by: @GYUMONTIC

ENJOY! :)

Cast:

Song Hyejin

Cho Kyuhyun

Kang Hamun

Choi Siwon

PART 3

 

HYEJIN POV

Kyuhyun langsung menyerahkan seperangkat tool-kit berjudul INVEST BEFORE LATE begitu kami sampai di ruang kerjanya. Ya, ruang kerjanya bukan rumahku. Aku ingin protes dan kabur tapi kulihat Hamun duduk manis sekali di depan ruangan Kyuhyun. Seketika aku lupa bahwa aku sedang marah pada Kyuhyun akibat kesemena-menaannya.Aku harus mengurungkan niatku dan memantau apa yang dilakukan Hamun pada Kyuhyun. Tidak akan kubiarkan Hamun berduaan dengan Kyuhyun.

Aku duduk di sofa tamunya dan aku memandang buku-buku yang Kyuhyun berikan lalu menatapnya dengan penuh dendam. Kyuhyun balas menatapku tapi dengan santai ia berkata, “Pelajari produk-produk investasi ini dalam waktu 3 jam, setelah itu aku akan memberikan ujian untukmu.”

Aku mulai membuka tool-kit investasi mengenai reksa dana dan saham tersebut dan sedikit mencemooh Kyuhyun, “Hei, kalau aku bisa investasi dengan return 1000% di perusahaan ayahku kenapa aku harus investasi yang hanya mendapat return maksimal ratusan persen seperti ini?”

“Kau ini sudah cerewet, sombong lagi. Pelajari saja sana. Nanti juga kau akan merasa berguna. Don’t put your eggs in one basket, remember?” sahut Kyuhyun lalu meninggalkanku dan duduk di kursinya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Aku mengabaikan buku-buku itu. Mataku lebih tertarik pada Kyuhyun yang sangat serius menatap layar laptopnya dan kertas-kertas di mejanya. Setelah itu, dia sangat mempesona saat menelepon klien atau atasannya.

Tiba-tiba Kyu mengangkat kepalanya dan matanya menatapku. “Kenapa terus melihatku? Apa aku terlalu tampan?” tanya Kyuhyun dengan nada menjahiliku.

Aku yang sedang fokus memperhatikannya, kaget karena tiba-tiba ditanya seperti itu. Untung otakku cukup cerdas untuk menyahut pertanyaannya, “Tidak, aku hanya heran mengapa kau begitu senang menyiksaku? Apa aku pantas untuk disiksa?”

Kyuhyun mendengus lalu tertawa keras. “Belum juga sehari udah merasa disiksa. Aku bersamamu 3 bulan loh. Nikmatilah. Jangan sampai kau menyesal, sayang,” ujarnya santai lalu kembali ke pekerjaannya.

Panggilannya yang membuat hatiku berbunga-bunga sekaligus deg-degan, membuatku ingin menjitaknya. Aku kesal mengapa ia begitu menyebalkan tetapi begitu menggetarkan hatiku?

Aku kembali menatap Kyuhyun yang ternyata disadari olehnya. “Tidak ada gunanya kau memandangku terus. Belajar sana,” ujarnya tanpa berpaling dari layar laptopnya, membuatku tersipu malu. Haish! Aku terpaksa membenamkan diri dalam tool-kit setebal 200 halaman ini untuk menutupinya.

 

KYUHYUN POV

Semburat merah di wajah Hyejin menjadi mood-buster tersendiri buatku. Aku berhasil menggodanya karena memergokinya terus memandangku. Aku tak tahu pasti dia memandangiku karena kesal atau terpesona tapi wajahnya yang tersipu malu begitu aku membuatnya tahu bahwa aku sadar dia terus memandangku. Dia membuatku tersenyum meski kerjaan di hadapanku ini rasanya memuakkan sekali.

Jam di ruanganku terus berputar tapi terasa dua kali lebih lama dari biasanya. Bolak-balik aku melihat jam tapi tidak ada perubahan berarti. 3 jam belum juga terlewat. Hyejin juga masih serius dengan tool-kit yang aku berikan. “Argh, sangat membosankan!” seruku dalam hati. Aku ingin segera menggoda Hyejin lagi.

 

AUTHOR POV

Hamun memandang Kyuhyun yang terus menatap Hyejin nyaris tanpa berkedip. Hatinya sangat sakit dimakan cemburu. Ia juga menginginkan Kyuhyun memperhatikannya sampai seperti itu. Dia pasti tidak akan cuek seperti yang dilakukan Hyejin. “Seharusnya kau lebih peka, Kyu. Bagaimana bisa kau tidak menyadari perasaanku?” gumam Hamun nyaris melamun.

Tanpa diundang, Siwon datang menyadarkannya. “Apa Hyejin dan Kyuhyun di dalam?” tanya Siwon diiringi lesung pipitnya yang sedikit membuat Hamun deg-degan.

“Ne. Ada perlu apa?” sahut Hamun dengan profesional membuat Siwon semakin tidak bisa lepas dari gadis itu.

Siwon tersenyum. “Tidak ada. Aku justru ada perlu denganmu,” jawab Siwon yang langsung menggandeng tangan Hamun tanpa tedeng aling-aling. Hamun berusaha melepaskan diri tapi Siwon tidak segampang itu dikalahkan, ia justru semakin kuat.

“Yaa, lepaskan aku. Kau mau bawa aku kemana? Aku masih ada kerjaan,” protes Hamun sambil memukul-mukul lengan Siwon.

Siwon hanya tersenyum penuh makna dan memasukkan Hamun ke dalam mobilnya. “Tenang saja, kita hanya akan bersenang-senang sebentar,” sahut Siwon.

Siwon pun mengemudikan mobilnya menuju pantai dan membiarkan Hamun menikmati keindahan pantai tersebut, “Wow, indahnya! Uwaaa! Kenapa kau mengajakku kesini? Pantai ini sangat menakjubkan!” Hamun tampaknya lupa bahwa tadi ia menolak diajak kesini.

“Kau belum pernah ke pantai ini?” tanya Siwon yang dijawab hanya dengan gelenggan kepala oleh Hamun. “Kalau gitu, ayo kita main sepuasnya,” lanjut Siwon.

Siwon lalu memarkir mobilnya beberapa meter dari pantai lalu membukakan pintu Hamun dan menggandeng Hamun keluar dari mobil.

Siwon mengajak Hamun berjalan menyusuri pantai sambil sesekali mencipratkan air ke kaki Hamun. “Apa kau suka pantai?” tanya Siwon.

“Suka. Dari kecil aku selalu main ke pantai setiap liburan tapi sekarang sudah jarang karena aku sibuk,” jawab Hamun.

Siwon tersenyum dan menepuk-nepuk kepala Hamun penuh kasih sayang. “Kalau gitu aku akan sering-sering mengajakmu,” ucapnya dengan lembut. Untuk pertama kalinya, Hamun merasa laki-laki di dunia ini bukan hanya Cho Kyuhyun.

Hamun tidak bisa berkata apapun. Siwon kembali menggandeng tangannya dan Hamun hanya mengikuti kemana pun Siwon menggandengnya.

“Ayo kita bermain,” ujar Siwon lalu mencipratkan sedikit air laut kepada Hamun. Hamun pun membalasnya dan kemudian tawa mereka sudah membahana, tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli jika baju mereka nanti basah kuyup.

 

HYEJIN POV

Setelah 3 jam berkutat dengan produk-produk investasi yang ternyata cukup menarik, akhirnya aku akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu ujian. Ujian yang dilakukan setelah membaca 200 halaman selama kurang lebih 3 jam. “Apa yang bisa aku jawab nanti? Kyuhyun memang gila,” batinku. Aku ingin segera menyelesaikan ini semua dan pulang ke rumah. Aku ingin tidur. “Kyu, aku sudah selesai. Mana soal ujiannya? Cepat berikan. Aku mau cepat pulang,” tantangku.

Kyuhyun berdiri mendatangiku dan benar-benar memberikan selembar kertas yang berisi 30 soal mengenai investasi-investasi yang baru saja aku pelajari tadi. “Selesaikan dalam 30 menit. Kalau kau bisa dapat nilai di atas 80, aku akan mengabulkan semua permintaanmu. Tapi jika kau dapat nilai 80 saja apalagi di bawah itu, kau harus nurut padaku,” kata Kyuhyun. Aku memandang kertas ujian dan wajah Kyuhyun bergantian. “Kau pasti sudah gila,” ucapku tanpa peduli apa komentarnya. 30 soal esai dalam 30 menit, Kyuhyun memang sudah tidak waras. Yang waras memang yang harus mengalah. Karena itu, aku pun mengerjakan 30 soal tersebut semampuku dan memberikannya kepada Kyuhyun tepat 30 menit setelah tanganku menulis kata pertama di kertas jawaban ujian.

Kyu memeriksa hasil ujianku. Aku merasa hasilnya akan cukup lumayan tapi entah kenapa dia hanya memberikan nilai 50. “Kenapa hanya 50? Aku sudah mengerjakannya dengan benar kok!” Protesku sambil melihat kertas jawabanku yang sudah dicoret-coret oleh Kyuhyun. “Coba kau periksa ulang, Kyu. Aku pasti bisa dapat nilai paling tidak 80.” Aku memaksa Kyuhyun memeriksa ulang jawabanku.

Kyuhyun megambil lagi kertas jawabanku dengan terpaksa dan memeriksa ulang sambil menjelaskan jawaban yang benar satu per satu. “Saham bank sekarang itu yang paling profitable. Kedua otomotif,” ujar Kyuhyun. “Fixed income itu yang paling tidak berisiko dibanding produk investasi lain seperti saham,” lanjut Kyuhyun. Aku memperhatikannya dengan seksama terutama ketika dia membetulkan nilaiku dari 50 menjadi 60. “Tidak mung…” protesku mulai meluncur.

“Mulai sekarang kau harus menurutiku. Ayo pulang,” potong Kyuhyun tanpa mau dibantah. Ia langsung menggandengku dan memasukkanku ke dalam mobilnya yang cukup nyaman sehingga membuatku lupa bahwa aku berjanji untuk tidak menurutinya.

 

KYUHYUN POV

Belum ada 10 menit ia duduk tapi matanya sudah terpejam. Aku bahkan mendengar suara dengkuran halus dari tenggorokkannya. Hyejin sudah tertidur pulas. “Dasar tukang tidur,” gumamku karena Hyejin suka sekali tidur. Dulu, sebelum aku mengatur jadwal untuknya, dalam 24 jam bisa setengahnya ia habiskan hanya untuk tidur. Dimana pun, asal ia ngantuk, ia bisa tidur. Contohnya sekarang, mobilku tampaknya tidak beda jauh dengan tempat tidurnya. Ia bahkan bisa bergerak ke kanan dan ke kiri sesuka hatinya. Sayang, aku sedang menyetir sehingga tidak bisa memperhatikan wajahnya yang lucu kalau sedang tidur.

Aku baru bisa menikmatinya saat ia berada dalam gendonganku menuju ke kamarnya.

Dia sama sekali tidak bisa dibangunkan sehingga memaksaku menggendongnya sampai ke kamar. Badannya cukup berat tapi aku rela terus menggendongnya meskipun tanganku harus mati rasa. Definisi menyenangkan buatku mungkin bisa bertambah satu : melihat gadis yang aku sukai berada dekat sekali denganku. Sayang, aku sudah dekat tempat tidurnya dan gadis ini harus segera kuletakkan ke singgasananya.

Saat aku hendak menaruh Hyejin ke tempat tidurnya, Hyejin tiba-tiba terbangun.. “Apa kita sudah sampai?” Tanyanya yang membuatku kaget. Bagaimana tidak? Hyejin terbangun lalu bergerak sesuka hatinya sehingga membuat keseimbanganku terganggu. Alhasil, kami berdua terjatuh dengan posisi yang sangat tidak menguntungkan. Aku terjatuh menimpa Hyejin tepat di dadanya. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini kecuali : DEG-DEGAN!! Aku segera bangkit berdiri dengan wajah yang aku yakin sudah memerah karena malu. “Ma..maaf,” ucapku gelagapan dan mencoba menutupi degup jantungku. “Cepat tidur lagi sana. Besok kau harus tetap bangun pagi. Jangan sampai aku datang hanya untuk membangunkanmu,” ujarku lalu keluar dari kamarnya. Aku merasa malu tapi aku lebih memikirkan bagaimana reaksi Hyejin tadi, matanya hanya menatapku kaget tanpa ada rasa marah sedikitpun di dalamnya. Apa dia baik-baik saja?

The next days…

 

HYEJIN POV

Sudah berhari-hari aku tidak memberontak sedikitpun pada Kyuhyun dan sekretarisnya itu. Aku melakukan itu semata-mata karena aku fair, aku harus memenuhi aturan dari taruhan kami berdua. Hanya saja selain itu ada satu hal yang membuatku masih tidak berani berontak meskipun sedikit. Kejadian waktu Kyuhyun jatuh menimpaku masih sangat membekas di ingatanku. Aku bahkan masih bisa merasakan panas tubuhnya saat bersentuhan denganku. Hal itu membuatku jadi merasa aneh, tidak nyaman tapi ingin terus merasakannya.

.Flashback.

Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaanku sekarang. Semuanya terjadi begitu cepat tapi sangat terasa di tubuhku. “Dia baru saja menimpaku tepat di dadaku. Kenapa aku tidak marah? Aku malah membiarkannya pergi begitu saja,” tanyaku sambil memegang dada. Aku merasakan sensasi tersendiri di permukaan kulit tubuhku yang bersentuhan dengan kulit Kyuhyun. Sentuhan itu mampu memberi debaran kencang untuk jantungku. “Tuhan, kenapa aku deg-degan begini?” Tanyaku lagi sendirian. Aku berkali-kali mencoba menenangkan diri dengan berendam meski tengah malam tapi yang muncul di otakku hanya Kyuhyun. Tanpa aku sadari bahkan, selesai berendam aku keluar kamar lalu berjalan menuju kamar Kyuhyun. Tanganku hendak mengetuk pintu kamar tapi si empunya kamar justru berada di sampingku. “Ada apa mau bertemu denganku?” Tanya kyuhyun yang membuatku kembali deg-degan dan bodohnya langsung kabur begitu saja ke kamarku.

“Bodooooh! Kenapa aku harus lari tadi? Sangat memalukan!! Kalau begini, bagaimana aku bisa bertemu dengannya besok-besok? Aaaakh!” Omelku kesal karena kebodohanku sendiri. Aku mempermalukan diriku sendiri hanya karena jantungku yang tidak stabil ini begitu melihat Kyuhyun. Haish. Aku kenapa?!

.Flashback end.

Malam ini, aku harus segera mengganti bajuku dengan baju tidur karena Kyuhyun menyuruhku untuk tidur lebih cepat. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan aku melihat kyuhyun berjalan masuk dengan santainya.. “Kyaaaaa! Tidak bisakah kau mengetuk lebih dulu sebelum masuk?” Protesku kesal sambil melempar bonekaku ke wajahnya. Sayang, kyuhyun dengan sigap menangkapnya. “Aku sudah mengetuk tahu. Kau saja yang tuli,” balasnya lagi. Aku cemberut memandangnya. Aku tahu aku yang salah karena sedang melamun. Tapi karena siapa aku melamun? Karena dia! Karena itu yang salah adalah kau, Cho Kyuhyun!

“Ada apa?” tanyaku kesal.

“Hanya ingin mengingatkan meski besok kau kuliah jam 10, kau harus tetap bangun pagi. Kita akan main tenis lebih dulu,” jawabnya dengan tegas.

“Aku tahu,” sahutku singkat lalu segera naik ke tempat tidurku. Kyuhyun berdiri di depanku dan aku menatapnya penuh harap. “Ada apa?” Tanyanya yang tampaknya menangkap tatapan mataku. “Tidak ada,” jawabku gugup. Aku segera membalikkan tubuhku dan menyelimutinya sampai ujung kepala. Aku baru saja memikirkan kyuhyun akan memberikan ciuman selamat tidur untukku sebelum aku memejamkan mata. Dasar gila!!

 

AUTHOR POV

Kyuhyun masuk ke dalam kamar Hyejin pagi-pagi sekali dan menemukan gadis itu sedang duduk dengan manis di pinggir tempat tidur, lengkap dengan perlengkapan tenisnya. Kyuhyun tersenyum puas pada Hyejin. “Gadis pintar. Ayo kita main sekarang,” puji kyuhyun lalu menggandeng Hyejin menuju lapangan tenis yang berada tepat di belakang rumah Hyejin. Lapangan ini bukan miliknya hanya letaknya saja kebetulan di belakang rumahnya. Lapangan itu masih termasuk fasilitas umum di komplek perumahan Hyejin.

Hyejin hanya tersenyum setengah hati. Perasaannya masih kacau. Di satu sisi, Hyejin sadar ia semakin tertarik ke dalam pesona Kyuhyun tapi di sisi lain dia tidak tahu perasaannya akan berujung seperti apa karena bagi dia Kyuhyun justru tidak sejalan dengannya. Buktinya, Kyuhyun selalu saja semena-mena dan menyiksa Hyejin. Hyejin berpikir dia harus melakukan sesuatu untuk memastikan semuanya.

“Kyu, aku sudah hampir seminggu jadi anak baik. Karena itu aku ingin hadiah,” ujar Hyejin saat mereka tiba di lapangan.

“Hadiah apa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku ingin bertanding denganmu. Kalau aku menang, kau jadi anak buahku seminggu. Kau harus menuruti semua permintaanku. Kalau aku kalah, aku yang akan jadi anak buahmu. Bagaimana?”

Kyuhyun mengerutkan dahinya pura-pura berpikir. “Buat apa? Aku toh pasti menang,” tanya kyuhyun tanpa ada maksud tertentu. Dia hanya iseng saja untuk menggoda Hyejin. Hyejin memonyongkan bibirnya dengan sebal. “Jangan banyak tanya. Kalau kau menolak berarti kau pengecut,” ujar hyejin galak. Kyuhyun menyambutnya dengan tawa bahagia karena berhasil membuat Hyejin ngambek. “Baiklah, aku terima tantanganmu. Main tenis aja sih kecil,” sahut Kyuhyun dan mereka pun mulai bermain dengan serius.

 

KYUHYUN POV

Aku pasti sudah gila jika mau menang darinya. Meskipun kemungkinan aku menang memang lebih besar tapi jika itu membuat hyejin sedih, justru akan jauh lebih merepotkan daripada menjadi anak buahnya selama seminggu. Ya, dengan senang hati aku akan mengalah untuk nona yang sudah berkelakuan baik seminggu ini. Anggap saja ini hadiah untuknya.

“Dak!” Bunyi bola yang terkena lapangan karena dipukul keras oleh Hyejin dari seberang lapangan. “Yes! Aku menang! Kau jadi anak buahku seminggu, Cho kyuhyun! Kau harus menuruti semua perintahku. Yes!!” seru Hyejin kegirangan. Bola tadi adalah bola terakhir yang menentukan kekalahanku, ralat, kesengajaanku untuk kalah. Aku sengaja tidak memukul bola tersebut agar Hyejin bisa mendapatkan hadiahnya.

Aku memang kalah tapi rasanya sangat puas bisa melihat Hyejin meloncat-loncat girang karena berhasil membuatku menjadi anak buahnya. Aku hanya bisa tertawa geli. “Yes, miss! Aku akan mematuhi semua perintahmu tapi aku tidak akan menolerir jadwalmuuuu!!” Sahutku iseng yang langsung membuat hyejin terdiam.

“Kau curang! Haish,” seru hyejin lagi. Aku mengangkat kedua bahuku tanda aku tidak bisa berkompromi. “Terserah! Pokoknya hari ini aku tidak mau kuliah. Aku mau belanja lalu ke salon. Lalu bulan depan, aku harus ke business summit sama Siwon oppa,” lanjut Hyejin dengan keras.

Awalnya aku memang mau mengajaknya ke business summit tapi kenapa dia lebih proaktif bahkan sampai mengajak Siwon. Aku reaktif memekik begitu mendengar nama itu, “Dengan siapaaaa?!”

“Siwon oppa,” jawab hyejin dan berlalu pergi. Aku langsung menyusul dan mensejajarkan langkahku dengannya. “Tidak boleh. Kau tidak boleh belanja karena bajumu sudah banyak,”

“Aku mau beli sepatu,” potong Hyejin.

“Apapun itu. Sepatu, tas, make up atau baju. Milikmu sudah satu kamar lebih!”

Hyejin mengerucutkan bibirnya membuatku ingin menciumnya. Demi Tuhan cho kyuhyun, apa yang ada di pikiranmu??

“Lalu soal salon dan business summit? Aku harus kesana!” Hyejin memaksakan kehendaknya padaku yang tentu saja akan aku kabulkan karena mulai hari ini dia adalah bos-ku.

“Soal ke salon, kau akan pergi setelah kuliah dan masalah business summit kita bersama kesana bulan depan.”

“Tapi business summit itu pas jam kuliah. Aku tidak mau ketinggalan semenit pun, Kyu. Jadi aku boleh bolos kan?” Hyejin menatapku dengan wajah memohon yang bisa kupastikan tidak bisa aku tolak.

“Haish, baik baik. Kau tidak akan terlambat tapi kau juga tidak akan bolos. Aku akan mengatur jadwal kelas pengganti untuk kita.”

“Kita?” Hyejin tampaknya heran dengan kata itu. Tentu bukan karena dia tidak familiar dengan kata kita tapi pasti dia bingung siapa kita itu. Tentu saja aku dan dirinya. Tidak akan aku biarkan dia pergi bersama pria lain. “Ya kita. Karena aku terpaksa juga harus ikut bolos. Kau tidak akan kubiarkan pergi tanpaku,” ujarku.

Hyejin menatapku dalam diam dan sumpah aku melihat dia menyunggingkan senyum meskipun sedikit. “Okee. Aku akan pergi bersamamu,” ucapnya lalu berjalan kembali ke rumahnya bersamaan denganku.

 

HYEJIN POV

Aku sudah segar kembali dan bersiap pergi ke kampus. Aku berteriak memanggil Kyu tetapi yang keluar justru Hamun. “Kyu mendadak ada urusan di kantor. Kau akan ke kampus bersamaku,” ujar Hamun lalu melenggang masuk ke dalam mobil. Kyuhyun benar-benar membuatku naik pitam!!

Aku meneleponnya tanpa ragu dan mengomelinya, “Yaaa Kyu! Kenapa kau tiba-tiba meninggalkanku dengan nenek sihir ini?! Hah?!” Hamun menatapku penuh kebencian tapi aku tidak peduli.

Kyuhyun menjawab teleponku diiringi puluhan maaf, “mianhe, hye. Aku harus ke Jepang selama seminggu. Maaf aku tidak sempat bilang. Maaf karena harus menjadikan Hamun penggantiku. Aku harap kau tetap bisa mematuhi semua perkataannya. Aku berjanji dia akan bekerja sama sepertiku.”

“Kau menyebalkan!” Umpatku lalu menutup teleponku. Enak sekali dia bilang Hamun akan bekerja sama sepertinya. Jelas akan bedalah! Yang satu namanya Kyuhyun, orang yang aku sukai sedangkan yang satu lagi adalah Hamun, orang yang aku benci. Kemana otak pria itu?!

Hamun menatapku melalui kaca spion dan aku langsung membentaknya, “Ada apa lihat-lihat? Berharap aku akan menuruti semua perintahmu? Jangan harap!”

Hamun tersenyum sinis. “Aku juga tidak peduli dengan apa yang akan kau perbuat. Coba urus dirimu sendiri. Aku mau lihat kau becus atau tidak. Kalau kau becus, aku akan melaporkan yang baik mengenaimu ke Kyuhyun tapi jika kau semakin merepotkan, aku bersumpah akan membuat Kyu keluar dari rumahmu,” ancam Hamun.

Hyejin yang tidak ingin Kyu keluar dari rumahnya, dengan susah payah mengurus segala keperluannya sendirian. Hamun benar-benar membiarkan Hyejin mengurus dirinya sendiri. Paling hanya ada supir dan Jiyeon yang ditugaskan untuk melayani kebutuhan umum seorang majikan.

 

TO BE CONTINUED :))