Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

Shim Changmin – Jung HyunAh

Jung Yunho – Park MinAh

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun *di part ini ceritanya mereka belum pacaran, hehe

 

Special appearance:

Lee Joon MBLAQ

Bang MinAh Girls Day

 

 

SG ku sayang, di komen yaaaaaaaaaaaaaa😀

 

“Ayo cerita…”ujar Joon sambil menatap HyunAh yang sejak tadi sibuk memainkan dedaunan di sekitarnya.

“Heeem, cerita apa?” jawab HyunAh tanpa melihat ke arah Joon.

“Mengapa matamu sembab begitu dan tiba-tiba memintaku untuk menjemputmu, Hyun?”

“Mengapa kau membawaku pulang ke sini? Ini kan bukan rumahku,”

“Rumah lamamu yang sudah tidak terurus lagi tepatnya. Ayolah Jung HyunAh, aku sudah mengenalmu sejak lama, dan aku kenal kau seperti Yonghwa mengenalmu. Ada apa?”

HyunAh memutar tubuhnya ke arah Joon. Ia menatap Joon dengan lekat, sudah lama sekali ia tidak meihat ekspresi kecemasan Joon, ekspresi yang sama saat Joon selalu melihatnya sedih bertahun-tahun yang lalu. Dengan terbata-bata HyunAh menceritakan semuanya, mulai dari rencana Yonghwa yang ingin balas dendam ke Yunho melalui Changmin, rencana Minho yang ingin menjodohkannya dengan Changmin agar dirinya bisa berbaikan lagi dengan Yunho, kejadian di taman bermain, segala sikap manis Changmin, dan terakhir boneka berisi rekaman pernyataan cinta Changmin. HyunAh tau, ia harus berhati-hati dalam memilih setiap kata karena ia tau, seorang Joon yang posesif bisa melakukan apa saja saat mendengar suatu hal yang menurutnya salah.

Namun prediksi HyunAh salah, Joon malah menyimak ceritanya dengan serius dan tak bergeming sedikitpun. Joon sangat tenang, tidak seperti biasanya.

“Joon…” panggil HyunAh.

“Heemm?”

“Kau tidak apa-apa?”

“Harusnya aku yang bertanya kepadamu, kau tidak apa-apa? Baik dari sisi Yonghwa, Yunho, Changmin, maupun Minho, tetap saja kau yang dikorbankan bukan?” Joon menatap HyunAh tajam.HyunAh mengangguk, kenapa Joon selalu melihat setiap masalah yang ia hadapi dari pandangan yang berbeda dari setiap orang? Ia selalu memandangnya dari sisi HyunAh, sisi yang tidak pernah bisa HyunAh ungkapkan kepada semua orang.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Tidak tau Joon,” HyunAh menghela napas panjang. “Aku capek menangis tiap saat, aku capek menjadi pihak yang selalu dimanfaatkan oleh saudara-saudaraku dan juga orang-orang terdekatku. Aku ingin mereka bahagia, tapi bukan begini caranya. Aku ingin memilih jalanku sendiri.”

Joon meraih jari jemari tangan HyunAh dan memainkannya, suatu kebiasaan yang tak bisa dihilangkan, HyunAh tersenyum simpul melihat tingkah sahabat masa kecilnya ini.

“Mau dengar pendapatku?”

HyunAh mengangguk.

“Sekali-kali mereka harus diberi pelajaran, Hyun.” Joon menatap HyunAh dengan serius. “Bagaimana jika membuat mereka semua kalah? Aku akan membantumu.”

***

“Park MinAh, gwenchana? Aish, sebentar lagi aku harus siaran tapi mengapa suaramu sendu seperti itu sih? Aku bisa tidakkonsen nanti!!!” teriak Heechul di seberang telp sana.

“Gwenchana oppa. AKu hanya sedikit tidak enak badan…” ujar MinAh berbohong. Ia menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut dan menyenderkan tubuhnya ke sofa mobil. Ia melihat ketiga member lainnya tertidur lelap.

“Jangan bohong kepadaku. Ini pasti ada hubungannya dengan Yunho-ssi. Iya kan?”

“Di sebelahmu ada Teuki oppa, Chullie oppa?” bisik MinAh.

“TIDAAAAAK ADAAAAAA. MAKANYAAA CEPAAAT CERITAAAAA KEPADAKUUU SEKARANG!!!” teriak Heechul tidak sabar. MinAh tau, jika sifat tak sabar Heechul keluar, maka semuanya harus segera dilaksanakan dengan cepat, jika tidak mau Heechul mengamuk.

MinAh menceritakan semuanya yang terjadi di tempat parkir. “Ia bilang, ‘Aku sudah tidak perlu bantuanmu. Lebih baik kau kembali saja ke Jonghyun dan tidak usah membantuku lagi. Bukankah dengan seperti kau merasa senang?”

“Dia bilang begitu?”

“Iya. Aku juga tidak tau apa maksudnya…”

Heechul terdiam sesaat, “Tunggu. Kapan terakhir kali kau bertemu dengan Jonghyun, MinAh?”

“Heemm, saat Music Core. Kenapa oppa?”

“Apa yang kalian lakukan?”

“Biasa, mengobrol, tapi kami sempat bertengkar, tapi pada akhirnya berbaikan lagi. Kau tau kan oppa bagaimana jika aku sedang mengamuk ke Jonghyun…”

“Berbaikan dengan kalimat penutup ‘saranghae’?”

“Ne oppa.”

“Heemmm….”

“Heemmm apa oppa?” tanya MinAh sambil mengontrol suaranya agar tidak membangunkan ketiga member yang lain.

“Di Music Core DBSK juga menjadi pengisi acara?”

“Ne.”

Heechul tersenyum, ia bisa menerka apa yang menyebabkan Yunho seperti itu.

“Dongsaengi, sudah dulu ya. Aku harus siaran. Nanti aku hubungi lagi, sekalian aku beritahu cara agar kau tidak merasa sedih lagi.” Heechul menutup telpnya.

“Dasar anak muda, mereka berdua memang bodoh, hahaha.” ujar Heechul kepada dirinya sendiri. “Kalau begini, memang aku yang harus turun tangan.”

****

Minho mengetuk pintu dorm DBSK dengan keras, ia harus menemui Changmin dengan segera.

“Loh, Minho? Ada apa ke sini?” tanya Changmin membukakan pintu.

“Aku harus bicara denganmu, hyung.” ujarnya dengan napas terengah-engah.

“Ada apa? Ayo masuk.”

Minho memasuki dorm DBSK, ia tau Yunho belum pulang, ia harus secepat mungkin memberitahukan ini ke Changmin sebelum semuanya bertambah runyam dan Yunho mengetahuinya.

“Hyung, kau belum menyatakannya kepada HyunAh noona?” tanya Minho.

Changmin kaget dengan pertanyaan Minho, ia terdiam sesaat, “Belum. Waktu itu aku mengurungkan niatku.”

Minho mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi. “Hyung, kau tau? HyunAh noona sudah tau semuanya!!!!”

“Mwo?” Changmin terkejut mendengarnya. Entah mengapa hatinya sakit mendengarnya. Itu sama saja menutup kesempatannya untuk bisa berada di samping HyunAh seperti dulu.

“Haduh, bagaimana ini hyung?” tanya Minho panik, ia benar-benar takut noonanya tidak akan pernah memaafkan dirinya lagi.

“Minho, boleh aku tanya sesuatu?”

“Apa hyung?”

“Siapa saja namja yang dekat dengan HyunAh? Maksudku selain para Jung bersaudara dan juga kau?”

Minho bingung mendengar pertanyaan Changmin. Mengapa hyungnya malah mengajukan pertanyaan seperti itu disaat seperti ini?

“HyunAh noona tidak terlalu dekat dengan namja, kecuali dengan para Super Junior hyung dan member Shinee. Oh, aku tau! Sahabat Yonghwa hyung dan HyunAh noona…”

Changmin tau nama itu akan keluar dari mulut Minho. Dan Changmin tidak mau bertanya lagi lebih lanjut, karena ia tau ia sendiri yang akan sakit sendiri mendengar setiap kenyataannya.

***

Sudah seminggu berlalu, baik HyunAh dan MinAh betul-betul jauh dari penampilan maksimal mereka. Ada saja yang salah, baik dari lirik, dance, ataupun saat interview. Mereka berdua membuat Hyejin mau gila, apalagi dengan tingkah magnae Hamun yang juga tidak kalah aneh, tiba-tiba ia bisa diam seribu bahasa dan pikirannya entah kemana.

“Jihyo-ah, apa yang harus aku lakukan?” ujar Hyejin sambil membiarkan dirinya dirias oleh make-up artist.

“Aku tidak tau apa yang terjadi dengan HyunAh unnie dan MinAh unnie. Tapi jika Hamun mungkin aku tau jawabannya…” ujar Jihyo sambil mengutak-atik Ipadnya.

“Apa Jihyo?”

“Heemmm, aku tidak bisa memberitahu unnie sekarang, aku belum memastikannya. Untuk masalah Hamun, serahkan saja kepadaku. Sebaiknya Hyejin unnie memikirkan bagaimana supaya HyunAh unnie dan MinAh unnie kembali dalam performa yang maksimal.”

“Baiklah dongsaengie. Gomawo.”

“Super Girls, lima menit lagi kalian sudah harus ada di Oh My School, okay?” teriak salah satu staff di ruangan SG. Kelima member SG mengangguk dan segera bersiap.

“Hyejin, kau tau siapa saja bintang tamunya?” tanya MinAh.

“DBSK, kita, Jjong, dan Joon serta Seungho MBLAQ, juga para dua member dari Girls Day.”

Ekspresi wajah MinAh dan HyunAh langsung berubah total saat mendengarnya.

***

Yunho sejak tadi menatap ke arah MinAh dan Jonghyun yang duduk bersebelahan. Ketiga MC Oh My School sejak tadi selalu membahas kedekatan kedua orang ini yang membuat telinga YUnho terasa panas. Belum lagi tatapan tak acuh dongsaengnya sendiri yang membuat Yunho semakin tak nyaman.

“Okay, kita break dulu 5 menit!” teriak PD-nim.

Yunho segera bangkit dari kursinya namun dicegah oleh seseorang, GD MinAh.

“Yunho oppa, mau kemana~?”

Yunho bisa melihat MinAh yang sejak tadi sibuk bersama Jonghyun kini telah terpusat perhatiannya ke arah dirinya dan GD MinAh. Yunho tidak bisa membuang kesempatan ini.

“Aku ingin mengambil minuman sebentar. Kau mau ikut?”

GD MinAh mengangguk senang. Akhirnya ada momen berdua dengan idolanya ini. Yunho melirik ke arah MinAh yang menatapnya dengan tajam.

“Ayo MinAh,” Yunho meraih tangan GD MinAh dan menggandengnya.

“Noona, ada apa?” tanya Jonghyun saat melihat wajah MinAh yang memerah karena kesal.

“Tidak ada apa-apa,” jawab MinAh ketus. Rasanya ia sangat ingin menjambak rambut GD MinAh karena sikapnya yang kecentilan itu.

***

Acara syuting pun kembali dimulai setelah break. Park Kyunglim, salah satu MC tiba-tiba bertanya kepada Joon. “Joon-ssi. Tadi kau berbisik kepadaku ada suatu hal yang ingin kau katakan. Apa itu?”

Joon tersenyum dan bangkit dari kursi. Ia berjalan ke arah HyunAh. “Hyun, ikut aku,” bisik Joon. HyunAh yang tidak mengerti apa-apa akhirnya patuh terhadap Joon. Mata yang lainnya mengawasi keduanya yang kini sudah berada di tengah-tengah mereka.

“Lee Joon-ssi, sebenarnya ada apa ini? Jangan-jangan kau mau menyatakan cinta kepada Jung HyunAh-ssi ya?” ledek Park Kyunglim.

“Ne,” jawab Joon santai.

Semua orang di sana kaget mendengar pernyataan Joon. “Ini tidak ada di script bukan?” bisik Park Kyunglim kepada PD-nim. PD-nim menggeleng.

Changmin menatap HyunAh tanpa berkedip, refleks tangannya mengepal saat mendengar penyataan Joon. Minho yang duduk disampingnya hanya bisa pasrah melihat ekspresi hyungnya yang seperti siap menonjok Joon hyung. Minho semakin bergidik ngeri saat melihat ekspresi Yunho, ia hampir saja bangkit dari kursinya jika tidak ditahan oleh Onew.

“Joon, apa-apaan kau?” bisik HyunAh. Ia sendiri kaget mendengar pernyataan Joon.

“Percaya saja kepadaku, Hyun.” bisik Joon. Ia mendekatkan wajahnya ke arah HyunAh. “Tutup matamu, sekarang!” perintah Joon. HyunAh mau tidak au harus mengikuti perintah Joon dan ia bisa merasakan bibir Joon menempel di bibirnya. Tak lama kemudian, HyunAh merasa tubuh Joon yang tadi sangat dekat sekali dengannya seperti terpental. HyunAh buru-buru membuka matanya dan melihat Joon sudah jatuh terkapar dengan darah di ujung bibirnya. Ia melihat ke arah Yunho yang sudah bersiap menghujam Joon dengan pukulan berikutnya. Namun Changmin segera mencegahnya.

“Hyung, kendalikan dirimu. Kita di tempat umum!” ujar Changmin.

“Tapi dia mencium dongsaengku!!!!” teriak Yunho. Semua orang di sana kembali terkejut dengan apa yang dikatakan Yunho. Publik hanya tau Yonghwa dan HyunAh adalah saudara kembar, tidak mengenai hubungan saudara dengan Yunho. Yunho sendiri yang dulu tidak ingin sama sekali terlibat dengan Yinghwa dan HyunAh. Namun kini ia sendiri yang membukanya.

“Yunho oppa, Yunho oppa saudara HyunAh sunbae?” desis GD MinAh tak percaya.

MinAh hampir saja kehilangan kesabaran saat mendengar perkataan Yunho, ia betul-betul ingin menampar namja itu, namun Jonghyun terlebih dahulu memeluknya. “Noona, jangan memperkeruh suasana, kumohon…”

Namun MInAh sudah terlanjur emosi, apalagi saat melihat GD MinAh yang panik melihat Yunho seperti itu, rasanya semua kekesalannya sudah memuncak. Jonghyun meperkuat pelukannya. “Noona, kumohon jangan!”

Yunho melirik ke arah MinAh, ia semakin emosi saat melihat MinAh dalam keadaan seperti ini malah ada di pelukan Jonghyun.

“Hyung, ayo kita segera keluar dari sini,” ujar Changmin.

“Aku bisa keluar sendiri,” ujar Yunho kesal. Changmin menatap Yunho dengan tidak percaya. Mengapa leadernya bisa lepas kontrol seperti itu? Ia menoleh ke arah HyunAh. Namun HyunAh sudah tidak ada di posisi ia berdiri tadi. Ia sudah berlutut memeluk Joon.

“Joon, gwenchana?” ujar HyunAh menyeka darah di ujung bibir Joon.

“Gwenchana. Jangan panik seperti itu, Jagi…”

Changmin rasanya mau meledak mendengar semua itu. Ia melangkahkan kakinya menyusul hyungnya. Ia tau apa konsekuensinya meninggalkan tempat syuting tanpa alasan seperti itu. Ia tau insiden ini akan langsung menjadi berita utama. Namun ia tidak peduli, daripada ia harus melihat adegan mesra Joon dan HyunAh yang semakin menyiksa dirinya.