FIND THE TRUTH (PART 14)

PG / Romance – Friendship / Series

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

Cast :

Super Girls

Super Junior + M

Shinee

DBSK

Song Joong Ki

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

Jung Yunho – Park MinAh

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Lee Donghae – Kang Hamun

 

Close Relationship:

Kim Jaejoong – Song Hyejin

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah – Kim Heechul

Choi Minho – Jung Hyunah

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Choi Jihyo – Kim ‘Key’ Bum

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

Cameo:

Big Bang (SeungRi)

 

 

FINALLY!!! ONE PART TO GO!!!!!! hahahahahahaha. ini adalah part nyaris terakhir ladiessss. kalo ada ide, saya akan melanjutkan dengan part terakhir. kalo tidak ada, ini menjadi part terakhir yaaaaa… MIANHEEEEEEEEE!! HOPE YOU ENJOY THIS PART. HAPPY READING :))

 

  

Hyejin akhirnya berhasil menginjakkan kakinya kembali ke Korea setelah bertengkar hebat dengan Kyuhyun. “Ya sudah, kalau kau mau pulang, pulang sana!” bentak Kyuhyun beberapa jam yang lalu. Hyejin pun langsung angkat kaki dari dorm SJM begitu mendengar bentakan Kyuhyun.

“Oppa, kau dimana? Jemput aku di bandara dong,” telepon Hyejin kepada Jungki.

“Aku gak bisa, Hyejin. Aku ada syuting,” sahut Jungki.

Hyejin mendengus kesal lalu menutup teleponnya. Ia akhirnya memilih naik taksi untuk ke dormnya. Hyejin masuk ke dalam taksi tanpa mempedulikan bahwa di dalam taksi itu sebenarnya telah ada orang.

“Starsky apartment, ahjussi,” ucap Hyejin pada si supir taksi.

Hyejin bingung kenapa taksinya tidak segera jalan, pada saat itulah Hyejin mulai memperhatikan sekitarnya. Ia melihat ada seorang laki-laki di sebelahnya yang tersenyum dengan wajah tengilnya.

“Ternyata kau tinggal di Starsky apartment, Hyejinssi,” ucap namja itu.

“Aaaah!” seru Hyejin kaget lalu berkali-kali membungkukkan badan. “Seungri oppa, mianhe. Jeongmal mianhe,” ucap Hyejin kemudian.

Seungri tetap tersenyum dengan tengilnya lalu berucap kepada supir taksi, “Starsky apartment, ahjussi.”

“Andwe, oppa. Aku akan ganti taksi saja,” kata Hyejin tidak enak hati.

“Tidak perlu. Kita bersama saja. Aku satu arah kok. Tidak usah sungkan,” sahut Seungri.

Taksi pun berjalan ke dorm SG. Hyejin mengucapkan berkali-kali terima kasih kepada Seungri yang dibalas dengan senyuman tengilnya.

Tiba-tiba Seungri mengajukan satu permintaan yang mengejutkan Hyejin, “Boleh aku mampir ke tempatmu? Jadwalku ditunda dan aku tidak tahu mau kemana dulu. Tolong aku.”

Hyejin sebenarnya agak ragu untuk menerima Seungri tapi melihat tampang melas pria itu, Hyejin jadi kasihan lagipula semua juga gara-gara kecerobohannya sehingga Seungri bisa berada di dorm SG.

“Boleh, oppa. Istirahat saja dulu di dorm ku sampai jadwal mu nanti,” ucap Hyejin pada akhirnya.

Seungri tersenyum senang lalu mengikuti Hyejin masuk ke dalam dorm SG. Meskipun dorm SG tidak sebesar dan semewah dorm Big Bang tapi dorm para wanita ini cukup nyaman dan tertata rapi.

“Dorm yang nyaman,” puji Seungri dengan mata yang berseliweran memperhatikan dorm SG.

“Gomawo, Oppa,” sahut Hyejin. “Silahkan duduk, Oppa. Aku akan mengambil minum dan cemilan dulu.”

Hyejin pergi menuju dapur dan menemukan Hyunah yang sedang menyusun bekal. “Bekal buat siapa?” tanya Hyejin.

Hyunah terperanjat kaget melihat Hyejin sedang berdiri di sebelahnya. “Kapan pulang? Kenapa cepat sekali?” tanya Hyunah balik.

“Baru saja sampai. Ceritanya panjang kenapa aku cepat sekali pulang,” jawab Hyejin sambil menyiapkan minuman dan cemilan. “Mana Minah? Kok gak kelihatan? Masih berantem sama Yunho oppa?”

Hyunah menghela nafas panjang. “Minah masih tidur dan masih bertengkar dengan Yunho oppa,” jawab Hyunah.

“Kau sendiri bagaimana dengan Changmin?”

Hyunah tersenyum senang. “Hari ini Changmin mengajakku kencan makanya aku membuatkan bekal ini.” Hyunah lalu melihat kudapan yang baru dibikin Hyejin. “Itu buat siapa?” tanya Hyunah kemudian.

“Oh, ini buat Seungri. Dia sedang mampir,” jawab Hyejin lalu meninggalkan Hyunah dengan seribu tanda tanya di kepalanya.

“Kenapa Seungri bisa ada disini? Apa Seungri tahu Hyejin di dorm hari ini? Apa…?” tanya Hyunah bingung dalam hatinya.

Hyejin menyediakan kudapan itu di hadapan Seungri. “Silahkan dicicipi, Oppa. Aku harap tidak akan mengecewakanmu,” ucap Hyejin sambil tersenyum.

Seungri mengambil satu kue dan memakannya. “Enak. Siapa yang buat?” puji Seungri.

“Hyunah. Dia memang yang paling jago masak,” sahut Hyejin.

“Kalau kau yang buat pasti lebih enak.”

Hyejin tersipu malu dibuat Seungri. “Aku tidak bisa masak, Oppa. Aku hanya bisa menyanyi.”

Seungri tertawa. Obrolan Hyejin dan Seungri pun semakin hangat. Tidak ada lagi kecanggungan antara mereka.

“Eh Hyejin, kalau aku mau duet denganmu, kau mau tidak?” tanya Seungri.

“Aku sih mau saja tapi kau kan harus bicara dulu dengan manajemenku,” jawab Hyejin.

“Iya sih. Nanti aku ngomong dulu deh sama manajemen. Kalau mereka setuju, baru kita minta lagu duet ke Jiyoung hyung. Dia paling jago bikin lagu.”

Wajah Hyejin berbinar gembira mendengar lagunya akan ditulis oleh Jiyoung alias G-Dragon. “Wuah pasti seru sekali! Dari dulu aku ingin merasakan warna musik Big Bang yang ada unsur hip hop-nya. Aaaah!”

Bel pintu dorm SG berbunyi. Hyejin pun segera membuka pintu dan melihat Kyuhyun berdiri di luar pintu. “Mau apa kau kesini?” tanya Hyejin dengan galak.

“Menyelesaikan masalah denganmu,” jawab Kyuhyun tidak kalah galak dan memaksa masuk.

Orang pertama yang dilihat Kyuhyun begitu masuk di dorm SG adalah Seungri.

“Hai, hyung. Apa kabar?” sapa Seungri ramah pada Kyuhyun.

“Seungri-ssi? Kenapa kau ada disini?” balas Kyuhyun yang malah bertanya.

“Oh, aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Hyejin di bandara lalu kami pun pulang bersama. Tadinya juga aku ada jadwal tapi ternyata ditunda jadi mampir dulu kesini deh,” jawab Seungri.

Kyuhyun menoleh pada Hyejin dan menatap wanita itu dengan galak lalu beralih kepada Seungri lagi. “Lalu kapan jadwalmu dimulai?” tanya Kyuhyun dengan nada mengusir Seungri.

Seungri menangkap nada itu dan dengan segan ia pura-pura melihat jamnya. “Ah, rupanya sebentar lagi jadwalku dimulai. Tidak terasa saking enaknya ngobrol dengan Hyejin. Aku pulang dulu ya, Hyung, Hyejin. Sampai jumpa,” pamit Seungri sambil bangkit berdiri. Khusus untuk Hyejin, Seungri menambahkan, “Senang mengobrol denganmu. Kapan-kapan ngobrol lagi ya.” Seungri mengecup pipi Hyejin lalu keluar dari dorm SG. Seungri tidak peduli jika saat itu Kyuhyun menatapnya dengan marah. Seungri menatap pintu dorm SG dan bergumam, “Ternyata kau pacar Kyuhyun. Cih!”

Kyuhyun melihat pintu dorm sudah ditutup, seketika meledaklah emosinya. “Aku tau sekarang. Menurutmu, bersamanya lebih menyenangkan daripada bersamaku. Iya kan?” sindir Kyuhyun.

“Aku rasa begitu. Dia lebih menghargai eksistensiku daripada kau,” sahut Hyejin dengan santai.

Hyejin masuk ke dalam ruang kumpul SG dan merebahkan dirinya di sofa seolah-olah tidak ada Kyuhyun yang sedang marah padanya.

“Yaa Song Hyejin! Dengarkan aku! Aku minta maaf karena sudah menyakitimu tapi aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak menyangka kau akan ke Taiwan menemuiku. Aku benar-benar tidak punya wanita lain. Mereka yang selalu mengejarku,” jelas Kyuhyun.

Hyejin menghela nafas panjang dan berdiri dari sofa. “Kalau minta maaf saja cukup, tidak perlu ada hukum di dunia ini. Aku mau istirahat. Jangan diganggu. Permisi, Kyuhyun-ssi,” ujar Hyejin dengan dingin lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat. Tidak ada yang tahu bahwa sekarang ia sedang menangis merasakan betapa sakitnya tidak dikenal oleh suaminya sendiri.

 

 

Hyunah berjalan menghampiri Kyuhyun, yang sedang duduk frustasi di depan kamar Hyejin, sambil membawa rantang bekal untuk kencannya bersama Changmin dan sepiring makanan. Hyejin duduk di sebelah Kyuhyun dan menyodorkan piring itu. “Makanlah dulu. Aku rasa perutmu belum terisi apa-apa. Kalau kau mau istirahat, pakai saja kamar Jihyo. Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Hyejin, tapi semoga cepat selesai ya,” ujar Hyunah berusaha menghibur Kyuhyun.

“Cheonmaneyo, Hyunah ya,” sahut Kyuhyun.

Hyunah mengangguk-angguk sambil tersenyum simpati. “Aku pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa, telepon saja. Maaf tidak bisa membantu tapi aku harap masalah kalian bisa cepat selesai.”

“Gomawo,” ucap Kyuhyun tanpa semangat.

Hyunah lalu meninggalkan Kyuhyun dan segera meluncur ke gedung SM. Sesampai di sana, Hyunah langsung naik ke lantai 8, tempat dimana Changmin telah menunggunya.

Hyunah membuka pintu atap dan menemukan Changmin sedang berdiri sambil menatapnya penuh kasih sayang. Hyunah berlari menghampiri Changmin dengan gembira. “Oppa, maafkan aku telat. Aku tadi harus memasak untuk Kyuhyun dulu,” ujar Hyunah.

“Kyuhyun? Bukannya dia di Taiwan?” tanya Changmin bingung.

“Harusnya, tapi dia dan Hyejin sedang ada masalah jadi tampaknya Kyuhyun sengaja pulang untuk menyelesaikan masalahnya,” jawab Hyunah.

Changmin menghela nafas dan membayangkan sahabatnya dengan sedih. “Semoga masalah mereka segera selesai,” ujar Changmin. Changmin lalu menggandeng Hyunah ke tempat yang sudah disiapkan oleh Changmin sebelumnya. Sebuah tikar dan payung yang melindungi mereka dari sinar matahari.

Hyunah tersenyum lebar memandang tempat yang telah disediakan oleh Changmin lalu memandang pria itu. “Gomawo, Oppa,” ucap Hyunah dengan mata berbinar-binar.

Changmin mengajak Hyunah duduk di atas tikar dan membantu Hyunah membuka bekal-bekal yang sudah disiapkan Hyunah. “Hyunah, maaf ya hanya bisa membawamu kemari. Aku sudah kehabisan akal mau mengajakmu kemana,” kata Changmin penuh penyesalan.

Hyunah tersenyum pada Changmin. “Tidak apa, Oppa. Asal bersamamu, neraka pun serasa surga,” sahut Hyunah.

Changmin tertawa mendengarnya. “Oh ya Hyunah, bukan aku mau ikut campur tapi aku ingin tahu, bagaimana kabar YongHwa dan Yunho hyung?” tanya Changmin.

“Ya, masih begitu-begitu saja. Yonghwa oppa masih marah,” jawab Hyunah.

“Kalau kau?”

“Kalau aku sih yang penting semua damai dan bahagia. Buat apa nyimpen sakit hati lama-lama.”

Changmin tersenyum lagi untuk kesekian kalinya karena Hyunah. “Kau tahu kenapa aku mengajakmu kesini?” tanya Changmin.

“Molla. Mau membicarakan Yunho oppa mungkin,” jawab Hyunah.

Changmin menggeleng. “Aku ingin memberitahumu bahwa aku sudah menetapkan hatiku,” ujar Changmin.

Seketika itu juga, jantung Hyunah serasa berhenti berdetak. Dunia pun serasa berhenti berputar. Hyunah mulai dihantui kecemasan.

“Menetapkan hati?” tanya Hyunah pada Changmin.

“Iya. Tadi pagi aku telah menemui Luna untuk memberitahunya bahwa aku menyukainya,” jawab Changmin. Hati Hyunah mencelos. Air mata sudah berada di pelupuk matanya. “Tapi aku mencintai gadis lain. Aku mencintai gadis yang tidak henti-hentinya mengejarku dan akhirnya meluluhkanku,” lanjut Changmin. Kedua mata Changmin menatap mata Hyunah dengan dalam dan melanjutkan kembali bicaranya, “Aku mencintaimu, Jung Hyunah. Saranghaeyo.”

Hyunah tidak merasakan jantungnya kembali berdetak atau dunia kembali berputar tapi kecemasannya sirna seketika digantikan kebahagiaan. Air mata yang telah mengantri turun dari pelupuk matanya akhirnya jatuh juga. Air mata kebahagiaan, kelegaan dan keharuan yang bercampur jadi satu.

Hyunah langsung memeluk Changmin dengan erat tanpa menyembunyikan isak tangisnya. “Saranghae. Nado saranghaeyo, Oppa,” ucap Hyunah berkali-kali.

Changmin balas memeluk Hyunah dan membelai rambut gadis itu dengan lembut. Perasaannya kini juga sudah lega karena akhirnya ia bisa menjalani hubungan sepasang kekasih yang normal, tanpa paksaan apalagi keraguan. Hatinya telah mantap memilih gadis yang selama ini tidak pernah berpaling darinya meski ia jelas-jelas selalu ingin menjauh dari gadis itu. Changmin memutuskan tidak akan melepaskan Hyunah kecuali Hyunah yang menginginkannya.

 

 

Setelah hibernasi kurang lebih 20 jam, akhirnya Minah bangun juga. Itupun karena Yunho tiba-tiba menelepon dan memintanya untuk ketemuan. Minah pun segera bersiap-siap. Kyuhyun adalah orang pertama yang dilihatnya begitu keluar dari kamar.

“Kyu? What are you doing?” tanya Minah kaget bercampur bingung.

“Waiting for your leader,” jawab Kyuhyun lesu sambil menunjuk pintu kamar Hyejin.

Minah mengangguk mengerti lalu meninggalkan Kyuhyun menuju dorm DBSK. Tanpa perlu repot-repot membunyikan bel, Minah segera masuk dan menemui Yunho.

“Wae?” tanya Minah.

“Aku mau minta maaf,” jawab Yunho.

“Sudah aku maafkan dari dulu. Lalu?”

Yunho menggelengkan kepalanya. “Tidak ada. Aku hanya ingin minta maaf.”

Minah tertawa kecil. “Aku tau kau, Oppa. Mana mungkin kau memanggilku hanya untuk minta maaf.”

Yunho menghela nafasnya panjang lalu duduk di sebelah Minah. Tangannya memegang bahu Minah. “Aku ingin kita baikan lagi. Jangan seperti ini terus. Aku juga ingin kau tidak lagi dekat-dekat dengan TOP,” ujar Yunho serius.

Minah malah tertawa terbahak-bahak. “Demi apapun yang bisa aku pertaruhkan untukmu, Jung Yunho, aku dan TOP hanya berteman! TOP itu menyukai Hamun! Aku hanya menolongnya. Plis deh!” sahut Minah.

Yunho membelalak kaget. “Kenapa kau tidak menjelaskannya lebih dulu?” tanya Yunho.

“Mana bisa. Kau sudah banyak ngomel duluan,” jawab Minah.

Yunho tersenyum menyesal lalu memeluk Minah. “Mianhe, jeongmal mianhamnida, jagiya,” ucap Yunho dengan lembut.

Minah membalas pelukan Yunho dengan erat. “Cheonmaneyo,” balas Minah.

Yunho melepaskan pelukannya lalu mendekatkan wajahnya kepada wajah Minah. “Tidak ada waktu untuk ‘itu’. Masalahku dengan Minahmu yang kecentilan itu belum selesai. Aku harus ke kantor polisi sekarang,” ujar Minah.

Yunho bertanya dengan bingung, “Loh? Minah yang mana? Perasaanku Minahku cuman satu. Kamu itu.”

“Maksudku fangirl mu yang kecentilan mepet gila si Girls Day Minah itu. Dia masih berani macam-macam denganku. Huh!” jawab Minah.

Yunho menggerutu kesal, “Haish! Bocah kecentilan itu lagi. Ya sudah, ayo aku temani ke kantor polisi.”

Minah pun menyengir senang. “Mati kau kali ini, fake Minah!” batin Minah.

Yunho dan Minah masuk ke dalam kantor polisi sambil bergandengan tangan. Tepat saat itulah fake Minah keluar dari ruang pemeriksaan dan bertemu dengan Yunho dan Minah.

Minah mempererat gandengannya dengan Yunho yang membuat fake Minah cemberut berat melihatnya. “Yunho oppa, Minah onni, annyeonghaseyo,” sapa fake Minah sok ramah.

Yunho tersenyum sedangkan Minah hanya menyunggingkan senyum sinis. “Pemeriksaanmu sudah selesai?” tanya Yunho pada fake Minah.

Dengan gaya sok imutnya, fake Minah mengangguk. “Sekarang giliran Minah onni,” ujar fake Minah.

“Apa kau tidak capek bolak-balik ke kantor polisi? Apa kau tidak ada kerjaan? Kalau kau melakukan ini hanya untuk popularitas atau mungkin untuk mendapatkan perhatianku, tidak akan berhasil,” kata Yunho dengan tenang tapi menusuk lalu masuk ke dalam ruang pemeriksaan bersama Minah. Minah menoleh pada Fake Minah dan memberikan senyum penuh kemenangan yang langsung membuat musuhnya itu terdiam.

Setelah 2 jam menjawab pertanyaan, Minah dan Yunho akhirnya diperbolehkan pulang. Tapi sebelum mereka pulang, seorang polisi datang mengejutkan mereka. “Minah sudah mencabut laporannya. Masalah kalian telah selesai. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” kata sang polisi lalu meninggalkan mereka.

Yunho merangkul Minah. “Masalah kalian telah selesai. Berarti kau sudah punya waktu untukku. Asyik!” seru Yunho senang.

Minah tertawa geli melihat Yunho yang seperti anak kecil. Minah tahu jika Yunho bilang Minah sudah punya waktu berarti Minah akan bersama Yunho sepanjang hari, melakukan apapun yang ingin mereka lakukan.

 

 

Setelah menunggu berjam-jam, Kyuhyun akhirnya dapat melihat Hyejin lagi. Hyejin keluar dari kamarnya dengan wajah muram dan menghadapi Kyuhyun yang sudah frustasi menunggunya.

“Akhirnya kau keluar juga. Maafkan aku ya,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan bangkit berdiri memeluk istrinya itu dengan erat.

Hyejin tidak bergeming. “Aku keluar bukan untuk memaafkanmu. Aku ingin kau kembali ke Taiwan sekarang. Gara-gara kau, SJM jadi kacau disana. Jangan menyusahkan banyak orang,” kata Hyejin dengan dingin.

Kyuhyun melepas pelukannya dari tubuh Hyejin dan menatap Hyejin dengan pasrah. “Baiklah kalau itu maumu tapi ijinkan aku untuk bicara dulu dengan Kihyun,” balas Kyuhyun.

Kyuhyun menunduk dan berbicara pada perut Hyejin, “Kihyun sayang, appa kembali dulu ke Taiwan ya. Jaga omma dan dirimu baik-baik. Tumbuhlah menjadi anak yang sehat ya. Sampai jumpa.”

Kyuhyun lalu kembali berdiri dan menatap Hyejin dengan sedih. “Sampai jumpa,” ucap Kyuhyun pada Hyejin. Hati Hyejin seperti teriris mendengarnya. Hyejin sudah tidak bisa menahan air matanya. Seperti orang gila, Hyejin memeluk Kyuhyun seerat-eratnya.

“Jangan pergi. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Jangan ada wanita lain di hatimu selain aku. Aku mohon,” pinta Hyejin sambil terisak-isak.

Kyuhyun memeluk Hyejin lebih erat. Air matanya ikut mengalir. Kepalanya menggeleng-geleng di bahu Hyejin. “Aku janji akan mengabulkan semua permintaanmu itu. Maafkan aku ya?”

Hyejin menganggukkan kepalanya dalam pelukan Kyuhyun. Hyejin terus memeluk Kyuhyun sampai ia puas, sampai tidak ada lagi air mata antara mereka dan diganti dengan tawa bahagia.

Pada saat yang sama, saat itu di dorm SJM di Taiwan, Hamun, Donghae dan Siwon sedang berkumpul di ruang makan membicarakan hal paling krusial di hidup mereka.

“Ada apa kau mengajakku duduk bersama seperti ini?” tanya Siwon pada Donghae dan Hamun.

Donghae tersenyum pada Siwon. “Kita bertiga harus meluruskan masalah kita. Aku tidak ingin ada sakit hati di antara kita,” jawab Donghae.

“Lalu apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Siwon lagi.

Donghae menatap Hamun dan menyuruhnya segera bicara. “Aku minta maaf karena telah membuat Oppa sakit hati. Oppa tahu aku mencintai kau dan Donghae sekaligus tapi aku telah memilihmu sewaktu aku menyusulmu ke Amerika. Aku berharap kita bisa memperbaiki hubungan kita ternyata yang aku lihat justru sangat menyakitkan. Oppa tahu, aku tidak bisa menolerir pengkhianatan macam itu,” ujar Hamun jujur.

Siwon menghela nafasnya lalu tersenyum. “Aku tahu aku salah. Aku juga sadar aku cemburu pada Donghae. Tapi, aku memakluminya kok. Aku paham kenapa kau lebih memilih Donghae. Aku hanya belum bisa menerimanya,” sahut Siwon.

“Jadi, apa kita masih berteman? Apa aku masih bisa menganggapmu Oppa?” tanya Hamun.

Dengan mantap Siwon menjawab, “Tentu saja. Hanya saja aku masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan keadaan kita yang seperti ini. Bagaimanapun, tidak mudah melihat gadis yang aku cintai bersama dengan pria lain apalagi pria itu temanku sendiri.”

“Ne, oppa. Algeutseumnida. Gomawo,” ucap Hamun lega. Dari wajahnya, terlihat jelas Hamun merasa sangat lega. Tidak ada lagi kepahitan yang terpendam kepada Siwon. Ia pun bisa menjalani hubungan dengan Donghae dengan tenang.

Donghae lalu berdiri dan memeluk Siwon. “Gomawo, Siwon-ssi,” ucap Donghae sambil menahan air mata yang mau keluar dari matanya.

“Yaaa Donghae ya, tidak usah menangis. Kau benar-benar cry-baby. We’ll be alright. Gwencana,” sahut Siwon. Tangannya menepuk-nepuk punggung Donghae.

Donghae pun segera menghapus air matanya lalu tertawa. “I love you, bro,” ucap Donghae.

“I love you too. Baik-baik dengan Hamun ya. Jangan bikin dia menangis,” sahut Siwon.

“Ne, Siwon. Gomawo.”

“Ne. Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Aku harus menemani Hyukjae dan Ryeowook ke supermarket. Hari ini jadwal kami yang memasak.” Siwon pun pergi meninggalkan Donghae dan Hamun.

Hamun tersenyum lega pada Donghae. “Gomawo oppa. Jeongmal gomawoyo,” ucap Hamun.

Donghae tersenyum. “Sudah aku bilang, lebih baik kita selesaikan masalah ini secepatnya daripada terus menundanya. Semakin lama kita menunda, semakin kita tidak nyaman,” balas Donghae.

“Ne. Aku juga sudah lega.”

“Baiklah. Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita jalan-jalan cari jajanan? Jajanan di Taiwan ini enak-enak loh. Sungmin hyung aja sampe makin gemuk karena tidak bisa berhenti makan.”

Hamun mengangguk setuju. Malam ini pun, Hamun dan Donghae keluar mencari jajanan di dekat dorm SJM tanpa menyadari bahwa ada orang yang mengetahui siapa mereka sebenarnya meskipun mereka telah menyamar sedemikian rupa.

 

 

Jihyo tidak bisa berhenti memainkan ipad barunya. Bolak-balik Jihyo mengupdate status twitter dan mencari berita mengenai SG lewat ipad barunya tersebut sampai ia lupa bahwa ada Sungmin di sebelahnya.

“Yaa Choi Jihyo, sibuk amat sih main ipad mulu sampai lupa padaku,” tegur Sungmin kesal.

“Bukan begitu, Oppa. Aku harus terus memantau berita mengenai onnideulku di Korea. Berita di internet ini jauh lebih cepat daripada aku harus menghubungi mereka lebih dulu,” bela Jihyo atas dirinya sendiri.

“Iya aku tahu tapi memang apa sih yang kau cari sampe harus memainkan ipad itu tanpa henti?” tanya Sungmin lagi. Rasa penasarannya terhadap kecintaan Jihyo pada ipad belum terjawab.

“Netizen itu updatenya sangat cepat jadi kalau aku mau tahu berita terbaru tentu harus stay terus,” jelas Jihyo.

Sungmin hanya bisa tertawa pasrah mendengar penjelasan Jihyo. Ia membiarkan Jihyo terus bermain ipad sambil membelai rambut gadis itu dengan lembut. “Apa yang kau dapatkan?” tanya Sungmin.

“Lihat, GD Minah telah mencabut laporannya atas Minah unni. Netizen juga mulai curiga atas Hyejin unni yang mulai menggemuk. Mereka sudah mencium kehamilan Hyejin unni,” ujar Jihyo dengan semangat sambil memperlihatkan berita-berita itu.

“Iya, iya. Terus apa kau tidak takut jika ada komentar negatif?”

“Cih! Aku sih sudah kebal. Sori sori sori jek yeee.”

Sungmin pun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Jihyo yang sangat lucu. “Tidak salah aku memilihmu. Jadi jika hubungan kita ini ketahuan dan kau memiliki antis, aku tidak perlu khawatir.”

“Oppa betul sekali!”

Jihyo lalu kembali pada ipadnya dan menemukan berita yang sangat hangat. “Mwo?! Hamun dan Donghae ketahuan sedang jalan bersama?! Fans bahkan merekamnya?! Oppa, lihat! Ini gila!” seru Jihyo dengan panik kepada Sungmin.

Sungmin hanya bisa menghela nafas panjang lalu mengambil ipad Jihyo dari pemiliknya. “Dengar. Daripada kau terus memikirkan masalah orang lain lebih baik kau pikirkan masalahmu dengan Key. Apa kau sudah bicara dengannya?” tanya Sungmin dengan tegas.

Jihyo menggelengkan kepalanya dengan pelan sebagai jawaban. Sungmin mengambil hapenya lalu menyerahkannya pada Jihyo. “Telepon Key sekarang. Katakan padanya kau telah menentukan pilihan,” ujar Sungmin dengan tegas.

Mau tidak mau, Jihyo mengambil hape itu lalu menelepon Key. “Yoboseyo,” ucap Jihyo begitu Key menerima teleponnya.

“Ne, yoboseyo. Ada apa malam-malam meneleponku, Jihyo ya?” balas Key.

“Ada yang mau aku bicarakan denganmu,” kata Jihyo.

“Apa?”

Jihyo terdiam sebentar untuk menyusun kata-kata yang pas. “Ehm, aku ingin memberitahumu kalau aku…kalau aku…”

“Kalau kau lebih memilih Sungmin hyung daripada aku?”

Jihyo terperanjat kaget. “Bagaimana kau tahu?”

“Dari dulu aku juga tahu matamu itu tidak bisa lepas dari Sungmin hyung. Kemanapun Sungmin hyung berada, kesitulah matamu tertuju. Begitu juga hati dan pikiranmu. Apalagi sekarang kau sedang di Taiwan bersamanya kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu semuanya?”

“Aku sudah mengenalmu hampir seumur hidupku, Jihyo sayang. Aku sudah tahu kau luar dalam.”

Jihyo tersipu malu meskipun Key tidak dapat melihatnya. “Itu artinya kita tetap berteman kan?”

“Tentu saja, bodoh. Sampai kapanpun, kau tetap sahabatku, teman belanjaku. Choi Jihyo yang terbaik!”

Jihyo tersenyum lega bahkan hampir menangis. “Gomawo, Key. Gomawo,” ucap Jihyo tersendat-sendat.

Key tertawa. “Tidak usah pakai menangis segala ah. Kau jelek kalau menangis tahu. Hahahaha,” sahut Key.

Jihyo pun ikut tertawa. “Jeongmal gomawoyo, Key. Saranghae.”

“Nado saranghae, Jihyo ya. Baik-baik ya disana. Aku harus kembali bekerja. Sampai jumpa.”

Key pun menutup teleponnya dan meletakkannya di samping tempat tidurnya. Key masuk ke dalam selimutnya dan menutup kepalanya dengan bantal. Ya, Key tidak sedang bekerja. Itu hanya alasan saja. Key sedang menangis. Ia patah hati untuk kesekian kalinya karena Choi Jihyo.

Sedangkan saat itu di Taiwan, gadis yang membuat Key menangis menatap kekasihnya sambil tersenyum. “Aku sudah bilang pada Key. Dia menerima kita balikan,” ucap Jihyo.

Sungmin balas tersenyum. Perasaan bahagia bercampur lega tersirat di matanya. Sungmin memeluk Jihyo lalu mencium kening gadisnya itu. “Saranghaeyo, Choi Jihyo. Saranghaeyo.”

“Nado, oppa.” Jihyo memeluk Sungmin lebih erat. Tidak ada yang lebih nyaman daripada berada di pelukan Sungmin dan merasakan segala kehangatan yang ia berikan. Jihyo tidak akan mau menukar moment ini dengan apapun juga.

 

– THE END-

@gyumontic