Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun

 

*seperti biasa, pairing akan bertambah sejalan dengan bertambahnya part cerita, hehe

 

PART 2

 

Jihyo membaringkan kepalanya di pangkuan Key sambil mengawasi Yoogeun yang sedang asyik bermain balok. Rapat besar untuk SM Town benar-benar menguras tenaganya. Ia akhirnya memilih pulang terlebih dahulu bersama Key dan Yoogeun dan memilih singgah sebentar di dorm Shinee sebelum keempat member SG yang lain pulang. Tiba-tiba handphonenya berdering.

“Yoboseyo? Eh, Yonghwa oppa?” ujar Jihyo kaget. Tumben sekali Yonghwa menelpnya.

“Ada apa oppa? Eh, HyunAh unnie? Tidak, dia tidak bersamaku. Tadi dia tidak pulang bersama kami, iya. Kau bukannya ada di Jepang oppa? Mwo? Kau sekarang ada di Incheon? Oh, okay, jika ada kabar dari HyunAh unnie aku akan segera menghubungi oppa.” Jihyo langsung bangkit begitu Yonghwa menutup telpnya.

“Ada apa Jihyo?” tanya Key.

“Yonghwa oppa menelpku,” jawab Jihyo.

“Lalu?” Key merapihkan rambut Jihyo yang acak-acakan.

“Ih, Key! Kau tidak tau apa jika Yonghwa oppa menelpku itu berarti artinya gawat!!!!” teriak Jihyo hingga Yoogeun berhenti bermain karena kaget mendengar teriakan Jihyo.

“Mianhae Yoogeun-ah!” ujar Jihyo tersenyum dan mengelus kepala Yoogeun membiarkan anak kecil itu bermain kembali.

“Apanya yang gawat?” Key masih tidak mengerti.

“Yonghwa oppa itu pasti akan menelp dongsaengnya, notabene HyunAh unnie. Jika ada sesuatu hal yang penting atau terjadi sesuatu, Yonghwa oppa akan menelp para member mulai dari Hyejin unnie, MinAh unnie, lalu aku dan terakhir Hamun! Jika ia sudah menelpku berarti ia sudah menelp ke Hyejin unnie dan MinAh unnie tetapi tidak diangkat! Atau mungkin juga Yonghwa oppa sudah mulai panik! Aish, bagaimana ini Key? Hyejin unnie dan MinAh unnie kemana sih? Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan HyunAh unnie?! Aduh Key bagaimana-”Jihyo kaget saat melihat wajah Key tepat di depan matanya, tunggu tunggu, apa bibir Key menempel di bibirnya? Eh, maksudnya kami berciuman?

“Huaaaa!!!!” teriak Jihyo sambil mendorong tubuh Key menjauh darinya, dan untuk ke sekian kalinya Yoogeun menengok ke arah mereka karena suara teriakan Jihyo.

“Kim Kibum!!! Kau ini apa-apaan tadi hah? Kau ini memang-“ Key mencium JIhyo sekali lagi dan berbisik, “Hanya ini cara satu-satunya menghentikan teriakan dan ocehanmu, tuan putri. Jadi tenangkan dirimu dulu baru kau bicara lagi.”

Wajah Jihyo memerah ketika melihat wajah Key yang tersenyum dan langsung memukul lengannya.

“Aw, kau ini Choi Jihyo!”

“Kau yang kelewatan!!!” Jihyo bisa merasakan jantungnya berdebar sangat kencang, tapi bukan waktunya memikirkan itu. “Oke, jadi apa yang harus aku lakukan? Aha!” ujarnya sambil memencet tombol angka di Iphonenya.

“Kau mau menelp siapa?”

“Sungmin oppa. Kurasa dia bisa menemaniku mencari dimana HyunAh unnie.”

Key segera merebut Iphone dari tangan Jihyo dan mematikannya. “AKu yang akan menemanimu,”

“Heh? Siapa yang akan menjaga Yoogeun?”

“Aku akan menghubungi Manager hyung untuk menjaga Yoogeun selagi kita pergi.”

***

“Hufh, Yunho oppa~ aku juga mau ikut main dengan Yunho oppa dan Yonghwa oppa,” ujar si kecil HyunAh menarik lengan Yunho. Yunho tertawa geli melihat tingkah magnaenya. Di umurnya yang masih 6 tahun, ia sudah amat sangat menggemaskan.

“Magnae, nanti kau terluka jika ikut kami memanjat pohon ini,” ujar Yunho menasihati HyunAh.

“Iya HyunAh, kalau kau nanti kenapa-kenapa aku tidak mau tanggung jawab ah! Jangan bandel jika di nasihati Yunho hyung!” celoteh Yonghwa menimpali hyungnya.

“Ih, Yonghwa oppa kan kembaranku Yunho oppa! Dia seumuran denganku! Mengapa dia boleh aku tidak?”

“Merong!!!!” ujar Yonghwa menjulurkan lidahnya mengejek dongsaengnya. HyunAh langsung memukul lengan Yonghwa.

“Aw! Kau ini HyunAh!”

“Kau yang menyebalkan oppa!”

“Kau!”

“Kau!”

“Hei hei, sudah sudah anak kembar,” ujar Yunho memisahkan kedua adiknya. “HyunAh sayang, Yonghwa itu kan laki-laki, dia bisa menjaga diri. Kalau kau ikut bersama kami dan kau terluka, appa dan umma akan marah kepada kami berdua. Kau mau kedua oppa mu ini kena marah appa dan umma?”

HyunAh menggeleng.

“Kalau begitu, kau tunggu di sini saja ya magnae?” sambung Yunho.

HyunAh mengangguk.

“Yeah! Itu baru kembaranku!!!” teriak Yonghwa senang akhirnya kembarannya tidak akan ikut naik ke atas pohon.

HyunAh hanya bisa cemberut saat Yonghwa dan Yunho mulai naik ke atas pohon di halaman belakang rumah mereka. HyunAh selalu sebal karena Yunho oppa selalu mengajak Yonghwa oppa bermain hal-hal yang mengasyikkan, bermain di luar rumah, jika bersama HyunAh pasti ia akan selalu mengajaknya ke dalam rumah, bermain boneka ataupun rumah-rumahan yang membuat HyunAh bosan.

“Aku mau ikut oppa ke atas,” keluh HyunAh. Akhirnya si kecil memutuskan untuk menyusul kedua oppanya memanjat pohon.  Baru kali ini HyunAh melakukan hal yang baru dan ia betul-betul menyukainya. HyunAh memanjat tanpa disadari oleh kedua oppanya. Begitu sampai di pertengahan, HyunAh melihat ke bawah “Huaaa, tinggi sekali!” gumamnya.

“HyunAh?” Yonghwa bisa mendengar gumaman HyunAh walaupun tidak kencang, entah mengapa Yonghwa selalu bisa mendengar suara HyunAh sepelan apapun, mungkin karena mereka berdua kembar. Ia melihat ke bawah dan menemukan HyunAh yang sedang memanjat diam-diam mengikuti dirnya dan Yunho.

“HyunAh!!! Apa yang kau lakukan? Cepat turun!!!” teriak Yonghwa. Yunho refleks menengok ke bawah dan menemukan magnaenya yang sedang memanjat. Ia sangat kaget setengah mati melihatnya.

“HyunAh! Cepat turun!” teriak Yunho.

Namun HyunAh menghiraukan kedua oppanya, saat ia mencoba memanjat kembali, kakinya terpleset dan HyunAh kehilangan keseimbangan. Sesaat kemudian yang HyunAh ketahui adalah kepalanya sakit, kakinya tidak bisa digerakkan dan suara Yunho oppa dan Yinghwa oppa yang sayup-sayup memanggilnya.

 

“Yunho sunbae?” panggil MinAh menyadarkan Yunho dari lamunannya.

Yunho memandang MinAh, “Gomawo MinAh-ssi, kau mau mendengarkan ceritaku.”

MInAh menggenggam cangkir cappucinno nya dengan erat, hampir 5 tahun ia mengenal HyunAh, ia belum pernah mendengar cerita ini sebelumnya, setidaknya dari versi HyunAh. Ia sudah lama tau pertengkaran di Jung bersaudara, tapi yang ia tau ternyata baru hanya sedikit dari cerita lengkap keluarga Jung.

“Aku dan Yonghwa panik saat melihat HyunAh tergeletak tidak sadarkan diri di tanah. Kepalanya berdarah cukup banyak. Yonghwa berteriak hingga umma dan haelmoni datang dan segera membawa HyunAh ke rumah sakit.” Yunho terdiam sebentar, matanya menerawang, lalu ia melanjutkan ceritanya.

“Tak lama kami sampai di rumah sakit, appa datang dari kantor, segera menanyakan kepadaku dan Yonghwa apa yang sebenarnya terjadi. Aku ingat Yonghwa hanya bisa menangis, akhirnya aku yang menjelaskan semuanya. Haelmoni marah besar begitu mendengar ceritaku. Ia mengatakan aku tidak bisa menjaga kedua adikku, ia terus memarahiku hingga dokter datang dan mengatakan jika HyunAh mengalami pendarahan di kepala yang cukup banyak dan tulang kaki kanannya patah.”

MinAh tersadar kini, ternyata itu alasannya mengapa HyunAh saat menari tidak pernah bisa begerak secara bebas, apalagi dengan kaki kanannya.

“Haelmoni, appa, dan umma masuk ke kamar perawatan, aku dan Yonghwa menunggu di luar. Hampir setengah jam mereka di  dalam. Aku ingat Yonghwa merengek ingin bertemu HyunAh, akhirnya aku menyusul ke dalam, baru saja aku ingin membuka pintu, namun aku bisa mendengar suara haelmoni meninggi.”

 

“Apa jadinya jika kita terlambat membawa HyunAh ke rumah sakit?! Dia bisa saja mati!” suara haelmoni meninggi. “Sudah kubilang, Yunho tidak akan pernah bisa menjaga si kembar dengan baik!”

“Umma, itu hanya kecelakaan. Yunho sudah menjaga Yonghwa dan HyunAh dengan baik, kumohon berhenti menyalahkan Yunho. Dia masih kecil,” bela umma.

“Kau harusnya berhenti membela dia. Dia bahkan bukan anakmu.”

Yunho rasanya ingin berhenti bernapas saat itu juga, dia bukan anak umma?

“Umma, kumohon jangan bicara seperti itu!” suara appa terdengar meninggi.

“Memang Yunho itu saudara tiri HyunAh kan? Yunho tidak akan pernah bisa menjaga HyunAh sebaik Yonghwa, kalian tau itu!” balas haelmoni.

 

“Aku akhirnya tau jika aku adalah saudara tiri Yonghwa dan HyunAh. Kau pasti tidak tau rasanya bagaimana aku ingin bunuh diri saja. Aku menganggap umma adalah ibu kandungku, begitu juga Yonghwa dan HyunAh adalah adik kandungku. Mulai saat itu aku merasa asing dengan keluargaku, aku menganggap mereka membohongiku. Mulai saat itu, aku menjauh dari si kembar,” MinAh bisa mendengar suara Yunho bergetar saat menceritakan kejadian itu. Pandangan MInAh terhadap Yunho benar-benar berubah 180 derajat begitu mendengar cerita Yunho, ia sama sekali tidak pernah berpikir jika Yunho lebih menderita daripada Yonghwa dan HyunAh.

“Apa kau menjauhi si kembar karena kau bukan kakak kandung mereka?” tanya MinAh hati-hati.

“Bukan, bukan karena itu,” Yunho berhenti sesaat. “Karena aku takut aku akan menyakiti mereka, aku takut aku tidak bisa menjaga mereka dengan baik.” Yunho menundukkan kepalanya, tanpa sadar air matanya jatuh, MinAh refleks menggenggam tangan Yunho.

“Kumohon, jangan terus menyalahkan dirimu. Aku akan membantumu, sunbae.”

***

Minho sengaja tidak langsung pulang ke dorm, ia malah memacu mobilnya ke dorm DBSK. Ia harus menemui Changmin untuk membantunya, ia tau Changminlah orang yang tepat untuk menjadi penengah diantara Jung bersaudara. Minho sudah berada di depan pintu dorm DBSK, ia memencet bel.

Ting tong.

Tak berapa lama, Changmin membukakan pintu. “Ah, Minho? Ada apa kemari? Ayo masuk,” ujar Changmin.

Minho melihat Kyuhyun yang sedang asyik bermain PS di ruang tamu DBSK. “Hei, Minho! Ada kemari? Ayo temani aku main game!” teriak Kyuhyun.

“Ah, baiklah hyung. Tapi aku ada perlu dengan Changmin hyung,” ujar Minho.

“Loh, ada apa Minho? Sepertinya ini obrolan yang serius,” tanya Changmin.

“Ne, hyung. Aku mau minta bantuanmu untuk mendamaikan Jung bersaudara.”

“Jung bersaudara? Loh, Sica dan Krystal memangnya bertengkar? Kapan? Sepertinya mereka baik-baik saja tadi pagi,” ujar Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari layar TV.

BUK! “Awww!!!” teriak Kyuhyun mengelus kepalanya yang dipukul oleh Changmin hingga ia kehilangan konsentrasi dan gamenya game over.

“Changminnie! Kau lihat! Gara-gara kau aku game over!” keluh Kyuhyun.

“Kau ini Kyuhyun! Bukan Sica dan Krystal! Tapi Yunho, HyunAh, dan Yonghwa!” ujar Changmin menahan kesal.

“Ah, oiya aku baru ingat mereka bertiga bersaudara,” ujar Kyuhyun yang akhirnya bergabung dengan Changmin dan Minho.

“Lalu mengapa aku yang kau minati bantuan Minho? Bukankah kau yang lebih dekat dengan keluarga Jung? Mengapa kau tidak meminta bantuan para member SG?” tanya Changmin.

“Changmin hyung, kau yang paling dekat dengan Yunho hyung. Dan kau bisa dibilang pihak netral, setidaknya di mata HyunAh noona dan Yonghwa hyung, walaupun kau satu grup dengan Yunho hyung. Kumohon hyung, jika mereka bertiga terus-terusan seperti ini bisa gawat!”

Changmin sebenarnya sudah sejak lama memikirkan hal ini, ia sedih melihat leadernya terus-terusan di bebani berbagai macam pikiran. Mulai dari masalah pecahnya DBSK hingga masalah yang terus menghantuinya sejak bertahun-tahun yang lalu, masalah dirinya dan si kembar Jung.

“Bagaimana hyung? Apakah kau bisa membantuku? tanya Minho.

“Kupikir apa yang Minho ucapkan benar Changminnie. Kau harus membantu Jung bersaudara. AKu pernah mendengar ceritanya dari Hyejin. Lagipula kan kau bukannya menaruh perhatian kemana Lady Jung itu?” ceplos Kyuhyun.

“Apa? Maksud hyung HyunAh noona?” tanya Minho.

Changmin melirik Kyuhyun yang memberikan ekspresi maaf-Changminnie-aku-keceplosan. “Ah, bukan apa-apa Minho. Lalu aa rencanamu?”

Minho menggeleng, “Belum terpikirkan hyung. Yang pasti menurutku kau harus ada di dekat HyunAh unnie dan Yonghwa hyung untuk meyakinkan mereka bahwa mereka berdua bisa berbaikan dengan Yunho hyung.”

“Bagaimana kalau kau pacaran saja dengan HyunAh? Ide bagus bukan? Lagipula itu kan tidak masalah, iya kan Changminnie?” ledek Kyuhyun.

“Ah, benar juga! Bagaimana kalau hyung pacaran saja dengan HyunAh noona? Kau kan bisa langsung dekat dengan dua orang sekaligus!” dukung Minho.

“Hei, hei!” seru Changmin. “Kalian ini! Itu kan sama saja dengan mempermainkan perasaan orang lain! Apa kalian tega mempermainkan perasaan HyunAh, huh?”

“Anggap saja ini white lie, hyung. Jika kau nanti tidak tega memutuskan HyunAh noona ya tidak usah diputuskan, siapa tau hubungan kalian bisa terus berlanjut. Di mataku kalian berdua serasi kok,” seru Minho.

Kyuhyun hanya tertawa mendengarnya, “Kau memang pasangan serasi dengan HyunAh, hahaha. Eh, tapi masalahnya apakah HyunAh mau denganmu?”

****