annyeooong :))

berjumpa lagi bersama sayaaaaa ESTHER!

ff ini saya buat untuk melepas setress saat uas

BACA lalu COMMENT yaa😀

kritik saran sangat diperlukan ekekeke

ini ff special buat kak sela ekekek

onnie nomu nomu yepoooh hoho

selamat menikmati

 

 

dulu aku selalu berharap liburan musim dingin tak akan berakhir tapi sekarang aku malah menginginkan libur musim dingin ini cepat berlalu. ya, gara-gara liburan ini, aku tak pernah bisa melihatnya. mahasiswa tampan, yang sudah setengah tahun ini selalu ku tatap saat di bus menuju sekolah.

 

“ah.. iya.. masih banyak pr yang belum ku kerjakan. lebih baik aku kerjakan di perpustakaan saja sekalian belajar untuk ujian akhir 3 bulan lagi” ucapku pada diri sendiri. dengan segera aku mengenakan jaketku dan memulai perjalanan.

ditengah jalan, aku melihat kerumunan yooja dari blok lain di samping lapangan basket komplek perumahanku. lapangan basket komplek ini tidak tertutup salju karena ada terop yang menutupi. Tapi aku tak habis pikir ada orang yang mau bermain basket dengan suhu dibawah 0 derajat seperti ini.

“kyaaa kyu! kau hebat!” teriak para yooja itu. mendengar nama itu, aku mampir sebentar ke sisi lapangan itu. pantas saja mereka rela berdiri di suhu -0 derajat begini. ternyata kyuhyun sedang beraksi melawan anak dari blok lain.

baru 5 langkah meninggalkan tempat itu dia memanggilku.

“eh, hyejin ah!” panggil kyuhyun yang menyadari keberadaanku

“kau mau kemana?” tanyanya ah lebih tepatnya teriak karena dia bertanya dari tengah lapangan yang jaraknya sekitar 7 m dari tempatku berdiri

“perpustakaan” teriakku

“mau ngerjain pr sambil belajar buat ujian akhir ya? perlu kutemani?” tawarnya

semua yooja yang ada disitu menatapku tajam atau kerennya, melotot dengan aura-aura pembunuh. lebih baik secepat mungkin aku menghindar dari pada diterkam mereka semua

“eh, tidak usah. aku pergi dulu. bye” ucapku lalu segera melarikan diri

“bye hyejin” ucapnya

namja tadi adalah kyuhyun. cowok tampan, populer, pintar, serba bisa, berkarisma, lembut, dan playboy itu adalah teman mainku sejak kecil. dulu dia adalah bos genk dari blok kami dan aku adalah anak bawang yang selalu di tolongnya.

rumah kami  juga bersebelahan dan kamar kami berseberangan. sekarang kami adalah murid kelas 12 di Haegang Senior High School.

 

*****

 

begitu tiba di perpustakaan, aku segera menyusuri rak buku berlabel “english subject” untuk mencari buku yang bisa membantuku menyelesaikan pr ini.

aku mencarinya, dan akhirnya kutemukan, tapi tanganku tak dapat menjangkaunya!

aku merunduk dan mulai komat-kamit menyesali tubuhku yang agak kecil ini.

“ini” ucap seseorang sambil menyodorkan buku yang mau kuambil tadi

aku mengangkat kepalaku dan mendapati mahasiswa tampan yang biasa ku tatap di bus itulah yang mengambilkan buku itu

aku mengambil buku itu dari tangannya. maksud hati ingin mengucapkan terimakasih tapi jantungku berdetak sangat kencang, aku ingin mengucapkannya tapi bibirku terkunci

“lain kali, jangan paksakan diri ya, minta tolong orang di sekitarmu. aku pergi dulu” ucapnya sambil tersenyum lalu meninggalkanku.

ya ampun, kalau dia berada disini lebih lama lagi kurasa aku akan mati karena serangan jantung. hahaha senangnya!!!

 

*****

 

“kyuhyun!” teriakku dengan tampang berseri-seri dari ambang jendela kamarku yang berseberangan dengan kamar kyu

“ada apa?” tanyanya bingung melihat tampangku ini

“kau tahu apa yang ditangan kananku ini?” tanyaku padanya

“itu buku English Languange kan? Lalu kenapa?” tanyanya yang masih kebingungan

“ya ini buku bahasa inggris biasa tapi yang mengambilkan buku ini dari rak buku adalah oppa yang ada di bus itu!!” ucapku semangat

Kyuhyun tersenyum menatapku, “selamat ya..” ucapnya

“nde, gomawo. Ah apa itu di tanganmu? Surat cinta lagi?” tanyaku begitu melihat kertas yang ada ditangan kanannya

“ya begitulah” jawabnya santai

Meski dia playboy, tapi sebenarnya dia adalah pria yang baik, sangat baik malah. Mungkin karena itu juga banyak gadis yang mengejarnya

“hm, kyu, apa kau tak capek berpacaran dengan beberapa gadis sekaligus? apa tak ada gadis yang benar-benar kau sukai? Bukannya lebih baik kalau kau menentukan satu pilihan?” tanyaku

“nde, ada. Tapi kurasa aku tak dapat menjangkaunya” jawabnya dengan senyum yang aku tahu, itu dipaksakan. Jarang sekali aku melihat ekspresinya yang seperti ini, dia selalu berusah tegar dan tak pernah memperlihatkan kesedihannya. Jadi ternyata, gadis-gadis itu hanya pelampiasan. Bodoh sekali gadis yang menyia-nyiakannya itu.

“jadi kau patah hati? Yaah, aku mengerti rasanya” ucapku. “aaah, besok aku ke perpustakaan lagi deh, ya belum pasti dia datang sih tapi lebih baik aku usah dulu. Kau mau ikut? ” tanyaku

“tidak. Aku harus kencan dengan 2 yooja besok. Hwaiting hyejin ah!” ucapnya menyemangatiku dengan senyumnya yang mempesona.

 

*****

 

“hm.. mana dia ya?” ucapku dari balik buku yang kubaca sambil memutar bola mataku ke segala penjuru

“mana namjamu itu?” tanya seseorang sambil menepuk punggungku. Aku menoleh dan mendapati kyuhyun sudah mengambil tempat duduk yang ada di sampingku

“yaa kyu! Jangan keras-keras!! Kalau tiba-tiba dia mun…. cul..” ucapanku terputus begitu melihat sosok namja itu berjalan ke meja ini dan duduk di bangku seberangku

“yaa kyu!! Aku harus bagaimana???” tanyaku panik pada kyu tapi ia hanya membuka tiap lembar buku yang ia bawa. ia pura-pura tak mendengarku. Sialan. Dia mengerjaiku. Awas kamu kyuhyun.

“kamus” ucap kyuhun tiba-tiba

“he? kamus?” tanyaku bingung

“nde, aku butuh kamus. apa kau bawa?” tanyanya

aku mengorek isi tasku tapi ternyata aku tak membawanya.  “aku tak bawa. mianhe. aku lupa kyu” ucapku minta maaf

“ini” sebuah kamus disodorkan ke arah kami. Ternyata namja itu lagi yang menolong. “ kalian butuh kamus bahasa Inggris? pakai saja dulu punyaku” ucap namja itu. kyuhyun mengambil buku tersebut dari tangan namja itu. “gamsahamnida” katanya di balas senyum manis oleh namja itu

“eh, bukannya kau yang kemarin?” tanya namja itu tiba-tiba begitu melihatku

“ah, eh, n.. nde. gamsahamnida atas pertolongan kemarin” ucapku sambil menundukan kepalaku. mungkin aku terlalu nervous sampai akhirnya aku kejedot meja.

“baaak!” ya bagitulah bunyinya. agak keras, karena memang kepalaku terbentur cukup keras. sakiiiiiiiitt sekali!!! Bukannya menolongku, kyuhyun malah cekikikan di sampingku. Awas kau!

“gwencana?” tanya namja tampan itu

“nde, gwencana” ucapku sambil menggosok-gosok jidatku yang masih cekit-cekit ini

“kasihan, perlu ku usap?” tanya kyuhun menggodaku. Dasar menyebalkan. Tapi berkat kyuhyun juga aku bisa berbicara dengannya.

 

*****

 

Lama-lama aku makin dekat dengannya dan mengetahui beberapa hal tentang namja itu. Namanya Choi Siwon. Pemuda tampan, dengan badan atletis ini adalah mahasiswa Seoul University semester akhir. Di musin dingin ini, ia sering ke perpustakaan untuk mengumpulkan laporan buat skripsinya.

 

*****

 

Dalam perjalan pulang dari perpustakaan bersama kyuhyun tiba-tiba terbesit pikiran untuk mengucapkan terima kasih padanya. Bagaimana pun, yang mebuat kami bicara pertama kali adalah kyuhyun

“ya kyu, gomawoyo. Karena kamu aku bisa berbicara dengan siwon oppa. Sebagai imbalannya kau mau apa?” tanyaku padanya

“sama sama. Hm tak usah..” tolaknya

“kau mau bunga? Atau coklat almond? Atau tiket nonton?” tanyaku lagi

“sudah kubilang tidak usah..”

“jangan begitu, ayo berpikirlah. Kau sudah berjasa untukku.”

Tiba-tiba kyuhyun berdiri dihadapanku dan menyentuh bibirku dengan jari telunjuknya, “bagaimana kalau ini?” katanya

“graaaaauk”

“auuuuw!” teriak kyuhyun. Aku menggigit jarinya itu.

“jangan bercanda seperti itu dasar playboy! Sekarang aku ngambek padamu! Jangan temui aku dulu!”

 

*****

 

kyuhyun pov

 

dasar gadis bodoh. apa dia tak menyadari perasaanku selama ini?

saat aku tiba di rumah, aku melihat melihat adikku sedang berbicara di depan pintu rumah dengan temannya

“ah oppa, sudah pulang? kenalkan ini han hamun. Hamun ini kyuhyun, oppaku.” ucap adikku memperkenalkan temannya itu

gadis itu melihatku lalu membungkukan badannya, “annyeonghaseyo, han hamun imnida, bagapseumida” ucapnya sambil tersenyum

“hyungrim, aku pulang ya. hyungrim, oppa, bye” ucap gadis itu pada kami berdua lalu berlari meninggalkan kami. gadis yang manis. lucu juga.

“dia sudah punya tunangan oppa. kali ini jangan ya” ucap hyungrim adikku memperingatkan

“masih kecil sudah punya tunangan? ya, sayang juga. okelah. kali ini aku tak akan menebar pesonaku padanya haha” candaku lalu berjalan duluan masuk ke dalam rumah

anak yang manis

 

*****

 

hyejin pov

 

hari ini aku pergi ke perpustakaan seperti biasa. Bilangnya sih mau belajar, tapi tujuan utama ya untuk bertemu dengan Siwon oppa ekekekeke. Tapi hari ini kyuhyun tak bisa ikut. dia janjian kencan dengan 3 wanita sekaligus. Tak apalah, lumayan, akhirnya aku bisa b erdua dengan siwon oppa

“annyeong oppa” sapaku sambil duduk di bangku yang ada dihadapan siwon oppa.

Siwon mengalihkan perhatiannya dari buku yang dibacanya, “oh, hau hyejin. Loh kenapa sendiri? Mana kyuhyuh?” tanya siwon oppa

“ah, dia ada janji” jelasku dan siwon oppa ber’o’ria

Hening..

Siwon oppa kembali membaca bukunya dengan serius dan aku pun terdiam. Aku masih merangkai kata yang tepat untuk mengajaknya pergi tanggal 24 Desember nanti. Rencananya, aku ingin mengungkapkan perasaanku.

“ehm siwon oppa” panggilku memecah keheningan

“wae hyejin?” tanyanya balik

“ehm, bagaimana tanggal 24 Desember kita pergi ke taman …… katanya nanti ada Christmas Eve” ajakku

“kita?” tanyanya dan aku mengangguk

“iya, kita. Aku, oppa, ehm.. kyuhyun” ucapku berat hati. Sebenarnya aku hanya ingin berdua tapi, ya sudahlah. Yang penting aku bisa mengungkapkan perasaanku!

“boleh juga. Oke. Ehm.. bolehkan aku mengajak seseorang? Aku ingin mengenalkannya denganmu..” katanya

Siapa ya? “ehm.. boleh oppa. Tanggal 24 jam 5 pm ya”

 

*****

 

kyuhyun pov

 

sudah 30 menit aku menuggu sendirian disini. Bosan. ah lama sekali gadis itu datang? Dia mengajakku kencan tapi dia yang telat. Menyebalkan..

“hm.. kyuhyun oppa” panggil seseorang. Aku menoleh ke sumber suara dan mendapati hamun di berdiri di belakangku

“hai hamun, sedang apa? Menunggu orang? Duduk disini saja dulu” ucapku menawarkannya untuk duduk di mejaku.

Kami berbincang-bincang sambil menunggu orang yang kami tunggu. Ternyata dia sangat lucu, enak juga diajak bicara.

Enak-enak kami bicara tiba-tiba seorang namja datang dan memeluk hamun dari belakang, “hamun, sudah lama? mianheyo” ucapnya lembut

“siwon oppa!!” teriak hamun “kangen!!!” ucapnya manja sambil membalas pelukan dari kekasihnya yang bernama siwon itu. Tunggu.. siwon? Apa? choi siwon? Jadi dia sudah bertunangan?

“oia oppa, aku kenalkan dengan temanku namanya..”

“loh kyuhyun? Wah ternyata kau teman hamun..” ucapnya

“jadi oppa sudah mengenalnya? Wah ternyata seoul ini sempit ya” ucap hamun gembira

“hamun, mamaku ingin bertemu denganmu. Dia kangen sekali. Gimana kalau sekarang kita ke rumah?” tanya siwon pada hamun dan hamun menyetujui

“oppa, kami pulang dulu ya, gomawo sudah menemaniku tadi. annyeong” ucapnya sambil melambaikan tangan padaku.

Kasihan hyejin. Ternyata pria yang disukainya setengah tahun ini sudah memiliki tunangan.

 

*****

 

“kyuhyun!!!!” teriak hyejin dari jendela seberang begitu aku tiba di kamar

Aku berjalan kearah jendela dan membukanya, “wae geude?” tanyaku

“tanggal 24 nanti temani aku ke Christmas Eve ya ya ya?” rayunya sambil menatapku dengan puppy eyesnya. Cih, kalau dia sudah pasang wajah kayak gitu aku pasti ga bisa nolak

“okeh lah” ucapku dan dia melonjak senang

“ada siwon oppa juga. Rencananya aku ingin mengungkapkan perasaanku hari itu. Doakan aku ya kyuhyun!!” katanya

Oh, ternyata itu tujuannya..

“berhentilah berharap padanya. Dia itu seorang mahasiswa. Sudah dewasa. Kita tak mengerti cara berpikirnya. Mungkin saja dia sudah bertunangan atau mungkin ia hanya menganggapmu seorang adik. Daripada kau kecewa lebih baik hentikan saja sekarang” ucapku. Aku ga tega kalau harus dengan tegas menyatakan bahwa choi siwon sudah memiliki tunangan yaitu han hamun

“kau jahat kyuhyun.. harusnya kau memberiku semangat. Aku tak tahu apa jawabannya nanti tapi setidaknya aku ingin berusaha” ucapnya sambil menahan air mata yang tertampung di kelopak matanya.

Kurasa aku sudah keterlaluan. Mianhe hyejin..

 

*****

 

hyejin pov

 

Jam 4.55 pm. sudah 15 menit aku menunggu sendirian di bawah pohon natal besar yang ada di taman ini.

“hai hyejin. Sudah lama?” tanya seorang yang baru saja datang menghampiriku. “loh kyuhyun mana?” tanyanya lagi

“ani. Aku juga baru saja datang. Kyuhyun tak bisa datang. Dia ada janji kencan dengan pacarnya yang ke… entahlah aku lupa” jawabku diikuti tawa kami berdua. Tiba-tiba aku teringat, katanya oppa mau mengenalkanku pada seseorang. “oppa, mana orang yang mau oppa kenalkan padaku?” tanyaku padanya

“entahlah. Katanya ia sudah ada disini tapi aku belum melihat batang hidungnya” ucap oppa sambil celingak celinguk mecari seseorang

Tiba-tiba, ada seorang gadis yang berjalan ke arah kami sambil mengendap-ngendap. Ia sadar aku sedang menatapnya dan memberikan isyarat agar aku tetap diam. Sekarang ia berdiri di belakang siwon oppa. Menjinjit. Dan menutup mata siwon oppa dengan tangannya yang mungil. Siwon oppa meraba tangan itu lalu tersenyum

“hamun, aku tahu ini kamu” ucapnya dengan lembut lalu gadis itu melepaskan tangannya

“oppa hebat!! Sini aku berikan hadiah” ucap gadis itu sambil menjinjit dan mengecup pipi siwon oppa

Aku tercekat. Hatiku sakit melihat senyum mereka berdua. Siapa gadis itu? Apa hubungannya dengan siwon oppa?

“ah iya, hamun, aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang. Ini hyejin. Dia dan kyuhyun selalu menemaniku saat di perpustakaan makanya aku tak pernah bosan mengerjakan laporanku itu” ucap siwon pada gadis yang ternyata bernama hamun itu

Gadis itu menatapku lalu tersenyum. “oh, jadi dia hyejin onnie. Onnie nomu yeppo.. ah, han hamun imnida. bangapseumida” ucapnya memperkenalkan diri diakhiri dengan senyuman manis

“ah hyejin, hamun ini tunanganku….” ucap siwon oppa

 

……………………………………………………

 

Dadaku sakit. Sakit sekali mendengar kata “tunangan” keluar dari mulut siwon oppa. Aku berusaha menahan emosiku tapi tak bisa. Air mata ini memaksa keluar. Kelopak mataku sudah penuh. Seseorang, tolong, jangan biarkan air mataku mengalir di depan siwon oppa

“hyejin ah.. mianhe aku telat” ucap seseorang dari belakang, aku menoleh dan mendapati kyuhyun sudah berdiri di sampingku sambil menggandeng tanganku

“ehm oppa, hamun, ada hal penting yang harus kubicarakan dengan hyejin jadi kalain masuk duluan saja ya” ucapnya pada mereka berdua. Dan mereka berdua meninggalkan kami

Kami masih terpaku ditempat tadi. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan berpindah di depanku. ia mengusap kepalaku lalu menyenderkan kepalaku di dadanya

“menangislah.. menangislah sepuasmu.. kalau begini tak akan ada yang melihatnya” ucapnya dengan lembut. Aku tak dapat mengontrol emosi lagi. Air mataku mengalir deras..

Kyuhyun tak berkomentar sedikit pun. Ia hanya diam sambil mengusap rambutku dan menepuk punggungku sampai aku tenang

 

*****

 

“gomawo kyuh sudah mengantarku” ucapku begitu tiba di depan pagar rumahku.

Aku mendesah panjang, “aku patah hati. Padahal aku sudah menunggunya selama setengah tahun lebih” ucapku pada kyuhyun sebelum ia pulang

“aku sudah 17 tahun lebih menunggu gadis yang kusayangi itu” ucap kyuhyun yang tentu membuatku kaget setengah mati

“sungguh? Siapa dia? bagaimana gadis itu?” tanyaku penasaran

“sejak kecil kami selalu bersama. Aku boss nya dan dia anak buahku yang cengeng. Dulu makan, tidur, bahkan mandi pun kami lakukan bersama. Kalau tertawa, suaranya sangat kencang, agak bodoh, sangat cuek, dan sederhana. Setiap pagi, saat ia membuka jendela ia pasti menyapaku dan memberikan senyuman manis untukku. saat mendekati ulangan umum, ia juga datang ke rumahku dan minta aku mengajarinnya. Aku sudah menyukainya sejak kami kecil tapi mungkin karena ia agak lemot makanya ia tak menyadari perasaanku. Ia selalu bercerita tentang namja yang selalu ia tatap dalam bus. Sebenarnya, aku cemburu dengan namja itu tapi begitu melihat senyumnya saat bercerita aku pun ikut bahagia” ucap kyuhyun dengan senyumnya yang lirih

“kalau begitu, aku pulang duluya hyejin ah. bye” katanya sambil melambaikan tangan padaku dan berjalan menuju rumahnya

Aku terpaku di tempat. Astaga, bodohnya aku. Kenapa aku tak meyadari perasaan kyuhyun selama ini? Aku yang jahat.. aku selalu bercerita tentang siwon oppa tanpa memperdulikan perasaannya. Aku jahat.. aku jahat..

Aku berlari, mengejar kyuhyun yang berjarak 15 meter dari tempatku sekarang.

“mianhe kyu.. mianhe” ucapku sambil memeluknya dari belakang

Kyuhyun melepaskan tanganku dari badannya lalu berbalik menatapku. “aku belum bisa memaafkanmu.. lukaku terlalu dalam” ucapnya

“apapun.. aku akan lakukan apapun untukmu”

“apapun?” tanyanya dan aku jawab dengan anggukan

“belajar.. Belajarlah untuk mencintaiku.. jangan biarkan aku menunggu lebih lama lagi ya” ucapnya sambil mengecup keningku lalu berjalan memasuki halaman rumahnya

Kenapa ini? Jantungku berdetak kencang.. kencang sekali malah..

Tiba-tiba kyuhyun berbalik, “oia hyejin, aku lupa bilang sesuatu dengan jelas” katanya

“apa itu?” tanyaku penasaran

“saranghae..”

 

*****

 

Seperti biasa, hari ini sepulang sekolah aku mampir ke perpustakaan. Aku benar-benar harus memperbaiki nilai bahasa inggrisku yang sangat parah. begitu tiba di perpustakaan, aku segera menyusuri rak buku berlabel “english subject” untuk mencari buku yang bisa membantuku memperbaiki nilaiku.

aku mencarinya, dan akhirnya kutemukan, tapi tanganku tak dapat menjangkaunya!

aku merunduk dan mulai komat-kamit menyesali tubuhku yang agak kecil ini.

“ini” ucap seseorang dengan suara bassnya yang khas sambil menyodorkan buku yang mau kuambil tadi

aku mengangkat kepalaku dan mendapati seorang namja tampan yang mengambilkan buku itu

“goma..” baru aku mau bilang terima kasih dia sudah mengomeliku panjang lebar

“hyejin ah! Yaa! Kau itu kecil, kalau tidak sampai seperti tadi, panggil saja aku! Kalau aku tak datang tadi gimana ha?! Kamu bias saja memaksa ngambil buku itu lalu raknya jatuh dan kamu tertimpa. Kalau sampai terjadi hal seperti itu gimana? hyejin ah.. kau lupa kalau aku ini pacarmu yang siap sedia setiap saat? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?” omelnya panjang lebar

Ya ampun namja ini menyebalkan! Bisakah dia diam dan mendengarkan penjelasanku??

“kyuhyun ah!” sela ku sebelum ia mengomel lebih panjang lagi dan untuk beberapa detik, aku mengunci mulutnya..

“kau berisik sekali..” ucapku begitu melepas ciuman tadi. Kyuhyun masih diam terpaku sambil menyentuh bibirnya..

“saranghae…. dan akan selalu seperti itu..”

 

-THE END-

@esterong

 

gimana kawan?

makasi ya suah bacaaa hoho