by: @GYUMONTIC

ENJOY!🙂

 

Cast:

Song Hyejin

Cho Kyuhyun

Kang Hamun

Choi Siwon

 

*****

HYEJIN POV

Kenyataan buruk baru saja menimpaku dan tampaknya tidak akan pergi untuk waktu yang cukup lama. Berdasar surat kontrak yang ditandatangani ayahku, selama 3 bulan aku akan berada di bawah pengawasan penerus laki-laki satu-satunya yang dimiliki Cho Secure and Safety Inc. Meski aku selalu mengimpikan memiliki saat-saat untuk terus bersama Kyuhyun, aku tidak pernah memimpikan hal yang seperti ini. Aku tidak ingin selama 3 bulan aku tidak bisa main atau belanja sesuka hatiku karena ada seseorang yang mengaturnya <– i call it the end! Aku berani jamin, belum 3 bulan aku pasti akan mati tidak tahan.

“Appa pasti gila,” gumamku sebal sambil menunggu teleponku diangkat oleh kakakku. Aku ingin mengadu padanya mengenai hal ini tapi setelah beberapa lama menunggu, yang bersangkutan hanya mengirimkan pesan tanpa menyambut panggilanku. I’m busy right now. Call me later, baby. Love you. Begitu bunyi pesannya. Kakakku benar-benar membuatku semakin kesal.

Seperti biasa, aku harus berendam jika ingin mendinginkan kepalaku dan Jiyeon adalah pakar dalam menyiapkan aroma terapi kesukaanku saat berendam. “Jiyeon, siapkan air berendamku dan aroma terapi-nya ya!” kataku melalui telepon yang harusnya langsung tersambung ke teleponnya tapi tampaknya sudah berubah.

“Kau harus kuliah setengah jam lagi. Mana ada waktu untuk berendam. Mandi cepat saja. 15 menit lagi aku akan menjemputmu ke kamar,” sahut orang yang tersambung ke telepon dan aku yakini adalah Kyuhyun.

Kekesalanku memuncak. Aku berseru kesal padanya, “Haish! Menyebalkan! Meski kau sudah mendapat kuasa dari ayahku, jangan harap aku mau menurutimu!” Dengan kasar, aku menutup teleponnya.

Aku tidak ada lagi minat untuk berendam atau mendinginkan kepala. Biar saja Kyuhyun rasakan akibatnya jika aku sedang panas!

AUTHOR POV

Hyejin berangkat ke kampus dengan wajah ditekuk cemberut disebabkan kesemena-menaan Kyuhyun. Sudah ia tidak diperbolehkan berendam, sekarang dengan seenak jidat, Kyuhyun mengajak Hamun berangkat ke kampus dengan mobil yang sama dengan dinaiki Hyejin.

“Buat apa dia ikut? Dia kan sudah lulus, ngapain kuliah lagi?” ujar Hyejin dengan sinis tanpa dipedulikan oleh Kyuhyun. Hal ini membuat Hyejin semakin meradang.

Hamun memang duduk di depan sedangkan Hyejin duduk di belakang bersama Kyuhyun tetapi melihat gadis itu duduk dengan anggun dan berbicara akrab dengan Kyuhyun membuat Hyejin ingin sekali melempar Hamun keluar dari mobilnya. “Kalian berdua ini cerewet sekali. Tidak ada henti-hentinya bicara,” ceplos Hyejin begitu saja yang membuat Hamun menoleh ke belakang dan melemparkan tatapan kematian ke mata Hyejin.

Dalam hati, Hamun lebih senang jika saat ini dia duduk manis di kantor mengerjakan tugas-tugasnya yang masih tertunda atau menggantikan sekretaris lain yang tidak masuk daripada harus semobil dengan Song Hyejin dan menerima kenyataan bahwa bos-nya dengan senang hati duduk bersama gadis itu meskipun sepanjang perjalanan, gadis itu terus menekuk wajahnya. Hal yang bisa membuatnya bertahan hanyalah Kyuhyun yang juga berada di sana dan mengajaknya berbincang macam-macam.

“Kau ini kenapa sih Hyejin? Daritadi marah-marah. Kau tidak capek apa?” tanya Kyuhyun yang sudah penat mendengar omelan Hyejin. “Tadi kau juga marah karena Hamun ikut. Sebenarnya ada apa? Kenapa kau tampak ingin membunuh Hamun?” tanya Kyuhyun saat Hyejin menatap Hamun dengan tajam.

Hyejin menjawab dengan cepat, “Aku tidak suka kau mengatur-atur aku. Aku juga tidak suka pada Hamun.”

Kyuhyun menatap Hyejin dengan heran. “Kau tidak suka pada Hamun? Kenapa? Dia ini pujaan di kantor kami loh,” ujar Kyuhyun membuat Hamun berbunga-bunga tetapi menyulut api kemarahan Hyejin.

“Itu kan di kantormu! Pokoknya aku tidak mau melihatnya lagi. Titik!” balas Hyejin.

Hamun hanya bisa menghela nafas menahan emosinya. Dia merasa harus menjaga kelakuannya di depan Kyuhyun. Kalau saat ini tidak ada Kyuhyun, mungkin Hamun sudah menjambak rambut Hyejin yang baru di-spa satu hari lalu.

Berbeda dengan Hamun, Kyuhyun menghela nafas untuk menahan tawa melihat Hyejin yang sedang marah tapi jatuhnya malah sangat lucu. “Kau aneh kalau marah. Gak ada seram-seramnya, malah lucu sekali,” ujar Kyuhyun.

Hyejin balas menatap Kyuhyun dengan mata membelalak besar. “Pokoknya…” Hyejin mau menegaskan sekali lagi ketidaksudiannya bertemu Hamun tapi Kyuhyun sudah memotongnya, “Aku akan mengatur agar kau tidak bertemu Hamun tapi jika aku membutuhkannya saat aku bersamamu, maka kau harus rela bertemu dengan Hamun. Tidak ada kompromi.”

Hati Hamun mencelos begitu saja mendengar Kyuhyun mengabulkan permintaan Hyejin. Tidak ada yang lebih buruk bagi Hamun daripada Kyuhyun tidak menginginkan dirinya. Hamun tahu Kyuhyun hanya mengatur agar dirinya tidak bertemu Hyejin tapi jika mulai sekarang Kyuhyun akan terus bersama Hyejin, artinya Hamun juga tidak akan bertemu Kyuhyun. “Tidak adil,” batin Hamun sambil menatap keji pada Hyejin melalui kaca spion dalam mobil.

HYEJIN POV

Aku masuk ke dalam kelasku yang baru, yang seenak jidatnya diubah oleh Kyuhyun tanpa menanyakannya terlebih dahulu padaku. Parahnya lagi, aku diharuskan sekelas dengan gadis-gadis kutu buku yang kerjanya hanya bisa menggerutu jika melihatku.

Memang salahku menjadi gadis cantik, pintar, kaya dan dipuja semua lelaki di negeri ini? Salahku juga memiliki aset triliunan won dan menjadi penerus kerajaan bisnis Song Corporation? Itu takdir! Tidak ada yang bisa mengganggu gugat kecuali Tuhan yang sudah memberikan segalanya padaku. Dasar gadis-gadis payah!

“Lihat, lihat. Kita sekelas sama tuan putri. Bodyguard-nya sudah tidak ada! Pasti karena tidak tahan menghadapi nona itu.” Bisik seorang gadis berambut panjang yang cukup cantik sayang pikirannya picik.

Lalu ada gadis lain yang serupa menyahut, “Jelaslah! Mana ada yang bisa tahan dengan nona cerewet sok perfeksionis tersebut.”

“Manja lagi,” tambah teman kedua gadis itu, membuatku harus menarik nafas panjang untuk menahan keinginan menjambak mereka satu-satu.

GGRRR! Kalau aku boleh membalas, aku tidak minta ganti-ganti bodyguard tiap hari. Mereka yang kerjanya tidak benar! Bagaimana bisa mereka menaruh seluruh bahan presentasiku di mobil yang tidak aku tumpangi?! Padahal aku sudah wanti-wanti agar mereka tidak salah! Haish! Kalau mereka tidak payah, aku juga tidak akan cerewet! Ingin rasanya aku lempar galaxy tab-ku ini untuk menyumpal mulut mereka. Untung aku mendapatkan sedikit penghiburan di kelas ini.

“Hyejin-aaaah! Kau sekelas denganku?” tanya seorang pria yang notabene-nya adalah sepupuku bernama Choi Siwon, anak kakak laki-laki ibuku. Aku berlari menuju bangku di sebelah Siwon oppa dan duduk manis di sana, tidak peduli dengan dua  ekorku, Kyuhyun dan Hamun, yang masih celingukan cari kursi. “Ne, dia seenaknya mengganti kelasku,” jawabku sambil menunjuk Kyuhyun.

Siwon oppa melihat ke arah jari telunjukku. Aku mengikuti arah matanya yang tertuju pada Kyuhyun, ah bukan, pada gadis neraka bernama Kim Hamun tersebut. Mata Siwon oppa tidak berkedip memandang Hamun, memperhatikannya dari ujung rambut ke ujung hak sepatunya. Setiap lekuk tubuh Hamun diabsen oleh Siwon oppa dengan seksama membuatku gemas. “Siapa dia?” tanya Siwon oppa.

“Pria itu? Cho Kyuhyun. Bodyguard-ku yang baru,” jawabku tanpa memperhatikan lagi sekelilingku. Aku sudah menenggelamkan diriku pada galaxy tab-ku.

“Bukan dia. Kalau itu aku kenal. Siapa yang tidak tahu Cho Kyuhyun? Yang aku maksud adalah gadis di sebelahnya. Siapa dia?” tanya Siwon oppa lagi.

Kembali aku menatap Siwon oppa yang masih serius menatap Hamun penuh senyum kekaguman. “Hhh. Ternyata kau terpesona dengannya. Namanya Kim Hamun, sekretaris Cho Kyuhyun,” jawabku.

“Apa dia kuliah di sini juga?” tanya Siwon oppa lagi.

“Tidak. Dia sudah lulus dari Harvard tahun lalu,” jawabku. Berbagai macam pikiran berjalan di kepalaku tapi hanya satu yang benar-benar ingin aku tanyakan kepada Siwon oppa, “Kau menyukainya?”

Siwon oppa mengalihkan tatapannya padaku dan tersenyum sangat manis. “Sangat! Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Untung Kyuhyun memindahkan dirimu ke kelas ini,” jawab Siwon oppa dengan terbuka. Wajah Siwon oppa bahkan sudah berseri-seri apalagi saat Hamun dan Kyuhyun memilih duduk di belakang kami, membuatku tidak kalah berserinya. Ini mungkin kesempatanku untuk menendang Hamun pergi dari Kyuhyun.

KYUHYUN POV

Melihat Hyejin duduk berdua dengan tuan muda Choi Siwon ternyata sangat tidak baik untuk kesehatan jantungku apalagi melihat mereka sangat akrab, tertawa-tawa bersama, saling mengejek, apalagi tangan Siwon tidak enggan-enggan bertengger di kepala atau pundak atau hidung Hyejin. Ini adalah kesalahan terbesar seumur hidupku. Kenapa aku harus transfer kelas Hyejin ke kelas ini?!

Saat aku sedang memperhatikan pelajaran, tiba-tiba Siwon menoleh ke belakang tetapi mulutnya bicara dengan Hyejin yang duduk di sebelahnya. “Hyejin, bagaimana kalau kita jalan-jalan sehabis kelas? Kita sudah lama kan tidak jalan bareng? Kau boleh mengajak Kyu dan Hamun yang cantik ini kok,” kata Siwon sambil tersenyum penuh pesona, apalagi pada Hamun, bibirnya melengkung setengah sabit sempurna. Aku melihat Hamun yang tidak memberikan reaksi. Hamun justru sibuk membuat jadwalku tapi Siwon tetap menatapnya tanpa berkedip.

“Rupanya dia tertarik pada Hamun tetapi kenapa dia masih dekat-dekat Hyejin?” Batinku penasaran. Aku ingin menanyakannya tapi Hyejin sudah keburu menoleh kepadaku.

Hyejin mengangkat kedua bahunya dengan pasrah. Matanya menatapku penuh harap. Entah apa yang ia harapkan dariku? Mengijinkannya? Kalaupun aku melarang, ia pasti akan pergi juga.

“Entah apa Kyu akan mengabulkannya. Yang pasti aku ikut jalan-jalan denganmu Oppa,” kata Hyejin menyetujui ajakan Siwon. Nah kan, apa aku bilang! Percuma aku melarangnya.

Hyejin masih memandangku dengan. tatapan penuh harap. “Aku tidak melarangmu. Kalau kau mau pergi, ya pergi saja. Apalagi yang kau harapkan?” Tanyaku karena tatapan sudah mulai mengacaukanku.

“Kau tidak ikut, Kyu?” Tanya Hyejin dengan lembut membuatku sport jantung. Tampaknya, dia sudah tidak marah padaku.

Aku menatap Hamun yang tampaknya tidak peduli. Aku kembali menimbang-nimbang. “Ok tapi tidak lama-lama. Aku masih ada kerjaan dan kau masih harus belajar, Hyejin,” jawabku kemudian. Hyejin tersenyum girang dan langsung membuatku deg-degan karena tiba-tiba dia melompat untuk memelukku.

“Gomawo, Kyuhyun-ssi,” ucap Hyejin senang tepat di belakang telingaku, nyaris membuatku mati karena debaran jantungku yang semakin kencang. Gadis ini tampaknya benar-benar diciptakan untuk mengacaukan hidupku.

AUTHOR POV

Akhirnya Hyejin dan Siwon berjalan-jalan mengelilingi pusat perbelanjaan dengan Kyuhyun yang tampak seperti obat nyamuk karena hanya berjalan mengikuti Hyejin dan Siwon dari belakang. Kyuhyun menyesali keputusannya menyuruh Hamun kembali ke kantor duluan hanya karena ada hal yang harus diselesaikan sebelum Kyuhyun kembali ke kantor. Akibatnya sekarang, ia harus rela melihat Siwon merangkul Hyejin dengan mesra dan yang semakin membuat Kyuhyun naik darah, Hyejin juga tidak ragu untuk membalas kemesraan Siwon. Kyuhyun berpikir Siwon harus tahu bahwa dirinya tertarik pada Song Hyejin dan ia siap berperang dengan Siwon jika itu diperlukan untuk meluluhkan hati Hyejin.

“Oppa, tolong pakaikan yang ini dong. Aku tidak bisa membungkuk,” pinta Hyejin kepada Siwon sambil menunjuk sepatu di kakinya, yang belum dikaitkan talinya. Siwon berjongkok lalu mengaitkan tali sepatu itu dengan cekatan. “Cantik sekali di kakimu,” ucap Siwon membuat Hyejin memantapkan hati mengeluarkan 500.000 won untuk membawa pulang sepatu tersebut.

Kyuhyun yang melihatnya tampak cemburu. Emosi sudah memuncak di kepalanya tetapi masih berusaha ia tahan. Ia tidak mau cari keributan. “Tampaknya kalian harus tahu bahwa aku juga eksis di sini,” desis Kyuhyun.

Kyuhyun membuktikan omongannya ketika mereka sampai di tujuan terakhir, minum kopi di Starbucks. Kyuhyun langsung mengambil tempat duduk di sebelah Hyejin dan meletakkan tangannya di sandaran bahu Hyejin sehingga terlihat seperti Kyuhyun merangkul Hyejin. Kyuhyun bahkan dengan sengaja menunjukkan pada Siwon bahwa Ia tertarik pada Hyejin tapi Siwon tidak terlalu peduli. Baginya, Hyejin hanyalah seorang gadis yang ditakdirkan menjadi sepupunya dan jika ada pria yang mau mendekati Hyejin, itu tidak ada hubungannya dengan Siwon kecuali pria itu mencari masalah dengan Hyejin.

Siwon terus mengajak Hyejin ngobrol meski dia tahu sepupunya itu sudah sibuk melirik tangan yang ada di belakang bahunya. “Laki-laki ini pasti sudah gila. Bisa-bisanya dia merangkulku di depan Siwon oppa! Okay, seolah-olah merangkulku. Apapun itu, dia pasti sudah gila. Tidak tahukah dia kelakuannya ini bikin jantungku berdetak tidak karuan? Dasar semena-mena! Apa aku harus memberimu pelajaran? ” batin Hyejin kesal. Baru berpikir apa yang akan dilakukannya kepada Kyuhyun, Hyejin sudah digeret pulang oleh penanggungjawabnya itu.

“Maaf Siwon-ssi, Hyejin harus segera pulang. Dia butuh belajar,” ujar Kyuhyun tanpa segan, membuat Hyejin naik pitam.

“Hei! Aku belum mau pulang! Aku bahkan belum menghabiskan latteku!” Protes Hyejin sembari memberontak dari cengkraman Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum dan mencengkram tangan Hyejin lebih kuat sampai ia berhasil memasukkan Hyejin ke dalam mobil.

“Yaaa Kyuhyun-ssi!” Seru Hyejin begitu mereka masuk ke dalam mobil.

Kyuhyun menyahut tanpa merasa bersalah, “Wae?”

“Kenapa kau menyeretku pulang begitu saja?! Aku masih ingin bersama Siwon oppa! Lalu ngapain kamu merangkulku di depan Siwon oppa seperti tadi??” Protes Hyejin makin kencang saking sebalnya dia. Kyuhyun tetap dengan innocent menghadapi Hyejin, “Kau harus mematuhi jadwalmu, Hyejin. Dan, Aku tidak merangkulmu.”

“Itu tadi tanganmu ada di belakang bahuku. Kau niat merangkulku kan? Apa maksudmu hah?”

“Lebih baik kau siap-siap. Sebentar lagi kita sampai dan akan langsung belajar,” ujar Kyuhyun, membiarkan pertanyaan Hyejin menggantung.

“Tidak mau!” bangkang Hyejin. Kyuhyun tidak banyak bicara tapi ia tetap memaksa Hyejin belajar. Kyuhyun langsung menyeret Hyejin masuk ke ruangannya begitu mereka sampai di kantor Cho Inc, bukan rumah Hyejin seperti kata Kyuhyun tadi.

To be continued🙂