FIND THE TRUTH

G / Romance – Friendship / Series

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

Cast :

Super Girls

Super Junior (Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin)

Shinee

DBSK (Jung Yunho, Shim Changmin)

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Jung Yunho – Park Minah

 

Close Relationship:

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Kim ‘Key’ Kibum – Choi Jihyo

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

It’s Complicated relationship:

Lee Jinki ‘Onew’ – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

PART 2

ENJOY READING… START!

 

Jonghyun, Hyunah dan Leeteuk duduk mengelilingi Minah yang sedang menangis karena putus cinta. Hyunah bolak-balik memberikan tisu kepada sahabatnya itu untuk menyeka air mata dan ingus yang mengucur deras di wajahnya sedangkan Jonghyun dan Leeteuk hanya diam memperhatikan sambil menunggu Minah kembali tenang.

“Aku tak menyangka nyali Yunho hanya sekecil kacang merah. Disuruh putus sama manajernya, dia turuti. Payah!” celetuk Leeteuk dengan emosi. Yah, kakak mana yang tidak akan marah melihat adiknya dibuat patah hati?

Minah tidak menjawab. Dia tetap fokus untuk meredakan tangisnya.“Nuna neomu yeppeo, micheo, replay replay replay. Nuna neomu yeppeoso,” nyanyi Jonghyun untuk menghibur Minah. “Uljima, nuna.”

“Jonghyun benar, Minah. Jangan menangis lagi. Yang berlalu biarlah berlalu. Kau harus tetap maju. Masih ada SG, Jonghyun dan Leeteuk oppa bersamamu. Tenanglah,” tambah Hyunah.

Minah tersenyum mendengar hiburan dari Leeteuk oppa dan kedua sahabatnya. Dia menghapus seluruh air matanya dan menegapkan diri. “Kalian benar. Aku harus tetap maju, tidak boleh terus terpuruk begini. Aku pasti bisa melupakan Yunho oppa. Park Min Ah, hwaiting!” ucap Minah dengan penuh percaya diri. “Gomawo, oppa, Hyunah, Jonghyun.”

Leeteuk memeluk Minah dengan bangga. “Ini baru adikku. Park Min Ah! Tidak ada lelaki yang bisa menyakitimu! Ingat itu,” ucap Leeteuk menambah semangat Min Ah.

“Oppa benar! Tidak ada lelaki yang boleh menyakitiku. Iya kan, Hyunah? Jonghyun?” sahut Minah sekaligus meminta persetujuan kedua sahabatnya.

Hyunah dan Jonghyun menganggukkan kepala tanda setuju sambil tertawa. Mereka senang Min Ah sudah kembali ke sifat aslinya yang ceria dan bersemangat!

Hyunah memasakkan makan siang untuk mereka berempat dalam rangka merayakan keceriaan Min Ah. Hyunah bahkan juga menyiapkan anggur. “Untuk kebahagiaan Min Ah kita tersayang!” seru Leeteuk, Jonghyun dan HyunAh bersamaan sambil mengangkat gelas anggur mereka.

“Gomawo, yeorobun. Saranghaeyo,” balas Min Ah dengan bahagia.

Mereka berempat lalu menyantap makanan dengan lahap. Saat itulah Hyejin muncul dengan tampang paling suram yang pernah ada dalam riwayat wajah paling suram dalam kurun waktu seabad ini.

“Hei Hyejin-ah, ada apa? Kenapa wajahmu suram sekali?” tanya Leeteuk dengan ramah.

“Annyeonghaseyo, oppa. Pikiranku kusut sekali hari ini,” jawab Hyejin.

“Ayo makan dulu. Duduk sini. Sambil makan sambil cerita. Santai saja,” ajak Leeteuk sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya. Hyejin duduk di kursi itu tanpa semangat.

“Gomawo, oppa,” ucap Hyejin.

Hyunah menyediakan makanan untuk Hyejin meskipun leadernya sama sekali tidak nafsu makan. Hal ini membuat Hyunah dan Min Ah cemas.

“Kau kenapa sebenarnya, Hyejin? Apa masalahku yang membuatmu jadi begini?” tanya Min Ah hati-hati.

“Salah satunya,” jawab Hyejin dengan jujur.

“Mianhaeyo, Hyejin ah. Aku menyesal telah melibatkanmu,” ucap Min Ah merasa bersalah.

Hyejin tersenyum kecil. “Masalah itu sudah selesai. Manajer sudah menyelesaikannya tentu setelah ia berhasil mengomeliku selama 2 jam!” kata Hyejin.

“Lalu ada masalah apalagi?” tanya Hyunah.

Hyejin menghela nafas panjang. “Magnaemu, oppa…” kata Hyejin sambil menunjuk Leetuk. “Dan leadermu, Jonghyun…” lanjut Hyejin sambil menunjuk Jonghyun. “Mereka berkelahi hebat tadi di kantor dan aku terseret-seret ke dalamnya. Pers nyaris mengetahui masalah ini. Karena itu kalau masalah ini tidak selesai hari ini juga maka besok…” Hyejin menarik nafas lalu menghembuskannya. “TAMATLAH RIWAYAT KITA!” kata Hyejin.

Hyunah, Min Ah, Jonghyun dan Leeteuk paham bagaimana beratnya masalah yang sedang dihadapi Hyejin dan menyesal karena tidak bisa membantu apa-apa.

“Maafkan kami, Hyejin. Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Bersemangatlah!” ujar Hyunah sambil memeluk Hyejin. Min Ah mengikuti di belakang Hyun Ah.

“Gomawo, memberku sayang. Saranghaeyo,” ucap Hyejin sambil balas memeluk kedua membernya itu.

“Nado saranghaeyo, Hyejin,” balas Min Ah yang membuat hati Hyejin sedikit lebih ringan.

Hyunah sudah mau membuatkan makanan lain agar Hyejin mau makan tapi Hyejin menolak, “Aku harus segera kembali ke kantor. Maaf ya, Hyunah.”

Hyejin kembali ke kantor bersama dengan Leeteuk dan Jonghyun yang kebetulan juga masih ada urusan di sana. Sepanjang perjalanan, terbayang peristiwa tadi pagi yang menimpa Hyejin.

 

.FLASHBACK START.

Persoalan Min Ah membuatnya jadi sasaran kekesalan sang manajer. “Kau itu sebagai leader harus bisa mengatur tingkah laku member-membermu, Song Hyejin!” bentak manajernya dengan keras yang mungkin terdengar ke seluruh lantai ruangan manajernya itu.

Meskipun kesal dan ingin balas bentak tapi Hyejin berusaha sabar. “Juisonghamnida, onni. Aku lalai. Aku akan memperbaikinya,” ucap Hyejin.

“Sudah aku duga kau hanya bisa minta maaf. Sudah sudah, kau keluar saja sana!” bentak sang manajer.

Hyejin pamit dengan membungkukkan tubuhnya lalu keluar dari ruangan manajernya dengan wajah muram, suram, kusam, pokoknya sangat tidak enak dilihat. Setiap orang yang dilewatinya menatap Hyejin tapi Hyejin tidak peduli. Pikirannya terlalu kusut.

Dia ingin berbagi keluh kesahnya dengan Kyuhyun tapi yang dia temukan adalah masalah baru. “Buk!” Hyejin melihat Kyuhyun meninju pipi Onew dengan keras. “Sudah aku bilang, hubunganku dengan Seohyun atau Victoria atau gadis lain manapun itu bukan urusanmu, Lee Jinki!” seru Kyuhyun dengan kencang.

“Jelas urusanku karena itu menyangkut perasaan Hyejin! Aku tahu kau selingkuh di belakang Hyejin. Aku tahu kau mempermainkannya, hyung! Kalau kau tidak bisa membahagiakannya, aku bisa melakukannya 1000x lebih baik darimu!” balas Onew tidak kalah kencang.

“Jadi orang jangan sok tahu!” sahut Kyuhyun penuh emosi. Dia bahkan hampir meninju Onew lagi. Untung Hyejin sempat menahannya.

“Sudah hentikan!” teriak Hyejin. Seketika Kyuhyun dan Onew berhenti berkelahi. Kyuhyun menghampiri Hyejin dan berusaha merangkulnya. “Jangan mau disentuh olehnya, Hyejin! Dia telah membohongimu!” kata Onew sambil berdiri.

Bukan Hyejin menuruti Onew tapi tubuhnya memang refleks menghindar dari rangkulan Kyuhyun.

“Hei, kenapa menghindar? Kau percaya pada Onew?” tanya Kyuhyun.

Hyejin berdiri menatap Kyuhyun dan Onew dengan wajah tegang. “Oppadeul, aku tahu yang sebenarnya sudah lama. Sejak aku memutuskan untuk pacaran dengan Kyu oppa, aku tahu kau mempunyai banyak gadis tapi aku berharap suatu hari kau hanya melihat aku,” ujar Hyejin. “Dan Jinki oppa, aku tahu kau sangat menyayangi aku tapi saat ini aku hanya menyayangimu sebagai oppa dan sunbae. Tidak lebih. Juisonghaeyo.”

Rupanya perkelahian ini tersebar cepat sekali karena mereka bertiga beserta manajer masing-masing langsung dipanggil CEO SMent, tuan Choi. Hyejin sudah menduga dirinya akan kena marah lagi apalagi pers sudah mencium masalah ini.

“Kalian cari cara untuk menutup masalah ini sekarang juga. Jangan sampai pers tahu!” perintah tuan Choi kepada ketiga manajer lalu berpaling kepada 3 artisnya. “Dan kalian, Kyuhyun, Jinki, Hyejin, selesaikan masalah ini hari ini juga atau kalian akan diskors dalam waktu yang tidak ditentukan!”

Hyejin hanya bisa pasrah. Dengan lemas, ia keluar dari ruangan tuan Choi meninggalkan Kyuhyun dan Onew yang bolak-balik memanggilnya tapi tidak ia hiraukan. Hyejin melangkah pulang.

.FLASHBACK END.

 

Sungmin berlari menghampiri Jihyo dengan panik. “Jihyo-ya, kita terlambat! Tuan Choi sudah menskors Kyuhyun, Onew dan Hyejin. Mereka tidak akan diberikan pekerjaan sampai waktu yang tidak ditentukan,” cerita Sungmin.

Jihyo membelalak tidak percaya. “Tidak mungkin! Mau jadi apa SG, SJ dan Shinee tanpa lead vokal kita?! Aku akan bicara dengan appa!” kata Jihyo yang hampir melangkahkan kaki masuk ke ruang tuan Choi tapi berhasil ditahan Sungmin.

“Jangan tergesa-gesa. Kalau kau masuk sekarang, kita akan ketahuan sedang menguping,” cegah Sungmin.

Jihyo berpikir sejenak dan menyetujui pikiran Sungmin. “Baiklah, kalau begitu aku akan bicara dengan appa nanti,” ujar Jihyo.

Pintu ruangan tuan Choi tiba-tiba terbuka. Sungmin dan Jihyo segera bersembunyi di gudang kecil yang terletak tepat di sebelah ruangan tuan Choi. Hal ini membuat Sungmin dan Jihyo berada dalam jarak yang sangat dekat. Tubuh keduanya hampir menempel.

“Mianhe,” ucap Sungmin dengan jantung yang berdebar-debar.

“Gwencana, oppa,” balas Jihyo dengan jantung yang tidak kalah kencang debarannya.

Mereka jadi lupa dengan misi mereka sebenarnya. Saat mereka ingat, ketiga target sudah tidak tahu dimana.

“Oppa! Kyuhyun oppa, Onew oppa, Hyejin onnie! Gimana mereka?!” pekik Jihyo begitu ingat misinya ke kantor ini.

“Tidak tahu. Aduh. Ayo kita keluar,” kata Sungmin.

Jihyo mendorong Sungmin menjauh agar ia bisa keluar lebih dahulu tapi Sungmin malah terjatuh ke arahnya karena terbentur meja dan kursi yang disimpan di ruangan itu.

Sungmin tersenyum nakal. “Hoho. Senjata makan tuan nih,” goda Sungmin.

Jantung Jihyo berdebar makin tidak karuan. Dengan gugup, ia mendorong Sungmin sekuat tenaga menjauh darinya lalu keluar dari gudang kecil tersebut. “Mianhe, oppa. Mianhe,” ucap Jihyo dari luar gudang.

“Gwencana, Jihyo-ya. Gwencana,” sahut Sungmin sambil menyusul keluar. Sungmin memunculkan dirinya sejenak lalu menarik Jihyo kembali masuk ke gudang dan memeluknya dengan erat. “Saranghae, Jihyo-ya. Saranghae,” ucap Sungmin berkali-kali yang membuat Jihyo jadi tersipu malu sekaligus bahagia.

 

Hamun menunggu kedatangan Siwon di rumah sakit dengan sabar. Dia sudah mendengar kabar akan masalah yang terjadi di SMent. Jihyo memberitahunya, “Hamun, aku tidak jadi menjemputmu ya. Siwon oppa yang akan menggantikanku. Ada masalah yang harus kuselesaikan menyangkut kelanjutan nasib kita.”

“Memang ada apa, onnie?” tanya Hamun penasaran.

“Kyuhyun oppa, Onew oppa dan Hyejin onnie diskors. Aku harus membujuk appa meringankan hukuman mereka. Sampai jumpa,” jawab Jihyo onni lalu menutup teleponnya.

“3 lead vocal diskors. Mau jadi apa kami nanti?” gumam Hamun.

Siwon datang tidak lama kemudian sambil membawa 5 liter eskrim coklat. “Hai Hamun, maaf membuatmu menunggu lama ya. Aku tadi harus membeli eskrim ini,” kata Siwon.

“Es krim untukku? Gomawo, oppaaaa!” pekik Hamun dengan girang.

“Tentu tidak,” sahut Siwon sambil tersenyum. Hamun cemberut kecewa. Siwon jadi tidak tega. “Tapi 1 liter khusus untukmu deh. Sisanya buat pesta di rumah Hyejin nanti malam,” lanjut Siwon yang membuat Hamun kembali ceria.

“Gomawo, oppa. Jadi malam ini kita akan pesta eskrim dan aku dapat 1 liter eskrim? Asyik!”

Siwon hanya tertawa. Dia mengajak Hamun segera berangkat, “Kajja!”. Hamun mengikuti Siwon dengan riang menuju mobil. Sambil berjalan, Hamun dan Siwon ngobrol. “Hamun, bagaimana di rumah sakit semalam? Pelayanannya bagus kan?” tanya Siwon.

“TOP banget! Semua permintaanku dituruti loh. Hebat sekali! Perusahaan pasti bayar mahal,” jawab Hamun.

“Hahaha tentu saja. Kau kan aset perusahaan jadi harus dijaga dengan baik. Hehehe.”

“Iya, aku paham. Jadi sekarang kita akan kemana?” tanya Hamun.

“Langsung ke rumah Hyejin. Joong hyungdeul udah duluan di sana. Yang lain akan menyusul nanti,” jawab Siwon.

“Joong hyungdeul?”

“Iya, Jaejoong hyung dan Joongki hyung. Mereka sudah menemani Hyejin lebih dulu.”

Sambil mengobrol, Hamun memakan eskrim coklatnya. “Hey oppa, eskrim ini enak sekali. Beli dimana?” tanya Hamun.

“Nyomot dari supermarket. Hehe. Homemade loh. Enak kan?”

Hamun mengangguk senang. Tidak terasa sampai di rumah Hyejin,  sepertiga liter eskrim nya sudah habis.

“Ya ampun, banyak sekali makanmu Kang Hamun. Awas gemuk kamu nanti,” goda Siwon sambil tertawa yang membuat Hamun cemberut lagi. “Aku hanya bercanda, Hamun. Ayo kita masuk. Hyejin dan Joong hyungdeul sudah menunggu paling. Bawa eskrimnya.”

Siwon mengambil 4 liter eskrim yang masih utuh sedangkan Hamun membawa eskrimnya. Mereka memasuki rumah keluarga Song yang besar dan megah. Maklum, keluarga Song adalah salah satu pengusaha sukses di Korea.

“Onnie!!” seru Hamun begitu melihat Hyejin yang sibuk bermain tenis virtual dengan Joong oppadeulnya.

Hyejin berhenti bermain. “Hei Hamun! Akhirnya datang juga. Mana Siwon oppa?” sahut Hyejin.

“Aku disini, Hyejin. Membawa modal pesta eskrim kita,” sambar Siwon sambil memamerkan eskrim-eskrim yang dibawanya.

“Yey! Gomawo, oppa,” ucap Hyejin gembira tidak lupa memeluk Siwon sebagai tanda terima kasih. Hyejin lalu mengambil alih eskrim tersebut dan memasukkannya ke freezer.

Entah kenapa dan sejak kapan, Hamun menjadi kesal jika ada gadis yang menyentuh Siwon. “Apa ini yang dinamakan suka?” batin Hamun lalu menggaruk-garuk kepalanya karena tidak mendapat jawaban.

Hyejin kembali ke ruang tempat semua berkumpul. “Hamun, karena Hyunah belum datang, boleh minta tolong kamu cicipi semua makanan yang telah dibuat kokiku? Kau terbaik kedua dalam soal rasa,” pinta Hyejin.

“Bisa saja tapi…”

“Aku mohon, Hamun. Ya? Ya? Ya?”

Hamun tidak bisa menolak. Dia segera menuju dapur. Tanpa dia sangka-sangka, Siwon datang menemaninya. “Sudah berapa sendok yang kau cicipi, ndutndut?” tanya Siwon.

“Satu sendok saja belum nyampe. Huh!” jawab Hamun sambil memanyunkan bibirnya. Dia tetap mencicipi satu per satu makanan yang telah tersedia dengan Siwon yang mengikuti di belakangnya.

“Hyejin onni ini aneh, diskors tapi malah bikin pesta. Dia kayaknya malah senang banget,” ujar Hamun pada Siwon.

“Kata siapa dia senang? Dia bikin pesta ini buat kalian bukan buat dirinya. Kalau dirinya yang sebenarnya sih, dia lagi pusing tujuh keliling,” sahut Siwon.

“Oh ya? Oppa tahu darimana? Aku yang membernya malah gak tahu,” tanya Hamun penasaran mengapa sepertinya Siwon memahami sekali perasaan Hyejin saat ini.

“Huh? Aku pikir semua orang juga akan mengerti. Hyejin bukan orang yang suka membagi kesusahan. Kalau dia mau membaginya pasti melalui kesenangan juga. Ya, seperti sekarang ini,” jelas Siwon panjang lebar yang semakin membuat Hamun kesal, eh, cemburu.

“Ooooh,” sahut Hamun lalu diam, sibuk mencicipi dessert. Dia tidak mau memperpanjang perkara mengenai Hyejin lagi.

“Hamun ah, aku mau pie itu. Tolong suapin secuil dong,” kata Siwon.

Hamun kaget dengan permintaan Siwon. Tangannya terhenti di pie yang diminta Siwon. Tangannya kaku. Dia tidak berani menyuapi Siwon. “Hei, jangan pelit. Suapi aku sedikit saja.” Siwon menggenggam tangan Hamun dan memaksa gadis itu menyuapi sedikit pie ke mulutnya. “Humm, enak! Makanan koki Hyejin emang mantap! Gomawo, Hamun!” ucap Siwon.

Tubuh Hamun gemetar saking senangnya. Dia tidak percaya pria yang sangat dia kagumi selama ini berada di sampingnya dan baru saja dia suapi sesendok pie. Rasanya jantung Hamun sudah siap melompat keluar dari tempatnya saking gembiranya.

 

“Yaaa! Shim Changmin!” pekik Min Ah karena terkejut melihat Changmin yang sudah berdandan rapi berdiri di depan pintu dorm SG. “Ngapain kamu di sini? Bukannya kamu di China?” tanya Min Ah.

Changmin menggeleng. “Hanya Yunho hyung yang kesana. Aku kesini untuk menjemput Hyunah. Kami mau ke pesta Hyejin,” jawab Changmin dengan santai.

Hyunah lalu muncul dari belakang dan menyapa Changmin, “Annyeong oppa, maaf membuatmu menunggu. Kita berangkat sekarang?”

“Ayuk,” sahut Changmin sambil mengulurkan tangannya kepada Hyunah.

Min Ah mendelik kepada kedua orang itu. “Lalu aku pergi dengan siapa? Hei?” tanya Min Ah.

“Jonghyun, Jihyo, Leeteuk oppa atau siapapun asal bukan Kyuhyun dan Onew. Dua orang itu dilarang masuk kata Hyejin. Sampai jumpa, Min Ah,” jawab Hyunah dengan enteng lalu pergi bersama dengan Changmin.

“Acaranya dimulai jam berapa ya, Hyunah?” tanya Changmin sembari menyetir mobilnya.

“Jam 7, oppa. Kenapa?” tanya Hyunah.

“Tak apa, tanya saja. Berarti masih sempat,” sahut Changmin.

Tidak lama kemudian dia mampir ke toko bunga dan membeli dua buket bunga tulip. Satu dia berikan kepada Hyunah. “Untuk gadis paling cantik,” ucap Changmin yang pasti langsung meluluhkan hati Hyunah.

“Gomawo, oppa. Bunganya cantik sekali,” balas Hyunah.

“Secantik kamu.”

Hyunah benar-benar mati kutu dibuat Changmin. Wajahnya merona merah.

“Oh ya HyunAh, aku rasa kita cocok berduet. Aku punya lagu berjudul ‘No Leader No Cry’. Yah, kau tahulah saat ini leader kita sama-sama sedang bermasalah. Gini lagunya, No leader no cry, no money no dong, no mer hape no na?”

Hyunah tertawa terpingkal-pingkal karena nyanyian Changmin. Hyunah bahkan sampai hampir terkena dashboard mobil. “Ya ampun, oppa. Lucu sekali lagumu. Huahahahaha. Aku tak menyangka kau bisa menciptakan lagu sekonyol itu. Memang kau belum punya nomor hapeku ya, oppa?”

“Not yet. I’m asking now so you have to give me ur phone number.”

Hyun Ah lalu memberikan nomor hapenya kepada Changmin. “Jangan disebar ya. Aku takut antis tahu,” pesan Hyunah.

“Tenang saja, Jung Hyunah. Nomormu aman di hapeku,” janji Changmin.

Hyun Ah lalu kembali menatap tulipnya dan tulip yang ditaruh Changmin di kursi belakang. “Itu bunga untuk siapa?” tanya Hyun Ah.

“Oh, Kyuhyun titip bunga itu untuk Hyejin. Dia kan tidak boleh datang jadi bunganya saja,” jawab Changmin.

“Oh iya sih, kalian kan berteman baik pantas dia menitipkannya pada oppa.”

“Yup! Tapi mungkin ini yang terakhir aku bisa membantunya.”

“Loh? Kenapa?” tanya Hyun Ah heran.

“Karena sebentar lagi aku akan disibukkan olehmu,” jawab Changmin.

Hyun Ah lagi-lagi dibuat tersipu malu. Dia tidak menyangka Shim Changmin begitu pintar menyanjungnya.

 

.to be continued.

@gyumontic