Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

Shim Changmin – Jung HyunAh

Jung Yunho – Park MinAh

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun *di part ini ceritanya mereka belum pacaran, hehe

 

Special appearance:

Lee Joon MBLAQ

 

 

WARNING :

PART KALI INI AKAN SANGAT MEMBOSANKAN (KARENA AUTHORNYA LAGI BANYAK DEADLINE) MIANHAE, TAPI TETEP DI KOMEN YAAA!!!😀

 

Berita mengenai pemukulan Joon oleh Yunho serta rahasia bahwa Jung HyunAh dan Jung Yonghwa adalah saudara tiri Yunho dengan cepat menyebar. Namun bukan SM namanya jika tidak bisa menghandle skandal yang terjadi di artisnya. Berkat bantuan manajemennya, berita yang beredar lebih manusiawi daripada apa yang terjadi pada kejadian yang sebenarnya.

“Jung Yunho memukul Lee Joon karena tak rela dongsaengnya direbut? Aih, apa lagi ini?! ‘Aku tidak ingin para dongsaengku disangka mendompleng kesuksesan diriku.’ Waw, berita kalian menjadi headline dimana-mana hyung!!!!” seru Kyuhyun sambil membolak-balik beberapa majalah dan koran yang memuat berita utama mengenai Yunho hyungnya.

Yunho dan Changmin diungsikan ke dorm Super Junior karena sudah beberapa hari ini mereka menjadi incaran media. Mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan semua jadwal mereka di cancel selagi menunggu pemberitaan ini mereda.

Yunho menghela napas panjang, ia benar-benar tidak bisa berpikir saat itu bahwa apa yang ia lakukan akan menghasilkan pemberitaan sebesar ini. Hari ini ia sudah langsung dipanggil oleh Direktur Choi setelsh sebelumnya manager DBSK marah besar kepadanya karena kejadian di Oh My School.

“Apa yang Direktur Choi katakan kepadamu, hyung?” selidik Siwon.

“Appamu hanya menasihatiku, itu saja,” ujar Yunho datar. Di pikirannya masih terbayang setiap detail kejadian yang terjadi waktu itu.

“Changmin-ah, mengapa sejak tadi kau diam saja? Kau sakit?” ujar Sungmin meletakkan telapak tangannya di dahi Changmin, namun dengan cepat ditepis Changmin.

“Gwenchana hyung, aku hanya sedikit tidak enak badan,” ujar Changmin lesu.Yunho melirik ke arah Changmin yang sejak kejadian itu menjadi sangat berbeda. Changmin lebih banyak diam dan pandangannya terlihat kosong. Yunho tau apa penyebabnya, dongsaengnya sendiri. Namun Yunho tidak tau bahwa sebesar itu dampaknya kepada Changmin.

“Sudahlah, kalian berdua tidak usah banyak memikirkan masalah itu lagi. Semuanya pasti akan dibereskan oleh managemen. Kau juga tidak perlu cemas mengenai keadaan HyunAh, Yunho. Aku bisa minta tolong MinAh untuk mengawasinya,” ujar Leeteuk.

Ekspresi Yunho langsung berubah saat mendengar nama itu disebut. Ia hampir saja lupa jika masih ada satu masalah yang belum ia selesaikan, masalah hatinya.

****

Joon menggandeng HyunAh menuju dorm CNBlue. Ia bisa merasakan HyunAh yang gemetar karena ketakutan.

“Tanganmu dingin sekali Hyun. Kau gemetar,” ujar Joon tertawa.

HyunAh memandang Joon kesal, “Bagaimana aku tidak gemetar Joon? Kau tau sendiri Yong oppa! Apalagi setelah mendengar kejadian di Oh My School tempo lalu.” HyunAh memperlambat langkah kakinya saat ia menyadari sudah semakin dekat dengan pintu dorm CNBlue.

“Tenang, ia tidak akan memarahimu kok,” ujar Joon menyeret HyunAh.

“Kau tau darimana dia tidak akan memarahiku?”

“Aku sudah mengenalnya sejak lama Hyun. Lagipula, orang pertama yang akan dia marahi bukan kau, tapi aku,” ujar Joon sambil memencet bel dorm CNBlue.

Wajah HyunAh menegang saat tau siapa yang membukakan pintu. Jung Yonghwa, oppanya sendiri. Raut wajah Yonghwa benar-benar tidak bisa tergambarkan. HyunAh tau kapan saja Yonghwa bisa meledak.

“Kau masuk duluan, HyunAh,” ujar Yonghwa serius.

“Eh, memangnya kenapa oppa?” ujar HyunAh bingung.

“Kubilang, kau masuk ke dalam duluan, Jung HyunAh! Aku ada perlu dengan Joon,” ujar Yonghwa menekan tiap penggalan kata di kalimatnya.

HyunAh bergidik ngeri mendengarnya. Yonghwa tidak pernah bertindak seperti itu selama ini, kecuali saat ia mengatakan bahwa ia tidak menganggap Yunho sebagai hyungnya lagi, itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu.

Dengan gugup HyunAh masuk ke dalam dorm, dan sedetik kemudian Yonghwa sudah menutup pintu dorm dan pergi bersama Joon ke suatu tempat yang HyunAh tidak ketahui.

“Noona? Kau datang ke sini? Loh, Yonghwa hyung mana?” tanya Jungshin.

HyunAh tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Jungshin, semuanya samar di telinga dan pikirannya. Ia hanya tau satu hal, apapun yang dilakukan Yonghwa dan Joon diluar sana, pasti sesuatu yang buruk akan terjadi.

****

Yonghwa dan Joon terdiam, hanya terdengar suara angin yang bertiup dengan kencang dari atas gedung.

“Kau mau membunuhku dari atas atap gedung ini, Yong?” ujar Joon menantang Yonghwa. Tak ayal, satu pukulan keras mendarat di wajah Joon.

“Kau ini gila apa, Joon?” teriak Yonghwa sekuat-kuatnya. Ia menatap sahabatnya dengan penuh amarah.

“Aku gila? Kenapa memangnya?” ujar Joon dengan santai. Satu pukulan lagi mendarat di wajah Joon, kali ini lebih keras.

“Kau memang gila, Joon!!! Kau membahayakan HyunAh dengan tingkahmu di Oh My School kemarin!” teriak Yonghwa.

Joon menyeka darah di ujung bibirnya, “Aku membahayakan HyunAh? Apa buktinya Yonghwa? Sampai sekarang dia tidak terluka sedikit pun kan? Jadi apa salahku?”

Yonghwa menatap Joon tidak percaya, bisa-bisanya sahabatnya berbicara seperti itu? “Kau ini!!!!” Yonghwa hampir saja melayangkan pukulannya kembali ke arah Joon. Namun kali ini Joon menahannya.

“Kau mau bilang aku mengkhianatimu, Yonghwa? Aku mengkhianatimu karena aku tidak menjalankan perintahmu dengan sempurna, huh?”

Yonghwa sekuat tenaga melepaskan tangannya dari tangan Joon.  Ia sendiri tidak tau mengapa ia harus marah dengan sahabatnyaini. Bukankah Joon sudah menjalankan rencana dengan sempurna? Bukankah dengan kejadian tempo lalu Joon sudah tidak hanya membuat Changmin kesal, tetapi juga Yunho? Lalu sebenarnya apa yang salah?

Buk! Satu pukulan keras mendarat di wajah Yonghwa. Yonghwa yang tidak sadar langsung tersungkur.

“Kau mau tau dimana salahnya Yong?” desis Joon. “Kau sendiri tidak tau kan mengapa kau bersikap seperti ini?”

Yonghwa menatap wajah sahabatnya tak percaya. Ia tau setiap hal yang dipikirkan oleh Yonghwa. “Jangan memandangku seperti itu, aku sudah lama berteman denganmu!” ujar Joon kali ini memukul Yonghwa di bagian perutnya hingga Yonghwa tak bisa bergerak lagi.

“Mengapa kau tidak menjawab Yonghwa? Apa jangan-jangan kau sudah tau apa jawabannya?” Joon menarik Yonghwa untuk kembali berdiri dan kembali menghujaminya dengan pukulan bertubi-tubi. Yonghwa tidak membalas, Joon tau, Yonghwa sudah sangat tau betul apa jawabannya.

“Kau-“ Joon menarik kerah kaos Yonghwa hingga tubuh sahabatnya mendekat ke arahnya. “Sejak semula kau memang tidak pernah merencanakan balas dendam terhadap Yunho hyung. Iya kan Yong?”

****

“Unnie, aku mau tanya sesuatu,” ujar Jihyo sambil duduk di sebelah MinAh yangs ejak tadi melamun.

“Eh, apa dongsaengi?”

“Ini, makan dulu eskrimnya,” JIhyo menyodorkan satu ember kecil eskrim ke arah MinAh, MInAh tau, itu pasti salah satu akal-akalan Jihyo jika ia sedang mau sesuatu.

“Ada apa dongsaengi? Aku sedang tidak ingin makan eskrim,” tolak MinAh.

Jihyo memanyunkan bibirnya. “Aih unnie, yasudha kalau begitu. Aku mau bertanya sesuatu,” kini ekspresi Jihyo lebih serius.

“Unnie masih suka dengan oppaku?”

MinAh membelalakkan matanya saat mendengar pertanyaan Jihyo. “Apa maksudmu Jihyo? Oppamu yang mana?”

“Ihhh, Siwonnie oppa, unnie!!! Memangnya oppaku siapa lagi sih?”

MInAh tertawa melihat ekspresi gemas Jihyo, “Oppamu kan banyak Choi Jihyo, Kyuhyun-ssi, Zhoumi oppa, Heenim oppaku saja hampir kau rebut kan?” MinAh mengelus kepala dongsaengnya.

“Aku serius unnie, haaaaaah, kenapa susah sih mengajak unnie serius,” Jihyo merajuk. “Aku tanya sekali lagi, unnie masih suka dengan Wonnie oppa tidak?”

MinAh terdiam, sejujurnya ia bingung dengan apa maksud Jihyo. MinAh sadar jika dulu ia memang menyukai Siwon oppa, tapi semakin lama, ia juga semakin sadar jika ia hanya menyukai Siwon oppa sebagai sosok idola, tidak lebih. Lagipula di otaknya hanya ada satu namja yang ingin ia temui sekarang.

“Unnie,” Jihyo mengguncang pelan tubuh MinAh, “jawab pertanyaanku.”

“Eh, iya Jihyo. Sebenarnya aku menyukai Siwon oppa, tapi-“

“Arrrrgggggggghhh!!!! Yang benar?!?! Tuh ka, sudah aku duga!!!” teriak Jihyo yang langsung bangkit menuju keluar dorm.

“Choi Jihyo! Aku belum selesai bicara Jihyo!!!” MinAh memandang kepergian dongsaengnya dengan tatapan semakin bingung. ‘Ada apa sih sebenarnya?”

***

Kedua sahabat itu sudah kehabisan tenaga, mereka berdua terbaring di atap gedung dengan wajah ditutupi memar.

“Kau memang tidak berubah Yong,” ujar Joon dengan napas tersengal-sengal.

Yonghwa tersenyum, “Aku tidak akan kalah denganmu walaupun kini kau aktor Hollywood, Joon!”

Mereka berdua tertawa sepuasnya. Mereka berdua merasa kembali lagi ke masa kecil mereka, bertengkar, berkelahi, lalu tertawa bersama, menertawakan kemenangan sekaligus kekalahan mereka.

“Apa HyunAh tau?” ujar Joon.

Yonghwa tidak menjawab, matanya terus memandang ke langit.

“Kau memang selalu seperti itu Yong, tidak pernah berubah. Mau hingga kapan selalu kau yang paling menderita?” Joon menatap sahabatnya ini. Ia pernah berbohong mengatakan HyunAh yang paling menderita, tidak, bukan HyunAh, tapi Yonghwa lah yang paling menderita.

“Entahlah. Aku nyaman seperti ini.”

“Kau nyaman seperti ini? Membiarkan semua orang berpikir kau yang paling jahat dengan menyiksa dongsaengmu dan hyungmu?” Joon kini sudah duduk bersila menghadap Yonghwa.

“Lebih baik seperti itu kan, Joon? Aku sendiri tidak pernah tau apa yang HyunAh dan Yunho pikirkan tentangku. Aku seperti seseorang yang sedang bermain drama dengan topeng yang amat buruk.”

“Kau memang seperti itu,” Joon memandang kesal sahabatnya, ia tidak pernah habis pikir mengapa Yonghwa selalu berpikir dengan cara yang aneh, berbeda dengan orang lain dalam memandang suatu persoalan. Dan anehnya, Joon selalu mendukung dan membantunya. “Aku tidak pernah habis pikir, mengapa selama ini kau berpura-pura membenci Yunho hyung? Mengapa juga kau menyuruh HyunAh untuk menyakiti Yunho hyung lewat Changmin-ssi. Aku tau kau punya maksud di balik semua itu Yong. Kau tidak akan pernah tega menyakiti hyungmu dan dongsaengmu satu-satunya kan? Apa kau punya rencana lain?” selidik Joon.

Yonghwa hanya tersenyum, namun Joon seperti sudah tau semuanya . “Kau memang dari awal bermaksud menjodohkan HyunAh dengan Changmin, iya kan Yonghwa?!” teriak Joon tak percaya.

“Hah, aku memang tidak bisa menyembunyikan rahasia darimu,” Yonghwa kini telah bangkit dari posisi tidurnya dan duduk bersila menghadap Joon. “Aku tau Changmin orang yang tepat untuk HyunAh. Aku iri dengan Changmin, dia dapat semua kasih sayang dan kepercayaan Yunho hyung. Orang seperti itu adalah orang yang tepat untuk menjaga HyunAh, bukan seperti aku.”

Joon berdecak putus asa saat mendengar jawaban Yonghwa. Ia tau, kali ini ia benar-benar terseret dalam masalah yang rumit, namun ia tidak bisa mengelak bahwa apapun yang terjadi ia harus membantu melaksanakan rencana Yonghwa, apapun yang terjadi.

Berita mengenai pemukulan Joon oleh Yunho serta rahasia bahwa Jung HyunAh dan Jung Yonghwa adalah saudara tiri Yunho dengan cepat menyebar. Namun bukan SM namanya jika tidak bisa menghandle skandal yang terjadi di artisnya. Berkat bantuan manajemennya, berita yang beredar lebih manusiawi daripada apa yang terjadi pada kejadian yang sebenarnya.

“Jung Yunho memukul Lee Joon karena tak rela dongsaengnya direbut? Aih, apa lagi ini?! ‘Aku tidak ingin para dongsaengku disangka mendompleng kesuksesan diriku.’ Waw, berita kalian menjadi headline dimana-mana hyung!!!!” seru Kyuhyun sambil membolak-balik beberapa majalah dan koran yang memuat berita utama mengenai Yunho hyungnya.

Yunho dan Changmin diungsikan ke dorm Super Junior karena sudah beberapa hari ini mereka menjadi incaran media. Mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan semua jadwal mereka di cancel selagi menunggu pemberitaan ini mereda.

Yunho menghela napas panjang, ia benar-benar tidak bisa berpikir saat itu bahwa apa yang ia lakukan akan menghasilkan pemberitaan sebesar ini. Hari ini ia sudah langsung dipanggil oleh Direktur Choi setelsh sebelumnya manager DBSK marah besar kepadanya karena kejadian di Oh My School.

“Apa yang Direktur Choi katakan kepadamu, hyung?” selidik Siwon.

“Appamu hanya menasihatiku, itu saja,” ujar Yunho datar. Di pikirannya masih terbayang setiap detail kejadian yang terjadi waktu itu.

“Changmin-ah, mengapa sejak tadi kau diam saja? Kau sakit?” ujar Sungmin meletakkan telapak tangannya di dahi Changmin, namun dengan cepat ditepis Changmin.

“Gwenchana hyung, aku hanya sedikit tidak enak badan,” ujar Changmin lesu.

Yunho melirik ke arah Changmin yang sejak kejadian itu menjadi sangat berbeda. Changmin lebih banyak diam dan pandangannya terlihat kosong. Yunho tau apa penyebabnya, dongsaengnya sendiri. Namun Yunho tidak tau bahwa sebesar itu dampaknya kepada Changmin.

“Sudahlah, kalian berdua tidak usah banyak memikirkan masalah itu lagi. Semuanya pasti akan dibereskan oleh managemen. Kau juga tidak perlu cemas mengenai keadaan HyunAh, Yunho. Aku bisa minta tolong MinAh untuk mengawasinya,” ujar Leeteuk.

Ekspresi Yunho langsung berubah saat mendengar nama itu disebut. Ia hampir saja lupa jika masih ada satu masalah yang belum ia selesaikan, masalah hatinya.

****

Joon menggandeng HyunAh menuju dorm CNBlue. Ia bisa merasakan HyunAh yang gemetar karena ketakutan.

“Tanganmu dingin sekali Hyun. Kau gemetar,” ujar Joon tertawa.

HyunAh memandang Joon kesal, “Bagaimana aku tidak gemetar Joon? Kau tau sendiri Yong oppa! Apalagi setelah mendengar kejadian di Oh My School tempo lalu.” HyunAh memperlambat langkah kakinya saat ia menyadari sudah semakin dekat dengan pintu dorm CNBlue.

“Tenang, ia tidak akan memarahimu kok,” ujar Joon menyeret HyunAh.

“Kau tau darimana dia tidak akan memarahiku?”

“Aku sudah mengenalnya sejak lama Hyun. Lagipula, orang pertama yang akan dia marahi bukan kau, tapi aku,” ujar Joon sambil memencet bel dorm CNBlue.

Wajah HyunAh menegang saat tau siapa yang membukakan pintu. Jung Yonghwa, oppanya sendiri. Raut wajah Yonghwa benar-benar tidak bisa tergambarkan. HyunAh tau kapan saja Yonghwa bisa meledak.

“Kau masuk duluan, HyunAh,” ujar Yonghwa serius.

“Eh, memangnya kenapa oppa?” ujar HyunAh bingung.

“Kubilang, kau masuk ke dalam duluan, Jung HyunAh! Aku ada perlu dengan Joon,” ujar Yonghwa menekan tiap penggalan kata di kalimatnya.

HyunAh bergidik ngeri mendengarnya. Yonghwa tidak pernah bertindak seperti itu selama ini, kecuali saat ia mengatakan bahwa ia tidak menganggap Yunho sebagai hyungnya lagi, itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu.

Dengan gugup HyunAh masuk ke dalam dorm, dan sedetik kemudian Yonghwa sudah menutup pintu dorm dan pergi bersama Joon ke suatu tempat yang HyunAh tidak ketahui.

“Noona? Kau datang ke sini? Loh, Yonghwa hyung mana?” tanya Jungshin.

HyunAh tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Jungshin, semuanya samar di telinga dan pikirannya. Ia hanya tau satu hal, apapun yang dilakukan Yonghwa dan Joon diluar sana, pasti sesuatu yang buruk akan terjadi.

****

Yonghwa dan Joon terdiam, hanya terdengar suara angin yang bertiup dengan kencang dari atas gedung.

“Kau mau membunuhku dari atas atap gedung ini, Yong?” ujar Joon menantang Yonghwa. Tak ayal, satu pukulan keras mendarat di wajah Joon.

“Kau ini gila apa, Joon?” teriak Yonghwa sekuat-kuatnya. Ia menatap sahabatnya dengan penuh amarah.

“Aku gila? Kenapa memangnya?” ujar Joon dengan santai. Satu pukulan lagi mendarat di wajah Joon, kali ini lebih keras.

“Kau memang gila, Joon!!! Kau membahayakan HyunAh dengan tingkahmu di Oh My School kemarin!” teriak Yonghwa.

Joon menyeka darah di ujung bibirnya, “Aku membahayakan HyunAh? Apa buktinya Yonghwa? Sampai sekarang dia tidak terluka sedikit pun kan? Jadi apa salahku?”

Yonghwa menatap Joon tidak percaya, bisa-bisanya sahabatnya berbicara seperti itu? “Kau ini!!!!” Yonghwa hampir saja melayangkan pukulannya kembali ke arah Joon. Namun kali ini Joon menahannya.

“Kau mau bilang aku mengkhianatimu, Yonghwa? Aku mengkhianatimu karena aku tidak menjalankan perintahmu dengan sempurna, huh?”

Yonghwa sekuat tenaga melepaskan tangannya dari tangan Joon.  Ia sendiri tidak tau mengapa ia harus marah dengan sahabatnyaini. Bukankah Joon sudah menjalankan rencana dengan sempurna? Bukankah dengan kejadian tempo lalu Joon sudah tidak hanya membuat Changmin kesal, tetapi juga Yunho? Lalu sebenarnya apa yang salah?

Buk! Satu pukulan keras mendarat di wajah Yonghwa. Yonghwa yang tidak sadar langsung tersungkur.

“Kau mau tau dimana salahnya Yong?” desis Joon. “Kau sendiri tidak tau kan mengapa kau bersikap seperti ini?”

Yonghwa menatap wajah sahabatnya tak percaya. Ia tau setiap hal yang dipikirkan oleh Yonghwa. “Jangan memandangku seperti itu, aku sudah lama berteman denganmu!” ujar Joon kali ini memukul Yonghwa di bagian perutnya hingga Yonghwa tak bisa bergerak lagi.

“Mengapa kau tidak menjawab Yonghwa? Apa jangan-jangan kau sudah tau apa jawabannya?” Joon menarik Yonghwa untuk kembali berdiri dan kembali menghujaminya dengan pukulan bertubi-tubi. Yonghwa tidak membalas, Joon tau, Yonghwa sudah sangat tau betul apa jawabannya.

“Kau-“ Joon menarik kerah kaos Yonghwa hingga tubuh sahabatnya mendekat ke arahnya. “Sejak semula kau memang tidak pernah merencanakan balas dendam terhadap Yunho hyung. Iya kan Yong?”

****

“Unnie, aku mau tanya sesuatu,” ujar Jihyo sambil duduk di sebelah MinAh yangs ejak tadi melamun.

“Eh, apa dongsaengi?”

“Ini, makan dulu eskrimnya,” JIhyo menyodorkan satu ember kecil eskrim ke arah MinAh, MInAh tau, itu pasti salah satu akal-akalan Jihyo jika ia sedang mau sesuatu.

“Ada apa dongsaengi? Aku sedang tidak ingin makan eskrim,” tolak MinAh.

Jihyo memanyunkan bibirnya. “Aih unnie, yasudha kalau begitu. Aku mau bertanya sesuatu,” kini ekspresi Jihyo lebih serius.

“Unnie masih suka dengan oppaku?”

MinAh membelalakkan matanya saat mendengar pertanyaan Jihyo. “Apa maksudmu Jihyo? Oppamu yang mana?”

“Ihhh, Siwonnie oppa, unnie!!! Memangnya oppaku siapa lagi sih?”

MInAh tertawa melihat ekspresi gemas Jihyo, “Oppamu kan banyak Choi Jihyo, Kyuhyun-ssi, Zhoumi oppa, Heenim oppaku saja hampir kau rebut kan?” MinAh mengelus kepala dongsaengnya.

“Aku serius unnie, haaaaaah, kenapa susah sih mengajak unnie serius,” Jihyo merajuk. “Aku tanya sekali lagi, unnie masih suka dengan Wonnie oppa tidak?”

MinAh terdiam, sejujurnya ia bingung dengan apa maksud Jihyo. MinAh sadar jika dulu ia memang menyukai Siwon oppa, tapi semakin lama, ia juga semakin sadar jika ia hanya menyukai Siwon oppa sebagai sosok idola, tidak lebih. Lagipula di otaknya hanya ada satu namja yang ingin ia temui sekarang.

“Unnie,” Jihyo mengguncang pelan tubuh MinAh, “jawab pertanyaanku.”

“Eh, iya Jihyo. Sebenarnya aku menyukai Siwon oppa, tapi-“

“Arrrrgggggggghhh!!!! Yang benar?!?! Tuh ka, sudah aku duga!!!” teriak Jihyo yang langsung bangkit menuju keluar dorm.

“Choi Jihyo! Aku belum selesai bicara Jihyo!!!” MinAh memandang kepergian dongsaengnya dengan tatapan semakin bingung. ‘Ada apa sih sebenarnya?”

***

Kedua sahabat itu sudah kehabisan tenaga, mereka berdua terbaring di atap gedung dengan wajah ditutupi memar.

“Kau memang tidak berubah Yong,” ujar Joon dengan napas tersengal-sengal.

Yonghwa tersenyum, “Aku tidak akan kalah denganmu walaupun kini kau aktor Hollywood, Joon!”

Mereka berdua tertawa sepuasnya. Mereka berdua merasa kembali lagi ke masa kecil mereka, bertengkar, berkelahi, lalu tertawa bersama, menertawakan kemenangan sekaligus kekalahan mereka.

“Apa HyunAh tau?” ujar Joon.

Yonghwa tidak menjawab, matanya terus memandang ke langit.

“Kau memang selalu seperti itu Yong, tidak pernah berubah. Mau hingga kapan selalu kau yang paling menderita?” Joon menatap sahabatnya ini. Ia pernah berbohong mengatakan HyunAh yang paling menderita, tidak, bukan HyunAh, tapi Yonghwa lah yang paling menderita.

“Entahlah. Aku nyaman seperti ini.”

“Kau nyaman seperti ini? Membiarkan semua orang berpikir kau yang paling jahat dengan menyiksa dongsaengmu dan hyungmu?” Joon kini sudah duduk bersila menghadap Yonghwa.

“Lebih baik seperti itu kan, Joon? Aku sendiri tidak pernah tau apa yang HyunAh dan Yunho pikirkan tentangku. Aku seperti seseorang yang sedang bermain drama dengan topeng yang amat buruk.”

“Kau memang seperti itu,” Joon memandang kesal sahabatnya, ia tidak pernah habis pikir mengapa Yonghwa selalu berpikir dengan cara yang aneh, berbeda dengan orang lain dalam memandang suatu persoalan. Dan anehnya, Joon selalu mendukung dan membantunya. “Aku tidak pernah habis pikir, mengapa selama ini kau berpura-pura membenci Yunho hyung? Mengapa juga kau menyuruh HyunAh untuk menyakiti Yunho hyung lewat Changmin-ssi. Aku tau kau punya maksud di balik semua itu Yong. Kau tidak akan pernah tega menyakiti hyungmu dan dongsaengmu satu-satunya kan? Apa kau punya rencana lain?” selidik Joon.

Yonghwa hanya tersenyum, namun Joon seperti sudah tau semuanya . “Kau memang dari awal bermaksud menjodohkan HyunAh dengan Changmin, iya kan Yonghwa?!” teriak Joon tak percaya.

“Hah, aku memang tidak bisa menyembunyikan rahasia darimu,” Yonghwa kini telah bangkit dari posisi tidurnya dan duduk bersila menghadap Joon. “Aku tau Changmin orang yang tepat untuk HyunAh. Aku iri dengan Changmin, dia dapat semua kasih sayang dan kepercayaan Yunho hyung. Orang seperti itu adalah orang yang tepat untuk menjaga HyunAh, bukan seperti aku.”

Joon berdecak putus asa saat mendengar jawaban Yonghwa. Ia tau, kali ini ia benar-benar terseret dalam masalah yang rumit, namun ia tidak bisa mengelak bahwa apapun yang terjadi ia harus membantu melaksanakan rencana Yonghwa, apapun yang terjadi.