FIND THE TRUTH

G / Romance – Friendship / Series

 

Cast :

Super Girls

Super Junior (Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin)

Shinee

DBSK (Jung Yunho, Shim Changmin)

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Jung Yunho – Park Minah

 

Close Relationship:

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Kim ‘Key’ Kibum – Choi Jihyo

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

It’s Complicated relationship:

Lee Jinki ‘Onew’ – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

 

Annyeong, yeojadeul!!! Maaf baru muncul lagi dengan FF series baru yang entah bagaimana nanti kelanjutannya. Hehehe. Maafkan juga kalau tidak sesuai dengan harapan yeojadeul sekalian. Sesungguhnya aku ingin sekali membuatnya menjadi lebih bagus tapi tangan ini malas sekali untuk mengedit. Nanti kalo ada waktu aku edit yaaa.. Mianheeee.. *bowing 90 degrees* – Author

 

PART 1

ENJOY READING… START!

 

“Jinki oppa! Jinki oppa!” panggil Hyejin kepada sunbaenya yang merupakan leader boyband SM, Shinee.

Lee Jinki alias Onew paling tidak suka jika ada yang memanggilnya dengan nama aslinya itu. Karenanya, dia menjawab panggilan Hyejin diiringi tatapan mengerikan, “Yaa Song Hyejin! Neo! Haish! Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan nama asliku. Panggil aku Onew, Onew oppa.”

“Mianhe, oppa. Aku hanya lebih menyukai nama Jinki dibanding Onew makanya aku suka memanggilmu Jinki oppa,” sahut Hyejin.

“Ne, arra arra. Ya sudahlah kalau gitu. Aku mau latihan sekarang ya. Bye!” ujar Onew lalu berjalan pergi.

“Jakkaman!” seru Hyejin untuk menghentikan langkah Onew. Onew berbalik melihat Hyejin dengan tatapan bertanya, “Wae?”

“Tolong antarkan aku pulang, oppa. Mobilku rusak. Pleaseeee,” ujar Hyejin dengan memelas.

Onew menghela nafas pasrah. Jika Hyejin sudah minta sesuatu maka hukumnya harus dipenuhi. Dia berjalan menghampiri Hyejin. “Baiklah kita berangkat sekarang. Kajja!” ujar Onew sambil menggandeng Hyejin ke mobilnya.

“Tapi nanti jemput Hamun dulu ya,” kata Hyejin melunjak.

“Iya,” sahut Onew.

Mereka berdua pun segera berangkat menjemput Hamun ke sekolahnya lalu pulang ke dorm.

“Gomawo, onew oppa,” ucap Hamun yang langsung keluar dari mobil dan masuk ke dorm.

“Cheonmaneyo, yeppeo magnae,” balas Onew pada punggung Hamun.

Hyejin tersenyum membesarkan hati Onew. “Maafkan kelakuan magnaeku ya, oppa. Dia memang begitu,” ucap Hyejin.Onew ikut tersenyum. “Gwencana. Aku paham kok,” balas Onew. “Ya sudah, kau masuk sana. Aku mau kembali ke kantor. Sampai jumpa.” Onew lalu mengecup pipi Hyejin.

“Sampai jumpa, oppa. Gomawoyo,” kata Hyejin lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam dorm setelah Onew pergi.

Betapa kagetnya Hyejin ternyata Kyuhyun sedang menunggunya. Pria itu berdiri di depan dorm sambil melipat tangan di depan dada dan wajah marah. “Kenapa lama sekali di dalam mobil Jinki? Aku sudah menunggumu dari tadi, tahu?” tanya Kyuhyun yang lebih seperti membentak.

Hyejin tahu bahwa pria ini memang paling tidak suka jika dirinya bersama dengan pria lain, apalagi kalau harus berduaan.

“Mianhe, oppa,” ucap Hyejin sambil mengelus-elus dada Kyuhyun agar lebih tenang dimana cara ini memang paling ampuh. Kyuhyun langsung luluh. Detik berikutnya, Kyuhyun sudah menggandeng Hyejin masuk ke dalam dorm.

 

 

Hamun berusaha mengejar Taemin yang sedang memegang buku pelajaran Hamun. “Demi segala makhluk di bumi Taemin oppa, tolong kembalikan bukuku. Aku mau bikin tugas,” pinta Hamun dengan nafas tersengal-sengal.

“Tidak mau! Merong!” kata Taemin sambil menjulurkan lidahnya dan terus berlarian di dalam dorm. Dengan sisa tenaganya, Hamun mengejar Taemin.

“Tingtong! Tingtong! Tingtong!” bunyi bel dorm SG yang dipencet dengan tidak sabaran.

“Ya, tunggu!” ucap Hamun keras kepada si pemencet bel. Dengan terpaksa, Hamun menghentikan pengejarannya lalu membuka pintu. “Ah, Hyejin onni, Kyuhyun oppa, selamat datang,” ucap Hamun lalu beralih kembali pada Taemin.

“Yaaaa! Lee Taemin oppa! LEE TAEMIN!” seru Hamun yang sudah mulai galak.

Taemin terhenti dan menatap Hamun dengan takut-takut. “Mianhe, Hamun. Ini bukumu,” kata Taemin sambil menyerahkan buku Hamun kepada pemiliknya.

“Dari tadi dong ah!” Hamun mengambil bukunya dengan galak lalu mengambil tempat duduk di meja makan untuk membuat tugasnya. Baru saja Hamun menaruh pantatnya di kursi, bel dorm sudah berbunyi lagi.

“Haish!” seru Hamun kesal. Ia bangkit lagi dari duduknya untuk membuka pintu. Meskipun ada Hyejin onni yang lebih dekat dengan pintu, tetap Hamun yang harus buka karena itu tugas seorang magnae!

“Annyeonghaseyo, oppa,” ucap Hamun kepada pria yang datang ke dorm SG, Choi Siwon.

“Annyeonghaseyo, Hamun ah,” balas Siwon. “Apa Jihyo ada di dalam?”

“Jihyo onni belum pulang, oppa. Hanya ada aku, hyejin onni, taemin oppa dan kyuhyun oppa. Mau tunggu?”

Siwon berpikir sebentar. “Baiklah kalau kau tidak keberatan,” ujar Siwon lalu masuk ke dalam dorm SG.

Siwon melewati Hyejin dan Kyuhyun yang tidak bisa diganggu dan bertemu dengan Taemin di ruang makan. Siwon duduk di sebelahnya. “Hai, Taemin,” sapa Siwon.

“Annyeonghaseyo, Hyung,” balas Taemin sambil membungkukkan badan.

Hamun bergabung dengan mereka berdua tidak lama kemudian dan langsung mengerjakan tugasnya. Taemin mulai sibuk dengan psp sedangkan Siwon dengan seksama memperhatikan Hamun yang sangat tekun mengerjakan tugas. Karenanya Hamun jadi deg-degan tidak karuan.

“Kau sedang mengerjakan tugas apa, Hamun?” tanya Siwon ingin tahu.

“Tugas gampang, hanya bikin essay tentang kpop,” jawab Hamun sambil tertawa.

“Sombong mentang-mentang pintar,” sahut Siwon.

Hamun mengerjakan tugasnya sambil mengobrol dengan Siwon sedangkan Taemin sibuk sendiri.

Tiba-tiba Taemin mendapat telepon yang membuatnya loncat berdiri. “Omo! Aku telat. Mianhe, hyung. Aku akan segera kesana,” kata Taemin. Dengan terburu-buru, Taemin berpamitan kepada semua terutama Hamun, “Aku pergi dulu ya, Hamun. Bye!”

Sepeninggal Taemin, tinggal Hamun dan Siwon berdua di ruang makan yang membuat jantung Hamun berdebar semakin tidak karuan.

“Hamun ah? Kau tidak bosan terus-terusan mengerjakan tugas?” tanya Siwon.

Hamun menatap Siwon dengan bingung. “Bosan sih tapi mau diapakan lagi?” jawab Hamun.

Siwon lalu berdiri dan tanpa ragu menarik Hamun mengikuti jejaknya. “Ayo kita jalan-jalan sebentar. Kau butuh refreshing!” kata Siwon.

Dengan ragu, Hamun mengikuti Siwon yang telah lebih dulu menariknya pergi. Siwon pamit pada Kyuhyun dan Hyejin diikuti oleh Hamun.

Siwon langsung menyuruh Hamun masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikannya menuju toko es krim terenak di Seoul.

“Ini, es krim coklat kesukaanmu Hamun,” ujar Siwon sambil memberikan secup eskrim kepada Hamun.

Hamun menerimanya dengan senang hati. “Gomawo, oppa,” ujar Hamun.

“Kita makan sambil jalan yuk,” ajak Siwon.

Hamun dan Siwon akhirnya berjalan bersama menyusuri toko-toko di pinggir jalan sambil memakan eskrim mereka.

“Cincin ini lucu, cocok dengan imagemu,” kata Siwon saat melihat sebuah cincin berbentuk matahari.

“Tidak ah. Terlalu catchy,” sahut Hamun. Mereka pun berpindah ke toko lain.

Siwon tiba-tiba berhenti dan menggenggam tangan Hamun. “Hamun, itu Jihyo dan Key! Sedang apa mereka berdua disini?” kata Siwon. Tangannya menunjuk ke sebuah arena bermain remaja. Kedua orang yang ditunjuk sedang main dance virtual.

Hamun memperhatikan Jihyo dan Key. “Iya itu mereka, oppa,” kata Hamun.

“Ayo kita ikuti mereka,” ujar Siwon tanpa basa-basi dan langsung menarik Hamun mendekat ke arena bermain.

Untuk beberapa saat, Hamun dan Siwon sembunyi di balik sebuah tiang. “Mereka sudah pergi, Hamun. Ayo segera kita kejar,” kata Siwon dengan semangat.

Hamun terpaksa mengikuti Siwon karena tangannya masih tergandeng erat di tangan laki-laki itu.

Siwon berlari begitu cepat sampai tidak bisa diikuti oleh Hamun. “Oppa, pelan-pelan. Aku sudah tidak kuat,” kata Hamun. Tidak lama kemudian, Hamun terjatuh. Dia pingsan tepat ketika Siwon melepas tangannya.

Siwon panik bukan main. “Hamun ah! Gwencana? Hamun ah!” kata Siwon tapi Hamun tak bergerak. “Hamun ah, Mianhe. Sadar ya. Sadar.” Siwon dengan sigap menggendong Hamun dan mengantarkannya ke rumah sakit terdekat.

 

 

 

Setengah panik dan takut, Jihyo berlari menuju ruang rawat Hamun didampingi oleh Key. Beberapa saat lalu saat sedang jalan-jalan dengan Key, ia mendapat telepon dari Siwon bahwa Hamun pingsan dan masuk rumah sakit.

“Oppa! Bagaimana Hamun? Kenapa dia?” tanya Jihyo begitu bertemu Siwon yang sedang menunggu di depan ruang rawat Hamun.

“Dia kecapekan berlari bersamaku,” jawab Siwon.

Jihyo langsung memukul Siwon begitu tahu penyebab Hamun masuk rumah sakit adalah kakaknya itu. “Haish, oppa! Bagaimana bisa kau menyuruh Hamun lari-lari bersamamu?! Dia itu tidak se-kuda kamu!” omel Jihyo.

“Mianhe, Jihyo. Tadi aku lari juga untuk mengejarmu. Aku tidak sengaja melihatmu jalan bersama Key,” ucap Siwon berusaha membela diri.

“Lalu kenapa? Tidak boleh? Aku sudah pamit kok pada Sungmin oppa,” balas Jihyo.

“Bukan gitu. Aku…” Siwon tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya menggaruk-garuk kepalanya.

Jihyo mendecakkan lidah. “Sudahlah, mending oppa pulang sana atau syuting. Biar aku dan Key yang menjaga Hamun. Nanti kalau dia sadar, aku akan menghubungi oppa,” kata Jihyo dengan nada tidak ingin dibantah. Siwon pun menurut. Ia segera meninggalkan rumah sakit.

Jihyo duduk di sebelah Key sambil mengirimkan sms kepada Hyejin dan member lain. “Haduh Key, oppaku ini ada-ada saja cari masalahnya. Kalau besok sampai masuk berita gimana?!” ucap Jihyo mencurahkan kebingungannya kepada sahabatnya ini.

Key hanya diam. Dia menatap Jihyo dengan kesal. “Key, ottoke?” tanya Jihyo sambil menatap Key dengan heran. “Wae?”

“Kau tahu Choi Jihyo? Sepatu dan jaket yang aku beli ketinggalan di toko! Dan itu gara-gara kamu!” kata Key.

“Kok gara-gara aku? Aku kan lagi panik tadi. Maklumin dong!” balas Jihyo tidak terima.

“Aku maklumin tapi kau harus menggantinya! Gak mau tahu!” ujar Key.

Jihyo menghela nafas mencari kesabarannya. “Arraseo! Arraseo! Nanti aku belikan yang baru. Bawel!” omel Jihyo.

Seketika Key kembali baik. Dia merangkul Jihyo dan menyuruhnya beristirahat di bahunya. “Kenapa Jihyo belum sadar juga ya? Lama sekali pingsannya?” ujar Key.

Mendengar omongan Key, Jihyo jadi ingin memukul laki-laki itu. “Yaa! Kim Kibum! Jangan membuatku takut!” omel Jihyo lagi.

“Mianhe..”

Tidak lama kemudian, dokter keluar memberitahukan Hamun sudah sadar tapi masih perlu istirahat sampai besok. Jihyo segera masuk menemui Hamun sedangkan Key pamit karena masih ada syuting. Untung Hyejin dan Sungmin sudah datang untuk menemani.

“Hamun, ini coklat untukmu. Cepat sembuh ya biar besok latihan lagi,” ujar Sungmin.

“Ne, gomawo oppa,” sahut Hamun dengan lirih.

“Iya, kau harus sudah sembuh sebelum besok. Kang Hamun, hwaiting!” kata Jihyo memberikan semangat.

Setelah itu, Sungmin dan Jihyo pamit pulang sedangkan Hyejin bertugas menjaga Hamun.

“Oppa, gomawo karena sudah mau mengantarkanku pulang,” ucap Jihyo dengan senyum cerianya.

“Cheonmaneyo, Jihyo jagi.. Tapi sebenarnya ada yang harus aku bicarakan denganmu,” kata Sungmin dengan wajah tegang.

“Soal apa?” tanya Jihyo ikut-ikutan tegang.

“Kyuhyun.”

“Kenapa dia?”

“Bertengkar dengan Onew.”

“Kenapa bertengkar?”

“Haruskah aku menjelaskan lagi padamu kalau semua ini karena leadermu yang bernama Song Hyejin?”

“Oppa, jangan menyebut nama leaderku seolah-olah dia segala sumber masalah.”

Sungmin menyadari telah menyebut nama Hyejin dengan sinis tapi itu hanya ungkapan kekesalan dan kecemasannya. “Kalau masalah ini tidak segera selesai, hubungan SJ-SG-SHINee akan tamat!” ujar Sungmin.

Jihyo mengerti maksud Sungmin. Kekasihnya itu ingin ia membantu agar hubungan semuanya baik-baik saja karena Jihyo yang paling dekat dengan Kyuhyun dan Hyejin. “Aku bisa menangani Kyuhyun oppa dan Hyejin onnie tapi bagaimana dengan Onew oppa?” tanya Jihyo.

“Kamu kan dekat dengan Key. Minta tolong padanya saja ya? Aku mohon bantu aku menyelamatkan karir kita semua,” ujar Sungmin.

“Ne, oppa. Algetseumnida,” sahut Jihyo yang malam ini terpaksa tidak tidur karena harus menyusun rencana sematang mungkin. Surviving SMtown, begitu judul rencananya.

 

 

 

Minho mengejar HyunAh yang sedang berjalan ke dalam lift. “Nuna! Jakkaman!” seru Minho yang membuat HyunAh menahan pintu lift terbuka lebih lama. Minho segera masuk dan pintu lift pun tertutup. “Gomawo, nuna,” ucap Minho dengan senyum paling mempesona.

“Cheonmaneyo, Minho. Kau mau kemana?” tanya HyunAh yang memang sangat menyukai the flaming charisma, Choi Minho. Lelaki itu adalah dongsaeng kesayangannya.

“Mau ketemu Onew hyung di lantai 4. Nuna mau kemana?” balas Minho.

“Ke lantai 4 juga tapi buat ketemu MinAh. Kalau gitu kita bareng aja yuk,” ajak HyunAh.

Sesampai di lantai 4, pintu lift membuka. Minho mempersilahkan HyunAh keluar lebih dulu. Mereka berjalan berdua menuju ruang latihan. “Kamu ketemu Onew disini juga, Minho ya?” tanya HyunAh begitu sampai di depan ruang latihan.

“Aniyo. Aku hanya mau mengantarkan nuna dulu dengan selamat,” jawab Minho sambil memamerkan senyumnya lagi.

HyunAh tersipu malu. Dia juga mendaratkan pukulan kecil di bahu Minho. “Minho ya, jangan menggodaku terus ah,” kata Hyun Ah.

Minho tertawa kecil. Dia memang tidak bisa kalau tidak menggoda nuna misteriusnya itu.

Minho hendak membukakan pintu untuk HyunAh tapi pintu tersebut sudah terbuka lebih dulu dan keluarlah seorang lelaki bernama Choikang Changmin.

“Annyeonghaseyo, hyung,” sapa Minho langsung dengan ramah sambil membungkukkan badan.

“Annyeonghaseyo, Minho,” balas Changmin yang lalu menatap HyunAh dengan ekspresi heran sekaligus bertanya-tanya.

“Annyeonghaseyo, oppa,” ujar HyunAh dengan kaku. HyunAh memang selalu bertingkah tidak wajar jika sudah bertemu magnae satu itu. Sekujur tubuhnya kaku tapi darahnya berdesir cepat sekali.

“Annyeonghaseyo, Jung…”

“HyunAh.”

“Ah iya, Jung HyunAh. Mianhe aku lupa namamu, HyunAh. Aku tau kau adik Yunho hyung dan kembaran Yong Hwa tapi aku lupa namamu. Mianhaeyo.”

“Gwencana, oppa. No problemo.”

“Kamu mau menemui Yunho hyung ya? Dia belum datang, masih ada di lantai 2.”

“Aniyo, oppa. Aku mau bertemu dengan MinAh.”

Minho tiba-tiba menyela, “Ehem! Tampaknya kalian lupa kalau aku masih di sini.”

HyunAh dan Changmin tersipu malu. “Mianhe,Minho,” ujar mereka berdua bersamaan.

“Chillax. Hehe. Aku juga sudah mau pergi kok. Onew hyung sudah miskol-miskol lagipula HyunAh nuna juga sudah sampai dengan selamat. Sampai jumpa, hyung, nuna! Changmin hyung, titip HyunAh nuna ya. Jaga dia baik-baik,” sahut Minho lalu pergi meninggalkan mereka.

“Oh ya HyunAh, MinAh tampaknya telat. Aku belum melihatnya daritadi di sini. Bagaimana kalau kita minum kopi dulu?” ajak Changmin yang langsung menggandeng HyunAh turun ke kafe di lobi.

HyunAh dengan pasrah mengikuti kemana Changmin menariknya.

 

 

Yunho dan Minah tertangkap wartawan sedang berpesta di pulau Jeju bersama teman-teman mereka. Hal ini membuat SM gempar dan kebat-kebit untuk membuat berita palsu demi menutupi berita yang sesungguhnya.

“Yaaa! Park Min Ah! How dare you?! Kenapa kau seceroboh itu?” omel Hyejin begitu mendapat berita yang sangat mengganggunya.

“Mianhe, Hyejin. Aku pikir tidak akan ada wartawan di sana secara keberadaan kami seharusnya benar-benar tidak terdeteksi,” kata Minah merasa bersalah.

“Seharusnya, MinAh. Seharusnya!”

Jonghyun yang kebetulan sedang bersama kedua gadis itu segera menenangkan Hyejin. “Tenang, Hyejin. Perusahaan sudah menyebarkan berita pengalih. Kalian sudah aman begitu juga DBSK,” kata Jonghyun.

Hyejin tidak peduli. Dia pergi meninggalkan Minah dan Jonghyun masih dengan amarah di hatinya.

Sepeninggal Hyejin, MinAh gantian marah-marah. Sasarannya : Kim Jonghyun. “Demi karir SuperGirls ya Kim Jonghyun, aku masih bisa tahan dengan Song Hyejin itu! Menyebalkan sekali,” kata Minah.

Jonghyun tertawa kecil. “Tenang, onni. Itu sudah bawaan leader kalau ada masalah dengan grup mereka. Onew juga begitu kok,” sahut Jonghyun.

“Huhh! Tapi dia suka sekali marah-marah padaku!”

“Iya aku tahu, nuna. Tapi sebentar lagi Hyejin yang akan kena omel manajer kalian. Sudah, jangan sampai kalian pecah karena masalah ini,” ujar Jonghyun memberikan nasihat.

“Hash! Aku dinasihati anak kecil nih,” kata Minah seperti tidak terima.

“Aku memang dongsaengmu tapi secara karir, aku sunbae, nuna. Aku lebih berpengalaman. Terbiasalah.”

Minah akhirnya tersenyum menerima nasihat Jonghyun. Dia mengelus-elus kepala Jonghyun. “Kau memang dongsaengku yang baik. Saranghaeyo!”

“Nado saranghae, nuna.”

Jonghyun dan Minah sedang cekikikan saat tiba-tiba Yunho datang dan langsung menyeret Minah pergi. “Jonghyun, aku pinjam nunamu. Ada yang harus aku bicarakan dengannya. Permisi,” ucap Yunho tanpa ingin disela.

MinAh dan Yunho kini telah berdua di ruang khusus staf SM yang kebetulan kosong. “Ada yang harus kita bicarakan penting sekali,” kata Yunho. Wajahnya bingung.

“Ada apa? Apa ini berhubungan dengn pemberitaan kita di Jeju?” tanya Minah harap-harap cemas.

Yunho mengangguk. “Ne. Kita harus berpisah demi keselamatan kita semua. Mianhaeyo,” ucap Yunho perlahan.

Air mata Minah langsung mengalir tapi ia berusaha menahannya. “Apa hanya itu jalan keluarnya?” tanya Minah berusaha tetap tenang.

Yunho mengangguk lagi meskipun keraguan masih jelas menyelimutinya. “Aku tidak punya pilihan lain. Mianhe, Minah,” kata Yunho sekali lagi lalu pergi.

Minah duduk terpekur sendiri di ruangan itu. Tangannya terus-terusan menghapus air mata yang mengalir. Cintanya yang baru seumur jagung kandas sudah.

Saat Minah sedang menangis, Hyunah datang menghiburnya. “Minah, maafkan aku baru tahu masalah ini. Changmin oppa baru cerita padaku tadi. Maafkan aku ya.”

Minah tidak bisa berkata apa-apa, dia malah semakin menangis kencang.

“Sudah, sudah. Lebih baik kita pulang sekarang. Hyejin sedang menyelesaikan masalahmu dengan manajer. Yuk,” ajak Hyun Ah.

Min Ah menghapus air matanya sampai bersih dan memoles make up di wajahnya untuk menutupi mata sembabnya. Setelah ia merasa sempurna, ia baru mau pulang bersama Minah.

 

.to be continued.

@gyumontic