FIND THE TRUTH

G / Romance – Friendship / Series

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

Cast :

Super Girls

Super Junior (Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Park Jungsu)

Shinee

DBSK (Jung Yunho, Shim Changmin, Kim Jaejoong)

 

In a Relationship:

Lee Sungmin – Choi Jihyo

 

Close Relationship:

Kim Jaejoong – Song Hyejin

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Kim ‘Key’ Kibum – Choi Jihyo

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

It’s Complicated relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Jinki ‘Onew’ – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

Choi Siwon – Kang Hamun

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

 

Part 3

ENJOY READING, YEOJADEUL …

 

Jihyo dan Sungmin adalah orang terakhir yang tiba di rumah Hyejin karena mereka harus menyelesaikan urusan dengan tuan Choi terlebih dahulu. “Ini semua karena appa susah sekali dibilangin. Keras kepala!” gerutu Jihyo pada Sungmin.

“Sudahlah sayang. Choi sajangnim kan sudah meringankan skorsing Hyejin dan yang lainnya,” sahut Sungmin untuk meredakan emosi Jihyo.

“Gak bisa. Seharusnya appa dengar kata-kataku. Kalau mereka tidak muncul di publik, pers akan semakin curiga. Aargh!”

Sungmin tidak menyahut lagi. Dia langsung merangkul Jihyo dan mengajaknya masuk ke dalam rumah Hyejin. Jihyo langsung terdiam dan dengan patuh mengikuti ajakan Sungmin.

Di dalam rumah, semua sudah ramai memeriahkan pesta. Hal ini menyulitkan Jihyo untuk bertemu dengan Hyejin. Sambil mencari Hyejin, Jihyo menyapa tamu-tamu yang hadir termasuk Key yang datang bersama Yoogeun.Jihyo yang kaget karena Key berani membawa anak kecil ke sebuah pesta langsung naik pitam. “Yaa Kim Kibum! How dare you! Kau sudah gila bawa Yoogeun kesini? Ini bukan pesta anak kecil,” bentak Jihyo.

“Demi bulan dan matahari Choi Jihyo, ini juga bukan pesta orang dewasa! Aku boleh membawa Yoogeun masuk,” balas Key.

“Tidak boleh! Dia harus pulang!”

“Tidak mau! Dia harus tetap disini!”

Jihyo dan Key berdebat sengit sampai lupa bahwa Yoogeun masih ada bersama mereka.

“Jihyo omma. Key appa. Jangan bertengkar. Aku mau disini,” sela Yoogeun yang langsung menghentikan perdebatan Jihyo dan Key.

Key langsung menggendong Yoogeun dan menjulurkan lidahnya kepada Jihyo. “Aku bilang juga apa. Yoogeun tidak mau pulang. Huh!” ucap Key dengan kesal lalu meninggalkan Jihyo.

Jihyo mendengus kesal lalu kembali mencari Hyejin. Dia sudah muter-muterin seluruh rumah tapi nona satu itu tidak ada juga. “Kemana sih Hyejin onni?!” gerutu Jihyo kesal. “Ya Tuhan, kenapa hari ini sangat memancing emosi?”

Jihyo mengambil hapenya hendak menelepon Hyejin tetapi Sungmin dan Joongki menahannya. “Wae?” tanya Jihyo.

“Hyejin barusan dipanggil lagi oleh tuan Choi. Dia sedang dalam perjalanan ke kantor ditemani Jejung. Kalian tolong susul mereka. Aku cemas sekali. Jebal,” jawab Joongki yang jelas sekali terdengar cemas.

“Lalu kenapa oppa tidak ikut dengan kami?” tanya Jihyo.

“Aku harus menjaga rumah karena sebentar lagi ommonim dan abonim akan pulang. Aku harus menjaga agar mereka tidak tahu Hyejin sedang diskors. Kalau mereka tahu bisa gawat,” kata Joongki.

Tanpa banyak bicara lagi, Jihyo langsung menyusul Hyejin ke kantor. Dia menggandeng Sungmin untuk menemaninya. “Oppa, aku mohon menyetirlah secepat yang kau bisa. Kita harus sampai lebih dulu di sana,” kata Jihyo panik.

Sungmin tidak menyahut. Dia hanya tersenyum.

“Wae?” tanya Jihyo.

“Ini pertama kalinya kau menggandengku. Senang sekali rasanya,” jawab Sungmin dengan jujur yang membuat Jihyo malu.

“Aaah oppa, ini bukan saat yang tepat. Ayo menyetirlah lebih cepat.” Jihyo tidak sanggup jika pikirannya harus terbagi lagi dengan urusan asmaranya. Bisa dipastikan Sungmin pasti akan memonopoli semua pikirannya.

 

 

Jihyo, Hyejin, Leeteuk, Kyuhyun, Onew dan Minho sudah duduk dengan rapi di ruang tuan Choi. Semua wajah mereka tegang, begitu juga dengan Sungmin dan Jejung yang menunggu di luar.

“Setelah berdiskusi dengan Jihyo, Jungsu dan Minho, aku sudah buat keputusan baru mengenai skors kalian,” kata tuan Choi pada Kyuhyun, Hyejin dan Onew. “Kalian akan tetap mengikuti semua kegiatan grup sedangkan untuk kegiatan yang lain akan dihentikan.”

“Maaf tuan Choi, aku kan tidak ikut terlibat kenapa aku juga selalu kena skorsing yang sama dengan Kyuhyun dan Onew?” ujar Hyejin berusaha membela diri agar mendapat keringanan hukuman.

“Iya, sajangnim. Tidak bisakah Anda meringankan lagi skors Hyejin?” tambah Jihyo.

Tuan Choi menolak dengan tegas. “Dan aku minta Kyuhyun, Onew, dan Hyejin tidak usah bertemu satu sama lain.”

“Sajangnim,” ucap Kyuhyun dan Onew bersamaan untuk menolak hukuman terakhir.

“Wae? Kalian tidak bisa kalau tidak bertemu? Baiklah, Kyuhyun dan Onew boleh bertemu tapi tidak ada satupun dari kalian yang boleh menemui Hyejin dan sebaliknya. Paham?” sahut tuan Choi yang semakin memberatkan Kyuhyun dan Onew. “Sekarang kalian boleh pulang dan melanjutkan pesta.”

Hyejin jadi orang pertama yang keluar dari ruangan itu dan disusul oleh Kyuhyun dan Onew. “Hyejin, tunggu!” panggil Kyuhyun.

Hyejin berhenti dan berbalik menghadap Kyuhyun. “Juisonghamnida, sunbae. Sajangnim memerintahkan kita tidak boleh bertemu. Permisi,” ucap Hyejin. Ia lalu segera menghampiri Jejung yang sudah siap menemaninya pulang.

“Hyejin, aku mohon jangan setuju dengan hukuman ini. Aku bisa hanya aktif di SJ tapi aku tidak bisa kalau tidak bertemu denganmu!”

Hyejin tidak peduli. Dia segera masuk ke dalam mobil Jejung yang langsung melaju ke istananya yang sedang gegap gempita tanpa tuan rumah.

“Oppa, kita jangan langsung pulang. Berhentikan mobilnya,” kata Hyejin dengan dingin.

“Wae? Eommonim dan abonim sudah menunggu di rumah,” tanya Jejung tapi toh tetap memberhentikan mobilnya.

Hyejin langsung menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Jejung. “Aku tidak sanggup jika tidak boleh bertemu Kyuhyun. Oppa, ottoke?” kata Hyejin di sela-sela isakan tangisnya.

Jejung tidak mengerti apa yang harus dia lakukan. Dia hanya bisa memeluk Hyejin dan mengelus punggung gadis itu sambil berharap sahabatnya itu bisa mendapatkan kebahagiaannya kembali.

Sedangkan pada saat yang sama di parkiran kantor SM, Kyuhyun dan Onew sedang kembali berdebat. “Sudah aku bilang dulu, jika aku tidak bisa bersama Hyejin maka hyung pun tidak akan bisa. Gadis secantik dan sebaik dia tidak pantas bersama dengan pria macam hyung!” kata Onew.

“Jangan sok tahu, Lee Jinki! Kau sebenarnya tidak tahu apapun tentang Hyejin dan hubungan kami!” sahut Kyuhyun dari dalam mobilnya lalu membanting pintu mobilnya dengan geram. Ia segera melaju entah kemana.

 

 

Di rumah Hyejin, pesta masih berlangsung lancar meskipun yang punya hajat tidak ada dan tampaknya tidak banyak yang sadar akan ketidakhadiran Hyejin termasuk Min Ah.

Min Ah sibuk mencari sahabatnya untuk meminta tolong. “Hyun Ah, tolong aku. Yunho oppa ada disini. Bagaimana ini?” kata Min Ah begitu menemukan sahabatnya sedang minum cocktail sendirian. Min Ah bahkan memegang tangan sahabatnya saking takutnya.

“Juisonghamnida, aku bukan Hyun Ah,” ucap orang yang Min Ah kira Hyun Ah itu dengan suara berat.

Min Ah memperhatikan orang tersebut dari atas bawah dan memekik, “Ya Tuhan, Yong Hwa… Maaf, maaf. Aku pikir kau Hyun Ah. Maafkan aku ya?”

Jung Yong Hwa yang dimaksud Min Ah adalah saudara kembar Hyun Ah yang juga berprofesi sebagai artis tetapi di manajemen lain.

“Gwenchana. Apa kabar? Lama sekali tidak ketemu,” kata Yong Hwa.

“Baik. I am really fine. Kau sendiri bagaimana? Kau terlalu lama di Jepang sih,” balas Min Ah.

Yong Hwa tertawa kecil. “Aku baik-baik saja. Ini aku baru pulang dari Jepang dan langsung kesini begitu tahu ada pesta.”

“Hahahaha. Kau datang karena pesta atau karena cemas dengan kembaranmu yang datang ke pesta ini bersama pria?”

“Dua-duanya.”

Min Ah tertawa lagi. Yong Hwa dan Min Ah akhirnya terlibat percakapan seru sampai akhirnya Yong Hwa menyuruh Min Ah pergi. “Yunho hyung sedang menuju kemari. Aku rasa dia sudah melihatmu. Pergi sana,” katanya. “Aku tahu kau sedang menghindarinya kok setelah kalian putus.”

Min Ah jadi salah tingkah. “Ah, mianhe Yong Hwa. Aku duluan ya,” kata Min Ah lalu pergi cepat-cepat.

Jonghyun yang sudah memperhatikan Min Ah daritadi langsung menggandeng Min Ah bersembunyi. “Nuna, ayo sini,” kata Jonghyun sambil menarik Min Ah masuk ke dalam kamar Hyejin.

Min Ah berusaha menstabilkan nafasnya setelah berlari naik tangga untuk bersembunyi. Tapi belum ada satu helaan nafas, pintu kamar Hyejin sudah diketuk. “Min Ah ya, aku tahu kau ada di dalam. Ayo keluar,” kata Yunho.

“Itu Yunho oppa. Jonghyun, ottoke?” bisik Min Ah.

Jonghyun mencoba tenang mencari cara mengeluarkan Min Ah dari kamar ini. Dia mondar-mandir dengan suara ketukan yang terus berbunyi.

“Sini, nuna,” panggil Jonghyun dari dalam kamar mandi Hyejin. Min Ah pun mendatanginya. “Kamar mandi ini nyambung ke kamar sebelah. Kau pindah kesana lewat sini lalu kunci pintu kamar mandi ini dari sebelah. Aku akan menemui Yunho hyung.”

Jonghyun lalu keluar menemui Yunho. Min Ah mencuri dengar pembicaraan Jonghyun dan Yunho.

Y : Mana Min Ah?

J : Sudah pergi.

Y : Tidak mungkin. Daritadi aku ada disini. Kalau dia pergi, aku pasti tahu. Biarkan aku masuk. Minggir!

J : Silahkan.

Min Ah mendengar pintu kamar Hyejin dibuka. Ia langsung pindah ke kamar sebelah sesuai petunjuk Jonghyun. Dari kamar sebelah, Min Ah masih bisa mendengar Yunho dan Jonghyun walaupun samar-samar.

Y : Kalau kau berani menyembunyikannya. Aku bersumpah, hidupmu tidak akan tenang!

J : Ne, hyung. Aku paham.

Yunho lalu pergi begitu juga dengan Jonghyun. Min Ah tetap berada di kamar berpikir apa yang akan terjadi pada Jonghyun jika Yunho benar-benar serius. “Ottoke? Jangan sampai Yunho dan Jonghyun berkelahi seperti Kyuhyun dan Onew. Ottoke?” batin Min Ah dengan panik.

 

 

Yong Hwa mendekati kembarannya yang sedang asyik berdansa dengan pasangannya. “Hei, Jung Hyun Ah,” panggil Yong Hwa yang membuat Hyun Ah hampir melompat saking kagetnya.

“Yong Hwa yaaaa! Jangan mengagetkanku begitu dong ah!” sahut Hyun Ah. “Sedang apa di sini?”

“Pesta lah. Masa belanja?”

Hyun Ah cemberut mendengar jawaban dari Yong Hwa yang cukup jutek tapi ia tidak mau berlama-lama. Ia memilih mengenalkan Changmin pada Yong Hwa, “Kenalkan, dia Changmin.”

Changmin membungkukkan badan dan berkata, “Annyeonghaseyo, Shim Changmin imnida.”

“Annyeonghaseyo,” balas Yong Hwa lalu beralih ke saudaranya lagi. “Aku pinjam Hyun Ah sebentar. Permisi,” lanjut Yong Hwa. Ia lalu menarik Hyun Ah menjauh dari Changmin untuk beberapa saat.

“Jangan cepat termakan omongannya. Dia paling pandai berkata-kata,” bisik Yong Hwa pada Hyun Ah.

“Iya aku tahu. Aku akan hati-hati,” sahut Hyun Ah.

“Kalau dia macam-macam padamu, bilang padaku ya,” kata Yong Hwa.

“Ne, Yong Hwa ya. Aku mengerti. Sekarang boleh aku kembali pada Changmin?”

Yong Hwa tidak menjawab. Dia ragu tapi Hyun Ah tidak peduli. Hyun Ah mengecup kembarannya lalu kembali pada Changmin.

“Kenapa cepat sekali? Bukannya kalian sudah lama tidak bertemu?” tanya Changmin begitu HyunAh kembali.

“Memang tapi Yong Hwa harus segera pergi, dia ada acara,” jawab Hyunah asal.

“Oh. Kalian mirip ya ternyata. Aku nyaris tidak bisa membedakan kalian,” ujar Changmin.

“Lalu bagaimana oppa bisa membedakan kami?” tanya Hyunah.

Changmin mulai mengeluarkan jurusnya alias merayu, “Gampang. Kalau yang cantik pasti kau Jung Hyun Ah.” Ia lalu mendaratkan sebuah ciuman kecil di pipi Hyun Ah. Wajah Hyun Ah sudah merah. Hatinya berbunga-bunga. Meskipun Changmin mungkin hanya gombal, Hyun Ah tidak peduli. Yang penting Changmin bisa membuatnya bahagia.

 

 

Jejung dan Hyejin langsung masuk ke ruang home theater begitu sudah sampai di rumah. Mereka mau menyusun rencana untuk menghadapi kedua orang tua Hyejin tapi rupanya ruangan itu sedang dipakai.

“Yaa, Taemin, Siwon, Hamun. Kenapa tidak ikut pesta di bawah?” tanya Jejung begitu melihat ketiga dongsaengnya sedang asyik nonton film.

“Di bawah terlalu ramai, hyung. Enakan di sini. Hyung, ikutan nonton saja,” kata Taemin.

Jejung menoleh pada Hyejin yang memberikan isyarat untuk pindah tempat. Karena itu Jejung menolak, “Tidak usah, Taemin. Lain kali saja. Terima kasih.”

Jejung dan Hyejin lalu keluar. Taemin, Hamun dan Siwon kembali menonton.

“Eeh Taemin, anak itu mirip sekali dirimu. Kurus kerempeng!” kata Hamun sambil tertawa menunjuk tokoh anak kecil di film yang mereka tonton.

Siwon pun menyetujuinya, “Betul! Hanya saja anak itu kurus kerempeng karena kurang makan. Kalau kau, Taemin?”

“Kebanyakan makan, makan hati alias putus cinta,” sambar Hamun lalu tertawa diikuti oleh Siwon.

“Aduh, hyung dan Hamun ini sama saja deh. Cocok sekali! Sama-sama senang menggangguku. Kenapa kalian tidak pacaran saja sana!” protes Taemin karena kesal.

Hamun tidak sengaja menjitak Taemin untuk menutupi debaran jantungnya yang mulai tidak karuan. “Ngawur aja nih si Taemin. Maaf ya, oppa,” ujar Hamun dengan wajah menutupi sesuatu. Untung Siwon tidak sadar dan hanya tertawa.

“Kenapa bukan kalian saja yang pacaran?” tanya Siwon pada Taemin dan Hamun.

Taemin langsung tertawa terbahak-bahak. “Hyung, Hamun bukan tipeku. Aku lebih suka nuna imut seperti Taeyeon atau Tiffany atau Victoria. Bukan Kang Hamun yang suka seenaknya ini,” ujar Taemin.

“Tak!” satu jitakan Hamun mendarat di kepala Taemin. Cukup keras. Bukan karena Taemin tidak mau pacaran dengannya tapi karena Siwon menyarankannya pacaran dengan Taemin.

“Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku?” batin Hamun.

Taemin balas menjitak Hamun lalu kabur keluar. “Awas kau Lee Taemin!” ancam Hamun.

Siwon tertawa melihat tingkah 2 dongsaengnya yang seperti anak TK. “Sudah Hamun, sini duduk lagi. Kita selesaikan filmnya,” ujar Siwon sambil menarik tangan Hamun agar gadis itu duduk kembali.

Hamun pun duduk di sebelah Siwon dan menyelesaikan filmnya dengan perasaan campur aduk. Pikirannya kacau. Bagaimana tidak? Sudah tangan Hamun digenggam terus, Siwon juga ternyata tertidur di bahu Hamun. Hamun tidak tahu harus bagaimana. Dia takut Siwon mendengar jantungnya yang lagi berdebar kencang.

 

To be continued

@gyumontic