Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

 

*seperti biasa, pairing akan bertambah sejalan dengan bertambahnya part cerita, hehe

 

Hamun membuka pintu dorm dengan cepat dan langsung masuk ke kamarnya tanpa peduli lagi dengan panggilan khawatir Hyejin dan HyunAh yang sejak tadi menunggunya di dorm. Tak lama kemudian, Jihyo pulang dengan matanya yang sembab.

“Jihyo-ah, gwenchana?” seru HyunAh langsung memeluk Jihyo. Jihyo hanya terdiam, tak lama kemudian ia berteriak, “Hamun, cepat keluar dari kamar atau aku sendiri yang akan menceritakan ini kepada Hyejin unnie dan HyunAh unnie!”

Hamun bisa mendengar suara Jihyo yang sedang marah, Hamun tau pasti Jihyo sudah tau permasalahannya, ia tidak ingin Jihyo lebih murka lagi, ia segera keluar dari kamarnya dan menghampiri ketiga unnienya yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

Hyejin bisa melihat mata Hamun yang sembab seperti mata Jihyo. Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua?

“Kang Hamun, cepat ceritakan apa yang terjadi,” ujar Jihyo dingin, ia sama sekali tidak melihat Hamun sedikitpun.

Hamun benar-benar tidak bisa menahan tangisnya kali ini, ia begitu takut melihat Jihyo. Unnienya yang biasanya selalu ceria dan jahil kini berubah sangat dingin kepadanya. Hyejin segera memeluk Hamun.“Magnae, sudah-sudah jangan menangis. Sebenarnya ada apa?” tanya Hyejin. Namun Hamun masih tidak menjawab.

“Baiklah jika itu maumu, Hamun! Kalian tau unnie, magnae kita ini berciuman dengan Choi Siwon! Dan satu lagi, sepertinya magnae kita sudah jatuh cinta kepada Choi Siwon!” teriak Jihyo.

Tangis Hamun semakin kencang setelah mendengar kata-kata JIhyo.

“Itu semua benar, Hamun?” tanya HyunAh tidak percaya.

“Hiks, maafkan aku unnie. Aku tidak bermaksud seperti itu. Awalnya Siwon oppa meminta bantuanku untuk mencari tau siapa namja yang disukai oleh MinAh unnie, tetapi aku tidak memberitahukannya karena aku takut MinAh unnie marah kepadaku. Lalu tentang ciuman itu, itu hanya kecelakaan unnie! Aku terpeleset dan tidak sengaja mencium Siwon oppa. Aku tidak sengaja…”

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu itu? Jangan bilang kau tidak suka dengan Siwon oppa! Aku tau kau mulai menyukainya, Hamun!” ujar Jihyo.

Hamun tidak bisa menjawab apa-apa selain mengangguk.

Hyejin memandang magnae dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa dua member di grupnya menyukai namja yang sama? Bukankah sejak awal mereka sudah sepakat, jangan sampai permasalahan pribadi seperti ini menghancurkan grup mereka? Dan lebih parahnya, ini terjadi kepada magnae mereka yang masih polos. Hyejin juga tau apa alasan Jihyo meledak seperti itu, ia pasti tidak menyalahkan Hamun, tapi pasti Jihyo merasa bersalah karena oppanya lah yang menjadi  pangkal dari kejadian ini.

JIhyo tak tahan melihat magnaenya menangis, ia berjalan menghampiri Hamun dan akhirnya ia buka suara lagi, “Mianhae Hamun, aku tadi terlalu kelewatan memarahimu, tapi aku sayang kepadamu magnae,” ujar Jihyo sambil mengelus punggung Hamun. “Janji kepadaku ini semua tidak akan terulang lagi, ya?”

Hamun mengangguk, ia benar-benar takut sekarang. Yang bisa ia lakukan hanya menangis.

“Jihyo, semuanya baik-baik saja?” Key tiba-tiba muncul dengan napas yang terengah-engah. Ia segera meluncur dari tempat syuting saat Hyejin menelpnya. Hyejin memberi isyarat kepada Key untuk membawa Jihyo keluar.

“Come on, Jihyo. Let’s get some fresh air,” ujar Key sambil membawa Jihyo keluar.

***

Otak Siwon sudah tidak bisa berpikir jernih sekarang, semua ucapan Hamun dan JIhyo terngiang-ngiang terus di pikirannya. Apa yang harus ia lakukan? Ia memandangi pemandangan di sekitar Sungai Han pada malam hari, memang tidak bisa memberikannya jawaban akan segala masalahnya, tetapi paling tidak ini cukup menenangkan.

Tiba-tiba handphonenya berdering, ia sedang malas untuk mengangkat telp, akhirnya ia biarkan handphonenya berdering berulang kali. Namun tanpa sengaja matanya melihat ke arah layar handphonenya, SG MinAh, begitu yang tertera di layar handphonenya. Dengan segera ia mengangkat telp.

“Yoboseyo? Ada apa MinAh-ssi? Kau mau bertemu denganku? Kapan? Baiklah, kita bertemu di ruang latihan SG jam 9 malam nanti.”

***

Siwon memarkirkan mobilnya di parkiran SM building. Parkiran tampak kosong, hanya ada satu mobil yang terparkir di sana selain mobilnya. Mobil itu terlihat familiar untuk Siwon, tapi dimana ia melihatnya? Itu mobil siapa? Ah, atau mungkin itu mobilnya MinAh? Siwon akhirnya memutuskan untuk segera turun dari mobilnya dan segera ke ruang latihan SG.

“MinAh-ssi?” panggil Siwon. Ia dengan mudah segera menemukan MInAh yang sedang duduk bersandar di dinding kaca ruang latihan.

“Ah, annyeong Siwon oppa,” sapa MinAh. Siwon segera duduk di sampaing Minah, namun tiba-tiba ia teringat akan perkataan Hamun bahwa MinAh menyukainya, hingga tanpa sadar ia bergerak mengambil jarak.

“Ada apa MinAh?” tanya Siwon.

“Aku sudah dengar semuanya dari Hyejin dan HyunAh,” MinAh membuka pembicaraan.

‘Pasti ini mengenai Hamun,’ pikir Siwon.

“Dan aku menebak ini ada hubungannya denganmu, oppa,” ujar MInAh.

“Kau tau darimana?”

“Aku tau selama ini Siwon oppa mengawasiku karena diperintahkan oleh Leeteuk oppa,”

Siwon kaget mendengar perkataan MinAh. Setaunya yang tau mengenai misi dari Leeteuk hyung hanya Leeteuk hyung, Taemin, Hamun, dan dirinya sendiri. Siwon yakin ketiga orang itu tidak akan pernah membocorkan rahasianya. Lalu MinAh tau darimana? “Kau tau darimana, MinAh-ssi?”

MinAh tertawa kecil, “Heenim oppa.”

Ah, iya! MinAh dekat sekali dengan Heechul hyung, dan tidak janggal jika Heechul hyung mengetahui misi ini, ia punya banyak mata yang mengawasi semua gerak-gerik yang ia anggap janggal. Tiba-tiba Siwon teringat dengan perkataan Hamun, MinAh menyukainya. Tapi apakah itu benar?

“MinAh-ssi?”

“Ne, oppa?”

Siwon bingung harus mengatakannya, tapi bukankah ini akan tidak sopan jika dirinya langsung to the point menanyakan apakah MinAh benar-benar menyukainya atau tidak? Bagaimana pula, Siwon sedikit banyak tau dengan perilaku perempuan, tentu saja karena Jihyo.

“Oppa?” panggil MinAh.

“Ah, ada yang mau aku tanyakan kepadamu, MInAh-ssi,” Sepertinya Siwon memang harus menanyakannya sekarang daripada masalah ini berlarut-larut. “Apa kau menyukaiku?”

MinAh membelalak kaget mendengar pertanyaan Siwon, ia terdiam untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba ia tertawa.

“MinAh-ssi, apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” tanya Siwon.

“Hahahaha, pasti oppa diberitahu oleh salah satu member SG ya oppa? Hahahaha. Ya ampun, oppa. Semua orang salah paham!” MinAh berusaha menahan tawanya.

“Salah paham?” Siwon sekarang semakin tidak mengerti. Salah paham apa?

“Oppa, sebenarnya memang benar aku menyukaimu,” wajah MinAh memerah, “Tapi bukan suka dalam arti cinta oppa. Aku suka kepadamu hanya sebagai seorang fans yang suka dengan idolanya. Jika itu lebih, aku hanya iri melihat kau yang selalu memperhatikan Jihyo, kau oppa yang baik untuk dongsaengya. Mungkin juga karena aku dekat dengan Heenim oppa,makanya aku semakin kagum denganmu, Heenim oppa sangat suka membicarakan kebaikan dan kelebihanmu.”

“Jadi apa yang dikatakan oleh Hamun dan Jihyo itu?”

“Semua member SG sudah salah sangka oppa, mereka mengira aku menyukai oppa, tapi sebenarnya aku sudah punya namja pilihanku sendiri oppa, lagipula, kau sedikit mirip dengan namja itu,” ujar MinAh malu-malu.

“Mwo? Jinjja? Siapa?” seru Siwon bersemangat. Entah mengapa ia sangat senang mendengar pengakuan MinAh tadi, berarti bukan dia namja yang disukai oleh MinAh, sebagian hatinya lega berarti Hamun tidak harus disalahkan oleh para unnienya.

“Hemmm, tapi oppa harus janji dulu, jangan beritahu siapa-siapa, termasuk Leeteuk oppa dan Heenim oppa!”

“Heechul hyung pun tidak boleh tau?” tanya Siwon. ‘Aneh, mengapa Heechul hyung yang lebih seperti kakak kandung MinAh pun juga tidak boleh tau? “Baiklah, aku janji.”

 

MinAh membisikkan sesuatu ke telinga Siwon.

“Park MinAh! Ternyata dia namja misterius itu?! Ya, kau ini memang benar-benar membuat semua orang tertipu!” Siwon benar-benar tidak habis pikir ternyata nama itulah yang dibisikkan MinAh.

MinAh tersipu malu, ia sampai harus memukul lengan Siwon karena tampang namja di hadapannya ini sudah tidak kontrol saking terkejutnya. “Oppa, sudah ah! Jangan memasang tampang seperti itu! Aku jadi salah tingkah!”

“Pantas saja aku merasa ada yang aneh! Kau ini memang ada-ada saja Park MinAh! Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” selidik Siwon.

“Belum ada kelanjutan oppa, kau tau kan, ini sangat susah, apalagi dia itu, ya.. kau tau,” ujar MinAh.

Siwon mengangguk-angguk, “Baiklah, kalau kau perlu bantuan, jangan sungkan mencariku ya MinAh-ssi! Bagaimanapun juga, kau kan hoobaeku, apalagi kau rekan satu grup dengan Jihyo, kau sudah seperti adikku sendiri,” Siwon mengacak-acak rambut MinAh.

“Ne~ oppa! Ah, yang benar aku sudah kau anggap seperti adik sendiri? Kalau Hamun bagaimana?” ledek MinAh.

MinAh bisa melihat wajah Siwon tiba-tiba memerah yang langsung membuat MinAh tertawa geli, “Sudah ku duga, kau jatuh cinta kepada magnae ku, oppa!”

“Tidak! Kata siapa?” Siwon berusaha mengelak.

“Aku kan sudah bilang, aku tau kejadian lengkapnya oppa, termasuk insiden mu dengan Hamun, hihihi. Mengaku sajalah oppa, kau menyukai Hamun kan? Makanya tadi saat aku bilang aku tidak menyukaimu ekspresi wajahmu terlihat begitu senang.”

Siwon sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, tapi ia masih belum yakin apakah dia benar-benar menyukai Hamun atau tidak. “Tapi MinAh-“

“Eits, tidak ada tapi-tapian! Anggap saja ini juga kesalahanku karena mereka sudah salah sangka kepadaku sehingga kau juga menjadi susah. Aku akan menjelaskan semuanya kepada para member SG, tapi dengan satu syarat, kau harus mengutarakan apa yang kau rasakan ke Hamun.”

“Apa yang harus aku utarakan, MinAh?” tanya Siwon tak mengerti, namun tiba-tiba saja hatinya berdebar sangat kencang saat MInAh mengajukan syarat itu. Apa ia benar-benar menyukai si magnae? Bukan hanya perasaan sayang antara oppa dan dongsaeng seperti dirinya dan JIhyo?

“Bilang kepadanya kau minta maaf telah menyakiti perasaannnya dan bilang bahwa kau menyukainya! Huh, pantas saja Jihyo kesal dengan tingkahmu yang susah sekali menyatakan cinta kepada yeoja!” gerurtu MinAh.

“Heh? Jihyo bilang begitu kepadamu?” Siwon langsung membuat catatan sepulang nanti ia harus memarahi dongsaengnya itu, tapi sebelumnya ia harus minta maaf kepada Jihyo karena telah melanggar janjinya. Tiba-tiba Siwon teringat sesuatu, “MInAh, apa yang sebenarnya terjadi antara Jihyo dan Key?”

MinAh menatap Siwon tidak percaya, “Jadi sampai sekarang Jihyo belum cerita kepadamu, oppa?”

“Cerita apa?”

“Hahaha, sudahlah. Biar Jihyo yang cerita kepadamu, itu cerita lama kok oppa. Yasudah, aku pulang dulu oppa. Dia sudah menunggu di luar. Jangan lupa dengan perjanjian kita ya oppa,” MinAh pun bergegas keluar dari ruang latihan SG meninggalkan Siwon yang masih bingung.

***

Sudah 2 minggu sejak perjanjiannya dengan MinAh, dan hingga sekarang Siwon masih belum juga mengutarakan perasaannya kepada Hamun. Ia hanya ingin memastikan apa yang sebenarnya ia rasakan, tetapi semakin lama hatinya malah semakin sakit tidak pernah melihat magnae, dan yang lebih parah, Jihyo benar-benar menjauh darinya.

“Jihyo?” Siwon melihat Jihyo yang melintas di depan kamarnya, ia lsegera mengajar dongsaengnya dan menarik tangannya. “Mau sampai kapan kita terus begini, dongsaeng?”

Jihyo menatap dingin Siwon, “Sampai kapan juga kau mau menunda-nunda bertemu dengan Hamun?”

Siwon tau, pasti Jihyo juga sudah tau apa perjanjian dirinya dan MinAh, tapi ia tidak bisa menjawab dongsaeng kesayangannya itu.

“Aku sudah tau apa yang sebenarnya terjadi dari MinAh unnie, sekarang semuanya terserah padamu, Choi Siwon. Setengah permasalahan sudah selesai, sisanya hanya kau yang bisa menyelesaikannya. Dan hingga itu semua selesai, jangan harap aku memaafkanmu,” ujar Jihyo sambil berlalu ke kamarnya.

Siwon sudah tidak tahan lagi, ia tidak mau kehilangan semuanya, ia tidak mau kehilangan dongsaengnya dan yang lebih penting, ia sekarang sudah tau apa yang ia rasakan terhadap Hamun. Ia segera meraih kunci mobilnya dan memacu mobilnya ke dorm SG.

***

“Magnae, tolong buka pintunya!” teriak HyunAh dari dapur. Hamun yang sejak tadi sedang sibuk mengerjakan PR nya segera beranjak membukakan pintu, betapa terkejutnya ia saat melihat sosok Siwon yang sudah 2 minggu tidak ia lihat.

Tanpa basa-basi Siwon menarik menarik Hamun keluar dari dorm.

“Oppa, lepaskan! Aku belum bilang apapun ke unnie!” teriak Hamun berusaha melepaskan pegangan Siwon dari pergelangan tangannya, namun percuma, Siwon lebih kuat daripadanya. Ia hanya bosa pasrah saat Siwon membawanya pergi entah kemana.

Sepanjang perjalanan Hamun hanya menatap ke arah jendela, ia tidak mau melihat Siwon yang sejak tadi melirik ke arahnya sambil menyetir mobilnya ke suatu tempat. Setelah setangah jam perjalanan, Hamun bisa melihat Sungai Han dari dalam mobil dan juga jembatan Banpo, apa Siwon oppa mau mengajaknya ke tempat waktu itu lagi? Apa Siwon oppa tidak takut Jihyo unnie akan semakin mengamuk jika tau Siwon oppa dan dirinya ke tempat ini lagi?

Ternyata benar dugaan Hamun, Siwon memarkirkan mobilnya di pinggir jembatan Banpo, Siwon membukakan pintu Hamun dan menggandengnya ke bawah pohon tua di pinggir Sungai Han.

“Kumohon Hamun, bicaralah, jangan diam saja seperti ini,” tiba-tiba Siwon buka suara.

Hamun yang sejak tadi hanya memandang Sungai Han di depannya kini menengok ke arah Siwon, “Aku? Apa yang harus aku bicarakan oppa? Bukankah semuanya sudah jelas? Lagipula kau yang tiba-tiba menculikku ke tempat ini! Demi Tuhan, kau mau kita berdua kena masalah lagi dengan Jihyo unnie, huh?”

Siwon memandang Hamun lama sekali hingga membuat Hamun salah tingkah. ‘Mengapa pula dia harus memandangku seperti itu sih? Siwon oppa seperti ingin memakanku.’ pikir Hamun.

Hamun bisa melihat Siwon mendekat ke arahnya, semakin dekat hingga Hamun takut Siwon akan memarahinya hingga ia menutup matanya, namun tiba-tiba ia merasa tubuhnya menjadi hangat, Siwon memeluknya dengan sangat erat.

“Kumohon maafkan aku Hamun, aku yang salah, aku sudah tau semuanya yang terjadi, tetapi aku malah tidak berani untuk berbicara kepadamu. Maafkan aku Hamun. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku takut dengan perasaanku sendiri, karena aku masih meyakinkan diriku bahwa aku hanya menganggapmu seperti aku menganggap Jihyo, aku berusaha menganggapmu seperti adikku sendiri, ternyata aku baru sadar aku tidak bisa, aku kira sekarang aku mulai menyukaimu,” ujar Siwon panjang lebar.

Siwon merasakan jaketnya basah, ia panik dan lagsung melihat wajah Hamun yang sudah basah karena tangisannya, “Hamun, kenapa kau menangis? Kumohon jangan menangis,” Siown menghapus air mata Hamun dengan tangannya.

“Kenapa kau tidak bilang daridulu oppa? Aku sudah hampir takut setengah mati karena ku kira kau akan memarahiku, aku juga sudah takut setengah mati dengan Jihyo unnie yang tiap hari terus menceramahi untuk jauh-jauh darimu, aku takut oppa!” isak Hamun.

Siwon tertawa mendengar perkataan Hamun, pasti kali ini si Choi Jihyo master acting itu benar-benar keterlaluan sampai harus melarang Hamun seperti itu.

“Ih, kenapa oppa tertawa?!” Hamun memukul lengan Siwon dengan kuat saking kesalnya.

“Aw! Kau ini kecil-kecil tenaga nya kuat juga!” ledek Siwon.

“Merong!” Hamun menjulurkan lidahnya ke Siwon.

Siwon memeluk Hamun kembali, “Jadi sekarang, kumohon tetap di sampingku ya? Karena aku mulai menyukaimu, kau harus bantu aku untuk menemukan cintaku kepadamu, bagaimana?”

Hamun tersipu malu mendengar perkataan Siwon, tapi entah mengapa ia teringat perkataan Jihyo untuk sedikit mengetes Siwon, “Memangnya oppa kira aku menyukai oppa juga?”

“Aku tidak peduli, yang penting aku menyukaimu!”

Hamun tertawa, keras kepalanya persis sekali dengan Jihyo unnie.

Tiba-tiba handphone Siwon berbunyi, “Aish Choi Jihyo,” ujarnya sambil mengangkat telp.

“Choi Siwon! Kau bawa kemana magnaeku, hah?!” teriak Jihyo.

Hamun bisa mendengar Jihyo berteriak sangat kencang hingga Hamun kasihan dengan telinga Siwon yang bisa rusak kapan saja.

“Ke tempat yang kau sarankan, dongsaeng. Tenanglah, semuanya baik-baik saja,” ujar Siwon.

“Aish, kau ini memang! Baguslah kalau begitu! Jangan cari masalah lagi! Cepat segera pulang sebelum ada wartawan yang melihatmu dengan Hamun. Ah, satu lagi, congratulations, my lovely brother!” suara Jihyo melembut di bagian terakhir membuat Siwon tertawa, “Thank you my dear!”

“Jihyo unnie menyuruh kita pulang ya oppa?” tanya Hamun begitu Siwon menutup pembicaraan dengan Jihyo.

“Ne. Kau mau pulang sekarang?”

Hamun mengangguk.

“Ah, kau ini tidak seru, jagi~” ujar Siwon dengan manja hingga membuat Hamun geli sendiri melihatnya. “Baiklah, kita pulang dengan satu syarat.”

“Heh? Syarat?”

“Kau harus beritahu aku sebenarnya apa yang terjadi antara Jihyo dan Key!” Siwon betul-betul penasaran dengan hal ini, mengapa dia oppanya sama sekali tidak tau apa yang terjadi dengan dongsaeng satu-satunya?

“Jihyo unnie dan Key oppa? Oppa tau darimana?”

“Taemin,” jawab Siwon tidak sabar.

“Huh, liat saja anak itu nanti! Selalu saja keceplosan!” gerutu Hamun.

“Jadi ada apa, jagi?”

“Tidak ada apa-apa kok oppa, benar!”

Namun Siwon tau Hamun berusaha menutupi seperti Taemin dan MInAh, “Baiklah kalau kau tidak mau menjawab, kita tidak akan pulang,” ujar Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke arah Hamun.

Hamun panik setengah mati, ia masih sedikit trauma dengan ciuman pertamanya tempo lalu, “Huaaa, iya oppa aku jawab, aku jawab!” teraik Hamun sambil mendorong Siwon menjauh darinya. “Key oppa itu mantannya Jihyo unnie saat mereka masih sekolah di California!”

“Mwo? Jinjja? Jadi Sungmin hyung itu bukan pacar pertamanya Jihyo? Kenapa Jihyo tidak pernah cerita denganku sih? Aish, anak itu keterlaluan! Pokoknya Key tidak boleh dekat-dekat dengan Jihyo!” nada bicara Siwon tiba-tiba meninggi, ia dengan segera mengeluarkan handphone dari sakunya dan memencet nomer kontak Key.

Hamun kini tau mengapa JIhyo tidak mau cerita dengan Siwon, ia terlihat amat sangat menyeramkan jika sibling complexnya sudah kumat. Hamun yang panik melihat Siwon yang berusaha menelp Key akhirnya melakukan sesuatu hal yang membuat Siwon kaget. Hamun menarik tubuh Siwon ke arahnya dan mencium pacar pertamanya ini.

Siwon yang kaget langsung memutuskan sambungan telpnya. Namun ia tersenyum sendiri saat Hamun menciumnya. ‘Setidaknya, saat sibling complexku sedang kumat, kini aku tau apa obatnya,’ pikir Siwon.

 

-THE END-

@carlasiregar

 

*Akhirnya selesai, yeyeaaaaaaaaaaaah!!!! Maafkan Jihyo unnie magnae, di cerita ini dia terllihat menakutkan, hahaha. Dan akhirnya Jung bersaudara! Yeah, yeaaaaah!!! Saya officially ngefans sama Yunho oppa, hahaha. Ayo ayo di komen saran dan kritiknya :D*