Ada yang kangen dengan pairing magnae kita Taemun? hihihi. Silahkan dibaca cerita tentang Taem :))

 

Close Relationship*:

Lee Taemin – Kang Hamun

Lee Jinki – Song Hyejin

Kim Jonghyun – Park MinAh

Choi Minho – Jung HyunAh

Kim Kibum (Key) – Choi Jihyo

 

Relationship* :

Cho Kyuhyun – Song Hyejin

Lee Sungmin – Choi Jihyo

Choi Siwon – Kang Hamun

Jung Yunho – Park MinAh

Shim Changmin – Jung HyunAh

 

Day off for Shinee, hari ini hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para member Shinee, hari dimana mereka bebas dari segala aktivitas keartisan. Biasanya, si magnae Taemin yang paling senang dengan adanya day off, tapi berbeda dengan biasanya, hari ini ia malah mengurung diri di kamar, berguling-guling di tempat tidurnya.

Taemin dengan brutal menguling-gulingkan dirinya di tempat tidur, ia bingung apa yang harus ia lakukan di hari libur ini. Biasanya di hari libur begini ia akan merengek ke para hyungnya untuk jalan-jalan atau tidak dia akan menghubungi Hamun untuk —

“Arrrgggghhhhh!!!!!” Taemin berteriak begitu di otaknya terlintas nama Hamun. “Cepat pergi, cepat pergi dari otakku!!!!” Taemin menendangkan kakinya ke udara berulang kali. Inilah alasannya mengapa ia sekarang tidak bersemangat menyambut day off. Karena Kang Hamun?

“Minnie?” Minho membuka pintu kamar Taemin tergesa-gesa begitu mendengar suara teriakan magnae. “Kau kenapa? Masih pagi kok sudah teriak-teriak?”

Taemin memandang hyungnya dengan tatapan datar, “Tidak ada apa-apa kok hyung,” ujarnya sambil menutup wajahnya dengan bantal.

“Oh, yasudah kalau begitu,” Minho menutup pintu kamar Taemin, namun Taemin kembali berteriak.

“Hyuuuuuuuuuungggggggg!!!! Tunggu!!!”

Minho menghentikan langkahnya, “Aish, ada apa magnae?”

“Aku mau bertanya sesuatu…” Taemin bangkit dari posisi tidurnya dan duduk di pinggir tempat tidur.

“Ada apa Taeminnie?” Minho duduk di sebelah Taemin dan mengelus kepala Taemin.

“Minho hyung, bagaimana hubunganmu dengan HyunAh noona?”

“Heh?” Minho memandang Taemin dengan bingung. “Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Hemmm, tidak apa-apa hyung, hanya bertanya.”

“Oh. Hubunganku dengan HyunAh noona? Baik-baik saja,”

Taemin memandang Minho dengan kesal, “Bukan itu hyung! Maksudku, bagaimana perasaanmu kepada HyunAh noona? Kau tau kan, perasaan seorang namja ke yeoja seperti itu hyuuuuuuuuuung!!!!”

“Oh itu, lagian pertanyaanmu itu membingungkan sih Taem,” Minho mencubit pipi Taemin saking gemasnya. “Hemmm, bagaimana ya? Aku menyukai HyunAh noona…”

“Yang benar, hyung?” ujar Taemin kaget.

“Hahahaha, iya kok benar. Aku suka HyunAh noona. Walaupun diantara member SG yang lain dia itu yang paling susah ditebak dan paling dingin terhadap laki-laki, tapi dia sangat baik denganku, aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri.”

“Ohhh,” Taemin memandang Minho dengan takjub. “Kalau hyung menganggap HyunAh noona seperti kakak sendiri, apakah hyung tidak cemburu sekarang HyunAh noona sudah bersama Changmin hyung?”

“Aku? Cemburu? Ya tidaklah Taem!!! Kau lupa, aku kan salah seorang yang menjodohkan Changmin hyung dan HyunAh noona! Masa aku cemburu? Kalau begitu, lebih baik dari awal aku tidak usah menjodohkan mereka.”

Taemin mengangguk mengerti, tapi tetap saja permasalahannya tidak terpecahkan.

“Memangnya ada apa sih Taem?” Minho curiga magnaenya tiba-tiba bertanya seperti itu.

“Tidak ada apa-apa kok hyung, hehehe,” Taemin cepat-cepat keluar dari kamar sebelum Minho bertanya lebih lanjut.

****

Taemin melangkahkan dengan gontai menuju dapur, kelamaan berguling-guling di tempat tidur dan juga berpikir tentang Hamun membuatnya jadi lapar. Sungguh beruntung dirinya saat melihat Onew sedang asyik menyantap fried chicken kesukaannya.

“Hyung!!!” seru Taemin memeluk Onew dengan erat.

Onew hampir saja tersedak, Taemin segera memukul punggung Onew, “Aish hyung! Kalau makan itu pelan-pelan hyung, kan tersedak seperti ini bahaya!”

Onew menatap Taemin dengan kesal, “Kau yang membuatku tersedak, Taem!!! Tiba-tiba saja memelukku dari belakang!!!”

Taemin hanya tersenyum jahil dan segera mengambil satu potong fried chicken dari piring Onew.

“Hei magnae, tumben kau jam segini masih pakai piyama,” ujar Onew sambil mengunyah fried chickennya.

“Tumben kenapa hyung?”

“Biasanya jam segini kau sudah rapi dan sudah ada di dorm SG menjemput teman sepermainanmu itu.”

Taemin memandang Onew dengan kesal, baru saja ia lupa dengan Hamun karena keasyikan makan chicken, tapi kini malah leadernya sendiri yang mengingatkannya.

“Aku sedang malas bermain dengannya.”

“Heh? Wae????”

“Aku sedang malas bermain dengan Hamun,” ujar Taemin.

Onew meletakkan tangannya di dahi Taemin, lalu membandingkannya dengan meletakkan tangannya di dahinya, “Badanmu tidak panas Taem…”

“Ih, hyung!” Taemin menghempaskan tangan Onew dari dahinya. “Apa-apaan sih?”

“Ini suatu keajaiban Lee Taemin berbicara ia malas bermain dengan Kang Hamun. Kalau seperti itu kau pasti sedang sakit, iya kan? Tapi suhu tubuhmu normal.”

Taemin menghela napas sejenak, sepertinya sebentar lagi ia akan terjebak dalam Onew Condition.

“Hyung! Sudah-sudah, aku tidak mau melihat Onew condition sepagi ini, hyung!”  Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang berhubungan dengan Onew Condition.

“Eh hyung, kenapa sih Hyejin noona bisa tahan dengan Onew conditionmu itu?”

“Heemmm, kenapa ya? Aku juga tidak tau, hahahaha,” ujar Onew sambil mengambil satu potong chicken lagi dari piring.

“Kasihan Hyejin noona,” Taemin menggelengkan kepalanya. “Kau tidak takut hyung Hyejin noona akan meninggalkanmu karena Onew conditionmu itu?”

“Tidaklah. Eh, magnae, kenapa kau bertanya seperti itu sih?”

“Tidak ada apa-apa.” ujar Taemin berbohong. “Tapi Onew hyung benar-benar tidak takut Hyejin noona akan meninggalkan hyung? Apa lagi Hyejin noona kan berpacaran dengan Kyuhyun hyung…”

“Hyejin bukan tipe seperti itu, magnae. Lagipula aku sudah berteman dengan Hyejin cukup lama, kalau dia bertengkar dengan Kyuhyun hyung juga pasti akan larinya ke hyungmu ini, jadi tenanglah, Hyejin noona mu tidak akan meninggalkan hyungmu ini.”

“Kau tidak merasa kehilangan memangnya hyung saat Hyejin noona bersama Kyuhyun hyung?”

“Aku akan merasa kehilangan jika dalam sehari tidak makan fried chicken Taem,” ujar Onew semakin kalap mengambil fried chicken dengan kedua tangannya. Taemin menghela napas panjang melihat tingkah hyungnya ini. ‘Onew hyung juga tidak membantu,’ pikirnya.

***

Sudah setengah hari ini Taemin habiskan dengan mengurung diri di kamar, ia benar-benar hampir mati bosan di dorm, Onew dan Minho hyung sudah pergi daritadi untuk bermain sepakbola, Key hyung pagi-pagi sekali sudah menghilang entah kemana, dan Jonghyun hyung? Pasti sedang bersama Shin Se Kyung noona.

Taemin bisa mendengar suara langkah kaki di drom, ia segera keluar dari kamar untuk mengetahui siapa hyungnya yang telah kembali, “Jjong hyung? Kau sudah pulang?” tanya Taemin.

“Ah, Taemin-ah! Kau ada di dorm rupanya? Tidak pergi bersama Hamun?” tanya Jonghyun sambil merebahkan dirinya di sofa.

Taemin cemberut begitu mendengar nama Hamun, kenapa sih semua hyungnya menanyakan Hamun terus hari ini?

“Tidak hyung,” ujar Taemin kesal sambil memencet tombol remote TV.

“Woooaaaahhh, sabar sabar magnae! Nanti remote TV nya bisa rusak,” ujar Jonghyun mereburt remote dari genggaman Taemin. “Kau bertengkar dengan Hamun?”

‘Lagi-lagi pertanyaan seperti itu!!!!’

“Tidak kok hyung,” ujar Taemin. “Ah, hyung tadi pergi dengan Se Kyung noona? Kenapa cepat sekali kembalinya?”

“Ah, tadi Se Kyung masih ada jadwal syuting, makanya kami tidak bisa pergi lama-lama. Eh, Lee Taemin! Jangan mengalihkan pembicaraan!!! Ayo jawab pertanyaan aku tadi!!!!”

Taemin tersenyum pasrah, ternyata pertanyaan pengalihannya tidak berjalan mulus.

“Aku tidak bertengkar dengan Hamun hyung, hanya sedang sedikit bingung,” keluh Taemin.

“Bingung kenapa?”

“Hyung, kau kan sahabatnya MinAh noona, apakah MinAh noona pernah complain kepadamu saat kau berpacaran dengan Se Kyung noona?”

“Heemmmm, complain yang bagaimana dulu? MinAh noona setuju-setuju saja dengan hubunganku dan Se Kyung, tapi memang sih dia dulu sering ngambek gak jelas saat aku jalan dengan Se Kyung, tapi sekarang sudah tidak lagi.”

Taemin mengangguk, “Oh seperti itu ternyata, kalau itu sih aku tau kenapa MinAh noona tidak sering ngambek lagi…”

“Oiya? Kau tau, Taem? Beritahu aku dong Taem… MinAh noona akhir-akhir ini jarang bersama denganku nih, aku kira dia masih ngambek karena aku sekarang lebih sering menghabiskan waktu kosongku dengan Se Kyung, tapi anehnya, dia tidak menunjukkan kekesalannya. Biasanya kan dia pasti akan menyindir-nyindirku supaya aku sadar kalau dia sedang ngambek, huffhhh…” keluh Jonghyun.

“Jawab dulu pertanyaanku tapi hyung,” Taemin memberikan syarat. “Apakah kau memang bermaksud menomorduakan MinAh noona?”

“Ah, bukan begitu Taem… Tapi ada satu titik dimana kau akan lebih nyaman dengan pacarmu ketimbang dengan sahabatmu, tapi bukan berarti kau menomorduakan atau malah melupakan sahabatmu. Satu hal yang pasti, MinAh noona punya tempat special di hatiku, sama seperti Se Kyung, dan dua-duanya tidak bisa tergantikan.”

Taemin mencerna setiap perkataan hyungnya, tapi apa iya kenyataannya seperti itu?

“Ya! Lee Taemin! Aku saudah menjawab pertanyaanmu. Sekarang beritahu aku, kenapa MInAh noona jadi seperti itu?”

“Oh itu, gara-gara Yunho hyung…” jawab Taemin.

“Yunho hyung? Memangnya ada apa dengan Yunho hyung?”

“Loh? MinAh noona tidak memberitahumu? Yunho hyung itu kan pacarnya MinAh noona, hyung,” ujar Taemin santai.

“Yang benar?!?! Mengapa aku tidak tau??” Jonghyun bangkit dan segera berlari keluar dari dorm.

“Hyung, hyung! Mau kemana hyung?!” teriak Taemin yang bingung melihat Jonghyun yang tiba-tiba seperti orang kesetanan.

“Aku mau minta penjelasan dari Minah noona kenapa dia tidak memberitahukanku!!!” teriak Jonghyun.

***

Taemin memandang ke jam di dinding dorm yang sudah menunjukkan pukul 5 sore, hari ini benar-benar hari yang membosankan untuknya. Taemin masih duduk di sofa mengganti-ganti channel TV dengan remotenya, namun pikirannya entah melayang kemana.

“Taeminnieee!!!” suara teriakan mengembalikan jiwa Taemin. Ia melihat Key hyungnya berjingkrak-jingkrak kegirangan memasuki dorm dengan membawa banyak kantong belanjaan.

“Biar kutebak, hyung. Pasti kau habis shopping dengan Jihyo noona ya?” tebak Taemin.

“Yap, you’re rite, magnae!” seru Key memeluk Taemin saking senangnya.

Taemin memandang hyung nya yang satu ini dengan tatapan ajaib. Taemin sangat tau sejarah hubungan complicated Key hyung dengan Jihyo noona, tapi yang tidak dia habis pikir, mereka berdua bisa sangat kompak hingga sekarang.

“Hyung, aku mau bertanya sesuatu,” ujat Taemin melepaskan pelukan Key.

“What, magnae? Tell your hyung~~~”

“Hyung, kau masih menaruh perasaan kepada Jihyo noona?”

Key terbelalak saat mendengar pertanyaan magnaenya ini, tetapi sesaat kemudian, ia dengan enteng menjawab, “Tentu saja, Choi Jihyo cinta pertamaku dan aku akan terus mencintai dia, memang kenapa, Taem?”

“Tapi bukankah Jihyo noona sudah punya Sungmin hyung?”

“Tapi bukankah Jihyo juga punya aku sebelum Sungmin hyung berpacaran dengannya? Sama saja kan?”

Taemin mulai tidak mengerti dengan ucapan Key, otaknya memang sedikit lambat jika membicarakan masalah percintaan yang rumit seperti ini.

“Tapi kan hyung, tetap saja statusmu kini adalah sahabatnya Jihyo noona, ehm, mantan pacarnya Jihyo noona. Kau tidak berusaha menjaga jarak apa supaya Sungmin hyung tidak menyangka yang macam-macam?”

“Aku malah menginginkan Sungmin hyung berpikir yang macam-macam, hahaha.” Key tertawa puas melihat ekspresi kaget Taemin saat ia berkata seperti itu. “Tidaklah Taem, aku tau jika seperti itu aku akan menyakiti Jihyo, jadi aku tidak akan pernah membuat Sungmin hyung menyangka yang macam-macam antara aku dan Jihyo.”

Taem bisa bernapas lega saat mendengar kelanjutan pernyataan hyungnya, ia kira hyungnya akan berbuat nekat. “Eh tapi hyung, kau tidak cemburu saat Jihyo noona bersama Sungmin hyung?”

Key terdiam sesaat, ia tau arah pertanyaannya akan ke sini, “Kau tau Taem? Ada saatnya kau harus mengalah demi kebahagiaan orang lain meski kau tersakiti. Dan walaupun aku harus menderita melihat Jihyo dan Sungmin hyung, aku harus tetap tersenyum untuknya. Toh aku juga tidak tau apakah Jihyo bisa tersenyum dengan bahagia saat ia berada di sisiku seperti ia tersenyum bersama Sungmin hyung,” Key mengambil tas belanjaannya dan berjalan menuju kamarnya. Namun baru beberapa langkah, Key berhenti.

“Dan itu juga yang harus kau lakukan, magnae. Kau harus merelakan Hamun bersama Siwon hyung,” ujarnya sambil melangkah kembali menuju kamarnya.

Dan pada saat itu, Taemin tau bahwa ia memang tidak bisa berbohong kepada Key hyung nya.

***

Taemin memandangi layar hp nya dengan gusar, matanya terus tertuju kepada wallpaper dirinya dengan sahabatnya yang paling berharga, Kang Hamun. Taemin baru menyadari mengapa hari ini ia sangat kesal begitu mendengar nama Hamun. Ia cemburu. Ia cemburu karena Hamun kini tidak ada lagi di sampingnya setiap saat, dimana Taemin sangat membutuhkannya. Ia kini tidak lagi mendengar omelan Hamun saat ia masih saja suka meminum susu rasa banana, ataupun saat Hamun tertawa saat dirinya dipakaikan pakaian perempuan. Taemin rindu masa-masa bersama Hamun.

Taemin akhirnya memberanikan diri memencet nomer Hamun dan menelpnya. Ia tau kini sahabatnya sudah berstatus pacar Choi Siwon, dan ia tau kini namja nomer satu Hamun bukanlah Lee Taemin lagi. Dan Taemin cemburu kepada Siwon hyung, ya ia cemburu karena Siwon hyung telah merebut hampir segala perhatian Hamun.

“Yobeseyo?” seru seseorang di ujung telp sana. Taemin sangat hapal dengan suara itu, suara sahabat kesayangannya yang sudah lama ia rindukan, Kang Hamun. Ia memang tidak tau apakah hubungannya dengan Hamun seperti hubungan kakak-adik Minho hyung dan HyunAh noona; hubungan Onew hyung dan Hyejin noona yang saling mengisi; hubungan Jonghyun hyung dan MInAh noona yang saling terikat; atau hubungan cinta segitiga antara Key hyung, Jihyo noona, dan Sungmin hyung. Tapi ada satu hal yang pasti, Taemin tau ia sangat sayang dengan Hamun dan  ia tidak mau sahabatnya ini pergi meninggalkannya.

“Ya!!!! Taemin oppa!!! Mengapa kau tidak menjawabku sih? Kau kemana saja tiba-tiba menghilang hah? Kau tidak tau apa kamarku jadi sempit karena kau menitipkan satu box susu rasa banana kesukaanmu itu! Kau tidak tau apa banyak hal yang ingin kuceritakan padamu! Kau tidak tau apa bahwa aku sangat rindu kepadamu!!! Ayo cepat jawab Lee Taemin!!!! Ku tunggu kau di dorm SG sekarang!!!” teriak Hamun.

 

Tanpa sadar Taemin tersenyum mendengar ocehan Hamun, ternyata Hamun-nya tidak berubah.