalu ia menyerangku lebih dulu. Untuk ukuran cewek, ia memang kuat dan jurus yang ia gunakan juga susah namun sayang sekali nona, aku dapat mematahkan semua jurusnya dan terakhir, aku berhasil membanting tubuhnya tentu saja dengan pelan. Aku ini lelaki gentle.

“Lee Hamun.. KO!” ujar wasit mengakhiri pertandingan ini

“Bagaimana bisa?!” tanya Hamun tak percaya. Baru saja aku mau menjawab tapi ada gadis lain yang mengatai Hamun.

“Rasakan! Apa kau tak tahu kalau Choi Siwon sudah mendapatkan sabuk hitam di taekwondo saat dia SMP? Makanya kau jangan belagu!” teriaknya yang disusul dengan teriakan gadis lain malah ada beberapa yang melemparkan barang padanya. Hal itu membuat emosiku naik dan tanpa sadar aku membentak para gadis itu. Ini pertama kalinya aku menunjukan emosiku di depan orang lain.

“Hentikan! Jaga omongan kalian! Hamun, pacarku! Dan kalau ada yang berani macam-macam dengannya, kalian.. baik perempuan atau laki-laki, akan tau akibatnya,” ancamku

“Tu- tunggu.. pacar? Maksudnya? Yaa Choi Siwon jaga omonganmu!” ujar Hamun. perhatianku kembali tercurah padanya. Aku tersenyum dan  berlutut di depan Hamun. aku memegang tangannya dan mengecup punggung tangannya.

“A- Apa yang kau lakukan?!” tanya Hamun sambil menarik tangannya dari tanganku

“Sesuai perjanjian, kau harus harus menuruti permintaanku. Dan mulai hari ini, aku ingin kau menjadi pacarku,” ujarku dengan senyum penuh kemenangan

“Tidak mungkin! Kenapa kau minta hal seperti itu? Banyak gadis yang lebih cantik dariku dan ia mau bersamamu!” omel Hamun. aku hanya tersenyum penuh arti padanya dan berkata, “Bagaimana ya? Tapi aku cintanya kepadamu Lee Hamun, saranghandago,” ujarku sambil mengecup pipi kirinya.

“ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!” teriak histeris para siswi yang ada disana namun tidak kuperdulikan. Aku masih ingin melihat ekspresi wajah ‘tak percaya’ Hamun yang lucu ini.

 

>>>>>

 

“Hari ini aku yang duduk dengan Siwon!” ujar salah seorang gadis pada gadis yang lain

“Tidak mau! Kau tak pantas duduk dengannya!”  balas gadis itu

“Ehm, maaf, tapi bangku ini sudah ada yang punya,” selaku dan mereka semua menatapku tajam dan bertanya, “SIAPA?!”

Aku mendelikkan kepalaku pada gadis yang baru saja masuk kelas kami. “Bangku itu milik nona Hamun, jadi aku harap kalian segera pergi dari sini, ” ujarku dan mereka, mau tak mau, harus mau meninggalkan kelas ini.

“Sini,” ujarku pada Hamun sambil menepuk-nepuk bangku kosong di sebelahku ini. ia menatapku lalu mendengus dan berlalu melewati bangkuku

“Nona Hamun, bukannya janji itu harus ditepati? Kau tak boleh jadi pengecut dengan melanggar janji dong.. yang kalah, harus ikuti semua perintah yang menang, dan sekarang aku minta kau duduk denganku,” ujarku dan berhasil. Ia dapat dengan mudah terpancing dan akhirnya ia duduk di sebelahku. Gadis ini harga dirinya sangat tinggi. Aku suka itu. Tanpa sadar aku mencubit pipinya yang tembem itu lalu mencium keningnya, “saranghaeyo Lee Hamun,” bisikku dan dapat kulihat wajahnya berubah jadi semerah apel.

“Kau sakit! Psycho!” omelnya dengan wajah tersipu itu dan hal itu membuatku makin ingin menggodanya namun sayang Kim sem sudah masuk ke dalam kelas.

Selama pelajaran, aku tak bisa berkonsentrasi sedikit pun. Semua perhatianku tercurah pada Hamun yang sedang tertidur di meja sebelahku. Wajahnya sangat lucu. Ia terlihat sangat polos. Tanpa aku sadari, jari telunjukku menelusuri bagian wajahnya. Mulai dari dahi, mata, hidungnya yang mancung dan bibirnya. Aku menelan ludah dan segera menghapus pikiran yang ada di kepalaku. Tapi aku tak bisa tenang. Aku kembali mencuri-curi pandang Hamun yang sedang tidur, dan iblis menguasai pikiranku. Badanku bergerak mendekati Hamun dan tinggal sesenti lagi aku hampir menciumnya namun..

“KYAAAA!!!” Hamun terbangun dan berteriak kencang sekali. Aku yang kaget, reflek menjauhkan wajahku darinya.

“Kau mau apa tadi ha? Mau mencari kesempatan untuk menciumku?” tanya Hamun

“Ehm, habis kau lucu sekali,” jawabku jujur

“Yaaa kau ini…”

“Choi Siwon, Lee Hamun, keluar dari kelas dan hormat di bawah bendera sampai jam pelajaran saya berakhir!”

 

>>>>>

 

“Dasar psycho. Kau membuat kita harus berdiri dibawah terik matahari selama sejam kedepan,” ujar Hamun

“Jangan salahkan aku, Hamun. salahkan wajahmu yang lucu itu dong. Terutama pipimu yang tembem itu,” jawabku pada Hamun dan lagi-lagi aku lihat wajahnya merah merona

“Hamun, jangan pasang wajah tersipu itu pada pria lain ya,” ujarku memperingatkannya. Dia yang malu-malu ini sungguh sangat cantik! Kalau pria lain yang melihatnya, pasti ia langsung jatuh hati pada Hamun.

“Haish, siapa kau berani melarangku seperti itu?”

“Sejak kemarin, kau kan resmi jadi pacarku Lee Hamun,” ujarku padanya dan lagi-lagi wajahnya memerah

“Hamun, aku mohon jangan pasang wajah seperti itu. Aku jadi ingin menciummu!” ujarku memohon pada Hamun dengan serius namun ia malah ketawa. Inilah pertama kalinya aku melihat ia tertawa dan kalian tahu? Ia jauh sangat cantik kalau tertawa seperti itu!

“Ternyata kau tak cool sama sekali! Kau menipu gadis-gadis itu dengan tampangmu!” ujar Hamun sambil terus tertawa

“Dan kau juga menipu kami dengan tampangmu yang dingin. Coba kau tertawa seperti ini di depan mereka, aku yakin pandangan mereka tentangmu akan berubah,” ujarku padanya. Ia menatapku sambil tersenyum lembut sekali dan berkata, “Gomawo, tapi asal kau yang tahu itu sudah cukup buatku,” jawab Hamun

Aku membalas senyumnya dan berkata, “Ya, kau benar. Cukup aku yang tahu sisi manis Hamun. kalau semua orang tau, para pria pasti akan jatuh hati padamu. Andwe! Andwe! Andwe!” ujarku dan ia hanya tertawa melihatku

“Mianhata, Siwon-sshi, aku sudah salah sangka padamu. Ternyata kau orang baik, tidak sok cool, dan.. pokoknya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnyalah,” ujarnya namun aku ingin sekali menggodanya.

“Aku tak bisa memaafkanmu semudah itu, Hamun. Mianhe. Kau harus melakukan sesuatu dulu untukku..” aku menghentikan ucapanku agar Hamun penasaran “.. ppopo” ujarku sambil menunjuk bibirku. Hamun menatapku tak percaya namun aku tak peduli hihihihi aku menutup mataku dan menunggu beberapa detik sampai akhirnya ia mencium pipiku.

“Kenapa di pipi?” tanyaku menggoda walau memang aku agak kecewa

“Karena aku masih menyukaimu. Kalau kau sudah berhasil membuatku mencintaimu.. baru..” ujarnya sambil menunjuk bibirnya.

Senyum penuh percaya diri merekah diwajahku, “Tenang saja, akan kubuat kau mencintaiku Hamun!” teriakku dengan semangat

“YAA! KALIAN BERDUA! JANGAN GADUH DISANA!” teriak Kim sem dari kelas kami. Mendengar itu, aku dan Hamun hanya berpandangan lalu tertawa bersama.

 

>>>>>

 

Sudah sebulan aku menjadi pacar Hamun, namun sampai sekarang aku tak tahu bagaimana perasaan Hamun padaku. apa dia sudah mencintaiku? Atau ia malah ia tidak lagi menyukaiku?

Ia tak pernah mengajakku kencan terlebih dahulu. Ia tak  pernah mengirimiku pesan singkat terlebih dahulu, dan kalau ia membalas smsku, isinya juga cuma ‘hehe oke siwon sshi’.  Ia tak pernah menelponku terlebih dahulu. Ia tak pernah memanggilku ‘jagi~’. Bahkan sampai sekarang ia tak pernah mengatakan ‘Saranghaeyo Siwon-ah’,” Aish! Gadis itu membuatku frustasi! Aku harus cari cara untuk mengetahui perasaannya padaku.

“Hamun, Saranghae,” bisikku namun aku tak dapat menebak bagaimana reaksi Hamun karena ia terus saja menatap papan tulis dan menutup kepalanya dengan hoodienya.

Namun aku adalah pria yang pantang menyerah, “Jagiya, Jeongmal saranghandago,” bisikku sekali lagi namun Hamun malah bangkit dan membanting buku diatas mejanya

“Yaa, Siwon sshi! Jangan main-main saat jam pelajaran seperti ini! sebentar lagi kita ujian! Dan cairan di otakku tidak seencer punyamu! Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu ditengah pelajaran begini? Kau psycho!” teriaknya yang tentu saja menjadi tontonan semua yang ada di kelas.

“Aku bukan psycho. Bukannya hal itu wajar dilakukan oleh sepasang kekasih? Kau yang aneh nona Lee Hamun! kau bahkan tak pernah mengatakan ‘saranghae’ padaku! kau tak pernah memanggilku jagi! Kau tak pernah menelponku duluan, mengajakku kencan duluan, mengirimiku pesan duluan. Apa kau sayang sama aku? Ani, apa kau masih menyukaiku?” tanyaku balik tak kalah emosi

“Kau seperti anak kecil, Choi Siwon!” bentaknya

“Jangan salahkan aku! Aku begini karenamu!” balasku

“Jangan selalu salahkan aku! Kalau semua ini karena aku, cari cewek lain sana!!” omelnya

“Aku maunya begitu.. tapi aku tak bisa! Aku sudah tergila-gila denganmu!!” balasku dan suasana jadi hening seketika.

Hamun menatapku sebentar namun dengan segera ia berusaha mengalihkan perhatiannya dan meninggalkan kelas itu

 

HAMUN POV

 

Aku berlari dari kelas menuju atap sekolahku. Aku berlari tanpa henti untuk menghilangkan kegugupanku. Kata-kata Siwon masih terngiang-ngiang di kepalaku, ‘Aku maunya begitu.. tapi aku tak bisa! Aku sudah tergila-gila denganmu!!’ Haish lelaki itu.. mengapa bisa mengatakan hal itu dengan sangat gampang? Apa dia tak tahu kalau jantungku berdetak sangat kencang setiap kali mengatakan hal itu? Apa kau tak tahu kalau aku juga sudah tergila-gila denganmu? Hanya saja.. setiap kali kau mengatakan ‘saranghae’ padaku, jantungku berdetak terlalu kencang dan mulutku terkunci padahal aku sangat ingin mengatakan kalau aku juga mencintaimu! Aku mohon mengertilah diriku!

aku dapat merasakan kalau wajahku sekarang pasti semerah apel. Aku menutup kepalaku dengan hoodie dan membenamkan kepalaku diantara kaki yang kutekuk sejajar dadaku untuk menyembunyikan wajahku yang kacau, walau aku tahu tidak ada orang disini dan tidak ada yang bisa melihat wajahku saat ini.

sudah 1 jam aku disini, dan jantungku sudah berdetak agak normal lagi. Aku membutuskan untuk turun dan kembali mengikuti pelajaran tapi tiba-tiba, “Lee Hamun! kau kemana saja! Kami mencarimu kemana-mana!” ujar salah seorang pria yang aku kenal sebagai sahabat Siwon

“Yesung sshi, ada apa?” tanyaku

“Siwon.. Siwon menantang kakakmu duel taekwondo! Dan mereka berdua sedang ada di dojo sekarang!” ujar Yesung panik dan kepanikannya telah menular padaku. tanpa banyak bicara aku segera berlari menuju dojo.

Dasar pria bodoh! Buat apa dia melakukan hal itu?! Meski dia pemegang sabuk hitam taekwondo, Donghae oppa juga! apalagi Donghae oppa kalau emosinya dipancing, kekuatannya jadi seperti beruang! Haish, berani sekali dia membangunkan beruang yang sedang hibernasi?!

“Oppa, hentikan!” teriakku saat aku tiba di dojo. Kulihat Siwon sudah tergeletak tak berdaya di lantai dengan darah di bibirnya dan lebam dibeberapa bagian tubuhnya.

“Ayo bangkit Tuan muda Choi Siwon! kalau kau kalah, aku tak akan membiarkan Hamun berpacaran denganmu!” teriak oppaku. Aku dapat melihat oppa mau memukulnya dan tanpa kusadari kakiku dengan segera berlari kedepan tubuh Siwon dan tanganku menangkis pukulan oppa.

“Hamun?” tanya oppaku tak percaya

“HENTIKAN! Kalau terjadi apa-apa pada Siwon, aku akan membalasmu oppa!” ancamku. Perhatianku segera teralih pada pria yang tak berdaya ini.

 

SIWON POV

 

“Yaa Choi Siwon! ayo bangun! Kau sudah membuatku tergila-gila padamu! Kau jangan mati seenaknya dong! Kau harus tanggung jawab! Bagaimana dengan perasaanku?!” teriak Hamun histeris dengan air mata yang berlinang. Kau tau bagaimana perasaanku? Dalam hati, aku sangat girang namun aku tak boleh mengekspresikannya sekarang. Kalau tidak, rencanaku gagal.

“Ha- Hamun.. mianhata,” ujarku dengan suara benar-benar lemah dan pelan seperti suara orang yang sudah diambang kematian dan hal itu membuatnya menangis makin histeris.

Aku menghapus air matanya, masih sambil berbaring dilantai. “Ayo bangun! Aku janji kalau kau bangun, aku akan memanggilmu jagi! Setiap jam aku akan mengucapkan saranghae padamu! Sehari sekali aku akan menelpon dan mengirimimu pesan, dan seminggu sekali aku akan mengajakmu kencan! Kau akan menyesal kalau tak bangun dan menolak tawaranku ini Siwon!!” ujar Hamun dengan suara parau. Aku sangat puas mendengar jawabannya namun aku masih ingin menggodanya.

“Ka- kau bohong.. Kau ha- hanya mengucapkan itu sekarang. Kau tak punya bukti,” ujarku dan tiba-tiba ia mendekat lalu mengecup bibirku kilat.

“ANDWEEEE!!!!” teriak para gadis yang ada disitu termasuk Lee Donghae

“Aish! Aku tak tahan lagi! Choi Siwon! ppali ireona!” ujar Donghae. “Kau bilang hanya mau menetes Hamun sampai kamu mengetahui bagaimana perasaan Hamun, bukan sampai Hamun menciummu kan?!” ujar Donghae kesal. Haish, abang ini mengganggu saja. Aku maklum sih, dia penderita Sister Complex akut.

“Maksudnya?” tanya Hamun masih tak mengerti kalau semua ini hanya sandiwara yang aku buat. Semuanya sudah aku persiapkan. Mulai dari darah yang adalah anggur merah, lebam-lebam yang sudah aku buat sebelumnya.. pokoknya semuanya sudah kupersiapkan matang-matang, dan yang tahu tentang rencana ini hanya aku dan Donghae. Sebenarnya aku dan Donghae adalah teman satu dojo taekwondo dulu, hanya saja aku baru tau kalau dia punya adik yang bernama Lee Hamun, jadi aku bisa minta tolong padanya.

“Yaa, Donghae, jangan mengganggu,” ujarku padanya dan sekarang aku kembali menatap Hamun, “Hamun-ah, ppopo,” pintaku seperti anak kecil

“Berani sekali kau Siwon!!” teriak Donghae histeris. “Kemari kau! Akan kuberikan jurus mautku!” ujar Donghae sambil meronta-ronta karena ia sudah dipegangi oleh teman-temanku.

Aku bangkit dari lantai dan duduk didepan Hamun yang masih terlihat shock. “Hamun-ah, gwencana? Aku keterlaluan.. mianhata,” ujarku merasa bersalah pada Hamun. aku menghapus air mata yang masih mengalir dipipinya.

“Hamun-ah, jeongmal saranghae,” ujarku padanya dan ia langsung memelukku. “Kau gila Siwon! kau gila!” ujar Hamun sambil menangis

Tanpa ragu, aku membalas pelukannya, “Ne, aku gila. tapi kau tetap sayang padaku kan?”

“Nee, sa-sa-” aku mendengar Hamun terbata-bata saat mau mengucapkan hal itu. Ia berhenti sesaat untuk mengambil nafas dan membuangnya, “Saranghaeyo, jeongmal saranghae,” ujar Hamun akhirnya dan itu membuatku seakan melayang keudara. Aku memeluk Hamun erat karena aku tak mau terpisah dengannya.

“Oh iya, Kau harus menepati janjimu ya, Lee Hamun,” ujarku mengingatkan

“Yang mana, ya?” tanyanya pura-pura lupa

“Yang ‘Aku janji kalau kau bangun, aku akan memanggilmu jagi! Setiap jam aku akan mengucapkan saranghae padamu! Sehari sekali aku akan menelpon dan mengirimimu pesan, dan seminggu sekali aku akan mengajakmu kencan!’

“Kalau aku tak melakukannya, kau berani apa?” tanya Hamun yang masih dalam pelukanku

“Setiap kau melanggar janjimu, aku akan menciummu,” ujarku dan aku dapat merasakan ada seseorang yang sedang memandangku tajam dengan penuh kebencian, Lee Donghae. aku menyunggingkan senyuman kemenangan dan menatapnya balik seakan mengatakan ‘Hahahahahaha Hamun is mine now’.

“KEMARI KAU CHOI SIWON!!! AKAN KUPATAHKAN TANGANMU AGAR KAU TAK BISA MEMELUK HAMUN LAGI!!!!” teriaknya namun tak kuperdulikan sama sekali hihihi

 

Hamun, Saranghae.

 

 

-THE END-

@esterong

 

Commentnya ya teman :DDD