G – Romance

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

ANNOUNCEMENT :  THIS IS JUST FAN FICTION!!! NOTHING IS REAL. NOTHING IS EVER HAPPEN. IF YOU WANNA TAKE THIS, TAKE WITH FULL CREDIT. ENJOY READING…:))

 

 

– Cho Kyuhyun

– Song Hyejin

– Jung Hyeri

 

start!

 

KYUHYUN POV

 

“CUT!! CUT! CUT! CUT!” ujar pak sutradara, menghentikan aku yang sedang berakting. Ia melihat tv kecil yang di depannya dan aku dapat melihat ketidak puasan dari raut wajahnya.

“Kyuhyun sshi, hari ini aktingmu sangat jelek. aku tahu pasti ada hal yang mengganjal hatimu tapi aku harap kau bisa menjaga profesionalitasmu,” ujar sutradara nim padaku yang kujawab dengan anggukan mengerti.

“Syuting hari ini cukup sampai disini, besok kita kembali bekerja,” ujar sutradara sem sebagai tanda akhirnya syuting hari ini. Semua kru mulai membereskan barang-barangnya dan kembali ke rumah mereka masing-masing, aku pun demikian. Hanya saja aku mengarahkan mobilku ke taman yang tak jauh dari rumahku. Aku ingin menenangkan pikiranku sebentar. Berjalan-jalan sendirian di taman yang sunyi pada pukul 2 pagi tentu saja sangat menenangkan. Aku merasa lebih santai dan bebas karena tidak terlalu banyak orang dan penerangannya pun sedikit, jadi hanya sedikit orang yang bisa mengenaliku.

 

Aku berjalan mengitari taman ini dan sekelebat bayangan tentang kejadian siang hari ini kembali muncul

“Aku ingin kita putus,” ujar Hyerin, pacarku yang selama ini aku sayangi.

“Aku bosan denganmu. Kau selalu menelponku tiap jam. Selalu memberiku pesan tiap 5 menit. Aku sudah bosan dengan itu semua. Dan kurasa aku sudah mendapatkan yang lebih baik,” ujarnya sambil bergelanyut manja pada pria yang ada disebelahnya.

“Aiiissssh!” Aku mengacak rambutku untuk menghilangkan bayangan buruk itu. Aku berjalan sambi menunduk tanpa memperdulikan apapun. Aku terus saja berjalan sampai kutemukan sebuah kaleng kosong tergeletak di depan sepatuku. “aiiiiissssh!” dengan kesadaran penuh, aku meluapkan emosiku dengan menendang kaleng itu. Namun sayangnya kaleng itu jatuh mengenai kepala seorang gadis yang sedang duduk di bangku taman. Sedang apa seorang gadis pagi-pagi buta duduk sendirian si bangku taman ini?, pikirku namun hal itu tak kupermasalhkan lagi dan dengan segera aku menghampirinya untuk meminta maaf.

“Mianhata, aku tadi tidak sengaja,” ujarku namun ia tak merespon. Ia terus menundukan kepala sambil menggosok kepalanya

“Mianhata agasshi, aku sungguh tak sengaja,” ucapku sekali lagi namun ia tetap tak memberi respon. Aku yang sebal dengan sikap tak sopannya itu, berlutut di depannya dan berkata, “Kalau ada orang lain sedang berbicara, tatap orang itu,” ujarku sambil mengangkat wajahnya agar ia menatapku namun aku sangat kaget saat mendapati air mata keluar dari matanya.

“Mi.. Mianhata, aku hanya tak mau kau melihat wa.. wajahku yang ka.. kacau,” ujar gadis itu dengan sesenggukan.

“Apa kepalamu sangat sakit sampai kau menangis?” tanyaku dan dia menggeleng

Gadis itu tersenyum padaku meski air mata terus mengalir dari wajahnya, “yang sakit bukan yang disini,” ujarnya sambil menunjuk kepalaku persis di bagian kepalanya yang terkena kaleng tadi, “Tapi disini,” lanjutnya, kali ini ia menunjuk dadaku. Sambil tetap tersenyum ia bercerita, “Aku menunggu pacarku di tempat ini sejak pukul 7. Aku terus menunggunya sampai akhirnya pukul 10, aku melihatnya berjalan menghampiriku sambil mengandeng sahabatku dan saat itu juga, ia memutuskanku karena ia bosan padaku,” ceritanya dan aku mendengarkan sampai akhir.

“Ehm, mianhe, aku malah jadi curhat padamu. Aish, aku memang membosankan sih, mau gimana la..” aku tak mau mendengar lanjutan dari perkataannya. Aku langsung memeluknya karena aku tahu rasa sakit yang ia rasakan.

“Jangan paksakan dirimu. Menangislah sampai kau puas dan besok kau akan kembali ceria dan mendapatkan pria yang lebih baik darinya,” ujarku dan tangisannya mulai meledak.

aku terus memeluknya dan memukul pelan punggungnya sampai suara sesenggukan itu tak terdengar lagi

“Kau sudah enakan?” tanyaku namun tak mendapat respon lagi darinya. Aku mengangkat kepalanya untuk menasehatinya namun ternyata ia sudah tertidur. Aku hanya tertawa kecil melihat wajah tidurnya. Matanya seperti panda. Bengkak dan ada lingkaran hitam dibawahnya. Bekas tangisan juga masih ada dipipinya.

Aku menyenderkan kepala gadis itu dipundakku dan meletakkan kepalaku diatas kepalanya.

Aku merasa beruntung bertemu dengan gadis ini. Aku melihat kesamaan antara aku dan dirinya. Kami sama-sama baru saja dibuang oleh pacar kami. Sayangnya, aku adalah seorang pria yang pantang menangis sehingga aku merasa beruntung bertemu dengannya karena ia sudah mewakiliku untuk menangis. Hatiku sudah lega sekarang. Dan aku kembali mengingat perkataan yang kuucapkan pada gadis ini, “besok kau akan kembali ceria dan mendapatkan pria yang lebih baik darinya,” Ya, benar. Besok aku akan kembali ceria dan mendapatkan gadis yang lebih pantas mendapatkan perhatianku yang tulus. Aku tahu memang tak gampang melupakan orang yang kita sayangi tapi buat apa berlarut-larut dalam kesedihan?

“Gomawo,” ujarku pada gadis ini meski aku tahu ia tak akan mendengarnya.

Aku menatap lampu-lampu taman di depanku dan angin yang berhembus pelan membuatku tertidur.

 

>>>>>

 

“Tuan, bangun! Dilarang tidur disini!” ujar seorang pria dan membuatku membuka mata. Aku menatap pria yang membangunkanku itu dengan bingung, lalu ke bangku sebelahku. Kosong. Gadis itu tidak ada, namun aku menemukan jaketnya diatas tubuhku.

Aku melirik jam tanganku yang sudah menunjukan jarum pendeknya di angka 5. Aku segera bangkit dan meninggalkan pria yang ternyata polisi taman itu. Aku berjalan menuju mobilku sambil tersenyum sendiri. Aku baru saja menemukan secarik kertas di saku jaketku yang ternyata berasal dari gadis itu, ‘Terima kasih tuan muda, Cho Kyuhyun. Aku janji akan memulai hari ini dengan senyuman dan mendapatkan pria yang lebih baik darinya!’

Aku kembali menyunggingkan senyum di wajahku. Ternyata dia tahu siapa aku. Baiklah nona, aku juga akan memulai hari ini dengan senyuman dan kelak aku akan menemukan gadis yang tepat untukku.

 

>>>>>

 

“Annyeonghaseyo sutradara-nim,” sapaku pada sutradara bagitu aku tiba di lokasi syuting. “Annyeonghaseyo, annyeonghaseyo” sapaku pada semua kru yang ada disitu dengan senyum yang merekah. Aku dapat merasakan mereka sedang menatapku heran namun aku sediri tak percaya kalau sakit akibat patah hatiku bisa sembuh secepat ini. ini semua berkat gadis itu.

“CUT! Kita selesai untuk hari ini,” ujar sutradara-nim mengakhiri syuting hari ini. aku dapat melihat raut puas dari wajahnya. Ia mendatangiku dan menepuk pundakku, “Kau hebat Kyuhyun sshi, berkat kau syuting hari ini sangat lancar bahkan berjalan lebih cepat,” ujarnya. “Aku tahu kau tak akan mengecewakanku,” ujarnya dan aku dengan cepat membungkukan badan untuk mengucapkan terima kasih padanya. “Chomane, sudah sana pulang lalu istirahat. Kau masih harus berakting bagus besok,” ujar sutradara-nim.

Waktu menunjukan pukul 12 malam dan aku segera pergi dari lokasi syutingku, namun aku tak langsung pulang seperti apa yang dianjurkan sutradara-nim tadi. Entah kenapa otakku terus memaksa tanganku untuk menyetir menuju  taman yang aku kunjungi semalam. Mungkin karena hatiku berharap untuk bertemu dengan gadis itu lagi.

Aku turun dari mobil sambil membawa jaket miliknya. Aku mengitari taman itu dan entah mengapa, jantungku berdetak kencang menanti gadis itu, walau aku sendiri tak tahu pasti ia akan datang atau tidak, dan kemungkinan besar jawabannya adalah, tidak. Dia bukan lagi gadis yang sedang patah hati jadi tak mungkin ia datang ke taman ini dini hari begini untuk menangis.

“Kyuhyun sshi, sedang apa?” panggil seorang gadis yang aku kenal suaranya. Aku berbalik menuju sumber suara dan tanpa kusadar senyum merekah muncul di wajahku.

“Aku ingin mengembalikan ini” ujarku sambil mengangkat tangan kiriku yang sedang memegang jaketnya. “Lalu, sedang apa nona malam-malam di taman ini? apa nona sedang patah hati?” tanyaku dengan nada menggoda. Ia tertawa dan berjalan menghampiriku. “Patah hati? Tidak. Tapi, entahlah, aku hanya merasa jika aku ke taman sekarang, aku akan beruntung. Feelingku kuat, jadi aku lakukan saja,” ujarnya sambil memberikan senyuman manis padaku diakhir jawabannya itu

“Lalu apa kau sudah menemukan keberuntunganmu itu?” tanyaku lagi dan ia menganggukan kepala.

“Dia tepat berada di depan mataku,” ujarnya dan aku tersenyum mendengar jawabannya

 

>>>>>

 

Sejak saat itu, statusku dengan dia adalah teman. Namanya Song Hyejin, siswi SMA biasa tahun ketiga. Meskipun masih SMA dan jarak umur kami terpaut 4 tahun, entah kenapa aku merasa sangat cocok dan selalu merasa nyaman bersamanya.

Hubungan pertemanan kami juga sangat unik. Setiap pukul 12 malam, kami selalu betemu di taman yang mempertemukan kami dulu. Yang kami lakukan saat bertemu, kadang kami berbicara dan tertawa bersama, kadang aku membantunya saat ia belajar, kadang malah kami hanya diam-diaman sambil menatap bintang dan tertidur.

Dan hari ini adalah hari yang spesial untuknya, ya, ia berulang tahun ke 17 hari ini. dan disinilah aku sekarang, di depan sekolahnya. Aku berniat untuk mengajaknya ke Lotte World untuk merayakan hari ulang tahunnya.

“ITU KYUHYUN!!” teriak salah seorang siswi yang melihatku bersandar disamping mobilku. Bagaimana aku bisa ketahuan? Padahal dengan segala bentuk penyamaran ini, aku yakin tak ada yang akan mengetahuiku. Namun sial, aku tak sempat kabur karena setelah gadis itu berteriak, teman-temannya yang lain ikut berlari dan mengerubungiku.

Karena sudah ketahuan, aku terpaksa melakukan fanmeeting dadakan di depan sekolah Hyejin. meskipun begitu, perhatianku tak sepenuhnya pada fanmeeting itu. Aku terus mencari-cari batang hidung Hyejin yang tak kunjung muncul.

“Kyuhyun oppa, kau kenapa ada di sekolahku?” tanya seorang gadis yang sangat kukenal suaranya, Hyejin. aku segera menghentikan fanmeeting itu dengan halus agar mereka tidak kecewa, dan segera menghampiri Hyejin.

“Saengilchukae, Hyejin” ujarnku sambil tersenyum merekah. Ia menggeleng-gelengkan kepala lalu menatapku dengan tatapan tak percaya.

“Oppa datang kesini hanya untuk mengatakan hal itu?” tanyanya dan aku mengangguk.

“Gomawo oppa, kau memang selalu bisa membuatku bahagia,” ujarnya sambil tersenyum manis sekali.

“YAA! HYEJIN AH! KAU APANYA KYUHYUN OPPA?! BUKANNYA KAU PERNAH BILANG KALAU KAU TIDAK SUKA PADA PRIA YANG TERLALU PERFECT SEPERTINYA?” tanya salah seorang teman Hyejin yang disetujui oleh gadis yang lain

“Jinjayo kau membenciku?” tanyaku padanya separuh berbisik

“Itu dulu, mianhe,” ujar Hyejin sambil mengedipkan sebelah matanya padaku

“JELASKAN PADA KAMI HUBUNGAN KALIAN APA?!” tanya para gadis itu lagi

“Kami ini hanya..” ucapan Hyejin terputus saat melihat seorang pria dan pacarnya berjalan menghampirinya.

“Hebat sekali kau, Hyejin. beruntung sekali kau setelah putus dariku langsung mendapatkan seorang artis. Kau apakan dia sampai mau bersamamu, ha?” ujar pria itu sambil tersenyum sinis padanya. Aku dapat merasakan raut wajah Hyejin berubah seketika.

Dengan tidak kusadari, aku mengalungkan tanganku dilehernya dan berkata pada pria itu, “Tolong jaga ucapanmu. Dia pacarku. Dan asal kau tahu, aku-lah yang sangat beruntung karena bisa mendapatkannya,” ujarku pada pria itu. Lalu aku ganti menatap gadis yang disebelahnya dan berkata, “Hei, tinggalkan segera pria ini sebelum ia yang meninggalkanmu demi gadis lain,” ujarku dan gadis itu dengan sangat yakin menjawab, “Ia tak mungkin meninggalkanku!”

Aku tertawa sinis dan berkata, “Bagaimana kamu bisa percaya ia tak akan meninggalkanmu demi gadis lain kalau sebelumnya ia meninggalkan pacarnya demi dirimu? Kau sangat bodoh. Merusak persahabatan demi seorang pria macam dia,” ujarku. Aku dapat melihat pria itu sudah sangat kesal.

“Jangan dengarkan dia! Ayo kita cepat pergi dari sini!” ujar pria itu sambil menarik pacarnya.

“Hyejin, masalah sudah beres! Pria itu tak akan lagi menggangumu!” ujarku dengan santai sambil menepuk punggungnya.

“Bukan selesai, kau malah baru membuat masalahnya!” ucap Hyejin sambil mendelikkan matanya ke arah para siswi yang ternyata masih berkumpul di sekitar kami

“JADI HYEJIN ADALAH PACAR KYUHYUN OPPA?! ANDWE!!!! ANDWE!! ANDWE!!” teriak mereka histeris dan sebelum terjadi kekacauan lebih lanjut, aku segera menarik tangan Hyejin dan memasukannya ke dalam mobil dan segera membawa Hyejin ke tempat yang lebih aman

 

>>>>>

 

selama perjalanan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku ataupun Hyejin. aku takut dia marah karena hal tadi dan aku tak mengajaknya bicara karena takut membuatnya makin marah padaku.

“oppa, gomawo sudah mengantarku” kata Hyejin sebelum keluar dari mobilku. Aku baru sadar kalau aku sudah mengantarnya pulang dengan selamat.

Tapi sebelum ia keluar, dengan penuh penyesalan, aku mengatupkan tanganku didepan wajahku dan berkata, “Hyejin.. mianhe.. tadi.. aku seenaknya saja menyebutmu pacark padahal aku tahu hal itu nantinya akan membuatmu susah. A.. aku ta..tadi melihatmu hampir menangis dan tiba-tiba mulutku bergerak sendiri. Sungguh! kurasa otak dan mulutku sedang tak sinkron tadi. percayalah padaku Hyejin. jangan marah ya? Aku tak bisa kalau kau marah padaku” ujarku jujur

Sudah dengan serius aku meminta maaf, ia malah tertawa terbahak-bahak. “oppa! Kau ini bodoh sekali! Siapa yang bilang aku marah padamu? Memangnya aku terlihat sedang marah?” tanya Hyejin sambil terus tertawa

“Jeongmal? Lalu kenapa kau selama diperjalanan tadi diam saja?” tanyaku bingung

“Ah.. jadi karena itu oppa mengiraku marah padamu?” tanyanya yang aku jawab dengan anggukan. “aniyo oppa.. tadi aku sedang berpikir,” jawabnya

“pikir apa?” tanyaku penasaran

“kau benar Kyuhyun oppa. Bagaimana kalau oppa benar-benar jadi pacarku? Bukannya kau yang menyuruhku untuk mencari pria yang lebih baik darinya? Dan kurasa oppa orang yang tepat.” kata Hyejin sambil menyunggingkan senyum manisnya

Aku kenapa? Kenapa jantungku berdetak cepat sekali. Kenapa aku merasa senang? Apa aku juga mencintai Hyejin?

“Oppa, sudah ya, kalau ketahuan tetangga kau yang mengantarku, bisa ada fan meeting dadakan episode kedua hari ini,” ujarnya lalu turun begitu saja dari mobilku.

Aku tak tahu apa yang terjadi padaku. kenapa aku merasa kecewa saat Hyejin turun begitu saja? Aish! Aku mikir apa sih? Memangnya kau berharap Hyejin menciummu dulu sebelum turun? Aish, kurasa kau sudah mulai tidak waras Kyuhyun.

“Oppa,” panggil Hyejin sambil mengetuk jendela mobilku, membuyarkan pertarungan batinku tadi. Aku membuka jendelaku lebar dan bertanya dengan lembut, “Ada apa Hyejin ah?”

“Aku lupa bilang terima kasih. Gomawo oppa. terima kasih buat semuanya. Mulai dari ucapan selamat darimu, kau yang membelaku tadi, sampai mengantarku dengan selamat di rumah. Gomawo oppa,” ujarnya lalu berjalan memasuki rumahnya.

Sekali lagi, aku merasa kecewa. aku tak tahu apa yang membuatku merasa kecewa dan mengapa aku menghela nafas panjang seperti yang sedang kulakukan sekarang.

“Oppa,” panggil Hyejin sekali lagi sebelum aku menutup jendelaku

“Ne?” tanyaku. Dan tiba-tiba semua terasa berlalu begitu cepat. Apa baru saja Hyejin mengecup pipiku? Aku memegang pipiku dengan tampang tak percaya dan mendapati Hyejin juga sedang tersipu

“Selamat malam, oppa, fighting!” ucap Hyejin lalu berlari secepat kilat kedalam rumahnya.

Beberapa detik setelah Hyejin menghilang, logikaku kembali dan hal itu membuat jantungku berdetak kencang. Terlalu kencang, sampai seakan mau keluar dari rongga dadaku. Dan akhirnya aku sadar, aku sudah menyukainya. Salah. Mencintainya. Mungkin sejak pertama kali melihat menangis. Aku tidak tahu mengapa dan aku tak tahu bagaimana. Aku hanya mencintai Hyejin dan baru kusadari itu. Dan besok, akan kunyatakan dengan jelas kalau aku memang mencintainya.

 

>>>>>

 

Pagi ini begitu aku bangun dari tempat tidurku, managerku langsung mendampratku habis-habisan. Pernyataanku yang mengatakan bahwa Hyejin adalah pacarku sudah menjadi headline dimana-mana. Namun bukan itu yang aku pikirkan sekarang. Saat ini aku sedang memikirkan cara paling romantis untuk menyatakan cintaku pada Hyejin.

 

HYEJIN POV

 

Hari ini sangat tidak menyenangkan. Semua gadis yang ada di sekolah ini datang ke kelasku untuk menjawab pertanyaan batin mereka, “Bagaimana sih tampang pacarnya Kyuhyun oppa?” dan setelah melihatku, kebanyakan dari mereka berbisik-bisik sambil mengatakan, “Cantik sih, tapi masih juga cantikkan aku. Kenapa Kyuhyun yang tampang itu mau dengan dia?” aish, mereka ini ya.

Untung jam pelajaran hari ini sudah berakhir. Aku keluar kelas secepat mungkin karena Kyuhyun oppa bilang kalau ia sedang menungguku di bawah. Aku berjalan menuju tempat dimana Kyuhyun oppa berada namun tiba-tiba aku dihadang oleh seorang gadis dan beberapa wartawan.

“Aku Hyeri, kau pasti mengenalku kan?” tanyanya dengan penuh percaya diri. Aku pernah melihatnya di televisi tapi aku tak tahu siapa dia. Ya, aku memang lemah dalam menghafalkan wajah dan nama orang lain apalagi aku juga tidak suka menonton tv.

“Ani, aku tak tahu siapa kau” jawabku jujur

Aku dapat melihat ia mengepalkan tangannya untuk menjaga emosinya, “Baiklah akan kuperkenalkan diriku sekali lagi. Aku Hyeri. Jung Hyeri, artis papan atas Korea Selatan sekaligus pacar dari tuan muda Cho Kyuhyun,” ujarnya sambil menyunggingkan senyum kemenangan.

Jatungku berdetak kencang saat mendengar ia menyebut Kyuhyun adalah pacarnya. Inilah akibat dari tak pernah menonton tv, aku tak pernah tahu hubungan relationship para artis termasuk hubungan antara Kyuhyun dan Hyeri ini.

“Ia sangat mencintaiku. Tiap jam ia selalu menelponku dan tiap menit ia selalu mengirimiku pesan singkat. Sebenarnya beberapa hari yang lalu aku memutuskannya untuk menguji kesetiaannya padaku, hanya saja aku tak menyangka ia akan tega memanfaatkan orang lain untuk mendapatkanku lagi, ya seperti yang ia lakukan padamu. Semuanya ia lakukan hanya untuk membuatku jelous,” ujar Hyeri yang membuat dadaku merasa sakit

“Hyeri, kenapa kau ada disini? Dan mengapa banyak wartawan disini?” tanya Kyuhyun oppa yang tiba-tiba muncul.

“Kyuhyun-ah,” panggil gadis itu dengan manja sambil bergelanyut manja ditangan oppa.

“Aku disini sedang menjelaskan padanya tentang hubungan kita sebenarnya, jagi,” ujar gadis itu dan Kyuhyun oppa sama sekali tak berkutik. Berarti semua yang dikatakan gadis tadi.. benar?

Dadaku sakit, sesak. Wajahku memanas. Jantungku bekerja 2 kali lipat. Aku menggigit bibir bawahku dan mengepalkan tanganku untuk menahan air yang sudah terkumpul di kelopak mataku.

“Hyejin, aku—”

“arraseo oppa. tak perlu kau jelaskan lagi, aku sudah mengerti. Terima kasih atas semuanya dan mianhe kalau perasaanku merepotkanmu. Aku tak akan muncul di depan oppa lagi,” ujarku dan dengan segera aku pergi dari tempat itu sebelum pertahananku runtuh dan semua orang di Korea ini melihat tampangku yang menyedihkan.

 

KYUHYUN POV

 

Aku tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Mengapa Hyeri disini? Kenapa banyak wartawan? Dan kenapa Hyejin berkata seperti itu tadi? Apa yang terjadi?

“Kalian sudah lihat kan? Hubunganku dengan Kyuhyun baik-baik saja dan gadis tadi hanya cara Kyuhyun untuk membuatku cemburu. Kyuhyun sangat mencintaiku kok, buktinya tiap jam ia selalu menelponku dan tiap menit ia selalu mengirimiku pesan singkat. ” ujar Hyeri pada para wartawan dan sekarang aku tahu siapa di balik semua ini

“Jung Hyeri, lepaskan tangamu,” bisikku padanya karena aku masih punya hati dan tak mau membuatnya malu tapi ternyata ia memang suka cari gara-gara. Ia tidak mau melapaskannya rupanya.

“Aku bilang, lepaskan tanganku Jung Hyeri!” teriakku pada akhirnya dan hal itu membuat kaget semua orang yang ada disekitar terutama Hyeri.

“Kau jahat sekali, Hyeri. Kau berbohong sampai sejauh itu demi popularitasmu. Asal kau ingat, Hubungan kita sudah selesai karena kau sendiri yang memutuskannya. Kau lebih memilih pria lain karena kau bosan akan perhatian yang aku berikan padamu. Bukannya kau yang mengatakan kalau kau bosan dengan ‘tiap jam aku selalu menelponmu dan tiap menit aku selalu mengirimimu pesan singkat?’, dan asal kau tahu, aku tak pernah memperalat Hyejin karena dialah gadis yang sudah memnyembuhkan luka hatiku yang sudah kau buat. Dan sekarang, aku tak mencintaimu karena aku sudah tergila-gila pada Hyejin lebih dari aku mencintaimu,” ujarku pada Hyejin di depan semua wartawan dan aku tak peduli dengan Hyeri yang sudah dia seperti patung.

“Hyejin, aku sangat mencintaimu. Sangat. Aku mohon, percayalah padaku. aku akan menunggumu di tempat biasanya. Aku akan terus menunggu sampai kau datang,” ujarku di depan para wartawan

“Tolong, part itu jangan ada yang di cut. Siarkan sekarang juga. gomawoyo.. bantu aku untuk mendapatkan Hyejin kembali ya,” ujarku pada para wartawan yang ada disitu. Mereka mengangguk antusias dan menyemangatiku, “Aku mendukungmu Cho Kyuhyun! kau berhak mendapatkan gadis yang lebih baik dari Jung Hyeri,” ucap salah satu wartawan tadi dan kubalas dengan senyuman.

Semangatku kembali terkumpul karena bukan hanya wartawan itu yang mendukungku melainkan teman-teman Hyejin dan juga orang-orang yang ada disekitar situ. Terima kasih semua.

 

HYEJIN POV

 

Sejak kejadian tadi, aku tidak pulang ke rumah. Aku tak mau omma dan appa melihat wajahku yang kacau karena menangis ini.

“Ahjumma, ddeokbokkinya satu porsi ya.” Ujarku pada bibi penjual ddeokbokki. Disinilah aku sekarang. Makan di gerobak pinggir jalan. Inilah yang biasa kulakukan untung menghilangkan kekesalanku, makan.

Saat sedang asik-asik makan, bibi itu bertanya, “Kau nona Song Hyejin kan?” tanyanya dengan tampang antusias. “Chukae!! Kau sudah berpacaran dengan Kyuhyun!” ujarnya sambil menyalamiku. Aku yang tak mengerti, bertanya dengan jujur, “maksud ajjuma?”

“Loh, bukannya tadi Kyuhyun memintamu untuk datang ditempat biasanya?” tanya bibi balik.

“Tadi? Tadi kapan ajjuma?” tanyaku makin tak mengerti

“Iya, tadi di tv, ia bilang kalau ia menunggumu di tempat biasanya. Kau tak tahu?” tanya bibi itu padaku dan aku jawab dengan gelengan kepala.

“Aiah! Yaa kau nona muda! Ia sangat mencintaimu! Kenapa kau tega sekali padanya?! Kenapa kau tak percaya padanya?!” omel bibi itu padaku. ia segera menyalakan televisi kecil yang ada di gerobaknya dan beberapa kali mengganti channel. Sepertinya ia sedang mencari berita yang menyiarkan berita tadi.

“Kau jahat sekali, Hyeri. Kau berbohong sampai sejauh itu demi popularitasmu. Asal kau ingat, Hubungan kita sudah selesai karena kau sendiri yang memutuskannya. Kau lebih memilih pria lain karena kau bosan akan perhatian yang aku berikan padamu. Bukannya kau yang mengatakan kalau kau bosan dengan ‘tiap jam aku selalu menelponmu dan tiap menit aku selalu mengirimimu pesan singkat?’, dan asal kau tahu, aku tak pernah memperalat Hyejin karena dialah gadis yang sudah memnyembuhkan luka hatiku yang sudah kau buat. Dan sekarang, aku tak mencintaimu karena aku sudah tergila-gila pada Hyejin lebih dari aku mencintaimu,”

“Hyejin, aku sangat mencintaimu. Sangat. Aku mohon, percayalah padaku. aku akan menunggumu di tempat biasanya. Aku akan terus menunggu sampai kau datang,”

Kata Kyuhyun oppa melalui berita yang sedang kutonton. Kejadian itu terjadi saat jam pulang sekolah berarti dari jam 4 tadi. “sekarang jam berapa ajjuma?” tanyaku padanya

“Jam 12. Aish, kau sudah membuat menunggunya lama sekali! Dasar payah!” omel bibi itu dan dalam hati, aku menerima ucapannya karena aku memang payah. Mianhe oppa, aku tak mempercayaimu.

“Gomawo ajjuma, lain kali aku pasti mampir kesini bersama Kyuhyun oppa,” ujarku sambil meletakkan uang dimeja. Bibi itu tersenyum padaku sambil menyerukan, “Fighting!”

Aku berlari dan terus berlari. Aku tak bisa diam tenang menunggu bis yang datangnya masih setengah jam lagi. Mau naik taksi.. apa daya, aku masih pelajar yang tak berduit.

 

>>>>>

 

KYUHYUN POV

 

Sudah pukul 12.30. mengapa Hyejin tak datang? Perasaanku gusar dan tak tenang. Aku takut terjadi apa-apa padanya. Aku takut kalau Hyejin tidak percaya padaku

Namun semua keraguanku hilang lenyap saat aku mendengar, “Kyuhyun oppa, sedang apa?” tanya seorang gadis yang aku kenal suaranya. Aku berbalik menuju sumber suara dan tanpa kusadar senyum merekah muncul di wajahku.

“Aku sedang menunggu gadis yang aku cintai. Aku ingin mengatakan padanya kalau aku sangat mencintainya,” jawabku “Lalu ada apa nona di taman malam-malam begini?” tanyaku balik

Hyejin tersenyum menggoda lalu berjalan mendekatiku, “Aku melihat di tv, ada seorang pria yang sangat tampan dan terkenal seantero Korea memohon-mohon padaku untuk datang ke tempat ini. aku ingin berkata padanya, kalau aku sudah menemukan pria yang lebih baik dari sebelumnya,” jawab Hyejin

“Bisakah kau beritahu padaku siapa pria yang beruntung itu, nona?” tanyaku

Hyejin menjinjit dan berbisik di telingaku, “Kau” bisiknya dan ia mengecup bibirku kilat

Aku tersenyum gembira. Sangat gembira. Aku memeluknya dan kembali menggodanya, “Apa nona benar-benar sayang pada pria ini?” tanyaku

“Tentu saja,” jawabnya singkat

“Kalau begitu, menikahlah denganku besok,” ujarku

tiba-tiba nona itu mendorongku, “MWO? ANDWE! Aku masih harus sekolah!” protesnya dan aku hanya bisa tertawa

aku kembali memeluknya dan ia mengalungkan tangannya dileherku, “Arraseo, kita akan menikah setelah kau lulus ya Hyejin sayang,” ujarku sambil sekali lagi mengecuo bibirnya

“Kenapa kau yakin sekali aku mau menikah bersamamu?” tanyannya. Aku tahu ia hanya mau menggodaku.

“Karena aku aku tak peduli, pokoknya aku hanya mau menikah denganmu dan kau harus mau” ujarku yang disambut tawa keras Hyejin

“Yeah, you got me, Jagi. Saranghaeyo Cho Kyuhyun” ucapnya

“Jeongmal saranghaeyo, Song Hyejin”

 

>>>>>

 

“YAAA KYUHYUN OPPA!! ternyata malam kemarin ada wartawan yang merekam pertemuan kita itu dan menyiarkannya di tv. Semua majalah dan infotainment juga membahasnya! Responnya positif sih, cuma.. kenapa adegan kissnya tidak di cut?!” protes Hyejin begitu datang ke apartemenku.

Aku hanya tersenyum padanya, “aku sudah tahu, Hyejin. aku juga sudah meminta rekamannya pada salah satu temanku. Akan kutunjukan pada anak-cucu kita nanti,” ujarku sambil menunjukan kaset rekaman du tanganku ini

“OPPA!!! berikan padaku!” pintanya

“Aniyo, cium aku dulu,” godaku

“OPPAAAAAAAA~”

 

 

-THE END-

@esterong

 

mianhe semuaaaa, malam-malam aku datang dengan ff oneshoot.

tolong kritik, saran, dan kommennya ya

makasiiiiiii ;))

buat kak sela, kommennya harus puanjang hahahaha.

aku bikinnya cuma 5 jam loh kak kekekeke