PART 4

Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

 

*seperti biasa, pairing akan bertambah sejalan dengan bertambahnya part cerita, hehe

 

PART 4

Siwon menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, pikirannya terus terbayang-bayang insiden 2 hari lalu . “Aish, kenapa bisa seperti itu sih?” ujarnya frustasi. Selama ia hidup, Siwon sudah pernah (banyak) mencium orang kok, appa, umma, Jihyo, para member Suju, oh dan juga lawan mainnya di berbagai drama, tapi tidak ada satu pun yang membuat Siwon frustasi seperti ini (kecuali saat Heechul hyung menciumnya di SS2 yang membuat ia geli setengah mati).

“Cukup Choi Siwon! Itu hanya sebuah kecelakaan!” teriaknya.

“Kecelakaan apa oppa?” ujar Jihyo yang tidak sengaja melintas di depan kamar Siwon.

“Hehehe, bukan apa-apa kok,” Siwon tersenyum.

“Ah, baiklah kalau begitu,” JIhyo baru saja melangkahkan kakinya ke kamar saat ia teringat sesuatu. “Oppa, Taemin mencarimu sejak 2 hari yang lalu. Ia bilang ia tidak bisa menghubungimu, ia bilang ada sesuatu hal yang penting yang harus ia bicarakan. Mungkin kau bisa menghubunginya?”

‘Taemin? Untuk apa ia mencariku? Ah, jangan-jangan gara-gara kejadian itu! Tapi apa hubungannya dengan Taemin? Tunggu! Taemin itu kan sahabatnya Hamun, atau jangan-jangan dia namjacingunya Hamun?’ pikir Siwon.

“Oppa?” panggil Jihyo. “Kau sunggu tidak apa-apa? Mengapa sekarang kau melamun lagi?”

“Ah, gwenchana dongsaeng. Cepat tidur. Besok jadwalmu kan padat,”

“Okay, goodnight oppa,”

Jihyo berlalu dari depan kamar Siwon. Kini Siwon benar-benar sendiri, dan ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, jarinya memencet nomer di hp yang sangat familiar. “Hyung, besok kita bisa bertemu?”

***

Siwon menunggu di lobby sementara Leeteuk sedang siaran di Sukira. Hanya ini yang bisa ia pikirkan setelah 2 hari otaknya tidak bisa berkonsentrasi penuh. Siwon harus menyelesaikan semua masalahnya, dan berawal dari akar permasalahan ini, misi aneh yang diberikan Leeteuk hyung.

“Siwon-ssi?” ujar seseorang membuyarkan lamunan Siwon.

“Yunho-ssi?”

“Ah, annyeong! Apa yang sedang kau lakukan di sini?” ujar Yunho dengan ramah.

“Aku sedang menunggu Leeteuk hyung. Kau sendiri?”

“Aku sedang ada perlu di sini. Kalau begitu, aku duluan ya, Changmin sudah menungguku,” Yunho melambaikan tangannya dan segera berlalu dari hadapan Siwon.

“Baiklah, sampai jumpa Yunho-ssi,”

Siwon merasa ada yang aneh saat Yunho melambaikan tangannya, ‘Tapi apa yang aneh? Gelang warna ungu? Dimana aku pernah melihatnya ya?’

“Siwonnie!!!!” panggil Leeteuk mengagetkan Siwon.

“Aish hyung! Ini kan lobby, jangan teriak-teriak hyung,” gerutu Siwon.

Leeteuk pun tertawa dengan suara tawanya yang khas. “Mianhae dongsaeng. Eh, jadi bagaimana hasil investigasimu?”

“Hyung, kau tidak bertanya aku sudah makan atau belum atau bertanya kabarku bagaimana setelah pulang dari China malah langsung bertanya hal itu,” Siwon memasang tampang aegyonya.

“Dongsaengku sayang, kau sepertinya harus banyak belajar jurus aegyo kepada Minnie, hihihi. Ayo cepat katakan, kau ada perlu apa sampai harus menemuiku di sini? Kan sebenarnya kau bisa menungguku di dorm?” selidik Leeteuk.

Siwon kembali ke mode serius, “Ehhmm, hyung, sebenarnya aku ingin berhenti dari misi ini.”

“Wae?!”

Siwon bingung menjawabnya, Kenapa ya? Gara-gara misi ini beban pikirannya semakin banyak, gara-gara misi ini ia tidak mengawasi Jihyo, dan gara-gara misi ini ia mencium seorang yeoja cantik yang tiba-tiba membuat hatinya berdebar sangat kencang. Heh? Apa yang Siwon pikirkan tadi? Cantik dan membuat hatinya berdebar sangat kencang? Maksudnya Hamun kan?

“Siwonnie?” panggil Leeteuk.

“Ne hyung. Hemmm, aku tidak bisa melanjutkan misi ini hyung, aku-“

“Kau sibuk dengan Suju M?”

“Ne hyung,” jawab Siwon asal, sebenarnya ini juga salah satu alasannya.

Siwon kira Leeteuk akan marah, namun ternyata tidak, hyung tertuanya ini malah tersenyum, “Harusnya kau bilang dari dulu Wonnie, kau kan jadi tidak harus memiliki beban sebanyak itu. Aku tau betapa susahnya jadi leader, apalagi ini sesuatu yang baru untukmu. Gwenchana!” ujar Leeteuk menepuk bahu Siwon.

‘Hah? Jadi semudah itu menolak perintah dari Leeteuk hyung? Mengapa tidak dari dulu saja ya?’ pikir Siwon. “Gomawo hyung!” seru Siwon sambil memeluk hyungnya dengan erat hingga Leeteuk tidak bisa bernapas.

“Choi-Choi Si-won, le-pas-kan aku! Aku ti-tidak bisa ber-napas!”

“Eh, sorry hyung, hehehe” Siwon melepaskan pelukannya hingga Leetuk kini bisa kembali bernapas.

Tiba-tiba handphone Siwon berdering, di layarnya tertulis nama Taemin. Satu masalah lagi yang harus diselesaikan.

***

“Magnae, buka pintunya!!!” teriak Hyejin khawatir. Sudah 2 hari ini Hamun bersikap aneh, sepulang sekolah ia akan langsung mengunci diri di kamar dan hanya akan keluar untuk makan atau ada jadwal SG. Walaupun Hamun adalah anak yang pendiam, namun ini bukan Hamun yang biasanya.

“Kang Hamun, ayo buka pintunya!” HyunAh mengetuk pintu kamar Hamun. “Anak ini kenapa sih Hyejin? Ia tidak cerita apa-apa denganmu?”

Hyejin menggeleng. Ia benar-benar tidak tau apa yang sedang Hamun pikirkan.

“Loh unnie, ada apa berkumpul di depan kamar Hamun?” ujar Jihyo yang baru saja selesai syuting untuk dramanya dengan Key.

“Hamun mengunci diri di kamar,” keluh HyunAh.

“Loh? Aneh! Magnae! Magnae! Buka pintunya magnae!!! Aku bawa oleh-oleh dari Taemin! Cepat buka pintunya!!!!” teriak Jihyo.

Tapi tetap tidak ada jawaban.

“Duh, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Hamun di dalam sana?” tanya Hyejin.

“Hyejin-ah, jangan ngomong yang macam-macam! Duh, di saat seperti ini MinAh juga tidak ada!” keluh HyunAh.

“MinAh unnie kemana? Bukankah hari ini ia tidak ada jadwal?” tanya Jihyo.

“Tidak tau, akhir-akhir ini dia sering menghilang. Sepertinya ada yang aneh juga dengan MinAh,” ujar Hyejin.

Ketiga member SG ini bingung setengah mati, mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan, tiba-tiba Jihyo mengeluarkan Iphonenya dan menelp Taemin, hanya dia satu-satunya yang tau cara membuat Hamun keluar dari balik pintu ini. Namun sayang, Taemin tidak mengangkat telp. Jihyo yang kesal memencet nomer yang sangat dia hapal.

“Keeeeeyyyyyyyyyy!!!!! Where’s your magnae, huh?” teriak Jihyo.

Key yang masih di tempat syyuting tau jika sudah memakai bahasa Inggris, berarti Jihyo sudah sangat serius kepadanya. “Taem? I dunno. Why?”

“Call him nowwwwwwwww!!!! Tell him, my magnae lock herself in her room!” Klik! Jihyo memutus sambungan telp.

***

Hamun bisa mendengar suara Hyejin unnie dan HyunAh unnie nya di luar yang cemas dengan kondisinya, tetapi ia tidak punya tenaga untuk membukakan pintu, ia hanya bisa meringkuk di kamar, memikirkan apa yang terjadi 2 hari lalu. Hamun tau MinAh unnie nya menaruh perasaan kepada Siwon oppa, dan bisa-bisanya ia mencium namja yang unnie nya sukai, dan parahnya sepertinya Hamun sekarang mulai menyukai namja yang sama.

“Haduh, bagaimana ini? hiks” Hamun mulai menangis karena kesal dengan sikapnya sendiri. Ia tidak mau cerita dengan siapapun mengenai kejadian 2 hari yang lalu, baik kepada para unnienya ataupun Taemin.

“Loh? Aneh! Magnae! Magnae! Buka pintunya magnae!!! Aku bawa oleh-oleh dari Taemin! Cepat buka pintunya!!!!” teriak Jihyo unnie.

“Jihyo unnie?” Hamun terdiam, namun seketika tangisnya pecah lebih parah dari sebelumnya. Ia takut sekali dengan Jihyo unnie nya, apalagi jika Jihyo tau apa yang terjadi dengannya dan Siwon oppa. Hanya ada dua kemungkinan, Jihyo akan menghajar Siwon dengan jurus taekwondo nya, atau dia akan membenci Hamun seumur hidupnya karena Hamun menyukai namja yang sama dengan MinAh, Jihyo paling tidak suka dengan orang yang merusak persahabatan.

“Bagaimana ini?” bisik Hamun. Ia benar-benar tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba handphonenya bergetar, di layar tertulis dengan jelas nama namja yang sedang ingin ia hapus dari otaknya.

…..

Siwon melangkahkan kaki ke café tempat dirinya bertemu dengan Hamun dan Taemin beberapa waktu yang lalu. Kini ia harus ke tempat ini lagi, bertemu dengan si magnae untuk menyelesaikan satu lagi ‘masalah’.

“Hyung!” seru Taemin. Siwon segera berjalan menuju tempat Taemin duduk.

“Taemin-ah, ada apa kau memanggilku ke sini?” tanya Siwon tanpa basa-basi. Ya, buat apa dia basa-basi lagi jika ia sudah tau kemana topik pembicaraan ini akan berlanjut.

“Baiklah hyung, aku to the point saja, aku ingin bicara denganmu mengenai Hamun,” ujar Taemin serius.

“Ada apa dengan Hamun?” Siwon pura-pura tidak tau apa-apa.

“Jangan mencoba mengetesku, hyung,” ujar Taemin sambil meminum jus orangenya. “Kau tau apa yang ingin aku bicarakan kan?”

Siwon memandang dongsaeng di hadapannya ini. Taemin yang di matanya selalu menjadi seorang anak kecil kini berubah menjadi seorang pria yang serius, apa ini karena Hamun?

“Kau marah kepadaku karena insiden itu?” tanya Siwon. “Jika ya, aku minta maaf. Aku minta maaf karena menyakiti perasaan Hamun dan kau. Aku tidak ada maksud apa-apa, itu hanya kecelakaan.”

Taemin tertawa kecil hingga membuat Siwon bingung, mengapa anak ini tertawa?

“Hahaha, hyung mengapa minta maaf kepadaku? Kau cukup minta maaf kepada Hamun saja! Dia sudah 2 hari ini mengurung diri di kamar. Aku cemas, makanya aku ingin bertemu dengan hyung untuk membicarakan hal ini.”

“Eh, maksudmu kau bukan namjacingunya Hamun? Jadi kau tidak marah dengan insiden kemarin?”

“Tentu saja aku bukan namjacingunya! Duh, aku juga berpikir seribu kali jika aku mau naksir di tuan putri ajaib itu! Tapi aku marah karena hyung sudah membuat sahabat kesayanganku itu mengurung diri di kamar! Itu ciuman pertama nya! Aish, dia saja tidak mau melakukan itu denganku!!!!”

“Apa? Kau pernah memintanya berciuman denganmu, Taemin-ah?” tiba-tiba Siwon naik pitam.

“Hahaha, sabar hyung sabar. Mengapa kau sewot seperti itu? Aku kan hanya bercanda, hyung, hahaha. Ah, atau jangan-jangan kau mulai suka dengan Hamun ya? Wah, hanya karena sebuah ciuman saja, hyung?” ledek Taemin.

‘Aish, anak ini! Tadi dia bisa bersikap dewasa. Namun ternyata tidak lama, ia masih saja bertingkah sesuai umurnya!’ pikir Siwon. “Ah, bukan urusanmu!” ujar Siwon kesal.

“Hahahaha, pantas saja waktu itu Key hyung dan Jiyo noona tidak mau memberitahumu, ternyata Siwon hyung memang cemburuan, hihihi.” lanjut Taemin.

“Hah? Apa tadi kau bilang?” Siwon langsung sadar jika nama dongsaengnya disebut-sebut. “Key dan Jihyo? Apa yang mereka sembunyikan dariku, Taem?”

“Ups!” Taemin menutup mulutnya dengan tangannya. “Bukan apa-apa kok hyung. Pokoknya, kau sekarang harus menghubungi Hamun! Kau harus minta maaf kepadanya! Atau kalau tidak aku akan memberitahukan kejadian ini kepada Jihyo noona? Hyung tau sendiri kan kalau JIhyo noona mengamuk akan seperti apa? Arraseo?” Taemin segera meraih tas nya dan pergi meninggalkan Siwon yang masih bergulat dengan pikirannya sebelum Siwon sadar dan kembali menanyakan persoalan Key dan Jihyo kepadanya.

Siwon akhirnya tersadar, ‘Baiklah Choi Siwon, urusan Key dan Jihyo kau urus nanti. Sekarang kau harus menghubungi Hamun-ssi sebelum Jihyo tau dan membunuhmu dengan pukulannya!’

****

Dengan susah payah Hamun menuju tempat dimana ia akan bertemu dengan Siwon. Setelah 2 hari mengurung diri di kamar, sangat susah mendapatkan izin dari para unnienya untuk keluar. Untungnya ia masih diperbolehkan pergi sendiri, walaupun masih di antar supir. Akhirnya Hamun sampai di tempat yang Siwon bicarakan. Sebuah tempat di dekat Sungai Han, hanya sebuah dataran hijau yang terhampar dan sebuah pohon tua yang masih kokoh berdiri di sana. Dari tempat ini bia melihat keindahan sungai Han dan juga jembatan Banpo yang indah. Tunggu, sepertinya Hamun familiar dengan tempat ini, tapi kenapa ya?

Hamun keluar dari mobil dan berjalan perlahan menuju pohon tua itu, ia bisa melihat sosok Siwon yang sedang duduk di sana. Duh, mengapa hatinya malah berdetak lebih kencang dibandingkan sebelumnya?

“Siwon oppa?” panggil Hamun.

Siwon menoleh ke asal suara yang memanggilnya dan mendapati Hamun yang tampak manis dengancasual dress warna pinknya. ‘Mengapa Hamun terlihat cantik sekali ya?’ pikir Siwon. Ia langsung menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya jauh-jauh.

“Oppa?” panggil Hamun yang bingung dengan tingkah Siwon.

“Heemmm, duduklah di sebelahku, Hamun,” Siwon melepas jaketnya dan meletakkan di tanah sebagai alas untuk Hamun duduk.

Hamun duduk di samping Siwon dengan sangat gugup, ia tidak tau mengapa, tapi yang ia tau, ia harus segera menghilangkan rasa gugup dan perasaan anehnya ini sebelum semuanya terlambat.

“Aku…” ujar Siwon dan Hamun bersamaan. Mereka berdua jadi salah tingkah sendiri.

“Kau duluan, Hamun-ssi. Kau mau bilang apa?” ujar Siwon mempersilahkan.

Hamun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Hemmm, aku- eh, mengapa oppa menyuruhku ke sini?”

“Ah, soal itu,” ujar Siwon. “Ini tempat favoritku dengan Jihyo.”

Hamun tiba-tiba teringat mengapa ia sangat familiar dengan tempat ini. Ini adalah tempat favorit Jihyo unnie saat bersama Siwon oppa. Hamun ingat tidak ada yang tau kebiasaan mereka berdua kecuali para member SG, dan mungkin saja para member Suju.

“Sebenarnya, aku ingin minta maaf mengenai kejadian waktu itu, kau tau, mengenai ciuman itu,” sambung Siwon.

Wajah Hamun memerah saat mendengar kalimat itu. Pikirannya memutar kembali kejadian itu yang membuat Hamun malu dan senang di saat yang bersamaan.

“Aku sudah melupakannya kok, oppa,” ujar Hamun berbohong. Dan entah mengapa hati Siwon merasa tidak enak saat mendengar Hamun sudah melupakan kejadian itu.

“Baiklah kalau begitu,” ujar Siwon lemas. Mereka berdua kembali terdiam saat Hamun berujar, “Aku tau siapa namja yang disukai MinAh unnie,”

“Jinjja?” seru Siwon. Ia memang suah mengakhiri ‘kontrak’nya dengan Leeteuk hyung. Tapi tetap saja ia penasaran dengan sosok namja misterius itu.

“Namja itu.. “ Hamun berhenti sejenak, berusaha meyakinkan diri bahwa apa yang akan ia ungkapkan tidak akan menyakiti siapaun, kecuali dirinya. “Kau, Siwon oppa.”

“MWO?” Siwon benar-benar kaget dengan apa yang baru saja Hamun bicarakan.

“Ne, oppa. MinAh unnie menyukaimu, sudah sejak lama. Maafkan aku yang pura-pura tidak tau saat pertama kali kau menanyakan ini kepadaku, maafkan aku oppa.” ujar Hamun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah mobil.

“Tunggu, Hamun!” teriak Siwon. Ia sangat ingin mengejar Siwon, tapi entah mengapa kakinya terasa kaku untuk mengejar Hamun. Dan entah mengapa hatinya tidak senang saat tau bahwa dialah namja yang disukai oleh MinAh. Bukannya ia tidak menyukai MinAh, dia adalah yeoja yang cantik dengan kepribadian yang menyenangkan. Namun Siwon baru saja menyadari bahwa ia sudah menyukai seseorang yang lain.

Tiba-tiba pipi Siwon terasa perih saat ia menyadari seseorang sudah menamparnya dengan keras.

“Choi Jihyo…”

“Jangan panggil aku dengan nama lengkapku!” teriak Jihyo yang emosi.

“Bagaimana kau bisa ada di sini?” ujar Siwon kaget.

“Kau tanya bagaimana aku bisa berada di sini, hah?” Jihyo memandang oppanya dengan tatapan kesal. “Aku di perintahkan Hyejin unnie dan HyunAh unnie untuk mengikuti Hamun karena kami takut terjadi apa-apa dengan dirinya!  Dan ternyata, magnae kami jadi seperti itu gara-gara kau, hah?!”

Siwon memandang dongsaengnya ini dengan tatapan datar, ia benar-benar kaget melihat Jihyo sudah berada di hadapannya dengan wajah yang sangat murka.

“Kau menciumnya, Choi Siwon?! Itu sebabnya ia mengurung diri di kamar?! Kau tau tidak kalau MinAh unnie menyukaimu?! Kau membuat Hamun menderita karena perasaan bersalah dicium oleh namja yang disukai unnienya! Atau jangan-jangan dia mulai menyukaimu, hah?”

‘Apa? Hamun mulai menyukaiku?’ pikir Siwon.

“Dan mengapa kau mengajaknya bertemu di sini?!” teriak Jihyo.

“Itu bukan urusanmu, Jihyo!” kini gantian Siwon yang berteriak ke Jihyo, ia benar-benar kelepasan berteriak ke dongsaengnya ini.

“Bukan urusanku? Kau pernah berjanji Choi Siwon! Ini adalah tempat rahasia kita berdua! Tidak ada satu orang pun yang boleh menginjakkan kakinya di sini kecuali aku, kau , dan pasangan kita nanti! Sungmin oppa saja belum pernah ke sini!” Jihyo berteriak sekuat tenaga hingga tanpa sadar airmatanya sudah berlinang di pipinya. “Kau ini, kau ini membuat perasaan banyak orang terluka, tau! MinAh unnie, Hamun, aku, lalu siapa lagi yang mau kau sakiti?!”

Siwon memeluk Jihyo dengan erat, ia benar-benar lupa dengan janjinya itu, “Mianhae, sudah Jihyo, ku mohon jangan menangis lagi, aku yang salah.”

Jihyo segera melepaskan pelukan Siwon, ia menatap Siwon dengan dingin, “Sudah tidak ada gunanya oppa. Kau yang harus menyelesaikan semuanya, aku tidak mau tau,” ujar Jihyo meninggalkan Siwon.

 

-to be continued-

@carlasiregar