Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun

 

*seperti biasa, pairing akan bertambah sejalan dengan bertambahnya part cerita, hehe

 

PART 3

 

Jihyo langsung saja menyelonong masuk ke dorm DBSK diikuti Key. “Jihyo, kau ini main masuk saja ke dorm orang!” teriak Key menarik tangan Jihyo.

“Ih, kau ini! Lebih baik aku main masuk saja ke dorm orang daripada keadaannya semakin gawat lagi!” cerocos JIhyo.

“Loh? Jihyo? Kau sedang apa di sini?” ujar Kyuhyun. Matanya menatap dengan sebal Key yang menggenggam tangan Jihyo.

“Kyuhyung oppa? Eh, ada Minho juga? Changmin oppa, Yunho oppa mana?” cerocos Jihyo tanpa mempedulikan pertanyaan Kyuhyun.

“Mengapa kau tidak bersama Sungmin hyung?” Kyuhyun melanjutkan pertanyaannya, ia penasaran mengapa dongsaengnya malah pergi dengan Key.

“Ih, Yunho oppa dimana, oppa?” tanya Jihyo tidak sabar.

Kyuhyun segera bangkit dari sofa dan melepaskan genggaman Key dari tangan Jihyo, Jihyo baru saja ingin protes namun mulutnya keburu di bekap oleh Kyuhyun.

“Key, ada apa kau ke sini dengan evil dongsaengieku? Mengapa dia tidak bersama Sungmin hyung?” selidik Kyuhyun.

“Tadi Yonghwa hyung menelp Jihyo, ia tidak bisa menghubungi HyunAh noona, makanya kami langsung mencari HyunAh noona karena kami takut terjadi apa-apa dengannya,” ujar Key.

“Apa? HyunAh noona tidak bisa di hubungi?” ujar Minho.“Iya, Minho,” ujar Jihyo sambil menghempaskan tangan Kyuhyun yang sejak tadi menutupi mulutnya. “Kau tau? Saking cemasnya Yonghwa oppa, dia sekarang sudah di Korea, padahal tadi pagi ia masih di Jepang. Dan kau tau apa lagi? HyunAh unnie tidak bersama Hyejin unnie, MInAh unnie, ataupun Hamun. Bagaimana ini?”

Minho segera mencoba menghubungi HyunAh, tapi hasilnya nihil. “Tidak bisa dihubungi.”

Situasi di dorm DBSK menegang, akhirnya Changmin angkat suara, “Lalu Jihyo, mengapa kau ke sini?”

“Aku takut Yonghwa oppa akan ke sini, kau tau kan oppa, siapa orang yang ada di pikiran Yonghwa oppa jika HyunAh unnie menghilang?”

“Jung Yunho,” ujar Changmin.

“Sekarang dimana Yunho oppa?” tanya Key.

Changmin segera menghubungi Yunho, “Hyung, kau dimana? Di café? Kau tidak bersama HyunAh? HyunAh menghilang, ia tidak bisa dihubungi, Yonghwa sedang mencarinya.”

Mereka berlima kembali terdiam, memikirkan apa yang seharusnya dilakukan.

“Ayo kita cari HyunAh noona,” ujar Minho.

Baru saja mereka semua mau keluar dorm DBSK, handphone Jihyo berdering.

“Yoboseyo, oppa. Kau sudah bersama HyunAh unnie? Ah, syukurlah kalau begitu. Baiklah oppa.”

***

Yonghwa bisa melihat bayangan HyunAh duduk di bawah pohon di belakang halaman rumah mereka dulu. Rumah kini sekarang sudah tidak ditempati oleh keluarga Jung akibat insiden 16 tahun yang lalu. Yonghwa berjalan perlahan menghampiri HyunAh dan duduk di sampingnya.

“Aku tau kau pasti akan ke sini,” ujar HyunAh tanpa menatap Yonghwa. “Kau ini selalu bertindak sesuka hatimu memang.”

Yonghwa memandang HyunAh dengan tatapan kaget, “Kau tau darimana aku pulang dari Jepang dan ke sini?”

“Firasat, insting, apapunlah namanya itu yang orang bilang dimiliki oleh saudara kembar,” HyunAh menyandarkan kepalanya di pundak Yonghwa.

“Mengapa handphonemu tidak bisa dihubungi?” tanya Yonghwa.

“Aku sedang tidak mau di ganggu.”

Mereka berdua diam dalam keheningan sore, HyunAh menutup matanya perlahan, mencoba mengingat semua memori yang ia miliki di sini.

“Kau ingat kejadian waktu itu?” bisik Yonghwa.

“He-em,” gumam HyunAh.

“Apa kau rindu dengannya?”

HyunAh tidak menjawab.

“Aku tau kau rindu dengannya,” ujar Yonghwa.

“Kau juga kan, oppa?” balas HyunAh.

Mereka berdua tidak dapat saling membohongi satu sama lain, mereka berdua merindukan kakak mereka, Jung Yunho.

***

“Oppa, kakiku masih sakit, kumohon bantu aku,” ujar HyunAh tak berdaya, ia menumpukan dirinya ke tongkatnya.

“Cari saja Yonghwa,” ujar Yunho terus berjalan.

“Aku tidak bisa menemukan Yonghwa oppa, kumohon Yunho oppa, bantu aku,” HyunAh sudah hampir menangis karena rasa sakit di kaki kanannya yang tidak kunjung sembuh.

“Kau ini mengapa menyusahkan sekali sih? Aku sudah bilang, minta bantuan saja kepada oppamu itu!” teriak Yunho kesal. Ia bisa melihat airmata di kelopak mata HyunAh, ingin rasanya ia memeluk magnaenya dan menenangkannya, tetapi ia hanya terpaku di tempatnya ia berdiri.

“HyunAh, ada apa ini?” seru Yonghwa berlari menghampiri HyunAh dan Yunho. Ia memeluk HyunAh yang menangis lalu mengalihkan pandangannya ke Yunho.

“Ada apa ini hyung?” tanya Yonghwa.

“Kau urusi saja dongsaengmu itu,” ujar Yunho.

“Apa? Kau urusi saja dongsaengmu itu? Demi Tuhan dan demi apapun hyung! HyunAh ini juga dongsaengmu!” teriak Yonghwa. Emosi anak ini meledak karena setelah HyunAh masuk rumah sakit, segala sikap Yunho berubah 180 derajat, ia menjadi dingin, kaku, dan tidak peduli dengan si kembar.

“Kenyataannya, kalian berdua bukan dongsaengku dan kalian berdua hanya bisa menyusahkanku, mengerti?!” teriak Yunho.

Yonghwa dan HyunAh menatap Yunho tidak percaya, “Apa maksudmu, hyung?”

Yunho menghela napas panjang, ia tidak mau mengungkapkan ini, tapi ini caranya agar si kembar tidak lagi dekat dengannya, “Kalian berdua hanya saudara tiriku, kalian mengerti? Dan kalian hanya menyusahkanku! Aku benci tiap hari harus mengajakmu bermaind an pura-pura bahagia! Aku juga benci harus mengurusi dongsaengmu yang tidak bisa berjalan itu! Aku tidak suka dengan kalian, kalian berdua hanya bisa menyusahkanku!” teriak Yunho sambil berlalu dari pandangan si kembar Jung.

HyunAh tidak bisa mengontrol tangisannya, begitu juga Yonghwa. Mereka berdua tidak habis pikir, kakak terbaik yang mereka miliki dalam sekejap bisa mengatakan hal itu, hal yang membuat anak seumuran mereka trauma untuk bertahun-tahun ke depan.

“Oppa, apa yang dikatakan Yunho oppa benar? Aku takut oppa. Yunho oppa hanya bercanda kan?” isak HyunAh.

Yonghwa menghapus airmata di wajahnya, kini dirinya diliputi rasa marah yang luar biasa. “Kau ingat HyunAh, oppamu mulai saat ini hanyalah aku, Jung Yonghwa. Jangan pernah anggap Jung Yunho adalah oppamu, kau mengerti? Aku janji akau akan selalu melindungimu dan membuat Jung Yunho menyesal karena telah memperlakukan kita seperti ini.”

***

“Tapi aku membencinya, HyunAh. Aku membencinya aku ingin membuat dirinya menderita sama seperti kita,” ujar Yonghwa.

HyunAh menatap Yonghwa dengan tatapan takut. Ia takut Yonghwa masih ingat janjinya 16 tahun lalu. Janji yang hampir HyunAh lupakan, janji yang tidak mau HyunAh laksanakan, karena bagaimanapun juga, Jung Yunho tetap bagian dari keluarga Jung dan juga hidupnya.

“Aku akan membuat ia menyesal telah memperlakukan kita seperti ini selama 16 tahun,” ujar Yonghwa dingin.

“Oppa, kumohon. Lupakan janji itu.”

“Aku tidak bisa, HyunAh!” teriak Yonghwa putus asa. “Dia harus tau bagaimana rasanya menjadi kita. Dijauhi oleh kakak sendiri. Di sekolah ia pura-pura tidak mengenal kita, hingga semua orang mempertanyakan apakah kita bertiga benar-benar saudara atau bukan. Aku benci saat ia mulai terkenal ia sama sekali tidak menyebutkan kita sebagai keluarganya, bahkan hingga sekarang media pun tidak tau jika kita adalah adik dari seorang Jung Yunho! Aku benci dia lebih menyayangi Changmin daripada kita, bahkan lebih buruk daripada itu! Changmin adalah dongsaengnya, bukan kita!”

HyunAh memeluk Yonghwa dengan erat, tubuhnya bergetar, ia tau Yonghwa sangat depresi dengan segala sikap Yunho.

“Aku mau dia menderita, HyunAh,” ujar Yonghwa lirih.

“Aku tau oppa, tapi bagaimana caranya? Kau tidak akan bisa memikirkan rencana jahat seperti itu.”

Yonghwa menatap dingin HyunAh, “Kau mau membantuku kan HyunAh?”

HyunAh mengangguk, anggaplah ia sangat jahat, tapi ia tidak bisa menolak permintaan kembarannya.

“Pacaranlah dengan Changmin.”

“Mwo?”

“Kau berpacaran dengan Changmin. Kita sakiti Yunho lewat Changmin, dongsaeng kesayangannya.”

****