G – Romance


ANNOUNCEMENT :  THIS IS JUST FAN FICTION!!! NOTHING IS REAL. NOTHING IS EVER HAPPEN. IF YOU WANNA TAKE THIS, TAKE WITH FULL CREDIT. ENJOY READING… :))

– Park Sonrye

– Kim Kibum

START!

“Kibum-sshi, 2 menit lagi” ujar asisten sutradara sambil menunjuk jam tangannya. Aku menganggukan kepalaku sebagai tanda mengerti. Aku segera bangkit dari tempat duduk dan bersiap-siap. Dialog, aku sudah hafal dan aku sudah berlatih sebelumnya agar tak perlu ada take yang kedua. Ya, itu hanya membuang-buang waktu.

“3.. 2.. 1.. Action!” ujar sutradara-nim sebagai clue untukku agar memulai aktingku. Aku pun segera mengucapkan dialog-dialog panjang yang telah kuhafal luar kepala dan sekarang sampailah aku diadegan yang mengharuskan aku untuk mencium lawan mainku.

Aku berharap tak ada take yang kedua kalinya — namun harapanku seketika hancur karena lawan mainku, Park Sonrye.

“HIAAAAAA!!! HENTIKAN!!! AKU TAK BISA!” teriaknya sambil mendorongku begitu wajahku sudah tinggal beberapa senti dari wajahnya. Mworago?! Tidak bisa?! Bagaimana bisa dia sebagai artis berkata seperti itu?!

“YAA! Kau ini artis! Kau harus profesional!!” omelku padanya

“Tapi kau menyeramkan!” ujarnya dan aku lihat ia sudah mulai menangis. Aish! Anak ini! bagaimana bisa dia berkata seperti itu! Aku menyeramkan karena dalam drama ini aku berperan sebagai seorang preman! Mau bagaimana lagi?!

“YAA! aku menyeramkan karena memang harus begini!” ujarku masih dengan nada tinggi karena aku sebal sekali dengan gadis ini

“Tapi itu first kissku! First kiss hanya boleh dilakukan dengan orang yang dicintai! Aku hanya mau melakukan first kiss dengan orang yang aku sayang!” ujarnya parau sambil menggengam tangannya

“HUAHAHAHAHAHA DARI MANA KAU DAPAT GUYONAN SELUCU ITU HA?” aku tertawa keras berkat pernyataannya itu. What?! Kalau gitu, kenapa dia menerima tawaran film ini? di tengah-tengah tawa kerasku, aku dapat merasakan sebuah benda halus dan ringan jatuh tepat diwajahku. Ternyata nona Sonrye baru saja melemparkan bonekanya padaku. dengan sesenggukan, ia menatapku tajam sambil menggenggam tangannya kuat-kuat

“AKU MEMBENCIMU KIBUM-SSHI!” teriaknya dan detik berikutnya dia pun hilang dari hadapanku dan para kru

Aku dapat merasakan semua kru yang ada disini menatapku. “Mwoya? Kalian pikir ini salahku?” tanyaku bingung dan mereka menganggukan kepala bersamaan. Bagaimana bisa ini salahku? Aish gadis itu membuatku gila.

“Yaa.. Kibum-sshi, kau yang sudah berumur 22 tahun seharusnya membujuknya dengan lembut. Bagaimana pun dia masih seorang remaja putri yang masih belum dewasa. Harusnya kau membantunya untuk menyesuaikan diri, bukan malah membentak dan menertawakan impiannya. Aku juga wanita, dan aku pun punya impian yang sama sepertinya saat aku berumur 17 tahun dulu,” ujar sutradara-nim

Terima kasih sutradara-nim, kau berhasil membuatku merasa bersalah! Aku menatap mata boneka miliknya yang ia lempar tadi. Bahkan boneka ini pun menatapku seakan aku adalah orang yang jahat! Aish, kau membuatku repot, PARK SONRYE!

“Syuting hari ini, sampai disini dulu. Lusa baru kita lanjutkan. Dan kau Kim Kibum, kau akan mati kalau lusa nanti Sonrye tak mau datang! Kau harus bertanggung jawab!” ujar Sutradara-nim yang mau tak mau harus kulaksanakan.

>>>>>

Kurasa aku sudah gila. Buat apa aku sampai rela menunggu gadis itu di depan sekolahnya seperti ini? bisa-bisa dia ge-er karena aku berbuat sejauh ini untuknya? Lebih baik aku pulang saja sebelum dia melihatku.

Baru saja aku membuka pintu mobilku namun aku mendengar seseorang berkata, “Sonrye, mianhe, aku ingin putus,”  kata seorang pria pada gadis yang ada di depannya.

“Mworago? Waeyo?” tanya gadis itu. Aku dapat melihat air mata mulai mengalir dipipinya.

“Ne, aku tak sanggup berpacaran dengan artis. Aku butuh perhatian lebih dan aku sudah mendapatkan perhatian itu dari dia,” ujar pria itu sambil menggandeng tangan gadis lain yang ada disampingnya.

Semua terjadi begitu cepat. Aku menghampiri pria itu dan “BUK!” aku memukulnya dan ia langsung tersungkur di tanah dengan darah diujung bibirnya.

“Yaa! kukatakan padamu, tidak ada yang salah dengan menjadi artis! Yang salah adalah kau yang tak pernah berusaha mengerti dirinya! Kau pasti menyesal sudah memutuskannya!” cerocosku tanpa mengambil nafas sedetik pun

“op..pa?” panggil Sonrye yang berada di belakangku dan hal itu membuatku sadar akan kebodohan yang baru saja kulakukan.

Bisa gawat kalau aku lebih lama disini. Bisa-bisa ini jadi santapan para netizen. Dengan segera aku menarik tangan Sonrye dan memasukannya ke dalam mobilku.

>>>>>

“Oppa, bisa jelaskan padaku mengapa kau tiba-tiba muncul tadi?” tanya Sonrye begitu aku menghentikan mobilku di sebuah taman.

“Aku ingin minta maaf,” ucapku jujur

“Tentang?”

“Aku sudah menertawakan impianmu yang ‘Aku hanya mau melakukan first kiss dengan orang yang aku sayang!’”  ujarku sambil menirukan gaya bicaranya. “Aku benar-benar merasa bersalah. Mianhata,” ujarku benar-benar tulus

Bukannya memaafkanku dia malah tertawa terbahak-bahak. “Jadi karena itu oppa berada di sekolahku?” tanyanya tak percaya. Tiba-tiba ia memegang tanganku. “Tangan oppa dingin sekali, sudah menungguku berapa lama?” tanyanya dengan senyum kemenangan tersungging di wajahnya

“YAA! Aku sudah serius minta maaf padamu, kenapa kau malah menertawakanku?!” omelku namun ia tetap tertawa terpingkal-pingkal

“Kukira oppa orang yang menyeramkan dan dingin, ternyata kau lucu juga,” ujarnya dan kali ini aku tak bisa membalas ucapannya. Entah kenapa, aku merasa malu saat dia berkata aku.. lucu.

“Aku mau bertanya satu lagi,”

“Apa?” tanyaku ketus sambil menatap luar jendela supaya ia tak melihat wajahku yang mulai tersipu

“Kenapa tadi oppa tiba-tiba memukul Hyunjun?” tanyanya

“Hyunjun? Laki-laku tadi? Entahlah.. saat aku melihatmu hampir menangis, tau-tau tanganku sudah melayang ke wajahnya,” jawabku jujur

“Oppa suka padaku?” tanyanya tiba-tiba dan tentu saja langsung kubantah habis-habisan

“TIDAK! Tidak mungkin! Mana mungkin aku suka padamu! Tidaklah! Kau ini bicara apa? Aku ti-”

“YAA! berapa kali kau mengatakan ‘tidak’? bicara sekali saja sudah cukup kan?!” omelnya yang tidak kupedulikan atau lebih tepatnya pura-pura tak kupedulikan karena entah kenapa jantungku berdetak sangat kencang sekarang.

“Aish, kau merepotkan Park Sonrye! Sekarang kau memaafkanku apa tidak?” tanyaku

“Tentu saja.. TIDAK”

“Mworago?” tanyaku tak percaya dengan apa yang ia katakan

“Kau harus menurutiku seharian ini baru aku memaafkanmu dan besok aku akan syuting,” ujarnya

“YAA! aku tak mau!” jawabku

“Terserah kau oppa, kau lebih memilih diomeli sutradara-nim karena aku tak mau syuting atau kau menurutiku dan aku akan syuting besok?” tawarnya dengan menyunggingkan senyum kemenangan lalu turun lebih dulu dari mobilku

“AISH bocah ini!!” ujarku frustasi sambil mengacak-acak rambutku dan mau tak mau aku harus menurutinya

>>>>>

“He kita ngapain kesini?” tanyaku pada Sonrye saat ia masuk ke salah satu toko baju yang ada di sekitar situ.

“Ini toko baju. Tentu saja buat beli baju. Bagaimana oppa bisa bertanya hal tak penting begitu?” ujarnya dan tentu saja hal itu membuatku ingin sekali menjitaknya. “Aku kan tak mungkin berkeliaran dengan seragam sekolah kan? Lagipula aku harus menyamar. Kalau tidak, besok aku dan oppa akan menjadi headline dimana-mana” ujarnya

“Aish, terserah kaulah,” ujarku pasrah

“Satu lagi,”

“Apa lagi, Park Sonrye?”

“Kau yang membayarnya,” ujarnya sambil mendelikan mata pada beberapa tumpukan baju yang akan ia coba dan aku hanya bisa menghela nafas panjang

>>>>>

“YAA Sonrye, kau tak capek? Sudah 4 jam kita berjalan terus!” ujarku berusaha menghentikan langkah gadis SMA ini. “Apa kau belum puas melihat-lihat?” tanyaku namun tak ia perdulikan sama sekali. Ia malah menarikku paksa menuju karouke box yang ada di ujung jalan

“Oppa, disana ada karouke box! Kajja!” ia menarikku dan memaksaku untuk berlari menuju karouke box itu.

“Ayo kita bernyanyi sepuasnya!!!!” teriak Sonrye sebelum ia mulai menyanyikan lagunya.

Ia menyanyi sambil menari dan aku hanya duduk diam dibelakangnya,  memperhatikannya. Dia baru saja patah hati? Mengapa dia masih bisa gembira seperti ini?

Tiba-tiba aku dapat melihat perubahan raut wajahnya saat lagu ballad mulai berputar. Ia menyanyi dengan penuh penjiwaan dan air mata yang membasahi pipinya

Begitu masuk reff lagu, “Hyunjun kau jahat!!!!!!” Sonrye berteriak histeris. “Bagaimana kau bisa meninggalkan aku hanya dengan alasan itu ha?” tanyanya meskipun dia tahu Hyunjun tak ada dihadapannya.

Aku melihat pertahananya runtuh dan ia mulai menangis sambil terduduk dilantai. Ia melipat kakinya dan merangkulnya. Ia menundukan kepalnya untuk menyembunyikan wajahnya yang kacau.

Aku tahu sekarang, semua yang ia lakukan sebelumnya hanyalah untuk menyembunyikan sakit hatinya.

Entahlah. Melihat hal itu, aku pun merasa sedih dan ingin sekali menghiburnya. Tapi caranya bagaimana?

Aku hanya mengikuti naluriku. Tangan dan kakiku bergerak sendiri. Aku ikut duduk dilantai, disebelah Sonrye.

“Yaa, sudahlah, jangan menangis lagi. Buat apa kau menangisi laki-laki yang sudah jahat padamu?” ujarku. Kukira itu membantu. Namun ia malah menatapku dengan wajahnya yang kacau lalu memukuliku.

“YAA YAA Sonrye-ah, sakit! Kenapa kau memukuliku?!” tanyaku sambil berusaha menahan tangannya agar tak memukuliku lagi

“Kau kira gampang hah melupakan mantan pacarmu?!” tanyanya sambil terus memukuliku

“Sonrye hentikan!” kataku dengan nada yang lebih tinggi. Akhirnya Sonrye menghentikan pukulan-pukulan itu namun ganti dengan sebuah pelukan. Ia memelukku dan menangis dengan kencang.

Aku tercekat. Aku membatu. aku ingin memberinya kehangatan dengan membalas pelukannya, namun aku ragu. Aku merasa tak pantas melakukan itu karena aku dan dia bukan siapa-siapa. Kami hanya partner kerja dan akhirnya aku hanya mengelus-elus kepalanya sampai dia tenang.

>>>>>

“Gomawoyo oppa, ternyata aku sduah salah menilaimu,” ujarnya setelah aku membelikannya sebuah es krim.

Begitu ia tenang, aku mengajaknya untuk pulang dan saat ditengah jalan aku melihat ada toko es krim dan akhirnya membelikannya.

“Makanya kalau belum kenal, jangan menjudge seenaknya,” ujarku menanggapi pernyataannya tadi.

“Arra, arra, mianhata,” ujarnya. “Hari ini aku sungguh beruntung kau ada bersamaku,” lanjut Sonrye.

“Aku yang tak beruntung karena bersamamu. Dompetku menipis,” gurauku dan kami pun tertawa bersama

Kami terus berbincang-bincang melewati trotoar ini dan akhirnya aku mendengar suatu obrolan gadis-gadis yang membuatku agak sedih, ya, mereka sedang melihat poster film yang kumainkan dan mereka berkata jelek tentang hal itu.

Tega sekali mereka.. padahal aku sudah berusaha keras tapi mereka sama sekali tidak menghargainya. Aku mempercepat langkahku karena tak mau mendengar kelanjutan dari obrolan gadis-gadis itu. Namun saat aku menoleh ke samping, tenyata Sonrye tak ada! Aku mencari ke kanan dan ke kiri tapi tetap tak ada! Aku menoleh kebelakang dan mendapati ia sedang mengomeli kedua gadis tadi.

“Aish, gadis itu selalu saja merepotkan!” keluhku. Namun aku sadar, baru saja aku menyunggingkan senyum karena tingkahnya itu.

“YAA! kalian kalau ngomong jangan seenaknya! Apa kau tak tahu kalau dua sudah berusaha keras demi film itu? Kalian ngomong begitu sudah nonton filmnya belum sih? Kalau kalian sudah nonton dan berkata seperti itu, berarti sense kalian itu jelek! Dan bla bla bla bla bla—

“Sonrye, sudah cukup,” ujarku sambil membekap bibirnya agar ia tak melanjutkan ceramahnya pada para gadis itu.

“Mianhata, dia ini penggemar Kibum jadi beginilah reaksinya kalau ada yang menjelek-jelekannya,” ujarku pada kedua gadis itu dan menarik sonrye sekuat tenaga untuk pergi dari situ

“AISH, kau benar-benar merepotkan! Kenapa kau lakukan hal itu tadi?!” omelku pada Sonrye. Tentu saja ini hanya pura-pura. Apa kau tahu? Hatiku sangat senang mendengar ia membelaku tadi. Park Sonrye, kau berhasil merebut semua perhatianku. Kurasa aku mulai menyukaimu.

“Aku juga tak tahu! Aku hanya kesal mendengar mereka berbicara buruk tentangmu padahal mereka tak tahu apa-apa tentangmu!” omelnya sambil melipat tangan dan memanyunkan bibirnya. Dan hal itu membuatku ingin menggodanya

“Kenapa? Kau mulai suka padaku?” tanyaku dengan tampang menggoda. Entah aku salah liat atau bagaimana, aku mendapatinya menatapku dengan wajah tersipu.

“Yaa, kenapa wajahmu seperti itu? Kau mau bilang kalau kau sudah berpindah hati padaku?” tanyaku menggoda walau sebenarnya aku sedang menyembunyikan kegugupanku.

“A- Aku.. aish! Molla!” ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutnya

“Kita berpisah disini oppa, gomawo, sampai ketemu besok di tempat syuting!” katanya dan dengan segera ia berlari meninggalkanku.

Ya, Kibum, kau kena batunya. Sekarang kau menyukai orang yang dulu kau anggap merepotkan. Kurasa kau harus berjuang keras mendapatkannya.

>>>>>

“Hai, Sonrye,” sapaku begitu Sonrye tiba di lokasi syuting. Tapi aneh, ia tak seperti kemarin. Saat aku sapa, ia hanya melirikku lalu tanpa membalas sapaanku ia berlalu meninggalkanku. Park Sonrye!! Bagaimana kau bisa memperlakukanku seperti itu ha?!

“Kalian masih bertengkar?” tanya sutradara-nim yang tiba-tiba muncul disampingku. Aku hanya mengangkat bahu sebagai jawabannya.

“Ayo, segera dimulai,” ujarku sambil berlalu meninggalkan sutradara-nim. Bagus sekali. Sonrye berhasil menghancurkan moodku.

“Yaa, sedang apa kau disini?” tanyaku kesal dengan Sonrye. Bukannya dalam adegan ini sudah di setting agar Sonrye digantikan dengan stuntman? Bukannya dia sendiri yang berkata kalau tak mau melakukan first kiss dengan orang yang tak ia sukai?

“Apalagi? Tentu saja mau berakting, kau bagaimana sih oppa?” tanyanya balik

“Bukan.. maksudku” aku berhenti sesaat untuk mengambil nafas lalu membuangnya. Aku berusaha meredakan emosi agar situasi tak makin kacau. “bukannya kau sendiri yang berkata, aku hanya mau melakukan first kiss dengan orang yang aku sayang!?” ujarku sambil menirukan gayanya

“Itu benar, makanya aku mau melakukannya,” ujar Sonrye.

Aku terdiam sebentar berusaha mencerna kata-kata Sonrye. “Maksudmu.. kau menyukaiku?” tanyaku. Terdengar konyol sih aku bertanya seperti ini tapi aku penasaran.

“Aniyo,” jawabnya singkat dan hal itu membuat moodku kembali rusak

“Ya sudah kalau gitu! Menyingkirlah biar syuting ini segera di—”

Semua terjadi begitu cepat. Barusan Sonrye mengecupku?

“Haish, kenapa oppa yang satu ini mudah sekali marah? Aku kan belum selesai bicara! Aku tidak meyukaimu, tapi.. aku menyayangimu Kim Kibum oppa,” ujar Sonrye dengan senyum manis diakhir pernyataannya

Aku terlalu senang sampai tak bisa berkata apa-apa. Aku memeluknya erat agar ia tak pernah meninggalkanku

“O- op- oppa, se-sesaaaaaak,” ujar Sonrye namun tak kuperdulikan

“Sonrye ah, nado saranghae,” ujarku padanya

“Nee, arraseo oppa, tapi kita masih harus syuting,” kata Sonrye dan itu membuatku sadar kalau ternyata dari tadi semua kru melihat kearah kami

“Yaa, pasangan baru yang ada disana? Sudah selesai?” tanya sutradara-nim. Aku tahu ia bermaksud menggoda kami.

“Aish, kau mengganggu saja sutradara-nim,” candaku

“Tenang saja, habis ini kan kita akan melakukan scene ciuman. Kau akan menciumnya lagi,” ujar sutradara-nim

“Yaaaa jangan begitu sutradara-nim, aku malu!” ujar Sonrye dan kudapati pipinya sudah berubah jadi semerah apel

“aish kalian ini, cepat ambil posisi!” ujar sutradara-nim pada kamim berdua dan para kru. Namun saat semua sedang sibuk dengan peralatannya masing-masing, aku berbisik pada sonrye.

“Saranghaeyo Park Sonrye,” bisikku sambil mencium pipinya

“nado,” bisiknnya lalu mencium pipiku kilat.

“3.. 2.. 1.. Action!”

-THE END-

@esterong