Annyeong yorobun🙂 maaf menganggu dengan ff ini kekeke

awalnya mau bikin tentang Siwon tapi lama-lama imagenya malah kayak kibum.

Jadi ga jadi deh bikin ff buat siwon, malah buat Sonrye😄

aku rombak dari awal deh dan akhirnya jadilah ff ini kekkek

mianhe kalau kurang memuaskan dari berbagai segi

Enjoy reading ya😀

 

 

>>>>>>

 

 

Park Sonrye Side story:

I broke up with him today. I told him i wasn’t happy. He didn’t even ask why. I thought he would ask me to stay. But he didn’t. He just let me go. And just like that, i lost the guy i waited so long.

 

Kim Kibum Side Story:

She broke up with me today. She said she wasn’t happy. I was too hurt too ask why. I wanted to stop her from leaving. But if she’s not happy with me, there’s no way i can make her stay. So i just let her go, and just like that, i lost the girl i was dreaming for so long.

 

*****

 

SONRYE POV

 

“Arrgh, kenapa libur cepat sekali berlalu?!” gerutu sahabatku sambil mengacak rambutnya frustasi.

Aku pun yang menyadari kenyataan menyedihkan itu hanya bisa menghela nafas panjang. “Bagaimana lagi Hamun? Ini memang penderitaan kita sebagai pelajar,” ujarku berusaha menenangkan

Hamun menatapku pasrah, “Cih, kau benar Sonrye. Ya sudahlah, kita nikmati saja. Toh 6 bulan lagi kita lulus,” ujarnya

“Itu baru semangat hahaha kajja, kita ke aula. Kurasa akan ada pengumuman penting sampai kita semua harus kesana,” ajakku sambil menarik tangan Hamun.

 

*****

 

Hari ini adalah hari pertama kami -para siswa- di semester ke 2. Tapi sebelum memulai pelajaran, semua murid dikumpulkan di aula besar untuk mendengar beberapa pengumuman yang akan disampaikan oleh kepala sekolah.

Derap langkah siswa bergema mengisi aula yang tadinya kosong. Semua berbaris berbanjar berdasarkan warna seragam mereka yang menunjukan identitas kelas mereka. dimulai dari kelas A di ujung paling kiri dan diakhiri oleh kelas H. Barisan paling depan diisi oleh para murid kelas X diikuti murid kelas XI dan XII dibelakangnya.

Setelah ruangan terisi penuh, pak kepala sekolah mulai berbicara.

“Mulai besok dan untuk beberapa bulan kedepan, saya akan digantikan oleh anak tunggal saya yang baru saja pulang dari Amerika,” katanya dan seorang perempuan cantik dengan body s-line, make up yang agak tebal, dan pakaian yang modis naik ke atas podium dan memperkenalkan diri.

“Hai, namaku song hyejin. Aku harap kita bisa bersenang-senang selama beberapa bulan ke depan,” terangnya sambil mengibaskan rambut panjang ikalnya ke belakang

“Oh man, aku tak suka gadis berlagak ratu seperti dia. Mau jadi apa sekolah kita ini ditanggannya? HELL NO,” celoteh Hamun yang disambut dengan anggukan setuju dariku dan teman sekelasku yang lain.

Setelah perkenalan itu selesai, kepala sekolah menyampaikan pengumuman yang kedua.

“Pengumuman ini khusus untuk murid kelas 12-H,” ucapnya yang membuat semua mata tertuju pada kelas H, kelasku, yang berada dipaling belakang pojok kanan. Mendengar itu membuat kami -para siswa kelas 12-H- menelan ludah karena kami yakin bahwa pengumuman ini bunyinya tidak bagus. Dan hal itu terbukti.

“Absen dan nilai-nilai kalian selama semester 1 dapat membuat kalian tidak lulus. Harap segera memberbaikinya di semester ini. Tolong jadikan kelas A sampai G sebagai panutan kalian,” ucapnya mengakhiri pengumuman tersebut.

“Aku tak menyangka kita separah itu,” ujar Hamun tak percaya yang disetujui oleh hampir semua anak sekelas.

 

Sekedar info, rencana awal pembangunan sekolah ini setiap grade hanya 7 kelas tapi entah apa yang terjadi, kelasnya jadi bertambah satu, yaitu kelas H sehingga terjadilah suatu diskriminasi karena mereka menganggap anak kelas H adalah ‘kelas buangan’ yang berisi berandalan-berandalan pembuat onar, orang miskin, dan  murid bodoh. Dan yang unik dari sekolah kami adalah setiap kelas memiliki warna seragamnya masing-masing sesuai warna pelangi. Me-ji-ku-hi-bi-ni-u adalah warna seragam untuk kelas A sampai G dan kelas H diberi warna coklat.

Dan sekarang kepala sekolah menyampaikan pengumumannya yang ketiga.

“Anak-anak, kali ini kalian akan mendapatkan guru praktek baru yang akan mengajar matematika. Silahkan pak naik ke atas podium untuk memperkenalkan diri,” katanya mempersilahkan guru baru itu.

Semua siswi sangat heboh melihat pria muda nan tampan sedang berjalan menuju podium namun reaksi itu sangat berlawanan denganku. Aku tercekat. Aku menatap pria itu lekat-lekat dengan tatapan tak percaya. Aku yakin aku tak salah orang. Aku yakin bahwa pria itu adalah orang yang sangat aku kenal luar-dalam.

“Namaku Kim Kibum dan mulai hari ini akan mengajar matematika pada kalian. Mohon bantuannya. Terima kasih,” ucapnya mengakhiri perkenalan dirinya. Seketika itu juga para siswi jadi makin heboh karenanya

 

*****

 

“Jadi anak-anak, konvers dari p  q adalah q → p. Inversnya adalah ~p → ~q. Kalau kontra posisinya? Ada yang bisa?”

“Omona.. Sonrye-ah! Tampan sekali guru itu! Saat mengajar jauh lebih tampan! Aku harus jadi pacarnya! Biar lebih semangat belajar buat test nanti,” kata sonrye padaku ditengah pelajaran matematika ini.

“Aniyo! Dia milikku juga!” sela Hyungrim yang ada disebelah kiriku

“Apa dia sudah punya pacar ya? Ani.. Dia tidak boleh punya pacar. Awas saja kalau ternyata sudah ada pacarnya. Aku pasti akan membuat mereka putus,” kata hyungrim yang disetujui oleh Hyunjae

“kau juga setuju kan Sonrye? Nanti bantu kami ya. Kau kan paling kreatif soal ngerjain orang gini,” pinta hyungrim dan aku hanya bisa menjawab dengan senyum yang kupaksakan.

Karena.. Akulah gadis yang ‘kalau ketahuan’ bakal mereka kerjain nantinya

 

*****

 

“Yaa Kibum oppa! Kenapa kau tak memberitahuku lebih awal? Tahu kau akan mengajar di sekolahku, kubuat jelek dulu tampangmu itu,” omelku begitu tiba di kamar pria-super-sangat-tampan bernama Kim Kibum.

Kibum oppa yang daritadi serius berkutat dengan buku-buku di meja belajarnya terperanjat saat melihatku yang tiba-tiba muncul di belakangannya. “Yaa, masuk darimana kau? Aku kan sudah mengunci pintu?” tanyanya lalu kembali berkutat dengan buku-buku itu.

“Tapi kau tidak mengunci jendelamu, oppa sayang,” ucapku dengan menyunggingkan senyum kemenangan sambil menunjuk jendela yang terbuka lebar itu

“Lalu apa yang membuatmu kesini?” tanyanya tanpa menatapku. Ia terus saja berkutat dengan materi pembelajarannya di mejanya itu

Aku mendekati oppa, mengalungkan tanganku dilehernya dari belakang, dan meletakkan kepalaku dibahunya. “Aku rindu padamu, oppa,” ucapku padanya.

Aku sangat mengerti Kibum oppa. Ia pasti akan luluh.

Kibum oppa menghela nafas panjang, meletakkan pulpen yang sedari tadi digenggamnya lalu ia mulai mengelus kepalaku. Hal ini memberikan ketenangan padaku. Aku tersenyum kecil saat kenangan tentang Kibum oppa tiba-tiba mencuat.

 

Kim Kibum atau Kibum sem adalah tetanggaku, sahabat oppaku, yang lebih tua 7 tahun dariku. Tampan, dingin, dan kata oppaku dia dulu adalah berandalan tengik lalu entah sejak kapan ia bertobat dan memutuskan untuk jadi seorang guru.

Pada awalnya aku sangat takut padanya. Tapi pikiran itu berubah saat oppa menemukanku yang hilang di taman bermain saat usiaku 7 tahun.

Aku yang saat itu masih kecil dan kehilangan orang tua, tak tahu harus berbuat apa, dan hanya bisa menangis meraung-raung dalam ketakutan.

Tapi Kibum oppalah yang menemukanku, memeluk dan mengusap kepalanku hingga aku tenang.

Dengan senyum yang sangat lembut ia berkata padaku, “Jangan takut. Oppa akan menjagamu, oppa akan menggandeng tanganmu agar kau tak hilang lagi. Oppa berjanji tak akan melepaskanmu,” lalu ia menggandengku sampai aku bertemu dengan omma dan appa.

Sejak hari itu, aku tergila-gila dengannya. Perasaan itu makin lama, makin kuat sampai aku tak sanggup menahannya lagi. Perasaan itu pula yang mendorongku untuk menyatakan perasaanku pada oppa.

Sudah ribuan kali aku mengatakannya dan ribuan kali pula oppa menolaknya tapi setelah perjuangan panjang akhirnya sebulan yang lalu, tepat di hari ulang tahunku ke-17, oppa menerimaku menjadi pacarnya! Karena itu aku berjanji tidak akan menyerahkannya pada gadis lain begitu saja setelah perjuangannya yang panjang ini. Perasaannya sejak umur 7 tahun ini tak akan terkalahkan.

 

“Yaa Sonrye, sudah 10 menit kau memelukku seperti ini. Kaa.. pulang sana,” ujarnya sambil bangkit dari kursinya, yang membuatku mau tak mau, harus mau melepaskan pelukanku. Aish, padahal aku masih sangat merindukannya. Aku pun mencari akal untuk mengulur waktu.

“Aniiiyo. Katakan dulu, ‘Sonrye ah, saranghae’ baru aku pulang. Kalau kau tak mengatakannya, aku akan menginap disini,” ancamku

“Kau tak mau pulang? Baiklah,” ujar oppa tenang sambil meyunggingkan senyum licik.

Kibum oppa maju selangkah, menjepit kakiku dengan sebelah tangannya, dan membopongku dipundaknya.

“Oppa turunkan aku!” pintaku tapi oppa hanya tertawa melihatku yang meronta-ronta dari tadi. Namun langkah kaki Kibum oppa terhenti tiba-tiba dan dengan segera ia menurunkanku.

“Ada apa oppa?” tanyaku yang belum mengerti situasi yang ada. Aku mengikuti arah pandang Kibum oppa dan mendapati seorang gadis yang menatap tajam kami berdua diambang pintu rumah Kibum. Gadis yang akan jadi mimpi buruk dalam hubungan kami.

“Nona hyejin? Bagaimana anda bisa disini?” tanya Kibum oppa membuka suara

Gadis yang ternyata adalah Song Hyejin, kepala sekolahku untuk sementara waktu itu, memandangku dengan sinis sambil melirikku tajam dari bawah ke atas lalu ke bawah lagi.

Dengan berkacak pinggang, ia mulai mengeluarkan suaranya. “Kau Sonrye, murid kelas H kan? Appaku sudah memperingatkan aku tentang dirimu. Sedang apa kau disini?!” tanyanya.

Belum sempat aku menjawab, dia sudah mendengus kesal, “Cih! Jadi kau pacarnya Kibum? Jadi hanya karena gadis jelek sepertimu Kibum menolakku?” lanjutnya sambil menatapku penuh dendam. Aku yang tak mengerti maksud nona itu menatap Kibum oppa dengan tatapan meminta penjelasan.

“Hm.. sebenarnya bisa saja besok salah satu dari kalian berdua akan dikeluarkan jika hal ini menyebar ke lingkungan sekolah. Tapi kalau kalian tak mau hal itu terjadi, detik ini juga kalian berdua harus putus!” ucap nona muda dengan lagaknya yang bak ratu seenak udelnya.

Hal itu membuatku naik darah. “yaa, kau! nona muda manja dan menyebalkan! Kenapa kau bisa ngomong semudah itu? Setelah semua perjuangan dan penantianku yang panjang, aku tak akan menyerahkan oppa pada siapapun! Sebarkan saja! Aku tak takut jika aku dikeluarkan!” balasku tak peduli kedudukanku sebagai murid dan ia yang seorang kepala sekolah sementara.

Baru Hyejin mau membalas, Kibum oppa sudah menyela, “Mianhata Agasshi, aku tak akan membiarkan Sonrye dikeluarkan,” ujar oppa yang membuat nona itu tercengang. Kibum oppa terdiam sebentar seperti berpikir. “begini saja, kita adakan taruhan. 2 minggu lagi ada pekan ulangan harian. Jika rata-rata Sonrye tak mencapai 90, aku akan memutuskannya tapi jika ia sanggup, kau berjanji tak akan mengganggu kami lagi,” tawar Kibum oppa

Hyejin tampak berpikir dan akhirnya ia menyetujuinya. “ide bagus, karena pasti ia tak akan sanggup mendapatkan nilai segitu. Baiklah..” ujarnya yang membuatku bingung harus lega apa khawatir.

“tapi aku tambahkan. Selama 2 bulan kedepan aku tak mau melihat kalian berdua bersamaan!” lanjutnya dan Kibum menyetujuinya

“Sonrye, selamat menikmati kekalahanmu ya,” ucap hyejin dengan seringai menyebalkan.

 

Aku tak memperdulikan gadis itu. Yang kupikirkan sekarang adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan nilai sebagus itu dalam waktu singkat. Dan sebuah nama terbesit di otakku, Lee Eunhyuk.

 

*****

 

“Lee Eunhyuk sshi, aku Park Sonrye dari kelas H. kau mau menjadi guruku sepulang sekolah?”

“Boleh saja. Aku sudah dapat beasiswa di kampus K dan tak ikut bimbingan jadi aku punya waktu luang. Aku juga sedang cari kerja sambilan sebagai guru privat.”

 

HAHAHA lihat saja Hyejin, aku akan membuatmu menyesal pernah mengenalku!

 

*****

 

“jadi, x1+x2 = -b/a dan x1.x2 = c/a  mengerti?” tanya seorang namja yang sedang duduk dihadapanku. Aku tak menjawab melainkan hanya garuk-garuk kepalaku yang tak gatal.

Aku sedang dirunding rasa penyesalan. Meminta lee Eunhyuk, murid kelas A paling pintar sebagai guru privat sepulang sekolah adalah suatu kesalahan fatal.

Seseorang yang kukira akan menolongku, ia malah membuatku makin terpuruk.

“Sonrye, kenapa kau cemberut? Kau tak suka? Bukannya kau sendiri yang minta kuajari?” tanya lee Eunhyuk. Kurasa dia bisa membaca raut wajahku.

“ha ha ha ya ya aku senang belajar bersama lee Eunhyuk” ucapku dengan senyum yang amat sangat dipaksakan

aku terlalu lugu. Aku kira minta diajari oleh murid paling pintar seangkatan” adalah ide yang brilliant. Ternyata aku tertipu! Lee Eunhyuk memang pintar tapi mengerikan! Kurasa sebentar lagi otakku akan meledak.

 

“tak kusangka kau sebodoh ini. Ini soal smp Park Sonrye,” ujar lee Eunhyuk tanpa memperdulikan perasaanku

“ehm.. Eunhyuk, sudahan ya.. sepertinya aku tak sanggup mengikuti metodemu” ucapku jujur, untuk mengkahiri les privat ini. Aku harap les privat ini akan segera berakhir.

“jadi, kau tak mengerti apa yang kuajarkan?” tanya Eunhyuk yang kujawab dengan anggukan mantab.

“jadi cara mengajarku yang salah? Atau aku yang salah? Baiklah, aku akan mengajarmu sampai kamu mengerti. Aku akan mengejarmu kemanapun kau pergi. dan kali ini akan kugratiskan. Kau harus banyak berterimakasih padaku. Hari ini cukup sampai disini sebagai pemanasan” ucapnya.

“tapi besok, kau harus datang. Kalau tidak, kau akan merasakan akibatnya. Bye,” pamitnya lalu meninggalkanku duluan. Aku terpaku di tempat dudukku. Aku tak sanggup menerima kenyataan ini. Aku kira dengan berkata jujur tentang yang apa yang aku rasakan akan membawaku menuju kebebasan tapi salah. ternyata ini adalah awal dari penderitaanku.

 

*****

 

Hari ini aku kembali bersekolah seperti biasa tapi aku merasa kurang bersemangat karena dari kemarin aku belum bertemu dengan Kibum. Aku ingin bertemu diam-diam dengan Kibum oppa tapi nona muda manja menyebalkan itu selalu menempel pada Kibum. mau bertemu di rumah pun tidak bisa karena sampai jam 12 malam aku menunggu, Kibum tak kunjung datang.

“yaa, Sonrye ah, kau tau gosip paling hangat pagi ini?” tanya hyungrim padaku yang kujawab dengan mengangkat kedua bahu tanda aku tak tahu.

“ternyata pacar Kibum sem adalah hyejin! Nona muda itu! Aiiisssh! Sainganku berat sekali!” ujar Hyungrim yang tentu tidak kupercayai. Aku yang tak mengerti bagaimana gosip itu bisa beredar berusaha meminta penjelasan dari Kibum oppa. Aku mencarinya ke ruang guru tapi yang kutemukan malah hyejin yang sudah duduk disamping Kibum dan berusaha menyuapinya meski Kibum sudah menggeleng tanda ia menolaknya. Tapi hyejin terus memaksa sampai akhirnya Kibum mengalah. Aku dapat merasakan Hyejin sedang menatapku sekarang. Ia yang melihatku berdiri terpaku diambang pintu langsung memamerkan senyum kemenangan padaku. Bagus, kau sudah membuat emosiku memuncak. Aku benci melihat senyum itu. Akan kubuat kau tak bisa memamerkan rentetan gigimu lagi.

 

*****

 

“lee Eunhyuk! aku Park Sonrye, mulai hari ini berjanji akan berusaha dengan segenap jiwa raga untuk belajar denganmu dan tak akan membuatmu marah atau kecewa” janjiku sebelum memulai bimbingan sepulang sekolahnya

“ya.. kau kenapa Sonrye sshi?” tanyanya kebingungan melihat tingkahku

“karena seseorang yang menyebalkan, semangatku jadi berkobar” jelasku dan Eunhyuk mengangguk mengerti.

Aku mulai membuka otak dan telinganya untuk menyerap setiap penjelasan Eunhyuk

“bagaimana?” tanyaku harap-harap cemas. tiba-tiba Eunhyuk mendaratkan sebuah jitakan hangat bahkan terlalu hangat sampai membuat kepalaku cenat cenut

“yaa Park Sonrye! mana janjimu yang tak akan membuatku marah?! lihat! kau cuma dapat 20!” omelnya

“yaa lee Eunhyuk! bisakah kau menghargai usaha orang lain? aku sudah bersusah payah menyelesaikannya tapi kau tak memujiku meski hanya sedikit!” balasku tak mau kalah

“aku tak pernah memuji orang lain” jawabnya datar dan dingin

“cih, kau dingin sekali. akan kubuat kau memujiku! ayo ajarkan aku lagi” tantangku.

Aku belajar dan terus belajar sampai tak terasa sudah jam 7 dan sekarang waktunya pulang.

“bye Eunhyuk sshi, aku pulang dulu ya,” ucapku lalu melambaikan tangan dan meninggalkannya

“tak perlu kuantar?” tanya Eunhyuk dan dengan cepat aku menggeleng, “Aniyo. Gamsahamnida. Bye”

 

*****

 

KIBUM POV

 

Ternyata cinta dapat membuat orang jadi bodoh. Apa yang kulakukan sekarang ini benar-benar bodoh. Buat apa aku berdiri disini selama 4 jam, sendiri, sembunyi-sembunyi, ditemani angin musim gugur yang dingin seperti ini? Ini semua karena Sonrye. Tanpa sadar, dia telah mencuci otakku. Lihat, hanya memikirkannya seperti ini aku sudah tersenyum-senyum sendiri.

Dari tempatku berdiri, aku dapat melihat Sonrye sedang berdiri diambang gerbang sekolah bersama seorang pria yang cukup tampan. Kalau tak salah dia Eunhyuk.

“Bye Eunhyuk sshi, aku pulang dulu ya,” ucap Sonrye lalu melambaikan tangan dan berjalan meninggalkan pria itu

“Tak perlu kuantar?” tanya Eunhyuk yang membuatku naik pitam. Berani sekali kau. Tapi untung saja dengan cepat Sonrye menggeleng, tanda penolakan, “aniyo. gamsahamnida. Bye,” ujar Sonrye

Sonrye pun beranjak pergi, begitu juga aku. Aku berjalan 5 meter dibelakangnya agar bisa menjaganya karena memang itulah tujuanku sejak awal. aku tak mau sesuatu terjadi padanya.

 

Baru 25 langkah dari gerbang sekolah, tiba-tiba sudah ada 3 namja yang menghadang jalan Sonrye

“Serahkan barang-barangmu!” ucap salah seorang namja

Bukannya teriak minta tolong atau kabur, Sonrye menjawab dengan senyum, “Aniyo. aku tak punya uang. Oppa belum memberiku uang jajan” jawabnya polos. Entah poloh, entah lugu, entah bodoh. Dasar Park Sonrye, bagaimana bisa aku begitu menyukai seperti ini? Aish jinja memikirkannya membuatku tersenyum-senyum sendiri

“Jangan bohong!” teriak yang lain sambil menodongkan pisau

Mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa rupanya. Park Sonrye. Sabuk hitam taekwondo. Sonrye mulai memasang kuda-kudanya. Aku yakin Sonrye bisa mengalahkannya tapi aku ada disini untuk elindungi Sonrye.

“Hei, kalian bertiga” panggilku sambil berjalan menghampiri Sonrye.

“Lepaskan gadis ini dan dalam hitungan ketiga kalian sudah harus pergi dari hadapanku. kalau tidak, kalian akan tahu akibatnya” ucapku tanpa gentar dan mereka pun lari terbirit-birit. Aneh, padahal aku tak melakukan apa-apa hahaha

Perhatianku kembali pada Sonrye yang saat ini terdiam dan menatapku lekat-lekat. Tolong jangan pandang aku seperti itu. Jantungku seakan mau meledak.

“Yaa Park Sonrye!!” teriakku membuyarkan lamunan Sonrye walau tujuan sebenarnya adalah untuk mengabaikan detak jantungku ini.

“Kau tak tahu ini sudah malam? kenapa kau pulang sendirian? lalu kenapa kau baru pulang jam segini? apa yang kau lakukan ha? kau tak tahu kalau banyak preman di…” Sonrye menjinjit dan menarik kemejaku dan.. omo, Sonrye mengecupku?

“Oppa cerewet! kajja kita pulang,” ucap Sonrye dengan senyum usil lalu berjalan mendahuluiku yang masih mematung ditempat tadi

Jantungku berdetak sangat kencang. Aku hanya bisa tersenyum sambil memegang bibirku. “Dasar Sonrye. Aku harus berhati-hati dengannya.. kalau tidak, aku tak bisa menahan diri lagi,” gumanku

 

*****

 

SONRYE POV

 

“Sonrye ah, nanti karaokean yuk. Melepas setress,” ajak Hamun yang kusambut dengan gelengan kepala. Aku ingat kalau aku harus les hari ini makanya, meski dalam hati aku sangat ingin pergi bersama mereka, aku harus menolaknya. Aku mulai mengerti sedikit tentang Eunhyuk dan hal itu membutku mulai menikmati les privat tersebut.

 

“Kali ini bagaimana? berapa nilaiku? sudah 100?” tanyaku penasaran dengan nilai yang kudapat dari soal yang baru saja kukerjakan.

Eunhyuk menyinggungkan bibirnya. Namun aku tak bisa menebak dia itu tersenyum karena puas dengan nilaiku atau dia mengejekku karena aku memperoleh nilai jelek.

“85. tak buruk” katanya. Memang tak buruk, namun aku sedikit kecewa karena tak memperoleh nilai yang ditargetkan padahal sudah berusaha. Kurasa Eunhyuk dapat membaca tampang kekecewaanku maka dari itu ia berkata, “Ternyata kau punya semangat. kemarin nilaimu paling bagus 20, sekarang sudah meningkat jauh. dan kurasa untuk ulangan harian matematika besok kau bisa dapat 100” ucapnya menyemangatiku. Dia orang yang baik kan? Dia hanya kurang senyum saja hahaha

 

 

EUNHYUK POV

 

Aku dapat melihat raut kecewa diwajah Sonrye, hal itu membuatku tanpa sadar berkata, “Ternyata kau punya semangat. kemarin nilaimu paling bagus 20, sekarang sudah meningkat jauh. dan kurasa untuk ulangan harian matematika besok kau bisa dapat 100,”

Aku baru saja memuji dan menyemangatinya. Ada apa denganku? Aku tak pernah seperti ini pada orang lain.

“Wah, aku tak salah dengarkan? Seorang Lee Eunhyuk yang tak pernah sudi untuk memuji orang lain, baru saja ia memujiku dan menyemangatiku. Gomawo Eunhyuk sshi,” balas Sonrye sambil tersenyum manis. Manis? Apa yang kupikirkan?  Barusan aku berpikir kalau Sonrye manis? Diam-diam aku melirik Sonrye yang masih tersenyum padaku. Entah apa yang terjadi namun aku bisa merasakan kalau jantungku berdebar dan wajahku memanas

“Wah, Eunhyuk yang digosipkan dingin itu bisa tersipu malu seperti ini ya?” goda Sonrye yang membuat wajahku makin panas

“Y.. Yaa Sonrye sshi! Kau ngelantur! Aku tak memujimu kok. Aiish! Ya sudahlah, ayo kembali belajar,” ujarku mengalihkan pembicaraan. Sonrye hanya tertawa kecil melihat tampang malu-maluku yang seumur hidup belum pernah kuperlihatkan pada siapapun. Sisi lemahku semuanya sudah di ketahui oleh gadis ini.

Sudah 5 jam mereka berkutat dengan matematika, fisika, dan kimia. Sekarang sudah waktunya pulang, itu tandanya aku harus berpisah dengan Sonrye. Aku mengacak-acak rambutku frustasi, menghapus semua perasaan dan pikiran yang menyatakan kekecewaanku karena harus berpisah dengan Sonrye. Apa yang terjadi padaku?

“Eunhyuk sshi, gomawo sudah telaten mengajariku yang lamban ini hahaha aku pulang dulu ya, bye,” pamit Sonrye sambil melambaikan tangan padaku lalu berjalan meninggalkanku. Baru 10 langkah Sonrye berjalan tanpa kusadar kakiku sudah menyusulnya, tanganku sudah menahan tangannya dan mulutku bergerak dengan sendirinya berkata, “aku antar,”

Sonrye terdiam, dan aku pun seperti itu. Keheningan sesaat membuatku menyadari kalau aku sudah melaukan hal bodoh. Untung saja logikaku bekerja.

“aku tak mau kejadian kemarin terjadi lagi” lanjutku yang tentu saja membuat Sonrye kaget setengah mati

“kemarin?!” tanya Sonrye kaget. “berarti kamu juga lihat…”

“ya, kemarin. yang kamu dihadang 3 pria lalu Kibum seonsaengnim datang menyelamatkanmu dan kau mengecup bibirnya” jelasku. Ya, aku melihat hal itu kemarin. Dan entah mengapa dadaku terasa sakit selama beberapa detik

“jebal.. aku mohon rahasiakan hal itu Eunhyuk sshi” ucap Sonrye  memohon dengan kedua tangan yang diatupkan didepan wajahnya.

Dasar gadis payah, lagi-lagi ia membuatku tersenyum dengan tingkahnya. “Tenang saja. Aku bukan tukang gosip. Aku akan merahasiakannya tanpa imbalan apapun” ucapku

Sonrye girang mendengar jawabanku lalu tiba-tiba ia memeluknya. Disaat bersamaan ia memelukku, aku dapat merasakan jantungku berdetak 2 kali lebih cepat. Akhirnya aku sadar, aku telah jatuh cinta pada gadisi ini.

“Gomawo, Eunhyuk sshi, dugaanku benar, kamu memang sangat baik! Gosip yang beredar tentang dirimu semuanya salah!” puji Sonrye tulus diiringi senyum manisnya yang membuatku salah tingkah

“Cho.. Chomane. Kajja, ayo pulang” kataku. Kata Sonrye, rumahnya tak terlalu jauh dari sekolah jadi ia selalu pulang pergi dengan kaki.

Kami berjalan berdua. Sonrye bercerita, dan aku mendengarkan. Ia juga membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya. Aku menikmati perjalan ini sampai aku melihat pemandangan didepanku.

“Sonrye, kita jangan lewat jalan sini ya. Bahaya,” selaku. Ya, Sonrye tak boleh melihatnya. namun Sonrye menyadari perubahan ekspresi di wajah Eunhyuk

“kau kenapa Eunhyuk sshi? Wajahmu tiba-tiba pucat,” tanya Sonrye bingung.

Aku menggeleng dan berusaha memasang wajah sesantai mungkin, “tak ada masalah dengan aku. Ayo sekarang kita lewat jalan lain” paksaku sambil mendorong Sonrye berputar arah. Namun ternyata Sonrye memiliki insting yang tajam. Sepertinya ia menyadari kalau ada sesuatu yang kusembunyikan.

“Ada apa sih?” tanya Sonrye gusar sambil berusaha melongok apa yang ada di belakang badanku

“jangan lihat, Sonrye,” peringatku. Tapi terlambat. Sonrye melihatnya. Ia melihat namja yang sangat ia cintai berciuman dengan song hyejin. Sonrye tercekat. Sorot matanya kosong. Mulutnya bergetar. Tangan kecilnya memegang tanganku. Dingin, sangat dingin. tangan Sonrye jadi sedingin ini.

“Sonrye, Ayo aku antar kau pulang,” ujarku yang tak mendapat jawaban apapun dari Sonrye. Aku menggenggam erat tangan Sonrye.

Kami berjalan dalam keheningan. Sonrye tak bicara dan aku pun bingung harus bagaimana. Ingin sekali aku memeluknya namun aku tau kalau aku tak punya hak untuk itu.

 

“gomawo Eunhyuk sshi sudah mengantarku pulang. Kau hati-hati dijalan ya” ucap Sonrye begitu kami tiba di depan rumahnya

“kau masuk dulu baru aku pulang. kaa” ucapku. Sonrye mengangguk dan memutuskan untuk segera masuk. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah sebelah rumah Sonrye dan seorang yooja keluar duluan dari pintu kanan dan namja dari pintu sebelah kiri. Sonrye menatap lekat-lekat laki-laki itu, Kibum sem. Kibum sem juga sedang menatap Sonrye namun Sonrye memalingkan wajahnya lalu berjalan ke dalam rumah

 

*****

 

KIBUM POV

 

“bagaimana hasil ulangan harian di kelas 12-h Kibum sem?” tanya salah seorang guru padaku saat mengoreksi hasil ulangan tadi

Aku tersenyum puas. “Mereka mengalami kemajuan yang pesat sem” jawabnya. Namun senyumku seketika itu hilang begitu melihat lembar yang ditanganku sekarang. Aku segera bangkit dari tempat duduknya dan mencari pemilik kertas itu

Dari jendela koridor aku melihat Sonrye sedang bersandar di pohon besar yang ada dibelakang sekolah itu dan aku menghampirinya.

“yaa, Sonrye. Berani sekali kau tak mengisi lembar jawaban ulangan harianku?” tanyaku pada Sonrye, pemilik kertas yang masih putih bersih itu.

“apa yang terjadi? Dari semalam kau agak aneh, Sonrye. Ceritakan padaku,” ujarku

Sonrye menatapku. Namun sorot matanya kosong. Apa yang terjadi dengannya?

“aku sedang tak bersemangat,” jawab Sonrye. “Mungkin kalau kau menciumku aku akan lebih semangat,” lanjut Sonrye yang membuatku tak bisa berpikir apa-apa. Ia mendekatkan kepalanya padaku namun reflek, aku mendorong pelan badan Sonrye.

“kau apa-apaan? Kita disini guru dan murid! Tak sepantasnya kau seperti itu! Ini masih di sekolah!” omelku pada Sonrye namun ia tak menjawab atau memberi pembelaan. Ia hanya merunduk dalam diam.

“Putus,” ujar Sonrye parau. Kata yang keluar dari mulut Sonrye barusan membuat dadaku sakit.

“.. aku tak tahan, oppa. Aku tak bahagia bersamamu,” ucap Sonrye dengan suara yang terisak.

She said she wasn’t happy. I was too hurt too ask why. I wanted to stop her from leaving. But if she’s not happy with me, there’s no way i can make her stay. So i just let her go, and just like that, i lost the girl i was dreaming for so long.

“baiklah.. sekarang berbahagialah Sonrye” ucapku lalu meninggalkan Sonrye.

 

 

SONRYE POV

 

“aku sedang tak bersemangat,” jawabku akan pertanyaan Kibum oppa. “Mungkin kalau kau menciumku aku akan lebih semangat,” ucapku asal. Aku mendekatkan wajahku pada Kibum namun Kibum oppa mendorong badanku.

“kau apa-apaan? Kita disini guru dan murid! Tak sepantasnya kau seperti itu! Ini masih di sekolah!” bentak Kibum oppa padaku. Hal itu membuat dadaku terasa sangat sakit. Aku yang dari kemarin menyembunyikan air mata ini akhirnya membiarkan air mata itu jatuh. Aku tak tahan dengan sikap Kibum yang dingin padahal kami sudah berpacaran.

I told him i wasn’t happy. He didn’t even ask why. I thought he would ask me to stay. But he didn’t. He just let me go. And just like that, i lost the guy i waited so long.

Kakiku lemas. Aku jatuh terduduk, melipat kedua kakiku, menenggelamkan kepalaku dan membiarkan air mataku mengalir sampai kering.

 

*****

 

EUNHYUK POV

 

Bel pulang sekolah berbunyi. Sudah 10 menit aku berdiri di depan kelas Sonrye namun ia tak kunjung keluar.

“ehm, mianhe, Sonrye ada?” tanyaku pada salah satu teman Sonrye yang baru keluar.

“Sonrye sudah pulang dari tadi. Entah apa yang terjadi..” jawabnya.

“gamsahamnida” ujarku.

Aku tahu apa yang terjadi tadi. Aku ingin menghiburnya. Aku ingin membuatnya kembali tertawa seperti sebelumnya. Aku ingin bertmu dengannya. Aku ingin.

Aku selalu menunggunya. besoknya juga, aku menunggu Sonrye tapi ia tak muncul-muncul..

Besoknya.. lalu besoknya.. dan esoknya lagi.. Sonrye tak pernah menampakan wajahnya di sekolah. Kata teman-temannya sudah 5 hari Sonrye tak masuk sekolah tanpa memberi kabar apapun.

Aku gusar, aku khawatir akhirnya kuputuskan untuk datang ke rumah Sonrye.

 

“masuklah, Sonrye ada di kamarnya. Tolong hibur dia ya nak Eunhyuk. Akhir-akhir ini ia tak bersemangat dan sering mengurung diri di kamar” ucap ajjuma, ibu Sonrye yang membukakan pintu untukku. “nde, ajjuma” jawabku sambil berjalan menuju pintu yang bertuliskan “Sonrye’s room”

Aku mengetuk pintu kamar itu, tapi tak ada sambutan dari orang yang di dalamnya. Aku mencoba membuka kenop pintunya dan ternyata pintu itu tak terkunci. Aku memutuskan untuk masuk ke dalam dan aku mendapati Sonrye bersandar pada tempat tidurnya sambil cecegukan dengan mata yang sembab.

Hatiku sakit melihat gadis yang aku sukai menangisi laki lain, namun hatiku jauh lebih sakit melihat keadaannya seperti ini. Aku tak tahan lagi. Aku berjalan mendekati Sonrye lalu memeluknya erat, “Jangan menangis.. jangan jadi seperti ini hanya karena pria sepertinya. Aku mohon Sonrye.. lupakan dia. Ada aku disini.. aku menyukaimu. Sangat.. entah sejak kapan perasaanku berubah seperti ini.. berikan aku kesempatan Sonrye. Aku akan membuatmu tertawa bahagia,” ujarku sambil memeluk Sonrye lebih erat lagi sampai seakan aku tak mau melepaskannya.

“mianhe Eunhyuk-sshi, mianhe..” ujar Sonrye berulang kali sambil cecegukan. Aku sudah mengira hal ini akan terjadi. “gwencana Sonrye-ah. Aku akan menunggumu,” jawabku sambil terus memeluk Sonrye sampai akhirnya Sonrye tertidur

 

*****

 

“Sonrye!! Bogoshipo!!! Kemana saja kau? Omo..omo.. matamu kenapa? Besar sekaliii? Apa yang terjadi?” tanya hyungrim dan sonrye silih berganti saat aku datang setelah seminggu tak masuk. Aku yang semangatnya belum sepenuhnya kembali menjawab semuanya pertanyaan itu dengan sebuah senyum tipis.

Hari ini aku memutuskan untuk sekolah. Aku tak ingin terlalu lama terlarut dalam kesedihan walaupun hatiku masih sangat sakit jika melihat Kibum oppa di sekolah. Namun aku akan berusaha untuk melupakannya. Hari ini, privat sepulang sekolah bersama Eunhyuk juga dimulai lagi, karna sebulan lagi kami akan mengikuti test kelulusan.

 

*****

 

Pengumuman kelulusan keluar hari ini. Semua murid bergerombol di depan papan pengumuman. Semua senang. Semua gembira. Kami semua lulus. Lulus 100 %. Bahkan kelas 12-H memperoleh nilai yang cukup baik. Terutama Park Sonrye, ya, aku. Aku memperoleh peringkat 10 besar. Aku berdiri mematung karena aku masih tak percaya dengan pengumaman kelulusan itu.

“Sonrye ah, chukae kau hebat sekali,” ucap Eunhyuk menyadarkanku dari lamunan

Melihat wajah Eunhyuk, membuatku reflek memeluknya. Semua ini berkat dirinya. “Gomawo Eunhyuk sshi! Aku sendiri tak menyangka nilaiku bisa sebagus ini. Kau berjasa besar dalam hidupku!” ujarku lalu melepaskan pelukan itu setelah sadar akan apa yang aku perbuat.

“Ah Eunhyuk sshi, selamat ya, kau tetap diperingkat pertama” ucapku yang disambut sipuan malu oleh Eunhyuk

 

*****

 

AUTHOR POV

 

Dari jendela ruang guru, Kibum melihat anak-anak berlari kegirangan keluar dari pekarangan sekolah. Ia tersenyum melihat tawa murid-muridnya. Namun tetap saja yang paling menarik perhatian Kibum adalah gadis itu, Park Sonrye. Ia melihat Sonrye dan Eunhyuk keluar dari gerbang sekolah. Melihat itu ia segera mengambil sebuah toples yang ada di mejanya dan berusaha mengejar mereka dan mengikuti mereka.

Hari itu juga sepulang sekolah, Sonrye dan Eunhyuk memutuskan untuk pergi ke gereja dan mengucap syukur atas nilai yang ia dapat. mereka berdiri hadapan mimbar dan mulai berdoa.Eunhyuk yang selesai duluan tersenyum melihat gadis di sebelahnya yang masih berdoa dengan serius. Tiba-tiba terbesit pikiran untuk memberi hadiah pada Sonrye. Ia berjalan keluar dan segera mencari hadiah itu.

Kibum yang menunggu di luar gereja dan melihat Eunhyuk berlari keluar, tak menyia-nyiakn kesempatan ini. Ia masuk dan berdiri di samping Sonrye. Kibum menatap lirih gadis yang masih berdoa disampingnya. ingin sekali ia memelukny dan mengatakan bahwa ia masih sangat mencintainya. Namun ia takut jika melakukan hal itu Sonrye akan sedih seperti sebelumnya. Ia menahan diri, lalu meletakan sebuah toples berisi 367 bintang-bintang kecil di depan Sonrye. “saranghae” guman Kibum lalu segera beranjak keluar dari tempat itu

Begitu Sonrye membuka matanya, ia mendapati sebuah toples berisi bintang-bintang kecil didepannya. Ia mengambil toples itu dan tek terasa air mata mulai mengalir dipipinya. “babo, kenapa dia masih begitu baik padaku? Aku jadi tak bisa melupakannya.. padahal aku sudah bertekad” batin Sonrye sambil memeluk erat toples itu. Dia tahun Kibum yang melakukan itu karena Kibum lah yang menciptakan cerita tentang keajaiban 367 bintang itu. Cerita khusus milik mereka berdua dan hanya mereka yang tahu

“Sonrye ah” panggil Eunhyuk dari belakang Sonrye, dengan cepat ia menghapus air matanya lalu memasukan toples itu ke dalam tasnya dan memasang wajah seperti biasa. “Eunhyuk, kajja kita pulang sekarang. Kau juga harus siap-siap buat pidato kelulusan besok kan?” ucap Sonrye dan Eunhyuk menyetujui

 

*****

 

“Kibum sem aku suka pada Sonrye. Aku akan menyatakan perasaanku padanya” ucap Eunhyuk begitu masuk ke ruang guru dan berdiri di depan meja Kibum sem. Kibum terkejut mendengar hal itu namun ia harus menjaga wibawa sebagai guru dan tetap stay cool. “aku tahu kau masih menyayanginya. Aku melihatmu keluar dari gereja kemarin. Kau tak bisa mengelak. Aku lebih percaya mataku daripada penjelasanmu. Kalau kau masih menyukai Sonrye, pertahankan. Kalau kau tak bisa, aku akan merebutnya” ucap Eunhyuk menutup pembicaraan lalu bersiap-siap buat pidato nanti

 

*****

 

“sekian pidato dari saya. Semoga kita dapat mengenang semua kenakalan yang kita buat. Dan yang terakhir.. Sonrye,”

Semua mata di aula itu menatap Sonrye sekarang lalu berganti menatap Eunhyuk yang turun dari podium dan berjalan menuju tempat Sonrye berdiri. “saranghae. Would you be my girl?” ucap Eunhyuk tepat dihadapan Sonrye. Sonrye terpaku mendengar hal itu. Ia bingung harus menjawab apa karena ia masih sangat menyanyangi Kibum namun ia tak mau melukai Eunhyuk.

Tanpa Sonrye sadari, air mata mulai mengalir dipipinya, “mianhe Eunhyuk, mianhe” ucap Sonrye sambil terisak. Melihat Sonrye kembali menangis membuat Eunhyuk merasa bersalah. Ia mengangkat wajah Sonrye yang sedari tadi merunduk.

“Hey, hey, hey Sonrye, kau tak perlu meminta maaf lagi. Aku yang salah,” kata Eunhyuk lembut sambil mengusap pipi Sonrye dengan ibu jarinya namun tiba-tiba seseorang menarik Sonrye dan memeluk erat Sonrye.

“Jangan pegang Sonrye!” ujar Kibum sambil terus memeluk Sonrye

“Oppa?” guman Sonrye tak percaya

“Sonrye is mine. Tak akan kubiarkan siapapun merebutnya dariku,” ucap Kibum oppa

“Mianhe Eunhyuk sshi. Aku sudah mencintai Sonrye sejak ia berumur 10 tahun, tapi bukan berarti aku pedoilia, itu karena dia memang sangat manis. Sekian lama aku menahan perasaanku agar Sonrye tak terganggu. Saat sudah mendapatkannya seperti ini, tak mungkin aku melepaskannya begitu saja. Aku berjanji padamu tak akan melepaskannya lagi,” ujar Kibum pada Eunhyuk.

Hati Eunhyuk sakit. Namun ia mengkokohkan pertahanannya, menyembunyikan kesedihannya dengan memberikan senyum pada Sonrye dan Kibum.

“Tapi kalau kau membuat Sonrye menangis sekali saja, aku akan langsung datang ke rumah Sonrye dan membawanya untuk kawin lari bersamaku, ingat itu Kibum sem,” ujar Eunhyuk diiringi senyuman usil

“Tak akan kubiarkan. Gomawo Eunhyuk sshi,” ujar Kibum sambil beranjak meninggalkan aula dengan membawa Sonrye bersamanya.

 

*****

 

Sonrye duduk dibawah pohon yang berada di halaman belakang sekolah. Tiba-tiba di depannya muncul sebuah es krim. Sonrye melihat es krim itu lalu mendangak kepada pembawanya. “Kibum oppa, kau mau mengajakku pacaran lagi hanya dengan sebuah es krim?” ujarku setengah bercanda. “Gomawo oppa,” lanjutku sambil mengambil es itu dari tangannya. Kibum oppa tersenyum dan mengambil tempat duduk di sebelah Sonrye

“Seharusnya kata-kata oppa pada Eunhyuk tadi kurekam,” ujar Sonrye yang membuat Kibum yang saat itu sedang minum memuncratkan air yang belum sempat ia telan

“Yaa Sonrye-ah!” teriak Kibum kaget

“Oppa, jarang sekali mengucapkan kata seperti itu saat bersamaku. Oppa tak pernah mengajakku kencan. Oppa juga tak pernah menciumku terlebih dahulu. Aku kira oppa tak sa..”

“Kau mau bilang aku tak sayang padamu? Apa kau tahu Sonrye? Aku suka padamu sejak kita kecil. Sejak berpacaran denganmu, bahkan sebelumnya, aku ingin sekali memelukmu, menggandeng tanganmu, atau menciummu namun oppamu sudah mengancamku untuk tidak menyentuhmu sampai kau lulus nanti! Kau tahu sendiri kan bagaimana oppamu kalau dia sedang murka!” omel Kibum oppa dalam satu nafas. Ia menghela nafas panjang untuk menstabilkan emosinya.

“Kalau kau sangat mencintaiku? Kenapa kau mencium Hyejin?” tanya Sonrye. Tiba-tiba wajah Kibum berubah menjadi seperti kepiting rebus dan hal itu membuat Sonrye semakin penasaran.

“Kenapa oppa?” tanya Sonrye sekali lagi

“Saat itu, aku mabok dan wajah Hyejin terlihat.. sepertimu,” ujar Kibum malu-malu yang membuat hati Sonrye berbunga-bunga

“Oppa segitu maunya menciumku?” tanya Sonrye

“Yaa, Sonrye, jangan berkata seolah-olah aku ini pria hidung belang,” protes Kibum

“Baiklah, aku mau kembali pada oppa kalau kau mengatakan ‘Sonrye, saranghae’ lalu menciumku,” ujar Sonrye sambil menatap lurus Kibum

“Tapi kita di sekolah-”

“Aku bukan muridmu lagi Kim Kibum,” ujar Sonrye diiringi senyum manisnya

Kibum memegang kedua pipi Sonrye. “Park Sonrye, dengar baik-baik. Saranghae adalah suatu kata yang penting dan aku tak akan sering-sering mengatakannya jadi.. Sonrye, Saranghae,” ujar Kibum dan mengecup bibir Sonrye. Romantis. Namun atmoser yang sudah terbentuk tiba-tiba menjadi hancur saat Sonrye berteriak, “ASSAA!!”

“Apalagi Sonrye?” tanya Kibum dengan nada sedikit kecewa

“Oppa, kalau besok kita menikah gimana?” usul Sonrye antusias

Kibum tersenyum kecil melihat Sonrye. “Kau mau hidup miskin? Pekerjaanku belum tetap,” jawab Kibum

“Asal bersamamu, hidup di gunung pun aku rela, oppa,” ujar Sonrye sambil memeluk Kibum.

“Ayo pulang,” ujar Kibum sambil menggenggam erat tangan Sonrye

“Kenapa cepat sekali oppa?” protes Sonrye

“Aku harus menyiapkan kata-kata yang bagus saat melamarmu besok,” ujar Kibum oppa diiringi senyumannya yang menggoda. Sonrye terdiam sebentar untuk mencerna perkataan Kibum dan disaat logikanya mulai bekerja, Sonrye segera memeluk Kibum girang.

“Aku sayang padamu oppa!!!”

 

-THE END-

@esterong