Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

Shim Changmin – Jung HyunAh

Jung Yunho – Park MinAh

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun *di part ini ceritanya mereka belum pacaran, hehe

 

Special appearance:

Lee Joon MBLAQ

 

 

Mianhae para saudari-saudari Super Girls ku…

Maaf ya kalau posting ceritanya lama, lagi deadline tak ada hentinya :((

Ini part 7A, maaf pendek, selamat membaca dan jangan lupa di komen :))

 

 

“Noona, tunggu!” Jonghyun akhirnya berhasil meraih tangan MinAh dan menghentikan langkahnya. “Mengapa buru-buru sekali meninggallkan panggung?”

MinAh memandang dongsaengnya ini dengan kesal, biasanya Jonghyun akan langsung tau jika MinAh ada masalah, tetapi sekarang mengapa ia hanya bertanya ada apa?

“MinAh noona, jangan diam saja, cerita padaku, ada masalah apa…”MinAh menghempaskan tangan Jonghyun dari tangannya, sudah cukup ia kesal tak karuan karena melihat kedekatan Yunho dengan GD MinAh, kini ia harus menghadapi sahabatnya ini.

“Kau ini terus saja bertanya ada apa denganku!!! Kemana saja kau di saat aku butuh bercerita denganmu? Dengan Se Kyung?”

Jonghyun terdiam, ia tau MinAh memang selalu menyindirnya jika ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Se Kyung dibandingkan dengan MinAh, namun ia tidak tau jika ternyata MinAh bisa meledak seperti ini.

***

Yunho bergegas menuju backstage, otaknya sudah menyuruh ia untuk berhenti, namun hatinya terus mengatakan agar ia tetap mencari MinAh. Yunhi tidak bisa mengalahkan hatinya, ia tau ia harus mencari MinAh.

“Aku menyayangimu, noona. Kau tau aku akan selalu ada untukmu…”

“Tapi kau itu menyebalkan Jjong!!! Kau tidak sadar apa jika aku ini sedang ada masalah, huh? Lebih baik kau tinggalkan aku saja daripada kau di sini malah semakin membuatku gila!!!!”

Yunho mengenal suara itu, suara Park MinAh dengan seorang namja, yang Yunho bisa pastikan itu Jonghyun.

Ia perlahan mengikuti sumber suara tersebut, akhirnya ia menemukan MinAh dan Jonghyun, namun otaknya berseru, “Apa ku bilang!!! Tadi seharusnya kau mendengarkanku, hei hati dan Jung Yunho!!!!”

Jonghyun memeluk MinAh dengan erat, “Mianhae, noona, jeongmal mianhae… Aku tau aku yang salah… Saranghae noona…”

Otak Yunho menyuruhnya untuk segera menutup telinganya, namuin hati Yunho memaksanya untuk mendengar semuanya, hingga tuntas.

“Saranghae, Jjong…”

****

“Ah, boneka dari siapa ini, Hyun?” Joon mengambil boneka dari meja rias HyunAh dan memencet perut boneka itu.

Jung HyunAh, shall we take a journey of our love?

 

HyunAh merebut boneka dari tangan Joon, wajahnya bersemu merah karena takut Joon mendengar rekaman di boneka itu. “Kau ini, Lee Joon!!! Setelah sekian lama baru muncul dan sekarang seenaknya menyentuh boneka milikku!!!!”

“Hahaha, Jung HyunAh masih saja segalak yang dulu ya, cckcck,” Joon mengelus kepala HyunAh. “Kau lupa? Kau yang tiba-tiba menjadi sibuk sendiri karena SG.”

HyunAh refleks memukul Joon, “Kau juga sibuk dengan MBLAQ!!! Kau tidak tau apa kalau aku kangen kepadamu, huh, Joon oppa?”

Joon tersenyum melihat tingkah HyunAh yang bisa berbalik 180 derajat, “Mianhae dongsaeng, saranghae~~~~” ujar Joon dengan aegyonya.

HyunAh tertawa saat melihat tingkah aegyo Joon, sungguh, dengan tampangnya yang cool serta imagenya sebagai Ninja Assasin muda, Joon benar-benar tidak cocok bertingkah aegyo. Tapi mau bagaimana lagi, HyunAh selalu tertawa jika Joon bertingkah seperti itu, apalagi jika bertingkah duet aegyo dengan Yonghwa, seperti yang mereka sering lakukan saat HyunAh sedih dulu, karena Jung Yunho.

“Saranghae, Joon oppa…”

***

“Hyung, bagaimana? Kau sudah memberikan boneka itu ke HyunAh noona?” ujar Minho.

Changmin mengangguk. “Tapi aku tidak tau apakah HyunAh sudah mendengarkannya atau tidak…”

“Tenang saja oppa,” Jihyo menghempaskan tangan Key yang sejak tadi melingkar di pinggangnya, “HyunAh unnie pasti sudah mendengarkan rekamanmu, terbukti dari raut wajahnya. Itu raut wajah HyunAh unnie jika sedang bahagia.”

“Sekarang lebih baik kau menemui HyunAh, Changmin oppa. Kau harus menanyakan apa jawabannya!!!” seru Hyejin bersemangat.

“Eh, harus sekarang?”

“Ih, iya!!! Kau harus menanyakannya sekarang, oppa. Mumpung HyunAh sedang sendirian di ruang ganti.”

“Loh, MinAh dan Hamun?”

“MinAh bersama Jonghyun, dan Hamun, seperti biasa menghilang. Ayo cepat oppa, kau harus menemui HyunAh unnie!!!” ujar Jihyo mendorong Changmin ke ruang ganti.

“Iya, iya, Jihyo-ssi. Aku akan ke sana,” Changmin menatap Minho, Hyejin, Key, dan Jihyo yang melototi dirinya jika ia tidak segera melangkahkan kakinya ke ruang ganti SG. Ia menghela napas, mengapa tiba-tiba langkah kakinya jadi berat seperti ini sih?

‘Tenang Shim Changmin, kau ini tidak benar-benar ingin menjadikan HyunAh sebagai pacar. Kau hanya ingin membantu Yunho hyung mu untuk berbaikan dengan dongsaengnya. Tapi bagaimana jika HyunAh menerimanya? Atau yang lebih parah, bagaimana jika HyunAh menolaknya?’

Tanpa Changmin sadari ia sudah berada di depan pintu ruang ganti SG, jantungnya berdebar sangat kencang hingga tangannya gemetaran saat menggenggam gagang pintu, ia baru saja ingin memutar gagang pintu saat mendengar suara HyunAh yang membuat jantungnya berdebar sangat kencang.

“Saranghae, Joon oppa…”

***

Yonghwa tersenyum puas saat melihat dari jauh Changmin yang terpaku di depan pintu ruang ganti SG.

“Shim Changmin, level permainanmu masih rendah dibandingkan denganku. Aku yang akan membuatmu game over,” ujar Yonghwa tersenyum. Yonghwa segera memencet tombol handphonenya, mengetik sms untuk seseorang.

Welldone, brother! You’re truly a Hollywood actor. Get ready for the next step.

“Hyung,” Minhyuk menepuk pundaknya, “Ayo segera ke panggung, sebentar lagi giliran kita yang muncul.”

Yonghwa mengangguk, dan segera memencet tombol send sebelum mengikuti Minhyuk ke panggung.

“Unnie, tolong pasangkan gelang ini,” ujar Hamun meminta tolong kepada MinAh sejak tadi sibuk dengan BBnya.

“Ah, kemarikan tanganmu, Hamun,” ujar MinAh mengalihkan perhatiannya dari BB, namun tetap saja pikirannya terus tertuju kepada gadgetnya yang satu itu. Kenapa akhir-akhir ini Yunho sunbae tidak pernah menghubunginya sama sekali? Paling tidak untuk sekedar bertanya bagaimana kabar HyunAh. Ada apa sebenarnya dengan Yunho sunbae?

“Ah, selesai magnae. Gelangmu sudah terpasang,” ujar MinAh yang segera kembali sibuk dengan BB nya.

Tiba-tiba suasana di ruang tunggu Shinee dan SG di studio MBC mendadak sepi, “Annyeong!”

MinAh tiba-tiba saja mencari sumber suara tersebut, entah mengapa ia sangat mengenal suara tersebut, mungkinkah itu Yunho sunbae? Namun ternyata dugaannya salah, itu Siwon oppa dengan member Suju M lainnya yang baru saja datang dari Taiwan. Tanpa MinAh sadari, pandangan matanya bertemu dengan Siwon, pipinya langsung merona. Sepertinya sudah lama MinAh tidak seperti ini karena melihat Siwon, tapi kali ini berbeda. Jika biasanya ia merona merah karena terpana dengan Siwon, namun kini ia melihat Siwon sangat mirip dengan Yunho sunbae.

‘Haduh, ada apa dengan otakku?’ gerutu MinAh. Ia sudah hampir tidak tahan dengan situasi seperti ini. Ia harus segera menelp Yunho sunbae. Baru saja ia ingin menghubungi Yunho, BB nya sudah berdering terlebih dahnulu, ia melihat caller id di BB nya, Jung Yunho.

“Hamun, aku ada perlu sebentar, aku keluar dulu ya,” ujar MinAh sambil menerima menelp Yunho.

****

“HyunAh noona~~~” Minho memeluk HyunAh dengan erat, ia bisa mendengar HyunAh noona nya tertawa.

“Ya! Choi Minho! Mengapa tiba-tiba kau jadi manja seperti ini sih? Kalah dengan Yoogeun…” ujar HyunAh menunjuk ke arah Yoogeun yang sejak tadi sibuk bermain dengan Key dan Jihyo.

“Memangnya aku tidak boleh manja dengan noona ku sendiri?”

HyunAh mengelus kepala dongsaengnya, “Boleh saja kok, dongsaengi. Kau bebas bermanja ria kapanpun kau mau…”

Minho memandang HyunAh dengan tatapan senang, “Jinja? Walaupun sekarang noona sudah bersama Changmin hyung?”

“Heh?” HyunAh melepaskan pelukan Minho. “Apa maksudmu, Minho?” Pikiran HyunAh kembali ke semua kejadian yang telah berlalu bersama Changmin. Changmin yang tiba-tiba saja baik kepadanya, bersenang-senang dengannya di taman bermain, dan juga boneka itu. Apa ini semua hanya rekayasa?

Ekspresi Minho berubah 180 derajat, ‘Kenapa HyunAh noona malah jadi kaget sendiri? Bukankah waktu itu Changmin hyung sudah menyatakannya? Apa Changmin hyung ditolak HyunAh noona? Tidak mungkin!!! Atau jangan-jangan, Changmin hyung belum mengatakannya?’

“Choi Minho, jawab pertanyaanku,” suara HyunAh tiba-tiba menjadi serius. “Apa maksudmu itu? Apa kau tau Changmin mengirimkanku boneka? Lalu apalagi yang kau tau? Mengapa kau bilang bahwa aku sekarang bersama Changmin? Atau jangan-jangan kau terlibat dalam semua ini?”

Minho tidak bisa menjawab semua pertanyaan HyunAh. Ia tau, jika HyunAh tau bahwa ia adalah otak dibalik semua ini, HyunAh tidak akan pernah memaafkannya.

“Baiklah jika kau tidak mau memberitahukannya kepadaku,” HyunAh baru saja ingin beranjak meninggalkan Minho, namun Minho mencegahnya.

“Aku akan memberitahukan semuanya kepada noona…” Minho tau, ia memang tidak bisa kehilangan sahabatnya ini, walaupun rencananya harus berantakan.

***

Yunho memainkan gantungan kunci mobilnya sambil menunggu MinAh di tempat parkir studio MBC, entah mengapa jantungnya berdegup kencang, ia baru saja melakukan suatu tindakan bodoh, menghubungi Park MinAh untuk bertemu dengannya di tempat seperti ini. Mengapa juga ia harus menyuruh yeoja itu ke sini? Agar tidak diketahui orang lain? Ya, mungkin itu salah satu alasannya. Tapi sejujurnya Yunho benar-benar ingin memastikan perasaannya kepada MinAh, yang ternyata sudah mencintai namja lain.

“Yunho sunbae?” Yunho bisa merasakan jantungnya berhenti berdegup sesaat saat mendengar suara MinAh.

“Min- MinAh-ssi,” ujar Yunho.

“Kau kenapa saja, Yunho sunbae?” ujar MinAh mendahului Yunho berbicara. Yunho ingin sekali menjawab bahwa ia berusaha menahan dirinya sendiri untuk tidak menghubungi MinAh karena ia mulai menyukai sahabat dongsaengnya sendiri.

“Kau sudah melupakan niatmu untuk berbaikan dengan HyunAh? Tidak kusangka semudah itu kau menyerah. Ternyata kau memang seperti yang kubayangkan dulu, kau memang tidak pernah serius ingin berbaikan dengan HyunAh maupun Yonghwa.”

Yunho tertegun mendengar ucapan HyunAh, HyunAh sama terkejutnya begitu mendengar ucapan dirinya sendiri. Ia sadar ia sedang berusaha menutupi kecemasan dan kekalutan dirinya semenjak Yunho menghilang dengan ucapan seperti ini, agar Yunho tidak pernah tau betapa dirinya merindukan Yunho.

“Bukankah kau yang tidak serius membantuku berbaikan dengan HyunAh dan Yonghwa?” ujar Yunho. Hanya ini yang bisa dilakukan Yunho untuk menjauhkan dirinya dari MinAh, membuat MinAh juga membenci Yunho.

“Apa maksudmu, sunbae?”

“Aku sudah tidak perlu bantuanmu. Lebih baik kau kembali saja ke Jonghyun dan tidak usah membantuku lagi. Bukankah dengan seperti kau merasa senang?” Tanpa menoleh ke arah MinAh, Yunho segera masuk ke dalam mobilnya dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

****

“Aku meminta tolong kepada Changmin hyung supaya mendekatimu agar dirinya dapat membantumu kembali akrab dengan Yunho hyung…”

Ucapan Minho terus berputar berulang-ulang di otaknya hingga memperngaruhi penampilannya bersama SG di acara MBC hari ini, ia benar-benar tidak menyangka, jika dirinya terjebak dalam permainan Shim Changmin, padahal seharusnya dirinyalah yang menjebak Changmin.

“HyunAh, MinAh, Hamun, kalian bertiga kenapa sih? Dance kalian tidak enerjik, lalu pakai acara lupa lirik segala. Apa sih yang kalian pikirkan?” bentak Hyejin kesal. Jihyo hanya bisa berdiri di belakang Hyejin memandang kedua unnienya dan magnaenya di marahi.

“Kalian tau tidak, kita sudah menerima banyak tanggapan miring akibat kesalahan kalian bertiga tadi, aishhhh.”

“Iya unnie, sudah sudah. Mungmin mereka kecapekan, iya kan Hyung oppa?” Jihyo member isyarat agar Kyuhyun segera membawa Hyejin pergi dari sini. Kyuhyun segera tanggap dengan isyarat dongsaengnya dan menarik Hyejin dari ruang ganti SG.

“Sudah sudah, jagi. Ayo kita cari makan dulu. Aku lapar…” ujar Kyuhyun membawa Hyejin keluar.

“Gomawo, Jihyo-ah,” ujar MInAh.

Jihyo mengangguk. “Unnie dan Hamun lebih baik istirahat dulu, kita baru bisa pulang setengah jam lagi.”

HyunAh mengangguk lemah dan duduk di sofa. Ia sudah cukup shock mengetahui semua kenyataan ini. Ia sangat butuh seseorang untuk mendengarkannya, dan tidak mungkin para member SG, ataupun Choi Minho yang jelas-jelas membohonginya. Ia juga amat sangat tidak mungkin menghubungi Shim Changmin, namja yang ternyata hanya mempermainkannya di saat dirinya sudah mulai menyukai Changmin.

HyunAh menekan no.handphone Yonghwa, namun Yonghwa tidak mengangkatnya. Mengapa di saat seperti ini kembarannya malah tidak bisa dihubungi? Tangisan HyunAh hampir meledak saat itu juga jika ia tidak teringat dengan seseorang yang dulu sering menghiburnya dengan Yonghwa.

“Yoboseyo, Joon? Kumohon, segera jemput aku disini…” isak HyunAh.