FIND THE TRUTH (PART 13)

PG / Romance – Friendship / Series

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

Cast :

Super Girls

Super Junior + M

Shinee

DBSK

Song Joong Ki

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

Jung Yunho – Park MinAh

 

Close Relationship:

Kim Jaejoong – Song Hyejin

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

Cameo:

Big Bang (GD, TOP, SeungRi)

 

here we go, super girls!!!!

part 13… enjoy . :))

START!!

 

13

 

Minah membaca surat panggilan polisi karena dituntut oleh gadis bernama Minah juga itu. Minah itu menuduh Minah melakukan tindakan kekerasan kepada dirinya.

“Dasar cewek gila! Aku hanya mencengkram tangannya agar ia tidak terus menjambakku. Dia yang mulai semuanya!” seru Minah kesal di dalam dorm.

“Iya sayang, kita tahu kok memang gadis itu yang gila tapi kau kan tidak mungkin tidak memenuhi panggilan polisi. Kita harus jadi warga negara yang baik,” ujar Hyunah.

“Iya tapi gara-gara dia, Hyejin terpaksa menggantikan syutingku padahal harusnya Hyejin istirahat. Gara-gara dia juga, Yunho oppa terpaksa pulang dari Jepang padahal kerjanya di sana belum selesai. Cewek itu mengacaukan semuanya!”

Hyunah dan member SG yang lain hanya tertawa melihat Minah mengomel tiada henti gara-gara GD Minah. Selain itu, yang membuat member SG tertawa terpingkal-pingkal adalah munculnya Heechul yang ikutan emosi.

“Park Minah, buat dia menyesal karena telah mengganggumu!” ujar Heechul penuh semangat berkobar.

Leeteuk pun tiba untuk menemani Minah ke kantor polisi. “Ayo kita berangkat, Minah. Aku tidak sabar melihat wajah gadis itu. Ingin aku cakar-cakar rasanya,” ujar Leeteuk yang ternyata juga kesal.

“Betul. Titip cakaranku untuknya, Jungsu,” sahut Heechul.

Minah pun akhirnya berangkat ke kantor polisi ditemani oleh Leeteuk.

Sesampai di kantor polisi, Minah dan Heechul langsung masuk ke ruang pemeriksaan. Mereka bertatap muka langsung dengan GD Minah yang sedang memberikan keterangan kepada polisi dengan serius dan mendramatisir.

Karena gilirannya memberi keterangan masih lama, Minah memutuskan untuk pipis lebih dulu. Ia berjalan menuju kamar mandi dan tanpa sengaja menabrak seorang pria.

“Juisonghamnida,” ucap Minah sambil membungkukan tubuhnya.

“Gwencanayo,” balas pria itu dengan suara berat.

Minah menatap pria itu dan menahan nafasnya. “TOP big bang,” batin Minah. Minah memang adalah fangirl berat dari Choi Seunghyun alias TOP Big Bang.

TOP pun meninggalkan Minah tapi mata Minah tidak bisa lepas sedetik pun dari pria itu. Mata Minah mengikuti kemanapun TOP berjalan. Minah bahkan sampai lupa niat awalnya untuk buang air.

“Yaa, Park Minah! Sekarang giliranmu,” panggil Leeteuk.

Minah pun segera menghampiri Leeteuk dan berjalan menuju ruang pemeriksaan. “Oppa, tadi aku melihat TOP! Sedang apa ya dia di sini?” tanya Minah penasaran.

“Tadi aku juga liat G-Dragon. Tampaknya mereka sedang diperiksa mengenai konser GD yang terlalu seronok,” jawab Leeteuk.

Minah hanya ber”oh” ria. Pikirannya kembali pada TOP. “TOP itu sangat seksi, Oppa,” kata Minah.

Leeteuk yang sudah kehabisan kesabaran karena adiknya yang terus-terusan ngoceh soal TOP, menjitak kepala adiknya itu. “Yaa Minah, konsentrasi untuk pemeriksaanmu,” ujar Leeteuk dengan galak.

Minah memanyunkan bibirnya. Ia masuk ke ruang pemeriksaan dan duduk di depan seorang petugas kepolisian. Minah ditanyakan berbagai macam pertanyaan.

“Apa yang terjadi waktu itu?” tanya polisi dengan jutek.

“Aku sedang berdiri di depan ruang tunggu SG waktu gadis itu tiba-tiba datang dan berseru menanyakan apa aku Park Minah, pacar Jung Yunho. Aku menganggukan kepala dan menjawab ya. Gak tahu kenapa, dia malah menjambak rambutku,” jawab Minah.

“Lalu apa yang Anda lakukan?”

“Aku mencengkram tangannya dan melepaskannya dari rambutku.”

“Apa Anda sengaja melakukannya?”

“Aku hanya mau membela diri. Dia menjambakku tanpa ampun sampai kepalaku rasanya mau lepas.”

Minah terus diberondong pertanyaan yang jawabannya akan dicatat oleh petugas. Setelah pemeriksaan lisan, Minah menjalani pemeriksaan fisik. Polisi memeriksa rambut dan kulit kepala tempat GD Minah menjambak Minah seperti kesetananan.

Setelah hampir 3 jam berada di kantor polisi, Minah baru diperbolehkan pulang. Hal itu membuat Minah semakin kesal pada GD Minah.

“Oppa, sumpah ya, kalau tuh bocah masih cari gara-gara juga bakal aku bikin menyesal seumur hidup!” kata Minah pada Leeteuk begitu mereka masuk ke dalam mobil.

“Sudahlah, jangan dendam begitu. Gak baik ah. Mending kau konsentrasi buat syutingmu nanti,” sahut Leeteuk.

Minah pun terdiam. Dia baru ingat ada syuting Come to play sebentar lagi dan ternyata dia belum membaca scriptnya sebaris pun.

 

 

Minah segera masuk ke ruang tunggu SG begitu dia sudah sampai di gedung MBC. Dia melihat keempat membernya sedang sibuk membaca script. “Hyunah, mana scriptku? Aku belum membacanya sama sekali,” tanya Minah.

“Untung kau belum membacanya, Minah. Script kita diganti. Bintang tamu pasangan kita diganti,” jawab Hyunah sambil memberikan script Minah.

Minah menerimanya. “Oh ya? Diganti sama siapa?” tanya Minah lagi.

“Big bang,” jawab Hyunah.

Saat itu juga Minah berteriak kesenangan, “Kyaaa! Choi Seunghyun! Aku akan syuting dengannya! Kyaa!”

Tiba-tiba pintu ruang tunggu terbuka dan muncul sang magnae big bang, Seungri. “Yoo! What’s up Super Girls?” sapa Seungri dengan ramah.

Otomatis, SG membungkukkan badan untuk menyapa sunbae mereka itu. “Annyeonghaseyo, Oppa,” sahut member SG hampir bersamaan.

Seungri tertawa kecil dan dengan wajah tengilnya itu dia berkata, “Tidak usah seformal itu padaku. Santai saja.”

“Ne, oppa,” sahut SG lagi-lagi hampir bersamaan.

Seungri lalu berjalan menghampiri Hyejin. “Annyeonghaseyo. Neo Hyejinssi?” tanya Seungri.

“Ne, oppa. Ada yang bisa aku bantu?” jawab Hyejin berusaha menutupi kegugupannya. Ini adalah kali pertama ia bertemu dengan salah satu idolanya. “Omona! Lee Seung Hyun benar-benar ada di depanku sekarang!” batin Hyejin girang.

Seungri tersenyum. “Aku mau minta nomor hapemu. Boleh?” kata Seungri to the point.

Hyejin menatap Seungri tidak percaya. “Mwoo? Seungri oppa minta nomor hapeku? Omo! Omo!” kata Hyejin dalam hati.

Seungri menyerahkan hapenya kepada Hyejin. Hyejin pun memberikan nomornya dengan sukarela lalu mengembalikan hape itu ke pemiliknya. Seungri menyimpan nomor yang diberikan Hyejin. “Song Hyejin, Super Girls,” ucap Seungri sesuai dengan apa yang dia tulis di hapenya. Seungri lalu menghubungi nomor itu. Hape Hyejin pun berbunyi. Hyejin mengambil hapenya dari meja. “Itu nomorku. Disimpan ya,” ujar Seungri.

Hyejin senang bukan kepalang bisa mendapatkan nomor hape Seungri langsung dari pemiliknya. “Gomawo, oppa,” ucap Hyejin tanpa bisa menyembunyikan kegembiraannya, senyum terus terkembang di wajah Hyejin.

“Ani. Ani. Aku yang harus berterima kasih. Gomawo, Hyejinssi. Senang mengenalmu,” ucap Seungri.

“Cheonmaneyo, Oppa,” balas Hyejin sambil tersenyum.

Seungri ingin mengucapkan sesuatu lagi tapi rupanya syuting akan segera dimulai. Seungri dan SG pun segera masuk studio.

Jika Minah nyaris tak bisa bergerak saat melihat TOP, Hyunah dan Jihyo sudah benar-benar terpaku begitu melihat G-Dragon. “GD oppa benar-benar menakjubkan,” ucap Jihyo yang langsung disetujui oleh Hyunah.

Bagaimana tidak? GD datang dengan rambut blonde, baju penuh bulu, serta sepatu boot merah. Super nyentrik!

“By the way Jihyo, GD itu kalau dilihat-lihat mirip Sungmin ya?” kata Hyunah.

“Sedikit,” sahut Jihyo yang jadi teringat pada Sungmin yang sedang berada di Taiwan. Pria itu sama sekali belum menghubungi Jihyo sejak berada di Taiwan.

Syuting pun berjalan tidak lancar karena banyak yang melakukan kesalahan tapi semua tampak enjoy menjalaninya.

Saat scene terakhir dimana setiap member Big bang harus memilih member SG yang disukainya dan begitu juga sebaliknya, hanya Seungri dan Hyejin yang saling menyukai. Minah menyukai TOP tapi TOP malah menyukai Hamun sedangkan Hamun memilih Taeyang dimana Taeyang dan Daesung memilih Hyunah sedangkan Hyunah dan Jihyo memilih GD dan GD memilih Minah. Rumit sekali.

Seungri dan Hyejin diberikan sebuah cincin pasangan. “Kalian harus memakai cincin ini setiap ada acara on air,” kata MC, Yoo Jae Suk, sambil tertawa terbahak-bahak. Seungri dan Hyejin menerima cincin itu dan langsung memakainya.

Syuting memang sudah selesai tapi semuanya justru berawal dari syuting ini.

 

 

Beberapa minggu telah berlalu sejak SJM bertolak ke Taiwan. Perasaan rindu pun mulai menyergap Hamun. Gadis itu membuka hapenya dan belum menemukan satupun pesan atau telepon dari Donghae untuk hari ini. “Kemana dia? Kenapa belum menghubungiku?” gumam Hamun.

Jihyo datang mengendap-endap dari belakang dan mengagetkan magnaenya, “Hamun ah! Hayo lagi mikirin apa?”

Hamun nyaris melompat dari tempat duduknya saking kagetnya ia. “Tidak apa, onnie. Hanya menunggu telepon dari Donghae oppa,” jawab Hamun lesu.

Jihyo duduk di sebelah Hamun dan ikut-ikutan menatap hape Hamun. “Kau merindukan Donghae oppa ya?” tanya Jihyo.

“Ye, onnie,” jawab Hamun.

“Aku juga,” sahut Jihyo. Hamun langsung menatap Jihyo penuh tanda tanya. “Maksudku aku juga rindu tapi bukan pada Donghae oppa, Hamun ah. Aku merindukan Sungmin Oppa. Sejak dia di Taiwan sampai sekarang, dia hanya menghubungiku 3 atau 4 kali,” kata Jihyo kemudian.

Hamun menatap kasihan pada Jihyo lalu mengelus-elus punggung Jihyo. “Onni hubungi oppa duluan saja,” ujar Hamun.

Jihyo menggeleng lemah. “Aku tidak berani. Aku takut dia menganggapku aneh tiba-tiba menghubunginya,” kata Jihyo.

Hamun tersenyum. “Onni, kau masih sayang pada Oppa ya? Kalau iya, kenapa harus takut? Hubungi saja dia duluan. Aku yakin Oppa justru akan senang,” kata Hamun.

“Menurutmu begitu, Hamun?” tanya Jihyo berusaha meyakinkan diri.

Hamun menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Kalau perlu sekalian ke Taiwan saja, onni. Mumpung kau sedang libur,” usul Hamun sambil menyengir.

“Kalau itu rasanya berlebihan, Hamun,” tolak Jihyo.

“Onni, dalam cinta itu tidak ada yang berlebihan,” ucap Hamun penuh wibawa.

Jihyo menatap Hamun dan meyakinkan dirinya dengan kata-kata Hamun. Tidak ada yang berlebihan dalam cinta.

Jihyo pun bangkit berdiri dengan mantap dan pergi menuju kamarnya. Jihyo menaruh semua barang yang sekiranya dia perlukan ke dalam koper kecilnya. Dua jam kemudian, Jihyo sudah berada dalam pesawat menuju Taiwan.

 

 

Hyejin, Minah dan Hyunah keluar dari kamar mereka dengan sangat mempesona. Dandanannya dari ujung rambut sampai ujung kaki sangat sempurna. Hamun sampai dibuat terbelalak karenanya.

“Onnideul mau kemana?” tanya Hamun. Mata Hamun memandang ketiga onnideulnya setiap mili tanpa cela.

Minah memamerkan sebuah undangan kepada Hamun. “Private invitation from GD&TOP! Wanna join? Daripada sendirian di dorm,” ujar Minah menggoda magnaenya. Minah tau Hamun tidak terlalu suka dengan pesta tapi kalau sudah melihat onnideulnya pergi semua, Hamun pasti akan mengikuti langkah onnideulnya.

Hamun menghela nafas pasrah. “Tunggu. Aku ganti baju dulu,” ujar Hamun pada akhirnya. Setelah Hamun siap, barulah mereka semua pergi ke pesta yang diadakan GD&TOP.

Seungri menyambut kedatangan Hyejin dengan hangat dan langsung mengajak Hyejin berdansa. Kemudian TOP yang datang menemui Minah dan membawa Minah dan Hamun bergabung di mejanya. Sedangkan Hyunah? Ia memilih untuk menemui tuan rumah alias G-Dragon.

“Jung Hyunah! Senang kau datang. Kau sendirian?” sapa GD dengan ramah.

“Annyeong, Oppa. Aku datang sama Hyejin, Minah dan Hamun tapi mereka sudah direbut duluan oleh Seungri dan TOP oppa,” sahut Hyunah.

GD tertawa. “Dasar Seungri. Kalau udah liat Hyejin, ga bisa diam kayak cacing kepanasan,” kata GD. “Oh ya, ayo duduk. Kau mau minum apa?”

Hyunah melihat minuman yang ada di meja GD, tidak ada yang sesuai seleranya tapi Hyunah memutuskan untuk mencobanya. Hyunah duduk di dekat GD dan mengobrol dengan teman GD yang lain sambil menikmati vodkanya. Ternyata sedikit minum dan pesta lebih menyenangkan daripada terus-terusan memikirkan Changmin.

Beralih pada TOP, Minah dan Hamun yang sedang duduk bersama.

“Apa aku harus bersujud terima kasih, Minah?” tanya TOP dengan suara beratnya sambil melirik Hamun dalam.

Minah ikutan melirik pada Hamun penuh arti lalu berbisik pada TOP, “I told you. She has bf. She will reject you.”

“I’m gonna try first.”

“no second chance. Alright?”

“Yes, madam.”

TOP lalu menuangkan bir ke gelas Hamun dan Minah. Minah langsung meminumnya, berbanding terbalik dengan Hamun.

“Aku tidak bisa minum, Oppa. Boleh aku minta orange juice saja?” ujar Hamun.

Dengan senang hati, TOP memberikan orange juice untuk Hamun. “Gomawo, Oppa,” ucap Hamun setelah mendapatkan orange juice-nya.

Hamun menikmati orange juice tanpa peduli dengan orang di sekitarnya. Hamun tidak peduli pada Hyejin yang sedang hamil 3 bulan malah berdansa dengan asiknya bersama Seungri, pada Minah yang sedang mengobrol asyik dengan TOP, ataupun pada Hyunah yang gugup menghadapi GD.

“Geez. Seharusnya aku ikut ke Taiwan bersama Jihyo unni,” batin Hamun.

Pada saat Minah sedang mengobrol asyik dengan TOP, tiba-tiba ada yang menarik tangannya dengan kasar. “Ayo pulang, Park Minah!” paksa si penarik tangan Minah dengan dingin.

Minah menatap orang itu dengan kaget. “Yun..yunho oppa,” ucap Minah gagap karena dia tidak menyangka pacarnya akan datang.

Yunho menatap Minah penuh ancaman yang membuat Minah mau tidak mau segera bangkit berdiri dan mengikuti kemanapun Yunho menariknya.

Hamun menatap Minah lalu ke TOP lalu kembali ke Minah. Hamun bingung. “Kenapa aku ditinggal sendirian? Lebih baik aku pergi ke tempat Hyejin onni atau Hyunah onni,” batin Hamun.

Hamun pun berdiri dan pamit pada TOP, “Oppa, gomawo. Aku mau menemui Hyunah onni ya. Permisi.”

“Biar aku temani,” ujar TOP sambil bangkit berdiri.

Hamun semakin bingung. Dia tidak enak jika harus menolak TOP. Jadilah mereka berdua menemui Hyunah di meja GD tapi sayangnya onni itu sudah tidak ada.

“Jiyoung, mana Hyunah?” tanya TOP pada GD. TOP tahu hal itu yang ingin ditanyakan oleh Hamun.

“Sudah pulang. Tadi kalau aku tidak salah liat, Changmin yang menjemputnya,” jawab GD.

Hamun menghela nafas panjang. Duo DBSK telah menjemput paksa kedua onninya. Itu berarti perang rumah tangga akan segera dimulai.

“Kalau begitu, aku akan menemui Hyejin onni saja. Permisi,” ucap Hamun.

“Aku temani lagi yuk. Kami permisi ya, Jiyoung,” sahut TOP.

TOP pun menemani Hamun sampai ke tempat Hyejin yang masih menari dengan asiknya bersama Seungri. Hamun menarik Hyejin dari lantai dansa. “Onni, ayo pulang. Yunho oppa dan Changmin oppa tadi datang menjemput Minah onni dan Hyunah onni. Aku lihat tadi Yunho oppa marah besar. Mereka pasti dalam masalah sekarang,” kata Hamun.

Saat itu juga Hyejin segera mengambil tasnya dan pamit, “Seungri oppa, TOP oppa, kami pulang dulu ya. Terima kasih sudah mengundang kami.”

“Cheonmaneyo, Hyejinssi,” balas Seungri diiringi gayanya yang seperti playboy sedangkan TOP hanya membungkukkan badannya.

Hyejin mengikik geli menatap Seungri lalu menarik Hamun pergi dari tempat itu. Tidak lama kemudian, kedua gadis itu sudah ada di jalan dengan kecepatan tinggi.

Hamun menatap kagum pada Hyejin. “Baru kali ini aku lihat, ibu hamil sanggup ikut pesta dan kebut-kebutan di jalan. Ckckckck,” ucap Hamun pada Hyejin.

 

 

Hyejin membuka pintu dorm dan menatap ngeri pada Hamun yang juga balas menatapnya dengan ngeri. Sebenarnya apa yang mereka takutkan? Perang antara Minah dan Yunho adalah yang terburuk.

“Ngapain sih kamu ke pesta-pesta segala?! Kayak gak ada kerjaan aja!” bentak Yunho.

“Memangnya kalau aku ke pesta itu salah? Huh?! Sejak kapan kau punya hak mengaturku, Jung Yunho!” balas Minah tidak kalah keras bentakannya.

“Aku tidak suka kau datang ke pesta bersama pria lain!”

“Aku datang ke pesta itu bersama SG bukan bersama pria lain! Tolong jangan asal menuduh!”

“Tapi yang aku lihat tidak begitu. Kau malah asik dengan TOP.”

“Kau cemburu ya, Oppa?” tanya Minah melunak. Dia tidak ingin ribut-ribut lagi tapi tidak dengan Yunho.

“Aku tidak cemburu. Aku hanya tidak suka melihat pacarku datang ke pesta dan asik dengan cowok lain. Mau dibilang apa nanti kita sama orang?!

“Jung Yunho tolong dengar ya. Masa bodoh dengan perkataan orang,aku dan TOP tidak apa-apa. Kami hanya berteman, tidak lebih!”

“Aku tidak percaya.”

“Terserah kau!”

Minah dan Yunho terdiam sejenak. Yunho lalu bicara, “Aku rasa kita butuh waktu sendiri-sendiri untuk memikirkan ini.”

Minah tersenyum sinis pada Yunho. “Aku muak pada sikapmu yang satu ini, Oppa. Kalau ada masalah langsung ingin putus. Bersikap dewasalah sedikit,” ucap Minah dengan dingin lalu masuk ke dalam kamarnya.

Yunho mendengus kesal lalu keluar dari dorm SG. Hyejin dan Hamun hanya bisa saling menatap. “Sudah aku duga akan seperti ini,” ucap Hamun.

Hyejin dan Hamun lalu merebahkan diri di sofa ruang kumpul SG. Sayup-sayup terdengar suara dari dapur.

“Kenapa kau tiba-tiba datang menjemputku?” tanya Hyunah.

“Entahlah. Aku hanya mengikuti Yunho hyung saja tadi,” jawab Changmin.

Hyunah menghela nafas kesal. Changmin tidak seperti ini tadi. Pria itu menarik paksa Hyunah keluar dari meja GD karena tidak suka melihat Hyunah bersama GD. Hyunah kehilangan kesabaran.

“Aku sudah habis sabar padamu, Changmin. Aku masih tidak mengerti mengapa kau masih belum bilang yang sebenarnya bahwa kau mulai menyukaiku,” kata Hyunah.

Changmin terdiam.

“Kalau kau tidak menyukaiku, kenapa kau harus marah melihatku di pesta bersama GD? Kenapa kau mau repot-repot memaksaku keluar dari tempat itu?” lanjut Hyunah.

Changmin tidak bereaksi.

“Terserah kau sajalah tapi jangan memohon-mohon padaku jika semuanya sudah terlambat. Aku juga manusia yang punya batas kesabaran,” ujar Hyunah pasrah lalu melangkahkan kakinya keluar dapur.

Changmin menahan Hyunah dan menarik Hyunah ke dekatnya. “Mianhe, Hyunah ya. Mianhe. Aku betul-betul tidak mengerti perasaanku sekarang. Mungkin aku memang menyukaimu, tapi aku harus memastikannya lebih dulu,” ujar Changmin cemas mendekati frustasi jika Hyunah benar-benar sudah kehilangan kesabaran.

Changmin lalu bicara lagi, “Aku tahu ini berat buatmu tapi aku mohon berikan aku satu kesempatan lagi. Berikan aku waktu untuk memastikan perasaanku. Ya?”

Hyunah menatap Changmin bahagia, bahkan hampir menangis. Senyum tulus terukir di wajah gadis itu. Hyunah lalu memeluk Changmin dengan erat. Wajahnya terlihat sangat lega karena usahanya selama ini untuk mendapatkan Changmin tampaknya tidak sia-sia.

“Aku akan memberimu kesempatan, Oppa,” ujar Hyunah.

Changmin balas tersenyum dan memeluk Hyunah. “Gomawo, Hyunah ya. Aku berharap tidak akan mengecewakanmu,” ucap Changmin lalu mengecup puncak kepala Hyunah. Hyunah rasanya ingin sekali menghentikan waktu agar Changmin tidak terlepas dari pelukannya.

 

 

Pagi-pagi sekali, Hyejin sudah sibuk mengobrak-abrik Hamun yang masih tidur dengan nyenyaknya. “Hamun, Hamun, ayo bangun. Kita harus ke bandara sekarang,” seru Hyejin sambil membereskan barang-barangnya.

Hamun membuka matanya sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya di tempat tidur. “Ngapain ke bandara? Memang kita mau kemana?” tanya Hamun bingung.

“Taiwan. Kau mau ikut tidak? Mau ketemu Donghae gak?” jawab Hyejin.

Hamun langsung melompat kegirangan dari tempat tidurnya. “Onni, kenapa bilangnya mendadak sekali sih? Aku kan belum siap-siap sama sekali,” protes Hamun yang langsung mengambil koper dan memasukkan apapun yang dia butuhkan ke dalamnya.

“Jangan cerewet ah. Onni juga baru ingat tahu. Sudah, cepat bereskan barang-barangmu. Kita berangkat 5 menit lagi,” jawab Hyejin.

“Tapi aku belum mandi,onni.”

“Mau mandi gak mandi, Donghae tetap cinta padamu.”

Hamun memanyunkan bibirnya pada Hyejin tetapi hatinya berbunga mendengar kata-kata Hyejin.

Setelah Hamun siap, mereka segera berangkat ke bandara dan menumpang pesawat paling pagi menuju Taiwan. Sesampai di Taiwan, Hamun dan Hyejin dijemput oleh Jihyo.

Jihyo langsung berlari memeluk Hamun dan Hyejin begitu melihat mereka keluar dari pintu kedatangan.

“Onni, magnae, aku merindukan kalian. Aku senang sekali kalian datang. Aku jadi tidak kesepian deh,” ucap Jihyo dengan lincahnya.

“Loh kenapa kesepian, onni? Kan ada Sungmin oppa,” goda Hamun sambil tertawa.

Jihyo mencubit lengan Hamun dengan gemas sampai membuat Hamun berteriak, “Aw! Sakit, onni.”

“Sudah. Sudah. Ayo kita pulang. Kihyun sudah tidak sabar bertemu ayahnya,” ucap Hyejin lalu memimpin kedua dongsaengnya mencari taksi yang akan membawa mereka menuju dorm SJM.

Sesampai di dorm SJM, gantian Jihyo yang memimpin menuju kamar SJM. “Ting tong! Ting tong!” Jihyo memencet bel dorm SJM dengan tidak sabar. “Oppa, buka pintunya,” seru Jihyo.

Pintu pun terbuka dan muncul wajah innocent Sungmin. “Hai, Hamun Hyejin. Silahkan masuk,” ujar Sungmin.

Hyejin dan Hamun masuk ke dalam dorm. Donghae yang memang sudah menunggu kedatangan Hamun langsung memeluk Hamun begitu melihatnya. “Akhirnya kita ketemu juga. Aku sangat merindukanmu,” ujar Donghae dengan lega.

Hamun balas memeluk Donghae. “Aku juga merindukanmu, Oppa.”

Hyejin tersenyum melihat Donghae dan Hamun lalu menoleh pada Sungmin. “Mana Kyuhyun? Dia tidak tahu aku datang kan?” tanya Hyejin.

Sungmin menggeleng. “Kau sembunyi saja dulu. Sebentar lagi dia keluar dari kamar,” jawab Sungmin.

Hyejin pun segera bersembunyi. Hyejin melihat Kyuhyun keluar dari kamar dan duduk di ruang kumpul yang untungnya membelakangi Hyejin.

Hyejin berjalan mengendap-endap menuju Kyuhyun lalu menutup mata pria itu. “Haduh, siapa sih ini?! Xian Mei ya?! Bianca? Ivy? Ah, siapa sih?” omel Kyuhyun karena ia paling benci menebak.

Senyum orang-orang di dalam ruangan langsung hilang seketika. Hyejin melepas tangannya dengan kecewa. “Ini aku, Song Hyejin. Maaf mengecewakanmu,” ucap Hyejin lalu memunculkan dirinya di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun langsung merasa bersalah. “Mianhe, jagi. Jeongmal mianhe. Aku pikir kau…”

“Sudahlah. Aku mengerti. Aku mau istirahat. Permisi.”

Hyejin lalu masuk ke kamar Henry dan menumpang tidur.

“Hyejin, itu bukan kamarku,” ujar Kyuhyun.

“Aku dan Kihyun memang tidak mau tidur di kamar orang yang lebih mengharapkan kehadiran wanita lain dibandingkan istrinya sendiri,” sahut Hyejin dengan sinis lalu mengunci pintu kamar Henry.

Jihyo hanya bisa tersenyum pahit pada Kyuhyun. “Onni marah besar. Kalau begitu keluar kamar dia tidak minta pulang, kau beruntung, Cho Kyuhyun,” ucap Jihyo yang membuat Kyuhyun menjadi semakin bingung.

 

 

Jihyo berjalan berdua dengan Sungmin menuju sebuah toko elektronik karena Jihyo ingin membeli ipad baru. “Oppa, menurutmu bagusan yang mana?” tanya Jihyo sambil menunjukkan dua buah ipad kepada Sungmin.

“Sama saja menurutku,” jawab Sungmin.

Jihyo cemberut pada Sungmin. “Kau sama sekali tidak membantuku,Oppa,” ujar Jihyo lalu dengan asal menyerahkan salah satu ipad kepada penjual untuk segera dibayar.Setelah itu mereka pergi keluar menuju sebuah toko eskrim dan membeli dua buah eskrim pisang.

“Ah enak. Gomawo, Oppa,” ucap Jihyo sambil menjilati eskrimnya.

Sungmin tersenyum. “Cheonmaneyo, Jihyo ya,” balas Sungmin. Sungmin lalu menatap Jihyo dengan tajam sampai membuat gadis itu salah tingkah.

“Kenapa Oppa menatapku seperti itu? Apa aku terlihat aneh?” tanya Jihyo.

Sungmin menggeleng. “Aku hanya ingin tahu kenapa kau mau datang ke Taiwan? Apa karena aku?” tanya Sungmin balik.

Wajah Jihyo memerah, jantungnya berdetak kencang. Dia bingung harus menjawab apa. “Ti..tidak kok. Aku…aku mau bertemu dengan Siwon oppa dan hyung oppa,” bohong Jihyo untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.

“Kau yakin? Sungguh?” desak Sungmin.

Jihyo menganggukkan kepalanya dengan mantap tapi matanya tidak bisa berbohong. Mata Sungmin menatap mata gadis itu dengan tajam lalu tersenyum. “Aku tahu kau berbohong. Kau datang untuk menemuiku kan? Kau rindu padaku kan? Kau masih mencintaiku kan?” ucap Sungmin.

Jihyo menundukkan wajahnya malu dan sibuk dengan eskrimnya. Sungmin mengangkat wajah Jihyo lalu mencium gadis itu dengan lembut. “Asal kau tahu, aku juga sangat merindukanmu. Rasanya kalau bisa aku ingin pulang pergi Taiwan Korea hanya demi melihatmu,” ujar Sungmin jujur.

Wajah Jihyo semakin memerah, jantungnya juga semakin berdebar kencang tapi perasaannya kini berbunga lebat. Rasanya dia sangat bahagia. Mendengar Sungmin juga merindukannya sama seperti mendapatkan oksigen tambahan untuk bernafas.

Di tempat lain, pasangan Hamun dan Donghae memutuskan menghabiskan waktu mereka untuk pergi ke taman.

Mereka mengenakan pakaian yang sama dan menyamar sebagai sepasang kekasih biasa. Dengan santai, Donghae menggandeng Hamun.

“Hamun ah, aku senang sekali kau tiba-tiba datang. Aku pikir aku akan benar-benar tidak akan melihatmu selama 4 bulan ini,” ujar Donghae sampai hampir menangis. Ia begitu terharu.

Hamun tertawa kecil. “Aku juga tidak menyangka. Tadi pagi tiba-tiba Hyejin onni mengajakku. Kupikir daripada aku uring-uringan di dorm mending aku kemari untuk bertemu denganmu,” sahut Hamun.

Donghae tersenyum manis sekali. Air matanya mulai menetes.

“Uljima, oppa,” ucap Hamun.

Donghae menghapus airmatanya sambil tertawa. “Gwencana. Aku hanya terlalu senang, jagiya,” sahutnya.

Hamun tersenyum lalu merangkul lengan Donghae dan menyenderkan kepalanya. “Aku tahu Oppa mencintaiku dan Oppa tahu aku mencintai Oppa. Menurut Oppa, apa peresmian hubungan ini perlu?” tanya Hamun.

“Ehm, aku rasa tidak. Aku cukup dengan cintamu,” jawab Donghae.

Hamun cemberut. “Aku tidak sependapat dengan Oppa. Aku mau Oppa melakukan sesuatu dan menyatakan ingin menjadi pacarku,” ujar Hamun tanpa basa-basi yang membuat Donghae tertawa geli.

Donghae melihat sekelilingnya dan menemukan toko cokelat tidak jauh dari tempat mereka. “Tunggu di sini sebentar ya,” kata Donghae pada Hamun. Hamun pun menuruti kata Donghae sedangkan Donghae berlari menuju toko cokelat tersebut dan membeli sebuah cokelat.

Tidak lama kemudian Donghae kembali kepada Hamun, berlutut di hadapan gadis itu sambil menyodorkan sebuah coklat berbentuk cincin. “Kang Hamun, maukah kau menjadi pacarku?” tanya Donghae serius. Meskipun ini bukan pertama kali Donghae menyatakan perasaan cintanya pada Hamun tapi jantungnya tetap berdebar kencang.

Hamun menatap Donghae lalu menatap cincin coklatnya. “Aku mau asal sekembalinya Oppa ke Korea oppa harus langsung mengganti cincin ini dengan yang asli karena begitu aku menerimanya pasti akan langsung habis tak bersisa,” jawab Hamun dengan polos.

Donghae lagi-lagi tertawa geli dibuat Hamun. Dengan senyum paling lebar yang paling lebar yang pernah merekah di wajahnya, Donghae menyematkan cincin coklat itu di jari manis Hamun. “Gomawo, jagiya. Saranghae,” ucap Donghae dengan lembut.

“Nado saranghae,” balas Hamun tidak kalah lebar merekahkan senyum bahagianya. Pasangan ini menikmati waktu berdua mereka dengan sukacita sampai panggilan manajer datang dan menyuruh mereka pulang.

 

 

Hyejin keluar dari kamar Henry pada saat SJM, Hamun dan Jihyo sedang makan malam bersama. Hyejin bergabung dengan duduk di sebelah Henry, yang memang berjauhan dari Kyuhyun. “Gomawo Henryssi sudah mau meminjamkan kamarmu untukku. Aku janji tidak akan meminjamnya lagi karena itu pasti menyusahkanmu,” ucap Hyejin sambil tersenyum. Mood Hyejin tampaknya sudah kembali.

“Cheonmaneyo, Hyejin. Kalau kau masih mau memakai kamarku tidak apa. Aku bisa tidur dengan Donghae hyung,” sahut Henry tulus.

“Tidak apa, Henryssi. Nanti aku bisa tidur dengan Hamun lagipula nanti malam aku sudah pulang kok,” ujar Hyejin lalu berpaling pada Hamun dan Jihyo. “Kalian tidak jalan-jalan? Ehm, maksudku kencan. Hihi,” tanya Hyejin.

“Sudah tadi pas Onni tidur. Huu. Onni pasti juga belum dengar kabar kalau magnae kita sudah resmi jadian dengan tuan Lee Donghae kan?” jawab Jihyo.

Hyejin pura-pura terkejut melihat Hamun dan Donghae. “Jinja? Aigoo.. Sayang sekali, aku pasti yang paling telat mendengar berita ini,” ujar Hyejin. “Lalu kau dan Sungmin Oppa gimana, Jihyo?” Hyejin berbalik pada Jihyo.

Jihyo tertunduk malu membiarkan Sungmin yang bicara. “Kami sudah kembali seperti semula, Hyejin. Dongsaengmu ini ternyata hanya gengsi mengakui kalau masih mencintaiku,” ujar Sungmin lalu tertawa menggoda Jihyo sampai membuat wajah Jihyo memerah.

Semua orang di situ tertawa kecuali Siwon dan Kyuhyun. Jika Siwon tidak tertawa jelas karena Hamun dan Donghae tapi kalau Kyuhyun? Tidak tahu kenapa dia malah muram.

“Onni ini senang sekali deh mengganggu kami. Kau sendiri tidak kencan dengan Kyuhyun oppa? Sudah jauh-jauh datang untuk bertemu harus dimanfaatkan dong. Ya kan?” tanya Hamun.

“Tidak. Aku kan sudah bilang tadi aku akan kembali ke Korea malam ini juga. Masih banyak yang lebih membutuhkan aku di sana daripada di sini,” ujar Hyejin dengan santai.

Kyuhyun nyaris tersedak mendengar keputusan Hyejin. “Kenapa kau mau langsung pulang?” tanya Kyuhyun.

“Aku merasa tidak ada gunanya ke sini,” jawab Hyejin tetap dengan santai. Ia bahkan bisa menikmati dumplingnya dengan sangat tenang.

“Kau tidak akan kemana-mana. Dengarkan itu, Song Hyejin,” ucap Kyuhyun dengan tajam.

Hamun dan Jihyo saling menatap begitu juga dengan member SJM yang lain. Mereka mencium akan adanya perang rumah tangga yang tidak akan ada yang bisa campur tangan menyelesaikannya. Mereka juga takut itu akan mengganggu kerja mereka.

 

.to be continued.

@gyumontic