“Wonnie oppaaaaaaa!!!” Jihyo kecil menahan tangisnya saat Siwon tidak memberikan

“Anni, Hyonie~ Appa dan eomma akan marah kalau aku membelikan kau kaset video lagi,” Siwon membelai adik kecilnya.

“Aku mau caset itu, oppa!!!!!!!!!!” Jihyo menghentak-hentakkan kaki kecilnya hingga semua orang yang melintas menengok ke arah kakak beradik itu. Siwon membungkukkan badannya meminta maaf tak enak.

“Hyonie, oppa tidak bawa uang yang banyak untuk membeli kaset. Nanti kita beli sama appa dan eomma, ya?” Siwon coba menenangkan Jihyo yang mulai menangis.

“Gamauuuu, gamaaaaaaaauuuu. Tadi oppa biyang appa dan eomma akan mayah . Beyikan oppa, beyikaaaaan!!!!!”

Siwon menghela napas, harusnya tadi ia suruh supir Kim saja menjemput dongsaengnya pulang dari TK. Kenapa juga sekolahnya harus berdekatan dengan sekolah Jihyo.

“Hyonnie, ayo berdiri. Kita pulang ya? Nanti dimarahin eomma,” bujuk Siwon.

Jihyo mengerucutkan bibirnya saat mendengar kalimat ‘dimarahin eomma’, ia menghentikan tangisnya dan memeluk tangan oppanya.

“Hyonnie mau caset game itu, oppa…”

“Ne, dongsaeng,” Siwon sudah kehabisan kata-kata. Dia bingung kenapa bocah 4 tahun ini sangat addict dengan game. “Tetapi nanti ya, kita pulang dulu. Nanti dimarahin eomma… Kita pulang ya?”

Jihyo mengangguk, “Tapi Hyonie haus, oppa. Mau minyuuuummm~”

Siwon tersenyum akhirnya si kecil keras kepala ini bisa ia taklukkan. “Oke. Aku belikan ya. Kau jangan kemana-mana. Tunggu di sini ya.” Siwon berlari menuju kedai kecil tak jauh dari sana.

“Caset~~~,” keluh Jihyo. Saking inginnya bocah lima tahun ini memiliki kaset game petualangan terbaru itu, ia sampai menempelkan wajahnya ke etalase kaca toko game.

“Kau mau kaset itu?”

“Ne, oppa~”

“Kalau begitu, pinjam saja punyaku. Aku sudah selesai memainkan game ini kok,”

Jihyo menengok ke arah suara itu. Siwon tidak pernah suka memainkan game seperti ini. Jadi, itu suara siapa?

Seorang bocah laki-laki kurus berdiri di hadapannya. Ia memakai seragam SD yang berbeda dengan SIwon. Rambut hitam ikalnya berantakan mirip gulali yang sering Jihyo makan. Matanya menatap Jihyo tajam. Dari tingginya, sepertinya ia lebih tua dibandingkan Jihyo, tapi tampangnya tidak setua Siwon oppa.

“Oppa ciapa?” Tanya Jihyo menghapus airmatanya.

“Aku yang mau meminjamkan kaset game untukmu agar matamu tidak sembab lagi, dongsaeng. Coba kau lihat, mata dan pipimu kini hampir tidak bisa dibedakan,” ujar bocah laki-laki itu gemas mencubit pipi Jihyo.

“Oppa beneyan mau minjemin caset untukku?”

“Ne, dongsaeng,” bocah lelaki mengeluarkan kaset game dari tas sekolahnya dan memberikan ke Jihyo. “Ini, ambillah.”

Jihyo langsung merebut kaset dari tangan bocah itu dan memeluknya dengan erat. “Caseeeeeeeeeeet!!! ceneng! Gomawoyooo oppa!!!”

Bocah lelaki itu tersenyum , mengelus kepala Jihyo, “Jaga baik-baik kaset itu ya. Baru kali ini aku meminjamkan kaset gameku kepada orang lain. Tapi kau harus kembalikan ya.”

Jihyo mengangguk. “Arra, oppa.. heeeeeem tapi nama oppa ciapa?”

“Kyuhyun imnida”

“Oooooo” mulut Jihyo membulat. “Kyuhyung oppa…”

“Anni dongsaeng,” Kyuhyun menyela “Kyuhyun.”

“Kyuhyung,” ucap Jihyo.

“Hyun, dongsaeng, HYUUUUUUUUUUNNNN…”

“HYUUUUUUUUUUNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGG”

“Aish!” Kyuhyun menggerutu kesal. “Untung kau masih kecil, atau tidak aku bisa menghajarmu karena kesal!”

Jihyo langsung mau menangis begitu mendengar kata-kata Kyuhyun. “Hyung oppa kenapa kecal?”

“Anni, dongsaeng. Cup cup cup. Aku tidak kesal. Oiya, namamu siapa?”

“Hyonie imnida,” Jihyo membungkukkan badannya. Kyuhyun tertawa geli melihat tingkah Jihyo yang terlalu sopan untuk seusianya, dulu saja Kyuhyun tidak pernah seperti itu.

“Kyuhyun, kau dimana, nak? Ayo kita pulang!” teriak seorang wanita muda sambil membawa beberapa tas belanja.

“Aku di sini, eomma. Tunggu aku, aku segera ke sana!” teriak Kyuhyun. “Hyonie, aku pulang dulu ya. Jangan lupa kembalikan kasetku nanti. Jangan menangis lagi ya, anak manis.” Seru Kyuhyun berlari meninggalkan Jihyo sendirian.

“Ne oppa~, Hyonie janji!” teriak Jihyo.

“Kau janji apa, Hyonie?” Tanya Siwon yang tiba-tiba saja datang membawa dua gelas limun.

“Janji cama hyung oppa, Wonnie oppa!” seru Jihyo senang. “Tadi hyung oppa pinjemin Hyonie caset game! Liat, liat!” seru Jihyo mengunjukkan kaset game dari Kyuhyun.

“Heh, siapa itu hyung oppa, Hyonie?” Tanya Siwon cemas. Ia tiba-tiba ngeri meninggalkan JIhyo sendirian dan berbicara pada orang asing. Untung saja Jihyo tidak diculik. Namun Jihyo terlalu senang untuk menjawab pertanyaan Siwon.

“Ayo oppa, cita pulang. Hyonie mau maaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiin!!!!” seru Jihyo mengandeng Siwon berjalan menuju rumah.