Dear kakak-kakak dan juga magnae, ini ya lanjutannya, hahahha. Maaf telat gitu ngepostnya *peluk*
Tunggu update-an selanjutnya, secepatnya *karena kak Ditta dan kak Indah udah heboh nagihnya, hahahaha*

Pikiran HyunAh masih tertuju kepada perkataan Joon saat bertemu dengan Changmin tadi, MuCore, DBSK, CNBlue, Yunho dan Yonghwa. Ia sudah tidak tau lagi cara menghentikannya karena memang tidak ada yang bisa menghentikan itu semua. Ini seperti lingkaran setan, tidak akan bisa ketemu jalan keluarnya. Jika mereka bertemu HyunAh tidak tau apa yang akan terjadi, karena pada kenyataannya, hampir selama bertahun-tahun Yunho dan Yonghwa tidak pernah bertatap muka setelah Yunho menjadi trainee di SM. Tetapi, jika mencari cara agar mereka tidak bertemu, caranya malah akan mengorbankan karir salah satu dari mereka, ya dengan membatalkan secara sepihak kehadiran di MuCore.
“Kau masih memikirkan tentang MuCore?” tanya Joon sambil menyerahkan piring yang selesai ia cuci ke HyunAh.
“Ah, tidak Joon,” HyunAh mengambil piring dari tangan Joon dan meletakkan ke dalam lemari.
“Atau Changmin?”
HyunAh terdiam mendengarnya. Dari kemarin ia terlalu sibuk memikirkan Yunho dan MinAh, Yonghwa, Jihyo yang mengamuk ke Siwon dan Hamun. Ia baru sadar kalau ia melupakan seseorang yang harus ia akui sudah mengambil hatinya.
“Sini,” Joon menarik HyunAh dan memeluknya. “Merasa lebih baik?”
“Joon, apa-apaan sih? Ada eomma, appa, dan haelmoni. Cepat lepaskan!” HyunAh berusaha melepaskan pelukan Joon tapi sayangnya pelukan Joon semakin erat.
“Merasa lebih baik, Jung HyunAh?”
HyunAh terdiam, ia menyenderkan kepalanya ke bahu Joon. “1 menit lagi oppa.”
“Baik, dongsaeng.”***
MinAh membanting pintu mobil dan bergegas memasuki gedung apartemen tempat dorm Suju berada. Ia sedang tidak ingin berbasa-basi kepada Jung Yunho. Sudah cukup satu mobil dengannya, ia tidak mau perasaannya kembali menguasai akal sehatnya.
“MinAh, tunggu!” seru Yunho berlari mengejar MinAh. “Aku mau bicara denganmu!”
MinAh tidak mempedulikannya, ia memasuki lift dan segera menekan tombol unutk menutup pintu lift, namun Yunho lebih cepat memasuki pintu sebelum pintu tertutup.
“Aku ingin bicara denganmu, Park HyunAh!” seru Yunho dengan nafas terengah-engah.
“Kau hanya diminta Heechul oppa untuk menjemputku saja kan? Heechul oppa tidak menyuruhmu untuk bicara denganku kan?” ujar MinAh sambil memencet tombol 12.
“Heechul hyung memang tidak menyuruhku untuk bicara denganmu, tapi-“
Ting!
Pintu lift terbuka saat layar menunjukkan angka 12. Yunho merutuk mengapa lift apartemen ini sangat cepat. MinAh segera keluar tanpa menunggu Yunho.
“MinAh, tunggu! Kumohon, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu!” Yunho menarik tangan MinAh, namun dengan segera MinAh menghempaskannya.
MinAh dengan sangat kalut setengah berlari menuju pintu dorm Suju, dengan tak sabar ia menekan bel berharap seseorang akan segera membukakan pintu sebelum ia mendengar suara Yunho kembali.
“MinAh, kumohon dengarkan aku sebentar,” arrggghh, kenapa MinAh harus mendengar suara Yunho? Kenapa tidak ada satu orang pun di dorm yang membukakan pintu?
“Apa lagi yang harus aku dengarkan, Jung Yunho?” suara MinAh bergetar, namun ia tetap memutuskan untuk menghadapi namja di depannya.
“Mengapa kau menghindar dariku?”
“Mengapa aku menghindar darimu? Sudah jelas, kan? Kau merusak kehidupan si kembar Jung. Gara-gara kau juga, SG hampir saja pecah! Kau membuat hubungan Siwon oppa, Jihyo, dan Hamun menjadi kacau! Gara-gara kau semuanya! Itu sebabnya aku menghindar darimu!” Minah berusaha memutar kenop pintu dorm, berharap pintu tidak terkunci. Ia merasa kepalan tangannya menghangat, tangan Yunho menahannya untuk membuka pintu.
“Kau sudah berjanji untuk membantuku memperbaiki hubunganku dengan si kembar!” suara Yunho meninggi. “Dan aku tidak tau apa hubungannya antara aku dengan Choi bersaudara dan Hamun, apalagi dengan SG yang katamu hampir pecah. Aku tidak tau dan aku tidak peduli!”
MinAh berusaha memutar kenop pintu namun Yunho terus menahannya, tangan mereka berdua beradu seolah siapa yang paling kuat untuk membuka atau menahan pintu agar tidak terbuka.
“Lepaskan pegangan tanganmu!” teriak MinAh.
“Tidak akan sebelum kau mendengarkanku!”
“Apa lagi yang harus aku dengarkan?”
“Aku mencintaimu, Park MinAh!”
Brak!
Pintu dorm terbuka, Heechul dan Leeteuk terjatuh dan menghantam lantai dengan cepat.
“Hai Yunho, MinAh! Kalian sudah pulang?” ujar Heechul bangkit seolah tidak terjadi apa-apa, namun sepertinya itu bukan tindakan yang bijak. Ia melihat kedua (calon) sejoli itu mematung tanpa reaksi. Heechul melirik ke Leeteuk yang masih terduduk di lantai, memberi sinyal agar hyung satu-satunya membantu.
“Hehehe, kalian berdua kenapa terdiam di depan pintu? Ayo masuk! Di luar dingin!” ujar Leeteuk, tapi tetap saja baik Yunho ataupun MinAh tidak bergeming sedikitpun.
“Kau tau Jung Yunho? Aku sangat, amat sangat membencimu!” MinAh menabrak Heechul dan Leeteuk memasuki dorm.
“Aish, kenapa bisa seperti ini, Jung Yunho?” teriak Heechul frustasi rencananya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan. “Seharusnya rencanaku ini bisa membuat kalian berdua berpacaran, bukan seperti ini!”
“Apa maksudmu, hyung?” Yunho tersadar dari kekagetannya.
“Kau mengacaukan semuanya Jung Yunho. Aish! MinAh! Sayangku! Jagi! Dengarkan oppa tersayangmu sebentar!” teriak Heechul memasuki dorm.
“Kau harus bicara empat mata denganku, Yunho,” ujar Leeteuk.
***
Hari Sabtu akhirnya datang juga. Jihyo sibuk mengetik sms di Iphone nya sambil menunggu Hamun yang sedang di make up di ruang tunggu MC. Pikirannya saat ini tidak tenang. Ia tau hal terburuk apa yang akan terjadi hari ini, di acara yang akan ia bawakan.
“My Twin!” Jihyo kenal sekali suara itu, suara salah satu co-MC nya, Mir. Jihyo mengadahkan kepalanya menengok ke sumber suara. Ia melihat Mir seperti bola bekel berloncat-loncatan menuju dirinya, di belakangnya Joon dan HyunAh unnie mengikuti. Tunggu! HyunAh unnie?! Mengapa dia juga ada di sini?!
“Omo! Kau tidak membalas pelukanku, Hyonie?” Jihyo tidak sadar jika sekarang Mir sedang memeluknya.
“Hehe, mianhae, my twin!” Jihyo membalas pelukan Mir sekadarnya dan melayangkan pandangan ke arah Joon dan HyunAh. “Unnie? Mengapa bisa datang bersama Joon?”
“Aku ingin memastikan semuanya baik-baik saja, Jihyo.” ujar HyunAh. Jihyo melirik ke arah Joon. Sial, Jihyo lupa jika Joon juga dekat dengan HyunAh unnie. Percuma saja jadinya seminggu ini Jihyo terus merahasiakan tentang MuCore minggu ini ke unnienya. Jihyo dengan cepat mengetik sms untuk Sungmin dan Kyuhyun.
Kalian dimana oppadeul? Jung bersaudara sudah berkumpul di studio, garis bawahi, Jung bersaudara, ketiga-tiganya.
***
“Saat itu aku ingin mengetahui sejauh mana kau mencintai MinAh, dan aku sempat berpikir bahwa kau adalah namja yang tepat untuk dongsaengku. Namun, kejadian malam ini membuatku berpikir ulang, apa kau memang benar-benar bisa mengambil hatinya?”
Ucapan Leeteuk tempo hari selalu terngiang-ngiang di telinga Yunho. Saat itu pikirannya hanya tertuju agar ia bisa mengungkapkan perasaannya. Ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan dan kondisi MinAh.
“Kau tau kan, aku sudah meninggalkan rumah sejak ia kecil. Ia sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari seorang oppa. Namun ia selalu berusaha tegar dan mandiri. Ia berusaha mendapatkannya dengan cara masuk ke dalam SM. Namun kenyataannya, aku semakin menjauh. Tidakkah kau merasa ini hampir mirip denganmu dan HyunAh? MinAh tau bagaimana rasanya kehilangan seorang kakak, walaupun tidak persis sama dengan masalahmu dan HyunAh… Tetapi tetap saja, mereka berdua bersahabat, MinAh tau apa yang HyunAh rasakan. Walaupun mungkin MinAh juga mencintaimu, tetapi keraguan dan perasaan tidak ingin menyakiti HyunAh tetap menghantuinya.”
Apa yang dikatakan Leeteuk hyung memang benar. Namun, Yunho sudah kehilangan banyak orang yang ia cintai, kedua eommanya, appa, Yonghwa, HyunAh, Jaejoong, Junsu, dan Yoochun. Memangnya salah jika kini ia berjuang untuk mempertahankan MinAh?
“Kau hanya perlu membuktikan bahwa semuanya akan baik-baik saja jika MinAh mencintaimu, hanya itu, Jung Yunho.”
“Semuanya akan baik-baik saja,” ucap Yunho. ‘Semuanya akan baik-baik saja jika aku masih bersama keluarga Jung. Jika haelmoni tidak mengucapkan kebenaran itu, jika eomma tidak menangis memohon kepadanya untuk tidak keluar dari rumah, jika ia tidak mengacuhkan si kembar Jung…’
“Yunho sunbae!” Yunho menghempaskan tangan yeoja itu saat menyentuh lengannya.
“Ne, MinAh,” Yunho tersenyum seadanya, jika saja Park MinAh yang menggandeng lengannya saat ini, bukan Bang MinAh, ia tidak akan mungkin menghempaskannya.
Wajah MinAh memerah karena kesal, namun ia tetap berusaha tersenyum. “Tidak kusangka kita akan bertemu kali, sunbae! Oiya, mengapa kau berdiri di depan pintu ruang tunggu CNBlue?”
Yunho berbalik ke belakang, tertempel kertas bertuliskan nama band seseorang yang sudah lama tidak pernah ia temui, Jung Yonghwa, CNBlue. Jadi, hari ini Yonghwa juga ada di sini?
“MinAh-ssi, apakah CNBlue juga tampil di MuCore hari ini?”
“Ne, sunbae! Kau tidak tau?”
Dan seketika wajah Yunho pucat pasi.
***
“Yunho hyung kemana sih?” Changmin melihat ke jam tangannya, 5 menit lagi MuCore akan dimulai tetapi sang leader entah kemana. Mungkin Changmin akan tidak secemas ini jika di MuCore tidak ada Yonghwa. Mengingat kejadian di Oh My School tempo lalu, Changmin semakin menjadi khawatir.
Changmin menoleh saat mendengar suara pintu dibuka. “Yunho hyung! Darimana saja kau-“
Joon menyeringai melihat Changmin yang terdiam kaget menyadari kehadiran Joon di ruang tunggu DBSK.
“Kau cemas Yunho-ssi bertemu dengan Yonghwa?”
Changmin menatap tajam Joon, ia tidak suka Joon ada di sini. “Kalau kau sudah tau, mengapa bertanya?”
“Aku hanya ingin tau seberapa cemas dirimu hari ini,” Joon berjalan mendekati Changmin. “Mungkin kecemasanmu akan bertambah jika kau tau HyunAh juga ada di sini.”
“Apa kau bilang? Kau sengaja membawa HyunAh kesini?” Changmin mencengkram kerah baju Joon. Ia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya. “Kau ini apa-apaan?!”
“Anggap saja aku ingin membuat semuanya menjadi menarik. Yunho-Yonghwa, Aku-HyunAh-dan kau,” Joon menampik tangan Changmin dari kerahnya. “Kita semua tau permasalahan Jung bersaudara sudah berlarut-larut. Kita tau bahwa mereka bertiga sama-sama menderita, iya kan? Aku hanya ingin membantu menyelesaikan permasalahan mereka bertiga.”
“Tapi bukan seperti caranya, Joon! Kau tau ini tempat umum! Bagaimana kalau kejadian di Oh My School terulang kembali? Kau mempertaruhkan reputasi mereka bertiga!”
“Setidaknya aku tidak seperti kau,” Joon tersenyum sinis. “Kau dengan niat palsumu ingin memperbaiki hubungan Jung bersaudara tetapi sebenarnya ingin mendekati HyunAh. Iya kan?” Joon melempar sesuatu ke arah Changmin. Boneka beruang yang Changmin berikan ke HyunAh di depan dorm SG.
Changmin menatap boneka beruang yang tergolek di lantai, dengan spontan ia mengarahkan kepalan tangan ke arah Joon, namun belum sempat ia memukul Joon, seseorang menginterupsi mereka.
“Joon oppa, bukankah kau seharusnya sudah standby di back stage?” HyunAh menatap ngeri adegan di depannya. “Changmin-ssi! Apa yang kau lakukan?!” HyunAh dengan cepat mendorong Changmin.
“Aku- ini bukan seperti yang kau pikirkan Hyun, ini-“
“Ayo oppa, kita pergi dari sini,” HyunAh menatap tajam ke arah Changmin. Ia ingin sekali mempercayai kata-kata Changmin, namun apa yang ia lihat lebih menjelaskan semuanya.
****

Perasaan HyunAh tidak enak, sudah 20 menit setelah acara MuCore berakhir, tetapi tidak ada satupun MC yang kembali ke ruangan. “Mereka kemana ya?” Tiba-tiba HyunAh teringat kedua saudaranya. Ia segera keluar menuju ruangan CNBlue, namun sebelum ia sampai, ia menghentikan langkahnya. Kedua saudaranya yang tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun, kini

“Oppa! Yong oppa!” HyunAh berusaha mengejar mereka, namun terlambat, Yonghwa dan Yunho sudah berlalu menaiki mobil.

Seketika jantung HyunAh berdetak sangat cepat, ia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi. Ia sangat tau sebesar apa kemarahan Yonghwa kepada Yunho. Lalu baru kali ini mereka berdua bertatap muka, dan pergi entah kemana. Seharusnya ia tadi bisa mengejar kedua saudaranya, seharusnya ia bisa memisahkan mereka berdua supaya tidak bertemu, seharusnya-

“Kyuhyun?” HyunAh tercekat saat Kyuhyun menariknya keluar studio.

Kyuhyun menatapnya tajam, “Ayo Hyun! Kita harus mengejar mereka!”

***

“Mir, kau lihat dimana Joon?” ujar Jihyo sambil melayani para fans yang ingin berfoto dengannya.

“Loh, bukannya tadi ia masih bersama kita?” ujar Mir.

“Ada apa unnie?” Hamun merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Tidak ada apa-apa, magnae. Aku sebaiknya kembali ke ruangan.”

“Aku temani ya, unnie,” ujar Hamun. Jihyo menggeleng, “Lebih baik kau di sini dulu bersama Mir. Nanti kita bertemu di ruangan, okay?” Jihyo bergegas menuju backstage. Ia merasa ada sesuatu hal yang tidak beres, namun ia tidak tau apa.  Jihyo bergegas ke ruangan DBSK, namun hasilnya nihil. Tidak ada satupun member DBSK di sana. Perasaannya semakin cemas. Ia segera memutar arah ke ruangan MC.

“Joon?!” Tidak ada Joon di sana.

“Jagi?” Jihyo terhenyak saat Sungmin memanggilnya. “Aku mencarimu kemana-mana. Kau kenapa ada di sini? Kemana yang lainnya?”

“Oppa, ruangan DBSK kosong, Joon menghilang. Huaaa oppa, aku takut sesuatu hal terjadi. Apa Yonghwa oppa-“

“Kyuhyun dan HyunAh sedang menyusul Yunho dan Yonghwa-“

“Apa? Yunho oppa dan Yonghwa oppa pergi kemana memangnya? Tunggu tunggu, jangan-jangan Changmin oppa dan Joon melihat mereka berdua lalu menyusul mereka atau mungkin.. Ah, itu mobil Joon!! Loh, dia dengan siapa di mobil? Itu, itu Changmin oppa bukannya? Jagi, itu Changmin oppa, jagi. Kita harus mengejar mereka-“

Sungmin membekap mulut kekasihnya dan menariknya menuju mobil Sungmin.

“Hmmmmppphhh, Hmmmmppphhh…”

“Diam, yeobo. Cepat masuk ke mobil!”

***

Yunho memandangi sekelilingnya, rumah yang sudah lama ia tinggalkan, rumah yang menyimpan banyak kenangan untuknya. Mungkin, jika kecelakaan itu tidak terjadi, keluarga Jung akan masih tinggal di sini. Ini semua salahnya, kini rumah seindah ini kosong tidak berpenghuni. Ia terdiam sesaat, Yonghwa membawanya ke sini tentu saja bukan tanpa alasan. Setelah bertahun-tahun mereka berdua tidak bertemu, ia mengira Yonghwa akan bereaksi lebih dari ini. Saat bertemu di backstage, dongsaengnya itu hanya menatapnya datar dan menyuruh Yunho untuk mengikutinya. Yunho selalu mengira, Yonghwa akan melampiaskan emosinya selama bertahun-tahun. Mungkin, ia sendiri yang terlalu takut menghadapi si kembar hingga muncul pikiran-pikiran aneh di otaknya. Mungkin sudah saatnya-

Buk!

Yunho terjerembab ke tanah saat Yonghwa melayangkan pukulan ke wajahnya.

“Itu karena kau membuat sedih appa dan eomma kehilangan anak sulungnya selama bertahun-tahun,” ujar Yonghwa dingin.

Yunho berusaha bangun, namun satu pukulan lagi tepat mengenai perutnya.

“Itu karena kau membuat haelmoni merasa bersalah selama bertahun-tahun,”

Buk!

“Itu untuk HyunAh,”

Yunho bisa melihat kemarahan di mata Yonghwa, ia memang pantas mendapatkannya. Yunho terdiam dan sedetik kemudian Yunho merasakan pukulan yang lebih kuat daripada pukulan sebelumnya menghantam tubuhnya.

“Itu untukku. Aku sudah lama ingin memukulmu,” Yonghwa terengah-engah menahan emosinya. Semuanya seperti meledak saat ini. Ia menatap hyung satu-satunya yang ia miliki, Yunho tetap tidak berubah. Walaupun ia selalu melakukan kenakalan, Yunho akan tersenyum mengatakan semuanya baik-baik saja dan pada akhirnya Yunho yang akan menanggung semuanya. Sama seperti sekarang, walaupun Yonghwa memukulnya bertubi-tubi, ia tetap saja tersenyum.

“Kau bodoh,” desis Yonghwa.

“Aku tau,”

“Cih, kau bukan hanya bodoh, tetapi amat sangat bodoh,” ujar Yonghwa melempar tumpukan amplop ke arah Yunho.

***

Sungmin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, baru kali ini Jihyo melihat namjachingunya bisa seperti ini. “Minnie oppa, aku tau kita sedang mengejar mobil Changmin oppa, tapi bukankah ini terlalu kencang?”

Sungmin tidak mempedulikannya, Jihyo melihat ke arah speedometer yang menunjukkan angka 180 km/jam.

“Lee Sungmin, kita di jalan kota. Dengan sekencang itu kau bisa membahayakan nyawa orang lain. Eh, oppa, mobil Changmin oppa ke arah sana! Kenapa kita berbelok? Oppa!”

“Kita di jalan yang benar, Hyonie.”

“Tidak! Kau ini kenapa sih? Ini arah keluar Seoul, oppa! Cepat berhenti!”

“Kubilang berhenti Lee Sungmin!”

Mendengar teriakan Jihyo, Sungmin malah semakin memacu mobilnya lebih kencang.

“Oppa, kubilang berhenti. Berhenti! Di depan itu truk! Arrgggghhhh, cepat rem, rem!”

Sungmin membanting setir ke bahu jalan tepat sebelum mobil yang ia kendarai menghantam truk pengangkut barang di depannya. Tangan kirinya dengan sigap mengemudikan setir sedangkan tangan kanannya menahan tubuh Jihyo sebelum menghantam dashboard.

“Lee Sungmin, kau ini benar-benar!” Jihyo memukul kencang lengan Sungmin, namun sang martial arts boy hanya tertawa senang.

“Hoooaaaa, aku benar-benar senang melihat ekspresi takutmu, jagi! Ini seperti mendapat lotre melihat dirimu dari sisi yang lain akhir-akhir ini!” seru Sungmin mengacak rambut kekasihnya.

“Kau ini gila apa?! Heh? Apa maksudnya?”

Sungmin tersenyum, tunggu, itu bukan senyuman, itu smirk, sejak kapan dia jadi seperti hyung oppa?

“Memang benar kata Kyu, kau ini memang yang mudah ditipu diantara lainnya kalau sedang panik!”

“Heh?” Jihyo mengerenyitkan dahinya. Apa maksudnya? Perkataan hyung oppa, mengambil arah yang berbeda dengan Changminnie oppa, rencana hyung oppa dan Minho, kejadian aneh akhir-akhir yang menyangkut para unnienya dengan Jung bersaudara, Changmin oppa dan Joon.

“Sial! Maksudnya itu! Argggghhhhh!!!!!”

“Kau sudah mengerti maksudku, evil princess?” Sungmin mencubit pipi Jihyo saking gemasnya.

“Arrrggghhh, jangan sentuh aku Lee Sungmin! Kekasihku sendiri ternyata berkomplot dengan si evil magnae Cho Kyuhyun! Arrgggghhh, aku kesal, aku kesal! Tunggu, apa Minho juga?”

Sungmin mengangguk.

“Flaming charisma juga ikut berkomplot dengan kalian?” Jihyo menganga tidak percaya.

“Iya, Jihyo ku sayang. Ternyata rencana Minho untuk pura-pura menghilang sementara dari Kyu-line berhasil mengelabuhimu, hahahaha.”

“Pantas saja akhir-akhir ini ia suka menghilang, biasanya ia yang paling semangat kalau soal HyunAh unnie! Sudah sudah, aku keluar dari Kyu-line! Bisa-bisanya kalian semua membohongiku! Changminnie oppa kan juga bagian dari kalian! Aish, apa sih yang ada di otak kalian sebenarnya?”

“Tidak ada, hanya untuk bersenang-senang,”

“Jangan bohong. Kalian tidak akan mungkin tega membohongi Changmin oppa hingga sejauh ini! Kalau dengan aku sih kalian sepertinya punya dendam!” Jihyo menggembungkan pipinya.

“Kau marah Hyonie?”

“Aku mau putus!”

Sungmin tertawa mendengarnya, ia tau ucapan kekasihnya hanya main-main. Ia rasa sudah saatnya Jihyo tau semua rencana besar, daripada sang evil princess ini benar-benar mengamuk dan keluar dari Kyu line, bisa-bisa Kyuhyun akan mengamuk besar.

“Arra, arra. Aku jelaskan. Sebenarnya Joon dan Kyu-“

“Joon!” teriak Jihyo. “Pantas saja ada missing link di rencana kalian! Ternyata Joon!”

Sungmin mengerenyitkan dahinya. “Explanation, please, Miss Choi?”

“Listen, Mr.Lee,” Jihyo mengeluarkan smirknya. “Aku baru sadar kalau Hyun oppa ku tersayang itu juga dekat dengan Joon. Jadi sekarang rencana kejahatan besar kalian, tuan-tuan, sudah terbaca olehku. Jangan harap aku bisa memaafkan kalian! Sejak awal Hyung oppa dan Minho mempunyai rencana lain dibalik menjodohkan Changmin oppa dengan HyunAh unnie, lalu inisiatif Minho untuk merukunkan kembali Jung bersaudara lewat Changmin oppa, hingga MuCore ini semuanya ada campur tangan Joon, iya kan? Aish, aku tau itu! Lalu kalian memaanfaatkanku, karena aku salah satu MC MuCore. Hyung oppa sangat tau saat aku panik, apalagi itu menyangkut member SG, aku pasti akan tidak bisa berpikir jernih. Joon dan Hyung oppa sudah memprediksi akan bahwa aku akan menyampaikan masalah MuCore ini ke kalian? Dengan begitu kalian bisa memberitahukan ke Changmin oppa tanpa perlu dicurigai darimana kalian mendapat berita itu. Joon tau aku tidak akan menyampaikannya ke HyunAh unnie, maka ia yang memberitahu HyunAh unnie. Sejak awal kalian memang membuat rencana yang sangat matang. Dan kau, Lee Sungmin, orang yang berakting pura-pura paling cemas dengan rencana ini ternyata sebaliknya!”

Suara tepuk tangan Sungmin terdengar di dalam mobil, “Aigoo, aku tidak meragukan dirimu sebagai salah seorang member Kyu-line, yeobo. Tapi ada beberapa hal yang terlewat.”

“Maksudmu?”

“Kau ingat waktu di MuCore pertama kali saat penampilan SG dan DBSK, saat kita menyuruh Changmin untuk mengungkapkan perasaannya ke HyunAh? Aku, Kyu, dan Minho sudah tau jika di dalam ruangan SG ada Joon. Lalu di Oh My School, aku akui rencanaku dan Kyu agak kelewatan, tapi berhasil membuat Changmin menyadari perasaannya kepada HyunAh kan?”

“Jadi kejadian di Oh My School itu rencanamu, Lee Sungmin?” teriak Jihyo tidak percaya.

Sungmin tertawa senang, “Aku belajar dari pengalaman.”

Jihyo menghela napasnya, “Kalau sampai Hyejin unnie tau, habislah si tuan muda Cho Kyuhyun!”

“Makanya jangan bilang ke Hyejin, mudah kan?” ujar Sungmin.

Jihyo memelototi kekasihnya kesal, “Kau ini masih saja membela dongsaeng kesayanganmu itu!”

“Kan dia dongsaeng kesayanganku, tentu saja aku bela. Sudahlah. Di pinggir kota ada restoran Jepang yang enak. Kita makan di sana ya?”

“Kau ini malah mengajak makan! Changminnie oppa bagaimana?”

“Kau pasti belum makan seharian, iya kan? Aku selalu bingung dengan para member Super Girls, kalian ini punya satu sifat yang sama, sama-sama terlalu mencemaskan orang lain hingga diri kalian sendiri diabaikan. Itu sifat yang baik, Hyonnie. Tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri, tidak makan seharian, kalau sakit, para namja di sekelilingmu itu bisa mengamuk kepadaku. Lagipula, bukankah sudah seharusnya kita berhenti mencampuri urusan Jung bersaudara serta Changmin dan Joon? Kurasa mereka sudah bisa menyelesaikannya sendiri.”

“Tapi jagi-“

“Tidak ada tapi-tapian,” Sungmin menstater mobilnya, “Kita makan.”

“Ne,” Jihyo tidak bisa berkutik lagi, masih ada berbagai pertanyaan di otaknya, mungkin nanti ia bisa bertanya kepada Kyuhyun atau Joon. “Jagi, hyung oppa tidak bermaksud mengantar HyunAh unnie mengejar Yunho oppa dan Yonghwa oppa, iya kan?”

***

“Kyuhyun, kita mau kemana?” HyunAh mengamati pemandangan di luar, ia tidak familiar dengan tempat yang ia lewati. “Kau yakin Yunho oppa dan Yong ke arah sini?”

“Kita tidak sedang mengikuti Yunho hyung dan Yonghwa,” ujar Kyuhyun santai.

HyunAh bingung mendengar perkataan Kyuhyun. “Maksudmu?”

“Kau tidak mendengarku, Hyun? Kita tidak sedang mengikuti Yunho hyung dan Yonghwa, kedua saudaramu itu.”

“Tapi tadi kau bilang kan kita akan-“

“Aku bohong,” Kyuhyun tersenyum dengan smirk andalannya. HyunAh kenal dengan smirk yang sangat terkenal itu, itu tanda jika Kyuhyun sedang merencanakan sesuatu.

“Kyuhyun, kau menyembunyikan sesuatu?” selidik HyunAh.

“Kita tidak perlu mengikuti para pria Jung itu,”

“Tapi mereka itu kan saudara-saudaraku. Kalau terjadi apa-apa dengan mereka-“

“Mereka tidak akan kenapa-kenapa,” potong Kyuhyun.

“Kenapa kau bisa yakin seperti itu?!” suara HyunAh meninggi.

“Yonghwa sendiri yang memberitahuku.”

HyunAh terkejut mendengarnya. Kenapa Yonghwa bisa memberitahu Kyuhyun? HyunAh tidak tau jika kembarannya kenal secara personal dengan Kyuhyun.

“Jadi tenanglah, Hyun. Ada urusan lebih penting yang harus kau selesaikan dibandingkan mencampuri urusan orang lain.”

“Mereka bukan orang lain!” suara HyunAh meninggi. “Mereka berdua saudaraku!”

“Aku tau mereka berdua saudaramu, tapi tetap saja kan bukan dirimu? Itu namanya mereka orang lain.”

HyunAh terdiam, logika yang disampaikan Kyuhyun terdengar benar, bahkan sangat benar untuknya saat ini.

“Kau terlalu mencemaskan Yunho hyung dan Yonghwa hingga kau tidak mempedulikan urusan dirimu sendiri. Sudah waktunya kau mempercayai bahwa mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri dan selesaikan masalahmu, Hyun.”

“Masalahku sendiri?” HyunAh benar-benar tidak mengerti perkataan Kyuhyun.

“Sudahlah, anggap saja hari ini hari keberuntunganmu, HyunAh. Aku, sang magnae Super Junior, Cho Kyuhyun khusus mengantarmu untuk menyelesaikan masalahmu.”

***