“Unnie, coba liat! Aku tadi dibelikan boneka koala oleh Changmin oppa! Changmin oppa baik sekali memang unnie!!!”

“Ah, oppa mau mengajakku makan eskrim? Aku mau oppa, aku mau!!! Ne, oppa~. Apa? Ajak HyunAh unnie? HyunAh unnie!!! Ayo kita makan eskrim, ditraktir Changmin oppa!!!!”

“Changmin oppa! Aish, kau harus membantuku mengajak Kyu oppa pergi ke taman bermain! Masa selama aku berpacaran dengannya aku tidak pernah di ajak kencan? Hore, kau mau membantuku? Oke oke. Bagaimana kalau kau ikut juga? Apa, kau tidak punya pasangan? Bagaimana kalau dengan HyunAh?”

HyunAh langsung kabur masuk ke kamarnya saat mendengar percakapan Hyejin yang sedang mengobrol dengan Changmin di telp. Ia benar-benar bingung, seminggu yang lalu Jihyo dibelikan boneka koala, dua hari yang lalu giliran Hamun yang ditraktir es krim, dan sekarang, Hyejin meminta bantuan ke Changmim, dan semuanya selalu menyeret HyunAh ke pembicaraan mereka. Sebenarnya apa yang direncanakan ketiga member SG? HyunAh sangat tau sifat Hyejin, Jihyo, dan Hamun. Mereka bertiga memang cepat akrab dan mudah bergaul, apalagi Jihyo, tapi mereka tidak akan sedekat ini kecuali dengan orang-orang tertentu, dan Shim Changmin tidak termasuk dalam kategori itu.

MinAh membuka pintu kamar dan langsung merebahkan diri di kasur.

“Loh, kau habis darimana MinAh? Sepertinya akhir-akhir ini kau sering menghilang,” tanya HyunAh.“Eh? Masa iya? Aku sedang ada keperluan dengan teman SMA ku,” ujar MinAh membelakangi HyunAh. Ia tidak mau sahabatnya tau jika ia sedang berbohong.

“Oh, begitu,” jawab HyunAh. Tumben sekali HyunAh tidak menanyakan macam-macam. MinAh membalikkan badannya menghadap HyunAh.

“Hei, ngomong-ngomong, kau kenapa?” tanya MinAh.

“Kenapa apanya?”

“Ada sesuatu hal yang tidak aku ketahui?” ujar MinAh. Ia sedikit menyesal akhir-akhir ini jarang berkumpul dengan keempat membernya, apalagi dengan sahabat paling dekatnya, HyunAh.

“Ada sebenarnya,” HyunAh mengambil boneka koala di sampingnya.

“HyunAh, sejak kapan kau jadi suka boneka koala? Bukannya uri Jihyo yang suka dengan koala ya?”

“Jihyo bilang ia baru saja diberikan boneka koala dan di kamarnya sudah tidak cukup lagi menampung boneka, jadi ia menitipkannya di sini. Lalu Hamun juga mengajakkan makan eskrim, dan terakhir Hyejin baru saja membicarakan tentang double date! Dan itu semua berhubungan dengan Changmin! Oke, jika itu belum cukup aneh, Minho jadi sering sekali membicarakan Changmin sebagai sosok hyung idolanya, demi Tuhan dan demi apapun! Sebelumnya Minho tidak pernah membicarakan apapun tentang Changmin! Lalu Kyuhyun oppa yang selalu memaksaku itu mampir ke dormnya untuk bermain PS, padahal aku kan tidak pernah bermain game dengan Kyuhyun oppa. Ada juga Key dan Sungmin oppa, aku tau hubungan mereka memang baik-baik saja, tapi bukankah mereka lebih sering perang dingin dan hanya berbicara sewajarnya? Kini mereka berdua terlihat kompak sekali, apalagi jika menyangkut topik namja bernama Shim Changmin!”

MinAh mendengar ocehan HyunAh dengan seksama, ia benar-benar amazing mendengar cerita HyunAh. Pasti memang ada apa-apanya dengan segala tingkah aneh tersebut. Tapi , mengapa Shim Changmin?

“Mungkin Changmin sunbae menyukaimu? Atau memang mereka sedang berusaha menjodohkanmu dengan Changmin sunbae?”

HyunAh terdiam, menjodohkanku dengan Changmin sunbae? Tapi kenapa? Bukannya para member SG tau HyunAh tidak suka dengan segala hal ataupun orang yang berhubungan dengan Yunho? Oh, kecuali Yoochun oppa. Dan HyunAh rasa Shim Changmin juga tau hal itu. Tapi kenapa? Kenapa tiba-tiba Shim Changmin muncul dan selalu menghantuinya lewat orang-orang terdekat HyunAh? Apa ini adalah rencana Tuhan untuk membantu rencana Yonghwa oppa? Tidak, Tuhan tidak akan membantu rencana jahat siapapun, tapi ini momen yang tepat untuk menjalankan rencana bukan?

Tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka, “Jung HyunAh, lusa aku mau kencan dengan Kyuhyun. Kau mau tidak menemaniku? Soalnya Kyuhyun mengajak Changmin oppa dan Changmin oppa tidak punya teman untuk mengobrol. Kan kasihan jika dia hanya diam saja menemani aku dan Kyuhyun pacaran. Kau mau kan menemaniku?” tanya Hyejin dengan jurus aegyonya.

HyunAh melirik ke MinAh, meminta bantuan dari sahabatnya ini. Tapi MinAh malah memasang tampang bingung. ‘Mungkin ini sudah saatnya,’ ujar batin HyunAh. “Baiklah, aku mau.”

***

MInAh merasa bersalah sekali akhir-akhir ini ia sering menghilang dan jarang bersama keempat member SG lainnya, apalagi saat tadi HyunAh cerita mengenai keanehan yang terjadi selama ia menghilang. Tapi, ia tidak sepenuhnya salah kan? Toh ia akhir-akhir ini menghilang untuk membantu menyelesaikan permasalahan Jung bersaudara, walaupun selama ini ia hanya menjadi pendengar yang baik bagi Yunho. Tapi bukankah itu salah satu cara membantu seseorang? Iya kan? MinAh betul-betul sedang meyakinkan dirinya sendiri. Selama ini ia hanya mendengarkan cerita Yunho, ia sama sekali belum mengajukan suatu saran apapun untuk memcahkan permasalahan Jung bersaudara, paling hanya menceritakan cerita dan keadaan HyunAh bersama SG, hanya itu. Sisanya, mereka berdua kebanyakan bercerita tentang kehidupan mereka.

Tunggu, ada satu yang salah dari sana, bercerita tentang kehidupan mereka berdua? Memang apa hubungannya MinAh dengan Jung Yunho? MinAh menghela napas sejenak, ia memejamkan matanya, tapi malah tiba-tiba muncul sosok Jung Yunho di otaknya, “Aish, cepat kau pergi Jung Yunho!!!” teriak MinAh, ia segera menutup mulutnya agar HyunAh yang sedang di kamar mandi tidak mendengarnya. Kenapa akhir-akhir ini ia selalu memikirkan Jung Yunho sih? Dulu kan ia sama sekali tidak tertarik dengan namja yang satu ini, apalagi setelah mendengarkan cerita HyunAh, ia sangat benci dengan namja bernama Jung Yunho. Berbeda jika JIhyo sedang menceritakan pertengkarannya dengan Choi Siwon, ia malah akan langsung tertawa dan membela Siwon hingga JIhyo kesal. Kenapa sekarang semuanya jadi terbalik?

MinAh melirik ke arah handphonenya, ia selalu saja ingin bertemu atau hanya sekedar menelp Yunho. ‘Tuhan, coba tolong benarkan otakku…’ mohon MinAh. Tapi ia teringat dengan cerita HyunAh mengenai Changmin sunbae. Apa Yunho sudah mengetahuinya? MInAh segera menghubungi Yunho.

“Yoboseyo sunbae. Ada suatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu,” dan entah mengapa MinAh senang mendengar suara di ujung telp sebelah sana.

****

Hari ini hari yang sangat tidak dinantikan oleh HyunAh, ia harus menemani Hyejin ke taman bermain bersama Kyuhyun dan Changmin. Ia sebenarnya akan lebih nyaman jika Changmin tidak ada, tapi bukankah itu bagus untuk menjalankan rencana Yonghwa?

“Haaah, dua bocah itu kemana sih?” keluh Hyejin. Mereka berdua sudah sepuluh menit menunggu di depan gerbang masuk. HyunAh malah senang jika mereka terlambat, atau malh tidak datang sama sekali, tapi ia lebih takut jika Hyejin mengamuk.

Handphone HyunAh bergetar, ada 1 sms dari Yonghwa.

 

Sender : Jung Yongwa, oppa

Message : Jaga dirimu baik-baik Jung HyunAh. Jika Shim Changmin berani macam-macam kepadamu, aku akan langsung membunuh dia.

 

HyunAh tersenyum, Yonghwa sendiri yang menjadikan HyunAh umpan dalam rencana ini, tapi dia juga yang sewot dan panik saat mengetahui HyunAh akan “kencan” dengan Changmin.

“Hyejin, HyunAh!!! Mianhae, kami terlambat,” ujar Kyuhyun diikuti Changmin di belakangnya yang lari tergesa-gesa.

“Sudah-sudah, nanti saja penjelasannya! Ayo sekarang kita masuk!” seru Hyejin menyeret Kyuhyun masuk ke taman bermain. HyunAh dan Changmin saling berpandangan sesaat, namun HyunAh langsung memutuskan kontak mata dan berjalan menyusul Hyejin dan Kyuhyun.

Changmin masih terdiam, tangannya menyentuh dadanya yang berdebar kencang, “Sudah Changmin, hentikan! Jangan gugup seperti ini. Ayo, kembalilah normal, jangan sampai jantungku berhenti berdetak hari ini karena Jung HyunAh.”

***

Yunho memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia harus segera menyusul HyunAh dan Changmin ke taman bermain. Ia tidak habis pikir kenapa HyunAh bisa mau menerima ajakan itu, padahal HyunAh paling tidak suka berhubungan dengan orang-orang terdekatnya. Tapi yang paling ia takutkan adalah Changmin. Ia takut Changmin melakukan sesuatu kepada HyunAh, yang YUnho sadari kemungkinan itu sangatlah kecil mengingat sifat Changmin yang selalu dapat ia percaya, tapi yang paling penting, ia harus melindungi Changmin, dan juga HyunAh dari kemarahan Yonghwa. Tidak mungkin Yonghwa tidak tau, dan bisa saja Yonghwa melakukan suatu hal yang gila.

“Sunbae,” suara yeoja di bangku sebelah menyadarkan Yunho, suara Park MinAh. Ia tidak tau mengapa dirinya mengajak MInAh menemaninya mengawasi HyunAh dan Changmin. Namun Yunho merasa aneh saja jika ia tidak bersama MinAh, entah mengapa.

“Ne, MInAh-ssi?”

“Bisa tidak kau menurunkan sedikit kecepatan mobilmu ini? Aku tidak mau mati muda, aku belum menikah dan punya anak,” ujar MInAh dengan serius.

Yunho tertawa mendengarnya, “Hahaha, baiklah. Tapi bukankah jika kita mati bersama di mobil ini nanti di surga kita bisa menikah juga?”

MinAh memicingkan matanya, demi apapun, apa maksud perkataan Yunho sunbae?

***

Mata HyunAh mencari ke segala penjuru taman bermain, tapi ia tidak menemukan Hyejin dan Kyuhyun. Seketika ia tersadar, pasangan evil itu sudah menjebaknya, bersama Shim Changmin.

“Aku tidak menemukan Hyejin dan Kyuhyun,” ujar Changmin.

HyunAh tidak peduli, ia berjalan meninggalkan Changmin.

“HyunAh-ssi, tunggu,” Changmin berlari menyusul HyunAh. ‘Kenapa gadis ini susah sekali untuk diraih sih?’ pikir Changmin.

HyunAh noona paling tidak bisa cepat akrab dengan orang lain, hyung harus berusaha sekuat tenaga mendapatkan perhatian noona

Changmin teringat perkataan Minho, HyunAh paling tidak bisa cepat akrab dengan orang asing. Lalu apa yang harus ia lakukan?

Changmin meraih tangan HyunAh dan menahannya untuk  berjalan lebih jauh. “Karena kita tidak menemukan Kyuhyun dan Hyejin, bagaimana jika kita mencoba wahana di sini?”

HyunAh memberikan tatapan menyelidik, “Aku tidak tertarik, lebih baik aku menunggu di bangku taman saja,” HyunAh baru saja ingin melepaskan pegangan Changmin saat Changmin teringat sesuatu.

HyunAh noona suka naik wahana roller coaster.

“Roller coaster?” ujar Changmin.

Dan HyunAh tau, ia tidak bisa menolak ajakan Changmin saat namja itu menyebutkan kata roller coaster.

****

“Sunbae, apa kita harus naik roller coaster juga?” tanya MinAh. Berbeda dengan sahabatnya, MInAh paling tidak suka naik permainan yang satu itu.

“Tentu. Changmin mungkin saja bisa melakukan suatu hal yang bodoh di atas sana,” seru Yunho mengawasi HyunAh dan Changmin yang berjalan menuju wahana roller coaster.

“Sunbae, kau tau Changmin sunbae tidak akan melakukan hal seperti itu.”

“Iya tapi tetap saja aku khawatir!” ujar Yunho. MinAh tersenyum, ternyata memang sifat kakak yanga da di diri Yunho tidak pernah hilang. Tapi tetap saja, ia tidak mau naik roller coaster.

“Yasudah kalau begitu, aku menunggu di sini saja. Sunbae saja yang naik,” ujar MInAh.

Yunho menghentikan langkahnya dan memandang MInAh dengan tatapan serius, “Kau, Park MInAh,” Yunho mengarahkan telunjuknya ke wajah MinAh. “Harus menemaniku naik roller coaster. Titik!” seru Yunho menyeret MinAh menuju roller coaster.

***

HyunAh sangat girang memasang pengaman saat duduk di roller coaster, memang di dunia ini roller coaster adalah wahana permainan paling menyenangkan! Semua kekesalan akan hilang seketika, bahkan walaupun yang duduk di sebelahnya adalah Shim Changmin, ia tetap merasa bahagia.

“Tanganmu, HyunAh-ssi,” ujar Changmin mengulurkan tangannya.

“Heh?”

Changmin meraih tangan kiri HyunAh dan menggenggamnya, “Supaya kau tidak hilang di atas sana nanti.” ujar Changmin dengan tampang serius.

HyunAh tertawa mendengarnya, itu adalah ucapan paling anak-anak yang pernah ia dengar.

***

“Duh, aku tidak bisa melihat Changmin dan HyunAh,” ujar Yunho gelisah di bangkunya. Di sebelahnya, MinAh hanya bisa terdiam, di otaknya hanya terpikirkan bagaimana caranya ia bisa selamat saat turun dari roller coaster nanti.

“Menurutmu, apa yang mereka lakukan di depan sana, MInAh-ssi?” kereta roller coaster mulai berjalan.

“Aku-aku tidak tau sunbae, aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh!!!!!” teriak MinAh tepat saat roller coaster melaju dengan cepat.

****

HyunAh tertawa lepas saat keluar dari wahana roller coaster, rasanya sudah lama sekali ia tidak ke taman bermain dan sesenang ini.

“Mau mencoba wahana apalagi?” ujar Changmin. HyunAh tersenyum melihat namja di sampingnya, Shim Changmin tidak terlalu buruk juga hari ini, setidaknya ia ada teman untuk bersenang-senang di taman bermain.

“Menurutmu apa selanjutnya?”

Ajak HyunAh noona ke rumah hantu, ia pasti senang

“Rumah hantu?” saran Changmin.

HyunAh langsung menarik Changmin mencari wahana rumah hantu.

***

“MInAh-ssi, mengapa wajahmu pucat seperti itu?” tanya Yunho begitu mereka keluar dari wahana roller coaster.

MInAh memandang Yunho dengan tidak percaya, ‘Apa dia tidak sadar dari tadi jika aku ketakutan setengah mati, huh?’

“Ah, mau kemana lagi dua orang itu?” seru Yunho menarik MinAh yang masih tidak kuat berjalan.

MInAh hampir saja berteriak saat melihat Changmin dan HyunAh memasuki wahana rumah hantu, “Oh, tidak. Kumohon jangan lagi masuk ke wahana seperti itu!!!!”

***

Hyejin memandang Kyuhyun dengan kesal. Sudah jauh-jauh pergi ke taman bermiain tapi tetap saja tempat yang ia tuju adalah area game, dasar GameKyu!

“Kyu, aku ingin bermain wahana yang lain! Aku bosan disini!” rajuk Hyejin. Namun Kyuhyun tetap tidak memperhatikan pacarnya, ia terus berkonsentarsi dengan gamenya.

“Ah, kau ini! Harusnya kan kita bersenang-senang, atau paling tidak kita mengawasi Changmin oppa dan HyunAh. Tapi malah skarang aku terjebak disini tanpa kerjaan hanya melihatmu sibuk bermain game! Tau gitu tadi lebih baik aku ajak Jinki saja,” cerocos Hyejin.

Kyuhyun langsung menghentikan gamenya saat mendengar kata Jinki. Tidak boleh ada kata Jinki yang keluar dari mulut Hyejin saat ia sedang bersamanya. “Baiklah, kau mau bermain di wahana apa?”

Hyejin tersenyum senang, ia tau cara seperti ini akan selalu berhasil.

***

MinAh keluar dari rumah hantu dengan wajah yang lebih pucat daripada sebelumnya, baru saja beberapa langkah ia keluar, ia sudah tidak bisa menahan tubuhnya lagi. Untung Yunho segera menangkapnya.

“MinAh-ssi, kau tidak apa-apa?” ujar Yunho. Yunho segera menggendong MinAh di punggungnya.

MinAh sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Jung Yunho ini memang benar-benar keterlaluan tidak sadar jika MInAh sejak tadi sudah tidak mau ikut-ikutan bermain wahana yang aneh-aneh.

“Duh, mereka kemana lagi ya? Kau tadi liat Changmin menggandeng HyunAh? Hah, liat saja nanti Changminnie apabila kau sudah sampai di dorm!” gerutu Yunho.

MInAh sudah tidak peduli, ia sudah capek menemani Yunho, walaupun sebagian dirinya merasa senang, tapi tetap saja, ia tidak mau mati karena jantungnya tidak kuat bermain wahana ekstrem seperti ini.

“Turunkan aku, sunbae!” seru MinAh.

“Loh? Kau sudah kuat berjalan?”

“Pokoknya turunkan aku!” MinAh meronta hingga mau tak mau Yunho menurunkannya. Tapi baru saja kakinya menginjakkan tanah, MinAh tidak kuat menahan tubuhnya hingga ia kehilangan keseimbangan, Yunho dengan cepat menangkapnya.

“Kau ini sudah kubilang kan. Kau belum kuat berjalan. Sudah, aku gendong kau sampai cafeteria, kita makan dulu!” seru Yunho menggendong MinAh kembali.

“Loh, bagaimana dengan Changmin dan HyunAh? Kan kita sedang mengikuti mereka?”

“Mereka masih bisa dicari lagi setelah kita makan. Sekarang yang paling penting tenagamu kembali lagi.” Yunho mengelus kepala MinAh membuat MinAh ingin pingsan saat itu juga.

***

Changmin senang melihat wajah HyunAh yang berseri setelah keluar dari rumah hantu. Baru kali ini ia melihat yeoja keluar dari rumah hantu dengan wajah berseri, tanpa sadar, bibirnya menyunggingkan senyum.

“Kenapa kau tersenyum, Changmin sunbae?” tanya HyunAh.

“Ah, tidak! Aku hanya merasa tadi sangat menyenangkan.” ujar Changmin. “Lanjut bermain lagi?”

HyunAh mengangguk dengan pasti.

***

Hari sudah semakin sore dan taman bermain sudah mulai lengang, Changmin dan HyunAh terduduk di bangku taman sambil menyeruput ice orange. Changmin memandang HyunAh yang duduk di sebelahnya, wajah HyunAh sangat senang sekali, dan Changmin senang melihatnya. Memang harus Changmin sadari, kekagumannya sejak dulu terhadap Jung bersaudara tidak pernah menghilang sedikitpun, apalagi dengan si magnae, Jung HyunAh.

“Apa ini musibah atau keberuntungan sampai saat ini Hyejin dan Kyuhyun tidak berusaha menghubungi kita?” ujar Changmin tiba-tiba.

HyunAh refleks memukul lengan Changmin, “Ya!!! Kau ini jangan bicara yang macam-macam,” ujar HyunAh geli. Ia pun baru tersadar sejak tadi moodnya berubah 180 derajat, ia sama sekali tidak kesal ditinggal oleh Hyejin dan Kyuhyun. HyunAh rasa, rencana mereka berdua tidak terlalu buruk, toh Yonghwa oppa juga menyuruhnya untuk dekat dengan Changmin kan?

“Tunggu disini sebentar,” Changmin bangkit dan berjalan menjauh dari HyunAh. Sekitar hampir lima belas menit kemudian, ia kembali sambil membawa dua boneka beruang berukuran sedang.

“Ya, Shim Changmin. Buat apa itu?”

“Rekam suaramu di boneka ini,” ujar Changmin. Entah mengapa ia bisa mendapatkan ide seperti ini.

“Hemmmm,” HyunAh berpikir sebentar dan memencet bagian peruty boneka untuk merekam suaranya, “Ya~~~ Shim Changmin!!! Gomawooo!!!” Changmin tersenyum saat mendengarnya. Wajah HyunAh memerah begitu selesai merekam suaranya.

Changmin juga merekam suaranya di boneka yang ada di pelukannya, “Jung HyunAh, ayo kita ke taman bermain lagi!!!” HyunAh tertawa mendengarnya. Changmin segera memberikan boneka berisi rekaman suaranya ke HyunAh dan mengambil boneka dengan suara HyunAh untuk dirinya.

Mereka berdua tertawa bersama hingga tidak sadar jika sejak tadi handphone mereka berdua berdering karena panggilan dari Hyejin dan Kyuhyun.

***

MinAh tersenyum saat melihat dari kejauhan sahabatnya sesenang itu bersama Shim Changmin. Baru kali ini MinAh melihat HyunAh bisa tertawa karena namja lain selain Yonghwa dan Minho.

“Sudah kubilang kan sunbae, tidak ada yang perlu dikhawatirkan?” ujar MinAh sambil terus memperhatikan sahabatnya.

“Tapi tetap saja, aku masih khawatir,” Yunho menghela napas lega saat melihat HyunAh dan Changmin memang hanya bermain dengan senang di taman bermain.

“Oiya, terima kasih untuk hari ini, MinAh-ssi. Kau sudah mau menemaniku mengawasi HyunAh dan Changmin,” Yunho menengok ke arah MinAh, ia sedikit kaget saat menyadari ternyata daritadi mereka berdua berada dalam jarak yang sangat dekat.

“Hahahaha, tidak perlu sungkan, sunbae. Lagipula HyunAh itu kan sahabatku,-“ HyunAh yang sejak tadi memandang lurus ke depan menengok ke arah Yunho, dan sialnya (atau beruntungnya?) bibir MinAh menyentuh bibir Yunho.