JIHYO’S LOVE STORY

PG-13 / Romance / One Shoot

Author is Me (facebook account’s owner where it published)

 

ANNOUNCEMENT :  THIS IS JUST FAN FICTION!!! NOTHING IS REAL. NOTHING IS EVER HAPPEN.  IF YOU WANNA TAKE THIS, TAKE WITH FULL CREDIT. ENJOY READING…

 

Main Cast:

Choi Jihyo

Lee Sungmin

 

Supporting Cast:

Minho Shinee

SG

SJ

StrongHeart MC

and else

 

JIHYO’S LOVE STORY start >>

 

 

seharusnya hari ini kami masih libur tapi aku, Hyejin onnie, dan Hamun si baby magnae yang ada di Seoul diminta jadi bintang tamu direality show StrongHeart. hyun ah onnie dan min ah onnie yang berlibur di Jepang dapat menikmati liburannya lebih lama karena appa tak memaksa mereka untuk kembali. menyebalkan sih, tapi ya sudahlah. Sebelum ke studio StrongHeart, Hyejin onnie dan aku melaju ke sekolah Hamun untuk menjemputnya lalu melesat ke tempat tujuan. akhirnya sampailah kami ditempat ini.

 

begitu kami tiba, kami langsung dirias. hamun, dengan kulit yang masih muda sudah selesai dirias hanya dalam waktu 10 menit. imagenya yang simpel membuatnya tak perlu berdandan lama-lama. aah, aku rindu kulitku dulu haha sedangkan hyejin onnie masih harus bersabar menunggu di depan kaca. tapi untungnya hal ini tak berlangsung lama padaku. masih ada waktu 20 menit sampai syuting dimulai. sambil menunggu aku membaca-baca script yang tadi sudah diberikan.

“choi jihyo.. jihyo ah.. Jihyo.. Yaa choi jihyo”

 

mungkin saking seriusnya, aku sampai tak memperdulikan orang yang menyapaku daritadi itu sampai-sampai dia berbuat seperti ini, “jihyo ah, saranghae” ucapnya dengan suara khas tepat ditelingaku yang tentu langsung mendapatkan perhatianku. aku menoleh kesumber suara dan mendapati wajah tampan choi minho hanya berjarak 1 cm dengan wajahku sehingga membuatku terperanjat dan jatuh dari tempat dudukku. dia sungguh mengagetkanku. aku bangkit dan segera menjitak kepalanya. “yaa minho! jaga omonganmu! bisa timbul gosip yang aneh-aneh nanti. jangan menggodaku seperti itu lagi. kau tak berubah. menyebalkan.” omelku padanya lalu kembali duduk disampingnya.

 

“kau sih, sudah kupanggil daritadi tapi tak menyahut. tapi kalaupun ada gosip antara choi minho shinee dan kang hamun SG, aku tak masalah” katanya sambil tersenyum manis padaku. aku menempelkan dahinya dengan dahiku, aku pikir dia sakit panas atau apa tapi suhu badannya sama kok berarti ada yang tak beres dengan isi otaknya sampai ia membuat pernyataan seperti itu. “yaa minho, kurasa kau perlu banyak istirahat. otakmu sudah mulai ga beres” ucapku yang membuatnya ketawa.

“kau mau cerita tentang apa nanti?” tanyaku iseng daripada harus diem-dieman. “apa ya? liat saja nanti. hehe yang jelas aku akan mencurahkan isi hatiku yang selama ini kupendam” jelasnya.

 

baru aku mau bicara lebih kanjut tapi Hyejin onnie sudah memanggilku,”jihyo, kajja. bentar lagi syutingnya dimulai”.

“Aku duluan. bye minho” ucapku dan berlalu meninggalkannya.

 

syuting pun dimulai, kang hodong ajjusi dan lee seunggi sunbae mulai memperkenalkan bintang tamu hari ini, “ini dia gadis-gadis cantik yang dikenal seantero dunia, song hyejin, choi jihyo dan kang hamun!”

 

“annyeonghaseyo hyejin imnida” ucap hyejin onni dengan gayanya yang anggun

“annyeonghaseyo jihyo imnida” ucapku sambil membungkuk sedikit

“annyeonghaseyo hamun imnida” ucap hamun sopan

 

begitu perkenalan singkat tadi, sekarang tiap peserta mulai menceritakan topik yang mereka pilih. dan sekarang giliran hyejin onnie. ia bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan Hamun yang membuatnya bisa duduk disini.

“mungkin kalau kalian belum mengenal hamun dan baru 1, 2 kali berbicara dengannya, kalian pasti akan sebal dengannya dan mengira ia belagu, judes, dan sombong karena itu yang aku, min ah, hyun ah, dan jihyo rasakan. dia agak susah bersosialisasi jadi ia lebih suka menyendiri dan terkesan cuek di lingkungan barunya. Tapi ia sangat baik dan perhatian. saat aku training, beberapa kali aku hampir menyerah dengan training SM yang berat itu namun aku berusaha menyembunyikan perasaan itu dengan wajah ceria dan senyuman tapi ternyata hal itu tak dapat menipu hamun. tiba-tiba ia datang padaku dan berkata, ‘the beginning is always the hardest. but don’t doubt your self. you can do it onnie and you’ll be the winner.’ ” cerita hyejin onnie yang membuat wajah Hamun berubah jadi apel. “yaa hyejin onnie ah itu kan rahasia!” protesnya namun onnie hanya memberikan merong pada Hamun. ya, itulah Hamun, dulu aku juga sebal padanya. sungguh. haha

 

sekarang giliran tuan muda choi minho. aku agak penasaran dengan topiknya yaitu ‘flower lady’ kira-kira siapa ya yang membuat pangeran nyebelin ini jatuh hati?

 

“wow flower lady? siapa kira-kira gadis yang sudah merebut hati pangeran ini ya?” tanya kang hodong ajjusi yang membuat para wanita di studio histeris.

 

sebelum minho mulai bercerita, lee seunggi oppa bertanya, “oia, jihyo dan minho sudah saling mengenal sebelumnya ya?”

“nde. dia musuhku” ucap kami bersamaan yang disambut tawa dan heran oleh semua yang di studio.

“wae?” tanya lee seunggi sunbae

“ia teman sekolahku dulu. ia sangat tengik, usil, dan belagu” jelasku

“yaa! Jihyo ah! kau duluan kan yang cari gara-gara? kau yang selalu menantangku saat itu!” balas minho tak mau kalah dan seisi ruangan jadi tertawa karena kami. ya begitulah hubungan kami. dia adalah ketua osis yang perfeksionis. ia menuntut semuanya mematuhi peraturan dan aku yang tak bisa diam dan tak suka dikekang ini adalah salah satu musuh dan ia pasti berpikir, “harus kuberantas!” ahahahaha lucu juga kalau ingat masa SMAku dulu.

“arra, arra, sekarang kembali ke minho. minho, started!” ucap lee seunggi sunbae yang berarti minho harus segera memulai ceritanya.

 

“flower lady, aku menganggapnya seperti itu. gadis pertama yang menggugah hatiku. dia cantik, gamers, bebas, usil, childish, juga jago berkelahi namun dia sangat perhatian, dan jujur. dia temanku saat SMA.” lanjut minho yang disambut teriakan histeris para yooja dan membuat kang hodong menyerbunya dengan berbagai macam pertanyaan, “apa sampai saat ini kau masih keep contact dengannya?” tanya kang hodong ajjusi

“nde. tapi dia sangat sibuk, jadi hanya sesekali aku mengirimnya sms” jawabnya

“sms? dibalas? kenapa tak langsung menelponya?” kini giliran lee seunggi sunbae yang bertanya

“nde, aku tak berani kalau menelponnya. aku sangat nerveous” lanjut minho.

“Lalu apa yang membuatmu suka padanya?” tanya leeteuk oppa yang adalah salah satu member teukigayo

“aku suka pada keberanian dan keyakinannya pada dirinya sendiri. aku pernah bertanya padanya tentang impiannya saat aku marah besar padanya karena itu sudah kesekian kalinya ia melanggar peraturan dan dengan berani ia menjawab ‘aku tidak tahu. my life isn’t great right now, but don’t doubt me, my life will be great’ itu katanya dan detik berikutnya aku mulai menyukai gadis itu sampai sekarang” terang minho

 

tunggu.. Bukan aku ke ge.eran, namun aku pernah mengalami kejadian yang sama seperti itu. tapi tak mungkin yang ia sukai itu aku. dia kan punya dendam kesumat padaku haha

 

“lalu apa kau sudah mengutarakan perasaanmu?” tanya eunhyuk oppa

“sudah. berulang kali. dan dia menganggap aku hanya menggodanya karena dia pikir aku membencinya” jawab minho yang membuat semuanya serentak ber”aaaaaahh” ria. sayang sekali. kurasa para gadis yang melihat tayangan ini akan mengutuk gadis yang bodoh itu

“nah minho, karena kau sedang di strong heart, coba utarakan perasaanmu padanya sekali lagi” usul kang hodong ajjusi

“jeongmal?”

“nde”

 

begitu dengar usulan kang hodong, minho segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan.. kearahku? ngapain dia?

“yaa kau kenapa minho?” tanyaku yang bingung dengan maksud tangannya yang ia ulurkan padaku.

Ia hanya menjawab dengan sebuah wink nakal darinya. ya sudahlah, aku ikuti saja. aku menerima tangan itu dan ikut turun kebawah panggung disambut dengan teriakan para yooja yang makin histeris

“wow? apa apaan ini? minho sshi, apa yang kau maksud temanmu adalah Jihyo?” tanya kang hodong ajjusi dan minho menjawabnya dengan anggukan

“Choi Jihyo, saranghae. sejak hari saat itu, mataku tak pernah bisa lepas darimu. aku tak menggodamu. ini buka caraku balas dendam padamu. tapi aku sungguh-sungguh. saranghae” ucapnya lalu ia mengakhiri pengakuan itu dengan mencium keningku dan semua yang hadir disitu mulai histeris

 

*****

 

sudah seminggu berlalu tapi ‘pernyataan cinta sang pangeran’ masih menjadi headline dimana-mana. dan entah mengapa, dari berbagai pihak menyatakan bahwa mereka ‘setuju’ jika minho berpacaran denganku dan mereka harap aku segera menerimanya. leader member shinee, onew  berkata, “aku harap Jihyo mau menerima minho. dulu ia pernah bercerita bahwa dia sudah lama menyukai temannya itu. dan ternyata itu Jihyo. mereka sangat cocok menurutku.”

tapi yang menjadi pikiranku adalah sungmin. aku takut dia marah. Seminggu ini aku tak bertemu dengannya karena dia sedang di singapure untuk ss3. tapi biasanya ia pasti menghubungi namun kali ini ia tak menghubungiku. ia juga tak membalas sms ataupun mengangkat telponku. akhirnya kemarin ia pulang dan kuputuskan sepulang sekolah nanti aku langsung pergi ke dormnya.

 

“sungmin oppa.. sungmin oppa.. tunggu! yaa! kau mau kemana? aku baru saja datang untuk menemuimu tapi kau malah mau pergi!” protesku sambil mengekor kemanapun dia berputar di dormnya mencari segala macam aksesoris untuk ia pakai.

Ia tak menjawabku. menatapku juga tidak, hal itu membuat emosiku meluap sampai aku tak sadar air mataku mulai mengalir.

“yaa lee sungmin oppa!” teriakku sambil terisak dan akhirnya ia menoleh kearahku

“kenapa kau seperti itu padaku? Seminggu ini oppa juga tak menghubungiku. oppa marah padaku? Oppa marah karena minho?” tanyaku masih sambil terisak.

ia mendesah panjang, “aku sibuk Jihyo. jangan bahas itu sekarang” kata Sungmin lalu kembali berputar-putar keluar masuk kamar oppa-oppa yang lain. oppa-oppa yang ada disitu hanya diam sambil memperhatikan gerak-gerik kami.

aku terus mengikuti Sungmin. “oppa… oppa…” rengekku berusaha menarik perhatiannya. akhirnya ia berhenti di depan cermin untuk memasang kancing lengan kemeja.

aku melihat ia kesusahan. aku berniat menolongnya tapi dengan kilat ia menepis tanganku. aku kaget dengan sikapnya itu dan membuatku meledak.

 

“oppa! look at me! i don’t like this situation! kau marah padaku karena minho? kenapa kau seperti ini?! kenapa oppa tak percaya padaku?! jelaskan!” protesku padanya

“kalau begitu sekarang cium aku. disini.” ucap sungmin oppa sambil menunjuk bibirnya.

“a.. a.. nde?” tanyaku tak yakin dengan pendengaranku

“cium aku” ucapnya memperjelas

aku terdiam. otakku mulai berpikir. cium? gimana ini? kami memang pernah berciuman tapi dia yang memulai. aku malu

“ehm.. op..”

“kau tak bisa kan?”

“he?”

“inilah yang membuatku tak percaya padamu. kau tak pernah menciumku duluan. akhir-akhir ini pun kau jarang menelponku. kau hanya membalas smsku dengan ‘oke oppa. Hehe. Gbu.’ kalau bertemu pun kita jarang berbicara seperti dulu. itu yang membuatku ragu pada perasaanmu!” bentaknya yang tentu saja membuatku kaget dan kecewa sampai air mataku mengalir dengan deras.

“oppa.. wae? kukira kau sudah mengerti diriku. aku akhir-akhir ini juga sibuk oppa.. jadi sekarang oppa mau bagaimana?” tanyaku sambil terisak namun ia tak menjawab dan hanya diam saja mengisyaratkan ‘sebaiknya kita putus’

“baiklah oppa” aku menahan tangisku dengan menggigiti bibir bawahku “anggap saja semua ini tak pernah terjadi dan kita cuma sekedar sunbae-hoobae yang saling menyemangati. bye oppa” ucapku sambil berjalan keluar dari dorm itu sambil menangis sampai-sampai aku tak memperhatikan jalan dan menabrak hyejin onnie di depan pintu dorm itu

“mianhe onnie” ucapku

“Jihyo ah, wae geude?” tanyanya tapi aku tak mau membuatnya khawatir

“aniyo. onnie aku ke studio duluan ya. aku harus latian koreo sama hamun dan taemin buat duet di MB besok. bye onn” ucapku dan secepat kilat aku menuju studio tempat kami latihan

 

*****

 

aku sudah tiba di studio. sebelum membuka pintunya, aku menghapus air mataku dan berusaha memasang wajah ceria. “annyeong”  sapaku begitu aku membuka pintu itu. ternyata hanya ada minho oppa yang sedang bermain gitar sambil menerawang ke langit. mendengar sapaanku ia segera berdiri, meletakkan gitarnya dan jadi salah tingkah. Aku dapat merasakan kegugupannya

 

“a.. a jihyo ah. ehm, silahkan duduk. kau mau apa? kopi? ani ani, susu? aniyo. apa teh? ehm no no. apa..”

“minho, hentikan. bersikaplah seperti biasanya.” ucapku agar ia bisa tenang. aku segera duduk di sofa dan membelakangi minho agar ia tak tahu air mataku mengalir lagi tapi ternyata hal itu tak dapat membohongi instingnya yang kuat

 

“jihyo ah.. kau sedang menangis ya?”

“Aniyo.. aku tak menangis” kataku berusaha mengelak

“kau menangis karena siapa? pacarmu?” tanyanya lagi dan kupikir percuma saja mengelak. instingnya sangat kuat. toh minho tak tahu kalau aku pacarnya sungmin. yang tahu hubungan kami hanya member SG dan SJ

“nde..” jawabku akhirnya dan tiba-tiba ia berpindah ke hadapanku dan menggenggam tanganku erat

“Jihyo ah.. kalau kau berpacaran denganku, aku tak akan membuatmu sedih dan menangis seperti ini. apa aku tak punya kesempatan? Jihyo ah.. jeongmal saranghae” ucap minho dengan lembut dan hal itu membuatku menangis lebih kencang. suara bass minho yang lembut sangat berbeda dengan suara sungmin dan itu membuatku sadar, ternyata.. aku memang tak bisa jika bukan dengan sungmin. Jantungku tak berdetak 2x lebih kencang jika bukan Sungmin yang mengatakan ‘saranghaeyo’

 

“mianhe minho.. mianhe.. aku tau perasaanmu sangat tulus namun aku tak bisa. meski ia sudah memutuskanku tapi.. aku masih sangat mencintainya. dan ternyata aku tak bisa jika tanpa dia” ucapku sambil terus terisak. tiba-tiba aku merasakan pelukan hangat dari belakang. kupikir itu minho tapi ternyata..

“hyung? sungmin hyung?” ucap minho tak percaya. mendengar nama itu, aku segera membuka mataku, berbalik dan mendapati sungmin oppa sedang memelukku.

 

“mianhe.. mianhe Jihyo. Jeongmal mianhe. aku sudah sangat egois dan kekanak-kanakan. keberanian minho menyatakan perasaannya padamu didepan publik membuatku kalut dan kehilangan kepercayaan diri dan aku takut kau akan berpaling padanya. aku tak bisa jika bukan kamu Jihyo.” ucap Sungmin oppa sambil memelukku makin erat. Aku bisa merasakan jantungnya berdetak sangat kencang.

 

“ehm.. kalian lupa kalau ada aku disini?” tanya minho usil

“mi.. mianhe” ucapku salah tingkah. aku merasa bersalah pada minho. aku tak bisa membalas perasaannya.

“arra arra.. kau tak perlu merasa bersalah padaku. kalau sainganku Sungmin oppa, aku tak akan bisa menang. Kita beda karakter hehe”

“akhirnya kau sadar juga. jangan dekati dia lagi” ancam Sungmin

“Cih, ternyata Sungmin hyung cemburuan ya.. kalau itu aku ga janji ya hyung. habis Jihyo imut sih” ucap minho  sambil mencubit pipiku yang segera ditepis oleh Sungmin oppa. aku hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.

“cih, hyung menyebalkan. arra arra selamat bermesraan. aku keluar dulu” ucap minho meninggalkan kami berdua

 

****

 

“cih, minho menyebalkan” protes Sungmin oppa yang masih memelukku seperti aku ini bonekanya

“cih, oppa juga menyebalkan. tak kusangka oppa cemburuan. hampir saja kita putus” omelku yang membuatnya terdiam.

“mianhe Jihyo ah” ucapnya lirih

“arra.. arra.. lalu apa yang membuat oppa sadar sampai mengejarku kesini?” tanyaku penasaran

“hyejin”

“bagaimana bisa?”

 

“5 menit setelah kamu keluar dari dorm, iya datang menemuiku dan mulai menasehatiku. awalnya dia menggunakan cara yang lembut tapi aku terlalu keras kepala. aku tak mendengarkannya. akhirnya ia keluar dari kamarku dan kembali lagi dengan sebuah sapu ditangannya. ia memukul pantatku berulang-ulang. kalau aku lari, ia mengejarku sampai dapat dan memukulku lagi dan dia bilang ‘aku menyesal membiarkanmu berpacaran dengan Jihyo. Kau hanya laki-laki egois! kau tak bisa menjaganya. kau tak bisa membahagiakannya. akan kusuruh ia berpacaran dengan minho saja!’ dia mengatakan itu sambil terus memukuli pantatku tapi hal itu membuatku sadar. dia memberitahuku dimana kamu sekarang dan aku langsung melesat kesini” jelas Sungmin

“sekarang oppa percaya padaku?”

“ani. cium aku dulu” ucapnya sambil menunjuk tempat yang harus aku cium

“ppali..” rengeknya

 

aku menelan ludah dan memberanikan diriku.  Aku menutup mata agar tak malu dengan apa yang kulakukan

wajah kami tinggal 1 cm tiba-tiba..

 

“braaak” pintu studio itu didobrak oleh Siwon oppa, hyejin, min ah, hyun ah onnie dan Hamun

“JIHYO!! gwencana?!” tanya mereka bersamaan

“eh, sudah baikan toh” ucap min ah onnie

“kami menggangu ya?” tanya hyun ah

“yaa Sungmin hyung kau!!!” ucap siwon oppa kesal untung ada Hamun yang tahu gimana caranya mengatasi oppaku itu.

“oppa, kajja, kita keluar” ajak Hamun pada Siwon oppa sambil menggandeng tangannya dan seperti sihir, Siwon oppa yang keras kepala bisa patuh hanya dengan 1 kalimat yang keluar dari bibir Hamun

“wah, Jihyo mau mencium Sungmin oppa duluan. Jihyo agresive juga ya ternyata” goda hyejin onnie yang disambut anggukan member lain dan mukaku sudah berubah jadi tomat sekarang.

“ONNIE!!!” teriakku malu sambil melemparkan bantal sofa yang ada didekatku

“onnideul.. ayo keluar.. jangan ganggu orang yang lagi pacaraaaaaan” teriak Hamun dari luar

“iya iya kami keluar” ucap mereka dan aku sudah kehilangan kosa kata saking malunya.

“nah mereka sudah keluar sekarang cium aku ya” ucapnya dan kali ini aku harap tak ada yang mengganggu agar saat ini segera berlalu.

 

wajah kami tinggal 0,5 cm tapi tiba-tiba.

“BRAK” pintu didobrak dan kali ini orangnya adalah Kyuhyun dan Zhoumi. Oppaku yang lain

“Yaa! Jihyo! jangan cium sungmin hyung!” ucap mereka sambil menarikku menjauh dari Sungmin oppa.

“Yaa Jihyo pacarku!!”

 

Dan dimulailah perdebatan mereka. oke. aku tak tahu sampai kapan mereka akan berdebat.

“oppa, bye aku latihan dulu ya. lanjutkan saja perdebatan kalian tanpa aku”

“JIHYOOO!!”

 

Kurasa masih  banyak masalah dalam hubunganku dengan Sungmin oppa tapi aku yakin, kami bisa mengatasinya. kekuatan cinta memang dahsyat!

 

-THE END-

@esterong

 

hihihihihi bgaimana onniedeul? kekekkee

mianhe ya kalau kurang memuaskan.. :))

ini ff requestnya kak carla hehehe

ayo semangat lanjutkan sibling complexnya :))

 

kommmmmmeeeeeeeeeeeen kekekkeke :)))))))))))))))))))))))))))))))