Cast : SJ + SJ M + SG + Shinee + DBSK

 

Sibling* :

Park Jungsu – Park MinAh

Choi Siwon – Choi Jihyo

Song Joongki – Song Hyejin

Jung Yunho – Jung Yonghwa – Jung HyunAh

 

Close Relationship*:

Cho Kyuhyun – Choi Jihyo

Zhoumi – Choi Jihyo

Kim Heechul – Park MinAh

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun

 

*seperti biasa, pairing akan bertambah sejalan dengan bertambahnya part cerita, hehe

 

PART 4

 

Hyejin memencet bel pintu dorm Suju dengan tidak sabar, tak lama kemudian, Kyuhyun membukakan pintu untuknya dan langsung memeluknya, tapi sebelum Kyuhyuun sempat memeluk pacarnya ini, Hyejin sudah menyelonong masuk meninggalkan Kyuhyun di depan pintu. Kyuhyun mendengus kesal melihat sikap pacarnya itu, ia tau jika seperti itu pacarnya pasti sedang kesal.

“Jagi, ada apa mukamu di tekuk seperti itu, huh?” ujar Kyuhyun sambil mencubit pipi Hyejin.

“Tidak ada kegiatan makanya aku sebal,” ujar Hyejin asal sambil memencet remote TV dengan sembarang.

“Jangan bohong, ada apa?” Kyuhyun mengelus kepala pacarnya.

“Aku tidak tau para memberku kemana, mereka semua tiba-tiba saja menghilang. Hamun yang seharusnya jam segini sudah pulang dari sekolah sampai sekarang belum juga pulang, dia bilang dia pergi bersama Taem, Jihyo sejak pagi mood nya sudah jelek dan ia bilang ia pergi ingin menenangkan diri, HyunAh bertemu dengan Yonghwa oppa, MinAh tidak tau kemana, aku hubungi tidak bisa. Aku kan khawatir dengan mereka.”

Kyuhyun tersenyum begitu mendengar pernyataan Hyejin, ia sedikit mengerti dengan kekhawatiran Hyejin sebagai leader mengenai para membernya. “Sudah jangan kesal seperti itu, mereka akan baik-baik-“

Ucapan Kyuhyun terputus saat mereka berdua mendengar teriakan dari dalam kamar Kyuhyun dan Sungmin.“Eh oppa, suara siapa itu?” tanya Hyejin curiga.

“Bukan siapa-siapa,” ujar Kyuhyun panik.

“Yang benar? Kenapa kau panik seperti itu? Itu suara yeoja kan? Itu kamarmu kan? Kau menyembunyikan yeoja lain, hah?” suara Hyejin meninggi.

Terdengar suara teriakan lagi, Kyuhyun hampir saja berdiri ingin menghampiri orang di dalam kamarnya jika saja tidak ada Hyejin di depannya yang kesal ingin segera meminta penjelasan darinya.

“Bukan Hyejin! Mana mungkin aku selingkuh? Itu suara yeoja memang, tapi itu Sungmin hyung-“

“Heh? Sungmin hyung? Berani-beraninya ia selingkuh dari uri Jihyo?!” Hyejin bangkit ingin menghampiri Sungmin di dalam kamar tapi keburu di cegah Kyuhyun.

“Aish, Song Hyejin, itu Sungmin hyung dan uri Jihyo. Eits, jangan berteriak lagi, aku sudah tau kau akan berteriak mengapa mereka berdua berteriak di dalam kamar. Mereka berdua tidak melakukan apa-apa, hanya saja sepertinya Jihyo sedang mengamuk karena performance Sungmin hyung di SS3 bersama para dancer itu. Sudah jelas sekarang?”

Hyejin mengangguk, “Tapi tidak apa-apa kita membiarkan mereka berdua seperti itu? Kau tau kan mereka berdua sama-sama mengerikan jika marah, yang satu taekwondo, yang satu martial arts…”

Kyuhyn mengangkat bahunya, “Mudah-mudahan tidak apa-apa.”

Mereka berdua baru saja ingin duduk tenang saat mendengar suara bel, Kyuhyun segera membukakan pintu. “Loh, kalian ada apa ke sini?”

Changmin, Minho, dan Key segera masuk ke dorm dengan muka kusut.

“Hey, Hyejin!” sapa Changmin.

“Ah, Changmin oppa, Minho-ssi, Key-ssi. Apa kabar?” ujar Hyejin ramah.

“Buruk,” desah Changmin. “Loh, yang lain pada kemana?”

“Sedang ada jadwal, hanya aku dan Sungmin hyung yang tidak ada jadwal,” ujar Kyuhyun sambil merangkul Hyejin.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan lagi di kamar.

“Itu seperti suara Jihyo, hyung…” ujar Key.

Tak lama kemudian Jihyo keluar dari kamar diikuti Sungmin, mata Jihyo sangat sembab akibat menangis.

“Jihyo-ah, kumohon jangan begitu,” ujar Sungmin.

“Kubilang lepaskan aku oppa!” teriak Jihyo.

Kyuhyun refleks menghampiri pasangan itu saking kagetnya melihat dongsaengnya menangis, namun Key sudah terlebih dahulu berkonfrontasi dengan Sungmin.

“Hyung, kumohon lepaskan dia,” ujar Key menarik Jihyo ke pelukannya dan membawa Jihyo duduk di sofa.

Sungmin hanya bisa diam dan kesal, mengapa dia tidak bisa seperti Key atau Kyuhyun yang bisa menenangkan Jihyo sih?

“Sudah sudah, jadi ada perlu apa kalian ke sini?” tanya Kyuhyun memecah kesunyian dan suasana kikuk di ruang tamu.

“Ah, begini hyung, kami sejak tadi bingung mencari cara bagaimana agar Changmin bisa berpacaran dengan HyunAh noona,” ujar Minho tanpa menyadari jika ada Hyejin dan Jihyo.

“Mwo?” ujar Hyejin dan Jihyo bersamaan. “Cara agar Changmin bisa berpacaran dengan HyunAh?” tanya Hyejin.

Changmin, Key, Minho, dan Kyuhyun hanya saling berpandangan penuh arti.

“Eh, sebenarnya, Changmin sudah lama suka dengan HyunAh, tetapi ia selalu tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Kalian tau kan bagaimana buruknya hubungan Yunho hyung dan HyunAh? Makanya Changmin selalu merasa tidak enak,” ujar Kyuhyun berbohong.

“Itu benar oppa?” tanya Hyejin.

Semuanya memandang ke arah Changmin  penuh arti, berharap agar Changmin tidak keceplosan, “Aku-aku menyukai HyunAh sejak lama, namun aku selalu bingung bagaimana cara mengatakannya. Walaupun aku kenal dengan Yonghwa, tapi ia tidak akn bisa semudah itu membiarkan kembarannya berpacaran dengan orang yang satu grup dengan Yunho hyung.”

Sungmin yang bisa mencium kebohongan dari para dongsaengnya ini hanya memilih diam dan memutuskan untuk bertanya langsung kepada mereka setelah Hyejin dan JIhyo pulang. Ia tidak mau suasana semakin kacau jika ia mengungkapkan kebohongan mereka di depan Hyejin dan Jihyo.

“Kenapa kau tidak bilang dari dulu saja oppa?” ujar Jihyo dengan suara seraknya. “Kami kan bisa membantumu jika kau betul-betul menyukai HyunAh unnie.”

Hyejin mengangguk mengiyakan ucapan Jihyo. “Kami bisa membantumu jika kau tidak main-main dengan HyunAh, kau bisa percaya dengan kami, asalkan kau tidak main-main dengan HyunAh oppa. Jika kau hanya main-main, demi apapun, kami akan membuat hidupmu menderita, oppa.”

Kyuhyun, Minho, dan Key hanya bisa saling berpandangan, mereka bertiga tau ucapan Hyejin tidak main-main. Changmin hanya bisa menelan ludah dan memandang Sungmin meminta tolong, namun Sungmin membuang mukanya, ia tau hal ini akan terjadi dan ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi pada akhirnya, ini adalah cara terbaik, termudah, dan tercepat agar Changmin bisa berpacaran dengan HyunAh dan perlahan-lahan meyakinkan HyunAh agar mau memaafkan Yunho.

****

“Bagaimana dengan rencanaku kemarin HyunAh? Apa kau mau membantuku melaksanakannya?” ujar Yonghwa sambil membantu HyunAh menyiapkan makan malam untuk para member CNBlue.

“Baiklah oppa, aku akan membantumu,” ujar HyunAh. “Tapi dengan satu syarat…”

Yonghwa menatap HyunAh dengan bingung, tidak biasanya kembarannya ini mengajukan syarat saat Yonghwa meminta tolong kepadanya. “Setelah semuanya berakhir, kau harus izinkan aku meminta maaf kepada Changmin oppa. Dia tidak ada hubungannya dengan permasalahan kita dan Jung Yunho.”

Yonghwa memeluk dongsaengnya, “Tenang saja HyunAh, setelah kita membuat dirinya dan Jung Yunho menderita, kau bisa meminta maaf kepadanya.”

HyunAh mengangguk pelan. Ia tidak habis pikir mengapa ia bisa mengiyakan rencana kembarannya ini, namun pada akhirnya ia memang tidak bisa menolak apapun yang diminta oleh Yonghwa, karena seperti kata Yonghwa bertahun-tahun yang lalu, hanya tinggal Yonghwa satu-satunya oppa yang ia punya, dan HyunAh tidak pernah mau kehilangan kakaknya untuk yang kedua kalinya.

Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.

****

MinAh hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat belanjaan Heechul yang banyak sekali. “Heenim oppa! Kau ini shopping atau kalap sih? Aku saja yang perempuan tidak belanja sebanyak itu!”

Heechul menyeringai, “MinAh, ini kan untuk keperluan SS3 nanti, perjalanan tour kan masih panjang, jadi wajar aku membeli sebanyak ini, hahahaha.” ujar Heechul sambil menggesek kartu kreditnya di kasir.

“Jangan bohong oppa, semua wardrobe kan disediakan manajemen, bilang saja kau yang memang kalap belanja,” MInAh cemberut.

Heechul tertawa senang karena melihat MinAh yang cemberut, “Kau memang paling mengerti aku, Park MinAh! Ah, harusnya marga kau Kim, Kim MinAh! Kau memang lebih cocok jadi adikku daripada Teuki, hahaha.”

MinAh mencubit lengan Heechul saking gemasnya, “Ih, oppa ini! Aku tidak mau jadi dongsaengnya oppa, huh. Lagipula aku senang kok punya kakak seperti Teuki oppa, tidak seperti Heenim oppa, yeeee….”

Heechul tertawa melihat tingkah MInAh yang seperti anak kecil, ia jadi bingung sendiri mengapa di depan Leeteuk anak ini selalu bersikap sok tegar dan dewasa ya?

“Ah, sudahlah oppa. Aku masih ada janji, Kalau kita berpisah di sini saja tidak apa-apa kan oppa?” tanya MinAh.

“Kau mau bertemu siapa memangnya?” ujar Heechul sambil menenteng tas shoppingnya.

“AKu mau bertemu dengan teman-teman sekolahku dulu oppa,” ujar MinAh tanpa melihat Heechul.

Heechul sudah hapal betul dengan perilaku MinAh, jika MInAh berbicara dengan orang lain tanpa memandang lawan bicaranya pasti ia sedang berbohong.

“Kau mau jalan dengan Yunho-ssi, dongsaengi?” ujar Heechul tanpa dosa.

Wajah MInAh memucat saat mendengar nama itu dari mulut Heechul, “Kenapa oppa bisa tau?”

Heechul tertawa keras saat melihat ekspresi MinAh, “AKu ini Kim Heechul, Park MinAh. Aku tau semuanya, hahahaha. Jadi, ada hubungan apa kau dengan Yunho?”

“Tidak ada,” MinAh memandang ke arah lain.

“Jangan bohong, dongsaeng. Apa kau berpacaran dengannya?”

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!” ujar MinAh gelagapan.

“Ah, kalau tidak mengapa akhir-akhir ini kau sering bertemu secara rahasia dengan Yunho, heemmm? Ah, atau mungkin kalian masih malu-malu mengakuinya?”

“Tidak oppa! Aish, dia itu hanya sedang meminta tolong kepadaku…”

“Meminta tolong? Mengenai apa? Hei, mengapa nada bicaramu seperti menyesal sih? Atau jangan-jangan kau mulai suka dengannya, benar kan?”

MinAh terdiam, ‘Betul juga apa yang dikatakan Heenim oppa, mengapa aku terdengar begitu menyesal ya saat mengatakan Yunho sunbae hanya sedang meminta tolong kepadaku? Aku kan tidak mungkin suka dengan Yunho sunbae! Aku bukannya suka dengan Siwon oppa ya?’ pikir MinAh.

“Annyeong, Heechul hyung,” ujar suara yang amat sangat familiar di telinga MInAh. MinAh melihat namja di depannya dan hampir saja shock.

“Ah! Annyeong Yunho-ssi!!!!” seru Heechul dengan suara hampir seperti anak SMA yang heboh melihat pacar temannya. “Wah, kebetulan sekali kita bertemu disini! Apa yang sedang kau lakukan disini?” ujar Heechul pura-pura tidak tau.

MinAh menatap Yunho dengan bingung. ‘Mengapa Yunho sunbae tiba-tiba saja datang menjemputku sih? Kan biasanya jika aku bertemu dengannya langsung di tempat yang sudah direncanakan? Apa-apaan dia menampakkan diri di depan Heenim oppa? Aish, Heenim oppa bisa berpikiran yang tidak-tidak! Awas saja jika ia lapor dengan Teuki oppa, aku bisa dibunuh!’ pikir MinAh.

“Ah, aku ingin menjemput MInAh-ssi, hyung. Tidak apa-apa kan kalau aku pinjam MinAh sebentar?” ujar Yunho malu-malu. Heechul langsung bisa menyadari jika Yunho tidak saja sedang meminta tolong kepada dongsaengnya, ya setidaknya Yunho belum menyadarinya.

“Oh, MinAh, ambil saja. Aku sudah tidak membutuhkannya,” ujar Heechul mendorong MinAh ke Yunho hingga MInAh hampir saja terjatuh jika saja Yunho tidak menangkapnya. Heechul tersenyum geli saat melihat muka keduanya memerah.

“Baiklah, Yunho-ssi, MinAh, aku duluan, aku masih ada perlu. Bye!” ujar Heechul berjalan menjauih melihat keduanya yang tidak bisa berkata apa-apa saat ditinggalkan Heechul. Heechul tertawa sepuasnya meninggalkan kedua hoobaenya. Tapi entah mengapa ide gilanya muncul, baru saja beberapa langkah ia memutar arah kembali ke arah dua hoobaenya itu.

“Loh, ada yang ketinggalan, oppa?” tanya MinAh.

“Ah, apa ya?” ujar Heechul pura-pura lupa. “Oiya, ada!” Heechul dengan cepat mencium MinAh, tepat di bibirnya hingga ia bisa melihat ekspresi Yunho yang kaget, oh, itu bukan kaget, tapi lebih ke arah terkejut dan cemburu. Heechul tersenyum puas melihatnya.

“Saranghae, Park MinAh~~ Yunho, tolong jaga MinAh-ku baik-baik ya~,” ujar Heechul sambil mencium MinAh sekali lagi.

‘MinAh-ku?’ Yunho memproses tiap perkataan dan juga adegan Heechul-MinAh tadi dengan amat lambat,  ia tidak bisa berpikir jernih saat melihat hyungnya mencium hoobaenya. Yunho hanya bisa mengangguk mendengar pesan dari sunbaenya, dan entah mengapa ia refleks mengepalkan tangannya.

Heechul meninggalkan pasangan itu dengan riang. “Lebih baik jangan ada orang yang tau apalagi Teuki. Atau tidak, hubungan mereka berdua hanya akan berjalan di tempat. Ah, atau aku harus turun tangan? Kurasa bagus juga, akan aku pikirkan, hahaha.”

***