Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

Shim Changmin – Jung HyunAh

Jung Yunho – Park MinAh

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun *di part ini ceritanya mereka belum pacaran, hehe

 

 

“Yoboseyo…”

“Changmin-ah,”

“Kyuhyun? Waeyo?”

“…..”

“Kyuhyunnie?”

“Yoboseyo, Changmin oppa!”

“Ah, Jihyo-ah? Sedang bersama Kyuhyun?”

“Ne. Bersama Sungmin oppa juga. Ada yang harus aku dan Kyuhyun oppa bicarakan.”

“Mianhaeyo Jihyo, aku sedang di tempat syuting di luar kota. Baru kembali 2 hari lagi, memangnya ada apa?”

Jihyo menutup speaker Iphone dengan tangannya, “Changmin oppa sedang syuting di luar kota oppa, waeyo?”

Kyuhyun merebut kembali Iphonenya, “Changmin, kau minggu ini mengisi acara di Music Core kan?”

“Ne. Lalu?”

“Kau tau kan kau akan bertemu dengan-“

“Joon? Ne. Aku tahu.”

“Kau tau darimana!!!!!”

“Kyuhyun paboya! Tanpa diberitahu siapapun aku juga tau siapa MC MuCore. Salah satunya Joon kan?”

Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti, namun kini IPhonenya kembali direbut, Kyuhyun memalingkan wajahnya hampir saja melotot ke perebut Iphonenya, namun ia urungkan niatnya saat melihat IPhonenya dipegang oleh hyung kesayangannya.

“Changmin, ini Sungmin. Coba dengarkan aku baik-baik. Ini bukan hanya masalah antara kau dan Joon, Tetapi juga Yunho dan Yonghwa.”

“Yonghwa? Maksud hyung di MuCore akan ada Yonghwa juga?”

“Ne.”

“Yang benar, hyung?”

“Jihyo yang memberitahu kami. Kau tau kan, selama ini mereka belum pernah bertemu secara langsung, ditambah lagi dengan insiden kemarin. Aku tidak perlu menjelaskan apa yang akan terjadi selanjutnya…”Sungmin menghela napas, melihat wajah Kyuhyun dan Jihyo yang meminta penjelasan bagaimana reaksi Changmin. “Changmin, mungkin aku dan Kyu akan berada di MuCore, begitu juga Jihyo. Tetapi kami tidak bisa membantu kalian banyak.”

“Ne, hyung.”

“Kuharap kau bisa menyelesaikan ini semua, Jangan bertindak bodoh lagi, Changmin.”

***

HyunAh menatap sahabatnya tidak percaya, bagaimana MinAh mengatakan jika ia menyukai Yunho oppa? “Kau sedang bercanda kan, MinAh? Bukannya kau menyukai Siwon oppa?”

MinAh menggeleng, ia tau reaksi HyunAh akan seperti ini, tetapi ia sudah tidak bisa berbohong lagi. “Aku serius, Hyun…”

“Kau gila!” HyunAh segera melangkahkan kaki keluar salon, namun MinAh segera mencegatnya.

“Hyun, tunggu! Kau mau kemana?”

“Ke tempat Yunho oppa! Kita harus segera menyelesaikan ini! Aku tidak mau sahabatku jatuh cinta dengan orang seperti Yunho oppa! Kau gila apa? Jelas-jelas kau tau bagaimana Yunho oppa, bagaimana sikapnya terhadapku dan Yong oppa, kau tau bagaimana ia mencampakkan kami! Dan kau bilang kau menyukainya? Sudah cukup ia menyakiti aku dan Yong! Tidak akan kubiarkan dia menyakiti semua orang terdekatku, tidak akan!”

“Kau tidak tau cerita sebenarnya, Jung HyunAh!” teriak MinAh.

HyunAh menghentikan langkahnya, “Apa? Apa kau bilang? Aku tidak tau cerita sebenarnya? Aku ini dongsaengnya, aku ini Jung HyunAh! Aku dongsaeng Jung Yunho!”

“Mengapa kalian keluarga Jung semuanya sangat keras kepala? Kumohon Hyun, kau tidak pernah mengetahui siapa Yunho sebenarnya, dan mengapa aku menyukainya…”

***

“Aku menyukai dongsaengmu, hyung,” ujar Yunho.

Ucapan Yunho dan segala informasi Heechul bercampur jadi satu di otak Leeteuk. Apa yang harus ia lakukan?

“Hahahaha, kau bercanda kan, Yunho? Sayang sekali Fool’s Day sudah lewat.”

“Anniyo, hyung. Aku serius,” ujar Yunho mantap.

Lesung pipit di pipi Leeteuk menghilang, wajahnya menjadi sangat serius sekarang. Ia menghela napas, “Lalu mengapa kau harus mengatakan itu kepadaku?”

“Aku…” Yunho terdiam, ia bisa merasakan aura yang berbeda dari hyung sekaligus hoobaenya ini. Aura yang hanya ia pernah rasakan saat Leeteuk memarahi Kangin saat ia bertindak ceroboh. “Aku ingin hyung mendukungku dan mengizinkanku untuk-“

“Tidak, Yunho.” Leeteuk menatap tajam Yunho. “Aku masih banyak pekerjaan. Lebih baik kau segera pergi dari sini,” ujarnya sambil meninggalkan Yunho yang mematung.

****

Changmin menutup telpnya, ia hampir saja tidak percaya dengan apa yang Sungmin katakan tadi. Ini seperti sebuah kiamat kecil baginya. Yunho dan Yonghwa berada dalam satu tempat yang sama? Yunho dan HyunAh dalam satu manajemen SM saja selalu membuat keadaan tidak enak, apalagi kalau Yunho dan Yonghwa?

“Eh, HyunAh?” tanpa sadar Changmin menyebut nama itu, nama yang sudah lama ia coba lupakan. Ia sudah hampir gila saat tau Joon dan HyunAh berpacaran, dan sekarang ia harus bertemu dengan Joon, kemungkinan besar ia akan bertemu dengan HyunAh juga bukan? Toh HyunAh kan yeojachingunya Joon.

“Yeojachingu… Arrrrgggghhhhh” Changmin mengacak rambutnya kesal. ‘Aish, kenapa harus yeojachingu sih? Bukannya ia yang sudah lama memendam perasaan ke HyunAh? Lalu mengapa HyunAh malah menjadi yeojachingu nya Joon?’

“Kau bodoh sekali memang Changmin!!!!!!” teriak Changmin kesal.

Teriakan Changmin terhenti saat mendengar pintu dorm terbuka, Yunho langsung berjalan ke kamarnya tanpa ekspresi.

“Hyung, sudah pulang? Gwenchanayo?” tanya Changmin. Namun Yunho tidak menjawab dan membanting pintu kamarnya.

***

“Chullie, cepat keluar!” Leeteuk menggedor pintu kamar Heechul sekuat tenaga. Hari ini ia sudah membatalkan jadwalnya demi mendengarkan cerita Heechul mengenai MinAh dan Yunho. Tadi siangpun ia sudah bersikap kejam kepada Yunho karena suruhan Heechul. Sebenarnya ia tak tega menolak dongsaengnya itu, tetapi di satu sisi, ia masih ingin mengetahui seberapa besar rasa suka Yunho kepada MinAh.

“Kau mengganggu tidurku saja, Teuki!” Heechul membuka pintunya dengan malas-malasan. “Ada apa? Kau berhasil menolak Yunho mendekati MinAh?”

Leeteuk mengangguk, “Kau hutang cerita denganku bagaimana dongsaengku dan Yunho itu bisa saling menyukai.”

“Itu urusan mudah, Teuki. Kita bisa mengobrol sambil minum soju, kau yang traktir tapi…” Heechul tertawa melihat wajah Leeteuk yang pasrah saat ia mengatakan itu, Heechul tau, Leeteuk masih terikat janji dengannya. “Mungkin kita malah bisa sambil membicarakan rencana selanjutnya…”

“Rencana?”

“Ya, rencana. Anggap saja ini bonus karena kau mau menurutui kemauanku selama sebulan penuh, rencanaku ini bisa meringankan bebanmu sebagai seorang kakak dan leader..” Heechul menyeringai.

Leeteuk tidak mengerti  maksud Heechul, tetapi ia tau, apapun rencana Heechul selalu benar dan berhasil, walaupun hampir semuanya beresiko.

****

“Yunho sunbae tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kau dan Yonghwa oppa, Hyun! Dia yang sebenarnya paling menderita dari pertengkaran kalian ini!” seru MinAh yang langsung menahan langkah HyunAh.

“Apa maksudmu? Kau sepertinya sudah terhasut semua kebohongan dia, huh?”

“Terserah apa katamu, tetapi bagaimana Yunho sunbae mengetahui jika kalian bukan saudara kandung?”

HyunAh terdiam, dari dulu ia sama sekali tidak tau bagaimana Yunho mengetahui informasi bahwa ia bukanlah saudara kandung si kembar, setau HyunAh, ayah dan ibunya tidak pernah membicarakan hal itu, dan mana mungkin ada orang yang memberitahu sebuah kenyataan terlarang seperti itu? Mana mungkin Yunho oppa di usia semuda itu sudah bisa mencari fakta sendiri ataupun memunculkan praduga bahwa ia dan si kembar bukan saudara kandung? “Atau jangan-jangan… Haelmoni?”

“Kau benar, Hyun.” jawab MinAh. “Haelmoni kalian yang memberitahukannya, walaupun secara tidak sengaja.”

Dan MinAh memberitahukan semuanya, mulai dari kejadian haelmoni menyalahkan Yunho atas insiden kecelakaan HyunAh saat mereka kecil hingga Yunho yang tanpa sengaja mendengarkan haelmoninya mengucapkan hal itu. “Karena itu, Yunho selalu menganggap dirinya tidak bisa menjadi seorang kakak yang baik untuk kau dan Yonghwa, dia lebih memilih untuk menjauhkan diri dari kalian berdua daripada kalian berdua lebih tersakiti lagi, ia sengaja membuat kalian membenci dirinya. Kau tidak pernah tau bagaimana rasanya dibenci oleh dua adik yang sangat ia sayangi, Hyun…”

Ucapan MinAh kemarin masih terngiang-ngiang di pikiran HyunAh, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata Yunho harus berbuat seperti itu demi melindungi dirinya dan Yonghwa. Tapi apakah Yunho tidak memikirkan bagaimana perasaan dirinya dan Yonghwa? Apakah itu benar-benar apa yang dirasakan Yunho, bukan hanya untuk menarik simpati dan membuat MinAh menyukainya? Semuanya itu terus berputar di otak HyunAh tanpa mengizinkannya untuk sejenak beristirahat.

“Magnae, buka pintunya!!!” teriakan Hyejin memecah lamunan HyunAh.

“Magnae mengunci diri di kamar lagi?” tanya HyunAh ke Hyejin dan hanya dibalas dengan anggukan.

“Kang Hamun, ayo buka pintunya!” HyunAh mengetuk pintu kamar Hamun. “Anak ini kenapa sih Hyejin? Ia tidak cerita apa-apa denganmu?”

Hyejin menggeleng.

‘Baiklah, belum selesai dengan permasalahan MinAh yang suka dengan Yunho oppa, sekarang ditambah dengan Hamun’ pikir HyunAh.

“Loh unnie, ada apa berkumpul di depan kamar Hamun?” ujar Jihyo yang baru saja selesai syuting untuk dramanya dengan Key.

“Hamun mengunci diri di kamar,” keluh HyunAh.

“Loh? Aneh! Magnae! Magnae! Buka pintunya magnae!!! Aku bawa oleh-oleh dari Taemin! Cepat buka pintunya!!!!” teriak Jihyo.

Tapi tetap tidak ada jawaban.

“Duh, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Hamun di dalam sana?” tanya Hyejin.

“Hyejin-ah, jangan ngomong yang macam-macam! Duh, di saat seperti ini MinAh juga tidak ada!” keluh HyunAh.

“MinAh unnie kemana? Bukankah hari ini ia tidak ada jadwal?” tanya Jihyo.

“Tidak tau, akhir-akhir ini dia sering menghilang. Sepertinya ada yang aneh juga dengan MinAh,” ujar Hyejin.

HyunAh terdiam, tiba-tiba saja ia berpikir jika MinAh sedang menemui Yunho oppa nya, namun cepat-cepat ia tepis pikiran buruknya itu.

Jihyo mengeluarkan Iphonenya dan menelp Taemin, hanya dia satu-satunya yang tau cara membuat Hamun keluar dari balik pintu ini. Namun sayang, Taemin tidak mengangkat telp. Jihyo yang kesal memencet nomer yang sangat dia hapal.

“Keeeeeyyyyyyyyyy!!!!! Where’s your magnae, huh?” teriak Jihyo.

Key yang masih di tempat syyuting tau jika sudah memakai bahasa Inggris, berarti Jihyo sudah sangat serius kepadanya. “Taem? I dunno. Why?”

“Call him nowwwwwwwww!!!! Tell him, my magnae lock herself in her room!” Klik! Jihyo memutus sambungan telp.

Sesaat Jihyo menutup telp, Hamun keluar dengan pakaian yang rapih.

“Mau kemana, Hamun?” tanya Hyejin.

“Unnie, aku boleh keluar sebentar ya?” pinta Hamun.

“Kau tadi membuat kami cemas dan sekarang kau meminta izin untuk keluar?” keluh HyunAh.

“Mianhae, unniedeul. Kumohon, hanya sebentar saja…”

Hyejin, HyunAh, dan Jihyo saling berpandangan, dan ketiganya mengangguk. “Baiklah, hanya sebentar ya, magnae?” seru Hyejin.

Hamun mengangguk dan segera keluar dorm.

“Aku akan mengikutinya unnie. Tenang saja,” Jihyo bersuara.

***

Hamun membuka pintu dorm dengan cepat dan langsung masuk ke kamarnya tanpa peduli lagi dengan panggilan khawatir Hyejin dan HyunAh yang sejak tadi menunggunya di dorm. Tak lama kemudian, Jihyo pulang dengan matanya yang sembab.

“Jihyo-ah, gwenchana?” seru HyunAh langsung memeluk Jihyo. Jihyo hanya terdiam, tak lama kemudian ia berteriak, “Hamun, cepat keluar dari kamar atau aku sendiri yang akan menceritakan ini kepada Hyejin unnie dan HyunAh unnie!”

Hamun segera keluar dari kamarnya dan menghampiri ketiga unnienya yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

“Kang Hamun, cepat ceritakan apa yang terjadi,” ujar Jihyo dingin, ia sama sekali tidak melihat Hamun sedikitpun.

Hyejin segera memeluk Hamun. “Magnae, sudah-sudah jangan menangis. Sebenarnya ada apa?” tanya Hyejin. Namun Hamun masih tidak menjawab.

“Baiklah jika itu maumu, Hamun! Kalian tau unnie, magnae kita ini berciuman dengan Choi Siwon! Dan satu lagi, sepertinya magnae kita sudah jatuh cinta kepada Choi Siwon!” teriak Jihyo. “Dia dan Choi Siwon bertemu di tempat yang seharusnya hanya aku dan Siwon yang tau! Kau ini, argggghhh!!!!”

Tangis Hamun semakin kencang setelah mendengar kata-kata JIhyo.

“Itu semua benar, Hamun?” tanya HyunAh tidak percaya.

“Hiks, maafkan aku unnie. Aku tidak bermaksud seperti itu. Awalnya Siwon oppa meminta bantuanku untuk mencari tau siapa namja yang disukai oleh MinAh unnie, tetapi aku tidak memberitahukannya karena aku takut MinAh unnie marah kepadaku. Lalu tentang ciuman itu, itu hanya kecelakaan unnie! Aku terpeleset dan tidak sengaja mencium Siwon oppa. Aku tidak sengaja…”

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu itu? Jangan bilang kau tidak suka dengan Siwon oppa! Aku tau kau mulai menyukainya, Hamun!” ujar Jihyo.

Hamun tidak bisa menjawab apa-apa selain mengangguk.

“Kau tau kan kalau MinAh unnie juga menyukai Siwon oppa?” suara Jihyo melunak sekarang. Hamun mengangguk kembali, hanya terdengar suara isakan.

HyunAh hanya bisa terdiam mendengar semuanya. Ia tau bahwa MinAh tidak lagi menyukai Siwon, dan mungkin juga MinAh masih menyukai Siwon, itu hanya sebatas perasaan suka fans kepada idolanya. MinAh menyukai oppanya, Jung Yunho. Ia kasihan melihat Hamun yang dipojokkan oleh Jihyo. Satu sisi ia merasa mungkin Hamun dan Siwon saling mencintai, namun di sisi lain, sejak awal mereka sudah sepakat, jangan sampai permasalahan pribadi seperti ini menghancurkan grup mereka. Fakta yang sejak dulu diketahui oleh semua member adalah MinAh menyukai Siwon, dan dengan masuknya Hamun maka secara tidak langsung akan mempengaruhi SG pula. Namun, tidak mungkin jika HyunAh membeberkan fakta sesungguhnya sekarang, toh ia tidak punya hak untuk membicarakan mengenai MinAh yang menyukai Yunho oppanya.

JIhyo tak tahan melihat magnaenya menangis, ia berjalan menghampiri Hamun dan akhirnya ia buka suara lagi, “Mianhae Hamun, aku tadi terlalu kelewatan memarahimu, tapi aku sayang kepadamu magnae,” ujar Jihyo sambil mengelus punggung Hamun. “Janji kepadaku ini semua tidak akan terulang lagi, ya?”

Hamun mengangguk, ia benar-benar takut sekarang. Yang bisa ia lakukan hanya menangis.

“Jihyo, semuanya baik-baik saja?” Key tiba-tiba muncul dengan napas yang terengah-engah. Ia segera meluncur dari tempat syuting saat Hyejin menelpnya. Hyejin memberi isyarat kepada Key untuk membawa Jihyo keluar.

“Come on, Jihyo. Let’s get some fresh air,” ujar Key sambil membawa Jihyo keluar.

***