ENJOY!🙂

 

Finally! Last Part! kekekekekek thank you so much for reading this ff until the last part.

Cast? still same like before hehehe

hope you really enjoy this part

 

*****

 

“I can search for another girl but I don’t think i can find another you,”

.….

 

HAMUN POV

Aku menggelengkan kepalaku. Berusaha mengusir bayang-bayang yang sejak tadi membuatku tak bisa tertidur.

Ya, sejak tadi entah bagaimana, Siwon selalu melalang buana diotakku. Aku memegang bibirku dan kembali teringat kehangatan yang tadi sempat merasuki tubuhku.

“Apa yang terjadi padaku?” satu hal yang sedari tadi kutanyakan pada diriku sendiri.

Kini aku merasakan sekujur tubuhku panas, seperti seorang candu yang membutuhkan obat.

Saat ini aku membutuhkan, ani, aku menginginkan kehangatan dan kenyamanan. Aku ingin pelukan dari Choi Siwon.

Mengapa aku jadi seperti ini?

 

*****

 

“Hai Hamun,” sapa Siwon padaku tak lupa dengan senyumnya yang… entah sejak kapan berhasil membuat jantungku berdetak lebih kencang.

“H..Hai,” balasku gagap tanpa berani memandang matanya meski tatapannya mengejar mataku. “Ka..kajja, nanti kita akan ditinggal,” ujarku mengalihkan atmosfer yang akan semakin canggung jika aku tetap bersamanya.

Namun belum sempat aku melangkah, aku merasakan kehangatan yang semalam aku inginkan. Aku memutar badanku dan mendapati Siwon mencegah kepergianku dengan menggenggam tanganku dan hal itu memberikan efek samping yang sangat menyiksa tubuhku.

Jantungku semakin cepat berdetak. Semakin cepat pula memompa darah yang mengalirkan kalor ke sekujur tubuhku. Ya, tubuhku kembali terasa panas.

Ketidakseimbangan dalam tubuhku inilah yang membuat diriku menepis tangannya.

“Mi..mian, aku.. hanya kaget,” dalihku dan langsung berjalan mendahuluinya.

Aku benar-benar tak mengerti dengan diriku sendiri. Mengapa zat-zat kimia ditubuhku dapat bereaksi seperti itu saat bersamanya?

 

*****

 

Aku menutup mataku dan membiarkan sinar matahari menghangati tubuhku. Deru air laut dan kicauan burung seakan menemaniku dalam kesunyian.

“Hai, Hamun,” sapa seseorang yang suaranya sangat kukenal. Aku membuka mataku dan mendapati Hyejin sudah tersenyum disampingku.

“Hai, Hyejin,” balasku seadanya. Tanpa amarah, tanpa sukacita.

Aku tak suka sendiri. Tapi aku lebih memilih berdiri di pantai seluas ini sendirian daripada bersama Hyejin.

Ani, ani, aku tak membencinya hanya saja keberadaannya kembali mengingatkan aku tentang rasa sakit yang dulu kurasakan.

“Mianhe,” kata Hyejin memecah keheningan.

Aku tersenyum getir tanpa menatapnya. Menyembunyikan ketakutanku. Aku tahu kemana arah pembicaraan ini dan aku takut kalau ia akan kembali menguak ingatanku tentang masa menyakitkan itu.

“Mianhe, aku sudah sangat egois,” ujarnya

God, please, stop it. Aku tak mau mendengar kelanjutan pembicaraan ini.

“Mianhe, aku telah merebut Kyuhyun darimu,”

DEG. Jantungku mulai bereaksi. Mendesak mataku menghasilkan sebulir air mata.

“Stop it,” gumanku tanpa sadar menyuarakan isi hatiku.

“I really love him. And i won’t letting him go,”

“I know! So, stop it!” seruku tanpa sadar. Bahkan aku tak sadar kalau aku sudah mulai menangis. Namun Hyejin tak membalasnya dengan emosi. Ia tersenyum, bahkan memelukku.

“Guys always make girls cry, just like you cry for Kyu,” bisiknya

But if a girl can make a guy cry, she must really mean something to him, just like what Siwon did last night,” ujar Hyejin yang membuatku melepas pelukannya dan menatapnya dengan dahi yang sudah berkerut tanda aku bingung sekaligus penasaran.

“I saw it,” jawabnya seakan tahu apa yang ingin kutanyakan. Hyejin menghapus air mata yang membuat wajahku kacau. Kini ia sudah memenggenggam kedua tanganku dan berkata, “Anyone can make you happy by doing something sweet. But, only someone special can make you happy WITHOUT DOING ANYTHING,

“Sekarang kau tahu kan apa perasaanmu pada Choi Siwon?” tanyanya sambil menyeringai padaku

 

*****

 

AUTHOR POV

Kata-kata yang Hyejin ucapkan tadi bergulir secara bergantian di kepala Hamun. Dan hal itu tentu saja membuat mata Hamun sejak tadi tertuju pada pria yang menjadi subyek pembicaraan mereka, Choi Siwon.

Ia sedang bermain pasir bersama anak kecil yang entah ia temukan dimana. Ia membantu anak itu membuat istana pasir.

Hamun tertawa sendiri saat melihat ekspresi kesalnya karena pasir yang sudah susah-susah ia masukkan ke dalam ember tak terbentuk sesuai cetakan.

Tanpa disadari, otak Hamun sudah memerintah kakinya untuk berjalan mendekatinya. Hamun seperti lupa akan kecanggungan yang sedari tadi ia rasakan.

“Kau harus memberikan sedikit air di dasar ember itu,” kata Hamun sambil menuangkan sedikit air laut yang tertampung ditangannya. Kemunculan Hamun yang tiba-tiba membuat Siwon tak bisa mengontrol reaksi organ-organ tubuhnya. Kini matanya sudah menatap Hamun takjub tanpa berkedip walau sudah sekitar 15 detik berlalu. Mulutnya pun tanpa ia sadari sudah setengah terbuka. Dan jantungnya.. tak perlu ditanya lagi. Jika diberi majas hiperbola, jantungnya ibarat kangguru yang sedang melompat-lompat keluar dari sarangnya.

“Lihat! Jadi kan!” seru Hamun yang membuat Siwon tersadar dari lamunannya. Kini Siwon sudah sepenuhnya sadar dan ikut bertepuk tangan dengan hasil cetakan Hamun yang sangat sempurna.

“Nuuna daebak,” ujar anak kecil tadi memuji Hamun. Hamun membalas pujian anak itu dengan mengelus lembut kepalanya.

“Ne, nuuna ini memang daebak,” puji Siwon sambil mengelus kepala Hamun.

Kini giliran tubuh Hamun yang merasakan sengatan dahsyat. Hamun memutar kepalanya. Kini kedua matanya menatap lurus ke arah Siwon. Siwon pun demikian dan hal itu mendorong Siwon untuk mencium Hamun. Tanpa bisa ia kendalikan, kepalanya sudah beranjak mendekati Hamun. Nyaris saja mereka berciuman kalau saja Hamun tidak menundukkan kepalanya. Siwon yang melihat Hamun bereaksi demikian akhirnya mencium Hamun di keningnya.

“Mianhe, aku tak bisa mengontrol diriku,” ujar Siwon tulus. Sedangkan Hamun hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia masih belum berani menatap Siwon. ia tak mau Siwon melihat wajahnya yang saat ini pasti sudah merona.

“Aiiih, hyung sama nuuna apaan sih? Mau ciuman kok didepan aku?” ledek anak kecil yang untuk beberapa menit lalu sempat mereka lupakan keberadaannya.

Siwon dengan cepat bangkit dan mengejar anak kecil itu untuk membalasnya sedangkan Hamun hanya diam ditempat berusaha menstabilkan kembali detak jantungnya.

Mengapa Siwon selalu membuat jantungku berdegup kencang?

 

*****

 

Ini adalah salah satu kebiasaan yang selalu kelas Hamun lakukan di hari terakhir study tour. Pesta api unggun dan permainan ‘gila’ lainnya, seperti saat ini.

Hamun dan teman-temannya sedang memainkan permainan konyol yang diakhir permainan mengharuskan siapa yang kalah terakhir harus mencium seseorang yang telah kalah lebih dari 3 kali dan sayangnya Siwonlah orang yang sudah kalah 3 kali itu.

Jantung Hamun kini mulai berdegup kencang lagi. Hatinya dilanda gundah gulana menanti siapa yang akan mencium Siwon. tak masalah jika orang itu pria, yang menjadi masalah adalah jika orang yang nanti akan mencium Siwon adalah seorang wanita.

“Hyojo! Selamat! Kau akan berciuman dengan Siwon! Kau sudah lama mengincarnya kan?” seru teman-temanku sambil mendorong Hyojo dan Siwon pusat lingkaran besar yang kami buat. Tak ada gunanya bagi Siwon untuk meronta karena kini kedua tangan dan kakinya sudah dipegangi oleh teman-teman yang lain

Jantung Hamun makin tak stabil. Hati Hamun mulai kalut akan perasaan yang baru ia sadari. Kini otaknya sudah tak dapat berpikir apalagi jarak antara bibir Siwon dan Hyojo semakin dekat.

Hamun dengan segala kenekatannya segera berlari menuju Siwon. Masuk diantara jarak tubuh Siwon dan Hyojo dan dengan kilat mencium bibir Siwon tanpa aba-aba.

Siwon yang kaget hanya bisa membelalakan matanya. Teman-teman Siwon yang kaget melepaskan semua ikatan tangan mereka pada anggota gerak Siwon sehigga Siwon kehilangan keseimbangannya dan jatuh ke pasir bersama Hamun diatasnya.

Asin. Kali ini Siwon merasakan asin dibibirnya. Ia segera mengangkat wajah Hamun dan mendapati air mata Hamun jatuh ke wajahnya.

“Mianhe,” ujar Hamun singkat dan dengan secepat kilat Hamun menghilang dari hadapan mereka semua. Siwon yang baru saja mengalami kejadian seperti itu belum bisa mengejar Hamun.

Hati dan akalnya sedang berunding, apakah ini kenyataan atau hanya mimpi?

 

*****

 

“Bodoh, bodoh, bodoh,” maki Hamun pada dirinya sendiri. Ia membenamkan kepalanya diantara lutut dan dadanyanya untuk menangisi dirinya yang sudah bertindak bodoh sekaligus memalukan di depan teman-temannya, di depan Siwon.

“Siwon pasti marah padaku. Aku sudah membuatnya ma..” suara Hamun terputus saat ada suara lain yang membenamkan suaranya.

“Siapa yang akan marah padamu?” tanya suara itu. Hamun menoleh ke sumber suara dan mendapati Siwon sudah duduk disampingnya.

“Kau,” jawab Hamun jujur disela-sela sesenggukannya. Hamun mengalihkan pandangannya dari Siwon. Ia masih merasa malu dan bersalah.

“Aku tak marah padamu,” balas Siwon jujur namun Hamun tak mempercayainya. Siwon hanya tersenyum memandang punggung Hamun. Ia menemani Hamun dalam diam sampai Hamun benar-benar tenang.

 

*****

 

“Kau masih disini?” tanya Hamun tak percaya kalau sedari tadi saat ia menangis Siwon masih ada disampingnya menemaninya.

“Apa mungkin aku tega meninggalkan seorang gadis yang kucintai menangis sendirian malam-malam seperti ini?” jawab Siwon tulus yang tentu saja membuat Hamun tersipu sekaligus tersentuh hatinya.

“Lagipula ada yang ingin kutanyakan padamu sedari tadi,” lanjut Siwon. Kini ia sudah menatap lekat Hamun.

“Apa kau sudah mencintaiku?” tanya Siwon.

“A..aku tak tahu. A..aku tak mengerti perasaanku sendiri,” jawab Hamun yang membuat Siwon mengerutkan dahinya. Ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Hamun yang melihat ekspresi Siwon itu pun akhirnya merasa bersalah. “Ta..tapi, emm, apa boleh aku memastikannya?” tanya Hamun pada Siwon. Siwon pun mengangguk sebagai jawaban.

“Tutup matamu,” perintah Hamun dan dengan segera Siwon menurutinya.

 

*****

 

SIWON POV

Sekejap aku merasa waktu berhenti dan saat ini aku sungguh meminta, God, please stop the time, tapi ternyata keinginanku tak bisa terkabul.

Hamun sudah melepaskan bibirnya dari bibirku.

Kami terdiam sesaat. Tak ada yang memulai perbincangan sampai akhirnya aku memutuskan untuk bertanya, “Jadi bagaimana?”

Hamun terdiam, sambil melirikku sesaat lalu memalingkan wajahnya dengan cepat saat mata kami bertemu. Hamun menghela nafas panjang, seakan memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang sakral.

“Aku sudah mendapatkan jawabannya,” katanya yang tentu saja, kini, membuat jantungku berdetak sangat cepat. Jantungku saat ini rasanya sudah nyaris keluar dari tempatnya, tapi kutahan hal itu karena aku masih ingin hidup untuk mendengar kelanjutannya.

” Aku sendiri tak tahu perasaanku ini disebut apa. All i know is every time, i think of you. And when i think of you, i want to be with you. I want you, Siwon. and i felt jelous when Hyojo want to kiss you,” ujar Hamun.

Serangkaian kata dari Hamun berusan membuatku benar-benar ingin menghentikan waktu. Aku takut kalau ini semua hanyalah mimpi.

 

…….

 

“Tapi aku masih belum bisa melupakan Kyuhyun sepenuhnya,” lanjutnya sambil menatapku sedih. Aku tahu, ia pasti merasa bersalah akan hal itu, tapi tak apa. Aku akan membuatmu benar-benar melupakannya.

Aku menatap Hamun sambil tersenyum lalu merengkuh wajahnya. Kali ini giliranku untuk mengecup bibir gadis itu dengan penuh cinta. “Aku yakin tidak lama lagi kau hanya akan memikirkanku sepenuhnya, sayang,” ucapku, dan aku dapat melihat senyum bahagia, kelegaan, ketulusan bercampur jadi satu diwajah Hamun.

 

*****

 

“Selamat tidur,” ucapku pada Hamun saat kami sudah tiba di depan kamar hotelnya.

Aku tak tahu apa Hamun merasakan hal yang sepertiku karena saat ini aku sungguh tak ingin melepaskan genggaman tanganku darinya. Aku masih ingin bersamanya. Apa mungkin ini yang disebut kasmaran?

“Em, Siwon, bagaimana aku bisa masuk kalau tanganku masih kau genggam?” tanya Hamun tak lupa dengan senyum seringainya yang mampu membuatku meleleh kalau saja pertahananku tak kuat. Aku tersenyum simpul dan melepaskan tanganku dengan terpaksa.

“Bye Hamun,” ujarku yang dibalas olehnya sedemikian rupa lalu ia menutup pintu kamarnya.

Pada akhirnya aku memutuskan untuk kembali namun baru beberapa langkah aku hendak beranjak, hatiku memaksaku untuk tetap diam disitu dan memikirkan cara apa yang bisa membuat Hamun lebih lama bersamaku.

Aku hendak mengetok pintu kamar Hamun, namun tepat sebelum kepalan tanganku mendarat, pintu itu sudah terbuka lebih dahulu.

“Ah Hai Hamun,” sapaku dengan suara yang cukup keras tanda aku tegang. Argh, aku belum pernah se-salah-tingkah begini pada wanita.

“Ada apa?” tanyaku. Hamun menatapku sebentar namun lagi-lagi ia mengalihkan matanya saat mata kami bertemu.

“Ada yang kulupa,” jawab Hamun dan detik berikutnya aku merasakan waktu disekelilingku berhenti bergulir.

Aku memegang pipiku dan menatap gadis didepanku tak percaya.

“Good night,” ujar Hamun lalu menutup pintu kamarnya dan meninggalkan aku yang masih berdiri dengan takjub di depan kamar Hamun seperti orang bodoh.

“She kissed me,” aku berulang kali menggumankan hal itu bahkan saat aku sudah berbaring ditempat tidur. Aku tak berani memejamkan mataku karena aku tak mau terbangun dan ternyata semuanya hanya mimpi.

Tapi kehangatan yang kurasa sudah cukup menjadi bukti kalau semuanya adalah nyata.

 

*****

 

“Hamun, Siwon sudah datang, ppali!” seru seorang gadis yang seumuran dengan Hamun di ambang pintu.

“Aish, i know Sonrye. Jangan berteriak,” balas Hamun tak kalah kencang dengan saudara perempuannya tadi.

“Mianhe,” selalu menjadi kata pertama yang diucapkan Hamun padaku setiap harinya.

“Gwencana,” balasku, yang selalu sama setiap harinya.

“Kajja, sebelum kita benar-benar telat,” seru Hamun semangat tak lupa dengan menyusupkan jemari kecilnya di sela-sela jemariku.

Aku tersenyum menatap tangan kami yang bertautan. Kadang aku tak percaya kalau tangan yang ada dalam genggamanku ini adalah kepunyaan seorang Hamun.

Kali ini aku tak akan meminta Tuhan untuk menghentikan waktu karena aku yakin selama waktu bergulir, selama itu pula aku akan selalu bersama dengan Hamun.

 

END

 

HOW? kekeke hope you like it readers :))))))))))