It’s Complicated Part 13

 

“Jjong!!!” seru MinAh memeluk dongsaeng kesayangannya tanpa mempedulikan Se Kyung di sebelahnya.

“Annyeong haseyo, MinAh unnie,” sapa Se Kyung namun tidak dipedulikan MinAh.

“Jjong, aku ada perlu denganmu~~~” MinAh bergelayut di tangan Jonghyun, menariknya menjauhi Se Kyung.

“Tapi noona-“

“Kau sibuk? Sibuk dengan Se Kyung? Ah, yasudah kalau begitu,” MinAh melepaskan tangan Jonghyun dan berjalan menjauh dari pasangan tersebut.

“Noona, tunggu!” Jonghyun berteriak, namun MinAh tidak menghentikan langkahnya. Jonghyun berusaha mengejar MinAh, tetapi ditahan Se Kyung.

“Sudahlah Jjong, mungkin ia memang tidak mau mengganggu kita.”

Jjong melepaskan pegangan Se Kyung, “Mianhae jagi, tapi aku harus mengejar noona.”

Jonghyun berlari mengejar MinAh meninggalkan Se Kyung yang kesal. “Noona, jangan berjalan terlalu cepat, kau tidak kasihan denganku yang baru sembuh dari cidera?” teriak Jonghyun.

MinAh tersenyum mendengarnya dan menghentikan langkah, ia berbalik ke arah Jonghyun. Di saat sedang stress seperti ini, Jonghyun memang selalu bisa diandalkan. Jangan salahkan MinAh jika ia sedikit kejam dengan Se Kyung, salah sendiri dia merebut Jonghyun dari MinAh.“Ada apa noona? Jangan bilang tidak ada apa-apa, aku sudah meninggalkan Se Kyung untuk mengejar dirimu,” Jonghyun terengah-engah.

“Aku ingin bersamamu hari ini, eits, jangan bilang kau tidak bisa. Onew bilang kepadaku hari ini kau tidak ada jadwal, dan aku tidak peduli jika kau ada acara dengan Se Kyung, garis bawahi kata-kataku, AKU TIDAK PEDULI.”

Jonghyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah noonanya. “Baiklah, noonaku tersayang.” Jonghyun merangkul noonanya. “Hari ini mau kemana?”

MinAh tersenyum mendengarnya. Ia tau Jonghyun amat mudah ia minta. Sebenarnya hari ini ia hanya sedang ingin tidak memikirkan permasalahan Jung bersaudara yang selama ini menghantuinya. “Lotte World!”

***

“Kita break dulu 10 menit semuanya!” teriak PD-nim ke seluruh kru dan model CF. Yunho membungkuk berterimakasih kepada semua kru dan berjalan menuju ruang ganti. Hari ini Yunho sedang syuting untuk iklan komersial Lotte World. Sudah dari pagi ia berada di theme park tersebut.

“Yunho-ssi, segera ganti pakaianmu untuk scene berikutnya,” ujar noona wardrobe.

“Ne, noona,” Yunho mempercepat langkahnya saat secara tak sengaja pandangannya terarah kepada MinAh dan Jonghyun yang juga berada di Lotte World.

***

HyunAh menyambut MinAh yang baru saja pergi entah kemana di depan dorm, “Darimana saja kau?”

“Bertemu dengan Jonghyun. Mengapa kau berdiri di depan dorm, Hyun?”

“Menunggumu,” ujar HyunAh datar.

“Ada apa memangnya Hyun?” MinAh takut jika HyunAh menyinggung mengenai Yunho.

“Princess evil mengamuk dan uri magnae menjadi korban. Kau harus membantuku menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka!”

MinAh bingung, “Jihyo mengamuk? Ada apa? Salah paham apa?”

“Sudah cepat masuk ke dorm, aku jelaskan di dalam!”

****

Yunho memencet pintu dorm Super Junior lantai 12 dengan tidak semangat. Baru saja ia selesai syuting CF, dan kini Heechul menyuruh menemuinya di dorm, padahal ia sudah berusaha mengelak. Namun, ia ternyata tidak mampu melawan hyung nya yang satu ini. Ia sedikit tidak enak bertemu dengan Leeteuk setelah kejadian tempo lalu.

“Yunho! Ayo masuk!” seru Heechul membukakan pintu.

Yunho berjalan mengikuti Heechul memasuki dorm. “Para member yang lain kemana, hyung?”

“Mereka sedang ada jadwal,” ujar Heechul duduk di sofa.

Yunho bisa bernapas lega, berarti Leeteuk tidak ada di dorm.

“Aku ingin kau mengikuti MinAh, Yunho,” ujar Heechul tanpa basa-basi.

Mendadak ekspresi Yunho berubah pucat pasi. “Apa? Mengikuti MinAh, hyung? Untuk apa?”

Heechul berusaha menahan tawanya, “Hanya untuk sehari saja, bisa kan? Aku sedang memata-matainya.”

“Memata-matai?”

Heechul mengangguk, “Ne. Aku mencurigai dia sedang dekat dengan seseorang, makanya aku memata-matainya. Tapi malam ini aku ada jadwal, jadi aku minta tolong kepadamu, arraseo?”

Di otak Yunho hanya ada satu nama yang ia curigai, Jonghyun. Apa benar MinAh menyukai Jonghyun? Kejadian di MuCore waktu itu, lalu apa yang ia lihat tadi siang saat Jonghyun dan MinAh di Lotte World. Apa benar semuanya? “Tapi hyung…”

“Tidak ada tapi-tapian! Kau harus menyetujui dan mengikuti apa yang aku minta, Jung Yunho.”

Yunho hanya bisa mengangguk pasrah.

“Satu lagi, Yunho,” Heechul menatap Yunho yang sudah hampir gila itu, “Bawa MinAh ke dorm ku nanti.”

***

“Oppa~, aku tidak bercanda. Bagaimana ini?” seru MinAh. Setelah mendengar cerita HyunAh, ia jadi merasa bersalah dengan Siwon, Hamun, dan Jihyo.

“Ya, kau harus menyelesaikan masalahnya, dongsaeng,” ujar Heechul di line telp.

“Tapi bagaimana, oppa? Kau tau sendiri kan Jihyo itu gabungan antara kau dan Kyuhyun, dia susah untuk diajak bicara di saat seperti ini. Hamun? Dia lebih lagi. Mengurung diri di kamar.”

“Coba kau ajak bicara Siwon.”

“Ah, ide bagus, oppa! Baiklah, nanti aku akan mengajak bicara Siwon oppa.”

“Heh, kenapa nanti-nanti? Katanya kau mau menyelesaikan masalah ini secepatnya.”

“Baiklah, baiklah. Aku akan menelp Siwon oppa sekarang. Senang, Heechul oppa?”

Heechul tertawa, rencananya sejauh ini berjalan sesuai rencana.

****

MinAh berjalan memasuki SM building saat ia melihat sosok namja berdiri di depan pintu lobi gedung. Walaupun ia hanya bisa melihat siluetnya, ia tau siapa namja itu. Ia bergegas berjalan melewati sosok itu, namun namja tersebut menahannya.

“MinAh, tunggu!” ujar Yunho.

“Apa, sunbae? Kau ada perlu denganku?” ujar MinAh dingin.

“Kau harus ikut bersamaku.”

‘Apa-apaan ini?’ pikir MinAh. ‘Dia yang tidak ingin lagi bertemu denganku dan kini ia menyuruhku ikut dengannya? Dia gila apa?’

“Untuk apa? Aku tidak mau! Aku ada janji dengan seseorang,” ujar MinAh ketus.

“Aku harus membawamu menemui Heechul hyung. Dia menyuruhku menjemputmu.”

“Heechul oppa?” MinAh mengerenyitkan dahi. “Aku tidak tau apa kepentinganmu dan mengapa Heechul oppa menyuruhmu menjemputku sunbae, tapi aku tidak mau! Aku sudah ada janji!” MinAh menghempaskan pegangan Yunho dan berjalan masuk ke dalam gedung.

“Aku akan menunggumu di sini!” teriak Yunho.

***

“Mengapa Heechul oppa menyuruhnya menjemputku sih? Mengapa juga dia mau saja disuruh oleh Heechul oppa? Dia menyebalkan!” gerutu MinAh menyandarkan tubuhnya di dinding kaca ruang latihan SG.

“MinAh-ssi?” panggil Siwon memasuki ruang latihan SG.

“Ah, annyeong Siwon oppa,” sapa MinAh tersenyum menghilangkan wajah kesalnya akibat Yunho tadi. Siwon segera duduk di sampaing Minah, namun tiba-tiba ia bergerak mengambil jarak.

“Ada apa MinAh?” tanya Siwon.

“Aku sudah dengar semuanya dari Hyejin dan HyunAh,” MinAh membuka pembicaraan.

“Dan aku menebak ini ada hubungannya denganmu, oppa,” ujar MInAh.

“Kau tau darimana?”

“Aku tau selama ini Siwon oppa mengawasiku karena diperintahkan oleh Leeteuk oppa,” MinAh menahan tawa saat melihat ekspresi kaget Siwon.

“Kau tau darimana, MinAh-ssi?” tanya Siwon.

MinAh tertawa kecil, “Heenim oppa.”

Ya, setelah HyunAh menceritakan semuanya ke MinAh, MinAh menelp Heechul untuk meminta saran, tanpa ia duga, Heechul memberitahukan rahasia antara Leeteuk dan Siwon.

“MinAh-ssi?”

“Ne, oppa?”

“Oppa?” panggil MinAh memanggil Siwon dari lamunannya.

“Ah, ada yang mau aku tanyakan kepadamu, MInAh-ssi. Apa kau menyukaiku?”

MinAh membelalak kaget mendengar pertanyaan Siwon, ia terdiam untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba ia tertawa. ‘Pasti ini gara-gara Jihyo dan Hamun.’

“MinAh-ssi, apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” tanya Siwon.

“Hahahaha, pasti oppa diberitahu oleh salah satu member SG ya oppa? Hahahaha. Ya ampun, oppa. Semua orang salah paham!” MinAh berusaha menahan tawanya.

“Salah paham?” Siwon semakin bingung.

“Oppa, sebenarnya memang benar aku menyukaimu,” wajah MinAh memerah, “Tapi bukan suka dalam arti cinta oppa. Aku suka kepadamu hanya sebagai seorang fans yang suka dengan idolanya. Jika itu lebih, aku hanya iri melihat kau yang selalu memperhatikan Jihyo, kau oppa yang baik untuk dongsaengya. Mungkin juga karena aku dekat dengan Heenim oppa,makanya aku semakin kagum denganmu, Heenim oppa sangat suka membicarakan kebaikan dan kelebihanmu.”

“Jadi apa yang dikatakan oleh Hamun dan Jihyo itu?”

“Semua member SG sudah salah sangka oppa, mereka mengira aku menyukai oppa, tapi…” tiba-tiba MinAh teringat dengan Yunho. Sekesal apapun MinAh dengan Yunho, tetapi di dalam hati kecilnya, ia tidak bisa melupakan Yunho, ia menyukainya, ia mencintainya. “…tapi sebenarnya aku sudah punya namja pilihanku sendiri oppa, lagipula, kau sedikit mirip dengan namja itu,” ujar MinAh malu-malu.

“Mwo? Jinjja? Siapa?” seru Siwon bersemangat.

“Hemmm, tapi oppa harus janji dulu, jangan beritahu siapa-siapa, termasuk Leeteuk oppa dan Heenim oppa!” MinAh tau, walaupun Heechul sepertinya sudah mencium tanda-tanda ia menyukai Yunho, tapi tetap saja ia ngeri membayangkan Heechul oppanya mengamuk dan tidak terima kalau dongsaengnya itu menyukai pria lain selain dirinya, apalagi Leeteuk oppa.

“Heechul hyung pun tidak boleh tau?” tanya Siwon.“Baiklah, aku janji.”

“Dia Jung Yunho, oppa” bisik MinAh ke telinga Siwon.

“Park MinAh!” teriak Siwon kaget. “Ternyata dia namja misterius itu?! Ya, kau ini memang benar-benar membuat semua orang tertipu!”

MinAh tersipu malu, ia sampai harus memukul lengan Siwon karena tampang namja di hadapannya ini sudah tidak kontrol saking terkejutnya. “Oppa, sudah ah! Jangan memasang tampang seperti itu! Aku jadi salah tingkah!”

“Pantas saja aku merasa ada yang aneh! Kau ini memang ada-ada saja Park MinAh! Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” selidik Siwon.

“Belum ada kelanjutan oppa, kau tau kan, ini sangat susah, apalagi dia itu, ya.. kau tau,” ujar MinAh.

Siwon mengangguk-angguk, “Baiklah, kalau kau perlu bantuan, jangan sungkan mencariku ya MinAh-ssi! Bagaimanapun juga, kau kan hoobaeku, apalagi kau rekan satu grup dengan Jihyo, kau sudah seperti adikku sendiri,” Siwon mengacak-acak rambut MinAh.

MinAh tersenyum, entah mengapa perasaannya sedikit lega saat menceritakan ini kepada Siwon. Ternyata ia memang tidak salah mengidolakan sosok Choi Siwon yang sangat pengertian.

“Ne~ oppa! Ah, yang benar aku sudah kau anggap seperti adik sendiri? Kalau Hamun bagaimana?” ledek MinAh.

MinAh bisa melihat wajah Siwon tiba-tiba memerah yang langsung membuat MinAh tertawa geli, “Sudah ku duga, kau jatuh cinta kepada magnae ku, oppa!”

“Tidak! Kata siapa?” Siwon berusaha mengelak.

“Aku kan sudah bilang, aku tau kejadian lengkapnya oppa, termasuk insiden mu dengan Hamun, hihihi. Mengaku sajalah oppa, kau menyukai Hamun kan? Makanya tadi saat aku bilang aku tidak menyukaimu ekspresi wajahmu terlihat begitu senang.”

“Tapi MinAh-“

“Eits, tidak ada tapi-tapian! Anggap saja ini juga kesalahanku karena mereka sudah salah sangka kepadaku sehingga kau juga menjadi susah. Aku akan menjelaskan semuanya kepada para member SG, tapi dengan satu syarat, kau harus mengutarakan apa yang kau rasakan ke Hamun.”

“Apa yang harus aku utarakan, MinAh?” tanya Siwon tak mengerti.

“Bilang kepadanya kau minta maaf telah menyakiti perasaannnya dan bilang bahwa kau menyukainya! Huh, pantas saja Jihyo kesal dengan tingkahmu yang susah sekali menyatakan cinta kepada yeoja!” gerurtu MinAh.

“Heh? Jihyo bilang begitu kepadamu?” Siwon menggembungkan pipinya, MinAh tertawa, jika seperti ini ia baru percaya jika Siwon adalah kakaknya Jihyo, tingkah mereka sangat persis saat ngambek.

“MInAh, apa yang sebenarnya terjadi antara Jihyo dan Key?”

MinAh menatap Siwon tidak percaya, “Jadi sampai sekarang Jihyo belum cerita kepadamu, oppa?”

“Cerita apa?”

“Hahaha, sudahlah. Biar Jihyo yang cerita kepadamu, itu cerita lama kok oppa.” MinAh berusaha mengelak daripada ia terkena pukulan taekwondo Jihyo karena menceritakan hal ini ke Siwon. Tanpa sengaja ia menangkap pantulan sosok Yunho di kaca ruangan. ‘Mengapa dia ada disana? Apa jangan-jangan ia mendengar percakapanku dengan Siwon oppa? Baiklah, baiklah, sepertinya aku harus pulang sekarang.’

“Yasudah, aku pulang dulu oppa. Dia sudah menunggu di luar. Jangan lupa dengan perjanjian kita ya oppa,” MinAh pun bergegas keluar dari ruang latihan SG meninggalkan Siwon yang masih bingung.

***

“Aku akan menunggumu di sini!” teriak Yunho, namun percuma, MinAh tetap saja berjalan menjauhinya. Yunho berniat mengejarnya, namun ia urungkan niatnya saat ia melihat sosok namja berjalan memasuki gedung.

‘Apa dia yang ingin ditemui MinAh?’ pikir Yunho. Ia buru-buru bersembunyi agar tidak terlihat namja itu.

Namja itu semakin mendekat dan Yunho mengigit bibirnya agar ia tidak berteriak karena kesal saat melihat namja yang ternyata ia kenal.

“Choi Siwon,” desis Yunho. Baiklah, sepertinya ia bodoh telah jatuh cinta kepada Park MinAh, ia tidak hanya dengan Jonghyun, tetapi kini dengan Siwon?

Harus ia akui, bahwa ia memang cemburu dan ia akhirnya membuntuti Siwon menemui MinAh padahal ia tadi berjanji untuk menunggu MinAh di pintu depan lobi.

Yunho mengendap-endap mencuri dengar percakapan MinAh dan Siwon. Ia bisa melihat Siwon duduk tepat disamping MinAh, dan lagi-lagi ia bisa melihat senyuman MinAh, sama seperti senyuman yang ia berikan untuk Jonghyun.

“Semua member SG sudah salah sangka oppa, mereka mengira aku menyukai oppa, tapi…” Yunho mendengar suara MinAh sekarang. Apa? MinAh berarti tidak ada hubungan apa-apa dengan Siwon, apa itu mungkin berarti … “…tapi sebenarnya aku sudah punya namja pilihanku sendiri oppa, lagipula, kau sedikit mirip dengan namja itu.” Hah? Siapa namja yang mirip dengan Siwon? Siapa? tanpa Yunho sadari tangannya mengepal keras.

Namun setelah itu Yunho tidak bisa mendengar suara apapun, ia berusaha memajukan badannya agar dapat mendengar dan melihat lebih jelas.

“Park MinAh!” teriak Siwon kaget. “Ternyata dia namja misterius itu?! Ya, kau ini memang benar-benar membuat semua orang tertipu!”

Siapa Siwon? SIapa namja itu? rasanya Yunho ingin teriak kalimat itu kepada Siwon. Ia bisa melihat MinAh tersipu malu sampai harus memukul lengan Siwon karena tampang namja di hadapannya ini sudah tidak kontrol saking terkejutnya.

“Pantas saja aku merasa ada yang aneh! Kau ini memang ada-ada saja Park MinAh! Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” selidik Siwon.

“Belum ada kelanjutan oppa, kau tau kan, ini sangat susah, apalagi dia itu, ya.. kau tau,” ujar MinAh.

Siwon mengangguk-angguk, “Baiklah, kalau kau perlu bantuan, jangan sungkan mencariku ya MinAh-ssi! Bagaimanapun juga, kau kan hoobaeku, apalagi kau rekan satu grup dengan Jihyo, kau sudah seperti adikku sendiri,” Siwon mengacak-acak rambut MinAh.

Belum ada kelanjutan? Jadi sudah sejauh apa memang hubungannya? Emosi Yunho sudah hampir menguasai dirinya. Jadi siapa sih namja itu?

Belum semua pertanyaan Yunho terjawab, ia bisa merasakan seseorang mengawasinya, ia lihat sekelilingnya, namun tidak ada orang sama sekali. Pandangannya tertuju pada kaca ruangan yang memantulkan bayangan MinAh. ‘Oh tidak, sepertinya dia melihatku!’

Yunho melihat MinAh melambaikan tangan ke Siwon dan berjalan keluar ruangan.

“Ayo pulang, sunbae,” seru MinAh tanpa menghentikan langkahnya.

“Pulang?” Yunho bergeming di tempat ia berdiri hingga ia mendengar teriakan MinAh, “Kau mau kita dimarahi Heechul oppa karena terlambat pulang, huh?”

Tanpa sadar Yunho tersenyum dan mengejar MinAh.

***

“Ne, oppa? Apa? Kau sudah di luar? Ih, kenapa tidak memberitahuku dari tadi sih? Baiklah, aku akan segera ke bawah,” seru HyunAh menutup telpnya.

“Mau kemana Hyun?” tanya Hyejin.

“Oiya, aku lupa memberitahumu, Hyejin. AKu malam ini harus pulang ke rumah, hari ini ulang tahun haelmoni, ada makan malam keluarga. Tidak apa-apa kan kutinggal?”

“Gwenchana. Aku masih bisa menangani Jihyo kalau tiba-tiba dia mengamuk ke Hamun lagi.”

“Heemmm, asal kau jangan berubah saja menjadi leader yang galak, Hyejin, hihihihi,” ujar HyunAh memeluk Hyejin. “Baiklah, aku pergi dulu.”

HyunAh keluar dorm berjalan menuju parkiran, namun langkahnya terhenti saat melihat Changmin ada di depannya.

“Changmin-ssi?”

Changmin tersenyum melihat HyunAh, “Annyeong, HyunAh-ssi. Baru saja aku ingin ke dorm SG. Ternyata malah bertemu denganmu disini.”

Jantung HyunAh berdetak sangat cepat saat melihat senyuman Changmin, sama seperti yang ia rasakan saat pergi ke taman bermain dengannya. Duh, kenapa lagi ini?

“Ada apa mau ke dorm SG?”

Changmin menyodorkan boneka beruang yang sejak tadi ia dekap, “Ini, untukmu.”

HyunAh mengambil boneka itu dengan bingung, “Untuk apa?”

Changmin menghela napas sejenak, “Kau masih ingat boneka yang aku titipkan ke Jihyo saat di MuCore?”

HyunAh mengangguk.

“Saat itu aku menyadari bahwa aku benar-benar menyukaimu,” ujar Changmin tanpa menatap HyunAh. “Namun, aku tidak sempat menanyakan bagaimana perasaanmu waktu itu karena kau bersama Joon.”

Detak jantung HyunAh semakin cepat sekarang hingga rasanya jantungnya bisa berhenti sewaktu-waktu.

“Kau bisa merekam apa perasaanmu di boneka beruang itu, jika kau tidak keberatan,” ujar Changmin.

“Aku-“

“Hyun!” teriak Joon menghampiri HyunAh. “Kau ini lama sekali sih? Yonghwa sudah mengomel meyuruhku menjemputmu! Ayo cepat, kau mau terlambat ke acara-,” ucapan Joon terputus saat melihat HyunAh sedang bersama Changmin, matanya tertuju pada boneka beruang yang dipegang HyunAh, ia tersenyum.

“Hyun~,” Joon merangkul HyunAh. “Kenapa kau tidak bilang kalau kau harus menemui Changmin terlebih dahulu?”

Changmin rasanya ingin menonjok Joon jika di tempat itu tidak ada HyunAh.

“Aku tidak sengaja bertemu Changmin-ssi disini, Joon oppa,” ujar HyunAh takut melihat ekspresi Joon yang tidak bisa dideskripsikan bagaimana keadaan hatinya saat ini.

“Oh,” Joon melemparkan death glare ke Changmin. “Kalau begitu, mengapa kau ada di sini, Changmin-ssi? Apakah kau ingin memberitahukan ke HyunAh bahwa di MuCore minggu ini DBSK dan CNBlue akan menjadi guest star nya?”

HyunAh menatap Joon tidak percaya, “Apa, oppa? DBSK dan CNBlue? Maksudnya, Yunho oppa dan Yong oppa akan berada dalam satu acara?”

Joon mengelus kepala HyunAh, “Ne, jagi. Apa Changmin belum memberitahumu?” Joon menatap Changmin menantangnya.

“Kurasa HyunAh tidak perlu tau itu, Joon,” ujar Changmin datar. Ia datang kesini bukan untuk memberitahu HyunAh akan MuCore minggu ini. Menurutnya, malah HyunAh tidak boleh tau, karena mungkin saja, mungkin, pertemuan Yunho hyung dan Yonghwa bisa menjadi pertengkaran yang sangat hebat.

“Aku perlu tau itu, Changmin-ssi,” ucapan HyunAH mengaburkan pikiran Changmin dan tepat menusuknya. “Mereka berdua kakakku, dan aku berhak mengetahuinya.”

Joon tersenyum penuh kemenangan, “Mungkin Changmin hanya ingin melindungi Yunho hyung, iya kan Changmin-ssi?”

Changmin tidak bisa berkata apa-apa. Joon benar-benar telah memplot semua ini agar Changmin-lah yang terlihat salah di mata HyunAh. “Bukan begitu Hyun-“

“Sudahlah oppa, ayo kita cepat pergi dari sini. Kita bisa terlambat,” ujar HyunAh menarik Joon dan meninggalkan Changmin sendirian.

***

HyunAh menatap satu persatu anggota keluarganya yang sedang menyantap makan malam, mulai dari appa, omma, haelmoni, Joon, dan terakhir Yonghwa. Ia mengunci tatapannya ke Yonghwa. Minggu ini kembarannya akan tampil di MuCore, satu panggung dengan Yunho oppa. HyunAh tidak tau apa yang akan terjadi nanti, rasanya ia sangat ingin sekali mengatakan kepada Yonghwa untuk tidak bertindak kelewatan, demi kebaikan dirinya, Yunho, juga karir mereka berdua. Namun, entah mengapa ia selalu tidak bisa mengatakannya.

“Hyun, mengapa kau tidak makan?” tanya omma menyadarkan HyunAh dari lamunannya.

“Ne, omma,” HyunAh memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya. Yonghwa dan Joon menatap HyunAh, seolah tau apa yang dipikirkan oleh HyunAh.

“Sekarang gantian kau yang tidak makan, Yong. Ayo makan,” ujar haelmoni menyuapi Yonghwa, Yonghwa tersenyum dan segera memakannya. Mungkin, mungkin setelah makan malam ini ia harus berbicara dengan HyunAh…

****

Yonghwa sejak tadi memandang HyunAh yang sedang membantu omma dan Joon membereskan ruang makan, ia sama sekali tidak menyimak apa yang haelmoni katakan. Pikirannya berkecamuk tanpa sebab, mungkin dengan sebab, karena sebab yang sejak dulu selalu menjadi duri bagi si kembar. Ia benar-benar harus berbicara dengan HyunAh.

“Yong…” haelmoni merangkul Yonghwa, menyandarkan cucu kesayangannya itu dari lamunan. “Kau hari ini melamun terus, ada apa? Padahal jarang-jarang keluarga kita bisa berkumpul seperti ini.”

Yonghwa balas merangkul haelmoni, “Gwencahana, haelmoni. Aku hanya sedang memikirkan pekerjaan saja…”

“Jangan selalu memikirkan pekerjaan Yong. Kalau kau sakit bagaimana? Haelmoni mu ini sudah tua, sudah tidak mampu lagi melindungi cucu kesayangan haelmoni. Cukuplah aku kehilangan satu cucuku karena kesalahanku.”

Yonghwa terdiam mendengarnya, kehilangan satu cucu? Apakah yang dimaksud Yunho? Apa maksudnya karena kesalahan haelmoni?

“Yong, ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu. Bisa antarkan haelmonimu ini ke kamar?”

“Ne, haelmoni.”

****

“Apa ini haelmoni?” Yonghwa memegang setumpuk amplop yang diberikan oleh haelmoni.

“Mianhae, jeongmal mianhae, Yonghwa. Ini semua salah haelmonimu hingga kalian seperti ini…”

“Haelmoni, ada apa sebenarnya?”

Haelmoni memandang cucu kesayangannya yang sedang menatapnya dengan bingung, ia menghela napas sejenak. “Aku dulu sangat membenci ommanya Yunho, aku tidak suka saat appamu memilihnya sebagai istri. Ommanya tidak pernah bisa menghormatiku dan menganggapku sebagai ommanya sendiri. Ia terlalu takut bahwa aku tidak akan pernah rela melepaskan anakku untuk menjadi suaminya. Awalnya aku merasa bahwa ia hanya membutuhkan adaptasi setelah menikah, namun lama-kelamaan kebenciannya terhadapku tidak pernah hilang. Aku pun ikut membencinya.”

Suara haelmoni bergetar, namun ia tetap melanjutkan ceritanya. “Aku bahagia saat ia meninggal karena kecelakaan mobil. Namun entah mengapa aku selalu bisa melihat sosoknya di dalam diri Yunho.”

Yonghwa berusaha mencerna setiap perkataan haelmoni, namun ia masih belum bisa menangkap benang merahnya.

“Saat appamu menikah dengan ommamu, aku sangat bahagia mendapatkan menantu yang benar-benar menyayangiku dan menganggapku seperti ommanya sendiri. Ditambah lagi kehadiran kalian berdua, aku merasa semua kebencianku selama ini memudar. Aku bahkan sudah mulai bisa menerima Yunho. Itu semua karena ommamu yang sangat menyayangi Yunho seperti anaknya sendiri. Namun, saat HyunAh kecelakaan, tiba-tiba saja memori buruk akan kebencianku kepada Yunho muncul kembali. Aku menyalahkannya karena tidak becus menjaga kalian berdua, dan tanpa sadar kalimat itu terucap,” haelmoni sudah tidak mampu untuk menahan airmatanya. Yonghwa segera memeluk haelmoni.

“Apa, haelmoni? Kalimat apa?”

“Aku mengatakan bahwa ia sebenarnya bukan dia bukan saudara kandung kalian berdua. Sebelumnya ia tidak pernah mengetahui hal tersebut. Namun gara-gara aku, dia menarik diri dari kalian berdua dan keluarga Jung.”

Yonghwa melepaskan pelukannya, “Maksud haelmoni, Yunho bersikap seperti itu karena-“

“Karena ia merasa tidak pantas berada di keluarga ini dan tidak mau menyakiti kalian berdua. Ini salahku Yonghwa. Maafkan haelmonimu ini…”

Yonghwa hanya bisa terdiam mendengarnya. Selama ini ia menganggap Yunholah yang salah, Yunho yang membuang dirinya dan HyunAh begitu saja. Namun kalau seperti ini lain ceritanya. Ini tidak bisa ia percayai.

Yonghwa menatap tumpukan amplop di genggamannya, “Lalu ini apa, haelmoni?”

“Bacalah Yong, kau akan tau yang sebenarnya.”

****

 

 

Notes : Part paling panjang, hihihihi. Mianhae kalau bacanya capek, udah mau segera di tuntaskan cerita ini. Tenang, tenang, part selanjutnya part yang ditunggu-tunggu, MuCore! *hampir tamat* Tinggal 2 part lagi untuk cerita ini, harap bersabar😀 *dadah-dadah ala Siwon oppa*