Hahahaha, waktu itu aku pernah bilang pengen bikin side story kan? Entah mengapa saat mencari ide untuk cerita It’s Complicated (ceritanya MinAh unnie – HyunAh unnie) malah kepikiran side story tentang Key. Mianhae, malah jadi nulis side story. Tapi silahkan dibaca juga ya, hehehe. Yang tulisannya di italic itu berarti flashback yaa. Selamat membaca dan jangan lupa komen😀

 

Cast :

 

Kim Kibum (Key) – Shinee

Choi Jihyo – SG

Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Zhoumi – Suju M

Lee Taemin – Shinee

 

 

 

Seperti biasa, selalu Key lah yang bangun paling pertama diantara member Shinee lainnya. Biasanya setiap ia bangun ia tidak akan langsung bangkit dari tempat tidurnya, hal pertama yang ia lakukan adalah meraih Iphonenya dan membuka internet mencari hal-hal menarik tentang Shinee ataupun keluarga besar SM yang lain. Ia segera meraih Iphonenya dan membuka web browser, saat membuka salah satu portal celebrity news, ia menemukan berita mengenai launching lagu duet Choi Jihyo dan Zhoumi di Inkigayo nanti sore. Bibirnya refleks tersenyum begitu membaca nama Choi Jihyo. Bukankah ini hal yang wajar jika hatinya masih berdebar-debar bahkan hanya saat membaca namanya?

****

Hari ini cuaca di California sangat panas, bahkan di kelas yang berAC seperti di kelas Key saja masih terasa panas. Key hanya memandang teman-temannya yang sibuk bermain kejar-kejaran di kelas.

“Key, wanna join?” tanya seorang teman Amerika.

“Nope, my homework not finished yet,” ujar Key sambil tersenyum. Sebenarnya bukan karena PR Key belum selesai, bahkan PR nya sudah selesai sehari setelah gurunya memberikan tugas itu, tapi Key hanya tidak habis pikir mengapa teman-temannya itu masih bisa bermain kejar-kejaran di cuaca sepanas ini? ‘Aku tidak mau pingsan dengan cara konyol,’ pikir Key.

Tiba-tiba saja semua anak berhamburan berlari ke bangkunya masing-masing, guru matematika mereka, Ms.Johnson memasuki ruangan bersama seorang anak. Key memandangi anak itu tanpa berkedip, bukan karena apa-apa, tapi baru kali ini Key melihat ada seorang Asia sama seperti dirinya yang bersekolah di sekolah ini, tapi semakin lama Key memandangi anak itu, wajah anak itu dari jauh manis juga.

“Okay class, we have a new friend, her name is Choi Jihyo. Ms. Choi, please introduce yourself,” ujar Ms.Johnson.

“Hello, my name is Choi Jihyo, but you can call me Jihyo. I’m from South Korea. Annyeong haseyo,” ujar anak itu membungkukkan badannya. Semua anak di kelas sontak tertawa melihat tingkah anak itu, tetapi anak itu malah tersenyum dan segera mencari tempat duduk yang kosong sesuai dengan perintah Ms.Johnson.

Mata Key mengikuti anak itu berjalan hingga berhenti di depan mejanya. Anak itu tersenyum dan entah mengapa jantung Key berdetak sangat kencang. “Hey, do you mind if I seat next to you?”

Key hanya mengangguk.

****

Key memandang foto di meja samping tempat tidurnya, foto dirinya saat berumur 13 tahun bersama anak kecil teman sebangkunya dulu yang kini sudah menjelma menjadi salah satu superstar member dari girlband yang sedang naik daun, Super Girl.

Key baru saja sadar jika hari ini adalah hari penting, bukan hanya karena launching lagu duet Jihyo saja tetapi lebih dari itu, hari ini hari ulang tahun ke-20 Choi Jihyo. Dengan segala kesibukan Shinee, Key hampir saja lupa dengan hari ulang tahun sahabat kecilnya ini.

“Saengil chukkae, Choi Jihyo,” bisiknya.

****

Lambat laun Key mulai terbiasa dengan teman sebangkunya ini, selain mereka berdua dari negara yang sama, Jihyo juga anak yang supel dan sangat percaya diri, oh jangan lupa dengan sikap tomboy dan jahilnya, tapi di lain sisi temannya ini bisa menjadi anak yang sangat menyenangkan.

“Kau mau kemana Key?” tanya Jihyo sepulang sekolah.

“Bukan urusanmu,” ujar Key berjalan cepat, namun Jihyo berlari menyeimbangi langkah Key.

“Hei, kita ini kan teman, lagipula aku baru di sini, aku tidak punya teman,” ujar Jihyo cemberut.

Key menoleh ke Jihyo, anak in iterlihat begitu lucu jika ia cemberut, “Jangan bohong Choi Jihyo, baru saja tiga bulan kau di sekolah ini satu sekolah sudah mengenalmu, rekor yang amat sangat mengesankan untuk seorang murid pindahan apalagi dari Asia sepertimu.”

Tiba-tiba saja JIhyo tersandung karena menyeimbangi kecepatan berjalan Key dan terjatuh, “Aww…” desis Jihyo.

Key yang kaget langsung panik melihat Jihyo jatuh, ia bisa melihat darah mengucur dari lutut Jihyo, “Ya! Choi Jihyo, mengapa kau tidak berhati-hati sih? Kalau jalan itu pakai mata! Kau ini meyusahkan orang saja! Kau tau tidak ini bisa infeksi? Haduh mana darahnya keluar banyak sekali!” ujar key sambil mengeluarkan sapu tangannya dan mengikatkan pada lutut Jihyo. Jihyo hanya bisa tertawa geli melihatnya.

“Kenapa kau tertawa?” bentak Key.

“Hahahaha, tidak kenapa-kenapa. Hanya saja kau lucu sekali! Ya ampun, aku tidak percaya kau sangat cerewet sekali. Ini kan hanya luka kecil saja, hahaha.”

Key menatap Jihyo dengan tidak percaya, ‘anak ini betul-betul ajaib,’ pikir Key.

“Yasudah kalau kau tidak kenapa-kenapa,” Key bangkit berdiri.

“Tunggu Key, kumohon, aku hanya ingin bersamamu saja hari ini, aku bosan, boleh ya?” ujar Jihyo yang perlahan berdiri walaupun lututnya masih terasa sakit.

“Kau ini menyusahkan,” Key meletakkan tangan kiri Jihyo di pundaknya dan ia segera merangkul pinggang Jihyo. “Tapi aku mau ke mal dulu, aku mau shopping. Bagaimana?”

“Shopping? For sure Key, I will accompany you!” seru Jihyo senang.

Key lagi-lagi menatap Jihyo dengan tatapan tidak percaya, energi anak ini tidak habis walaupun ia sudah hampir tidak bisa berjalan.

***

“Hai, ini Choi Jihyo, sekarang saya tidak bisa menerima panggilan dari kamu. Silahkan tinggalkan pesan setelah lagu SG berikut ini ya, hihihi. Bye bye! Bipppp-“ Key menutup telpnya. Pasti Jihyo sedang sibuk hingga handphonenya dimatikan.

Key segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, tanpa sengaja ia melihat papan pesan. Ia mendekat dan melihat secarik kertas tulisan yang amat sangat ia kenal.

Key~~~~

Please promise to me, you’ll be the falling angel for me forever, hihihihi… do not come back to heaven🙂

****

“Aish, mengapa gambarmu itu bagus sekali sih Key?” ujar Jihyo kesal. Jihyo paling benci mata pelajaran kesenian, apalagi menggambar.

“Kau saja yang tidak mau mencoba,” ujar Key yang asyik dengan kegiatannya.

Jihyo hanya bisa memandang kesal sahabatnya yang sudah ia kenal sejak ia berumur 13 tahun. Sudah 2 tahun ia mengenal Key, dan semakin lama Jihyo semakin mengenal kepribadian Key. Key yang ternyata sangat cerewet, shopaholic, amat sangat suka marah-marah tanpa alasan jelas, namun selalu perhatian dan tetap bisa membuat Jihyo tersenyum. Jihyo akhirnya memutuskan untuk berkutat dengan kertas gambarnya.

Key menengok ke arah sahabatnya ini, ‘Tumben anak ini bisa diam sesaat, ada apa?’ Key melihat apa yang Jihyo gambar, namun sejak tadi Jihyo tidak menggambar, ia menuliskan sesuatu yang membuat jantung Key berdetak tidak karuan dan ingin rasanya Key memeluk sahabatnya ini.

***

“Mau kemana hyung? Hari ini kan kita tidak ada jadwal. Mengapa jam segini hyung sudah rapi?” ujar Taemin yang baru saja bangun.

Key tersenyum, “Hari ini hari ulang tahunnya.” Key mengambil kunci mobil dan segera memeluk Taemin sebelum ia pergi.

“Good luck hyung,” ujar Taemin.

***

“Wah, jadi kau mengajakku ke mal karena ingin shopping Key? Huh, aku kira kau ingin mentraktirku! Aku kan hari ini ulang tahun yang ke-15 Key!” gerutu Jihyo.

“Aku tidak peduli, aku mau shopping, ayo!” ujar Key menarik tangan Jihyo memasuki sebuah butik. Key sibuk memilih-milih pakaian dan meninggalkan Jihyo yang mengambek karena Key sama sekali tidak mempedulikannya.

“Ini,” ujar Key yang tiba-tiba saja kini sudah berada di depannya sambil menyodorkan sebuah dress warna biru.

“Untuk apa?” tanya Jihyo bingung.

“Kau coba dulu. Aku mau membelikannya untukmu. Anggap saja kado untukmu!”

Wajah Jihyo seketika menjadi cerah, “Yang benar Key? Okey, aku coba dulu!”

Key menunggu Jihyo didepan pintu kamar ganti.

“Bagaimana Key? Bagus tidak?” ujar Jihyo keluar dengan memakai dress pilihan Key.

Key terpana melihat sosok di depannya.

“Key? Key?” panggil Jihyo.

Key berjalan mendekat ke Jihyo dan merangkul Jihyo dan menciumnya, “I love you Choi Jihyo.”

****

“Bisa tolong dibungkus juga? Ini untuk hadiah,” ujar Key kepada pramuniaga di butik langganannya. Pramuniaga itu mengangguk. Key memandang ke arah dress warna biru yang ia beli untuk hadiah ulang tahun Jihyo hari ini, persis seperti 5 tahun yang lalu.

Key menatap ke wallpaper di layar Iphonenya, foto dirinya dan Jihyo. Key harus mengakui setelah 5 tahun ini ia masih mencintai seorang Choi Jihyo. Bukankah ini waktu yang tepat untuk memulai semuanya? Ia tidak peduli dengan perkataan manajemen ataupun fans. Ia hanya ingin Jihyo kembali kepadanya.

***

“Saengil chukkae my lovely boyfriend!” ujar Jihyo sambil memegang blackforest cake dengan lilin angka 16 di atasnya. “Make a wish!”

Key menutup matanya, berdoa dengan serius semoga Tuhan mendengarnya, ia menghela napas sejenak dan membuka matanya, segera meniup lilin.

Jihyo segera meletakkan cake di atas meja belajar Key sementara Key pergi ke dapur mengambil pisau. Namun pandangan Jihyo tertuju pada tumpukan dokumen yang menyembul keluar dari laci meja Key. Jihyo membuka laci dan menemukan dokumen bertuliskan SM, paspor serta tiket keberangkatan dari California ke Seoul untuk lusa nanti.

“Jihyo?” panggil Key.

“Apa ini, Kim Kibum?” tanya Jihyo.

Wajah Key memucat, ia tau ia melakukan kesalahan tidak menaruh dokumen-dokumen itu di tempat yang aman. “Aku baru saja ingin menjelaskan padamu, Jihyo.” ujar Key berbohong, ia sebenarnya tidak pernah ingin menjelaskan apapun kepada pacarnya ini.

“Apa?”

“Aku diterima menjadi trainee di SM, itu adalah salah satu manajemen artis terbesar dan tersukses di Korea, lusa aku akan kembali ke Seoul,” ujar Key.

“Berarti kau akan seperti Siwon oppa, hemmm?” ujar Jihyo, suaranya terputus karena isakan tangisnya. Key tau Jihyo sangat kehilangan saat oppanya menjadi trainee di SM hingga ia lebih memutuskan untuk sekolah di Amerika daripada ia kesepian di Korea tanpa bisa melihat oppanya secara langsung setiap hari. Dan sekarang, pacarnya malah memutuskan untuk pergi seperti oppanya.

“AKu mau kita putus,” pernyataan Key mengejutkan Jihyoi, bahkan juga mengejutkan Key karena ia tidak percaya pernyataan itu keluar dari mulutnya. Jihyo menampar Key dengan keras dan berlari keluar dari apartemen Key. “Mianhae jagiya, jeongmal mianhae.” ucap Key lirih, Ia hanya tidak mau Jihyo tersiksa dengan long distance relationship ini dan semakin tersiksa karena dua orang yang amat disayanginya tidak ada di sisinya karena menuju tempat yang sama.

***

Setelah seharian Key mencari kado untuk Jihyo, akhirnya ia sampai juga di tempat Jihyo berada. Key segera melangkah masuk ke gedung dan menuju ke tempat Inkigayo berlangsung. Namun saat ia sampai di samping panggung, yang ia lihat adalah penampilan SNSD.

“Permisi, apakah penampilan Choi Jihyo dan Zhoumi sudah selesai?” tanya Key kepada salah satu staff.

“Baru saja selesai. Kurasa sekarang mereka menuju ke ruang ganti,” ujar staff itu.

Key cepat-cepat mengucapkan terima kasih dan berlari menuju ruang ganti. Namun langkahnya terhenti.

“Siapa saja yang tau rencana ini, oppa?” suara Jihyo meninggi karena kesal. Key sangat hapal sekali apabila JIhyo sedang kesal.

Ada apa memangnya ini? Key melihat tak jauh di depannya Jihyo sedang marah-marah kepada Zhoumi hyung, sedangkan Sungmin hyung berdiri di samping Jihyo dan ada juga Siwon hyung dan Kyuhyun hyung di belakangnya.

“Direktur Choi, Sunny, para member SG, para member Suju dan tadinya Sungmin hyung, tapi hanya setengah rencana saja, hahahaha,” jawab Kyuhyun.

Key bisa melihat wajah Sungmin dan Jihyo seketika memerah begitu mendengar ucapan Kyuhyun. ‘Ada apa ini sebenarnya?’ pikir Key.

“Jadi hyung, bagaimana kelanjutannya?” goda Kyuhyun.

“Jadi, Zhoumi kau tidak benar-benar menyukai Jihyo?” tanya Sungmin.

“Hahaha, kau tidak perlu takut hyung! Seharusnya yang takut adalah Siwon dan Kui Xian, karena aku mulai berpikir Jihyo adalah dongsaeng manis yang selalu ingin kupeluk!” ujar Zhoumi.

Seketika Key melihat adegan yang sama sekali tidak ingin ia lihat, Sungmin mendekat ke Jihyo, “Saengil chukkae, jagiya. Saranghae,” ujarnya dan tanpa aba-aba mencium Jihyo.

Baru kali ini, Key merasa ia benar-benar berharap ia bisa menghilang.