Cast :

Super Girls

Super Junior + M

Shinee

DBSK

Song Joong Ki

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

Jung Yunho – Park MinAh

 

Close Relationship:

Kim Jaejoong – Song Hyejin

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

Cameo:

Big Bang (GD, TOP, SeungRi)

 

Selamat membacaJangan lupa komen🙂

 

START!!

 

Hamun tiba lebih dulu di tempat janjiannya dengan Donghae karena Donghae masih ada syuting. Untuk membunuh waktu, Hamun bermain dengan ipadnya, membuka fancafe dan membalas pesan dari para fans. Hamun bolak-balik melihat sekeliling berharap Donghae muncul menghampirinya tapi yang dilihatnya justru Taemin dan Minho. Kedua laki-laki itu menghampiri Hamun sambil melambaikan tangan mereka dengan gembira.

“Hamun ah! Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Apa yang kau lakukan?” tanya Taemin dengan ceria.

“Aku sedang menunggu Donghae oppa. Aku ada janji dengannya. Kau sendiri, Taem?” Hamun balik bertanya.

“Menemani Minho hyung. Kami sedang menyelidiki Changmin hyung,” jawab Taemin.

“Menyelidiki Changmin oppa buat apa?” tanya Hamun lagi ingin tahu.

Kali ini Minho yang menjawab, “Hyunah nuna yang meminta.”

“Iya, tapi buat apa?” Hamun terus mencecar tapi belum sempat pertanyaannya terjawab, Taemin dan Minho sudah menariknya untuk bersembunyi. “Wae? Wae?”

Minho lalu mulai menjelaskan sambil menunjuk ke arah Changmin dan Luna yang sedang berjalan melewati mereka, “Lihat, Changmin hyung sedang jalan dengan Luna. Ini yang harus aku selidiki.”

Hamun pun mulai paham. Hyunah onninya memang berjuang mati-matian untuk mendapatkan Changmin, apapun akan dilakukannya. “Lalu kenapa oppadeul masih di sini? Kenapa tidak segera membuntuti Changmin oppa dan Luna onni? Keburu mereka hilang loh,” ujar Hamun yang melihat Changmin dan Luna yang semakin jauh.

Minho dan Taemin pun segera mengambil langkah seribu untuk mengejar Changmin dan Luna. Kedua bocah suruhan Hyunah itu memperhatikan setiap gerak-gerik Changmin dan melaporkannya kepada Hyunah, “Nuna, ini Minho. Penyeledikan kami hari ini sudah selesai ya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Changmin hyung sudah mulai merasa asing dengan Luna.”

“Bagaimana kau bisa yakin? Bisa saja itu karena dia malu-malu,” tanya Hyunah.

“Aku dan Taemin yakin sekali. Tadi Luna mencoba menggandeng tangan Changmin hyung tapi hyung menepisnya dan masih banyak hal yang lainnya,” jawab Minho.

Senyum terkembang jelas di wajah Hyunah. “Bagus kalau begitu. Terima kasih ya, dongsaengdeul. Aku akan mentraktir kalian makan. Kajja,” ujar Hyunah dengan ceria.

Kembali pada Hamun yang sedang menunggu Donghae, akhirnya penantian Hamun berakhir juga. Batang hidung Donghae akhirnya muncul. Pria itu datang dengan membawa coklat kesukaan Hamun. “Mianhe membuatmu menunggu lama. Tadi syutingku selesai lebih lama dari seharusnya,” ucap Donghae.

Hamun tersenyum sambil memandangi coklat yang dibawa Donghae penuh nafsu. “Tidak apa Oppa, asal kau memberikan coklat itu untukku,” balas Hamun.

Donghae tertawa geli. Ia pun memberikan coklat yang dibawanya kepada Hamun. “Gomawo, Hamun ah.”

“Cheonmaneyo, oppa ya.”

Donghae tersenyum lalu menggandeng Hamun berjalan menyusuri taman. “Hamun ah, apa kau sedang ingin jalan-jalan ke tempat khusus?” tanya Donghae.

Hamun berpikir sejenak lalu mengangguk. “Aku ingin ke akuarium. Memang kenapa?” jawab Hamun.

“Kalau gitu, ayo kita kesana,” ujar Donghae.

Donghae pun segera membawa Hamun ke akuarium seperti yang dimaksud Hamun. Mereka melihat berbagai jenis hewan air yang ada di sana bahkan berfoto-foto dengan hewan-hewan itu.

“Wuah, wajahmu mirip sekali dengan ikan ini oppa!” seru Hamun dengan girang sambil menunjuk ikan nemo yang sedang berenang-renang dengan lincah.

“Kau juga mirip dengan ikan ini,” sahut Donghae sambil menunjuk ke kaca salah satu akuarium.

Hamun mengikuti arah tunjuk Donghae tapi dia tidak menemukan ikan apapun disana. “Mana ada ikan di sini, oppa,” kata Hamun.

“Lihat lebih dekat sini,” ujar Donghae.

Hamun pun semakin mendekatkan wajahnya ke kaca akuarium. “Mana? Gak ada,” kata Hamun.

Donghae pun memegang kepala Hamun lalu mendorong pelan kepala gadis itu sampai menempel ke kaca akuarium. “Ketipu kau,” kata Donghae lalu tertawa puas karena berhasil mengerjai Hamun.

“Oppa ya…” Hamun mengeluh manja lalu mencubit Donghae.

“Hihihi. Mianhe, jagi,” ucap Donghae yang masih tertawa. Hamun pun jadi ikut tertawa.

Wajah keduanya terlihat sangat ceria meskipun sebenarnya sangat lelah.

Hari sudah mulai sore, Hamun dan Donghae pun memutuskan untuk pulang.

“Aku akan mengantarmu pulang ke dorm sekarang ya,” ujar Donghae.

“Ani, aku ikut ke dorm SJ. Tampaknya Hyejin onni ada di sana. Biar nanti aku pulang bersamanya saja,” kata Hamun.

Donghae tersenyum menggoda Hamun, “Kau tidak bisa lepas dariku ya? Humm?”

Wajah Hamun jadi bersemu merah karena godaan Donghae. “Bukan, Oppa. Aku hanya tidak mau sendirian di dorm. Jangan salah sangka,” bantah Hamun malu-malu.

“Kalau benar, aku malah senang sekali loh Hamun.”

“Oppa…”

Donghae menyengir senang. “Baiklah, kita ke dorm ku sekarang. Cabut!” ujar Donghae lalu mengemudikan mobilnya menuju dorm SJ.

Sesampai di dorm SJ, tepat seperti perkiraan Hamun, Hyejin masih berada di sana. Hyejin sedang berbincang dengan Leeteuk.

“Jadi, publik sudah mengetahui pernikahanmu dan Kyuhyun?” tanya Leeteuk kepada Hyejin.

Hyejin menganggukkan kepalanya sambil menyeruput coklat hangat dengan santai. “Aku tahu mungkin itu akan sangat mengganggu kita tapi aku memutuskan untuk tidak memikirkannya. Biar saja publik mau bicara apa. Kalau mereka lelah toh mereka akan berhenti juga,” ujar Hyejin.

Leeteuk dan Hyejin berbincang dengan serius sampai tidak menyadari kehadiran Donghae dan Hamun. “Kami pulaaaaang!” seru Donghae menggegerkan satu dorm karena suaranya yang begitu lantang.

Leeteuk dan Hyejin segera menoleh. “Lee Donghae! Yaa! Kecilkan suaramu,” tegur Leeteuk. Donghae hanya cekikan senang berhasil mengganggu Leeteuk.

Hyejin melihat Hamun berdiri di sebelah Donghae. “Hamun? Sedang apa di sini?” tanya Hyejin bingung.

Hamun menjawab dengan jujur, “Aku tidak mau sendirian di dorm jadi aku menyusulmu kesini.”

“Tapi aku mau ke Nowon menemui keluarga Kyuhyun. Gimana dong?” tanya Hyejin.

“Mwo? Berarti nanti aku pulang sendirian?”

Hyejin menggaruk-garuk kepalanya karena bingung. “Apa kau mau ikut ke Nowon?”

Hamun menggelengkan kepalanya dengan tidak semangat.

Donghae merangkul Hamun dan berkata dengan mantap, “Tenang, aku akan mengantarkan Hamun pulang nanti, Hyejin.”

Dari belakang Hamun dan Donghae tiba-tiba muncul Siwon yang memasang wajah penuh kesinisan. “Rupanya sudah lahir pasangan baru ya. Cepat sekali hatimu berpindah, Kang Hamun,” sindir Siwon.

“Setidaknya aku tidak mengkhianatimu sekejam kau mengkhianatiku, Choi Siwon. Pergi jauh-jauh ke Amerika hanya untuk bercinta dengan wanita lain. Cih,” balas Hamun.

Leeteuk dan Hyejin tidak tahu menahu mengenai masalah ini dan mereka tidak akan pernah mau tahu karena bisa saja itu akan memperkeruh masalah. Hamun memandang sinis kepada Siwon lalu menggandeng Donghae keluar dari dorm.

Donghae mengerti sekarang apa yang membuat Hamun frustasi sewaktu di Amerika. Rupanya Siwon telah mengkhianati gadis itu. Entah harus ikut sedih atau bagaimana tapi yang pasti Donghae merasa sangat bahagia karena kesempatannya sekarang sudah terbuka lebar. Meskipun Hamun mungkin masih mempunyai hati untuk Siwon tapi buat Hamun, pengkhianatan adalah dosa paling yang tidak bisa dia ampuni dalam suatu hubungan pacaran. Tanpa Donghae sadari, senyum penuh optimis tersungging di wajahnya dengan jelas.

 

……….

 

Hyunah sedang makan bersama Minho dan Taemin di restoran milik Yesung. Setelah mendapat laporan dari kedua dongsaengnya mengenai Changmin, ia ingin menguji keakuratan laporan itu. Hyunah menelepon Changmin, “Oppa, aku sedang di Baptol’s bersama Minho dan Taemin. Ayo segera kemari. Kita makan bersama.”

“Tapi aku sudah makan, Hyunah,” sahut Changmin melalui telepon.

“Kalau gitu datang saja kemari untuk minum bersama kami. Oke? Aku menunggumu ya. Sampai jumpa,” kata Hyunah lalu menutup teleponnya tanpa menunggu persetujuan dari Changmin.

Minho menatap Hyunah tidak percaya. Nunanya yang selama ini dia kenal sebagai wanita yang kalem dan pemalu ternyata berbeda 180 derajat jika berhadapan dengan Changmin. “Kalau Changmin hyung tidak datang bagaimana, nuna?” tanya Minho.

Sorot mata Hyunah penuh kepercayaan diri. “Kalau dia berani tidak datang, aku pastikan dia tidak akan bisa menemui Luna lagi atau gadis manapun yang disukainya,” jawab Hyunah.

Sembari menunggu keputusan Changmin untuk datang atau tidak, lebih baik kembali pada Hyejin dan Kyuhyun yang sedang dalam perjalanan menuju Nowon.

Hyejin terus memainkan jari-jarinya untuk menutupi rasa gugupnya. “Oppa, apa keluargamu akan baik-baik saja begitu melihatku? Mereka pasti sudah mengetahui pernikahan kita,” tanya Hyejin dengan cemas.

“Tenang saja. Kita akan menjelaskan semuanya nanti kepada mereka. Kau tenang saja,” jawab Kyuhyun.

“Termasuk penyebab kita menikah semendadak ini?” tanya Hyejin tambah cemas. Ia takut keluarga Cho akan menghakiminya sebagai wanita rendahan yang bisa-bisanya menjebak anak mereka untuk terikat dengan dirinya.

“Kalau yang kau maksud adalah menjebakku, kita akan memodifikasi hal itu nanti. Lagipula tampaknya tidak mungkin kita menceritakannya sampai sedetil itu. Sudah, kau tenang saja,” ujar Kyuhyun.

Hyejin mencoba menenangkan dirinya tapi selalu gagal. Bayangan orang tua dan kakak Kyuhyun yang jahat padanya selalu menghantui sepanjang perjalanan. Hyejin membayangkan bagaimana menakutkannya keluarga Cho nanti.

Untuk mengalihkan perhatiannya, Hyejin menelepon Hyunah, “Hyunah yaa, sedang apa?”

“Aku sedang makan dengan Taemin dan Minho. Ada apa, Hyejin?” sahut Hyunah.

“Temani aku mengobrol sebentar ya,” pinta Hyejin.

“Aku ingin sekali tapi tidak bisa sekarang ya, sayang. Changmin baru saja datang. Nanti saja ceritanya. Sampai jumpa,” ujar Hyunah lalu menutup ponselnya.

Hyunah melambai-lambaikan tangannya kepada Changmin. Changmin pun menghampiri tempat dimana Hyunah, Minho dan Taemin duduk. “Annyeong, Minho,Taemin,” sapa Changmin sambil duduk di sebelah Hyunah.

Hyunah langsung mengamit tangat Changmin dan menyenderkan kepalanya di lengan Changmin. “Aku pikir kau tidak akan datang, Oppa,” ujar Hyunah dengan manja.

Changmin hanya tersenyum lalu memesan beberapa botol soju. Saat para dongsaengnya makan-makan, ia minum soju. “Aku juga mau,” kata Hyunah tiba-tiba sambil menyodorkan gelasnya.

Changmin menuangkan soju ke gelas Hyunah yang langsung dihabiskan Hyunah hanya dengan sekali teguk. Hyunah menyodorkan gelasnya lagi dan meminta lebih, “Tuangkan lagi.”

Changmin menuangkan soju lagi ke gelas Hyunah yang lagi-lagi langsung dihabiskan gadis itu hanya dalam seteguk.

Hal itu berlangsung beberapa kali sampai akhirnya Hyunah mabuk. Tubuhnya mulai limbung sehingga membuat Changmin menahannya.

“Hyung, sebaiknya kita cepat antar Hyunah nuna pulang,” ujar Minho sambil membantu Hyunah berdiri.

Tanpa sengaja, Changmin menepis tangan Minho yang sedang memegang Hyunah. “Aku akan mengantarnya pulang. Kau tenang saja, Minho,” ujar Changmin lalu membopong Hyunah menuju mobilnya.

Changmin mendudukkan Hyunah di kursi penumpang depan. Changmin menatap Hyunah dalam lalu mengecup pipi gadis itu.

Changmin bertanya pada dirinya sendiri, “Ya Tuhan, apa yang terjadi pada diriku?”

Changmin mengantarkan Hyunah ke dorm SG dengan selamat. Hanya saja mungkin yang sedang terjadi di dalam dorm SG ini yang akan mengancam keselamatan Hyunah : Jung Yunho dan Jung Yonghwa sedang bertengkar.

“Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Jung Yunho. Tidak akan pernah!” seru Yonghwa dengan keras.

“Aku akan terus meminta maaf sampai kau memaafkan aku,” ujar Yunho dengan sabar.

“Tapi jangan coba-coba memperalat Hyunah dalam masalah ini!”

“Aku tidak pernah memperalatnya!”

“Lalu apa maksudmu mempergunakan Changmin sampai Hyunah menderita seperti ini hanya demi Changmin?!”

Seruan Yonghwa yang hampir seperti berteriak mulai menyadarkan Hyunah dari mabuknya. Hyunah menatap Yunho dan Yonghwa bergantian. “Lagi-lagi kalian bertengkar. Aku sudah tidak peduli apa mau kalian yang penting aku mau damai,” seru Hyunah frustasi sambil menahan tangisnya. Hyunah meninggalkan Yunho dan Yonghwa dengan tubuh bergetar. Changmin yang merasa khawatir dengan Hyunah segera menyusul gadis itu.

Hyunah terduduk di pojok dapur sambil menangis. Changmin menghampirinya dan duduk di sebelah Hyunah. Changmin menarik tubuh Hyunah ke dalam rangkulannya dan merebahkan kepala Hyunah dibahunya. “Menangislah sepuasmu, Hyunah. Aku akan disini menemanimu,” ujar Changmin.

Seketika Hyunah menumpahkan kesedihannya atas kedua oppanya kepada Changmin. Hyunah tidak mengerti mengapa Changmin begitu perhatian kepadanya tapi itu wajar karena Changmin pun tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. Changmin hanya tidak ingin melihat Hyunah sedih. Changmin ingin menjadi orang yang bisa membahagiakan Hyunah.

 

 

Hyejin dan Kyuhyun sudah sampai di rumah Kyuhyun. Kyuhyun menggandeng Hyejin yang masih ketakutan untuk masuk. “Appa! Omma! Nuna! Kami datang!” seru Kyuhyun dengan lantang.

Seketika seluruh anggota keluarga Cho datang menyambut Hyejin dan Kyuhyun, dengan ramah. Nyonya Cho bahkan lebih dulu memeluk Hyejin daripada Kyuhyun.

“Akhirnya kalian datang juga. Kami sudah lama menunggu kalian. Ayo segera masuk,” ujar tuan Cho dengan hangat.

Hyejin pun masuk ke dalam rumah sambil dirangkul oleh nyonya Cho. “Kalian pasti lelah sekali menempuh perjalanan dari Seoul. Lebih baik kita segera makan agar kalian bisa istirahat,” ujar nyonya Cho.

Hyejin lega karena bayangannya yang mengerikan itu tidak terjadi. Hyejin makan bersama keluarga Cho dan mengobrol dengan akrab. Hyejin bahkan seperti kakak adik dengan Cho Ahra, nuna Kyuhyun.

Hubungan Hyejin dan keluarga Cho memang sudah dekat sejak ia pacaran dengan Kyuhyun. Keluarga Cho juga tahu bahwa Hyejin mempunyai hubungan khusus dengan anak laki-laki mereka tapi Hyejin takut menghadapi reaksi keluarga Cho jika mengetahui anak laki-laki mereka telah menikah diam-diam dan akan segera memiliki anak.

Saat semua sudah selesai makan, Kyuhyun menggenggam tangan Hyejin dan mengangkat suara, “Kami sudah menikah dan akan segera punya anak.” Jantung Hyejin sudah berdetak 2x lebih kencang dan tidak sanggup menatap ketiga anggota keluarga Cho dengan matanya.

Suasana keluarga Cho sedikit menegang. Ada raut keterkejutan di wajah keluarga Cho. Untungnya, tuan Cho mampu mengatasi suasana. “Kami sudah tahu dari media,” sahut Ahra dengan dingin.

“Mianhe, appa, omma, nuna. Kami benar-benar tidak sempat memberitahu karena semuanya serba mendadak,” ujar Kyuhyun sambil bersujud di hadapan ketiga anggota keluarganya. Merasakan hal yang sama, Hyejin ikut bersujud.

Hanya saja, rupanya itu tetap tidak mempan buat Ahra. Kakak Kyuhyun itu tetap dingin. “Aku yakin keluarga Song mengetahui pernikahan kalian jauh lebih dulu dari kami kan?” tanya Ahra dengan sinis.

Hyejin tidak berani mengangkat kepala. Tubuhnya sudah gemetar ketakutan. Air mata hampir menetes dari pelupuk matanya. Kyuhyun menggenggam tangan Hyejin dengan lebih erat. “Tenanglah,” bisik Kyuhyun.

Ahra sudah mau menumpahkan kekesalannya kepada Hyejin tapi dicegah oleh nyonya Cho. “Sudahlah Ahra, biarkan mereka istirahat dulu,” kata nyonya Cho.

Ahra mendecakkan lidahnya dengan kesal lalu pergi meninggalkan ruang makan sedangkan kedua orang tuanya mengantarkan Kyu dan Hyejin ke kamar. “Selamat beristirahat. Sampai jumpa besok pagi ya, sayang,” ucap nyonya Cho sambil mengecup pipi Hyejin.

“Kamsahamnida, eomonim,” ucap Hyejin sambil tersenyum dipaksakan.

Tuan dan Nyonya Cho pun meninggalkan kamar Kyuhyun dan membiarkan kedua sejoli itu istirahat.

Hyejin langsung masuk kamar mandi begitu ditinggal mertuanya. Ia melakukan apapun yang bisa dilakukan di kamar mandi asal dia bisa mengulur waktu untuk bertemu lagi dengan Kyuhyun. Hyejin pun sengaja menelepon sepupunya, Song Joong Ki, hanya untuk mengobrol ringan.

“Joongki oppa, yaaa. Sedang apa kau?”

“Yaaa, Hyejin. Dimana kau? Ada apa tiba-tiba telepon?”

Hyejin tertawa kecil. “Tidak apa. Aku hanya tiba-tiba merindukan Oppa. Hehehe. Aku sedang bersama Kyuhyun di rumahnya. Memang kenapa? Oh ya, apa appa dan omma baik-baik saja?”

“Mereka baik-baik saja di London. Begitu aku bilang kau sudah menikah, mereka langsung terbang ke London.”

Seketika Hyejin lesu. Ia merasa orangtuanya tidak terlalu peduli padanya. “Oooh.”

“Kau bagaimana di sana? Apa keluarga Cho menerimamu dengan baik?”

“Appa dan omma menerimaku dengan baik tapi Ahra onni tidak. Dia tampaknya benci padaku.”

“Tenang saja. Ahra pasti akan menyesal telah membencimu. Dia mungkin sedih karena kau telah merebut adiknya.”

Hyejin tertawa. Tiba-tiba ada suara dari luar yang memanggilnya, “Jagi, mau sampai kapan kau di dalam? Ayo keluarlah.”

“Oppa, Kyu sudah memanggilku. Nanti aku telepon lagi ya. Bye!” Hyejin pun menutup teleponnya dan membereskan dirinya.

Hyejin membuka pintu kamar mandi dan berpura-pura lemas. “Mianhe. Aku sakit perut jadi buang air terus. Aku istirahat duluan ya,” kata Hyejin lalu naik ke tempat tidur dan memakai selimut.

Kyuhyun memandang Hyejin dengan cemas. “Apa kita perlu ke dokter? Makan obat ya?” ujar Kyuhyun sambil mengelus kening Hyejin.

Hyejin menggeleng lemah. “Oleskan minyak saja di perutku ya. Tolong,” sahut Hyejin.

Kyuhyun langsung bergerak cepat mengambil minyak gosok di lemarinya dan mengusapkannya ke perut Hyejin dengan lembut. Saking menikmati usapan Kyuhyun, Hyejin lama-kelamaan terlelap.

Sebenarnya Hyejin merasa bersalah karena telah menipu Kyuhyun tapi Hyejin juga merasa geli. Sejak Hyejin mengandung Kihyun, apapun yang diminta Hyejin pasti akan dikabulkan Kyuhyun padahal dulu berbeda 90 derajat.

Pada saat yang sama di dorm SG, Minah melihat Changmin dan Hyunah yang terlelap sambil berpelukan di pojokan dapur. “Haish, dasar bocah. Tidur kok di dapur,” komentar Minah lalu membiarkan mereka tetap terlelap. Minah kembali ke ruang kumpul dan bergabung dengan Heechul dan Jonghyun serta Yunho.

“Yaa, Kim Jonghyun! Aku kan sudah bilang, putuskan saja gadis itu. Kenapa kau malah mau diduakannya?” omel Heechul kesal.

Jonghyun hanya tertunduk ketakutan.

“Sudah oppa. Jonghyun jangan dimarahi. Aku yang menyarankannya begitu tapi kalau sebulan lagi Se Kyung tidak memilihnya maka dia harus langsung memutuskan gadis itu. Ya kan Jonghyun?” ujar Minah berusaha menetralkan suasana.

Jonghyun menganggukan kepalanya dengan lemah.

“Oke kalau gitu. Sebulan ya? Tidak lebih!” kata Heechul dengan tegas.

Minah tersenyum penuh terima kasih pada Heechul. Minah baru mengucapkan,”Go…” tapi Heechul sudah mengomel lagi, “Haish! Kenapa kau mau sih Jonghyun walau hanya sebulan?!”

Minah menyerah. Oppanya yang bernama Kim Heechul memang tidak bisa dihentikan jika sedang emosi. Minah pun beralih kepada Yunho yang duduk di sebelahnya tanpa daya. Tatapan mata pria itu terlihat sangat lelah dan sedih.

“Oppa memikirkan Yonghwa dan Hyunah ya?” tanya Minah pelan.

Yunho menganggukkan kepalanya. “Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Minah. Yonghwa tampaknya benar-benar tidak bisa memaafkan aku,” kata Yunho sedih.

Minah mengelus-elus punggung Yunho dengan lembut. “Tenang, jagi. Semua pelan-pelan saja. Mulai dari Hyunah lalu Yonghwa. Kalian pasti akan berdamai kok,” ujar Minah memberikan semangat.

“Ne, gomawo jagiya,” sahut Yunho.

Yunho pun pamit pulang pada Minah tapi sebelumnya ia membangunkan Changmin lebih dulu. “Changmin. Changmin ah,” bisik Yunho sambil mendorong tubuh Changmin pelan-pelan.

Changmin membuka mata dan menyahut pelan, “Ne, hyung?”

“Ayo kita pulang. Sudah malam. Biar aku gendong Hyunah ke kamar,” kata Yunho.

Changmin menoleh kepada gadis yang sedang tertidur di bahunya dengan dalam. “Biar aku saja, hyung,” ujar Changmin lalu pelan-pelan menggendong Hyunah ke kamar gadis itu.

Changmin membaringkan Hyunah di tempat tidur dan menyelimutinya. Setelah itu, tanpa Changmin rencanakan, ia mencium kening Hyunah lalu baru pulang bersama Yunho.

 

 

Jihyo duduk di ruang keluarga Choi sambil bolak-balik melihat hapenya. Rasanya ia ingin sekali menelepon Sungmin tapi ia tidak mau membuat Sungmin besar kepala. Akhirnya, Jihyo menjauhkan hapenya.

Tiba-tiba Siwon muncul, berjalan melewati Jihyo, tanpa menyapanya sedikitpun. Jihyo pun langsung berdiri dan mengejar Siwon. “Yaa! Oppa! Kenapa kau nyuekin aku?” tanya Jihyo kesal.

Sambil terus berjalan menuju kamarnya, Siwon menjawab, “Aku tidak ada waktu. Aku harus segera membereskan barang-barangku.”

“Loh? Memang Oppa mau kemana?” tanya Jihyo lagi.

“Taiwan. SJM sudah bisa kembali ke sana,” jawab Siwon.

“Berapa lama?”

“4 bulan.”

Saat itu juga dunia Jihyo serasa berhenti. Berarti selama 4 bulan, Jihyo tidak akan bertemu Siwon, Kyuhyun, Zhoumi dan…Sungmin. Oh, hal itu pasti akan terasa sangat menyakitkan.

“Apa kalian tidak akan kembali-kembali ke Korea?” tanya Jihyo.

“Kalau ada kerjaan di sini, kami baru kembali,” jawab Siwon yang sedang sibuk membereskan barang-barangnya.

“Lalu bagaimana denganku, Hyejin onni dan Hamun?” tanya Jihyo dengan polos.

Ekspresi wajah Siwon langsung berubah menakutkan begitu mendengar nama Hamun. “Jangan sebut namanya lagi di depanku,” ujar Siwon tajam.

Jihyo benar-benar lupa bahwa hubungan Hamun dan Siwon telah tamat. Entah untung atau tidak, hal ini jadi mengingatkan Jihyo untuk menanyakan hal yang sebenarnya terjadi, “Oppa, kenapa kau dan Hamun putus?”

“Aku tidak mau membahasnya. Pokoknya kita sudah putus. Titik,” jawab Siwon.

Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam kamar Siwon. “Apa sudah siap? Ayo kita segera berangkat,” kata Sungmin.

“Ne, hyung,” sahut Siwon sambil membawa barang-barangnya yang telah siap.

Jihyo menoleh kepada pria yang baru datang itu dan memandangnya dengan sedih. Sungmin tersenyum pada Jihyo. “Jihyo ya, kami pergi dulu ya. Kamu baik-baik di Korea. Jangan bandel. Sampai jumpa,” ucap Sungmin.

Jihyo menganggukkan kepalanya dan menyahut pelan, “Ne, oppa.”

Jihyo berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, setidaknya sampai kedua pria itu tidak melihatnya. “Aku tidak akan bertemu dengannya selama 4 bulan. Ottoke?” batin Jihyo.

Jihyo memandangi punggung Sungmin dan Siwon dengan nanar, melepas kepergian mereka hanya dari dalam rumah. Tanpa Jihyo sadari, matanya mulai panas dan mengeluarkan air.

“Sungmin oppa, bogosippo,” gumam Jihyo.

 

 

Saat sedang enak-enaknya tidur, Kyuhyun mendapat telepon yang menyuruhnya untuk segera kembali ke Seoul dan menyiapkan barang-barangnya untuk ke Taiwan. Mau tidak mau, Kyuhyun segera bangun dan berpamitan kepada keluarganya. Kyuhyun juga tidak lupa membawa serta Hyejin bersamanya.

“Kenapa tiba-tiba sekali kembali ke Taiwan?” tanya Hyejin dalam perjalanan.

“Aku juga tidak tahu. Aku sih ikut apa kata manajer saja,” jawab Kyuhyun sambil konsentrasi menyetir.

Hyejin tertawa kecil. Begitulah nasib artis, harus bisa memenuhi jadwal yang sangat fleksibel sekalipun.

Tidak lama kemudian, mereka sampai di dorm SJ. Kyu segera membereskan barang-barangnya lalu berpamitan kepada Hyejin, “Jagi, aku pergi dulu ya. Maaf tidak bisa mengantarkanmu pulang.”

Hyejin tersenyum penuh pengertian. “Tidak apa. Jungki oppa akan menjemputku nanti. Kau hati-hati ya, Oppa. Jaga kesehatan,” balas Hyejin.

“Ne. Ya sudah, sampai jumpa ya,” ucap Kyuhyun lalu mencium Hyejin. Setelah itu baru menyusul rekannya yang lain ke bandara.

Hyejin menelepon Jungki dan meminta tolong untuk dijemput di dorm SJ. Tidak lama kemudian Jungki datang menjemput.

“Kenapa tiba-tiba pulang?” tanya Jungki.

“Kyuhyun harus segera ke Taiwan,” jawab Hyejin.

Jungki menatap Hyejin dengan tajam. “Untuk berapa lama?” tanya Jungki lagi, berharap hanya untuk waktu yang sebentar saja.

“4 bulan,” jawab Hyejin ringan sambil menyunggingkan cengiran paling menyebalkan buat Jungki. “Mungkin aku dan Kihyun akan merepotkanmu, Oppa,” lanjut Hyejin.

Jungki hanya bisa menghela nafas panjang tanda kepasrahannya. Jejung yang ke Jepang dan Kyuhyun ke Taiwan tentu membawa imbas tidak enak buat Jungki. Ia harus mengurus Hyejin…dan Kihyun untuk beberapa bulan ke depan…SENDIRIAN.

Di bandara, Hamun melepas kepergian Donghae dan member SJM yang lain dengan ceria. Ia tidak peduli meskipun ada Siwon juga di situ.

“Hamun dengar, aku akan pergi selama 4 bulan dan aku ingin kau menungguku selama itu,” ujar Donghae pada Hamun sebelum masuk ke ruang boarding.

“Huh? Maksud oppa?” tanya Hamun tidak mengerti.

Donghae menjitak kepala Hamun pelan. “Dasar lemot. Aku sedang menyatakan cinta lagi padamu, bodoh! Jadi, tunggu aku pulang ya. Jangan jatuh cinta pada pria lain,” ujar Donghae serius.

Hamun tersenyum malu-malu. “Nn..ne, aku akan coba, oppa,” sahut Hamun.

Donghae tersenyum senang sambil mengelus kepala Hamun. “Gomawo, jagi. Kau jaga diri baik-baik ya. Sampai jumpa,” ujar Donghae lalu menyusul member SJM yang lain.

Hamun melambaikan tangan dengan perasaan campur aduk. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaannya sekarang. Senang, sedih, bingung, ragu, berdebar dan yang lainnya yang tercampur aduk menjadi satu.

 

 

Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama, dorm SG kembali lengkap dan ramai di pagi hari. “Yaaa! Park Minah, Jung Hyunah, Choi Jihyo, Kang Hamun! Ayo bangun! Kita ada syuting pagi ini!” seru Song Hyejin, leader SG, dengan kencang dari ruang kumpul mereka.

Satu per satu pintu kamar terbuka dan para member mulai berkeliaran. Minah dan Jihyo ke kamar mandi, Hyunah ke dapur sedangkan Hamun duduk di sebelah Hyejin.

“Hari ini kita syuting apa, Hyejin? Aku tidak ingat,” tanya Hyunah dari dapur.

“Entah, aku juga tidak tahu. Pokoknya acara charity gitu. Setelah itu baru syuting Star Golden Bell,” jawab Hyejin.

“Loh, berarti ada 1 dari kita yang gak syuting dong?” tanya Hamun.

“Iya, aku gak syuting dong. Ibu hamil gak boleh kecapekan,” jawab Hyejin sambil cengengesan.

Jihyo dan Minah selesai dari kamar mandi, digantikan oleh Hamun dan Hyejin. Sedangkan Hyunah menjadi yang terakhir karena dia harus menyelesaikan masaknya lebih dahulu.

Setelah semua siap, mereka segera berangkat ke lokasi syuting performance mereka. Tidak lama, mereka menuju lokasi star golden bell yang rupanya akan menjadi episode edisi khusus SMTOWN karena bintang tamunya adalah artis-artis SMEnt. Ada 4 SNSD : Taeyeon, Jessica, Sooyoung dan Seohyun. 4 SJ : Leeteuk, Kangin, Heechul dan Yesung. 4 f(x) : Luna, Victoria, Sulli dan Krystal. 4 Shinee : Onew, Minho, Key dan Taemin. Serta 4 SG.

Hyejin memperhatikan syuting dari kursi penonton. Ia melihat banyak aura negatif antara beberapa orang peserta terutama antara Hyunah dan Luna. Keduanya terlihat jelas ingin menghancurkan satu sama lain.

Luna datang mendekati Hyunah saat mereka sedang istirahat syuting. “Aku tak akan membiarkan Changmin Oppa jatuh padamu,” bisik Luna dengan tajam.

“Lebih baik kau siap-siap patah hati karena aku yakin dia akan memilihku,” balas Hyunah tidak kalah tajam tapi penuh senyum, yang sinis.

“Kita lihat,” sahut Luna lalu mengeluarkan hapenya. Dia memencet nomor Changmin lalu bicara begitu tersambung, “Changmin oppa, bagaimana di Jepang? Menyenangkan?”

“Ne, Luna ya. Menyenangkan di sini. Ada apa meneleponku?” sahut Changmin. Luna sengaja mengaktifkan speaker agar Hyunah dapat mendengarkannya juga.

“Emm. Aku hanya merindukanmu,” ujar Luna dengan suaranya yang manja.

Changmin tertawa. “Ne, ne. Nado bogosipoyo,” balas Changmin.

Hyunah rasanya ingin menangis tapi jika sampai itu dilakukannya di depan Luna, ia tidak akan tahu dimana gengsinya nanti akan ditaruh.

Luna tersenyum penuh kemenangan pada Hyunah sambil menutup teleponnya. “Sekarang gantian dirimu,” kata Luna.

Hyunah mengmbil hapenya lalu menelepon Changmin, “Yoboseyo?”

“Ne, yoboseyo. Hyunah ya, ada apa?” sahut Changmin.

“Tidak ada. Aku hanya ingin meneleponmu. Kau sedang apa, Oppa?” tanya Hyunah.

“Istirahat. Kau sendiri?”

“Break syuting SGB.”

“Edisi SMTOWN ya? Sayang DBSK tidak bisa ikutan. Oh ya, gimana tidurmu semalam? Nyenyak?”

“Nyenyak, Oppa.”

“Syukurlah.”

Luna yang mendengarkan percakapan itu menatap Hyunah tidak percaya sekaligus kesal. Luna sadar, Changmin memperlakukan Hyunah tidak seperti biasanya. Ada yang berubah pada Changmin, yang mungkin saja membuat Luna harus benar-benar mempersiapkan diri untuk patah hati, sesuai saran Hyunah.

Minah yang tidak sengaja mendengar percakapan Hyunah dan Luna serta Changmin yang melalui telepon, tersenyum senang mendengar kemajuan antara Hyunah dan Changmin. Minah mengambil hapenya dan menghubungi Yunho. Tiba-tiba ada gadis yang mendekatinya dan bertanya, “Apa kau Park Minah? Pacar Yunho oppa?”

“Ne, aku orangnya,” jawab Minah bertanya-tanya siapa gadis ini sebenarnya.

Tanpa basa-basi gadis itu menjambak rambut Minah sambil berteriak histeris, “Kau tidak cocok dengan Yunho oppa! Kau tidak cantik, gendut! Aku Minah yang pantas buat Oppa!”

Seruan gadis itu cukup kencang untuk memanggil orang-orang sehingga sekarang mereka dikerumuni banyak orang.

“Ada apa?”

“Ada apa?”

Begitu pertanyaan setiap orang yang datang mengerumuni Minah dan entah gadis darimana itu.

Gadis itu terus menjambak Minah dan berteriak histeris. Bukan Park Minah namanya kalau ia tidak membalas kelakukan orang yang telah menyakitinya. Minah mencengkram tangan gadis itu dengan kencang lalu memanggil sekuriti. “Aku rasa ada orang gila disini. Tolong bawa keluar,” kata Minah kepada pihak keamanan.

Gadis itu telah dibawa menjauh dari Minah. Minah pun kembali ke ruang tunggu SG dengan santai untuk membetulkan rambutnya, tanpa dia khawatir berbagai portal berita telah merilis ‘SG Minah dan GD Minah bertengkar memperebutkan TVXQ Yunho’.

 

.tbc.