By: @carlasiregar

HALOOOO SEMUAAAAAAAAANYAAAAAAAAA…

ini prolog dari awal mula terbentuknya Super Girls, hihihi

Settingnya bermula di Tahun 2008 ya, dan umurnya disesuaikan dengan umur di tahun 2008 (tanggal kelahiran setiap personil SG sama dengan kenyataannya)

Tahun 2008

Nah, ini sedikit guidance untuk mengetahui kapan para member SMFamily masuk menjadi member dan debut sebagai artis (Untuk bagian Key, di ceritaku Key masuk jadi trainee ketika berumur 16 tahun, which is 2007, padahal seharusnya dia jadi trainee di tahun 2005. Nah, jadi anggap saja Key seangkatan dengan para trainee di 2005 yaaa. Jadi ceritanya 3 tahun setelah Key jadi trainee Jihyo masuk ke SM, tapi umur mereka tetep sama-sama 17 tahun) *author membingungkan, hahaha* Aku juga ngasih foto yang bisa jadi guidance nya, oke oke?😀

Selamat membaca!

Cast: Super Girls
(Song Hyejin, Park Minah, Jung HyunAh, Choi Jihyo, Kang Hamun)

*****

“Kukira kau tidak akan menghubungiku. Apa? Aku tidak akan pulang sebelum kau dan-“

“Aku tidak suka dengan trainee baru itu. Mentang-mentang dia dari luar negeri dia bisa seenaknya sok dekat dengan para sunbae,”

“Kau kira aku tidak muak dengan sikap sok dekatnya itu? Apa bagusnya sih dia? Kau tau? Bahkan Ice Princess juga ia dekati! Dia sudah gila rupanya!”

Jihyo menghela napas mendengar obrolan di luar, ia tersenyum sejenak. “Listen Key, I’ll never leave SM until you and my oppa come back to me, understand?”

Brak!

Jihyo refleks mematikan teleponnya begitu mendengar bunyi keras hantaman pintu toilet. Sial, apa dua trainee konyol itu tidak cukup membicarakannya saja?

“Apa yang kalian bicarakan tadi?”

Tunggu, ini suara yang berbeda dari kedua trainee tadi. Suara ini…

“Bukan apa-apa, Jessica sunbae,” ujar salah satu trainee. Suaranya terdengar sangat parau dan gemetar. Jihyo membuka sedikit pintu toilet dan mengintip apa yang terjadi. Ia bisa melihat kedua trainee yang pucat dan seorang lagi membelakangi pandangannya.

“Aku dengar apa yang kalian bicarakan,” yeoja itu melipat kedua tangannya di depan dada. “Sekali lagi kalian membicarakan hal buruk tentang Jihyo, kalian akan berhadapan denganku. Arra?”

“Ne, sunbae,”

“Apa lagi yang kalian tunggu?! Cepat pergi dari hadapanku!” gertak Jessica. Seketika kedua trainee tersebut berlari keluar dari ruangan ganti

“They’re already gone, Jo,” ujar Jessica. Jihyo tersenyum keluar dari toilet.

“Kau keterlaluan, unnie. Mereka sampai ketakutan begitu,”

“Mereka membicarakanmu, ralat, bergunjing tentangmu. Bagaimana bisa kau diam saja?”

“It’s okay, unnie. Lagipula mana mereka tau ada aku di sini? Kau juga tau darimana ada aku di-”

“Aish, just shut up, young lady! By the way, kau tadi berbicara dengan siapa di telp?”

“Nothing. Just my friend from U.S. hehe,” Jihyo tersenyum.

“Don’t lie to me. Key?” selidik Jessica. Jihyo berdecak, bagaimana Sica unnie nya bisa tau semuanya sih?

“Kau punya semuanya, Jo. Kau adalah salah satu trainee terbaik di sini, menurutku. Kau baru 3 bulan di sini tapi kau sudah menyita perhatian semua orang di SM. Apa menurutmu semuanya tidak sia-sia hanya untuk membuat Key dan Siwon oppa pulang?” keluh Jessica.

“Aku hanya punya mereka unnie, memangnya tidak boleh aku menginginkan mereka kembali?”

“Memang tidak salah, tapi- ah, sudahlah. Berdebat denganmu itu akan panjang urusannya. Aku harus kembali ke yang lain. Take care, sister,”

“Wait, unnie!” teriak Jihyo sebelum Jessica keluar.

“Ada apa?”

“Nothing, “ Jihyo menggeleng, “Thanks for everything.”

“Hah, kupikir kau mau berbicara apa. That’s my job, Joanne,” ujar Jessica berlalu.

***

“Hahaha, ini semua karena Hamun!”

“Si magnae ternyata bisa menyelesaikan soal terakhir! Kau hebat, Hamun!”

“Tim kita lolos ke final Olimpiade Matematika, ini hebat!”

Ketiga murid SMP Seoul itu tertawa lepas begitu mengetahui tim, olimpiade sekolah mereka masuk ke final Nasional. Mereka meneriakkan nama si magnae, Kang Hamun, yang berhasil memecahkan soal tersulit di babak semifinal. Tidak ada yang menyangka jika soal tersebut dipecahkan oleh anak berusia 13 tahun.

“Sudah, sudah. Kalian ini daritadi berteriak tak henti! Besok kalian final, mengerti! Lebih baik sekarang kalian kembali ke hotel!” bentak Ms.Kim, guru pembimbing olimpiade SMP Seoul.

Ketiganya langsung tak berkutik mendengar omelan guru mereka. Dengan segera mereka kembali menuju hotel.

“Kang Hamun, tunggu,” panggil Ms. Kim.

“Ada apa, Ms.Kim?”

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” ujar Ms. Kim sambil menunjuk ke arah seseorang yang berjalan ke arah mereka berdua. “Nah, Tuan Jang. Ini Kang Hamun. Saya tinggal dahulu. Silahkan berbicara dengannya.”

Hamun memandang kepergian gurunya dan mengalihkan pandangan kepada ahjussi di depannya. “Apa saya kenal anda, ahjussi?” ujarnya ragu-ragu.

“Ah, tidak nak. Tidak sama sekali,” Tuan Jang tersenyum. “Namun, sebentar lagi kau akan mengenalku.”

“Eh?”

“Begini, waktuku tidak banyak. Aku punya satu pertanyaan untukmu, dan kau hanya bisa menjawab dengan jawaban ya atau tidak. Kau bisa mendiskusikan ini dengan orangtuamu, namun tidak lama. Aku tunggu jawabannya sehari setelah final Olimpiademu. Arra?”

Hamun mengangguk, “Tapi ahjussi, memangnya apa pertanyaannya?”

“Apakah kau berminat untuk menjadi trainee di SM?”

***

“Jung Yonghwa!!! Berani kau merobek kertas itu maka jangan harap kau bisa baik baik saja!” HyunAh melempar boneka teddy bearnya ke arah Yonghwa, namun si sulung tidak bergeming.

“Kau ini apa-apaan, hah? Untuk apa kau bergabung dengan SM?”

“Bukan urusanmu! Sekarang, kembalikan kertas itu! SEKARANG!!!”

Bukannya memberikan kertas di genggamannya ke kembarannya, Yonghwa meremas kertas pemberitahuan resmi dari SM tersebut dan melemparkannya keluar jendela.

“YONG! KAU KETERLALUAN!” HyunAh menerjang kembarannya dan memukul bertubi-tubi Yonghwa, Yonghwa sekuat tenaga menahan adik satu-satunya ini dengan sekuat tenaga.

“Kau gila, Hyun! Hanya untuk bertemu namja sialan itu kau rela masuk manajemen yang sama dengannya!”

“Kau duluan yang meninggalkanku ke Jepang! Kau kira aku tidak tau maksud terselubungmu, hah?!”

“Aku ke Jepang untuk mewujudkan impianku. Kau salah sangka!”

“Aku ini saudara kembarmu! Aku tau apa yang kau pikirkan!”

“Aish, hentikan Jung HyunAh! Awww! Eommaaaaaaaaaaa!!! Anak perempuanmu menggila!”

Nyonya Jung berdiri di depan pintu kamar putrinya, panik melihat kedua buah hatinya bergerumul. “Jung Yonghwa, Jung HyunAh! Apa yang kalian lakukan?! Hentikan sekarang jugaaaaaaaaa!!!!”

Kedua saudara itu menghentikan pertengkarannya.

“Kalian berdua ini sudah besar, masih saja bertengkar!”

“Mengapa eomma membiarkan Hyun masuk SM sih?!” keluh Yonghwa.

“Yonghwa, sudahlah. Itu pilihan Hyun kan. Dia sudah dewasa, biarkan dia menentukan sendiri.”

“Tapi dia kan masih kuliah, eomma!”

“Kau malah berhenti kuliah demi ke Jepang!” teriak HyunAh.

“Itu berbeda, Hyun!”

“Itu sama saja!”

“Beda!”

“Sama!”

“Hentikaaaaaaaaaan!!!!” Nyonya Jung hampir kehilangan kesabaran. “Yonghwa, kembali ke kamarmu! Kalian berdua eomma hukum tidak boleh keluar kamar seharian!”

“Eomma… Kami bukan anak kecil lagi!” keluh si kembar bersamaan.

***

“Ayolah, Park MinAh… Kau pasti bisa melakukannya. Ya, kau pasti bisa!” MinAh mengambil pulpen dari saku celananya dan hampir saja menggoreskan tinta di kertas yang sejak tadi ia pegang.

“MinAh!” teriak seorang namja berlari kecil memeluk MinAh dari belakang. Dari wangi parfumnya, MinAh tau itu siapa.

“Oppa, lepaskan. Aku bukan anak kecil lagi,” ujar MinAh berbalik dan melepaskan pelukan Leeteuk dan segera menyembunyikan kertas tersebut di belakang punggungnya.

“Apa itu dibelakangmu, yeobo?” seru seseorang di belakang Leeteuk.

“Ah, bukan apa-apa, Chullie oppa,” MinAh tersenyum kaget mendengarnya. “Eh, mengapa tiba-tiba kalian berdua ada di sini?”

“Memangnya tidak boleh kami mengunjungi dongsaeng kesayangan kami?” ujar Leeteuk mengacak-acak rambut MinAh.

“Tentu boleh, tapi memangnya kalian tidak ada jadwal?”

“Duh, aku terharu dongsaengku memperhatikankuuuuu,” seru Heechul memeluk MinAh dengan erat.

“Heechul-ah, lepaskan MinAh, dia tidak bisa bernapas,” seru Leeteuk menarik Heechul menjauh. “Kami hari ini ada latihan koreografer. Makanya kami ke sini. Bagaimana hari-harimu di traine, MinAh?”

“Baik-baik saja, oppa,” ujar MinAh. Sebenarnya tidak baik-baik saja oppa. Aku muak 8 tahun berada di sini…

“Syukurlah kalau begitu. Ah, sebentar lagi latihan kami mulai. Ayo, Heechul, kita kembali ke ruangan,” Leeteuk mengecup kening MinAh dan keluar dari ruangan koreografer para trainee.

“Loh, Chullie oppa tidak latihan? Teuki oppa bisa mengamuk kau membolos!” seru MinAh kaget melihat Heechul masih berdiri di sampingnya.

“Aku tidak akan membolos, MinAh,” ujar Heechul menyeringai. “Namun sebelum aku kembali, aku ingin kau membuang jauh-jauh untuk keluar dari training. Arra?” Heechul merobek kertas yang tadi ada di genggaman MinAh.

“Heechul oppa! Dapat darimana kertas itu? Bukannya tadi ada di tanganku. Loh, bagaimana-“

“Sampai jumpa, dongsaeng.”

***

“Unnie! Aku masuk menjadi member F(x)!!!” teriak Sulli memasuki kamar sharingnya bersama Hyejin. Hyejin yang sejak tadi duduk terdiam di depan laptop tersenyum menyambut teman sekamarnya.

“Chukkae, JinRi-ah! Kau memang hebat!” ujar Hyejin memeluk JinRi.

“Ah, mulai sekarang unnie tidak boleh memanggilku JinRi lagi, namaku sekarang Sulli, bagus kan?” Sulli memamerkan senyum terbaik-sekaligus childishnya yang membuat Hyejin menjitaknya.

“Ya! Choi Sulli! Kau harus menghilangkan kebiasaan senyum childishmu itu!”

“Ihhh, biarin! Loh, unnie, mengapa matamu sembab?” ujar Sulli tersadar.

“Bukan apa-apa, hehehe. Mungkin aku kurang tidur,” keluh Hyejin.

Namun Sulli tau Hyejin berbohong. Sulli tau Hyejin pasti habis menangis. Hyejin juga masuk sebagai salah satu calon member F(x) girlband terbaru yang akan diorbitkan SM. Namun entah mengapa di saat-saat terakhir Lee Soo Man mengeluarkan titah untuk mengurangi member F(x) dari 6 menjadi 5, dan sialnya Hyejin lah yang terdepak.

“Direktur bilang aku harus lebih giat berlatih lagi,” tiba-tiba Hyejin bersuara, airmatanya mengalir lagi.

“Unnie,” Sulli memeluk unnienya, berusaha menenangkannya.

“Direktur bilang suatu saat aku akan menjadi leader yang kuat, bijaksana, dan bisa mengatasi semua keadaan sulit. Tapi seperti ini saja aku menangis, JinRi…”

“Direktur benar unnie, suatu saat kau akan menjadi leader yang bisa mengatasi semua keadaan sulit. Ayolah unnie, jangan menangis lagi. Nanti Jaejoong sunbae pasti akan menginrogasiku jika melihat kau seperti ini.”

Hyejin melepaskan pelukan Sulli dan tertawa, “Ah, kau benar JinRi. Si konyol itu pasti akan panic jika melihatku seperti ini, hahaha.”

“Siapa yang kau bilang konyol, hah? Dan mengapa kau menangis?!” seru Jaejoong yang ternyata sejak tadi berdiri di depan pintu kamar.

“Ups. Aku tidak ikut-ikutan. Nah, Jaejoong sunbae, Hyejin unnie, silahkan mengobrol, tapi di luar ya. Ayo mengantuk tiba-tiba, mau tidur, hihihi,” seru Sulli sambil mendorong Hyejin dan Jaejoong keluar dari kamar.

-TO BE CONTINUED-

SM TRAINEE