Hello readers🙂 Enjoy!

THIS FanFiction MADE BY : @GYUMONTIC

 

Cast:

Song Hyejin
Cho Kyuhyun
Kang Hamun

 

*****

 

KYUHYUN POV

Definisi menyenangkan untukku adalah duduk di kursi terdepan di kelas yang menghadap langsung ke pintu masuk dan melihat gadis cantik masuk dengan tergopoh-gopoh lalu berkeluh kesah padaku. “Yaa Cho Kyuhyun-ssi, aku minta bodyguard baru. Mereka payah!” gerutunya tanpa basa-basi bahkan tanpa ragu menunjuk para bodyguard-nya yang berdiri di depan pintu kelas, berjaga-jaga kalau ada apa-apa terjadi pada tuan mereka. Dengan sok penuh keseriusan, sebagai penerus usaha penyedia personil keamanan baik untuk perusahaan dan perorangan, aku menoleh pada bodyguard terbaik yang dimiliki perusahaan ayahku itu dan memperhatikan mereka. Aku mengerutkan keningku melihat tingkah laku bodyguard Hyejin yang tanpa cela. Kenapa dia mau mengganti lagi bodyguardnya?

Aku lalu kembali pada gadis yang merupakan klien setia dari perusahaanku ini. “Mereka sudah yang terbaik, Song Hyejin. Kau mau yang seperti apalagi?” kataku dengan santai tapi tegas. Hyejin mendecakkan lidah tidak sabaran, “Yang pasti yang tidak akan salah memasukkan bahan-bahan presentasiku hari ini ke mobil yang tidak aku naiki dan menyadarinya tepat ketika aku sudah menginjakkan kaki di kampus! Masa kau tidak punya stok lagi, Kyu?” sahutnya dengan kesal. Aku mengangkat bahuku tanda aku tidak tahu. “Mereka sudah yang terbaik yang aku miliki,” sahutku.

Hye mendesah kesal. “Pokoknya besok pagi aku mau sudah ada bodyguard baru yang terbaik di rumahku. Titik!” Ia lalu pergi menuju tempat duduknya dan sibuk menelepon entah siapa dan untuk apa.

Satu tanda seru di akhir kalimatnya membuatku pusing tujuh keliling karena itu berarti dia benar-benar tidak bisa berkompromi. Satu-satunya pilihan adalah aku harus menyediakan bodyguard baru paling lambat besok pagi. Kalau tidak, ia mungkin akan membatalkan kontrak kerjasama kami dan pindah ke vendor lain meskipun akan kena penalti. Uang 1 juta won tidak terlalu berarti buatnya.

Terlahir sebagai anak perempuan satu-satunya dari pasangan Song Seung Heon dan Choi Jinri menjadikan Hyejin anak yang manja. Segala sesuatu yang dia inginkan harus dilakukan tepat sesuai kemauannya, tidak bisa tidak. Aku yakin hampir semua pelayan dan bodyguard bahkan teman-temannya, kalau ia punya, tidak menyenangi sifatnya itu . Berbanding terbalik denganku  yang justru memujanya yang seperti itu meski dia selalu membuatku kebat-kebit untuk menyediakan bodyguard terlatih dan berpendidikan tinggi setiap minggu.

 

AUTHOR POV

Secepat kilat dan penuh kesungguhan, Kyuhyun langsung menghadap laptopnya begitu dia selesai kelas. Pria ini berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan bodyguard terbaik yang baru untuk nona Song. Kyuhyun bahkan sampai menggerakkan Sekretaris Kim, gadis yang memiliki intelejensi paling tinggi di kantor untuk membantunya. “Sekretaris Kim, apa kau sudah mengirimkan daftar bodyguard yang bisa aku kirim untuk nona Song? Sekalian aku minta riwayat mereka,” tanya Kyuhyun melalui saluran telepon internal perusahaan.

“Ne, sajangnim. Saya sudah mengirimnya semenit lalu, lengkap dengan rekomendasi riset saya,” jawab Hamun lembut dan sopan.

Hamun adalah sekretaris Kyuhyun yang duduknya tepat di depan ruangan Kyuhyun. Mereka hanya terpisahkan kaca yang biasa digunakan Hamun untuk curi-curi menatap Kyuhyun saat ia merindukan bosnya itu.

Kyuhyun mengucapkan terima kasih lalu menutup teleponnya secepat kilat. Secepat itu juga Kyuhyun mengecek email dan me-review rekomendasi dari Hamun. Matanya menyipit, dahinya berkerut, kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan, berikutnya Kyuhyun nyaris berteriak, “Kau membuatku sinting, Song Hyejin!”

Hamun memperhatikan bos-nya yang sedang menutup layar laptop dengan kasar lalu berjalan menghampirinya dengan tampang suntuk. “Besok pagi ikut aku ke rumah nona Song,” perintah Kyuhyun tanpa ingin dibantah.

“Untuk apa, sajangnim? Apa yang harus saya siapkan?” tanya Hamun bingung karena tidak seperti biasanya Kyuhyun memperjuangkan klien sampai titik darah penghabisan seperti ini apalagi mendatangi rumah klien.

Kyuhyun tersenyum getir. “Kita tidak punya pilihan. Aku yang akan menjadi bodyguard barunya. Kau tolong buat jadwal mingguan untuk nona Song ya, Hamun,” kata Kyuhyun lalu pergi melenggang keluar kantor.

Hamun ikutan tersenyum getir memandang punggung Kyuhyun yang semakin menjauhinya. Hatinya pun sudah lebih getir dari senyumannya. Bagaimana tidak? Pria yang ia cintai, yang ia perjuangkan sampai rela hanya menjadi sekretaris padahal ia adalah lulusan fakultas Hukum – Harvard University dengan GPA nyaris 4,00, ternyata tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Terlihat jelas Kyuhyun sudah terpaut pada gadis manja yang selalu saja merepotkannya itu.

 

HYEJIN POV

“Nona, ayo bangun. Tuan Cho ingin bertemu dengan Anda. Nona Hyejin.” Sayup-sayup aku mendengar suara Jiyeon, salah satu pelayanku, membangunkanku. Mataku mulai terbuka tapi tidak dengan jiwaku. Aku masih ingin menempel dengan tempat tidurku dan melanjutkan mimpi indahku tentang Kyuhyun. “Ada apa, Jiyeon?” tanyaku setengah sadar. “Tuan Cho datang. Dia ingin membicarakan masalah bodyguard katanya,” jawab Jiyeon yang langsung membuatku tersadar dan loncat dari tempat tidur. “Kyu datang?!” pekikku jelas terdengar seperti gadis yang sedang kedatangan pria impiannya. Aku mengendalikan tingkah lakuku dan bersikap sok wibawa. “Dia datang hanya untuk membicarakan bodyguard? Kenapa tidak dia langsung kirim saja?” omelku. Jiyeon hanya mengangguk sebagai sambutannya atas omelanku. Aku memang mengomel tetapi dalam hati terselip rasa senang mendengar Kyuhyun mau menemuiku, tidak peduli apa alasannya.

Berdasarkan perintah hatiku, aku segera mengganti pakaian tidurku dengan kemeja dan rok yang cukup seksi untuk dipakai di rumah dan memoles wajahku dengan make-up tipis. Aku seperti gadis yang sedang jatuh cinta.

“Apa dia datang sendiri?” tanyaku pada Jiyeon sambil menuruni tangga menuju ruang tamu.

“Tidak, nona. Dia datang bersama sekretaris-nya kalau aku tidak salah,” jawab Jiyeon yang sungguh membuatku kesal.

“Sekretaris Kim?” tanyaku memastikan. Jiyeon hanya mengangguk pelan.

“Tsk,” decakku kesal. Aku tahu siapa sekretaris Kim. Gadis paling sempurna yang pernah aku temui di dunia ini. Sudah cantik, pintar, multi talenta, tubuh langsing-seksi lagi. Tapi yang paling penting adalah dia mencintai Kyuhyun dan dia adalah orang yang paling sering bersama Kyuhyun, sesuai jabatannya sebagai sekretaris.

“Dasar gadis murahan,” gumamku saat aku sudah berada di bawah, melihat berdiri di sebelah Kyuhyun dengan pakaian kerjanya yang seksi.

 

KYUHYUN POV

Aku sudah menunggu hampir setengah jam dan akhirnya orang yang perlu kutemui muncul juga dengan wajah baru bangun tidurnya. Meskipun dia sudah mengganti bajunya dan memakai make-up, aku tahu dia baru bangun tidur. Sebuah pikiran bodoh terlintas di otakku, “Apa dia berdandan karena aku?” Tidak mungkin.

Aku memperhatikan Hyejin dengan seksama dan menyadari bahwa dirinya sangat mempesona. Dari ujung rambut sampai ujung kakinya tidak ada yang bercela. Aku sungguh mengaguminya.

“Mana bodyguard baruku?” tanya Hyejin to the point mengalihkan perhatianku kembali ke permasalahan yang membuatku datang ke sini. Matanya memandangku lalu berpindah kepada Hamun dengan tajam.

Aku menunjuk diriku sambil berkata, “Ini.”

Tanpa aku paham mengapa, Hyejin berpaling padaku dan menunjukkan wajahnya yang nyaris seperti singa yang mau menangkap mangsanya, membuatku kebingungan sekaligus ngeri. “Kenapa kau tiba-tiba marah?” tanyaku.

“Aku butuh bodyguard bukan sekretaris,” katanya sinis dengan ekor mata melirik Hamun. Hamun yang merasa disinggung balas menatap Hyejin dengan penuh kebencian. Aku semakin tidak mengerti, ada apa dengan gadis-gadis ini? Kenapa Hyejin tampak sangat membenci Hamun?

Hyejin kembali menatapku kesal, membuatku terpaksa menghela nafas panjang, untuk menenangkan pikiranku. Aku tidak menyangka Hyejin segalak ini.

“Aku datang bukan untuk jadi sekretarismu, Hyejin. Aku datang sebagai penanggung jawabmu,” jelasku panjang lebar.

Hyejin menatapku dengan tampang terkejut bahkan mulutnya nyaris terbuka lebar saking kagetnya. “Penanggung jawab? Kk..kau jadi penanggung jawabku?” tanyanya dengan gagap, mungkin efek terkejutnya barusan.

Aku mengangguk dengan mantap dan kembali menjelaskan, “Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu. Semua yang kau lakukan dan apapun yang kau butuhkan setiap saatnya, aku yang mengaturnya. Aku juga akan menjamin keselamatanmu.”

“Ttt…tapi…”

“Menurutku, kau butuh lebih dari seorang bodyguard untuk mengaturmu. Kalau kau menolak, aku yakin tuan Song akan marah. Beliau semalam sudah capek-capek menyetujui usulku dan menandatangani kontraknya,” selaku sambil memamerkan kontrak yang sudah dibubuhkan tanda tangan tuan Song tadi malam. Aku mendapatkannya setelah menempuh perjalanan berjam-jam ke Taiwan, tempat tuan Song tinggal sekarang.

Aku melihat Hyejin semakin terpaku melihatku. Aku yakin dia pasti terkejut setengah mati. “Kau pasti bercanda,” ujarnya singkat. Kepalaku langsung menggeleng diiringi senyum yang terbentuk khusus untuk gadis itu. “Mulai hari ini kau harus mematuhi jadwalku, nona,” sahutku lalu memerintah Hamun menyerahkan jadwal Hyejin, “Hamun, berikan jadwalnya kepada nona Song.”

Hamun menyerahkan lembaran kertas yang daritadi dipegangnya kepada Hyejin dan dengan segera dibaca oleh Hyejin, “Bangun jam 5 pagi, kuliah jam 7-12, pelajaran tambahan denganmu sampai jam 5 sore, belajar lagi sampai jam 9 lalu tidur jam 10 malam?”

Tidak lama kemudian, protes bertubi-tubi keluar dari mulutnya, “Kapan aku main? Kapan aku belanja? Jalan-jalan? Kencan?” Hyejin menatapku kesal.

“Kau tidak punya pacar, jadi buat apa kencan? Barang-barang milikmu juga sudah banyak. Buat apa belanja lagi?” balasku. Aku harus berlagak tegas di depannya agar dia tidak meremehkanku dan tentu tidak menyia-nyiakanku. Aku sudah bersusah payah membujuk tuan Song untuk menyetujui ideku, tidak akan kubiarkan semuanya hancur begitu saja. Jujur, ini salah satu caraku mendekatinya.

Hyejin menyipitkan mata dan menatapku kesal. “Aku pikir kau teman yang baik ternyata aku salah menilaimu. Kau sangat menyebalkan!” ucapnya tajam lalu kembali naik ke kamarnya. Apa mungkin dia akan membenciku karena hal ini? Bukan justru menyukaiku?

 

 

TO BE CONTINUED🙂