FIND THE TRUTH

G / Romance – Friendship / Series

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

 

Cast :

Super Girls

Super Junior

Shinee

DBSK

 

In a Relationship:

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Shim Changmin – Jung Hyunah

 

Jung Yunho – Park MinAh

 

Close Relationship:

Kim Jaejoong – Song Hyejin

Lee Taemin – Kang Hamun

Kim Jonghyun – Park Minah

Choi Minho – Jung Hyunah

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

 

It’s Complicated relationship:

 

Choi Siwon – Kang Hamun – Lee Donghae

Lee Sungmin – Choi Jihyo – Kim ‘Key’ Bum

 

 

Siblings :

Song Hyejin – Song Joong Ki

Choi Jihyo – Choi Siwon

Park Minah – Park Jungsu ‘Leeteuk’

Jung Hyunah – Jung Yunho & Jung Yong Hwa

 

 

Part 8

ENJOY DARLINGSSS ..

 

 

Semua personil SG sudah duduk di dalam pesawat dengan tenang bersama member SMTOWN lainnya. Mereka ditempatkan terpisah dari Shinee dan SJ dengan alasan yang sama dari zaman ke zaman, Hyejin harus sejauh mungkin dari Kyuhyun dan Onew. Itu mungkin masalah buat Hyejin, Jihyo dan Hamun tapi tidak buat Hyun Ah dan Min Ah.

“Oppaaa, aku duduk di sebelahmu ya,” kata Hyun Ah sambil duduk di sebelah Changmin tanpa peduli pria itu mau atau tidak. “Ooh, aku gugup sekali membayangkan show kita besok!” lanjut Hyun Ah.

Changmin melihat Hyun Ah dan berusaha bersikap biasa karena ia diawasi empat eh lima pasang mata. “Iya, aku juga gugup,” sahut Changmin.

Hyun Ah terus bicara pada Changmin sedangkan pikiran Changmin melayang ke kejadian 2 minggu lalu. 

flashback start.

Hyun Ah tiba di dorm DBSK dengan wajah tidak karuan. Mata sembab, rambut tidak tertata. Hyun Ah pun segera membetulkan make up dan menata rambutnya sampai rapi.

“Tot! Tot!” Hyun Ah membunyikan bel dorm DBSK. Changmin membukakan pintu dan memandang Hyunah dengan kaget.

“Hai, oppa. Senang bertemu lagi denganmu,” kata HyunAh sambil memeluk Changmin.

“Aku juga senang bertemu lagi denganmu,” balas Changmin.

“Jeongmal?” tanya HyunAh dengan manja tapi penuh selidik. Ia pura-pura tidak tahu Changmin telah membohonginya.

Changmin mengangguk. “Bogoshipo,” ucap Changmin.

Hyun Ah melepaskan pelukannya dengan menghela nafas panjang. “Aku tahu kau hanya pura-pura, Oppa,” batin Hyun Ah sambil tersenyum pada Changmin. “Oh Oppa, kau sangat kurus. Aku akan masak sesuatu untukmu,” ujar Hyun Ah.

Changmin tersenyum. Ia mempersilahkan Hyun Ah masuk dan menunjukkan dimana dapur berada. “Silahkan dipakai sesuka hatimu, jagi,” ujar Changmin.

Hyun Ah dengan senang hati memasak untuk Changmin. Membongkar kulkas dan tempat penyimpanan peralatan masak, mengiris dan menumbuk bumbu, merebus dan mengukus.

Changmin melihat Hyun Ah dengan takjub. Ia tidak pernah menyangka bahwa Hyun Ah bisa memasak tapi Changmin lebih tidak menyangka HyunAh akan ke dorm DBSK secara ia tidak mau jika bertemu Yunho.

“Apa dia sudah tahu yang sebenarnya?” tanya Changmin dalam hati. Changmin menggeleng-gelengkan kepala. “Kalau ia sudah tahu harusnya ia marah padaku dan memutuskanku,” jawab Changmin dalam hati.

Hyun Ah menyiapkan apa yang telah ia masak di atas meja makan. “Ayo oppa, kita makan,” kata HyunAh.

Changmin pun duduk dan mulai menyantap makanan yang telah HyunAh masakan untuknya. “Humm, enak sekali,” puji Changmin.

“Gomawo,” sahut HyunAh sambil tersenyum.

“Aku suka wanita yang pintar memasak,” kata Changmin.

“Tapi bukan aku. Ya kan?” tembak HyunAh dengan tampang polos.

Changmin terkejut. “Apa maksudmu, Hyun Ah?” tanya Changmin.

HyunAh tersenyum. “Aku tahu kau hanya pura-pura mencintaiku,” ujar HyunAh.

Changmin seperti tersambar petir. “Kau sudah tahu semuanya?” tanya Changmin takut-takut.

Masih dengan tersenyum, HyunAh menjawab, “Ya tapi aku sudah memutuskan hubungan kita tidak akan berakhir. Oppa telah membuatku jatuh cinta padamu maka kau harus tanggung jawab.”

Hyun Ah membereskan piring-piring, membiarkan Changmin merenung kebingungan.

“Aku harus tanggung jawab bagaimana?” tanya Changmin.

“Mudah. Tetap saja bersamaku. Aku akan buat oppa mencintaiku juga,” jawab Hyun Ah.

Changmin nyaris tersedak mendengar Hyun Ah yang begitu berani. “Mwo?”

“Tidak ada protes. Oppa tahu apa akibatnya jika membuatku patah hati. 6 ah 7 orang akan membuatmu tidak tenang,” ujar HyunAh dengan nada mengancam yang sangat manis membuat Changmin pusing tujuh keliling.

Flashback end.

 

“Aku terjebak permainanku sendiri,” kata Changmin dalam hati. Ia melihat ke gadis yang tertidur di sebelahnya, sambil tersenyum.

 

 

Hamun merenggangkan tubuhnya begitu turun dari pesawat. “Ah, akhirnya kita sampai juga. Capek sekali berjam-jam di pesawat,” ujar Hamun pada Jihyo yang pada saat itu berada di sebelahnya tapi Jihyo ternyata telah kabur seperti jin. Yang ada malah Donghae.

Donghae merangkul bahu Hamun. “Kau pasti lelah ya, Hamun?” tanya Donghae.

Hamun menoleh ke arah Donghae, wajahnya bersemu merah. Ia mengangguk.

“Lelah itu biasa. Nanti istirahat sebentar juga sudah segar lagi. Yuk,” ujar Donghae sambil tetap merangkul Hamun menuju bis mereka.

Siwon menatap Hamun dan Donghae dengan kesal. Dia berjalan bersama member SJ yang lain. Meskipun dia bisa mengobrol dengan santai tapi pikirannya tertuju pada Hamun dan Donghae.

“Omo, uri Donghae! Sejak ada Hamun, dia lupa sama kita. Tapi kalau dilihat-lihat mereka memang serasi,” kata Eunhyuk yang melihat Donghae masuk ke bis bersama Hamun.

“Pletak!” sebuah jitakan mendarat di kepala Eunhyuk. “Yaa Lee Hyuk Jae! Jangan bicara sembarangan,” ujar Siwon dengan galak.

Eunhyuk memandang Siwon heran. “Kau kenapa sih? Kau suka juga pada Hamun, huh? Ingat tunanganmu si Hyejin itu,” balas Eunhyuk sambil mengelus bekas jitakan di kepalanya itu.

“Pletak!” satu jitakan lagi di kepala Eunhyuk. “Yaa Lee Hyukjae!” seru Kyuhyun marah.

Eunhyuk menoleh kepada Kyuhyun dan merasa bersalah. “Mian,” ucap Eunhyuk.

Siwon tidak peduli dengan kelakuan teman-temannya. Ia terus memikirkan Hamun dan Donghae yang selalu bersama bahkan Donghae mengantarkan Hamun sampai ke kamar hotel.

“Sampai jumpa beberapa jam lagi, Hamun ah. Selamat beristirahat,” ucap Donghae.

“Gomawo, oppa. Selamat beristirahat juga. Sampai jumpa,” balas Hamun.

Donghae mengecup kening Hamun lalu pergi.

Hamun masuk ke dalam kamar dan langsung kena semprot Jihyo, “Yaa! Kang Hamun. Magnaeku! Katamu kau suka pada oppaku tapi kenapa daritadi kau menempel pada Donghae oppa?!”

Hamun hanya bisa tersenyum. Wajahnya bersemu merah. “Donghae oppa itu terlalu mempesona, onni. Aku tak kuat menghindarinya,” sahut Hamun.

“Apa kau menyukainya?” tanya Jihyo.

Hamun menggeleng. “Tapi dia menyukaiku,” ujar Hamun.

“Ting tong!” bel kamar Jihyo dan Hamun berbunyi. Sebagai magnae, Hamun membukakan pintu.

“Hai Hamun,” sapa Siwon yang membuat Hamun menjadi kaku.

“Aannyeong, oppa,” balas Hamun. “Mencari Jihyo onni ya? Dia ada di dalam. Silahkan masuk.”

Siwon tersenyum dan masuk ke kamar menemui Jihyo. “Jihyo, aku mau bicara dengan Hamun. Bisa kau keluar sebentar?” kata Siwon.

Hamun terkejut sekaligus kaget. “Apa yang mau Siwon oppa bicarakan denganku?” tanya Hamun dalam hati.

Hamun melihat Jihyo telah keluar dari kamar. Kini tinggal mereka berdua. “Ada apa, oppa?” tanya Hamun.

Siwon menghampiri Hamun dan menggenggam tangan gadis itu. “Aku minta maaf telah marah tidak jelas padamu karena persoalan 2 minggu lalu,” ucap Siwon.

“Ti…tidak masalah, Oppa. Aku sudah tidak memikirkannya kok,” balas Hamun. Dia gugup karena tangan pria yang dia sukai sedang menggenggam tangannya.

“Selama 2 minggu ini, aku berpikir dan aku rasa aku menyukaimu. Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku sekarang tapi aku harap kau mau memikirkan aku,” kata Siwon.

Hamun senang setengah mati mendengarnya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Seharusnya Hamun tidak perlu berpikir panjang untuk menerima Siwon tapi ada sebagian kecil dirinya yang menolak. Sebagian kecil yang mulai memikirkan Donghae. Aargh! Hamun sekarang jadi bingung.

 

 

Kepala Hyejin pusing bukan main sejak turun dari pesawat. “Hyejin ah, gwenchana?” tanya Onew dengan cemas pada saat latihan di tempat konser. Onew dapat menangkap bahasa tubuh Hyejin yang sedang tidak sehat. Wajahnya pun pucat, gerakan gadis itu pun sering oleng.

Hyejin mengangguk lemah. “Gwenchana, oppa. Mungkin aku masih mabuk udara,” jawab Hyejin.

“Kau tidak pernah mabuk udara, sayang. Apa kau sakit?” tanya Onew semakin cemas.

“Entahlah. Aku pusing sekali,” jawab Hyejin.

“Kau sudah makan kan?” tanya Onew.

Hyejin mengangguk. Tanpa sadar, tubuhnya oleng dan terjatuh. Ia nyaris pingsan. Onew membopongnya dan membawanya ke ruang medis diikuti member SG yang lain.

“Gomawo, oppa,” ucap Hyejin lemah. Tubuhnya kini telah terbaring di kasur dengan SG dan Onew yang mengelilingi mereka. “SG, aku boleh beristirahat sebentar ya. Kepalaku pusing sekali,” kata Hyejin kepada membernya.

“Onni, kau sakit. Tentu kau harus istirahat. Tidak usah cemas memikirkan kami,” sahut Jihyo yang disetujui oleh member SG yang lain.

“Gomawo. Kalian bisa kembali latihan sekarang. Aku akan tidur,” kata Hyejin.

Onew dan member SG yang lain keluar dari ruangan kecuali Min Ah. Hyejin memintanya untuk tinggal sebentar karena ada yang harus ia beritahukan pada Min Ah.

“Mwo? Kau meminta tolong padaku untuk membeli alat itu? Untuk apa?” tanya Min Ah begitu selesai mendengar cerita Hyejin.

“Sudah aku bilang, aku takut. Aku mohon, tolong aku MinAh. Aku harus mengecek secepatnya,” jawab Hyejin.

“Tapi kejadian itu baru 2 minggu yang lalu. Tidak mungkin sekarang kau sudah…”

“Cepat belikan alat itu untukku, Min Ah!”

Min Ah keluar dari ruangan dan pergi mencari testpack seperti yang diinginkan Hyejin. Pikirannya kacau. “Tidak mungkin Hyejin hamil. Tidak mungkin! Ceroboh sekali dia!” gumam Min Ah dengan bingung sekaligus takut. Kalau Hyejin betul-betul hamil, ia tidak tahu bagaimana nasib SG selanjutnya.

Setengah jam kemudian, MinAh kembali dan memberikan testpack itu pada Hyejin. Hyejin menerimanya lalu ke kamar mandi.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Min Ah begitu Hyejin keluar dari kamar mandi.

“Tidak secepat itu, Min Ah. Kita harus menunggu beberapa saat,” jawab Hyejin.

Min Ah mengangguk-angguk mengerti.

“Gomawo Min Ah sudah membantuku. Maaf tadi aku membentakmu,” ucap Hyejin dengan menyesal.

Min Ah tersenyum. “Gwenchana. Aku mengerti. Lebih baik kau istirahat sekarang. Jika nanti ada apa-apa, panggil aku,” ujar Min Ah tulus lalu kembali latihan.

Hyejin berbaring di kasur dengan testpack yang tersembunyi di bawah bantalnya. Hatinya berdebar tidak karuan. Pikirannya tidak jelas. Dia ketakutan, bahkan sampai tertidur pun masih ketakutan.

Beberapa jam kemudian, dia terbangun dan melihat Kyuhyun duduk di sampingnya. Kyuhyun terlihat lega sekali melihat Hyejin telah bangun.

“Kepalamu masih pusing? Badanmu tidak enak? Mana yang sakit?” tanya Kyuhyun dengan cemas sambil memegang Hyejin.

Hyejin menggenggam tangan Kyuhyun dan menaruhnya di atas perut. Hyejin mengambil testpack dari balik bantalnya dan menyerahkannya kepada Kyuhyun. “Aku tidak tahu apa hasilnya. Aku belum melihatnya,” ujar Hyejin.

Kyuhyun menerima testpack itu dan melihatnya dengan seksama. Matanya membelalak kaget. “Kau hamil? Karena aku?!” tanya Kyuhyun tidak percaya.

Hyejin melepaskan tangan Kyuhyun. Ia membalikkan tubuhnya memunggungi Kyuhyun. Ia kecewa.

“Maaf. Bukan aku tidak percaya ini anakku tapi…”

“Aku juga tidak mempermasalahkan hal itu. Aku takut membayangkan nasib SG ke depan. Aku telah membuat kesalahan bodoh,” potong Hyejin yang sudah tidak bisa bereaksi apa-apa. Segalanya terasa kosong.

Kyuhyun berbaring di pinggir tempat tidur dan memeluk Hyejin. “Kau jangan cemas. Kita akan menyelesaikan masalah ini bersama. Ambil positifnya, kau tidak akan kehilangan aku, kemungkinan kau tidak jadi dijodohkan semakin besar dan…” Kyuhyun mengelus perut Hyejin. “… 9 bulan lagi Cho junior akan lahir. Tenanglah,” kata Hyejin.

Ini benar-benar membuat Hyejin pusing. Segalanya terasa membingungkan dan berat. Ini lebih berat dari masa-masa training dan memperjuangkan keinginannya untuk menjadi entertainer.

 

 

Min Ah berusaha tetap ceria meskipun sebenarnya dia cemas dengan keadaan Hyejin. Leadernya masih lemas padahal besok mereka harus tampil. Selain itu, Min Ah bingung bagaimana cara menerima kenyataan bahwa Hyejin benar-benar hamil.

“Tidak mungkin secepat ini, Hyejin. Testpack mu itu pasti salah,” kata Min Ah tidak percaya saat Hyejin memberitahu hasil tes kehamilannya saat makan malam tadi tapi Min Ah melihat sendiri bahwa tanda yang muncul ada tanda positif.

Min Ah menggeleng-gelengkan kepalanya. “Omona! Ottoke? Ottoke?” batin Min Ah kebingungan.

Min Ah ingin sharing tapi tidak mungkin. Ini aib, bencana yang tidak boleh satu orang pun tahu.

Min Ah keluar dari kamar dan bertemu dengan Jonghyun yang sedang berjalan menuju lift. “Jonghyun ah! Hei Jonghyun ah! Mau kemana kau?” panggil Min Ah sambil menyusul Jonghyun masuk ke dalam lift.

“Mau ke gym sebentar. Olahraga sebelum tidur,” jawab Jonghyun sambil tertawa.

“Aku ikut,” kata Min Ah.

Jonghyun dan Min Ah pun pergi ke gym bersama. Di dalam gym sudah banyak member SMTOWN yang sedang berolahraga, termasuk Yunho.

“Min Ah? Kau belum tidur? Apa ada masalah?” tanya Yunho sambil menghampiri Min Ah. Ia tahu kalau Min Ah tidak bisa tidur pasti ada masalah.

Min Ah berkelit, “Tidak apa, aku hanya gugup dengan perform SG besok, Oppa. Apalagi Hyejin masih sakit.”

“Oh ya, bagaimana Hyejin? Kenapa dia?” tanya Yunho.

“Dia hanya kelelahan tambah lagi masalah-masalah kami. Wajarlah,” jawab Min Ah.

Wajah Yunho berubah sedih. “Kasihan. Tapi dia benar akan segera sehat kan? Kalian tetap bisa tampil berlima kan besok? Aku tadi lihat Kyuhyun sangat cemas tapi juga bahagia. Aku jadi bingung,” kata Yunho.

“Mwo?” tanya Min Ah terkejut. “Apa Hyejin sudah bilang pada Kyuhyun?” batin MinAh.

“Wae, MinAh? Kenapa kau kaget?”

“Aniyo, oppa. Doakan semoga besok SG tampil lengkap ya? Aku yakin Hyejin profesional.”

“Iya, sayang. Good luck!”

“Gomawo, oppa.”

Min Ah tersenyum. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Changmin. Keduanya tersenyum penuh arti.

“Oppa,” bisik Min Ah pada Yunho. Yunho menoleh lagi padanya.

“Wae?” tanya Yunho.

“Membermu itu hanya pura-pura mencintai dongsaeng mu, oppa,” jawab Min Ah dengan tatapan tajam pada Changmin.

“Maksudmu?” tanya Yunho tidak mengerti.

“Changmin tidak benar-benar mencintai Hyun Ah. Dia pacaran dengan Hyun Ah hanya demi mendekatkanmu pada HyunAh,” jawab Min Ah. Nadanya mulai geram. “Jadi, jika membermu berani sedikit saja menyakiti sahabatku, aku tidak akan segan-segan melabraknya dan Oppa juga harus bertanggung jawab.”

Yunho terperanjat. Dia tidak menyangka hubungannya dengan Hyun Ah akan jadi serumit ini. “Aapa Hyun Ah tahu?” tanya Yunho.

Min Ah mengangguk.

“Lalu bagaimana reaksinya?”

Min Ah tidak menjawab. Dia membiarkan Yunho berpikir sendiri. Min Ah memilih kembali ke kamar dengan meninggalkan tatapan mengancam untuk Changmin.

 

 

Jihyo ingin membetulkan tatanan rambutnya tapi tangannya yang pendek tidak bisa mencapai bagian belakang kepalanya. “Sini aku bantu pasang jepitnya,” ujar Key sambil mengambil jepit dari tangan Jihyo dan memasangkannya di rambut gadis itu.

“Jeongmal gomawo, Key. Tanganku tidak sampai tadi,” ucap Jihyo.

“Iya, aku juga tahu. Tanganmu memang pendek!” balas Key sambil tertawa membuat Jihyo cemberut. Key menepuk-nepuk kepala Jihyo. “I’m just kidding, you know. Don’t upset,” ucap Key.

“You’re always like this. Teasing me endlessly,” balas Jihyo.

Key tertawa. Hidupnya memang sebagian dihabiskan untuk mentertawakan Jihyo. “Goodluck, Choi Jihyo! Ganbatte! Fighting!” ucap Key memberikan semangat.

Jihyo berdiri dan membalas memberi semangat untuk Key, “Fighting, Kim Kibum! Jia you!” Mereka berdua lalu tertawa bersama.

Sungmin tiba-tiba datang. “Maaf mengganggu. Tampaknya kalian seru sekali. Ada apa?” tanya Sungmin sambil tersenyum.

“Ah, Sungmin hyung, kami hanya saling memberikan semangat,” jawab Key dengan ceria.

“Oh begitu. Aku senang kalian sudah kembali akrab,” ucap Sungmin dengan manis tapi matanya menatap Jihyo dengan tajam sampai membuat Jihyo ketakutan. “Tapi sekarang aku butuh Jihyo. Boleh kau tinggalkan kami berdua, Key?” lanjut Sungmin.

“Tentu saja boleh. Aku permisi dulu kalau begitu ya,” kata Key lalu pergi ke luar.

Jihyo menatap Sungmin yang siap meledak. “Maaf, aku benar-benar tidak bisa menghindarinya. Aku tidak punya alasan,” ujar Jihyo pelan-pelan.

Sungmin menenangkan pikirannya sebentar lalu membalas, “Aku sudah memberi waktu 2 minggu, Jihyo tapi kau justru semakin dekat dengannya. Kau tahu konsekuensinya.”

“Tapi ia hanya temanku, Oppa. Aku tidak bisa menjauhi temanku tanpa alasan yang kuat.”

“Jihyo, jangan tutupi kebenaran dariku. Dia bukan sekedar teman. Dia mantanmu di California. Iya kan?”

Jihyo memandang Sungmin dengan terkejut. “Bagaimana Oppa tahu?” tanyanya.

“Kau yang memberitahuku,” jawab Sungmin dan mengeluarkan sebuah amplop. “Kau salah kirim surat, Jihyo. Surat ini kau kirim kepadaku bukan Key,” lanjut Sungmin.

Jihyo seperti tersiram air kutub utara. Tubuhnya kaku. Surat sepenting itu bisa salah kirim. “Bodoh sekali aku!” batin Jihyo penuh penyesalan. Surat itu memang tidak penting tapi kalau jatuh ke tangan Sungmin bisa lain ceritanya.

“Mianhe, Oppa. Aku tidak ada maksud apa-apa dengan surat itu. Aku hanya mau bernostalgia dengan Key,” ujar Jihyo.

“Mungkin. Tapi jelas sekali kau masih ingat setiap detik bersamanya, Jihyo. Key masih membayangimu dan sebaliknya,” kata Sungmin.

Jihyo tidak bisa berkata apa-apa. Lidahnya kelu. “Mianhe, Oppa,” ucap Jihyo.

Sungmin menghela nafas lalu memeluk Jihyo. “Maafkan aku karena melakukan ini. Kita harus break sampai perasaanmu terhadap Key jelas, begitu juga sebaliknya,” ucap Sungmin lalu pergi.

Jihyo menatap Sungmin dengan kosong. Tubuhnya lemas. Dia shock sekaligus bingung. Jihyo tidak tahu harus bagaimana. Untung Kyuhyun datang. Jihyo langsung menghampirinya dan memeluk oppanya dengan erat. “Aku putus dengan Sungmin oppa,” kata Jihyo dingin. Ia terlalu shock sampai untuk menangis pun sudah tidak bisa padahal hatinya sudah menjerit-jerit.

 

to be continued…

@gyumontic

 

SARANGHAEEEEEEEE