Juli 2009

 

Bisnis keluargaku sedang mengalami masalah ekonomi. Dan untuk mengatasinya, appa menjodohkan aku dan onnieku dengan anak kerabat bisnisnya. Aku pun tidak menolak perjodohan ini karena bagiku perjodohan ini menguntungkan. Aku mencintai pria yang akan dijodohkan denganku dan kakakku itu. Namun aku masih belum bisa lega karena pria itu mempunyai hak untuk memilih antara aku atau onnieku, dimana onnieku 1000x lebih anggun dariku, 1000x lebih lembut dariku, 1000x lebih pintar. Pokoknya dia lebih segalanya dariku.

Nama pria itu Cho Kyuhyun. Dia lebih tua 3 tahun dariku, seperantaran dengan Hyejin onnie. Aku, onnieku, dan dia adalah teman sejak kecil dan sudah lama aku menyukainya. Meski aku tak seperfect Hyejin onnie, aku harap dia bisa melihat sisi baiku dan memilihku karena yang kutahu Hyejin onnie juga sudah mempunyai pacar.

“Jadi Kyuhyun, kau mau dijodohkan dengan siapa?” tanya Appaku padanya

“Kau pasti bingung. Keduanya sangat cantik,” goda ajjusi, appa Kyuhyun oppa.

Jantungku berdetak kencaaaaaaang sekali menunggu jawabannya. Oh, Tuhan, semoga oppa memilihku.

“Aku suka dengan Hamun” kata Kyuhyun oppa yang membuatku hampir mati tersenyum saking shock dan senang.

Namun kesenanganku hilang seketika saat ia berkata, “Tapi…” sambil bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju ke arah kami— tepatnya, kearah Hyejin onnie.

“Tapi… Aku cinta pada Hyejin. Sudah sejak lama. Jadi aku mau bertunangan dengannya,” ucapnya sambil menyematkan sebuah cincin manis dijari Hyejin onnie.

“Would you be my girl?” tanya Kyuhyun oppa sambil mencium punggung tangan Hyejin onnie yang dibalas dengan sebuah senyuman tanda setuju dari Hyejin onnie.

Dadaku berdetak kencang, tubuhku mendingin, wajahku mulai memanas, aku menggepal tanganku dan menggigit bibir bawahku untuk menahan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata.

Kini oppa berpindah ke sampingku, ia mengelus kepalaku dan berujar, “Ah~ senangnya punya calon istri yang cantik dan adik ipar yang penuh semangat sepertimu Hamun.”

dengan kekuatan yang tersisa, aku berusaha menatapnya dan tersenyum, “N-ne, kalian juga sangat cocok kok,” ujarku membohongi diriku sendiri

“Ah, oppa, aku ke kamar mandi dulu, nanti aku menyusul ke acara makan-makannya” pamitku pada Kyuhyun dan secepat kilat menghilang dari ruangan perjodohan itu. Aku sudah tak bisa membendung air mataku. Begitu tiba diluar, aku menangis sekencangnya. Perasaanku pada Kyuhyun oppa selama 5 tahun ini berakhir seperti ini.

“Ini,” ujar seseorang sambil menyodorkan sapu tangan untukku. Aku mengangkat kepalaku, melihat siapa yang memberikan saputangan itu. Seorang pria tampan yang tak kukenal.

“Kenapa menangis?” tanyanya padaku.

“Ter..ternyata men..ci..cintai s..se..orang me..me..memang me..nya..kitkan,” ujarku dengan sesenggukan

“Kau salah.”

Aku mengangkat kepalaku untuk dapat melihat wajah namja ini. aku terdiam menanti jawabannya.

“Mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia,” ujarnya. “Jangan menangis lagi. Sayang sekali kan wajah manismu tertutupi oleh air matamu?” lanjutnya sambil tersenyum manis padaku.

“Ga-gamapseumnida” ujarku lalu mengambil saputangannya dan menghapus air mataku. Ya, dia benar. Jika Kyuhyun oppa bahagia dengan Hyejin onnie, aku harus merelakannya. Bukannya kebahagiaannya, kebahagiaanku? Nantinya pasti ada pria yang akan mencintaiku seperti Kyuhyun oppa cinta pada Hyejin onnie, dan entah kenapa, aku ingin dicintai dan mencintai pria yang baru saja ku kenal ini.

“Ehm, namamu siapa? Kau tinggal dimana? Setelah kucuci akan kukem–”

kemana dia? Aku bertanya pada diriku sendiri begitu mendapati dia tidak ada disampingku.

Aku memperhatikan sapu tangan itu sambil mencari petunjuk. Ada inisial, “CS” dan cap “Anyang University.” Pria itu kuliah disana? Aku harus mengejarnya. Aku ingin tahu bagaimana rasanya dicintai dan mencintai pria sepertinya. salah, aku sudah jatuh cinta padanya.

 

*****

 

Juli 2011

 

“Hamun, aku masih tak percaya kamu bisa masuk universitas ini,” ujar sahabatku, Sonrye, begitu kami tiba digerbang universitas ini.

“Sudah kukatakan, aku harus masuk universitas ini maka dari itu aku berusaha. Jangan meremehkanku ya,” ucapku berlagak sombong pada sahabatku itu. Dia hanya bisa tertawa geli dengan sikapku.

Hei, Mr. CS, dimana kau? Aku sudah disini. Aku harap kita bisa segera bertemu.

“Hamun, ayo cepat masuk. Masa kita telat masuk kelas dihari pertama kita kuliah?”

“Neeeeee!!!” teriakku girang sambil menyusul Sonrye yang sudah beberapa meter didepanku

“BUK” aku menabrak seseorang yang tiba-tiba melintas didepanku saat aku berlari dan hal itu membuatku terjatuh

“Yaa, Hamun ah, kenapa kau tidak hati-hati?” teriak Sonrye yang menghampiriku

“Mianhata, gwencana?” tanya seseorang yang sedang mengulurkan tangannya untuk menolongku. Aku merasa seperti deja vu. Aku ingat suara ini. Aku ingat tangan itu. Apa dia… Aku mengangkat kepalaku dan melihat siapa pria yang kutabrak. Tuhan, secepat inikah aku bertemu dengannya? Terima Kasih!!!!!!! Aku harus mengembalikan saputangannya.

“Ehm, kau..”

“YAA TUAN MUDA CHOI SIWON?! LAMA SEKALI?! CEPAT KEMARI!” teriak seserang nun jauh disana, menenggelamkan suaraku.

“Aish, dasar cerewet” umpatnya dan membuatku tertawa geli.

“Mianhata aku sudah menabrakmu, lain kali akan kutraktir ganti rasa bersalahku,” ujarnya dan dengan cepat ia sudah hilang dari hadapanku. Akhirnya, saputangan itu belum bisa ku kembalikan tapi aku tahu satu hal, nama pria itu Choi Siwon.

Kurasa kali ini Tuhan berpihak padaku hihihi

 

*****

 

SIWON POV

 

“Hei, Siwon ah, lama sekali! Kau sedang pedekate dengan gadis tadi ha?”

“Aish, kau ini apa sih. Aniyo. Aku menabraknya,”

“Sengaja?” tanyanya lagi padaku

“Yaa, Donghae ah, tentu tidaklah!” bantahku keras

“Ah, baguslah. Kukira kau belum melupakan Hyejin dan mau memanfaatkan adiknya itu”

“Adik? Maksudmu?” tanyaku bingung dengan apa yang Donghae ucapkan

“Kau tak kenal gadis tadi? Dia Park Hamun, adik Park Hyejin. Bagaimana kau tak kenal adik mantan pacarmu sendiri?” tanyanya. Seketika itu juga, aku merasa harapanku telah kembali.

“Ya, aku tak peduli kenapa kau tak mengenalnya tapi aku harap kau–”

“Donghae-ah, kau tahu? Ini kesempatanku untuk merebut Hyejin kembali padaku.”

“Yaa! Siwon ah! Kau.. Ini sudah 3 tahun! Kenapa kau tak menyerah?”

“Tak bisa, aku tak boleh menyerah, aku akan memanfaatkan Hamun,”

“Siwon ah! Kau-”

“Ya, kau mau bilang aku gila kan? Ya, aku sudah tergila-gila oleh Hyejin. Akan kulakukan apa saja untuk merebutnya kembali. Aku tak peduli siapa yang jadi korbannya. Aku akan memperjuangkan cintaku!”

“Cinta? Kau bilang ini cinta? Ini hanya keegoisanmu!”

“Aku tak peduli dengan semua yang kau katakan, kalau kau tak suka, tinggalkan aku!”

“Terserah padamu Choi Siwon. Kau berubah! Aku sudah tak mengenal dirimu yang sebenarnya. Aku capek berdebat denganmu. Aku duluan,” ujar Donghae lalu meninggalkanku.

Aku berubah? Aku tetap Siwon yang dulu. Kurasa ia terlalu tertekan dengan skripsinya.

Aku harus menaklukan Hamun agar aku bisa kembali bertemu dengan Hyejin. Ya, harus.

 

*****

 

Sudah seminggu ini aku menyelidikinya, namun aku belum melakukan pendekatan apapun padanya.

“BUK!” lagi-lagi aku menabrak seseorang. Kurasa otakku terlalu dipenuhi dengan Hyejin

“Mianhata,” ujarku bersamaan dengan orang yang kutabrak. Aku mengangkat kepalaku dan melihat jelas siapa orang yang kutabrak.

“Park Hamun? ; Choi Siwon Sunbae?” ujar kami bersamaan

“Lagi-lagi kita bertabrakan,” candaku dan ia hanya tersenyum merona

Ini kesempatanku untuk memulai pendekatan, “Bagaimana kalau aku mentraktirmu? Aku kan sudah janji dulu?” tawarku dan ia mengangguk.

 

*****

 

kejadian hari itu, membuka jalanku untuk merebut Hyejin dengan memanfaatkan Hamun jadi lebih mudah.

“Kau sudah gila Tuan muda Choi Siwon. Kau tega sekali,” ujar Donghae yang tak kuperdulikan.

Hpku berbunyi. Aku melihat pesan masuk yang ternyata dari Hamun itu, ‘oppa, sedang tidak ada kelas kan? Aku tunggu di taman belakang ya’ itu isi pesannya.

Tanpa memperdulikan ocehan Donghae lagi, aku pergi menuju tempat yang Hamun maksud.

 

*****

 

“Oppa, aku suka padamu. Sejak 3 tahun yang lalu. Mungkin kau lupa kapan kita pernah bertemu tapi aku sungguh beruntung bertemu denganmu saat itu. Dan aku mau mengembalikan sapu tangan ini padamu,” ujar Hamun sambil menyerahkan sebuah saputangan yang kukenal sebagai milikku.

“Terima kasih karena kau telah membuatku mengerti tentang cinta. Terima kasih. Saranghamnida oppa,” ujarnya dengan tegas sambil menatapku lurus.

Aku ingat padanya. Ternyata ia adalah gadis yang menangis di tempat perjodohan Hyejin saat itu. Namun hari itu, aku juga kehilangan Hyejin yang aku sayang.

Ya, ini membawa keuntungan untukku, jadi aku tak perlu terlalu repot melakukan pendekatankan? Aku hanya perlu memperlakukannya sebagai seorang pacar mulai sekarang sampai saat aku kembali mendapatkan Hyejin.

“Ne, nado saranghae, Hamun ah,” ujarku lalu memeluknya. Aku merasakan bajuku sedikit basah. Aku mengangkat kepalanya dan mendapati ia menangis.

“Ha-hamun? Wae?” tanyaku bingung sekaligus panik.

“Mianhe,” katanya sambil tersenyum, “aku terlalu gembira dan lega. Aku tak menyangka kali ini, orang yang aku sayang memiliki perasaan yang sama denganku,” ujarnya dan kembali memelukku erat.

Aku merasa nyaman bersamanya. Aku merasakan ada suatu kehangatan yang mengalir dalam darahku.

Aku dapat merasakan detak jantungnya yang sangat cepat.

Aku dapat merasakan kalau cintanya tulus padaku, tapi maaf, aku mencintai Hyejin, Hamun.

 

*****

 

HAMUN POV

 

“Nado Saranghae,” kata Siwon oppa padaku. Sungguh, aku sangat bahagia sekarang. Aku tak menyangka perasaanku terbalas.

“Aku sudah takut kalau kejadian 3 tahun lalu terulang kembali,” ujarku membuka pembicaraan dengannya

“Kejadian apa?” tanya Siwon oppa padaku

“Kejadian dimana orang yang aku sayang selama 5 tahun, menyukai kakak angkatku dan lebih memilihnya sebagai tunangannya,” kataku. “Aku nyaris saja membenci kakakku, karena hal itu bukan yang pertama kali. tapi untunglah hari itu aku bertemu denganmu oppa,” ujarku sambil tersenyum merekah padanya.

“Memang kejadian yang sebelumnya bagaimana?” tanyanya padaku

“Sebelumnya juga ada teman yang aku suka selama 3 tahun, tapi ternyata ia dekat padaku karena ingin mendekati kakakku itu. Istilahnya aku dimanfaatkan” ujarku sambil tertawa. ya, mengingat hal ini, membuatku kembali mengingat rasa sakit yang aku rasa dulu.

Suasana hening sesaat. “Oppa, kau benar-benar cinta padaku kan?” tanyaku memecah keheningan

 

SIWON POV

 

“Oppa, kau benar-benar cinta padaku kan?” tanyanya tiba-tiba padaku yang membuatku kaget setengah mati. untung saja logika kembali menguasaiku.

“Ya, tentu saja. memang kenapa, Hamun?” tanyaku bingung dengan maksud pertanyaannya. apa dia tahu kalau aku hanya memanfaatkannya?

“Baguslah, dengan begini aku jadi tak ragu memperkenalkan oppa dengan onnieku. Dia jauh lebih segalanya dariku, aku takut oppa akan jatuh cinta padanya,” ujarnya sambil menatapku lirih.

Hey, hey, tolong jangan menatapku seperti itu. Aku jadi merasa bersalah padamu.

“Tidak mungkin, kau tenang saja ya Hamun” ujarku sambil mengelus kepalanya

“Aish, bodohnya aku. Kenapa aku harus khawatir? oppa cinta padaku. Jadi meski kau bertemu dengannya, kau tak akan jatuh cinta padanya,” ujarnya dan hanya kujawab dengan senyuman.

“Kapan-kapan kenalkan aku pada onniemu itu ya,” ujarku padanya dan ia mengangguk

 

HAMUN POV

 

“Hamun, kajja, kita pulang,” ujar Siwon oppa sambil berjalan mendahuluiku.

Aish, oppa ini tak tahu hati perempuan ya? Harusnya dia kan menggandengku.. Hahaha ya sudahlah, kurasa aku yang harus mengajarinya.

Diam-diam aku berusaha menyelinapkan jemariku di jemarinya, “Oppa tung..gu” ucapanku terputus karena kaget. Aku kaget. Barusan ia menepis tanganku?

“Mi-mianhe Hamun, aku kaget tanganmu tiba-tiba menyelinap,” ujarnya lalu ia mulai menggengam tanganku.

Ya, benar, mungkin dia hanya kaget. Auu senangnya. Rasanya jantungku mau copot mengingat aku sedang menggandeng tangannya.

 

*****

 

“Hyejin onnie!!!!!!!!!!! Aku punya pacaar!!!” teriakku begitu tiba di rumah.

“Hamun ah, jangan teriak-teriak. Ada ajjusi, ajjuma, dan Kyuhyun oppa~” ucap Hyejin onnie dari ruang tamu. Mwo? Ada mereka? Pasti membicarakan tentang pernikahan mereka sebulan lagi. Aish!!! Malu sekali!

“Ajjusi, Ajjuma, Kyuhyun oppa, mi-mianhe,” ujarku penuh penyesalan begitu tiba di ruang tamu. Mereka hanya tertawa menanggapi tingkah bodohku.

“Kau tak berubah. Penuh semangat, Hamun,” ujar ajjuma

“Lalu siapa pacarmu? Kalau tak lebih tampan dariku, tak akan kuijinkan! Ah, tapi setauku, tak ada namja yang lebih tampan dariku,” goda Kyuhyun oppa dengan tampang sengaknya, membuat kami yang ada disitu tertawa.

“Aish, oppa harus tahu, dia sangat tampan! 3x lebih tampan dari oppa!” ujarku meyakinkan

“Aku tak percaya! Gimana kalau kau perkenalkan pada kami?” ujarnya dan memang itulah yang aku inginkan

“Ne, aku memang mau mengajak oppa dan onnie untuk double date besok. Gimana?” tawarku

“Hm, boleh juga! Kencan terakhir sebagai sepasang kekasih sebelum kau jadi istriku Hyejin. Gimana?” tanya Kyuhyun oppa pada Hyejin onnie dengan antusias.

“Aish, kalian berdua ini. Arraseo, aku ikut,” ujar Hyejin onnie yang membuat Kyuhyun oppa kesenangan dan memeluknya.

“Darah muda memang penuh semangat ya yeobo,” ujar ajjuma pada ajjusi untuk menyindir kemesraan onnie dan oppa.

“Aih, omma sirik” ledek Kyuhyun oppa yang membuat kami semua tertawa.

 

*****

 

SIWON POV

 

“oppa, besok kita double date ya sama onnieku. Lotte World jam 10am. Saranghae

Jantungku berdetak sangat kencang begitu selesai membacanya. Aku tak menyangka, secepat ini aku akan bertemu dengannya. Aku tak sabar ingin melihat Hyejin. Sejak hari kita berpisah, aku benar-benar lost contact dengannya. Ia sungguh-sungguh menghindariku. Tapi besok, aku akan membuatmu kembali padaku.

 

“Oppa, tunggu disini sebentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu. sebentar lagi onnieku akan datang,” ujar Hamun yang kujawab dengan anggukan. Hamun berlari-lari kecil menuju kamar mandi. melihat tingkahnya membuatku tertawa-tawa sendiri. He? ada apa denganku? kenapa aku jadi memperhatikannya? Aish, otakku mulai ga beres gara-gara Park bersaudara ini.

 

“Aish, kenapa oppa lama sekali?” ujar seorang wanita yang langsung merebut perhatianku. aku sangat mengenal suara ini. Suara Hyejin.

Aku mencari sumber suara dan mendapati Hyejin sedang berdiri 5 meter dariku sambil menatap jam tangannya.

Dia tak berubah. Cantik seperti dulu, ani, dia bahkan jauh lebih cantik. Dia tetap tak sabaran. Dia Hyejinku yang dulu..

Aku sudah tak bisa menahan perasaanku. Rasanya aku ingin memeluknya dan tak akan melepaskannya lagi.

Tanpa kusadari, kakiku mulai bergerak mendekatinya namun aku terhenti saat tiba-tiba ada seorang pria yang menutup mata Hyejin dari belakang lalu mencium pipi Hyejin.

Rasanya aku ingin menghajar pria itu tapi aku melihat Hyejin tertawa lepas bersamanya. Hal itu membuatku dadaku merasakan sakit yang dulu pernah kurasakan saat ia memutuskan untuk meninggalkanku.

“Oppa, kajja, itu onnieku dan tunangannya sudah menunggu” kata Hamun yang tiba-tiba muncul dan menarik tanganku ke tempat Hyejin dan pria itu berdiri

“Onnie, oppa!!” teriak Hamun pada mereka berdua. Aku dapat melihat senyuman Hyejin hilang seketika saat ia melihatku bersama Hamun

“Onnie, oppa, kenalkan namanya Choi Siwon dan dia adalah pa-car-ku,” ujar Hamun memperkenalkan aku

“Cho Kyuhyun imnida. Aish, aku kalah tampan darimu. Hamun memang pintar memilih cowok,” canda Kyuhyun yang mengharuskanku untuk tertawa

“Park Hyejin imnida, aku kakak angkat Hamun,” ujar Hyejin tanpa menatap mataku.

“Ayo, kita segera masuk. aku tak sabar ingin segera bermain-main,” ujar Hamun sambil menggandeng tanganku

 

*****

 

HAMUN POV

 

Aku merasa ada yang aneh dari Siwon oppa seharian ini.

Dia jadi lebih sering melamun, seperti saat ini. “Oppa.. oppa” panggilku namun tak ia perdulikan.

Aku mendapati ia sedang memandangi sesuatu dengan tatapan yang dalam.

Tatapan mata itu menyedihkan dan seakan mau berbicara sesuatu.

Aku mengikuti arah pandangnya dan mendapati orang yang sedang ia pandang adalah.. Tidak.. Aku mohon, jangan dia. Jangan Hyejin onnie..

“OPPA!!!” pekikku padanya

“Ah, eh? ada apa Hamun? mianhe, aku sedang tidak enak badan jadi..”

“Arraseo,” kataku memotong pembicaraannya. “kalau begitu kita pulang saja,” ujarku sambil merangkul tangannya dengan erat sambil berusaha mengusir rasa takutku.

“Ta-tapi,”

“Gwencana, tak perlu merasa tak enak pada Hyejin onnie dan Kyuhyun oppa, kita pulang saja oppa. nanti aku akan bicara pada mereka,” ujarku

 

*****

 

Ini sudah hari ketiga sejak double date di Lotte Mart itu artinya sudah 3 hari juga aku tak bertemu dengan oppa. Aku sudah mencoba menghubungonya tapi tak ada balasan apapun. Hari ini aku memutuskan untuk ke rumahnya, aku takut kalau ia sedang sakit. Aku dengar ia hanya tinggal seorang diri di apatemen jadi aku ingin berguna untuknya sebagai seorang kekasih.

“Ehm, Donghae Sunbae, kau tahu alamat oppa dimana?” tanyaku pada sahabat dekat Siwon oppa.

“Gamsahamnida sunbae” ujarku senang begitu ia memberikan alamat Siwon oppa

“Kalau begitu aku pergi dulu, annyeong,” kataku dan berjalan meninggalkannya.

Namun tiba-tiba sunbae memanggilku, “Hamun,” aku terhenti dan memutar kepalaku, “Nde?”

“Sebaiknya tinggalkan Siwon, dia hanya akan membuatmu sakit hati,” ujar Donghae Sunbae yang membuat jantungku bekerja cepat. Rasa kekuatiran dan ketakutan yang aku rasa saat ia menatap Hyejin onnie kembali mencuat. Namun aku berusaha memainkan logikaku agar aku tak terpengaruh oleh perasaan.

“Aniyo oppa, aku percaya pada Siwon oppa. Dia bilang, dia mencintaiku dan aku percaya itu. Gamsahamnida, sunbae,” ujarku dan dengan segera aku melesat ke apartemen Siwon oppa.

 

*****

 

“Hamun? Sedang apa kau?” tanya Siwon oppa yang kaget dengan kemunculanku di depan pintu apartemennya. Aku tersenyum dan masuk kedalam sebelum ia persilahkan.

“Oppa, sakit kan? hari ini aku akan merawat oppa, dan aku jamin oppa akan segera sembuh!” ujarku lalu memaksanya untuk kembali tidur.

Aku beranjak ke dapur dan mulai memasak bubur yang sudah Hyejin onnie ajarkan. Setelah itu aku menyuapi oppa. Setelah oppa selesai makan, ia kembali tidur dan aku mulai membereskan apartemennya yang tak terlalu berantakan.

“Selesai,” ujarku girang setelah selesai menghilangkan semua debu yang ada diruangan ini.

Aku berjalan menuju kamar Siwon oppa untuk pamit pulang namun ternyata ia sudah tidur lelap. Aku duduk di tepi kasurnya sambil mengamati setiap lekuk wajahnya dan hal itu membuatku tertawa-tawa sendiri.

“Lebih baik aku pulang, daripada membuatnya terbangun” ujarku pada diriku sendiri.

Aku hendak meninggalkan kamar itu, namun tanpa sengaja mataku tertuju pada satu foto yang ada di meja belajar Siwon oppa. Foto dia dengan seorang gadis yang kukenal sebagai Hyejin onnie.

Oppa dan onnie sudah saling kenal?

Apa hubungan mereka?

Kenapa mereka tak memberitahuku kalau sudah saling kenal?

Aku berusaha menyingkirkan pikiran buruk tentang mereka berdua namun mataku tanpa sengaja tertuju pada sebuah mug. Di mug itu ada tertulis, “Saranghae

Aku melihat benda-benda lain yang ada di meja itu dan banyak kutemukan benda-benda yang berhubungan dengan Hyejin onnie.

Jadi onnie adalah mantan pacar Siwon oppa?

Lalu kenapa oppa masih memajang banyak kenangan mereka di meja belajar ini?

Apa..

Apa oppa masih cinta pada onnie?

Lalu mengapa ia menerimaku?

Tidak.. Jangan lagi.. Jangan pakai aku untuk mendekati Hyejin onnie.

 

Dadaku sakit.. aku merasakan hal yang sama seperti saat Kyuhyun oppa memilih Hyejin onnie sebagai tunangannya.

Aku segera keluar dari apartemen oppa dan menuju mobilku.

Pertahananku runtuh, air mataku tak tertahan lagi..

“Kenapa harus Hyejin onnie?”

 

*****

 

“Hamun ah, gwencanayo?” tanya onnie begitu aku tiba di rumah

“Gwencana,” jawabku bohong. Aku sedang tak ingin berhadapan dengannya.

“Jangan bohong, matamu beng..”

“I’m Fine!” ujarku agak keras. “Mianhe onnie, aku sedang ingin sendiri,” ujarku dan secepat kilat berlari ke kamarku.

“Aku tak boleh menangis. Kalau Siwon oppa belum melupakan Hyejin onnie, aku akan membuatnya lupa. Ya, akan kucoba,” ujarku pada diriku sendiri

 

*****

 

Ini sudah menjelang sebulan aku berpacaran dengan Siwon oppa. Perasaan takut dan ragu mulai menguasaiku. Bagaimana tidak? Selama ini oppa tak pernah punya inisiatif untuk menggandengku, memelukku, atau mengajakku kencan. Ia juga tak pernah menciumku. Dan kenyataan yang membuatku ragu adalah, aku tahu, kalau Siwon oppa adalah mantan pacar Hyejin onnie dan ia belum bisa melupakannya.

“Hamun, bagaimana hubunganmu dengan Siwon? Oh iya, besok ajak Siwon makan malam disini ya,” kata Kyuhyun oppa yang membuatku kaget

“U.. Untuk apa?”

“Sebentar lagi onniemu akan tinggal bersama oppa dan meninggalkan rumah ini, ehm, jadi acara perpisahan gitulah, Hamun,” ujar Kyuhun oppa yang terpaksa kusetujui. Aku tak menyukai hal ini. Aku tak suka Siwon oppa bertemu dengan Hyejin onnie. Aku takut Siwon oppa semakin tak bisa melupakannya.

 

*****

 

SIWON POV

 

“Silahkan dimakan, Siwon-sshi. Ini semua masakan Hyejin” ujar Kyuhyun yang kujawab dengan senyuman

Ya, ini memang masakan Hyejin. Aku ingat semua rasa ini.

“Auw!” teriak Hyejin yang langsung merebut perhatianku. Tangannya terkena kuah sop yang masih panas.

dengan segera aku mengambil es batu yang ada di minumanku dan melapisisnya dengan serbet yang ada di meja. Aku berjalan ke arah Hyejin dan meraih tangannya yang terluka tadi dan mengompresnya dengan serbet tadi.

“Gwencana?” tanyaku padanya

“N..nde, aku bisa sendiri. Gamsahamnida,” ujarnya yang membuatku tersadar akan posisiku. Saat ini, aku adalah pacar Hamun bukan Hyejin. aku kembali ke tempat dudukku.

“Sebenarnya lusa adalah hari pernikahanku dan Hyejin makanya kami mengajakmu makan malam saat ini sekaligus ingin mengundangmu untuk hadir dipernikahan kami,” kata Kyuhyun yang membuat dadaku sakit. Aku menatap Hyejin tak percaya namun ia malah mengalihkan pandangannya.

“Aku ke dapur dulu ambil makanan penutup,” kata Hyejin dan berlalu menuju dapur

“Hamun, aku permisi ke kamar mandi,” ujarku namun tujuanku sebenarnya adalah dapur, tempat Hyejin sekarang.

Aku dapat melihatnya kesusahan mengambil cangkir yang ada di lemari atas. Aku menghampirinya dan menolongnya.

“Gamsahamnida,” ujar Hyejin singkat tanpa memandangku. Aku tahu ia ingin segera keluar dari dapur ini namun aku menahannya.

“Mianhe Siwon sshi, aku mau membuat hidangan penutupnya, jadi tolong permisi,” ujarnya tenang namun dingin.

Perasaanku selama ini tak tertahan lagi. Aku langsung memeluk Hyejin.

“Berhentilah bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa diantara kita, Hye!” pintaku sambil memeluknya makin erat.

“Siwon, lepaskan! ada Kyuhun dan Hamun di ruang makan!” ujarnya sambil meronta. Semakin ia meronta, semakin erat aku memeluknya.

“Aku tak peduli, biar mereka tahu sekalian,”

“Kau gila!”

“Ya, aku tergila-gila karena cintaku padamu,”

“Lepaskan Choi Siwon!” pekiknya

“Baiklah, kau akan kulepaskan, tapi besok siang datanglah ke apartemenku. aku janji, setelah besok, aku tak akan mengganggumu lagi. Kau harus datang kalau tak mau perasaan adikmu tersakiti,” ujarku setengah mengancam lalu melepaskannya

“Onnie? oppa? kalian sedang apa?” tanya Hamun yang tiba-tiba muncul di depan dapur

“Tadi Siwon membantuku mengambil cangkir di rak atas, Hamun,” ujar Hyejin lalu pergi meninggalkan dapur duluan

 

*****

 

HAMUN POV

 

“Hamun, ayo kita kembali ke ruang makan,” ajak Siwon oppa

“Oppa, kau mencintaiku?” tanyaku pada Siwon oppa. Melihat sikap oppa saat menolong Hyejin onni tadi, dan memikirkan apa yang mereka lakukan di dapur ini berdua membuat semakin ragu pada Siwon oppa.

“Hamun, pertanyaan macam apa itu? Kau tak percaya padaku?” tanyanya sambil menatapku bingung

“Aku ingin percaya oppa! Tapi kau membuatku ragu!” ujarku setengah teriak.

“Lalu kau mau aku bagaimana?” tanyanya

“Cium aku,” pintaku. Ya, kalau tak punya perasaan apa-apa, ia tak mungkin menciumku. Dalam sekejap, oppa menarikku dan detik berikutnya aku dapat merasakan ia mengecup bibirku.

“Kau percaya Hamun?” tanyanya lalu meninggalkanku duluan

Aku memeluknya dari belakang, “Ne, mianhe oppa, aku sudah meragukan perasaanmu,”

saat ini aku tak bisa membedakan mana kebenaran dan kepalsuan. Tapi oppa, bolehkah aku berharap kalau kau tak membohongiku?

 

*****

 

hari ini aku berencana ke apartemen Siwon oppa. Aku belum bilang padanya. Aku mau memberinya semacam kejutan karena hari ini adalah hari Sebulan kami berpacaran sekaligus aku mau minta maaf karena selama ini aku meragukan perasaannya.

Begitu memarkirkan mobil, aku segera melesat menuju apartemennya. Aku tak sabar ingin melihat bagaimana ekspressinya begitu melihat scrapbook yang aku bawa ini. Aku bergadang 3 hari 3 malam membuatnya. Semoga ia senang.

 

aku hampir tiba diapartemennya.

“Siwon opp..” namun suaraku terputus begitu melihat kenyataan bahwa pacarku sedang mencium kakak angkatku, Hyejin onnie.

“Saranghaeyo Park Hyejin. Jeongmal Saranghaeyo” ucap Siwon oppa lembut dengan tatapan paling lembut dan penuh cinta. Tatapan yang baru kusadari, tak pernah ia perlihatkan padaku.

Hyejin onnie mulai menangis, “Tidak! Aku tidak mencintaimu! Kau pacar Hamun! Tak mungkin aku mencintaimu! Lagipula aku sudah memiliki Kyuhun!” ucapnya

“Hentikan! Jangan bohongi dirimu sendiri! Aku tau kau juga mencintaiku! Kau bahkan tidak menolak ciumanku tadi. Itu sudah cukup sebagai bukti Hyejin!”

“Tapi kau pacar..”

“Ya, aku pacar Hamun.. Karena aku ingin mendekatimu! aku memanfaatkannya Hyejin! Aku rela lakukan apa saja untuk mendapatkanmu kembali meski aku harus menyakiti diriku sendiri ataupun orang lain”

Hatiku sakit mendengar kenyataan itu. Jadi, selama ini oppa tak cinta padaku? Ia hanya memanfaatkan aku? Apa sedikit pun rasa itu tak ada?

“Tapi Hamun menyayangimu dengan tulus! Aku tak mau menyakitinya setelah begitu banyak kebaikan yang ia dan orang tuanya berikan padaku!

“Bagaimana dengan perasaanku yang kau sakiti?!”

“Hamun selalu bercerita padaku kalau ia sangat mencintaimu. Dan kemarin kau juga menciumnya dengan lembut. Bukankah itu tandanya kau mulai menyukainya?”

“Kutekankan sekali lagi, Aku tak mencintainya! Apa kau tau? Saat ia berjalan denganku, saat tangannya menggenggam tanganku, saat aku menciumnya.. Kau yang kubayangkan!”

Tanpa kusadari, air mataku mulai mengalir. Aku merasa seperti orang bodoh. Ternyata selama ini, aku hanya heboh sendiri. Hanya aku yang merasa berdebar atas semua perlakuannya padaku.

“Aku mencintaimu Hye! Hentikan pernikahanmu dengan Kyuhyun! Kau sumber kebahagiaanku!! aku tak tahu bagaimana kehidupanku jika tanpa dirimu!” ucap Siwon sambil merangkul Hyejin sangat erat seakan tak mau terpisahkan lagi tapi Hyejin menolak perlakuan itu “Aku tak bisa Siwon ah! Kenapa kau tak mengerti?!” teriak Hyejin onnie lalu ia berjalan menuju ambang pintu dan akhirnya melihatku

“Ha.. Ha.. mun?” tanyanya tak percaya. Aku tak bisa menjawab apapun. Aku bingung. Aku marah. Aku sedih. Aku kecewa. Aku tak tau ekpresi mana yang harus kutunjukan.

“mianhe Hamun ah..” isaknya lalu pergi meninggalkanku

“Hyejin Ah! Jangan pergi!” teriak Siwon Oppa sambil berusaha menyusul Hyejin tanpa memperdulikan keberadaanku. Hatiku sakit ia melewatiku bahkan tanpa memandangku untung aku masih dapat menahan tangannya

“Oppa, jangan pergi. Aku mohon” pintaku

“Lepaskan Hamun..” pintanya yang tentu saja tak kuperdulikan

“Aniyo. Aku tak akan melepaskanmu. Kau tak boleh pergi”

“Lepaskan Hamun.”

“Shiro”

“Lepaskan aku Park Hamun?!” bentaknya sambil menepis tanganku

“Oppa! Aku mohon jangan pergi! Kalau kau pergi..”

“Hamun, aku tak mencintaimu! Aku hanya memanfaatkanmu untuk merebut Hyejin kembali. Terima kasih Hamun atas bantuanmu selama ini. Aku yakin kau akan menemukan pria yang jauh lebih baik dariku” ucapnya lalu pergi mengejar Hyejin.

Aku kehilangan pertahananku. Kakiku mati rasa sehingga aku terduduk dilantai dan tangisku pecah begitu punggungnya tak terlihat lagi. Perasaanku selama 3 tahun, berakhir seperti ini

 

*****

 

SIWON POV

 

“Buat apa kau membawaku ke perusahaan Kyuhyun, Choi Siwon?!” teriak Hyejin sambil meronta-ronta namun percuma karena tenagaku jauh lebih besar

“Kita bilang kalau kau akan membatalkan pernikahan itu,” kataku

“Kau gila Choi Siwon! Kau–”

“Kyuhyun oppa, aku mohon hentikan pernikahanmu dengan Hyejin onnie,” ucapan Hyejin terputus karena begitu kami tiba didepan pintu ruangan direktur, Cho Kyuhyun, kami mendengar suara perempuan yang aku kenal suaranya sebagai Hamun.

“Kau kenapa Hamun?” tanya Kyuhyun dengan lembut. Pintu yang tak dikunci membuat aku dan Hyejin membukanya dan mengintip dari tempat kami berdiri sekarang.

Hamun terduduk dilantai memohon pada Kyuhyun.

“Aku mohon oppa, batalkan pernikahanmu dengan Hyejin onnie,” pinta Hamun sambil menangis histeris

“Hamun-ah, Hamun-ah, kau kenapa? apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Ini semua salahmu oppa! salahmu!” teriak Hamun sambil memukuli Hamun. Kyuhun yang yang tak mengerti tentang apa yang terjadi di apartemenku tadi pasti sangat bingung.

“Kalau dari awal kau memilihku sebagai tunanganmu, kita semua pasti bahagia! kau akan bahagia denganku dan Siwon oppa akan bahagia bersama Hyejin onnie!” teriak Hamun sambil terus memukul-mukul Kyuhyun

“Hamun!” teriak Kyuhyun yang membuat Hamun kaget. “Aku mohon, tenanglah!” pinta Kyuhyun dan Hamun pun terlihat mulai tenang. Ia tidak lagi memukuli Kyuhyun

“Aku mohon oppa, hentikan pernikahanmu dengan Hyejin onnie. Aku tak mau melihat Siwon oppa sedih. Sudah 3 tahun, hidupnya hancur karena oppa merebut Hyejin onnie darinya!” ujar Hamun parau. ia terus menangis meski sudah tidak sehisteris tadi.

“Apa kau tahu oppa? Siwon oppa adalah mantan pacar Hyejin onnie. Hyejin onnie pun masih sangat mencintainya,” ujar Hamun.

Aku penasaran dengan reaksi Kyuhyun, namun ia malah tersenyum. “Aku tahu, Hamun sayang,” jawabnya

“Lalu buat apa kau menikah dengan orang yang tak mencintaimu?! Lepaskan dia dan biarkan ia hidup bahagia bersama Siwon oppa!”

“Hamun-ah, aku tak mungkin melepaskan Hyejin. Aku sudah terlalu mencintainya. Kalau sekarang ia tak mencintaiku, akan kubuat ia mencintaiku lebih dari ia mencintai Siwon. Aku tak akan membatalkan pernikahanku dengan Hyejin, Hamun”

“Kenapa kau keras kepala oppa?!” tanya Hamun

“Bukankah harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Hamun?” canda Kyuhyun sambil menghapus air yang mengalir dipipi Hamun. “Kurasa Hyejin dan Siwon “tidak terlalu” saling mencintai,” lanjutnya yang membuat Hamun dan juga aku penasaran dengan maksud pernyataannya

“Kalau mereka saling mencintai, mereka tak akan mudah menyerah pada keadaan. Kalau saja saat pertunangan itu cinta mereka sangat kuat, baik Hyejin atau Siwon akan menentang pertunangan itu. Sesusah apapun keadaannya,” ujar Kyuhyun sambil melirik Hamun. “Ya, seperti kau sekarang ini. Kau sangat mencintainya sampai kau rela mengorbankan perasaanmu,”

“Aku penasaran, apa yang membuatmu jatuh cinta pada Siwon?” tanya Kyuhyun pada Hamun.

Saat ini aku merasa seperti dihipnotis oleh Hamun. Aku tak mengalihkan mataku sedikitpun darinya. Ia tersenyum dan menjawab, “Mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia. Ia yang mengajarkan hal itu padaku saat kau lebih memilih Hyejin onnie dulu, oppa,” jawab Hamun dengan nada sedikit bercanda

“Karena Siwon oppa, aku mengerti bagaimana harus menyikapi cinta. Kalau saja tak ada dia dihari itu, aku pasti sudah membenci Hyejin onnie dan kau oppa,” ujarnya. “Dan kali ini aku ingin Siwon oppa bahagia. Walau hatiku sakit, aku akan bahagia bila ia bisa tertawa. Bukan tawa yang seperti selama ini kulihat, tapi tawa yang tulus, yang belum pernah ia tunjukan padaku,” ujar Hamun. Hatiku mencelos melihat senyum Hamun yang tulus meski hatinya sudah sangat tersakiti. Ia masih memikirkan kebahagiaanku meski aku sudah sangat menyakitinya. Ternyata aku ini sangat jahat ya.

“Kau sudah besar rupanya Hamun-ah. Andaikan Siwon ada disini dan mendengar semuanya, ia pasti akan langsung jatuh hati padamu,” canda Kyuhyun sambil mengacak-acak rambut Hamun

“Siwon benar, Mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia, karena itulah aku tak akan melepaskan Hyejin, karena hanya aku yang dapat membuatnya bahagia, Hamun. Kau sudah mengerti?”

 

“Kyuhyun benar, Siwon. Saat ini hanya ia yang bisa membuatku tertawa dan bahagia,” ujar Hyejin yang ada disampingku. “Coba kau kebih membuka hatimu pada Hamun. Kau pasti akan sangat bahagia. lebih dari saat kau bersamaku dulu,” lanjutnya dan tanpa sadar, aku melepaskan tangan Hyejin yang sedari tadi kugenggam. Ya, aku sudah menyerah. Bukankah aku sendiri yang berkata Mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia? Kalau Hyejin bahagia dengan Kyuhyun, aku akan melepaskannya.

“Oia, Siwon-ah,” panggil Hyejin sebelum ia memasuki ruang calon suaminya itu. “do you know one of the happiest things on earth?” tanya Hyejin padaku yang kujawab dengan gelengan kepala.

“one of the happiest things on earth? It’s when you know that you’re in love with someone who is more in love with you. Good luck Siwon ah,” ujar Hyejin dengan senyum manis diakhir ucapannya. Ya, aku rasa, aku bisa mencintai Hamun.

 

*****

 

HAMUN POV

 

Pernikahan Kyuhun oppa dan Hyejin onnie akhirnya berjalan lancar dan meriah.

Dan sampai saat ini, aku belum berani menemui Siwon oppa. Aku takut melihat wajahnya yang sedih.

 

“Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para gadis yang ada disini! Pelemparan buket bunga oleh sang pengantin,” ujar sang MC yang menyadarkanku dari lamunan. mendengar hal itu, aku pun segera mengambil posisi.

 

Kalau aku dapat menangkap buket bunga itu, berarti aku masih ada harapan dengan Siwon oppa. Tapi kalau tidak, aku tak akan muncul dihadapannya lagi. Aku akan melupakannya.

 

“1…. 2…. 3!!!”

 

Bunga itu pun terlempar. Aku berusaha menangkapnya, namun ternyata bunga itu tak jatuh ke tanganku. Aku menatap tanganku kosong sambil tersenyum kecut. “Ternyata aku dan Siwon oppa memang tak berjodoh,” gumamku. Aku terlalu sedih dan kecewa sampai tak peduli lagi dengan siapa orang yang memperoleh buket bunga itu.

“Ah!! itu dia orang yang beruntung memperoleh buket bunga dari pengantin kita!” ujar MC yang disambut dengan tepuk tangan meriah para undangan. Hal itu membuatku makin kesal saja. Aku pun segera berjalan meninggalkan tempat itu.

“Ah, tuan mari maju ke atas panggung untuk berfoto bersama sang pengantin,” ujar sang MC lagi dan hal itu membuatku kesal. Sudah tak berjodoh dengan Siwon oppa, aku juga tak bisa berfoto bersama onnie dan oppa. Aku tahu sih, nanti aku bisa foto ratusan kali dengan mereka, tapi momennya kan beda.

“Tuan, tuan, anda mau kemana? Tuan, tuan, ahh.. kita lihat ternyata pria tampan yang memperoleh buket bunga tadi sedang mengejar seorang gadis. Apa ia mau memberikannya pada gadis itu?” ujar MC tersebut dengan ceriwis. Aku terus berjalan tanpa memperdulikan celotehan sang MC. Aku sudah kesal sedari tadi, sekarang aku makin kesal karena iri. Aku iri dengan gadis yang akan menerima buket bunga itu. Pria itu pasti sangat romantis. Andaikan pria itu adalah Siwon oppa. Aish, aku mikir apa sih?

“Tu- tunggu, bukankah gadis yang sedang ia kejar itu adalah nona.. Park Hamun?” celoteh MC tersebut yang membuatku menghentikan langkahku

“Kau jalan cepat sekali sih,” ujar seorang pria dibelakangku. Aku sangat mengenal suara ini. Ini..

“Si..Si..Siwon op..pa?” gumanku kaget saat aku menoleh kebelakang dan mendapatinya berdiri dengan gagah di belakangku

“Hai Nona Hamun,” sapanya dengan senyum yang menawan

“Oppa.. kau sedang apa?” tanyaku bingung. Aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Aku menatapnya dari atas kebawah, aku tak melihata tanda-tanda orang yang sedang patah hati pada dirinya. Ia segar bugar dan terkesan sedang dalam mood yang sangat bagus.

“Aku sedang memcoba peruntunganku. Aku kesini untuk mencoba menangkap bunga ini. Kalau aku berhasil menangkapnya, saat itu juga, aku akan jatuh cinta pada Park Hamun. Tapi kalau tidak, aku akan menghilang dari hidup Nona Park Hamun selamanya. Dan ternyata, aku berhasil,” ujarnya sambil tersenyum ceria sekali. Senyum sangat tulus, yang baru kali ini aku lihat. Namun otakku masih belum bekerja dengan sempurna saking shocknya. Aku masih bingung dengan apa yang sedang terjadi

“La.. Lalu maksud oppa apa?” tanyaku bingung

“Ya ampun nona Hamun, aku ini sedang menyatakan cinta padamu!” ujarnya sambil mengacak rambutku.

 

SIWON POV

 

“Ini mimpi!” gumam Hamun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku hanya bisa ketawa melihat tingkah konyolnya itu. Ia menghentikan tingkah anehnya itu, lalu menatapku tajam.

“Ini pasti mimpi!” ujarnya. Ia mendekatiku, memegang pipiku dan mensejajarkan wajahku dengan wajahnya. Ia mulia menepuk-nepuk pipiku dan  mencubit hidung. Aku yang tak tahan melihat tingkahnya, memberikan ciuman kilat padanya.

“Kali ini kau percaya itu bukan mimpi?” tanyaku sambil menyunggingkan senyum padanya. Aku kira ia pasti akan senang namun ia malah menangis.

“Ka-kau kenapa Hamun?” tanyaku panik sambil menghapus air matanya

“Aku terlalu senang oppa,” jawab Hamun sambil memberikanku senyum yang sangat manis. Kenapa aku baru menyadari kalau ia semanis ini? Melihat senyumannya, membuatku sangat ingin memeluknya, dan kulakukan itu. Aku membiarkannya menangis di dalam pelukanku

“Hamun, do you know one of the happiest things on earth?” tanyaku sambil menepuk-nepuk kepalanya agar ia bisa tenang

“Hmm, i don’t know,” jawabnya

Aku tersenyum, meski Hamun aku bisa melihatnya dan menjawab, “one of the happiest things on earth? It’s when i know that i’m in love with someone who is more in love with me. Saranghae Hamun-ah, Gomawo,” ujarku dan ia menangis makin kencang. Aku terus memeluknya sambil tersenyam-senyum sendiri. aku membiarkan ia menangis dan terus menepuk-nepuk kepalanya.

“Mianhata oppa, jas oppa akan kucuci nanti,” ujarnya sesenggukan masih dalam pelukanku.

“Gwencana,” balasku sambil tertawa kecil

 

“Hei, pasangan yang disana, apa tak sadar kalian jadi tontonan dari tadi?” ujar Kyuhyun dari atas panggung yang membuat semua yang ada disitu tertawa. Aku tak memperdulikannya dan tetap memeluk Hamun

“Setelah kau lulus kuliah, kita menyusul mereka ya,” bisikku pada Hamun dan hal itu membuat wajah Hamun seperti kepiting rebus. Gadis ini sangat unik. kenapa tak daridulu aku mencintainya?

Aish, aku tak peduli yang jelas, saat ini dan seterusnya, Saranghae Park Hamun

 

-THE END-

@esterong